MajalahDUTA.Com | Upaya pencegahan stunting terus digencarkan melalui peningkatan kapasitas kader Posyandu.
Dosen bersama mahasiswa Program Studi Kebidanan Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang merupakan hibah dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi berupa edukasi dan pelatihan pembuatan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) bergizi berbahan pangan lokal.
Kegiatan yang berlangsung di Posyandu Permata Masigi diikuti oleh kader-kader Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat desa.
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam memberikan edukasi kepada para ibu yang memiliki bayi dan balita mengenai pemberian MP-ASI yang tepat sesuai usia.

Selain itu, kegiatan juga mendorong pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai alternatif menu bergizi untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.
Ketua tim Pengabdian kepada Masyarakat, Apriliana Pipin, S.Tr.Keb., M.Kes menjelaskan bahwa pemenuhan gizi bayi setelah usia enam bulan menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah terjadinya stunting.
Menurutnya, masih banyak orang tua yang belum memahami prinsip pemberian MP-ASI yang benar, baik dari segi waktu pemberian, kandungan gizi, maupun cara pengolahannya.
“Melalui kegiatan ini kami ingin meningkatkan kapasitas kader Posyandu agar mereka memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan dalam menyampaikan edukasi kepada masyarakat. Harapannya, informasi yang diperoleh dapat diteruskan kepada para ibu sehingga praktik pemberian MP-ASI di rumah menjadi lebih baik,” ujar Ketua Tim PkM.

Sebelum praktik dimulai, peserta memperoleh penyuluhan mengenai pentingnya MP-ASI setelah bayi berusia enam bulan, kebutuhan gizi berdasarkan kelompok usia, frekuensi pemberian makan, kebersihan dalam pengolahan makanan, serta pentingnya pemenuhan gizi sebagai upaya pencegahan stunting.
Sebagai bagian dari pelatihan, peserta mengikuti demonstrasi pembuatan tiga jenis menu MP-ASI yang mudah diterapkan di rumah.
Menu tersebut meliputi biskuit ikan, nugget ikan gabus, dan bubur ikan patin yang seluruhnya menggunakan bahan pangan lokal dengan kandungan gizi tinggi.
Biskuit ikan dibuat menggunakan ikan patin, tepung labu, pisang, telur, dan margarin tanpa tambahan gula berlebih sehingga menjadi camilan sehat yang kaya energi bagi bayi.
Sementara itu, nugget ikan gabus diolah dari daging ikan gabus, wortel, telur, dan tepung roti sebagai sumber protein hewani yang berperan penting dalam mendukung pertumbuhan jaringan tubuh.
Adapun bubur ikan patin diperkaya dengan labu kuning, wortel, bayam, dan sedikit minyak sebagai tambahan energi, dengan tekstur yang disesuaikan berdasarkan usia bayi.
Tidak hanya menyaksikan demonstrasi, para kader juga diberi kesempatan mempraktikkan secara langsung proses pembuatan menu MP-ASI tersebut. Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung.
Mereka aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai variasi menu sehat, teknik pengolahan yang aman, hingga cara memperkenalkan makanan baru kepada bayi.
Salah seorang kader Posyandu (ibu Anggi) mengaku pelatihan tersebut sangat bermanfaat karena memberikan pengetahuan yang dapat langsung diterapkan dalam kegiatan Posyandu maupun di lingkungan tempat tinggalnya.
“Kami jadi lebih memahami bagaimana membuat MP-ASI yang bergizi dengan bahan-bahan yang mudah didapat di sekitar rumah. Ilmu ini akan kami sampaikan kembali kepada para ibu yang datang ke Posyandu agar semakin banyak keluarga yang menerapkan pemberian makan yang sehat untuk bayi,“ ungkap salah seorang peserta.
Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai prinsip pemberian MP-ASI, pemilihan bahan pangan bergizi, serta teknik pengolahan makanan yang higienis dan aman.

Selain memperoleh pengetahuan, para kader juga memiliki keterampilan praktis dalam mengolah makanan tambahan secara mandiri menggunakan bahan pangan lokal yang tersedia di lingkungan sekitar.
Tim pelaksana menilai kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kontribusi Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo dalam mendukung program pemerintah untuk meningkatkan status gizi masyarakat.
Melalui sinergi antara perguruan tinggi, tenaga kesehatan, dan kader Posyandu, edukasi mengenai pemberian MP-ASI diharapkan dapat menjangkau lebih banyak keluarga.
Pelatihan ini juga memperkuat peran kader Posyandu sebagai agen edukasi kesehatan di masyarakat.
Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh, kader diharapkan mampu mendampingi para ibu dalam memenuhi kebutuhan gizi bayi secara optimal sehingga dapat membantu menurunkan angka gizi kurang dan stunting.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini menjadi bukti nyata komitmen Program Studi Kebidanan Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pemberdayaan masyarakat.
Edukasi berbasis praktik dan pemanfaatan potensi pangan lokal diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.
Ucapan Terima Kasih kepada:
- Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi
- LLDIKTI Wilayah XI
- Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo
- Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo
- Posyandu Permata Masigi Kecamatan Ambawang
Laporan dalam Gambar

Lampiran Gambar:





Penulis: Apriana Pipin (ketua) | Telly Katarina ( anggota) | Lina Astuty (anggota) | Falkutas Kesehatan Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo, Kampus II Pontianak.




