Wednesday, April 29, 2026
More
    Home Blog Page 116

    Part 1: “Goresan Pena Pastor Italia Tentang Kejayaan Majapahit”

    Part 1: Goresan Pena Pastor Italia Tentang Kejayaan Majapahit

    MajalahDUTA.Com, Sejarah- Tulisan ini merupakan secuplik catatan perjalanan pastor Italia yang pernah menginjakkan kaki di Jawa. Namanya, Odorico Mattiuzzi (1286-1331) yang terkagum-kagum dengan Kejayaan Majapahit.

    Odorico Mattiuzzi atau yang dikenal Padre Odorico da Pordenone dikenal sebagai seorang biarawan dari Ordo Fransiskan. Sebagai Imam Fransiskan, Odorico Mattiuzzi tergolong seorang yang terpelajar. Hal itu tampak karena ia banyak menulis buku, terutama di bidang religi dan kesusastraan.

    Singkat cerita, pada suatu hari, biarawan asal Asisi ini dipanggil oleh Vatikan. Saat itu Paus Yohanes XII memberinya tugas untuk mengunjungi Rusia Selatan, India, dan China. Tugas segera dilaksanakan. Mulailah Odorico Mattiuzzi mendayung kapalnya dari Venesia. Berlayar menuju tiga kawasan itu.

    Persinggahan ke pulau-pulau

    Sepanjang perjalanan mengarungi samudra itu, Pastor Odorico Mattiuzzi memang sering berlabuh di beberapa pelabuhan besar. Seperti kebiasaan kapal pada umumnya mungkin mengisi persediaan makanan atau suku cadang untuk kapal. Dia juga mampir di pelabuhan di Konstatinopel, Teluk Persia, Mumbai, Malabar, Srilangka, Madras, dan singgah di pulau-pulau di Indonesia.

    Ia sempat mampir di Sumatra, Jawa, dan Kalimantan. Saat berlabuh di Jawa, rupanya sang biarawan sempat terpesona pada Jawa. Ia terkagum-kagum pada kehidupan orang-orang Jawa.

    Tak heran jika ia memutuskan untuk tinggal di Jawa untuk beberapa lama. Kedalaman instingnya sebagai kaum terpelajar semakin terasah di Jawa. Rasa ingin tahunya semakin menjadi-jadi. Ia berusaha keras mengamati dan melakukan riset kecil untuk mengenali Jawa.

    Baca juga: Catatan Fransiskan: Sejarah Katolik di Keuskupan Agung Pontianak

    Mulai dari keadaan alamnya, kehidupan masyarakatnya, ekonominya, budaya, juga politiknya. Malah, ia juga sempat datang dan dipersilakan memasuki istana Raja Jawa kala itu. Disambut baik dan mendapatkan jamuan istimewa dari sang Raja. Di dalam istana itu, ia merasa terkagum-kagum.

    Tidak hanya karena kemegahan istana Raja, melainkan pula kewibawaan sang Raja. Sayang, kunjungannya itu tak bisa diperpanjang. Ia masih mengemban misi dari Vatikan Roma untuk menyambangi China.

    Di sana, ia harus menemui Montecorvino, Uskup Agung di Beijing. Ia pun akhirnya melanjutkan perjalanan menuju China.

    Teringat tentang pesona Jawa

    Di sana, ia tinggal selama 3 tahun (1324-1327). Lantas, kembali melanjutkan perjalanan pulang ke Italia melalui jalur darat. Melintasi pegunungan Tibet, Badachschan, Tabriz, Armenia, dan kembali ke negerinya pada bulan Mei 1330.

    Setahun setelah menjalani masa istirahat dari penjelajahan panjang itu, ia tiba-tiba saja sangat ingin menemui Paus Yohanes XXII.

    Ia teringat pada kisah yang mengagumkan tentang Jawa. Ia merasa sangat perlu disampaikan kisah itu pada sang Paus. Tapi sayang, Paus Yohanes XII sedang dinas di Avigon, sebuah kota di selatan Perancis.

    Baca juga: Kardinal Cantalamessa: Ekaristi sama ekstensifnya dengan sejarah keselamatan

    Tekadnya yang besar itu membuatnya memaksakan diri menyusul sang Paus. Ia menempuh perjalanan dari Italia menuju Avigon. Tapi, ketika sampai di Pisa, ia jatuh sakit. Tak sanggup melanjutkan perjalanan. Ia pun memutuskan kembali ke Friuli.

    Sayang, kondisi tubuhnya makin lemah. Sakitnya pun makin parah. Ia memutuskan beristirahan di Padua sejenak.

    Bersambung, Part 2….

    Salam Ya Ratu

    Salam Ya Ratu- Bunda yang berbelas kasih

    MajalahDUTA.Com, Pontianak- Salam, Ya Ratu, Bunda yang berbelas kasih, hidup, hiburan dan harapan kami. Kami semua memanjatkan permohonan, kami amat susah, mengeluh, mengesah dalam lembah duka ini.

    Ya Ibunda, ya pelindung kami, limpahkanlah kasih sayangMu yang besar kepada kami. Dan Yesus, PutraMu yang terpuji itu, semoga Kau tunjukkan kepada kami. O Ratu, o Ibu, o Maria Bunda Kristus.

    Doakanlah kami, ya Santa Bunda Allah

    Supaya kami dapat menikmati janji Kristus

    Ya Allah, Putra-Mu telah memperoleh bagi kami ganjaran kehidupan kekal melalui hidup, wafat dan kebangkitan-Nya. Kami mohon, agar dengan merenungkan misteri Rosario Suci Santa Perawan Maria, kami dapat menghayati maknanya dan memperoleh apa yang dijanjikan.

    Demi Kristus, Tuhan kami. Amin.

     

    Uskup Agustinus Dukung Peresmian dan Dedikasi Gereja Mendalam

    Uskup Agustinus Dukung Peresmian dan Dedikasi Gereja Mendalam - Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.Com, Kapuas Hulu- Bertempat di Gereja Paroki Santo Antonius dari Padua Mendalam, Kecamatan Putussibau Utara, Kabupaten Kapuas Hulu persis pada pukul 15.00 Wib pada 18 Oktober 2022 kegiatan Peresmian dan Pendedikasian Gereja Santo Antonius dari Padua Mendalam resmi terlaksana sukses.

    Dalam momen kegiataan itu juga Uskup Agustinus mengatakan bahwa kegiatan ini sekaligus sebagai penghargaan kepada JC. Oevang Oeray Gubernur Dayak Pertama Kalimantan Barat yang adalah asli putra Mendalam.

    Dalam acara itu hadir pula Uskup Keuskupan Sintang Mgr. Samuel Oton Sidin OFMCap. dan Ir. Florentius Anom Kepala Dinas Hortikultura dan Tanaman Pangan sekaligus mewakili Gubernur Kalimantan Barat.

    Kegiatan dimulai dengan penyambutan Adat untuk seluruh tamu kehormatan, kemudian dilanjutkan dengan Melaa’ (masih acara adat Mendalam) dan perarakan ke tempat acara.
    Dalam sambutan Gubernur yang diwakili oleh Ir. Florentius Anom dikatakan bahwa Pembinaan keagamaan merupakan tanggung jawab bersama.

    Baca juga: Catatan Fransiskan: Sejarah Katolik di Keuskupan Agung Pontianak

    Untuk Itu, upaya yang Strategis antara Pemerintah Daerah dan seluruh lembaga-lembaga, dan organisasi keagamaan , serta tokoh-tokoh agama, dalam mendptakan, masyarakat Kalbar yang agamis, perlu dilakukan.

    Dalam sambutannya itu Gubernur mengajak, seluruh komponen masyarakat Kalimantan Barat, khususnya yang hadir pada sore hari Ini, agar dapat menyikapi perbedaanperbedaan dengan arif dan bijaksana.

    “Mari bersama kita saling bertenggang rasa, memaafkan satu dengan yang lain atas segala kesalahan, kekhilafan dan kekeliruan kita masing-masing. Dengan demikian, situasi dan kondisi Kalimantan Barat, yang telah aman dan damai ini, dapat membawa kita kepada kerukunan hidup umat beragama, yang religius dan sejahtera,” kata Gubernur Sutarmidji yang dibacakan oleh Ir. Florentius Anom momen peresmian Gereja Santo Antonius dari Padua Mendalam.

    “Semoga dengan peresmian ini dapat meningkatkan keimanan warga Kapuas Hulu kepada Tuhan Yang Maha Kuasa,” tutup sambutan H. Sutarmidji.

    Uskup Samuel Oton Sidin, OFMCap sebagai Pimpinan Keuskupan Sintang, menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak. Karena yang dibuat untuk paroki Santo Antonius Mendalam dibuat juga untuk Keuskupan Sintang.

    Uskup Samuel OtonSidin OFMCap mengucapkan terima kasih  kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, yang telah mengulurkan tangan membantu kita lewat pribadi-pribadi yang baik hati. Uskup Samuel juga mengucapkan banyak terima kasih kepada pemerintah Kapuas Hulu yang turut turun tangan dalam proses penyelesaian Gereja di Mendalam.

    Tujuh miliar rupiah

    Uskup Samuel Oton Sidin OFMCap juga terharu dengan usaha semua pihak yang telah menunjukkan semangat untuk bersama Paroki Santo Antonius Padua Mendalam membangun gereja.

    Menurutnya tanpa bantuan semua saudara-saudari, sulit dibayangkan bahwa gereja Mendalam akan terbangun semegah ini dengan nilai kurang lebih 7 miliar rupiah. Memang jumlah dana itu bukanlah jumlah yang kecil, jadi menurutnya pantas untuk disyukuri.

    “Harapan kita semua, dengan keindahan gereja ini kedepan umat paroki Santo Antonius Mendalam, bisa bertumbuh kembang megah seperti tergambarkan gereja yang megah ini,” kata Uskup Samuel.

    Penghargaan kepada Gubernur Pertama Kalimantan Barat

    Selaras dengan itu, Uskup Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus menjelaskan bahwa memang pada tahun 2017 Uskup Agustinus sendiri yang meletakan batu pertama pembangunan sebagai tanda dukungannya dari awal pembangunan hingga peresmian di tahun 2022.

    Baca juga: Nyanyian Kebijaksanaan yang Melampaui Keterbatasan Dunia

    “Saya sendiri yang meketakan batu pertama pembangunan gereja ini 2017, waktu itu sebagai Administrator Keuskupan Sintang,” kata Uskup Agustinus.

    Sebagai Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus sangat mendukung karena Mendalam adalah tempat lahirnya Gubernur Kalimantan Barat dan orang Dayak Pertama JC.Oevang Oeray. Baginya peristiwa ini sebagai tanda penghargaan kepada beliau Oevang Oeray.

    Kegiatan pada hari Selasa 18 Oktober 2022 ditutup dengan peninjauan gereja dan pemukulan Gong secara serentak menandakan gereja telah selesai diresmikan kemudian dilanjutkan pemberkatannya di esok hari yaitu Rabu 19 Oktober 2022.

    Catatan Fransiskan: Sejarah Katolik di Keuskupan Agung Pontianak

    Gambar: Gereja Katedral Pontianak Pertama

    MajalahDUTA.Com, Pontianak- Menurut catatan-catatan lama Ordo Fransiskan, seorang misionaris Fransiskan dari Italia bernama Odorico de Pordone, dalam perjalanan dari Venesia ke China, pernah singgah di Sumatra, Kalimantan bagian Selatan, Brunei dan bahkan sempat singgah ke ibukota Majapahit pada tahun 1313.

    Wilayah Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur, pada tahun 1851-1862 juga pernah dikunjungi oleh 2 missionaris, Pater Sanders, SJ dan Pater van Grinten, SJ.

    Kemudian pada 1865, Singkawang juga dikunjungi oleh Pater de Vries, SJ. Pada tahun 1872 Pater Timmermans, SJ mengunjungi Kalimantan-Barat ditemani oleh Petrus Chang, seorang katekis asal Tiongkok.

    Antara 7 Mei sampai 12 Juli 1874, wilayah Pontianak, Sintang, Bengkayang, Sambas, Singkawang dan Monterado dikunjungi oleh Pater de Vries, SJ.

    Mulai berdatangan secara teratur

    Tahun 1885 berdiri stasi Singkawang yang meliputi Kalimantan Barat dengan 150 umat, Pulau Belitung 100 umat, dan sekitar 200 orang Belanda sipil dan militer. Stasi Sejiram berdiri pada 29 Juli 1890.

    Prefektur Apostolik Borneo Belanda berdiri pada 11 Februari 1905, dipimpin oleh Mgr. Giovanni Pacificio Bos, OFM Cap. Sejak saat inilah para misionaris mulai berdatangan secara teratur ke berbagai tempat di Kalimantan.

    Pada tanggal 30 November 1905 enam misionaris Kapusin (OFM Cap.) tiba di Singkawang. Berturut-turut, pada tahun 1908 dibuka sebuah stasi baru di Laham, di pinggiran sungai Mahakam di Kalimantan Timur. Status Prefektur kemudian ditingkatkan menjadi Vikariat Apostolik Borneo Belanda pada 13 Maret 1918.

    Perubahan nama dari Vikariat Apostolik Borneo Belanda menjadi Vikariat Apostolik Pontianak terjadi pada 21 Mei 1938 di masa kepemimpinan Mgr. Tarcisius Henricus Josephus van Valenberg, OFM Cap. Kemudian, peningkatan status menjadi Keuskupan Agung Pontianak terjadi pada 3 Januari 1961 pada masa kepemimpinan Mgr. Herculanus Joannes Maria van der Burgt, OFM Cap.

    Mgr. Hieronymus Herculanus Bumbun, OFM. Cap ditunjuk oleh Tahta Suci menjadi Uskup Agung Pontianak menggantikan Mgr. Herculanus sejak 26 Februari 1977 sampai dengan 3 Juni 2014 dan dilanjutkan oleh Mgr. Agustinus Agus sampai dengan sekarang.

    Nyanyian Kebijaksanaan yang Melampaui Keterbatasan Dunia

    Lampaui Keterbatasan Dunia Bersama Teladan Santo Fransiskus Asissi

    MajalahDUTA.Com, Pontianak- Belajar dari memusatkan perhatian pada relasi dengan segala makhluk, Fransiskus hendak memanggil kita keluar dari diri kita sendiri dan melepaskan rintangan dan ketakutan untuk menjadi anggota keluarga dengan ciptaan.

    Diambil dari Leonardo Boff dalam Ratapan Bumi, Jeritan Orang Miskin dituliskan demikian: “Kefransiskanan semesta tidak pernah akan mati… segala sesuatu membangun simfoni yang merdu. Allah adalah sang konduktor agung.”

    Dalam tulisan ini sangat jelas  bahwa ada langkah-langkah yang fundamental menuju persatuan dengan jalan Santo Fransiskus baik catat tentang dirinya yang bernyanyi bersama alam bahkan maut pun menjadi saudaranya.

    Semua yang menyangkut tema kefransiskanan seperti pertobatan, kelimpahan, keindahan dan kebaikan cinta Allah seolah mau menjelaskan betapa besarnya peranan kerendahan hati, sikap kemiskinan dan kesederhanaan.

    Sikap-kita itu merujuk pada keserupaan dalam kemanusiaan yang nyata dan sungguh ada ditengah kehidupan bahkan yang lebih besar yakni menganggap semua ciptaan adalah keluarga.

    Lampaui dunia dengan teladan 

    Santo Fransiskus lewat teladannya mau mengajak saudaranya bersama semua fransiskan-fransiskanes untuk menyanyikan lagu pujian bagi Sang Pencipta dalam kesatuan komunitas termasuklah didalamnya orang-orang miskin, tersisih, dan makhluk lain.

    Dengan demikian nyanyian suka cita dan berkat itu dapat dirasakan bukan hanya sekedar ‘suara’ yang dikumandangkan tetapi suara yang saya maksudkan disini adalah nyanyian suara untuk Sang Pencipta yang diaplikasikan dalam tindakan. Dengan indra yang manusia miliki, melihat, merasa, mengecap, mendengar dan menopang mereka dengan perspektif (kaca mata) keindahan dan kebaikan.

    Sehingga cara serupa ini menjadi jejak-jejak damai yang sungguh-sungguh nyata bergandengan dengan kehadiran fransiskan. Oleh karenanya, nyanyian itu mengajarkan hidup secara bijaksana dalam bagian rumah di bumi kita tercinta. Nyanyian kebijaksanaan itupula yang mampu melampaui realitas (pengalaman) pahit di dunia.

    Diutus Berdua-dua

    Diutus- Berdua- dua

    MajalahDUTA.Com, Renungan- Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini (Luk 10:5).

    Tugas para murid yang diutus Yesus pergi berdua-dua adalah selalu hidup dalam bersama menjadi sahabat perjalanan, menjadi orang berdoa memohon kepada Tuhan dan memasuki rumah dengan membawa damai bagi rumah itu dan hidup dalam damai.

    Tuhan memberkati….

    Paus memberi tips bagaimana untuk tidak ‘berkecil hati’ dalam doa

    FILIPPO MONTEFORTE | AFP -Kathleen N. Hattrup - diterbitkan pada 16/10/22

    MajalahDUTA.Com, DOA: Strateginya cepat dan konstan.

    Sebelum memimpin Angelus tengah hari pada 16 Oktober 2022, Paus mempertimbangkan nasihat Kitab Suci yang tampaknya mustahil: berdoalah selalu dan jangan putus asa.

    Paus mengakui bahwa mungkin sekarang seseorang keberatan: “Tetapi, bagaimana saya bisa melakukan itu? Saya tidak tinggal di biara. Saya tidak punya banyak waktu untuk berdoa!”

    “Sebuah solusi, sarannya adalah “latihan spiritual yang bijaksana untuk kesulitan nyata yang orang tua, terutama kakek-nenek kita, ketahui dengan baik dapat membantu kita, yang sedikit dilupakan hari ini,” katanya.

    Baca juga: Peristiwa Terang (Doa Rosario Hari Kamis)

    Paus Fransiskus mengacu pada doa singkat dan cepat yang dikenal sebagai “aspirasi.” Mereka juga disebut sebagai “doa panah.”

    Doa-doanya sangat singkat, mudah dihafal yang bisa sering diulang-ulang sepanjang hari, dalam berbagai kegiatan, untuk tetap “selaras” dengan Tuhan.

    Misalnya, segera setelah kita bangun, kita dapat mengatakan: “Tuhan, saya berterima kasih dan saya mempersembahkan hari ini kepada Anda.” Ini adalah doa singkat. Kemudian, sebelum suatu kegiatan, kita dapat mengulangi, “Datanglah, Roh Kudus.” Di antara satu hal dan hal lainnya, kita dapat berdoa demikian, “Yesus, aku percaya kepada-Mu. Yesus, aku mencintaimu.” Doa yang sangat singkat yang membantu kita tetap berhubungan dengan Tuhan.

    Seberapa sering kita mengirim pesan instan ke orang yang kita cintai! Mari kita lakukan ini juga dengan Tuhan agar hati kita tetap terhubung dengan-Nya. Dan jangan lupa untuk membaca tanggapannya. Tuhan selalu menjawab. Di mana kita menemukan mereka?

    Dalam Injil yang harus selalu disimpan dan harus dibuka beberapa kali setiap hari, untuk menerima Sabda kehidupan yang ditujukan kepada kita.

    Baca juga: Pemberkatan Taman Doa Maria Bunda Segala Suku Oleh Uskup Malang

    “Dan mari kembali ke nasihat yang telah saya berikan berkali-kali – bawalah Injil ukuran saku di saku Anda di dompet Anda. Dan ketika Anda punya waktu sebentar, buka dan bacalah sesuatu, dan Tuhan akan merespons,” ujarnya.

    Bapa Paus juga berdoa semoga Perawan Maria yang adalah pendengar setia dapat mengajari umat Allah seni berdoa tanpa putus asa.

    Peristiwa Terang (Doa Rosario Hari Kamis)

    Doa Rosario Hari Kamis - Peristiwa Terang

    MajalahDUTA.Com, Pontianak– Peristiwa Terang (Doa Rosario Hari Kamis)

    1. Yesus dibaptis di Sungai Yordan “Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara dari surga yang mengatakan.. “Inilah Anak-Ku yang terkasih kepada-Nyalah Aku berkenan” (Matius 3:16-17).

    Bapa, kami pun Engkau beri misi sebagai anak-Mu dan pengikut Yesus. Buatlah kami menerima tugas itu dengan hati terbuka dan penuh suka cita. (Ujud doa pribadi…..- Bapa Kami)

    2. Yesus menyatakan diri-Nya dalam perta pernikahan di Kana Atas permintaan maria, bunda-Nya, Yesus mengatasi kekurangan anggur. “Hal itu dilakukan Yesus … sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu, Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya” (Yohanes 2:11).

    Bapa, tolonglah kami mampu menghadapi setiap masalah hidup ini dengan tenang sambil mengandalkan kasih-Mu kepada kami. (Ujud doa pribadi…..- Bapa Kami)

    3. Yesus memberitakan Kerajaan Allah dan menyerukan Pertobatan Bertobatlah, sebab kerajaan surga sudah dekat! “Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan injil Kerajaan Surga serta menyembuhkan orang-orang diantara bangsa itu” (Matius 4:17, 23).

    Bapa, pertoobatkanlah kami. Ampunilah dosa kami. Jadikanlah kami mampu mengampuni orang yang telah menyakiti kami. (Ujud doa pribadi…..- Bapa Kami)

    4. Yesus menampakkan kemuliaan-Nya Yesus berubah rupa disebuah gunung tinggi. wajah-Nya bercahaya seperti matahari. Allah bersabda kepada tiga rasul Yesus, “Inilah Anak-Ku yang terkasih, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia” (Matius 17:2-5).

    Bapa, ajarlah kami mendengarkan Yesus dan sepenuhnya menerima ajaran-Nya. Izinkanlah kami semakin mengenal Dia, teerutama dalam sengsara-Nya. (Ujud doa pribadi…..- Bapa Kami)

    5. Yesus menetapkan Ekaristi Yesus mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada mereka dan berkata, “Ambillah, inilah tubuh-Ku. Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka. Ia berkata, “Inilah darah-Ku yang ditumpahkan bagi banyak orang” (Markus 14:22-24).

    Bapa, sucikan dan kuduskanlah kami pada saat kami menerima Tubuh dan Darah Putera-Mu yang terkasih; pakailah kami sekehendak-Mu. (Ujud doa pribadi…..- Bapa Kami)

    Peristiwa Sedih: (Hari Selasa & Jumat)

    VatikanKatolik.Id

    MajalahDUTA.Com, DOA- Peristiwa Sedih: (Hari Selasa & Jumat)

    1. Yesus berdoa kepada Bapa-Nya di surga dalam sakratul maut. “Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau berkenan, ambillah cawan ini dari hadapan-Ku, tetapi janganlah menurut kehendak-Ku, melainkan kehendakMu yang terjadi” (Matius 26:39).

    Doa: Bapa, ajarilah kami selalu mengikuti kehendak-Mu, pada saat kami dicobai, Engkau pasti menyertai kami sebagai Bapa, karena Engkau sangat menyayangi kami. (ujud doa pribadi….- Bapa Kami)

    2. Yesus didera “Mereka memukul kepala-Nya dengan buluh, dan meludahi-Nya dan berlutut menyembah-Nya. Sesudah mengolok-olok Dia, mereka menanggalkan jubah ungu yang dipakai-Nya dan mengenakan lagi pakaian-Nya kepadaNya” (Markus 15:19-20a).

    Bapa, berilah kami rahmat untuk selalu mengingat sengsara Putera-Mu, agar kami dapat berdiri teguh dan memikul salib dengan kasih. (ujud doa pribadi….- Bapa Kami)

    3. Yesus dimahkotai duri “Mereka menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya. Kemudian mereka mulai memberi hormat kepada-Nya, katanya “Salam, hai raja orang Yahudi!” (Markus 15:17-18).

    Bapa, Putera-Mu dimahkotai duri, tetapi Ia tidak pernah membenci algojonya. Ajarilah kami mengampuni dan memberkati sesama kami. (ujud doa pribadi….- Bapa Kami)

    4. Yesus memanggul salib-Nya ke gunung Kalvari “Sambil memikul salib-Nya, Ia pergi ke luar ketempat yang bernama Tempat Tengkorak yang dalam bahasa Ibrani disebut Golgota” (Yohanes 19:18b).

    Bapa, ajarilah kami memikul salib kehidupan ini tanpa mengeluh dan dengan penuh iman, supaya kami sungguh serupa dengan Yesus Putera-Mu sendiri. (ujud doa pribadi….- Bapa Kami)

    5. Yesus wafat di salib “Yesus berseru dengan suara nyaring “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Ku serahkan nyawa-Ku” Sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya” (Lukas 23:48).

    Bapa, hadirlah dekat kami bersama Putera dan Roh-Mu pada saat kami menghadapi kematian, dan terimalah kami dalam Kerajaan kasih-Mu yang kekal. (ujud doa pribadi….- Bapa Kami)

    Rosario dapat merealisasikan niat suci

    Kekuatan Doa Rosario

    MajalahDUTA.Com, Pontianak- Cita-cita dan perjuangan hidup kita di dunia ini beraneka ragam. Namun suatu hal yang perlu kita refleksikan yaitu bahwa tujuan akhir dari segalanya adalah hidup bahagia di saat ini dan dihadirat Tuhan kelak.

    Seorang tokoh panutan yang menjadi teladan dan sekaligus membuka jalan menuju terang sejati, yaitu Bunda Maria, perawan Nirmala.

    “Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataan-Mu itu.” Ungkapan klasik perawan Maria ini pada saat itu sungguh mengandung makna eskatologis.

    Bunda Maria sungguh merasa solider dengan semua orang yang tengah meringkuk dalam suasana yang tak menentu, baik pada waktu itu maupun pada masa sekarang.

    Dengan penyerahan diri secara total kepada kehendak Allah, Bunda Maria telah mengukir suatu peristiwa iman yang penting, yaitu keselamatan semua umat manusia. Karena itu ia telah mendapat gelar: Segala bangsa akan menyebutnya yang berbahagia.

    Dengan kehadiran Putranya yang dikandung dari Roh Kudus, Bunda Maria telah membuktikan bahwa ia sungguh merasa solider dengan keselamatan seluruh umat manusia di dunia ini.

    Sebab Yesus Kristus yang dikandungnya itu datang ke dunia untuk memperjuangkan dan mengangkat nilai-nilai luhur dan martabat manusia yang diinjak-injak.

    Baca juga: Doa Rosario: Peristiwa Gembira (Hari Senin & Sabtu)

    Marilah kita meneladani Bunda Maria, teristimewa merenungkan peranannya yang amat besar itu dalam hidup kita setiap hari.

    Berdoa Rosario dengan mulut adalah ungkapan rasa hormat kita kepadanya, tetapi lebih dari itu doa Rosario dapat merealisasikan niat suci dalam tindakan dan perbuatan yang nyata.

    Pendek kata, mau meneladani apa yang dibuat oleh Bunda Maria, yaitu “Beribadat dalam hidupnya”. Atau sebagai penerjemah seluruh ajaran Kristus kepada seluruh umat beriman.

    TERBARU

    TERPOPULER