Irama Hidup Tengah Pandemi Covid19

    116
    Momen Rekaman Rosario Mgr. Agustinus Agus Bersama dengan SEKAMI Keuskupan Agung Pontianak dalam menyambut bulan Rosario

    MajalahDUTA.Com, Pontianak- Kapan ya Pandemi Covid19 ini berhenti? Mungkin ini menjadi pertanyaan kita bersama.

    Pertanyaan yang timbul ini adalah salah satu kegelisahan banyak orang pada umumnya. Jika dilihat secara jelas lagi, sejak pertama kali covid19 menimpa orang di Wuhan, sampai masuknya covid19 ke Indonesia. Karena fenomena tersebut, banyak usaha-usaha yang terancam tutup bahkan sebagian besar perusahaan banyak mem-PHK karyawan dikarenakan pendapatan saat pandemi menurun.

    Tidak sedikit juga orang yang meninggal diakibatkan terjangkit covid19. Bahkan tim medis, keamanan dan pemerintah pun sempat goyang karena pandemi covid19 ini. Semua aktivitas tersendat dan kebiasaaan orang berubah.

    BACA JUGA: Pelantikan Pengurus Pastolik FK Untan periode 2020/2021

    Karena Pandemi Covid19 yang menggoncangkan seluruh dunia, dari situlah muncul kebiasaan baru yang mau atau tidak, harus diikuti oleh seluruh umat manusia. Pandemi ini, memaksa umat manusia untuk melepas kenyamanan-kenyamanan lalu untuk mulai dari pembaharuan secara serentak.

    Memang tidak bisa dipungkiri bahwa pandemi yang sedang terjadi ini meluluh lantakkan perekonomian, politik bahkan semua sektor masyarakat.  Tetapi dilain sisi, manusia juga mendapatkan kebiasaan dan cara hidup baru dan yang lebih banyak melibatkan teknologi, bahkan sekarang manusia tidak bisa terlepas dari teknologi informasi.

    Kebiasaan baru itu memaksa banyak orang yang mulai menggunakan medsos secara maksimal. Di sekolah semua guru dipaksa untuk menyesuaikan kebiasaan baru. Melihat begitu banyaknya gresah-grusuh ditengah pandemi Covid19. Ternyata, mesikupn lockdown dan banyak pembatasan kontak dengan banyak orang, akhirnya kebiasaan hidup baru sekarang pelan-pelan bisa diikuti banyak orang bahkan sampai ke seluruh dunia.

    Bak Irama hidup yang menjadi warna serta mengandung emosi tersendiri ditengah pandemi covid19 yang kian tidak berlalu tahun 2020 ini. Pandemi Covid19 ini bisa kita umpamakan seperti irama dalam sebuah lagu. Lagu itu indah karena ada irama-irama dan nada yang menghiasinya.

    Coba bayangkan seandainya covid19 ini tidak ada dimuka bumi, mungkin kita masih asing dengan rapat online, misa online, sekolah online, seminar online bahkan bekerja secara online. Covid19 ibarat Irama Hidup yang memaksa banyak orang untuk berubah dan menyesuaikan diri dengan kenyataan yang ada.

    Seperti irama musik yang mampu membawa emosi seseorang dan terenyuh didalamnya. Begitu juga kondisi covid19 ini. Ada segi sudut pandang yang bisa melemahkan dan menguatkan.

    BACA JUGA: Tanpa Doa, Hidup Gersang

    Dalam pandemi covid19 ini, tergantung dari saya, anda dan kita semua bagaimana memilih pandangan yang kita alami saat ini. Jika berusaha untuk mengambil yang negatif, maka dampak yang terlihat lebih banyak yang negatif. Tapi jika dilihat secara positif, maka yang akan sering tampak adalah hal-hal positif dan itu tentunya bisa menjadi berkat sekaligus kekuatan. Semoga!!!

    By. Samuel