Wednesday, May 6, 2026
More
    Home Blog Page 58

    Ngendonglah Yesus Dalam Hidup Kita, Ini Pesan Romo Hady

    Romo Hady mewawancarai Oma tentang kisah masih di masa muda. (2024).

    MAJALAHDUTA.COM, Societas Sancta Clara- Di tengah keramaian pulau Bali, pada 2 Februari 2024, Kapel Societas Sancta Clara di Kuta Bali melaksanakan Misa Jumat Pertama dan Adorasi menjadi panggung bagi kisah yang mengungkap kehadiran Anak Tuhan, menciptakan momen yang tak terlupakan bagi seluruh anggota komunitas.

    Dalam bacaan Injil Lukas 2:22-40, diceritakan momen penting saat Maria dan Yusuf membawa Anak Yesus ke Bait Allah, seperti yang dituntut dalam hukum Musa.

    Saat itulah, Simeon, seorang yang benar dan saleh, dipenuhi Roh Kudus dan mengucap syukur karena telah melihat keselamatan Tuhan.

    Pesan dari Romo Hady Setiawan mengajak semua anggota Societas untuk selalu menggendong Yesus dalam kehidupan sehari-hari, seperti yang dilakukan Bunda Maria dan Yusuf.

    “Dalam setiap persembahan, dalam setiap langkah, mengingat bahwa hidup adalah anugerah yang harus dijalani dengan penuh sukacita dan iman,” kata Romo Hady.

    Romo Hady Setiawan memberikan homili yang menggugah hati, merangkai makna mendalam dari peristiwa tersebut.

    Dia menyoroti kewajiban iman, mengingatkan bahwa anak-anak adalah anugerah Tuhan yang harus dihargai.

    Dalam setiap tetes air mata dan setiap langkah hidup, Tuhan selalu memberikan berkat kepada mereka yang percaya.

    Suasana Romo Hady tengah menyampaikan homili. (2024).

    “Inilah kehidupan, ingatlah sesuatu yang berharga dalam hidup. Untuk itulah pikiran harus jernih seperti Semeon, yang berpikir jernih dan bisa menggendong Yesus. Menggendong Yesus bukanlah kesia-siaan. Hal itulah yang mengingatkan kita agar senantiasa menggendong Yesus untuk selalu ingat akan berdoa dan meneguhkan iman,”kata Romo Hady.

    Dia juga menambahkan agar biarlah kita bermain bersama Yesus seperti Bunda Maria dan Yusuf dan seperti Santo Antonius yang boleh menggendong Yesus dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga boleh dikatakan pada waktunya setiap orang beriman akan mengatakan kepada Tuhan terima kasih.

    Seperti Santa Clara mengatakan “Tuhan terima kasih, Engkau sudah menciptakan aku. Dengan segala kekurangan-kekurangan ku aku memohon pertobatan, tetapi yang Engkau berikan kepada ku adalah karunia-karunia kehidupan.”

    Misa Jumat Pertama dan Adorasi di Kapel Santa Clara bukan sekadar pertemuan yang rutin, melainkan momen sakral yang mempertemukan umat dengan kehadiran Tuhan.

    Dalam keheningan dan kesucian, terbitlah makna hidup yang menggetarkan jiwa, mengingatkan setiap anggota komunitas akan keajaiban dan berkat yang senantiasa hadir dalam setiap langkah hidup mereka.

    “Saudara-saudari ku yang terkasih marilah kita menikmati sukacita dengan waktu yang tidak semakin panjang ini, menyadarkan kita bahwa kita adalah orang-orang yang hebat, yang Tuhan Yesus pilih dengan segala kekurangan kita tetapi Tuhan telah memberikan karunia-Nya kepada kita,” pesan Romo Hady Setiwan kepada Oma dan Opa.

    Dia juga menambahkan agar dalam situasi orang beriman dan percaya akan mendapatkan kebahagiaan dan hadiah dalam keluarga dengan sukacita saat menggendong Yesus dalam kehidupan sehari-hari.

    Kapel Societas Sancta Clara Kuta Bali menjadi saksi bisu akan momen sakral ini, di mana umat merasakan kedekatan dengan Tuhan dan mengambil inspirasi untuk menjalani hidup dengan penuh keimanan dan sukacita.

    Misa Jumat Pertama dan Adorasi tidak hanya menjadi pertemuan rutin awal bulan melainkan pula momentum refleksi dan penguatan iman bagi seluruh komunitas yang hadir. (Sam). 

    Gema Doa di Kapel Societas Sancta Clara Bali

    Foto: Tampak Romo Venancio Pereira SJ dan Romo Hurbert Hady Setiawan tengah memimpin Adorasi di Kapel Santa Clara, diikuti oleh Oma dan Opa Komunitas Societas Santa Clara, (2024).

    MAJALAHDUTA.COM, Societas Sancta Clara- Jumat Pertama Adorasi, 5 April 2024, bersama Romo Hurbert Hady Setiawan dan Romo Venancio Pereira SJ di laksanakan dalam kapel Societas Santa Clara.

    Dalam gemerlap cahaya yang merayap perlahan melalui jendela-jendela kaca berwarna, suasana keremangan pun turut menyapa para oma dan opa yang tiba di pintu gerbang keabadian rohani.

    Jumat Pertama Adorasi, 5 April 2024, di Kapel Societas Santa Clara, menjadi ajang perjumpaan kasih yang memikat hati para pengikut Kristus.

    Dalam kerendahan hati yang mendalam, para jemaat mengikuti langkah lembut Romo Hurbert Hady Setiawan dan Romo Venancio Pereira SJ menuju altar yang bermandikan cahaya suci.

    Sejajar dengan lahirnya pagi yang berkilauan, para oma dan opa yang setia dari Societas Santa Clara, Bali, mengikuti alunan doa-doa yang merdu dan penuh makna.

    Tidak hanya sekadar ritual keagamaan, namun ibadah yang dipimpin oleh para imam yang penuh kasih itu menjadi pesta rohani bagi jiwa yang haus akan kedamaian.

    Dalam setiap ayat yang dibacakan, terasa getaran spiritual yang mengalir begitu dalam, menyapu kesunyian hati dan membawa keharuan yang tiada tara.

    Kapel yang sederhana namun sarat akan kehadiran ilahi, menjadi saksi bisu dari perjumpaan antara manusia dengan Sang Pencipta.

    Di tengah hening yang merangkum doa-doa yang terucap, terbentanglah tirai yang memisahkan dunia materi dengan dunia rohani, mengundang kehadiran-Nya yang tak terduga.

    Di antara aroma dupa yang harum dan gemerlap cahaya lilin yang menari-nari, kehadiran-Nya terasa begitu nyata.

    Dalam detik-detik yang melengkungkan waktu, setiap jemaat merasakan sentuhan lembut kasih-Nya yang mengalir begitu dalam, memenuhi setiap rongga hati yang terbuka lebar.

    Misa Jumat Pertama Adorasi bukanlah sekadar perayaan biasa untuk Societas Santa Clara melainkan Ia adalah perjalanan spiritual yang menggugah nurani, menyentuh jiwa, dan merangkul setiap titik kehampaan dengan sinar harapan yang tak terpadamkan.

    Dan di dalam Kapel Societas Santa Clara, pada tanggal 5 April 2024, terukirlah kisah keagungan iman yang abadi, di antara para oma dan opa yang setia, dalam keheningan yang menggetarkan. (Sam).

    Bubur Jalan dan Bedak Debu Wajah Anak Kalimantan, Membelai Halus Hati Dosen Bahasa Inggris San Agustin

    Bubur Jalan dan Bedak Debu Wajah Anak Kalimantan Membelai Halus Hati Dosen Bahasa Inggris San Agustin (2024)

    MAJALAHDUTA.COM, Media Center San Agustin | Kamis, 11 Juli 2024 – Jalan bubur, wajah anak penuh dengan bedak debu, di tambah titian kecil, bagi orang Kalimantan bukanlah hal yang asing lagi.

    Bak sebuah persaudaraan dengan ritme alam, anak-anak Kalimantan sudah mengayun mengikuti ritme nada rindang pohon.

    Seorang dosen dari belahan pulau lain datang menyaksikan setiap aroma kehidupan  hingga warna bahasa yang kala itu membelai secara halus kedalam hatinya.

    Seolah panorama yang tengah ia saksikan itu memberikan sapaan pada hati kecilnya.

    “Hai, lihatlah kami – inilah kami, sini Bu pegang tangan kami,” mungkin begitulah simbolik bahasanya.

    Mengajar di Ujung Dunia: Kisah Inspiratif dari Kalimantan yang ditulis oleh Dosen San Agustin, Hj. Tuminah , SS, M.Pd nama panggilan akrab Ibu Mona.

    Dia tinggal Komplek BTN Bisma Residence Blok D8 Ngabang Kabupaten Landak Kalimantan Barat.

    Kuranglebih sepuluh tahun mengajar anak-anak Kalimantan Barat di Universitas Santo Agustinus Hippo, Jl. Ilong Pal IV Dsn. Gasing, Ds. Amboyo Utara, Ngabang, Kab. Landak, Kalimantan Barat.

    Mona memiliki ketertarikan yang menjadi belahan hati untuk mengajar dan belajar.

    Disamping itu dia gemar membaca, menulis artikel ilmiah, belajar bahasa asing, berenang dan jalan sehat.

    Buku dengan judul “Mengajar di Ujung Dunia” ini merupakan buku ke sebelas (11) yang akan rilis seminggu mendatang.

    Mona menjelaskan dalam sinopsis buku barunya itu, bahwa bukunya bukan hanya sebuah buku tentang pengalaman mengajar dan mengabdi, tetapi sebuah ‘manifesto’ tentang keberanian, ketekunan, dan cinta akan pendidikan.

    Buku itu menceritakan kisah nyata perjalanan seorang dosen perempuan dari Solo Jawa Tengah yang melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam mengabdikan diri di daerah kampung-kampung Pedalaman Landak, Kalimantan Barat dengan suka dan dukanya.

    Buku itu jelas mau mengajak pembaca untuk melihat bahwa di balik setiap tantangan terdapat peluang besar untuk perubahan dan bahwa setiap individu memiliki potensi untuk menjadi agen perubahan.

    Dengan gaya bahasa yang menarik dan menyentuh, buku itu diharapkan dapat memotivasi para pembaca untuk terus bermimpi, berjuang, dan berkontribusi bagi dunia Pendidikan, khususnya di daerah pedalaman Indonesia.

    Mengajar di Ujung Dunia, Buku ke 11 Mona (2024)

    Kisah Inspiratif dari Kalimantan

    Berjalan dalam titian kecil, masuk melalui lorong yang tak disangka-sangka mengubah profesi menjadi perziarahan batin.

    Hidup di tengah kicauan burung dengan rindang melenggang pohon-pohon membentuk sebuah karya yang penuh dengan inspirasi dan pelajaran hidup.

    Mona meramu tulisan itu dengan bahasa yang pastinya menarik dan menyentuh, buku ini diharapkan dapat memotivasi para pembaca untuk terus bermimpi, berjuang, dan berkontribusi bagi dunia pendidikan.

    Sinopsis buku itu menunjukkan dengan jelas bahwa setiap tantangan adalah peluang untuk perubahan.

    “Mari kita ambil bagian dalam perjalanan ini dan jadilah saksi dari kekuatan pendidikan dalam mengubah dunia,” tulis Mona dalam Sinopsis buku ke sebelasnya itu.

    Ini kuliah di Aula gedung C untuk paralel 3 mengundang guest lecturer dari Dinas Pariwisata Provinsi Kalbar daring dan luring (2024) Dokumen Mona.

    Mona Ikhlas dan Mencintai Bumi Kalimantan

    “Mengajar di Ujung Dunia: Kisah Inspiratif dari Kalimantan” Buku ini bukan hanya sebuah karya tulis, tetapi juga sebuah cermin dari dedikasi, semangat, dan ketulusan seorang pendidik dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi di pedalaman Landak (The land of Dayak) selama sepuluh tahun,” tulis Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Landak, Hery Mulyadi, SH., M.A.P. (Juli 2024).

    Sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Landak, dia bangga dan terharu membaca kisah nyata yang ditulis oleh Dosen San Agustin tersebut.

    “Buku ini menggambarkan dengan sangat jelas berbagai tantangan dan hambatan yang dihadapi oleh para pendidik di daerah pedalaman,” kata Hery (Juli 2024).

    Hery dalam tulisan itu menitikberatkan tentang harapan dari kesulitan hidup.

    Menurutntya penulis menunjukkan bahwa dengan semangat yang kuat, keikhlasan, dan komitmen yang tinggi, semua rintangan dapat diatasi.

    “Buku ini bukan hanya menginspirasi, tetapi juga memberikan pelajaran berharga bagi kita semua, khususnya para guru dan dosen,” tulis Hery, (Juli 2024).

    Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Landak juga dengan ‘gamblang’ mengatakan kisah nyata itu menyadarkan akan pentingnya peran pendidikan dalam membangun bangsa, terutama di daerah-daerah terpencil yang sering kali luput dari perhatian.

    Dia melihat Pengabdian yang ditunjukkan oleh penulis menjadi teladan bagi semua untuk selalu memberikan yang terbaik dalam mendidik generasi muda penerus bangsa.

    “Saya berharap buku ini dapat menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi para pendidik di seluruh Indonesia,” tambahnya, (Juli 2024).

    Hery berharap semoga kisah yang diangkat dalam buku itu mendorong lebih banyak pendidik untuk mau mengabdi di daerah-daerah yang memerlukan, sehingga pendidikan yang merata dan berkualitas dapat terwujud di seluruh pelosok tanah air.

    “Akhir kata, saya mengucapkan selamat kepada penulis atas terbitnya buku yang luar biasa ini. Teruslah berkarya dan menginspirasi, karena pendidikan adalah jembatan menuju masa depan yang lebih baik,” tutup Hery dalam sambutan buku tulisan Dosen San Agustin itu, (Juli 2024).

    Gambaran Jalan pengabdian dirinya untuk Kalimantan. (2024)

    Buku- buku Bu Dosen Mona San Agustin

    Adapun 10 buku yang sudah diterbitkan yaitu: Buku Non Fiksi Secercah Cahaya di Pedalaman. Pena Persada Yogyakarta. 2017, Buku Referensi Bunga Rampai Pendidikan Zaman Now. Desanta Muliavisitama. 2019.

    Buku Referensi Solusi Jitu Pembelajaran Abad ke 21. Media Edukasi Indonesia. 2019.

    Buku Referensi Peran Guru Dalam Pendidikan Zaman Now. Media Edukasi Indonesi. 2019.

    Buku Referensi The Power of Entrepreneurship. Bintang Sembilan Visitama. 2019. 6. Buku Ajar Psikologi Belajar Bahasa Inggris. Pena Persada. 2020.

    Buku Referensi Pendidikan Karakter Zaman Now. Media Edukasi Indonesia. 2021.

    Buku Ajar Narrative Text In Local Story Telling Of Dayak For First Semester Students Majoring English Education. Yudha English Gallery. 2021.

    Buku Referensi Potensi Pariwisata di Kabupaten Landak. Pena Persada. 2022.

    Buku Ajar How To Cook Traditional Food From Kalimantan A Study Of Procedure Texts. 2024.

    By. Samuel – Media Center San Agustin.
    Sumber: Tuminah, S.S., M.Pd. (Mengajar di Prodi Pendidikan Bahasa Inggris. Semester ini mengajar Makul Discourse Analysis in Tourism Contexts.

    Spiritualitas Rantai Pasok: Menjalin Hubungan dan Kesadaran dalam Jaringan Bisnis

    Albertus Rianto (Dosen Prodi Teknik Logistik) San Agustin (2024)

    MAJALAHDUTA.COM, Media Center San Agsutin | Kamis 11 Juli 2024- Rantai pasok sering kali dilihat sebagai proses mekanis dan efisien untuk mengantarkan produk dari produsen ke konsumen.

    Namun, di balik sistem kompleks ini terdapat dimensi spiritual yang dapat membawa makna dan tujuan yang lebih dalam bagi semua pihak yang terlibat.

    Spiritualitas mendasari bahwa bisnis sebagai tindakan manusia. Tindakan yang dilandasi oleh semangat untuk meningkatkan relasi manusia yang saling mengembangkan adalah dasar dari panggilan hidup insan Tuhan.

    Menemukan Makna dalam Interaksi Bisnis

    Spiritualitas rantai pasok mengacu pada kesadaran dan nilai-nilai etika yang dibawa ke dalam proses bisnis.

    Ini berarti mempertimbangkan dampak tindakan kita terhadap orang lain, lingkungan, dan komunitas secara keseluruhan.

    Kesadaran dampak tindakan bisnis semestinya dikelola dengan baik. Harapannya mengarah kepada dampak positif, dampak kemajuan, dan kemaslahatan bagi banyak orang.

    Dengan menerapkan prinsip-prinsip spiritualitas dalam rantai pasok, kita dapat menciptakan hubungan yang lebih kuat dan bermakna antara semua pemangku kepentingan.

    Ini dapat mengarah pada peningkatan kolaborasi, transparansi, akuntabilitas, serta memberikan hasil yang lebih berkelanjutan dan adil.

    Kuatnya relasi yang baik akan memberikan dampak baik. Oleh karena itu, spiritulaitas rantai pasok menitik tekankan pada semangat untuk menuju kepada perputaran rantai bisnis yang positif.

    Albertus Rianto (Dosen Prodi Teknik Logistik) San Agustin (2024)

    Beberapa contoh penerapan spiritualitas dalam rantai pasok:

    1. Memperlakukan pekerja dengan hormat dan bermartabat.

    Ini berarti menyediakan kondisi kerja yang aman dan adil, serta menghargai kontribusi mereka. Sikap menghargai dan menghormati manusia sebagai hakikat kehidupan manusia (humanism).

    Dalam bisnis humanism akan membangun suatu perilaku manusia yang memanusiakan manusia, menjunjung tinggi harkat kemanusia dengan memperlakukan mereka sebagai manusia bermarbat bukan seperti barang.

    1. Membangun hubungan yang saling menguntungkan.

    Bekerja sama dengan pemasok dan pelanggan untuk menciptakan nilai bersama dan mencapai tujuan bersama.

    Sikap menguntungkan kedua pihak sebagai keadilan bisnis yang menyenangkan.

    Kondisi ini merupakan salah satu prinsip pokok untuk mampu membangun hubungan bisnis yang sehat.

    1. Menjaga lingkungan.

    Operasi rantai pasok dengan menggunakan bahan yang berkelanjutan dan mengurangi emisi gas rumah kaca, berperan besar dalam menjaga lingkungan.

    Spiritualitas atau semangat untuk menjaga dan merawat lingkungan mendorong stakeholder bisnis memandang lingkungan sebagai amanah kehidupan.

    Pemanfaatan bahan-bahan yang bisa didaur ulang dalam bisnis mengurangi rusaknya ekositim lingkungan.

    1. Berbagi keuntungan dengan masyarakat.

    Spiritualitas rantai pasok mendukung komunitas lokal melalui inisiatif filantropi dan pengembangan masyarakat.

    Masyarakat dikembangkan dengan semangat kepedulian terhadap sesame,  mendorong kegiatan bisnis untuk mendukung yang lemah agar bisa bangkit bukan malahan mematikan.

    Albertus Rianto (Dosen Prodi Teknik Logistik) San Agustin (2024)

    Manfaat Spiritualitas Rantai Pasok

    Menerapkan spiritualitas rantai pasok dapat membawa banyak manfaat bagi bisnis.  Semua pihak yang terlibat mendapatkan berbagai manfaat, antara lain: 1) Meningkatkan kepercayaan dan loyalitas.

    Pelanggan dan pemasok yang merasa dihormati serta dihargai akan lebih cenderung untuk menjalin hubungan jangka panjang dengan perusahaan, 2) Meningkatkan motivasi dan produktivitas.

    Karyawan yang merasa terhubung dengan tujuan perusahaan dan nilai-nilainya akan lebih termotivasi untuk bekerja keras dan memberikan kontribusi terbaik mereka. 3) Meningkatkan reputasi dan citra publik.

    Perusahaan yang berkomitmen terhadap tanggung jawab sosial dan lingkungan akan mendapatkan reputasi positif dan menarik lebih banyak pelanggan serta investor. 4) Menciptakan dampak positif bagi dunia.

    Rantai pasok yang berkelanjutan dan adil dapat membantu memecahkan masalah sosial dan lingkungan yang paling mendesak di dunia.

    Menjalin Kesadaran dalam Jaringan Bisnis

    Spiritualitas rantai pasok bukanlah konsep baru. Banyak perusahaan dan organisasi telah mulai menerapkan prinsip-prinsip ini dalam operasi mereka.

    Namun, masih banyak ruang untuk pengembangan dan perluasan praktik-praktik ini. Kita semua dapat berkontribusi untuk membangun rantai pasok yang lebih spiritual.

    Kesadaran tentang pentingnya spiritualitas dalam bisnis perlu dipahami bersama.

    Melalui kegiatan berbagi informasi dan contoh tentang bagaimana perusahaan menerapkan prinsip-prinsip spiritualitas dalam rantai pasok, diharapkan muncul kesadaran bahwa bisnis bukan hanya memetik keuntungan melainkan juga upaya meningkatkan taraf hidup.

    Oleh karena itu, dalam bisnis, manusia hendaknya lebih dimuliakan bukan hanya seperti barang.

    Spiritualitas akan mendorong pelaku bisnis untuk makin transparan dan terbuka terhadap dampak-dampak bisnis yang dilakukan.

    Selain itu, spiritualitas rantai pasok mendorong aktivitas bisnis semakin beradab dan menjunjung nilai kemanusiaa.

    Sehingga, kita akan dapat menciptakan rantai pasok yang lebih manusiawi, berkelanjutan, dan adil yang bermanfaat bagi semua orang.

    By. Albertus Rianto (Dosen Prodi Teknik Logistik) San Agustin.

    Kegiatan Kolaboratif Antara Mahasiswa Agribisnis San Agustin dan Desa Pawis Membawa Dampak Positif

    BEM San Agustin (2024)

    MAJALAHDUTA.COM, Media Center San Agustin, Landak | Kamis, 11 Juli 2024, . Pada Rabu kemarin, Lukas, selaku Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) San Agustin, melaporkan keberhasilan sebuah kegiatan kolaboratif yang diselenggarakan antara Himpunan Mahasiswa Agribisnis San Agustin dan Desa Pawis.

    Kegiatan itu bertujuan untuk meningkatkan potensi wisata dan penataan lokasi di Desa Pawis, yang merupakan bagian dari upaya untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat setempat.

    Pertemuan tersebut, yang berlangsung pada hari Rabu, 10 Juli 2024, dihadiri oleh berbagai pihak yang terlibat, termasuk anggota Himpunan Mahasiswa Agribisnis, dosen, mahasiswa dari Program Studi Agribisnis, serta masyarakat Desa Pawis.

    Dalam laporannya, sebagai ketua BEM San Agustin, Lukas menuliskan ada diskusi yang intensif difokuskan pada strategi pengembangan potensi wisata Desa Pawis dan perencanaan penataan lokasi yang melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat lokal.

    Aktivitas dalam kegiatan itu, menurutnya berhasil menarik perhatian 12 peserta, yang terdiri dari 8 mahasiswa dan 4 dosen Agribisnis.

    Dengan kerjasama yang solid antara pihak universitas dan masyarakat, diharapkan kegiatan ini dapat memberikan dampak positif dalam pengembangan ekonomi lokal melalui sektor pariwisata.

    Lukas menyampaikan bahwa kegiatan kemarin juga memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam menerapkan teori yang dipelajari di kelas ke dalam praktik nyata. ”

    Kami berharap bahwa kerjasama ini tidak hanya meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap bidang agribisnis, tetapi juga memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Pawis,” tulisnya, (10/07/24).

    Pada hari Rabu, tanggal 10 Juli 2024, telah diselenggarakan kegiatan kerjasama antara Himpunan Mahasiswa Agribisnis dan Program Studi Agribisnis Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo dengan Desa Pawis.

    Dengan demikian, kegiatan bersama BEM San Agustin tidak hanya menjadi wujud dari komitmen Universitas dalam memberikan kontribusi sosial positif, tetapi juga sebagai contoh dari kolaborasi harmonis antara pendidikan tinggi dan masyarakat lokal dalam mengembangkan potensi daerah.

    Berita acara disampaikan oleh Lukas, Ketua BEM San Agustin, kepada Media Center San Agustin sebagai bukti dari rencana kolaboratif dan manfaat langsung untuk masyarakat.

    Antara Ilmu dan praktik melalui ritme serta iramanya, langkah BEM San Agustin mulai mengaplikasikan visi. Hal itu tampak dari langkah strategis pertama Lukas untuk memulai ‘tak-tik’ sederhana dalam penyelesaian rancangan strategi mereka.

    By. Sam – Media Center San Agustin.
    Sumber: Lukas, Ketua BEM San Agustin.

    Rileksasi Jaringan Lunak (Massage) dari PJKR San Agustin

    Self Massage Media alat bola golf dengan alas permukaan (2024)

    MAJALAHDUTA.COM, Media Center San Agustin | Landak Rabu 10 Juli 2024 – Sel-sel tubuh membutuhkan banyak oksigen dan nutrisi agar dapat berfungsi secara optimal.

    Namun pasokan ini dapat terhambat oleh postur tubuh yang tidak baik, karena penyakit, dan kurangnya aktivitas fisik.

    Jika aliran sirkulasi sistem peredaran darah melambat atau terganggu, sel-sel akan kekurangan nutrisi sehingga menyebabkan zat limbah tubuh menumpuk pada jaringan.

    Akibatnya, tingkat energi menurun, otot terasa kaku, nyeri, lelah, kehilangan konsentrasi, dan kulit tampak kusam.

    Sangat diperlukan penanganan dalam setiap permasalahan yang ada.

    Sebelum ditemukannya obat aspirin dan ahli medis seperti chiropractic tulang, saraf, otot, dan ligamen pada zaman sebelumnya orang sudah menggunakan tangan untuk menggosok pada permukaan rasa sakit dan nyeri.

    Relaksasi dan penyembuhan dari Massage

    Massage merupakan paling dasar penyembuhan, yang sudah lama digunakan dan mendapat pengakuan penyembuhan kekuatan kuratif.

    Massage pada umumnya digunakan sejak lama sehingga banyak kepercayaan terkait manfaat massage yang merupakan pengobatan tradisional.

    Massage dapat berperan penting dalam membantu kualitas tidur, memperlancar getah bening, mempercepat peredaran darah, membentuk sistem kekebalan, sangat berpengaruh pada mobilitas sendi serta rasa percaya diri, membantu menjaga kesehatan, dan kemampuan tubuh manusia.

    Massage dapat merangsang peredaran darah sehingga meningkatkan pasokan oksigen ke jaringan, menurunkan tekanan darah, merileksasi jaringan otot, dan meningkatkan fleksibilitas sendi.

    Massage bertujuan untuk menghasilkan empat jenis efek pada sistem tubuh yaitu fisik, fisiologis, neurologis dan psikologis.

    Pada dasarnya hubungan utama antara tekanan dalam pemijatan adalah efek fisik melalui kulit dan otot, kemudian memperlancar peredaran darah secara fisiologis, sedangkan secara neurologis dapat memberikan respon langsung pada jaringan saraf yang menuju ke otak, dengan cara diremas, ditekan, diurapi atau digosok.

    Meningkatkan sirkulasi

    Teknik ini dapat menurunkan ketegangan otot menyebabkan relaksasi jaringan yang berdampak pada psikologi.

    Penggunaan teknik tersebut mempengaruhi panas pada otot sehingga meningkatkan sirkulasi darah, kemampuan tubuh dan mengurangi kekakuan. Setiap individu berbeda dalam menerima respons teknik tekanan yang diberikan massage, terkadang menimbulkan rasa sakit serta nyeri dalam penerapannya.

    Rasa sakit merupakan efek penguraian otot melalui jari-jari tangan terhadap ketegangan sehingga dirasakan rileksasi sesudah dilakukan massage.

    Memanipulasi jaringan otot pada massage memiliki banyak teknik tekanan yang diberikan terhadap pasien.   Tekanan vertikal stasioner pada massage menerapkan tekanan tanpa bergerak pada sudut 90° dipermukaan tubuh atau melalui kulit.

    Menggunakan ibu jari, telapak tangan, siku, serta tumit kaki pada perawatan yang lebih umum. Tekanan ringan menggunakan permukaan jari pada tekanan yang sangat kuat digunakan ujung jari, siku, dan tumit kaki.

    By: Jayadi,S.Pd.,M.Or
    Dosen PJKR San Agustin.

    UKM Muay Thai San Agustin Raih Empat Mendali Emas dalam Weng Muay Thai Duel Night 2 Open Championship Pontianak

    Ibrah dan anak didiknya di UKM Muay Thai San Agustin, berhasil raub 4 mendali emas. (2024).

    MAJALAHDUTA.COM, Media Center San Agustin | Pontianak Rabu 10 Juli 2024 – “Tugas pelatih hanya sebagai perantara dan pembimbing, asalkan atlet punya niat, daya juang dan konsistensi yang tinggi pasti hasilnya juga kan maksimal.

    Hasil yang mereka dapatkan tidak ada menghianati proses dan usaha mereka selama berlatih.

    Itu kata pelatih UKM Muay Thai San Agustin, Ibrah dalam wawancara bersama Media Center San Agustin pagi ini.

    Event bergengsi dalam dunia Muay Thai, Weng Muay Thai Duel Night 2 Open Championship, sukses digelar kemarin di Pontianak, Kalimantan Barat.

    Duel Night 2 yang diselenggarakan oleh Jowan Promotion bekerjasama dengan Pengprov Muaythai Kalimantan Barat dan Weng Coffee Signature.

    Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai dari tanggal 05 hingga 07 Juli 2024, bertempat di Weng Coffee Signature, Jl. Reformasi, Kecamatan Pontianak Tenggara.

    Lebih dari 100 peserta dari berbagai daerah provinsi di Kalimantan turut ambil bagian, termasuk peserta dari luar negeri seperti Malaysia, Johor, dan Serawak.

    Menurut Ibrah Fastabiqi Bawana Mukti, pelatih dari UKM Muaythai dan seorang dosen PJKR San Agustin.

    Turnamen ini juga menjadi ajang pembuktian bagi UKM Muaythai San Agustin, yang membawa 4 atlet terbaiknya.

    Latihan Pagi Sebelum Persiapan Tanding. (2024) – Kampus II San Agustin Pontianak.

    “Tanggal 4 kami berangkat motoran dari Ngabang,” kata Ibrah mengungkapkan semangat anak-anak, (10/07/24).

    Keempat atlet tersebut berhasil raub prestasi gemilang dengan masing-masing medali emas dalam pertandingan setiap kelas mereka.

    “Saya rasa cukup memuaskan dengan hasil seperti itu mendapatkan 4 medali emas dari 4 atlet yang berangkat, tetapi masih banyak yang harus dievaluasi dan masih harus rajin latihan agar performanya semakin baik dan meningkat,” kata Ibrah, (10/07/24).

    Salah satu sorotan dari event malam itu adalah keikutsertaan mahasiswa dari Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo bersama dengan penampilan E’ries San Agustin.

    Anak-anak asuh UKM Muay Thai San Agustin, Ibrah menyebutkan bahwa anak-anaknya dari Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) turut serta dalam event ini.

    Mereka adalah Dilla Sartika (21 tahun, semester 6), Hari Subarno (22 tahun, semester 4), Dodi Darwinto (22 tahun, semester 4) dan Margaretha Amrota (22 tahun, semester 4).

    Ketika ditanyakan mengenai performa anak didiknya, pelatih Ibrah mengatakan UKM Muay Thai San Agustin baru dibentuk bulan Juni 2024 lalu.

    “Karena kami camp yang baru dibentuk dan baru mengikuti event ini, banyak yang bertanya tentang camp San Agustin ini, dari mana, siapa pelatihnya,” katanya, (10/07/24).

    Dia juga menggarisbawahi bahwa UKM Muaythai San Agustin sendiri resmi mendapatkan SK pada tanggal 27 Juni 2024.

    Meskipun baru secara resmi diakui, komunitas ini telah ada sejak tahun lalu dengan struktur anggota yang aktif mencapai 15 mahasiswa.

    Mengomentari pencapaian anak asuh yang meraih medali emas, pelatih Ibrah mengungkapkan harapan untuk tidak berbangga dan berpuas diri dulu. Baginya ini merupakan awal, masih banyak hal yang harus diperhatikan.

    Dia menggarisbawahi pentingnya untuk memiliki sikap rendah hati.

    “Setelah mendapatkan prestasi ini, saya berharap mereka tetap rendah hati dan tidak mudah berpuas diri sehingga bisa memberikan dampak positif bagi mahasiswa yang lain untuk mengembangkan minat dan bakatnya dalam prestasi olahraga khususnya Muaythai. Semoga semakin rajin berlatih dan semakin banyak prestasi yang akan diberikan kepada almamater,” kata Ibrah (10/07/24).

    Dengan prestasi gemilang ini sebagai pelatih Ibrah memiliki harapan besar agar UKM Muay Thai dari San Agustin, semakin menunjukkan eksistensinya dalam kancah olahraga nasional, khususnya dalam Muay Thai.

    By. Samuel – Media Center San Agustin.
    Sumber: Pelatih Muay Thai San Agustin.

    Manajemen Strategi Ala Lo Fong Pak – Borneo

    Dua Orang Tionghua di Pemangkat lengkap dengan seragam (2024) - Sumber: Dokumen Keuskupan Agung Pontianak

    MAJALAHDUTA.COM, Media Center San Agustin, Pontianak | Rabu 10 Juli 2024 – “Sam Nyian Jit ka Oi Hok Khin, Sam Nyit Jitka tet pian lansie” – tuturan makna yang populer di Sekura Sambas, khusus untuk menasehati anak-anak mereka dalam bekerja.

    Bunyinya demikian: butuh tiga tahun belajar untuk rajin, tapi cukup tiga hari seseorang menjadi pemalas.

    Tak ada jalan pintas untuk masuk dalam sebuah ‘kedalaman’ makna, tanpa melalui ‘kedangkalan’.

    Dalam hal ini kedangkalan yang dimaksudkan yakni ‘keseharian’ yang ‘tersembunyi’.

    Mulai dari bangun pagi, sarapan, bekerja. Yak ! maksudnya etos hidup.

    Pepatah diatas diambil dari serapan bahasa Tionghua Hakka (khek) dimana khususnya orang ‘tua-tua’ di Sekura Sambas biasa menggunakan itu untuk mengingatkan anak-anaknya, termasuk saya, hehe.

    Kilas Hakka  

    Bangsa Tionghua adalah bangsa yang besar, etnis Hakka merupakan salah satu cabang dari pohon besar bangsa Tionghua. (ada juga versi lainnya).

    Nenek Moyang Hakka berasal dari tempat lahirnya peradaban Tionghua yaitu dari Lembah Sungai Kuning pada zaman dinasti Tang dan Sung.

    Karena bencana alam dan perang, mereka berpindah ke Selatan dalam jumlah besar. Mula-mula mereka menetap didaerah pegunungan, di persimpangan Fujian Guandong dan Jiangxi.

    Dari sana mereka menyebar ke luar negeri. Nama Hakka sendiri berasal dari julukan oleh orang Guantung, pada zaman dinasti Qing, terjadi pertempuran besar antara kelompok Hakka dan Guantung (ejaan Hakka).

    Hak (artinya pendatang), Ka (artinya keluarga).

    Singkat cerita, kita langsung saja pada Lo Fong Pak. Menurut catatan, dia merupakan orang yang terpelajar di jaman itu.

    Seperti negara Indonesia, dulu di Kekaisaran Qing, ada ujian negara untuk menentukan strata hidup yang lebih baik. Oleh sebabnya sudah berupaya dan belajar beberapa kali, tetap dia gagal.

    Namun ditengah keputusasaan, Lo Fong Pak, mendengar ada gunung emas di Borneo (sebutan Kalimantan di jaman itu).

    Sejarah dari 1740 – 1772 kedatangan Lou Fangbo (Lo Fong Pak)- Priyanto, zoom (2021)

    Orang-orang Tionghua sebagian sudah pergi ke Borneo untuk mencari gunung emas. Akibatnya dia memutuskan untuk meninggalkan keluarganya.

    Bersama 100 kerabatnya, dari Guangzhou menuju ke Borneo, menuju Gunung Emas di Borneo.

    Dalam sajak yang ditulis oleh Lo Fong Pak setelah dua tahun berada di Kalimantan, tentang Gunung Emas di Borneo.

    Ada garis besar cerita tentang penggalan sajak itu menceritakan dia meninggalkan Gerbang Harimau untuk menuju ke Gerbang Naga.

    Dalam mitologi Tingkok, harimau dan naga merupakan simbol dari kekuasaan.

    Salah satu sumber yang mungkin bisa dipertimbangkan untuk melengkapi benang merah keberadaan orang Tionghua di Kalimantan Barat yakni buku terjemahan dari Pastor Yeremias OFMCap yang ditulis oleh Dr. JJ. De Groot dan J. W Young.

    Berdasarkan catatan penerjemah (Alrm Pastor Yeremias OFMCap) sebelum abad ini, hasil terbaik dari kebijakan kolonial tercapai yakni penetapan kekuasaan Belanda atas sekitar dua puluhan kerajaan Melayu Bagian Barat Borneo.

    Semua pencapaian tersebut hampir tanpa pertumpahan darah.

    Satu bagian besar wilayah ini sudah bertahun-tahun dibanjiri oleh orang-orang Cina yang sekarang akrab disebut dengan keturunan Tionghua.

    Demikian juga diketahui, bahwa para Imigran yang rajin ini menempati tempat yang baru, dan mendirikan republik, terutama di daerah kerajaan Sambas, Membawah, Landak dan Pontianak yang saat itu disebut dengan ‘distrik-distrik Cina’ di bagian Utara-Barat Residensi.

    Dari republik-republik atau kongsi-kongsi, hanya dari Lanfong (bahasa Hakka: Lo Fong Pak) di daerah Mandor dapat bertahan sesudah perang-perang berdarah 1854, kemudian diakhiri dengan pemerintahan yang berdaulat orang Tiongkok – Borneo (sebutan untuk Kalimantan waktu itu).

    Dokumen-dokumen itu dimulai dengan satu daftar kronologis kepala-kepala kongsi, dengan satu gambaran penuh seperti cara Tiongkok kuno yang benar, setiap tahun dari republik ‘Lanfong’. Berikut darftarnya:

    1. Thaiko Lo Fong-phak; memerintah dari 1777 sampai meninggal di tahun 1795
    2. Thaiko Kong Meeuw -pak, dari 1795 sampai keberangkatan ke Cina, tahun 1799.
    3. Thaiko Khiet Si-pak, dari tahun 1799 sampai meninggal di tahun 1803.
    4. Thaiko Kong Meeuw – pak, untuk dua kalinya, dari tahun 1803 sampai meninggal 1811.
    5. Thaiko Sung Tshap-pak, dari 1811 sampai meninggal 1823.
    6. Kapthai Lio Thoi-ni, dari 1823 sampai meninggal 1837.
    7. Kapthai Ku Liuk, dari 1837 sampai 1842, waktu diminta berhenti dan berangkat ke Cina.
    8. Kapthai Tshia Akwi-fong, dari 1842 sampai meninggal di tahun berikut.
    9. Kapthai Yep Thin-fui, dari 1843 sampai 1845.
    10. Kapthai Liu Kon-syien, dari 1845 sampai 1848.
    11. Kapthau Liu Liong-kwon, dari 1876 sampai meninggal 1880.
    12. Kapthai Liu A-sinm untuk dua kalinya, dari 1880 sampai meninggal di bulan September 1884.

    Demikianlah nama-nama yang pernah menjadi ketua dari Kongsi Lan-Fong Mandor Kalimantan Barat yang bermula dari tahun 1777 berjaya sampai 1884.

    Orang-orang Tionghua (Hakka) dengan model rambut Manchu, Pekerja orang Tionghua di Borneo Barat, kira-kira tahun 1890. Foto dari KITLV, Leiden.

    Strategi Lo Fong Pak

    Lo Fong Pak memang dikenal sebagai guru, sastrawan dan praktisi beladiri. Gaungan cerita itu masih saya peroleh dari orang tua saya bahkan keluarga besar di Sekura, Sambas juga menuturkan demikian.

    Namun cara dia mengaplikasikan ‘kelihai-an’-nya bukan dengan kekerasan.

    Mulailah Lo Fong Pak belajar bahasa setempat, melakukan pemetaan, kemampuan negosiasi hingga membantu kesultanan Pontianak untuk membangun kerajaan mereka. Tak heran mengapa Pontianak juga memiliki tempat-tempat Tionghua yang saat ini masih bisa kita saksikan.

    Manajemen Strategi Lo Fong Pak bukan dengan kekerasan, ia masuk melalui taktik-taktik sederhana dengan perencanaan strategi jangka panjang.

    Strategi selalu bicara tentang pemetaan, melihat garis besar masalah secara keseluruhan, hingga lapisan dimensi rencana untuk mem- “back-up” rencana A yang gagal.

    Detail-detail kecil eksekusi strategi itu dicapai dengan taktik-taktik kecil.

    Saya garisbawahi lagi, Lo Fong Pak masuk di Kalimantan Barat bukan dengan kekerasan, ia mewariskan kekayaan intelektual (politik, cara hidup, dan cara bertahan) dimana ia berada.

    Cerita lanjutan dari Manajemen Strategi Lo Fong Pak akan berlanjut….

    Selamat beraktivitas, Media Center San Agustin menunggu kisah inspirasi anda!

    By. Samuel – Media Center San Agustin.
    Sumber: Dokumen Keuskupan Agung Pontianak dan Buku Terjemahan Arm. Pastor Yeri OFMCap.

     

    Perlu Dicegah: Ini TBC dan Kegagalannya!

    Ns. Usu Sius, S.Kep, M.Biomed Staf Dosen Prodi DIII Keperawatan Fakultas Kesehatan (2024)

    MAJALAHDUTA.COM, Media Center San Agustin | Selasa 09 Juli 2024 – Mendengar kata TBC dikalangan masyarakat tidak asing lagi.

    Ada yang sesuai dengan terjadinya, ada yang memiliki pengertian pengkaburan, mengunakan istilah. Penyebutan tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor.

    Sebagai contoh TBC adalah penyakit keturunan, mengapa disebut demikian karena penderita tinggal dalam satu rumah mulai dari kakek, anak dan cucunya menderita penyakit yang sama. Padahal penyakit ini sangat menular terutama dengan orang sekitar.

    Dari sudut pandang lainnya TBC juga disebut sebagai penyakit kutukan dikarenakan dalam satu rumah beberapa anggota keluarga ada yang menderita TBC secara kronologis terpapar ayah atau ibunya selanjutnya anak sampai dengan anak cucu.

    Sehingga dari hal tersebut orang yang menderita TBC merupakan aib bagi keluarga tersebut. Padahal penyakit TBC disebabkan oleh kuman yang ditularkan melalui batuk atau percikan dahak yang disebut dengan istilah droplet infection.

    Sebagian lagi masyarakat juga menyebut penyakit TBC itu penyakit paru-paru basah (ada plek di paru-paru).

    Disebutkan demikian karena pihak petugas kesehatan mengatakan hasil pemeriksaan foto torak dan agar penderita dan keluarga merasa tidak takut dan merasa tertuduh terkena penyakit keturunan atau kutukan.

    Sehingga TBC memiliki arti yang bukan sebenarnya. Padahal penyakit tersebut, penyakit yang sangat menular dan perlu dicegah agar tidak tertular.

    Ada juga masyarakat mengenalnya dengan sebutan Koch Pulmonal (KP) atau Tuberkulosis. Penyebutan ini di masyarakat luas tanpa pemahaman yang jelas apa sebenarnya penyakit TBC tersebut.

    Faktor lain: punya peran

    Pemahaman dan pengertian yang kurang baik dan keliru yang ada dan diterima oleh masyarakat perlu mendapat perhatian oleh tenaga kesehatan. Oleh sebab itu sebelum mendapat perawatan dan pengobatan perlu di skrining dan divalidasi tentang pengetahuan penyakit TBC.

    Ini adalah salah satu faktor kegagalan dalam perawatan dan pengobatan TBC akibat kurangnya pengetahuan, faktor lainnya seperti tingkat pendidikan, nutrisi, keteraturan minum obat, sistem support, fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan juga memiliki peran terjadinya kegagalan dalam perawatan dan pengobatan.

    Untuk mengatasi hal tersebut perlu dilakukan edukasi yang baik dan benar.

    Beberapa hasil penelitian melalui diskusi kelompok kecil meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga penderita TBC dalam mencegah kegagalan perawatan dan pengobatan (Usu Sius, 2007 tidak dipublikasikan).

    Dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap pencegahan dan penanggulangan TBC di Indonesia, mari kita mereview kembali penyakit TBC dan kegagalannya yang telah di programkan oleh pemerintah.

    Penyakit TBC merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh mikobakterium tuberkulosis, melalui batuk atau percikan dahak dari penderita. TBC tidak hanya menyerang organ paru, semua organ tubuh manusia menjadi tempat berkembangnya, tergantung dari imunitas tubuh seseorang tersebut. Bisa terjadi pada tulang, usus, otak, kelenjar dan organ tubuh lainnya.

    Ns. Usu Sius, S.Kep, M.Biomed (Staf Dosen Prodi DIII Keperawatan | Fakultas Kesehatan) San Agustin – Saat mengunjungi Rumah Adat Jagoi Babang (2021)

    Disiplin pemeriksaan

    Adapun keluhan penderita batuk berdahak atau kering lebih dari 3 minggu, penurunan berat badan, keringat di malam hari terutama subuh, nafsu makan berkurang, jika keluhan bertambah parah bisa menimbulkan sesak napas, batuk berdarah.

    Untuk memastikan apakah terdapat kuman TBC maka perlu dilakukan skrining, yaitu anamnesis dengan mewawancara penderita dan keluarga terkait keluhan, pemeriksaan dahak, tes tuberkulin, dan foto torak/dada.

    Saat ini untuk mempercepat deteksi dini TBC dengan pemeriksaan mesin tes cepat molekuler (TCM).

    Setelah terdiagnosa penderita mendapat akses pengobatan yang telah distandarkan baik obat maupun waktunya.

    Obat anti TBC akan diberikan berdasarkan usia, kasus baru, kasus kambuh, gagal. Dalam perawatan dan pengobatan yang ditekankan adalah keteraraturan waktu minum obat, disiplin, serta evaluasi pemeriksaan ulang.

    Keberhasilan dapat ditentukan oleh berkurangnya keluhan seperti batuk, sesak napas, meningkatnya nafsu makan dan penambahan berat badan. Beberapa penelitian kegagalan sering terjadi pada tahap awal pengobatan Apa saja yang terjadi?

    Penderita merasa sembuh karena tidak ada keluhan batuk sehingga berhenti minum obat (droup out),   padahal minum obat tidak boleh satu haripun terlewatkan karena adanya sifat kuman yang tertidur.

    Selain itu faktor bosan minum obat, putus asa karena keluhan masih ada dan bahkan bertambah seperti mual, muntah.

    Ketakutan akibat air seni berubah warna merah setelah minum obat, sklera mata kuning serta masalah ekonomi terkait bolak balik ke fasilitas kesehatan dan ini merupakan  factor lain yang menyebabkan kegagalan minum obat.

    Peran tenaga keperawatan

    Indonesia dengan jumlah kasus terbanyak nomor dua secara global, setelah negara India.

    Tinggi nya kasus TBC perlu adanya tindakan pencegahan dengan terus menerapakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), makan makanan yang bergizi, serta menjaga diri dan kelurga dari TBC.

    Selain itu lingkungan tempat tinggal penderita mendapat perhatian tetap terjaga sirkulasi udara dan paparan sinar matahari dikamar, mengunakan masker, membuang dahak tidak sembarangan kaleng berisi desinfekan/air sabun atau ke toilet, menjemur tempat tidur 2-3 kali seminggu dan dua minggu pertama minum obat penderita masih menjadi sumber penularan sehingga orang sekitar tetap menjaga jarak tetapi bukan menjauhi.

    Orang serumah dengan penderita dilakukan skrining dan pemeriksaan. Hal ini dilakukan agar proses perawatan dan pengobatan bagi penderita seiring sejalan dan tidak terjadi siklus berulang terjadinya penyakit TBC pada orang tersebut..

    Pendidikan kesehatan yang benar dan tepat merupakan salah satu kunci faktor pencegahan kegagalan dalam perawatan dan pencegahan bagi penderita TBC dan kelaurga, karena pengertian dan pemahaman yang baik dan benar melalui proses pengolahan informasi yang didapat. Peran tenaga kesehatan seperti perawat, dokter,  dan lainnya sangat dibutuhkan.

    Dengan menjalankan dan melakukan tahapan perawatan dan pengobatan, kegagalan TBC yang terjadi dapat terhindar sehingga harapan kita bersama tingginya keberhasilan pengobatan dan pencegahan penularan terhadap kasus baru tercapai serta angka kesakitan dan kematian dapat diturunkan.

    By. Ns. Usu Sius, S.Kep, M.Biomed (Staf Dosen Prodi DIII Keperawatan | Fakultas Kesehatan) Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo.

    Senin Kemarin! Mahasiswa Prodi MTK San Agustin Menghadapi Ujian Close Book Struktur Aljabar

    Sambil memegang kening, Mahasiswa MTK San Agustin ikuti Ujian Struktur Aljabar (Landak) (2024).

    MAJALAHDUTA.COM, Media Center San Agustin | Landak, Selasa 09 Juli 2024 – Potret mahasiswa San Agustin saat ujian akhir semester Prodi Pendidikan Matematika.

    Ini pembukaan tulisan dari kiriman Whatsapp Dosen Pengampu Mata Kuliah Struktur Aljabar, Nasri Tupulu (32 tahun) saat mengirimkan beberapa ‘jepretan’ pada Tim Media Center San Agustin pada Senin 08 Juli 2024.

    Dalam pesannya Nasri mengatakan bahwa mahasiswa Program Studi Matematika (MTK) semester 4 San Agustin menghadapi ujian akhir semester untuk mata kuliah Struktur Aljabar.

    Ujian akhir semester ini menjadi momen penting bagi para mahasiswa untuk mengaplikasikan pemahaman mereka dalam bidang struktur aljabar.

    Hasil ujian ini juga akan mempengaruhi capaian akademik mereka di semester ini.

    “Ujian yang bersifat close book ini diadakan pada Senin, 8 Juli 2024, mulai pukul 8 pagi hingga 10 pagi waktu setempat,” tulisnya (08/07/24).

    Mata kuliah Struktur Aljabar dipandang sebagai salah satu mata kuliah yang menantang di program pendidikan matematika semester genap tahun akademik 2023/2024.

    Dosen pengampu mata kuliah ini, Nasri Tupulu mengungkapkan harapannya terhadap hasil ujian agar mahasiswa bisa menjawab soal dengan jujur dan pastinya dengan baik.

    “Sebagai dosen yang mengawasi pelaksanaan ujian akhir semester prodi pendidikan matematika mata kuliah struktur aljabar, saya berharap mahasiswa dapat menjawab soal dengan baik, sesuai dengan materi yang telah dipelajari dan disampaikan selama perkuliahan,” ujar Nasri dalam wawancara dengan Media Center San Agustin via WA (Senin, 08/07/24).

    Mahasiswa semester empat dari Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, Ressa Glara Pangarindu (20 tahun) juga memberikan tanggapannya terkait ujian tersebut.

    “Tentang UAS struktur aljabar, soal yang diberikan sesuai dengan yang sudah kami pelajari, tapi untuk nilai saya rasa masih kurang yakin karena mata kuliah ini lumayan sulit,” ungkap Ressa (Selasa, 09/07/24).

    Bersamaan dengan itu, mahasiswa semester empat asal Kecamatan Noyan, Kabupaten Sanggau, Helbi Tutui (20 tahun), menambahkan pandangannya tentang kesulitan yang dihadapi dalam ujian Struktur Aljabar.

    Menurutnya UAS adalah evaluasi penting karena kelulusan seorang mahasiswa ditentukan dari sana.

    “Ujian akhir semester (UAS) merupakan evaluasi penting yang menentukan kelulusan seorang mahasiswa. Bagi saya, UAS untuk mata kuliah Struktur Aljabar sangat menantang karena materinya yang bersifat abstrak dan kompleks,” ujar Helbi, (Selasa, 09/07/24).

    Helbi juga menyoroti tantangan dalam memahami soal-soal yang memerlukan pemahaman logis yang mendalam serta kemampuan untuk menerapkan konsep-konsep teoritis yang kompleks.

    “Kesulitan ini diperparah oleh banyaknya topik yang harus dipelajari dan dikuasai, membuat persiapan untuk ujian ini terasa sangat menuntut,” tambah Helbi (09/07/24).

    By. Sam – Media Center San Agustin.
    Sumber: Nasri, Helbi dan Ressa – dari Prodi MTK San Agustin.

    TERBARU

    TERPOPULER