Duta, Pontianak | Apakah kita pernah mendengar masalah jantung? Jantung adalah salah satu organ vital dari sistem kardiovaskuler.
Sekarang kita lihat apa itu kardiovaskuler? Kardiovaskuler memiliki dua kata yaitu “kardio” yang berati jantung dan “vaskuler” yang berarti pembuluh darah. Secara anatomi sistem kardiovaskuler merupakan sistem sirkulasi darah yang terdiri dari jantung dan pembuluh darah, dan darah. Adapun jantung memiliki kemampuan memompa dan mengalirkan darah serta nutrisi, oksigen ke tubuh serta membuang diantaranya sisa-sisa metabolisme.
Sadarkah kita bahwa jantung bekerja tanpa henti? Jantung bekerja setiap detik untuk memompa darah keseluruh tubuh, meskipun ada yang namanya istirahat tetapi jantung tersebut tetap bekerja. Jika jantung berhenti maka kita dapat dinyatakan meninggal dunia, mengapa demikian?
Jika jantung berhenti berdetak, ini dikenal sebagai henti jantung (cardiac arrest). Cardiac arrest terjadi ketika jantung berhenti memompa darah ke seluruh tubuh, menyebabkan hilangnya tingkat kesadaran.
Jika tidak segera ditangani, henti jantung dapat menyebabkan kematian dalam hitungan menit.
Jantung sangat penting untuk menjaga keberlangsungan hidup karna fungsinya yang memastikan oksigen dan nutrisi disalurkan keseluruh sel, jaringan, dan organ tubuh. Ketika fungsi jantung terganggu maka bisa menyebabkan berbagai masalah yang serius bahkan bisa mengancam nyawa.

Bagaimana kita bisa mengetahui masalah pada jantung?
Nah, kita bisa mengetahui jantung kita bermasalah dengan mengetahui tanda dan gejala yang terjadi tanda dan gejala tersebut?
- Nyeri dada
Rasa nyeri dada tidak bisa dijelaskan sebagai tanda pasti adanya masalah jantung karena penyumbatan pasokan darah ke otot jantung yang terjadi akibat penyakit arteri koroner yang menyebabkan jantung nyeri saat diminta bekerja lebih keras. Namun, rasa nyeri tersebut menjalar dibagian bahu, lengan, punggung, rahang, dan perut nyeri sering timbul saat beraktivitas berat atau olahraga yang hilang pada saat beristirahat itu merupakan tanda penyakit jantung.
- Kelelahan
Kelelahan juga dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti kelelahan beraktivitas dan mengkomsumsi obat-obatan. Namun kelelahan yang jadi secara terus menerus tanpa henti juga merupakan kondisi jantung gagal yang memompa darah. Hal ini terjadi bolongan arteri koroner.
- Sesak napas
Jangan terlalu cepat menyimpulkan bahwa sesak napas hanya karna badan kurang fit, faktanya sesak napas yang terjadi dengan sedikit aktivitas dapat diindetifiaksikan adanya gangguan jantung.
- Jantung berdebar-debar
Jantung berdebar-debar bisa menandakan adanya masalah pada jantung. Kondisi ini dinamakan “palpitasi” yang berarti detak jantung yang terasa tidak teratur dan cepat. Tetapi harus dibedakan palpitasi yang disebabkan oleh kecemasan, kafein, atau dehidrasi. Sebagian besar palpitasi tidak berbahaya tetapi terkadang palpitasi mengidentifikasikan masalah jantung. Penting bagi kita untuk memperhatikan palpitasi yang kita rasakan seberapa sering dan terjadi serta apa yang kita lakukan pada saat mengalaminya.
- Kaki atau pergelangan kaki bengkak
Pembengkakkan pada kaki atau pergelangan kaki akan menimbulkan lekungan jika ditekan menggunakan jari. Namun, pembengkakkan ini organ juga dapat disebabkan oleh penyakit lain seperti ginjal, dan hati, insufiensi vena (pembuluh darah vena pada kaki yang melemah). Selain itu pembengkakkan dapat terjadi karena efek samping dari berbagai obat terutama nifedipine atau amlopidine.

Tetapi, tidak semua masalah jantung disertai tanda peringatan yang jelas beberapa gejala bahkan tidak terjadi di dada dan sering kali diabaikan.
Setiap individu punya istilah untuk menyampaikan perasaan nyeri, seperti dicubit, dada terasa terbakar dan yang lainnya. Masalah pada jantung kerap terjadi pada orang-orang berusia 60 tahun keatas, kelebihan berat badan, dan penderita diabetes.
Penyakit gagal jantung dapat dibedakan menjadi dua, gagal jatung sistolik dan gagal jantung diastolik. Apa sih perbedaan antara gagal jantung sistolik dan diastolik?
Gagal jantung sistolik adalah kondisi dimana jantung tidak mampu berkontraksi dengan kuat saat fase sistolik, sehingga tidak dapat memompa darah secara efektif ke seluruh tubuh.

Sedangkan, gagal jantung diastolik merupakan kondisi dimana jantung tidak dapat relaksasi atau mengisi darah dengan baik pada fase diastolik, meskipun kemampuan kontraksinya masih normal.
Nah, apa saja sih faktor yang bisa membuat seseorang gagal jantung? Faktor utama yang memicu gagal jantung meliputi kerusakan otot jantung, peningkatan beban kerja jantung dan gangguan pengisian atau pengosongan ruang jantung seperti:
- Penyakit jantung koroner (PJK) yang terjadi akibat penyempitan atau sumbatan pembuluh darah koroner atau aterosklerosis yang menyebabkan iskemia atau serangan jantung.
- Hipertensi (Tekanan darah tinggi) yang mengakibatkan jantung harus memompa lebih kuat untuk mengatasi tekanan yang tinggi ini menyebabkan menurunnya fungsi jantung dalam jangka panjang.
- Infark Miocard (Serangan jantung sebelumnya) yang merupakan kerusakan permanen pada otot jantung yang mengakibatkan bagian jantung tidak lagi berkontraksi dengan baik dan penurunan fungsi pompa
- Kelainan katup jantung yang mengakibatkan stenosis(penyempitan) atau regurgitasi(bocor) sehingga menyebabkan darah tidak mengalir dengan normal dan membuat beban jantung meningkat serta bisa terjadinya gagal jantung
- Aritmia (Gangguan irama jantung) bisa membuat irama jantung terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak teratur yang mengakibatkan aliran darah tidak efisien dan menurunkan kemampuan pompa jantung
- Kardiomiopati dapat menjadi penyakit langsung pada otot jantung dapat bersifat genetik, idiopatik, atau akibat alkohol/infeksi yang mengakibatkan otot jantung menjadi lemah atau kaku.
- Diabetes melitus bisa merusak pembuluh darah dan mempercepat proses aterosklerosis yang mengakibatkan peningkatan risiko gagal jantung secara signifikan.
- Gaya hidup tidak sehat dapat menjadi faktor gagal jantung karena adanya kurang aktivitas fisik, komsumsi alkohol berlebihan dalam jangka panjang, merokok, obesitas, dan program diet tinggi garam dan lemak.
- Infeksi dan peradangan jantung seperti miokarditis (radang otot jantung) atau endokarditis (infeksi katup jantung).
- Obat-obatan atau racun seperti obat kemoterapi, obat antiaritma, atau zat beracun seperti alkohol dan kakain yang dapat merusak otot jantung.
- Gangguan tiroid yang membuat hipertiroidisme dan hipotiroidisme dapat memengaruhi ritme jantung dan kekuatan kontraksi.
- Anemia berat atau kronis dapat menurunkan kapasitas darah membawa oksigen yang mengakibatkan jantung harus bekerja lebih keras.
Itu tadi merupakan faktor yang mendukung terjadinya penyakit gagal jantung, kita juga bisa mencegahnya dengan cek up setiap periode, terutama jika ada riwayat keluarga yang mempunyai penyakit tersebut, edukasikan diri tentang tanda-tanda awal gagal jantung, selain itu dari mana kita tau bahwa seseorang kurang olahraga?

Untuk mengetahui seseorang kurang olahraga kita bisa melihat dari tanda fisik, kebiasaan harian, serta hasil pemeriksaan kesehatan.
Sistem sirkulasi dibangun oleh darah, sebagai medium transportasi dan sebagai tempat bahan bahan yg akan disalurkan, dilarutkan dan diendapkan, pembuluh darah berfungsi sebagai saluran untuk mengarahkan dan mendistribusikan darah dari jantung ke seluruh tubuh dan balik lagi ke jantung.
Sistem sirkulasi berperan dalam homeostatis yang berfungsi sebagai sistem transportasi tubuh dengan mengangkut oksigen, karbondioksida, zat-zat sisa, elektrolit, nutrisi dan hormon dari satu bagian tubuh ke bagian tubuh yang lain. Bagaimana sirkulasi darah bekerja?

Sirkulasi ini berlangsung ketika darah bersih yang mengandung oksigen mengisi serambi kiri jantung melalui vena pulmonalis, setelah melepaskan karbon dioksida di paru-paru selanjutnya darah yang sudah berada di serambi kiri kemudian diteruskan ke bilik kiri jantung untuk disalurkan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah utama (aorta).
Setelah itu, darah yang dipompa melewati aorta akan terus mengalir hingga ke bagian paling ujung di seluruh area tubuh. Kemudian darah akan kembali menuju serambi kanan jantung untuk mengalami proses pembersihan darah.
Sumber:
Ulfah, Anna (2001). Struktur dan fungsi sistem kardiovaskuler. (ed. 1) Indonesia: Bidang pendidikan & pelatihan.
Rizkiwarda. (2013). Fisiologi Jantung. https://rizkiwarda.wordpress.com/2013/10/18/fisiologi-jantung / Diakses pada tanggal 16 September 2017.
Gao, J (2023). Signal Transduction and targeted Therapy. USA: Nature Publishing Group.
Prameswari, Noengki (2024). Struktur dan fungsi sistem Kardiovaskuler. Jawa Tengah: Eureka Media Aksara, Maret 2024.
Oleh: Marsela Oktavia Yunita, Melania PM. Tuta, Ns. Usu Sius, S.Kep, M.Biomed, Tim C’SN




