Wednesday, April 29, 2026
More
    Home Blog Page 75

    Yayasan Pendidikan Gembala Baik Pontianak: Selamat Berpesta Para Fransiskan dan Fransiskanes

    Dokumentasi Misa Syukur/ Sumber foto: Yayasan Pendidikan Gembala Baik Pontianak – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.com, Pontianak – Yayasan Pendidikan Gembala Baik Pontianak merupakan salah satu wujud nyata pelayanan Ordo Saudara Dina Kapusin atau Order Of Friars Minor Caphucin (OFM CAP) yang berpusat di Kota Pontianak. Saudara Dina Kapusin adalah salah satu tarekat religius dalam gereja katolik yang hidup seturut teladan Santo Fransiskus dari Assisi.

    Tepat pada 4 Oktober adalah peringatan St. Fransiskus dari Assisi. Maka, pada 4 Oktober 2023 mulai pukul 09.30 – 12.00 Yayasan Pendidikan Gembala Baik Pontianak turut merayakan pesta peringatan St. Fransiskus dari Assisi. Perayaan pesta St. Fransiskus dari Assisi diselenggarakan bersama seluruh karyawan dan staf Yayasan Pendidikan Gembala Baik yang terdiri dari pengurus Yayasan, staf dan karyawan Yayasan, tenaga pendidik dan kependidikan dari unit TK Gembala Baik, SD Gembala Baik I, SD Gembala Baik II, SD Gembala Baik Plus, SMP Gembala Baik Reguler, SMP Gembala Baik Plus dan SMA Gembala Baik. Kegiatan yang diselenggarakan oleh panitia dari unit SMP adalah misa syukur, donor darah dan aksi sosial.

    Misa syukur dilaksanakan di Gereja St. Sesilia Pontianak, sebagai selebran utama adalah Minister Provinsial Kapusin Provinsi Pontianak, Pastor Faustus Irwan Darmawan Bagara OFMCap bersama empat imam yang mendampingi.

    St. Fransiskus dari Assisi

    Dalam homilinya, pastor Bagara mengisahkan kehidupan St. Fransiskus dari Assisi yang penuh kerendahan hati dan penuh kesederhanaan. Teladan hidup yang diimani oleh St. Fransiskus dari Assisi adalah berasal dari Tuhan Yesus sendiri.

    “St. Fransiskus dari Assisi mengikuti, mencintai dan belajar dari Tuhan Yesus sendiri, yakni semangat kemiskinan dan kerendahan hati” ungakap pastor Bagara.

    Mengaitkannya dengan pelayanan bersama di Yayasan Pendidikan Gembala Baik, Pastor Bagara mengajak untuk senantiasa meneladani dan menghayati semangat dan cara hidup St. Fransiskus dari Assisi.

    Baca Juga: Doa Pembawa Damai- Santo Fransiskus Dari Asissi

    Setelah perayaan ekaristi selesai dan diakhiri dengan berkat penutup kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari ketua panitia, pengurus Yayasan dan pastor Bagara selaku Minister Provinsial Kapusin. Pengurus Yayasan diwakili oleh pastor Nobertus Desiderius, OFMCap dan pastor Kosmas Jang, OFMCap.

    Selaku ketua panitia, Rekka Marissa Octaviana, S.Ag mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam mensukseskan pesta peringatan St. Fransiskus dari Assisi. Rekka Marissa menjelaskan bahwa kegiatan yang dilaksanakan seturut dengan teladan hidup St. Fransiskus dari Assisi, yaitu Misa Syukur, Donor Darah dan Kegiatan Aksi Sosial.

    “Maka untuk mewujudkan teladan St. Fransiskus dari Assisi, kita diajak untuk melakukan aksi nyata. Berupa misa syukur, donor darah dan aksi sosial. Misa syukur mengingatkan kita untuk selalu berbakti kepada Allah dan gereja. Kegiatan donor darah dan aksi sosial untuk berbakti kepada sesama dan menjaga lingkungan sekitar kita agar tetap lestari” papar Rekka Marissa.

    Kegiatan donor bekerja sama dengan pihak PMI dan aksi sosial yang dilaksanakan dengan cara mengumpulkan sumbangan dari tiap unit kepada panitia yang akan diserahkan ke Panti Asuhan Bunda Pengharapan Sungai Raya dan Panti Jompo Marie Jose Siantan.

    Setelah sambutan kemudian kegiatan dilanjutkan dengan pemberkatan Bus Baru Yayasan Pendidikan Gembala Baik, ramah tamah dan aksi donor darah di Gedung SMP Reguler Gembala Baik.

    Penulis: Winda/ Tim KOMSOS KAP

    Seminar Jambore Sekami Keuskupan Agung Pontianak: Berbagi Suka Cita Injil dalam Kebhinekaan

    Potret Wajah peserta Jamnas Sekami 2023 KAP

    MAJALAHDUTA.COM, MEMPAWAH, 4 Oktober 2023 – Jambore Sekami (Serikat Kepausan Anak-anak dan Remaja Misioner) Keuskupan Agung Pontianak menggelar sebuah seminar di Aula Rumah Retret Santo Johanes Paulus II Anjongan, Kalimantan Barat.

    Seminar ini menjadi salah satu sesi pembuka dalam rangkaian acara Jambore Sekami Keuskupan Agung Pontianak dengan tema utama “Berbagi Suka Cita Injil dalam Kebhinekaan: Bersahabat, Terlibat, Menjadi Berkat”.

    Acara dimulai setelah misa bersama yang dihadiri oleh Uskup Agung Pontianak, imam dari berbagai paroki, peserta jambore, serta para pembina.

    Suster Agatha Sunarni, SFIC, selaku Ketua Panitia Jambore Sekami Keuskupan Agung Pontianak, menjelaskan bahwa materi seminar ini telah disesuaikan dengan tema jambore yang bertujuan untuk memperkaya pemahaman peserta tentang kebahagiaan berbagi Injil dalam keragaman.

    Tim pemateri dari Direktorat Nasional KKI yang berbasis di Jakarta diundang untuk memberikan materi.

    Salah satu narasumber yang menjadi sorotan adalah Pak Anton, seorang anggota tim dari Jamnas (Jambore Nasional Sekami), yang dikenal luas dalam memberikan materi kepada anak-anak Sekami.

    Pastor Widi tengah memberikan sesi Khebinekaan di Rumah Retret Santo Johanes Paulus II Anjongan

    Pastor Markus Nur Widipranoto, Direktur Nasional KKI, turut menyumbangkan wawasannya dalam seminar ini.

    Materi seminar disampaikan dari jam 19.00 hingga 21.00 WIB, diikuti dengan doa bersama dan istirahat.

    Materi yang disampaikan dalam seminar ini diharapkan dapat menjadi landasan kuat untuk merealisasikan semangat Jambore Sekami Keuskupan Agung Pontianak dengan mengintegrasikan nilai-nilai sukacita Injil dalam kehidupan sehari-hari.

    Pastor Markus Widipranoto mencoba untuk menghidupkan suasana dengan mengajak peserta untuk bernyanyi, bergerak, dan merenungkan teladan kisah Yesus.

    Romo Widipranoto menyampaikan pesan penting, “Karakter anak-anak Sekami yaitu gembira, dipenuhi sukacita, karena Yesus ada di dalam diri kita.”

    Dia juga menggambarkan anak-anak Sekami sebagai misionaris cilik yang berjalan bersama dengan Yesus.

    Dalam suasana Jambore tersebut, peserta diajak untuk lebih mendalam dalam penghayatan kebersamaan, “Ketika kita bersama, makan pun kita dalam satu keluarga, disitulah Tuhan Yesus hadir,” kata Pastor Widi, mengutip ayat dari Matius 18:20 yang berbunyi, “Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”

    Editor: Redaksi
    Sumber: Liputan KOMSOS KA Pontianak

    Uskup Agung Pontianak Membuka Jambore Sekami dengan 7 Pukulan Gong

    Uskup Agustinus membuka Jamnas Sekami Keuskupan Agung Pontianak (04/10/2023)

    MAJALAHDUTA.COM, MEMPAWAH, 4 Oktober 2023 – Hari ini, Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus, membuka dengan semangat luar biasa acara Jamnas Sekami Keuskupan Agung Pontianak.

    Acara yang dihadiri oleh sekitar 500-an peserta ini dimulai dengan Ekaristi Kudus yang diadakan di Gua Maria Ratu Pencinta Damai Anjungan, Kabupaten Mempawah, Keuskupan Agung Pontianak.

    Imam yang hadir mencapai jumlah 25 orang, sementara panitia yang terlibat dalam penyelenggaraan acara ini mencapai 120 orang termasuk didalamnya animatris dan animator dari masing-masing paroki di Keuskupan Agung Pontianak.

    Semua anak-anak yang hadir terlihat sangat antusias dalam mengikuti setiap momen yang disuguhkan.

    Dalam homilinya, Direktur Nasional Karya Kepausan Nasional Indonesia, Pastor Markus Nur Widipranoto menekankan pentingnya hidup bersaudara kepada semua orang dengan balutan semangat doa, derma, kurban dan kesaksian alias 2D2K.

    Pesan kebersamaan ini disampaikan dengan penuh kehangatan dan mendapat sambutan positif dari semua peserta.

    Suasana Foto Bersama Usai Perayaan Ekaristi Kudus di Gua Maria Anjongan

    Tidak hanya itu, pembukaan acara sore di Gua Maria Anjongan itu juga dimeriahkan dengan iringan busana khas Dayak Kalimantan Barat, memberikan nuansa budaya yang kaya akan tradisi kepada seluruh peserta.

    Sorak sorai antusias juga terdengar dari para pendamping anak-anak Sekami yang turut hadir dalam acara ini.

    Tak lupa, dalam tengah-tengah homili, Pastor Markus Nur Widipranoto mengajak anak-anak Sekami untuk menyanyikan lagu sukacita “Aku Diberkati”.

    Kehangatan momen ini disambut meriah dengan sorakan khas anak-anak, seolah mau menciptakan momen yang tak terlupakan dalam Jamnas Sekami Keuskupan Agung Pontianak di tahun ini.

    Uskup Agustinus juga menyampaikan dalam sambutannya, dia berharap acara Jamnas Sekami Keuskupan Agung Pontianak akan membawa pesan kebersamaan dan semangat positif kepada seluruh peserta, menginspirasi mereka untuk hidup dalam persaudaraan.

    “Saya bangga sore ini, karena Tuhan Memberikan Cuaca yang baik tanda Tuhan mencintai kita, selamat datang. Saling mendukung dan kerjasama ya, dalam mengalami kesulitan apapun tetap kerjasama,” kata Uskup Agustinus.

    Dalam pesan penutupnya, Uskup Agustinus juga menitikberatkan agar semua peserta Jamnas Sekami tingkat keuskupan ini dapat menjadi terang dan garam dunia dimanapun mereka berada.

    Usai sambutan, Uskup Agustinus memukul gong sebanyak tujuh kali sebagai tanda dibukanya Jambore Sekami 2023 di Keuskupan Agung Pontianak. Kegiatan Jamnas Sekami ini berlanjut hingga puncak hari pertemuan pada tanggal 7 Oktober 2023.

    Editor: Redaksi
    Sumber: Liputan KOMSOS KA Pontianak

    Tragedi dan Keajaiban: Pengangkatan Santo-Santa Martir Natal di Brazil

    Ilustrasi: Santo-santa (Sumber: Terang Iman)

    MAJALAHDUTA.COM, SPRITUALITAS– Cunhau, Natal, Brasil – Mereka adalah pahlawan keberanian dalam iman, dan mereka dihormati sebagai Para Martir Natal atau Para Martir Brasil.

    Kelompok ini terdiri dari 28 orang awam Katolik Brasil dan 2 imam misionaris yang tewas dalam serangkaian pembunuhan masal yang dilakukan oleh kaum Calvinist Protestan yang didukung oleh Pemerintah Kolonial Belanda di Natal, Rio Grande do Norte, Brasil.

    Karya misi Katolik di Natal Rio Grande do Norte dimulai pada tanggal 25 Desember 1597 ketika para misionaris Jesuit dan Fransiskan pertama kali tiba di wilayah yang saat itu dikuasai oleh Kerajaan Portugis.

    Dalam beberapa tahun, misi ini berkembang pesat karena pribumi Amerika dengan hangat menerima pewartaan iman oleh para misionaris Portugis yang dikenal ramah dan rendah hati.

    Namun, pada tahun 1630, Natal Rio Grande do Norte jatuh ke tangan Belanda yang beragama Calvinis. Pendudukan Belanda di wilayah ini menjadi mimpi buruk bagi karya misi Katolik dan umat Katolik.

    Pemerintah Kolonial Belanda menjalankan kebijakan anti-Gereja Katolik dan kaum Calvinis yang fanatik secara sistematis menganiaya umat Katolik.

    Pada hari Minggu, 16 Juli 1645, di Cunhau, Natal, Santo André de Soveral, seorang imam Jesuit, dan 69 umat Katolik berkumpul di Kapela Santa Maria untuk merayakan Misa Kudus.

    Sebuah serangan mendadak oleh tentara Belanda mengubah kebaktian menjadi tragedi yang mengerikan. Santo André de Soveral, Santo Domingos Carvalho, dan puluhan umat Katolik lainnya tewas dalam pembantaian ini.

    Tanggal 3 Oktober 1645, serangan lain terjadi ketika sekelompok tentara Belanda bersama suku Indian bersenjata menyerang umat Katolik yang tengah beribadah.

    Dalam serangan ini, 28 orang tewas, termasuk Santo Estêvão Machado de Miranda, Santo João Martins, Santo Manuel Rodrigues de Moura, dan Santo Mateus Moreira.

    Mereka semua menderita demi iman mereka, dan Santo Mateus Moreira bahkan berseru, “Terpujilah Sakramen Mahakudus,” sebelum tewas.

    Penganiayaan terhadap umat Allah di Brasil baru berakhir setelah Belanda dikalahkan oleh Portugis dalam perang Guararapes (The Second Battle of Guararapes), yang mengakhiri kekuasaan Belanda di wilayah Amerika Selatan.

    Pada tanggal 15 Oktober 2017, Paus Fransiskus mengkanonisasi para Martir Natal di Basilika Santo Petrus di Roma.

    Mereka dihormati pada setiap tanggal 3 Oktober sebagai pahlawan iman yang mengilhami banyak orang untuk mempertahankan kepercayaan dan nilai-nilai agama mereka dalam menghadapi tantangan yang sulit.

    Berikut daftar nama Para Martir Natal:

    1. Santo André de Soveral (Imam Jesuit)
    2. Santo Domingos Carvalho (Awam)
    3. Santo Ambrósio Francisco Ferro (Imam)
    4. Santo Antônio Vilela (awam)
    5. Santa Vilela (Putri Santo Antônio Vilela, Nama depan tidak tercatat, Awam)
    6. Santo José do Porto (awam)
    7. Santo Francisco de Bastos (awam)
    8. Santo Diogo Pereira (awam)
    9. Santo João Lostau Navarro (awam)
    10. Santo Antônio Vilela Cid (awam)
    11. Santo Estêvão Machado de Miranda (awam)
    12. Santa Machado de Miranda (Putri Santo Estêvão Machado de Miranda, Nama depan tidak tercatat, Awam)
    13. Santa Machado de Miranda (Putri Santo Estêvão Machado de Miranda, Nama depan tidak tercatat, Awam)
    14. Santo Vicente de Souza Pereira (awam)
    15. Santo Francisco Mendes Pereira (awam)
    16. Santo João da Silveira (awam)
    17. Santo Simão Correia (awam)
    18. Santo Antônio Baracho (awam)
    19. Santo Mateus Moreira (awam)
    20. Santo João Martins (awam)
    21. Seorang teman Santo João Martins (awam, Nama tidak tercatat)
    22. Seorang teman Santo João Martins (awam, Nama tidak tercatat)
    23. Seorang teman Santo João Martins (awam, Nama tidak tercatat)
    24. Seorang teman Santo João Martins (awam, Nama tidak tercatat)
    25. Seorang teman Santo João Martins (awam, Nama tidak tercatat)
    26. Seorang teman Santo João Martins (awam, Nama tidak tercatat)
    27. Seorang teman Santo João Martins (awam, Nama tidak tercatat)
    28. Santo Manuel Rodrigues de Moura (awam)
    29. Santa de Moura (Istri Santo Manuel Rodrigues de Moura, Nama tidak tercatat)
    30. Santa Dias (putri Francisco Dias, Nama Depan tidak Tercatat, awam)

    Editor: Redaksi
    Sumber: Berbagai Olahan

    Santo André de Soveral, SJ: Pahlawan Keberanian Dalam Perjuangan Agama di Brasil

    Santo André de Soveral, SJ- Brazil (Sumber: Imagem para Santo André de Soveral | Santo andré)

    MAJALAHDUTA.COM, SPRITUALITAS– Cunhaú, Natal, Brasil – Santo André de Soveral, SJ, adalah salah satu dari 30 Martir Brasil yang berani dan tegas dalam mempertahankan iman Katolik di tengah tantangan berat selama masa kolonial. Kelahiran Santo André di São Vicente, São Paulo, Brasil pada tahun 1572, menjadi awal perjalanan panjangnya dalam misi keagamaan yang penuh dedikasi.

    Pada tahun 1593, Santo André memutuskan untuk memasuki biara Serikat Jesus dan menjalani masa novisiatnya di Bahia, Brazil Timur Laut. Dengan keahliannya dalam bahasa Latin dan bakat dalam bidang teologi, Santo André diberi kesempatan untuk melanjutkan studinya di Seminari Tinggi di Olinda.

    Setelah ditahbiskan sebagai imam, Santo André diberikan tugas sebagai seorang misionaris di Natal, Rio Grande do Norte.

    Di sinilah dia mulai berkarya dengan gemilang, membawa ribuan orang dari suku Potiguara masuk dalam kepercayaan Katolik.

    Suku Potiguara adalah suku pribumi Brasil yang mendiami wilayah Paraíba, Marcação, Baía da Traição, dan Rio Tinto.

    Berkat upaya misionaris seperti Santo André, sebagian besar suku Potiguara akhirnya memeluk Katolik dan menjadi sekutu Portugis yang setia selama masa kolonial.

    Mereka bahkan berjuang bersama tentara Portugis melawan pasukan Belanda dalam Perang Guararapes (The Second Battle of Guararapes), yang mengakibatkan pengusiran Belanda dari Amerika Selatan.

    Pada tahun 1614, Santo André diangkat menjadi pastor paroki di Cunhaú, menunjukkan komitmennya yang kuat terhadap pelayanan agama dan umat.

    Sumber: liturgiadashoras. (Vésperas – Memória de Santo André de Soveral, SJ)

    Namun, pada tahun 1630, Natal, Rio Grande do Norte jatuh ke tangan Belanda yang beragama Calvinis. Pendudukan Belanda ini menjadi mimpi buruk bagi Santo André dan umat Katolik lainnya.

    Pemerintah kolonial Belanda memberlakukan kebijakan anti-Gereja Katolik, dan para Calvinis fanatik secara sistematis menganiaya umat Katolik.

    Peristiwa tragis terjadi pada pagi hari Minggu, 16 Juli 1645, ketika Santo André de Soveral dan umat Katolik lainnya berkumpul di Kapela Santa Maria di Cunhau, Natal.

    Sebuah kelompok tentara Belanda muncul tiba-tiba dan memulai pembantaian kejam terhadap umat Katolik yang sedang beribadah. Dari 70 martir yang tewas dalam peristiwa ini, hanya dua nama yang tercatat, yaitu Santo André de Soveral, SJ (seorang imam), dan Santo Domingos Carvalho (seorang awam).

    Pengorbanan Santo André de Soveral dan martir-martir lainnya di Brasil mengilhami banyak orang untuk mempertahankan kebebasan beragama dan iman mereka selama masa-masa sulit.

    Kepahlawanan mereka yang tak tergoyahkan menjadi inspirasi bagi semua orang yang berjuang untuk mempertahankan nilai-nilai keagamaan dan kebebasan di seluruh dunia.

    Editor: Redaksi
    Sumber: Berbagai Olahan

    Paus Fransiskus Puji Para Saudari Kecil Yesus untuk ‘Karya Hening’ Mereka

    Pope Francis meeting the Little Sister of Jeus in the Vatican (VATICAN MEDIA Divisione Foto)

    MAJALAHDUTA.COM, VATIKAN– Dalam pidatonya kepada Para Saudari Kecil Yesus, Paus Fransiskus mendorong mereka untuk terus melakukan “karya hening” mereka di dunia yang tercemar oleh penampilan dan ketidakpedulian, mengikuti contoh St. Charles de Foucauld, si “Saudara Universal.”

    Paus Fransiskus menyambut Para Saudari Kecil Yesus di Vatikan pada hari Senin, ketika Kongregasi ini, yang panggilannya adalah untuk menjalani kehidupan religius kontemplatif dalam komunitas kecil yang membagikan Kabar Baik kepada semua yang ada di sekitar mereka, berkumpul untuk Chapter Jenderal ke-12 mereka.

    Kongregasi ini didirikan pada tahun 1939 oleh Madeleine Hutin yang lahir di Prancis, terinspirasi oleh kehidupan dan tulisan St. Charles de Foucauld, seorang perwira militer dan penjelajah Prancis yang mengalami konversi religius pada tahun 1886, ketika bertugas di Maroko.

    Dalam pengantar pidatonya, Paus Fransiskus mengakui Sister Eugeniya-Kubwimana dari Yesus yang baru terpilih sebagai Superior Jenderal, dan dengan hangat berterima kasih kepada Sister Dolors Francesca dari Yesus yang akan mengakhiri masa jabatannya beserta para Asisten atas pekerjaan yang telah mereka lakukan selama masa jabatan mereka.

    Berjalan di Jejak St. Charles de Foucauld

    Merujuk kepada keputusan penting yang dibahas dalam Chapter ini untuk mengatasi tantangan-tantangan baru Kongregasi saat ini, termasuk kurangnya panggilan, penutupan beberapa rumah, dan bertambahnya usia rata-rata wanita religius, Paus mendorong Para Saudari untuk melanjutkan “karya hening” mereka di dunia kita, berjalan di jejak St. Charles de Foucauld.

    Dia menunjuk kepada tiga panduan yang diambil dari tulisan-tulisan Santo Prancis itu, juga dalam cahaya tema yang dipilih berdasarkan kisah Injil tentang pertemuan Yesus dengan perempuan Samaria (Yohanes 4:29).

    Pencarian akan Allah

    Panduan pertama, yang “paling penting,” katanya, adalah pencarian akan Allah.

    Seperti halnya perempuan Samaria, katanya, “Yesus menawarkanmu kasih-Nya, dan terserah padamu untuk menerima tantangan ini, dengan meninggalkan amphora-amphora yang merefleksikan diri dan kebiasaan, solusi yang jelas, dan juga suatu pesimisme tertentu yang selalu dicoba oleh musuh Allah dan manusia untuk merasuk, terutama pada mereka yang telah menjadikan hidup mereka sebagai pemberian.”

    Dalam terang Firman-Nya, kamu akan dapat membedakan keinginan-keinginan Yesus, lalu memulai kembali, menuju desa-desa dan kota-kota yang akan kamu tuju, lebih bebas dan ringan, kosong dari dirimu sendiri dan penuh dengan-Nya.

    Saksi yang rendah hati terhadap Injil bagi yang membutuhkan

    Paus Fransiskus melanjutkan untuk merenungkan panduan kedua: kesaksian Injil, pemberian itu kepada orang lain dengan kata-kata, perbuatan amal, dan kehadiran persaudaraan, doa, dan penyembahan yang menjadi inti dari kharisma mereka sejak berdirinya Kongregasi ini.

    Sekali lagi, Paus Fransiskus mengingatkan pada kata-kata St. Charles de Foucauld yang mendorong umat Kristen untuk berseru dengan segenap jiwa mereka “Injil dari atas genteng,” untuk membiarkan Yesus terpancar dari seluruh diri mereka dan untuk mengabdikan diri kepada orang lain dengan “doa, kebaikan, dan contoh.” Namun, seperti yang dikatakan si “Saudara Universal,” “Tidak cukup hanya memberi kepada mereka yang meminta: kita harus memberi kepada mereka yang membutuhkan.”

    “Memberi kepada mereka yang membutuhkan tanpa menunggu mereka meminta,” catat Paus Fransiskus, adalah “ciri khas dari kedekatan perhatianmu kepada yang paling kecil, di mana Dia hadir”, yang lebih berharga lagi “di masyarakat seperti kita di mana, meskipun melimpahnya sarana, alih-alih menggandakan perbuatan baik, hati-hati tampaknya menjadi keras dan tertutup.”

    Semoga kedekatanmu yang lembut menjadi tantangan ringan terhadap ketidakpedulian, kesaksian persaudaraan, jeritan manis yang mengingatkan dunia, sebagaimana yang dikatakan si “Saudara Universal”, bahwa ‘semua orang… yang paling miskin, yang paling menjijikkan, bayi yang baru lahir, orang tua yang renta, manusia yang paling bodoh, yang paling hina, orang tolol, orang gila, orang berdosa, orang yang paling berdosa… dia adalah anak Allah, anak Yang Maha Tinggi’.

    Cinta akan kehidupan tersembunyi di tengah masyarakat yang tercemar oleh penampilan

    Terakhir, Paus Fransiskus mengingatkan “cinta akan kehidupan tersembunyi”, menjadikan diri mereka kecil untuk “membagikan kehidupan orang kecil”, fitur lain dari kharisma Para Saudari Kecil Yesus yang terinspirasi oleh St. Charles de Foucauld.

    Paus mendorong Para Saudari untuk terus mengembangkannya, sebagai “nubuat yang kuat bagi zaman kita, yang tercemar oleh penampilan”, dan budaya “make-up,” mencatat bahwa menyembunyikan diri adalah “jalan Tuhan yang sejati.”

    Tampaknya karena kekhawatiran ini terhadap penampilan dan penampilan kita hidup dalam budaya “make-up”: semua orang memakai make-up, sudah normal bagi wanita melakukannya, tetapi semua orang, semua orang memakai make-up, untuk terlihat lebih baik dari apa yang kita sebenarnya, dan ini bukan dari Tuhan.

    Paus Fransiskus oleh karena itu mendorong Para Saudari Kecil Yesus untuk tetap “sederhana dan murah hati, mencintai Kristus dan orang miskin,” mengikuti jejak St. Charles.

    Sebagai penutup, Paus Fransiskus juga berterima kasih kepada mereka atas “karya hening” di Keuskupan Roma, untuk yang paling terpinggirkan.

    Editor: Redaksi
    Sumber: Vatikan News – Lisa Zengarini

    Jimly School of Law and Government: Sumber Dana dan Pengakuan Ketua DKPP

    MAJALAHDUTA.COM, JAKARTA- Dalam sebuah wawancara terbuka di Kantor Sekretariat Negara pada tanggal 25 Agustus, Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Jimly Asshiddiqie, memberikan penjelasan mengenai sumber dana yang mendukung pendirian Jimly School of Law and Government. Pengungkapan ini terjadi saat anggota pansel Capim KPK, Supra Wimbarti, mengajukan pertanyaan terkait asal-usul dana sekolah hukum tersebut.

    Pertanyaan Supra terdengar tegas, “Bapak kan memiliki Jimly School, itu dananya darimana?”

    Jimly memberikan jawaban tegas bahwa dana yang digunakan untuk mendirikan Jimly School berasal dari rekan-rekannya secara pribadi. Meskipun memiliki nama besar, Jimly mengklarifikasi bahwa ia hanya memberikan nama dan mewakafkannya untuk sekolah tersebut, karena ia mengakui bahwa ia tidak memiliki banyak uang. Jimly menjelaskan, “Saya hanya punya nama, jadi nama saya, saya wakafkan. Artinya saya tidak boleh dapat apa-apa, kalau saya diundang saya hanya mengajar sama dengan yang lain.”

    Meski begitu, Supra tampaknya belum puas dengan jawaban tersebut dan terus menanyakan asal-usul dana sekolah hukum tersebut. Menurut informasi yang diterima oleh Supra, Jimly School ternyata menerima dana dari Newmont.

    “Informasi yang saya dapatkan adalah ada dana dari Newmont?” tanya Supra.

    Jimly mengakui bahwa memang terdapat kucuran dana dari Newmont untuk proyek-proyek tertentu, seperti pelatihan di daerah. Namun, Jimly menegaskan bahwa proyek-proyek tersebut sudah selesai dua tahun yang lalu.

    Sebagai catatan tambahan, anggota tim Pansel Capim KPK melakukan wawancara terbuka kepada 19 Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Capim KPK) selama tiga hari, mulai dari 24 hingga 26 Agustus 2015. Sebelumnya, Pansel KPK telah mengumumkan 19 nama Capim yang telah lolos ke tahap berikutnya. Dari 19 nama tersebut, akan diseleksi menjadi 8 nama yang kemudian akan diajukan oleh Presiden Jokowi ke DPR.

    Editor: Redaksi

    Sumber: Berbagai olahan

    Malaikat dalam Alkitab: Pelajaran Berharga untuk Kehidupan Kita

    Malaikat Pelindung Itu Ada, dan Mengambil Peran dalam Perjalanan Hidup (02/10/23)

    MAJALAHDUTA.COM, SPRITUALITAS- Sejarah Alkitab penuh dengan cerita-cerita yang menggambarkan pertemuan manusia dengan malaikat. Misalnya, pertemuan dengan Malaikat Gabriel yang membawa kabar baik kepada Maria, atau malaikat yang memimpin para gembala menuju sang bayi Yesus.

    Apa yang bisa kita pelajari dari pertemuan-pertemuan ini? Mari kita eksplorasi beberapa pelajaran berharga yang dapat diambil dari kisah-kisah ini.

    1. Kehendak Allah diungkapkan melalui malaikat:

    Pertemuan dengan Malaikat Gabriel saat memberitakan kabar baik kepada Maria adalah contoh bagaimana Allah sering kali mengirim malaikat-Nya untuk mengungkapkan rencana dan kehendak-Nya kepada manusia.

    Ini mengajarkan kita pentingnya mendengarkan dan menerima rencana Allah dalam hidup kita.

    Kita harus siap untuk menerima tugas atau panggilan yang Allah berikan kepada kita melalui malaikat-Nya.

    2. Kesetiaan kepada Allah:

    Para tokoh dalam Alkitab yang bertemu dengan malaikat, seperti Maria, Yusuf, dan para gembala, menunjukkan kesetiaan mereka kepada Allah dan ketaatan terhadap peran yang Allah berikan kepada mereka.

    Ini adalah contoh bagaimana kita sebagai manusia dapat mengikuti jejak mereka dengan menjalani kehidupan yang saleh.

    Kesetiaan kepada Allah adalah kunci untuk memahami rencana-Nya dalam hidup kita.

    3. Kabar baik dan harapan:

    Pertemuan dengan malaikat seringkali membawa kabar baik dan harapan.

    Ketika Malaikat Gabriel memberitakan kepada Maria bahwa dia akan menjadi ibu Yesus, itu membawa berita besar tentang penyelamatan manusia melalui kelahiran Kristus.

    Ini mengajarkan kita bahwa malaikat juga membawa kabar baik dalam hidup kita, dan kita harus membuka hati kita untuk menerima berkat dan harapan yang Allah tawarkan.

    Setiap pertemuan dengan malaikat membawa potensi untuk perubahan besar dalam hidup kita.

    4. Perlindungan dan bimbingan:

    Malaikat juga sering kali berfungsi sebagai pelindung dan pemandu.

    Mereka membimbing para gembala menuju tempat kelahiran Yesus, memberikan petunjuk kepada Yusuf dalam mimpi, dan melindungi Yesus saat bayi dari ancaman Herodes.

    Ini mengingatkan kita bahwa kita memiliki pelindung rohani dalam malaikat penjaga yang selalu ada untuk membantu dan melindungi kita.

    Kita tidak pernah sendirian dalam perjalanan hidup kita.

    5. Kesempatan untuk iman yang lebih dalam:

    Pertemuan dengan malaikat seringkali menguji iman dan keyakinan individu.

    Mereka meminta manusia untuk mempercayai dan menyerahkan diri kepada rencana Allah, meskipun seringkali itu adalah tugas yang sulit.

    Ini mengajarkan kita pentingnya iman yang dalam dan kepercayaan kepada Allah bahkan dalam situasi yang sulit atau tak terduga.

    Pertemuan dengan malaikat mengingatkan kita bahwa Allah selalu ada untuk kita, bahkan ketika kita dihadapkan pada tantangan besar.

    Dalam rangkaian cerita-cerita ini, kita melihat bagaimana malaikat berperan dalam menghubungkan manusia dengan Allah, membawa kabar baik, memberikan petunjuk, melindungi, dan menguji iman.

    Pelajaran ini dapat menginspirasi kita untuk hidup dalam ketaatan kepada Allah, mendengarkan rencana-Nya, dan terbuka terhadap berkat-berkat yang Dia tawarkan dalam hidup kita.

    Mempercayai Providensi Ilahi melalui Malaikat Penjaga

    Bagaimana kita bisa mempercayai providensi ilahi melalui malaikat penjaga kita?

    Kita harus mengakui bahwa seperti Allah yang peduli terhadap burung-burung dan bunga bakung (Matius 6:25-26), Ia juga peduli kepada kita melalui malaikat penjaga kita.

    Ini adalah panggilan bagi kita untuk hidup dalam iman dan percaya bahwa Allah selalu menyediakan perlindungan, bimbingan, dan kabar baik melalui malaikat-Nya. Kita tidak perlu takut, karena kita memiliki penjaga rohani yang selalu ada untuk kita.

    Editor: Redaksi
    Sumber: Berbagai olahan

    Hari Malaikat Penjaga: Mengenal Peran Penting Malaikat dalam Kehidupan Kita

    Hari Malaikat Tuhan

    MAJALAHDUTA.COM, SPRITUALITAS- Apa itu Malaikat Penjaga?

    Pertama-tama, mari kita mengenal lebih dekat apa itu malaikat penjaga.

    Di dalam tradisi Katolik, malaikat penjaga adalah malaikat yang Allah tugaskan untuk melindungi dan membimbing kita sepanjang perjalanan hidup kita.

    Namun, apa sebenarnya peran mereka? Mari kita cari tahu.

    Tentu, peran utama malaikat penjaga dalam tradisi Katolik adalah melindungi dan membimbing individu sepanjang perjalanan hidup mereka.

    Mereka dianggap sebagai pelindung rohani yang diberikan oleh Allah kepada setiap orang untuk memberikan perlindungan dari bahaya fisik dan rohani, memberikan inspirasi, bimbingan, dan dukungan dalam menjalani kehidupan.

    Dalam esensi, peran mereka adalah untuk menjaga dan membantu kita mencapai keselamatan dan pertumbuhan spiritual.

    Peran Malaikat Penjaga

    Bagaimana malaikat penjaga memengaruhi hidup kita?

    Mereka memainkan peran penting dalam perlindungan fisik dan rohani kita, memberikan bimbingan, inspirasi, dan dukungan di saat-saat sulit.

    Mari kita lihat lebih dalam mengenai peran mereka.

    Malaikat Penjaga adalah makhluk rohani yang hadir dalam keyakinan Kristen, terutama dalam tradisi Katolik.

    Mereka dianggap sebagai pelindung khusus yang diberikan oleh Allah kepada setiap individu sejak saat lahir.

    Peran utama mereka adalah melindungi dan membimbing kita dalam perjalanan hidup ini.

    Membangun Hubungan dengan Malaikat Penjaga

    Pentingkah kita membangun hubungan dengan malaikat penjaga kita? Ya, tentu saja.

    Cara kita berdoa, mendengarkan bimbingan mereka melalui refleksi dan intuisi, dan memiliki kepercayaan dalam perawatan mereka sangatlah penting.

    Pertama-tama, mari bicarakan tentang perlindungan. Malaikat penjaga memberikan perlindungan fisik dan rohani.

    Ini berarti mereka menjaga kita dari bahaya fisik, seperti kecelakaan, penyakit, atau kejadian buruk lainnya.

    Mereka juga melindungi kita dari ancaman spiritual, membantu kita menghindari dosa, godaan, dan pengaruh negatif.

    Selanjutnya, mari bahas tentang bimbingan. Malaikat penjaga memberikan bimbingan kepada kita dalam pengambilan keputusan dan menjalani hidup dengan baik.

    Mereka tidak memaksakan kehendak, tetapi memberikan dorongan lembut kepada hati kita untuk mengikuti jalan yang benar.

    Malaikat penjaga juga merupakan sumber inspirasi.

    Mereka dapat memberikan pemikiran, ide, atau intuisi yang mengarah pada kebaikan.

    Terkadang, kita mungkin merasa terinspirasi untuk melakukan sesuatu yang baik atau untuk membantu orang lain, dan ini dapat menjadi tanda pengaruh malaikat penjaga kita.

    Terakhir, di saat-saat sulit dalam hidup kita, malaikat penjaga memberikan dukungan. Mereka ada di samping kita untuk memberikan kenyamanan, ketenangan, dan harapan.

    Mereka membantu kita melewati ujian, cobaan, atau kesulitan yang mungkin kita hadapi.

    Kita telah melihat bagaimana malaikat penjaga memengaruhi hidup kita dengan melindungi, membimbing, memberikan inspirasi, dan dukungan di saat-saat sulit.

    Mengakui peran mereka dalam hidup kita dapat membantu kita lebih mendalam dalam iman dan kepercayaan kepada Allah yang mengutus mereka sebagai pelindung kita.

    Hari ini, mari kita bersyukur atas kehadiran dan perlindungan mereka dalam perjalanan hidup kita.

    Editor: Redaksi
    Sumber: Berbagai olahan

    Perayaan Meriah BKSN 2023: Anak-Anak Asrama Persekolahan Katolik Nyarumkop Memeriahkan dengan Semangat dan Kreativitas

    Oleh Pian Saputra kelas XII Asrama Santo Petrus

    MAJALAHDUTA.COM, NYARUMKOP– Persekolahan Katolik Nyarumkop dalam semangat yang luar biasa meriah memperingati Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN).

    Acara ini diawali dengan perarakan Kitab Suci yang menghias perjalanan menuju asrama Seminari Santo Paulus.

    Tidak hanya menjadi momen seremonial semata, tetapi juga menjadi kesempatan bagi seluruh anak asrama untuk merenungkan dan mendalami isi Kitab Suci dengan bimbingan Sr. Agatha sebagai pemateri pertama dalam tema “Kasih Allah Menggerakkan Evangelisasi Diri”.

    Sr. Agatha SFIC memberikan pesan khusus kepada anak-anak asrama di Persekolahan Katolik Nyarumkop.

    Sr. Agatha Sunarni, SFIC. (Asrama Seminari Santo Paulus)

    Mereka diajak untuk bertanggung jawab terhadap orang tua dan guru sebagai bentuk ketaatan dan tanggung jawab.

    Lebih lanjut, Sr. Agatha SFIC juga menekankan pentingnya menjalin hubungan yang kuat dengan Allah melalui doa, membaca Kitab Suci, dan ikut serta dalam Perayaan Ekaristi setiap hari.

    Setelah sesi pendalaman Kitab Suci selesai, suasana acara berubah menjadi riang gembira saat anak-anak asrama menampilkan kreativitas mereka dengan nyanyian dan tarian yang menggembirakan, sebagai wujud sukacita dalam memeriahkan BKSN.

    Kegiatan BKSN 2023 di Persekolahan Katolik Nyarumkop tidak hanya berhenti di Asrama Seminari.

    Setiap minggunya, perarakan Kitab Suci juga dilakukan ke setiap asrama lainnya, seperti asrama Symphoriana, Timonong, dan Santo Petrus.

    Kegiatan BKSN 2023 yang meriah ini merupakan hasil kerja sama antar Pembina Asrama dalam Forum Kerja Sama antar Asrama di Persekolahan Katolik Nyarumkop.

    Penanggung Jawab utama dalam acara ini adalah Pastor John Wahyudi OFMCap, Pastor Fransiskus Peran Pr, Suster Fitria Weny SFIC, Suster Agatha Sunarni SFIC, Suster Calixta SFD, dan Diakon Fransiskus Wuring Pr.

    Ketua kegiatan BKSN tersebut dipegang oleh Frater Dominikus Irpan.

    Asrama Timonong (Foto: Frater Riky)

    Kegiatan BKSN 2023 di PKN merupakan sarana pembinaan iman kepada anak-anak asrama untuk memberikan dampak positif dalam membaca dan memahami Kitab Suci.

    Antusiasme dan semangat yang ditunjukkan oleh anak-anak asrama merupakan respons positif terhadap acara ini, yang pada akhirnya menjadikan acara tersebut berjalan dengan lancar.

    Mereka juga menunjukkan kreativitas dan inovasi mereka dalam berpikir kritis untuk menghasilkan acara yang unik, tetapi tetap di bawah pengawasan Pembina Asrama.

    Salah satu penampilan yang paling mencolok adalah dari asrama Santo Petrus yang menampilkan atraksi debus yang spektakuler.

    Ini adalah hasil latihan yang ketat diawasi oleh para profesional untuk memastikan keselamatan dan kualitas penampilan.

    Selama BKSN, selain pendalaman Kitab Suci, juga diadakan berbagai perlombaan seperti Lomba Lector dan Mazmur tingkat SMP dan SMA, serta Lomba Cepat Tepat Membuka Alkitab.

    Para pemenang lomba tersebut mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari para Pembina Asrama.

    Kegiatan-kegiatan ini dirancang untuk membangun pengetahuan dan keberanian anak-anak asrama dalam berbicara di depan umum dan memperkuat iman mereka.

    Semua ini adalah langkah dalam membentuk mereka menjadi pemimpin-pemimpin masa depan dalam Gereja Katolik.

    Bulan Kitab Suci Nasional di Persekolahan Katolik Nyarumkop juga memasuki pembukaan Bulan Rosario, dengan devosi kepada Bunda Maria melalui Doa Rosario yang dilakukan bersama di depan Patung Bunda Maria Persekolahan Katolik Nyarumkop.

    Ini adalah upaya untuk mengenalkan anak-anak asrama kepada pentingnya doa Rosario dan memperkuat rasa persaudaraan di antara mereka.

    Para Pemenang Perlombaan berfoto bersama dengan para Pembina Asrama

    Lector Tingkat SMP
    Juara Satu : Treina (Symphoriana SMP)
    Juara Dua : Modestus Rando (Timonong)
    Juara Tiga : Elzia (Symphoriana SMP)

    Mazmur Tingkat SMP
    Juara Satu : Nattanel Pinem (Timonong) dan Rere (Symphoriana SMP)
    Juara Dua : Galih Duata (Timonong)
    Juara Tiga : Maura (Symphoriana)

    Lector Tingkat SMA
    Juara Satu : Deo (Seminari)
    Juara Dua : Veronica Davince (Symphoriana SMA)
    Juara Tiga : Goldiva Keysara (Symphoriana SMA)

    Mazmur Tingkat SMA
    Juara Satu : Andika (Seminari)
    Juara Dua : Octoseda Zesco Sanga (Santo Petrus)
    Juara Tiga : Tadeus Firman (Santo Petrus) dan Donata Melsi (Symphoriana SMA)

    Cepat Tepat Membuka Alkitab
    Juara Satu : Symphoriana SMA
    Juara Dua : Seminari
    Juara Tiga : Timonong

    Editor: Redaksi
    Sumber: Frater Ricky Setiawan Pabayo

    TERBARU

    TERPOPULER