Saturday, May 2, 2026
More
    Home Blog Page 59

    Perjalanan Menawan Mahasiswi AKUB San Agustin yang Masih Berjuang Menuju Cita

    Mahasiswi AKUB San Agustin - (2024) Murti (22 tahun)

    MAJALAHDUTA.COM, Media Center San Agustin | Pontianak, Jumat 5 Juli 2024 – Di balik ‘menyala’-nya motto San Agustin bersama keheningan intelektual kampus Akademi Keuangan dan Perbankan Graha Khatulistiwa Pontianak (AKUB), cerita inspiratif seorang mahasiswi muda, Hardianti Murti (22), menghiasi pelengkapan almamaternya.

    Sebagai anak ketiga dari lima bersaudara, Murti berasal dari Landak Kecamatan Sompak, menemukan panggilan hatinya di AKUB setelah meniti perjalanan yang penuh keberanian, keteguhan dan harapan.

    “Awalnya, saya mencoba untuk mendaftar di Kampus lain, namun takdir membawaku ke AKUB. Berkuliah di sini memberikan pengalaman yang tak ternilai,” ujar Murti dalam wawancara Senin 01 Juli 2024 dengan senyum tulusnya, menggambarkan kegembiraannya dalam menapaki pendidikan tinggi.

    Selama perjalanan kuliahnya, Murti tidak hanya menikmati atmosfer hingga panorama yang menyenangkan di kampus, tetapi dia juga mengapresiasi kesempatan untuk mengaplikasikan ilmu langsung di Bank Mandiri cabang Sidas.

    Pendidikan yang menghidupkan

    Menurutnya Pengalaman ini memberinya wawasan yang mendalam tentang praktik dunia perbankan yang sesungguhnya.

    Dengan mata berbinar, dia menceritakan pengalamannya belajar di Bank Mandiri cabang Sidas, di mana ilmu yang diajarkan di kelas mampu hidup dan bernyawa.

    Banyak dimensi kata yang sebenarnya ingin diungkapkan Murti, misalnya dia tak hanya berfokus pada akademis, Murti aktif dalam kegiatan organisasi di kampus, baru-baru ini dilantik sebagai bendahara Senat Mahasiswa AKUB.

    “Saya bangga bisa berkontribusi dalam organisasi ini, belajar dari teman-teman sekaligus memperluas jaringan,” ungkapnya dengan senyum malu-malunya (01/07/24).

    Di tengah dinamika kehidupan kampus yang multi-kultural, Murti merasa diterima dengan baik meskipun memiliki latar belakang agama yang berbeda.

    “Di AKUB, saya merasa seperti keluarga, tempat di mana semua bisa tumbuh bersama tanpa terbatas oleh perbedaan,” paparnya (01/07/24).

    Sebagai mahasiswi muslim yang taat, Murti juga mengungkapkan harapannya untuk bisa menjadi kebanggaan bagi orang tua. Pesan tersirat yang disampaikannya tentang berkuliah di AKUB yakni belajar  tidak hanya tentang ilmu, tetapi juga tentang kehidupan.

    Pengalamannya yang kini masuk semester empat, baik dalam kelas maupun interaksi dengan dosen, dia merasa betul bahwa kampus ini bisa saling menghargai untuk tumbuh bersama di bawah naungan ilmu pengetahuan.

    Memang dalam hal ini, persaudaraan adalah sebuah misteri dengan ritme kemanusiaan yang unik.

    “Saya ingin membuktikan bahwa pendidikan ini bermanfaat bagi banyak orang, tidak hanya bagi diri saya sendiri,” tambahnya (01/07/24).

    Sebagai penutup, Murti menegaskan bahwa di AKUB, proses belajar tidak sekadar mengasah intelektualitas, tetapi juga membentuk karakter dan mempersiapkan diri untuk tantangan di masa depan.

    Sebenarnya banyak lagi kisah menawan dari Hardianti Murti, mahasiswi pemalu nan halus itu kini AKUB menjadi rumah keduanya dalam menyelami likuk suka duka pendidikan tinggi bersama lahirnya harapan.

    By. Samuel – Media Center San Agustin.
    Wawancara: Murti, Senin 1 Juli 2024 – Lokasi Studio Media Center San Agustin.

    Suara Mahasiswa San Agustin Landak Berkumandang di Hari Lingkungan Hidup

    Suara Mahasiswa San Agustin serukan Peduli Lingkungan. Landak (2024).

    MAJALAHDUTA.COM, Media Center San Agustin | Landak, Jumat 5 Juli 2024 — Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2024, sejumlah sepuluh mahasiswa dari berbagai program studi telah ditugaskan untuk mengikuti upacara peringatan yang diadakan di Halaman Kantor Bupati Landak.

    Surat tugas yang diterbitkan oleh Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo untuk menghadiri Departemen Lingkungan Hidup (DLH) Landak, mengundang mahasiswa dari Universitas setempat untuk hadir pada acara yang dimulai pukul 07.00 WIB hari Jumat 05 Juli 2024.

    Para mahasiswa yang ditunjuk untuk tugas ini antara lain, Jhon Rapolda (PMAT21), Piati (PJKR 23), Ropinus (PJKR 23), Fernando Diansi (PJKR 23), Fransicko Yoga (PJKR 23), Yuliana Yani (PJKR 21 C), Priti Shinta (PJKR 21 C), Satria (PMAT 23), Lungcai (PMAT 23) dan Bela Santiago (PJKR 21A).

    Para mahasiswa tersebut akan menghadiri acara peringatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian lingkungan hidup. Acara ini Pemerintah Kabupaten Landak harapkan dapat memberikan inspirasi bagi generasi muda dalam memelihara kelestarian alam.

    Surat tugas ini menetapkan bahwa tugas mahasiswa berakhir ketika acara peringatan selesai dilaksanakan pada hari tersebut. Para mahasiswa telah diinstruksikan untuk mengikuti prosedur keamanan dan protokol kesehatan yang berlaku selama acara.

    Pemerintah Kabupaten Landak tentunya memiliki harapan besar dengan kehadiran mahasiswa dapat memberikan kontribusi positif bagi kesuksesan acara Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2024.

    Jhon Rapolda (21 tahun) dari Prodi Pendidikan Matematika , Semester 6 ( enam) mengatakan bahwa  dalam memperingati hari lingkungan hidup sedunia ini menurutnya suatu kegiatan yang sangat bagus dan dijadikan kegiatan rutinitas tahunan juga memberikan bentuk kepedulian kepada mahasiswa San Agustin.

    “Bahwa di dalam era sekarang ini sangat dibutuhkan orang-orang yang akan peduli terhadap lingkungan sekitar khususnya di kabupaten landak dan kegiatan ini bisa dilakukan di area kampus San Agustin,” kata Jhon, (05/07/24).

    Adapun peran Mahasiswa San Agustin dalam mempersiapkan Tim untuk ikuti acara peringatan tersebut di tengah tantangan lingkungan hidup di Kabupaten Landak maupun perkembangan global sekarang menurut Jhon peran yang dilakukan mahasiswa San Agustin untuk menyiapkan tim untuk kegiatan tersebut dengan cara membentuk tim yang pedulian dan peka terhadap lingkungan sekitar.

    Dia menambahkan bahwa kelengkapan itu sudah disiapkan oleh pihak Pemda sehingga mahasiswa bisa selalu berperan aktif dalam setiap kegiatan yang dilakukan.

    Keterlibatan Mahasiswa San Agustin tentunya diharapkan mempengaruhi kesadaran masyarakat sekitar terhadap perlunya menjaga lingkungan hidup.

    “Sampai sekarang ini mahasiswa San Agustin sangat peduli dan aktif semua kegiatan yang dilakukan oleh Pemda setempat dan mahasiswa San Agustin sangat berpengaruh terhadap masyarakat sekitar agar memberikan hal yg positif dan terutama dalam menjaga lingkungan sekitar,” kata Jhon, (05/07/24).

    Menurut Jhon setelah pelaksanaan yang telah dilakukan, pastinya akan menjadi gambaran dan pengalaman yang baik untuk mahasiswa.

    Dia juga menggarisbawahi hal itu juga bisa dijadikan contoh sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan hidup di sekitarnya

    Dengan demikian, tambah Jhon , dalam pelaksanaan yang telah dilakukan selalu menjadi gambaran dan komitmen mahasiswa untuk selalu peka terhadap lingkungan.

    “Tetap menjaga lingkungan sekitar tidak hanya di kalangan pemerintah atau kampus tapi juga di kalangan masyarakat luas agar tetap peduli dan menjaga lingkungan hidup yang bersih dan nyaman,” tambahnya, (07/05/24).

    Menutup wawancara dengan Media Center San Agustin, Jhon selaku peserta berharap, dengan terlaksananya kegiatan tersebut, mereka bisa memberikan hal positif bagi perserta hingga bisa diterapkan pada lingkungan sekitar maupun kalangan masyarakat.

    Sejalan dengan itu, Priti Shinta (22 tahun), dari Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Semester 6 juga salah satu diantara 10 anak yang ditunjuk untuk terlibat memiliki motivasi yang sama terutama menunjukan rasa bangga dan peduli terhadap Bangsa dengan berpartisipasi dalam upacara memperingati hari lingkungan hidup sedunia.

    Menurutnya kehadiran tersebut menyadari perlunya menambah wawasan tentang iklim dan seiring berjalannya waktu iklim semakin berubah.

    Suasana hari lingkungan hidup 05 Juli 2024 Landak (2024)

    UKM Mapala Udas Borneo

    “Mahasiswa San Agustin mempersiapkan tim dengan sangat matang dan sebelumnya sudah di koordinasikan nama-nama yang siap dan bersedia dengan kesadaran hati untuk mengikut acara memperingati hari lingkungan hidup sedunia tersebut,” kata Priti dalam wawancara pagi ini, (05/07/24).

    Lanjut Priti, sejauh ini mahasiswa San Agustin sering berkolaborasi bersama dinas lingkungan hidup di Kabupaten Landak melalui UKM MAPALA UDAS BORNEO yang merupakan salah satu UKM San Agustin.

    “Pada bulan lalu UKM MAPALA UDAS BORNEO berkolaborasi dalam membersihkan Taman pahlawan yang berlokasi di Kecamatan Mandor, kegiatan tersebut juga dalam rangka  memperingati hari lingkungan hidup,” tambah Priti, (05/07/24).

    Dia juga menambahkan dalam waktu dekat ini, mereka berharap bisa meningkatkan kesadaran dan keseriusan mahasiswa San Agustin di lingkup kampus tentang pentingnya pelestarian lingkungan hidup dan  menjaga kualitas lingkungan.

    Serupa itu, Priti bersama dengan mahasiswa lain melakukan trobosan untuk mendorong perubahan perilaku mahasiswa San Agustin agar lebih peduli terhadap lingkungan. Hal yang paling utama baginya meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pelestarian lingkungan hidup.

    “Semoga mahasiswa San Agustin lebih peduli dengan lingkungan di sekitar dan berpartisipasi langsung bersama dengan pemangku kepentingan terutama dinas lingkungan hidup,” ujarnya, (05/07/24).

    Priti juga mengungkapkan bahwa pertemuan dalam rangka perayaan hari Lingkungan hidup diikuti dengan kegiatan-kegiatan lainnya seperti kampanye lingkungan, penyebaran informasi tentang pentingnya pelestarian lingkungan, serta program-program yang lebih spesifik untuk meningkatkan kesadaran dan perubahan perilaku masyarakat terhadap lingkungan hidup

    Di penghujung wawancara, Priti menitikberatkan agar ada peningkatan kesadaran, komitmen, dan kinerja dalam pengelolaan lingkungan dan kesehatan masyarakat.

    “Harapan saya semoga mahasiswa San Agustin lebih peka terhadap lingkungan di sekitarnya, terutama di kampus san Agustin,” pungkasnya, (05/07/24).

    By. Samuel- Media Center San Agustin
    Sumber: Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo

    Mahasiswi Prodi D3 Kebidanan San Agustin Praktik di Praktik Mandiri, Puskesmas, dan Rumah Sakit Terkemuka

    Mahasiswi Prodi D3 Kebidanan berkesempatan praktik di berbagai Praktik Mandiri Bidan, Puskesmas, dan Rumah Sakit terbaik di Kalimantan Barat maupun di Pulau Jawa. (2024)

    MAJALAHDUTA.COM, Media Center San Agustin, Pontianak, 5 Juli 2024 – Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo terus berkomitmen untuk memberikan pendidikan berkualitas dan peluang praktik yang luas bagi para mahasiswa mereka, sehingga mereka dapat bersaing dan berkontribusi dalam dunia kebidanan secara maksimal.

    Mahasiswi Program Studi Diploma III (D3) Kebidanan Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo, memiliki kesempatan emas untuk melaksanakan praktik di berbagai tempat praktik prestisius di Kalimantan Barat dan Pulau Jawa.

    Hal ini merupakan bukti kepercayaan yang diberikan kepada kemampuan kompetensi mahasiswa dalam asuhan kebidanan.

    Dalam setiap semester, mahasiswa dari program ini tidak hanya memperoleh pengetahuan dari teori yang diajarkan di kelas, tetapi juga langsung mengaplikasikannya dalam praktik di lapangan.

    Praktik dilakukan di berbagai Praktik Mandiri Bidan, Puskesmas, dan Rumah Sakit terkemuka, yang memberikan pengalaman berharga bagi para mahasiswa untuk menjadi bidan yang profesional di masa depan.

    Ketua Program Studi DIII Kebidanan, Intanwati, M.Tr.Keb, menegaskan pentingnya praktik lapangan ini dalam mempersiapkan mahasiswa menjadi tenaga kesehatan yang siap berkontribusi secara nyata.

    “Mahasiswa tidak hanya melihat namun juga langsung praktik melakukan asuhan kebidanan dan keperawatan pada pasien. Hal ini menambahkan kecekatan mahasiswa dalam menangani setiap kasus kebidanan,” ungkap Intan pada hari ini, (05/07/24).

    Menurut Intan, setelah menyelesaikan praktik di lapangan, mahasiswa mendapatkan pemahaman yang lebih dalam mengenai praktik kebidanan dan keperawatan yang mereka pelajari di laboratorium.

    Praktik ini menjadi bagian penting dalam kurikulum mereka untuk memastikan bahwa setiap mahasiswa tidak hanya memiliki pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan praktis yang diperlukan untuk sukses di dunia profesional kebidanan.

    By. Samuel – Media Center San Agustin 
    Sumber: Ketua Program Studi DIII Kebidanan, Intanwati, M.Tr.Keb 

    Mahasiswa San Agustin dan Prof Mega Diskusi Potensial Radank Saham Bangkitkan Ekonomi Masyarakat

    Prof Mega bersama beberapa dosen, wakil rektor umum dan belasan mahasiswa foto bersama di depan Rumah Radank Saham (2024).

    MAJALAHDUTA.COM, Media Center San Agustin, Jumat 05 Juni 2024-  Usai Kuliah Pakar di Gedung C1, Kampus Utama San Agustin, oleh  Prof. Dr. Mega Teguh Budiarto, M.Pd pada Rabu, 3 Juli 2024, bersama lebih dari 10 mahasiswa-mahasiswi Pendidikan Matematika melakukan kunjungan ke rumah Radank Saham.

    Sebagai bentuk rasa terima kasih panitia dalam seminar Kuliah Pakar hari itu, Prof Mega dijamu dengan panorama eksotis kebudayaan rumah Radank Saham.

    Kunjungan hari itu memberikan kesempatan bagi mahasiswa San Agustin untuk melihat lebih dekat rumah Adat Radank Saham juga merupakan bagian penting dari warisan budaya suku Dayak Kanayant Kalimantan Barat.

    “Kami juga memanfaatkan kesempatan ini untuk bertanya kepada Prof. Mega mengenai kesan dan pesan beliau tentang rumah Radank Saham,” kata Helbi Tutui dalam mengirimkan laporannya kepada Media Center, (04/07/24).

    Usai memberikan kuliah Parak di Landak, Prof. Mega bersama belasan mahasiswa dan beberapa dosen San Agustin melangkah menuju rumah Radank Saham.

    Disanalah dia menyaksikan kekayaan budaya dengan corak keaslian yang masih terjaga.

    Prof Mega mengakui bahwa hal itu sangat luar biasa, dia dengan terang mengatakan senang karena dirinya tahu rumah Betang, dan Rumah Radank panjang yang ada di kota besar (Pontianak) sudah manipulatif. Dia jelas bersyukur bisa menyaksikan langsung bentuk dari Rumah Radank Saham di Kalimantan Barat.

    “ini adalah bentuk yang asli menurut saya tapi saya juga ada kekecewaan kenapa warisan budaya seperti ini tidak dikelola dengan baik kalau kita melihat diluar negeri ataupun dimana pun itu ini adalah sumber-sumber keuangan misalnya upaya konsumsi, parkir, dan toilet itu sudah sangat membantu perekonomian,” kata Prof Mega, (04/07/24).

    Prof Mega juga menyarankan agar kekayaan budaya tersebut dapat dibicarakan dengan Sekda untuk pengelolaan dan penataan yang lebih terarah.

    “Saran saya, saat berbicara dengan Pak Sekda, tanyakan apakah ada semacam BUMDes. Ternyata, BUMDes sudah ada, tetapi kurang unit yang dapat membantu dalam pelaksanaannya,” tambahnya, (04/07/24).

    Helbi Tutui bersama rekan-rekannya juga menanyakan kepada Prof Mega tentang keinginan adanya organisasi yang melestarikan hal serupa ini agar menjadi nilai ekonomis bagi masyarakat sekitar.

    Sebagai guru besar, Prof Mega dengan tegas setuju untuk itu. Baginya banyak sekali manfaat yang akan diperoleh secara budaya dan ekonomi.

    “Iya betul pertama mempunyai nilai ekonomis yang dampaknya kalau ada nilai ekonomis berarti ini terawat dengan baik maka cagar budaya ini akan tetap lestari,” kata Prof Mega (04/07/24).

    Prof Mega juga memberikan contoh beberapa dampak ekonomi yang tentu lebih banyak memberikan manfaat untuk sekitar misal selain parkir, warung-warung diluar ataupun yang di dalam itu sangat membantu masyarakat dan penghuni rumah Radank Saham itu sendiri.

    “Cuma punya kelemahan kalau misal tamunya kurang sopan atau tamu yang kurang bersih dan misalnya jorok pasti menjadi faktor tertentu yang harus diwaspadai sehingga kita tidak lemah,” tambah Prof. Mega. (04/07/24).

    By. Samuel- Media Center San Agustin
    Sumber: Helbi Tutui (20) Prodi Pendidikan Matematika Semester 4.

    San Agustin ‘Menyala’ di Kalimantan, Ini Strategi Bisnis Kreatif untuk Pendidikan

    San Agustin untuk memulai program "Go To School" Kampus San Agustin (2024) - Landak

    MAJALAHDUTA.COM, Media Center San Agustin, Kamis 04/07/24- Awal bulan Juni lalu, San Agustin sukses menggelar aksi Goes To School SMA-SMK Maniamas Ngabang dan SMK 01 Ngabang.

    Kegiatan tersebut dimulai dari Kamis-Jumat 6-7 Juni 2024.

    Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo mengadakan kegiatan San Agustin Goes to School di SMA-SMK Maniamas Ngabang dan SMK 01 Ngabang.

    Kegiatan ini merupakan event yang diinisiasi untuk mempromosikan nilai-nilai dan semangat yang dimiliki oleh Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo.

    Lewat event ini siswa SMA dan SMK dapat menemukan banyak kesempatan emas untuk mempercayakan pendidikan mereka ke San Agustin.

    Wawancara Media Center pada Direktur Bisnis Kreatif Amanda Sandy Ardilla (27 tahun). Dia mengungkapkan bahwa PR utama dari Bisnis Kreatif yaitu Branding Kampus Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo dengan khas baru yakni ‘San Agustin’.

    Ide awal itu baginya bukanlah sebuah hal yang semata-mata berjalan lalu. Namun Amanda Sandy alias San-san mengungkapkan tugas pokok dari Bisnis Kreatif mulai dari branding San Agustin hingga masuk dalam lorong dan titian jalan yang tak mudah.

    Menurut San-san visi utama dalam mengembangkan program San Agustin Go To School terletak pada kekuatan dan kreatifitas untuk Branding Kampus San Agustin.

    “Kreatifitas dari tim Bisnis Kreatif untuk mem-branding kampus tak sekedar jalan saja, tetapi bagaimana kita berjalan bersama Media Center untuk mempromosikan Universitas dengan cara yang tak biasa, oleh karenanya kadang saat kami kunjungan ke sekolah-sekolah, selalu kami sertakan sebuah kegiatan yang mungkin bisa membangun persaudaraan secara emosional, “ kata San-san dalam wawancara (01/07/24).

    Dia juga menambahkan tampak jelas dari antusiasme anak-anak saat dikunjungi oleh mereka dalam kunjungan baru-baru ini. Menurutnya itulah catatan utama dan pertama untuk mengukur keberhasilan dari program San Agustin Go To School.

    Direktur Bisnis Kreatif Amanda Sandy Ardilla (2024)

    Merangkai kegiatan

    Ada banyak cara mereka untuk meramu kegiatan San Agustin Go To School, salah satu diantaranya selalu berkolaborasi dengan pihak-pihak yang terlibat dalam satu tim.

    San-san mengakui bahwa Tim Bisnis Kreatif tidak bisa bekerja sendiri, maka dari itu mereka membutuhkan kerjasama antar tim diantaranya ada Bisnis Kreatif dan Tim Media Center San Agustin.

    “Kami meramu kegiatan demi kegiatan ini tentu didasarkan dengan kerjasama dengan tim, diantaranya Bisnis Kreatif dan Media Center San Agustin terutama dalam mengolah kegiatan dan jamuan apa yang paling penting untuk diberikan kepada tempat yang kami kunjungi,” gambaran ulasan San-san,(01/07/24).

    Sebagai Direktur Bisnis Kreatif dia juga dengan terang mengatakan bahwa strategi komunikasi dan promosi yang diterapkan untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam program “Go To School adalah melibatkan anak-anak sebanyak mungkin dalam kegiatan yang mereka olah.

    Dengan warna dan semangat San Agustin, Bisnis Kreatif beserta semua tim memiliki patokan khas yakni  bekerja-sama dan strategi kolaboratif.

    Sebab menurutnya, sebuah departemen tak akan mampu berdiri sendiri jika tanpa ada bantuan dari  tangan-tangan departemen maupun kelompok lain.

    Selanjutnya sesuatu yang paling utama untuk memperkuat strategi komunikasi yakni dengan membentuk sebuah peristiwa memori yang mungkin bisa membekas dalam relung hati setiap siswa.

    Menutup wawancara hari itu, San-san berharap semoga San Agustin tetap ‘Menyala’  dan bersinar terutama untuk membantu banyak orang yang membutuhkan pendidikan.

    Tak peduli dibelahan pinggiran titian Kalimantan, Tim Bisnis Kreatif bersama Media Center berupaya untuk mengobarkan semangat San Agustin. Semoga!!!

    By. Sam – Media Center San Agustin
    Sumber:  Direktur Bisnis Kreatif Amanda Sandy Ardilla

    BATIK 2024: Langkah Kecil Untuk Perubahan di Dusun Satak

    Dokumentasi bersama Panitia dan Relawan BATIK 2024 di Dusun Satak, Kabupaten Mempawah

    MajalahDUTA.com – Persekutuan Mahasiswa Katolik (Pastolik) Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura (FK Untan) kembali menggelar kegiatan Bakti Sosial yang berlokasi di Dusun Satak, Desa Bumbun, Kecamatan Sadaniang, Kabupaten Mempawah pada Minggu, 16 Juni 2024. Bakti Sosial Pastolik (BATIK) merupakan salah satu program rutin yang dijalankan setiap tahunnya oleh divisi Pelayanan Masyarakat (Pelmas) dengan tujuan utama untuk membantu sesama dan membangun rasa kepedulian tinggi.

    Kegiatan BATIK tahun ini mengusung tema “Satu Langkah Kecil Untuk Suatu Perubahan.” Yang berlandaskan pada ayat Efesus 5:29, “Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat.” Kegiatan BATIK ini diharapkan dapat menjadi sarana pencerdasan bagi masyarakat setempat bahwa menjaga kesehatan diri merupakan bagian dari iman akan Yesus Kristus.

    Pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis oleh relawan BATIK 2024 di Dusun Satak, Kabupaten Mempawah

    Fokus utama kegiatan BATIK 2024 adalah pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis. Selain itu, terdapat penyuluhan kesehatan mengenai penyakit tidak menular dan Bina Iman Anak. Ima Kristo Miatus Pasaman, Ketua Panitia BATIK 2024, menjelaskan bahwa Dusun Satak dipilih sebagai lokasi kegiatan karena lokasi dusun yang cukup terpencil dan padatnya penduduk tidak sebanding dengan akses pelayanan kesehatan yang ada. Ketua Umat Stasi Satak, Muliadi, menyampaikan bahwa masyarakat sangat senang karena dapat mengetahui kondisi kesehatan mereka dan diberikan pengobatan oleh para relawan yang terlibat.

    Bina Iman di kegiatan BATIK 2024 bersama anak-anak setempat.
    Pemeriksaan kesehatan dan keluhan pasien dalam kegiatan BATIK

    Segenap panitia BATIK 2024 mengucapkan terima kasih kepada seluruh relawan, donatur, masyarakat Dusun Satak, dan seluruh pihak yang berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan ini.

    Kiriman: Lisnanda – Fakultas Kedokteran Univ. Tanjungpura // Anggota PASTOLIK (Persekutuan Mahasiswa Katolik) FK UNTAN // Disunting oleh: JR – MajalahDUTA *

    Mahasiswi San Agustin, Larasati Raih Juara 2 Pemilihan Putra-Putri Dayak Se-Kalimantan

    Larasati Meraih Juara 2 dalam Pemilihan Putra-Putri Dayak Se-Kalimantan (2024)

    MAJALAHDUTA.COM, Media Center San Agustin|Landak, Kamis 04/07/24 – Larasati (22 tahun), seorang mahasiswi semeseter 6 Prodi Pendidikan Matematika dari Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo, meraih prestasi Juara 2 dalam Pemilihan bergengsi Putra-Putri Dayak Se-Kalimantan yang digelar di Aula Kantor Bupati Landak hari Sabtu, 14 Juni 2024.

    Acara ini tidak hanya menjadi ajang untuk meraih prestasi, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkenalkan masyarakat serta budaya dan adat-istiadat Suku Dayak kepada masyarakat luas.

    Larasati, yang aktif dalam berbagai kompetisi sebelumnya seperti Audisi Model Wisata Indonesia 24:11-23 Di Weng Cafe _Ngabang  meraih juara 1, dalam rangka HUT RI-78 pada 26 Agustus 2023 di lapangan Bardan Ngabang  juga memperoleh Juara Best Performance, dalam rangka ulang tahun Pemerintah Kabupaten Landak Ke-24 pada 12 Oktober 2023 dia meraih juara 3.

    Kemudian dia juga mengatakan pernah mengikuti dalam rangka Yuletide Season 5 pada  6 Januari 2024 Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo Ngabang mendapat Juara 1 dan Larasati pernah mengikuti kompetisi foto online dan meraih juara 2  Favorit dilanjutkan ia pernah menjadi model make up privat.

    Semua ia peroleh murni dari keinginannya untuk mengembangkan bakat dan talentanya. Baru-baru ini dia menunjukkan kepiawaiannya dalam catwalk dan busana etnik Suku Dayak Kanayatn, Kalimantan Barat dengan bangga mendapat juara 2 dalam kegiatan tersebut.

    Dia menyampaikan acara yang dimulai pukul 07.00 WIB hari itu berhasil terselenggara dengan lancar di Aula Kantor Bupati Landak.

    “Sangat bersyukur dapat meraih Juara 2. Saya berharap untuk lebih mempersiapkan busana, makeup, dan teknik catwalk ke depannya,” ungkap Larasati saat ditanya mengenai perasaannya setelah meraih prestasi tersebut, (04/07/24).

    Audisi Model Wisata Indonesia 24:11-23 Di Weng Cafe _Ngabang ( Juara 1 )

    Larasati juga mengungkapkan bahwa kemenangannya didukung oleh kepercayaan diri yang tinggi dan keterampilan catwalk yang telah lama diasahnya.

    Selain itu, dukungan dari dirinya sendiri dan tim media center turut memberikan motivasi besar baginya.

    “Saya selalu tertarik untuk mengikuti kompetisi semacam ini sejak kecil. Ini merupakan bagian dari cita-cita dan passion saya,” jawaban Larasati saat ditanya via WA mengapa ia tertarik untuk berpartisipasi dalam kompetisi tersebut, (04/07/24).

    Larasati juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukungnya, terutama keluarga, teman-teman, dan tim media center yang memberikan dukungan dalam berbagai bentuk seperti dukungan moral dan finansial.

    Dengan prestasi yang telah ia raih ini, Larasati berharap untuk terus belajar dan berkembang untuk mencapai potensinya yang terbaik di masa depan.

    “Semoga kedepannya saya bisa menjadi yang terbaik dari yang terbaik,” tutupnya dengan semangat (04/07/24).

    Sebagai pesan untuk adik-adik kelasnya, Larasati alias Laras mengingatkan untuk selalu menghargai perjuangan dan terus berusaha sebaik mungkin, serta untuk tetap berpegang pada doa dan rasa syukur dalam setiap situasi.

    By. Samuel – Media Center San Agustin
    Sumber: Larasati Prodi Pendidikan Matematika San Agustin

    Rumah Betang Saham, Mengandung Unsur Matematis: Sukses Seminar Etnomatematika di San Agustin

    Kaprodi Matematika San Agustin, Bernadeta. Bersama Dekan Faluktas Ilmu Kependidikan dan Keguruan Universitas Santo Agustinus Hippo (Dekan FKIP), Pradipta, Wakil Rektor Umum, Kunto dan Prof. Mega. (Dokumentasi: 2024)

    MAJALAHDUTA.COM, Media Center San Agustin, Kamis 4 Juli 2024 – Kemarin, Rabu, 3 Juli 2024, Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo sukses menyelenggarakan seminar bertajuk “Etnomatematika dan Etnomodeling: Menggali Akar Budaya untuk Pembelajaran Matematika”.

    Acara yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 10.00 di Gedung C1 Kampus Utama ini dihadiri oleh lebih dari 40 mahasiswa dari berbagai program studi, termasuk Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (PJKR), Pendidikan Bahasa Inggris, serta Pendidikan Matematika.

    Seminar yang dipimpin langsung oleh Prof. Dr. Mega Teguh Budiarto, M.Pd menghadirkan wawasan baru tentang bagaimana budaya Dayak dapat menginspirasi pembelajaran matematika melalui konsep etnomatematika dan etnomodeling.

    Mahasiswa yang hadir tidak hanya mendapatkan pengetahuan mendalam, tetapi juga sertifikat sebagai pengakuan atas partisipasi mereka dalam acara tersebut.

    Kaprodi Matematika San Agustin, Bernadeta Ritawati, M.Pd, dalam tanggapannya menjelaskan bahwa kuliah umum tentang etnomatematika dan etnomodeling sangat penting untuk mahasiswa calon guru.

    Menurut Bernadeta San Agustin memiliki kurikulum MBKM atau kurikulum 2022 prodi Pendidikan matematika sudah  mencantumkan mata kuliah Etnomatematika.

    “Belajar etnomatematika memungkinkan mahasiswa untuk menggali matematika melalui berbagai budaya, sehingga meningkatkan kreativitas dalam menyelesaikan masalah matematika,” ujarnya, (04/07/24).

    Dia juga menambahkan bahwa ethnomathematics sebagai jalan untuk penelitian pendidikan matematika memiliki peran dalam mempelajari ide-ide matematika dari akar budaya yang diberikan oleh suatu etnik, kelompok sosial atau professional.

    Suasana Foto Bersama Usai Kuliah Pakar, San Agustin (2024)

    Kreatif dalam menyelesaikan masalah

    Dalam kehidupan sehari-hari manusia tak lepas dari masalah sederhana namun sebetulnya sangat kompleks. Konteks inilah menurut Bernadeta dengan belajar etnomatematika mahasiswa menjadi lebih kreatif dalam menyelesaikan masalah dalam matematika.

    Dia menggarisbawahi, etnomatematika merupakan matematika dalam suatu budaya.

    “Budaya yang dimaksud adalah kebiasaan-kebiasaan perilaku manusia dalam lingkungannya, seperti perilaku kelompok masyarakat perkotaan atau pedesaan, kelompok kerja, kelas profesi, siswa dalam kelompok umur, masyarakat pribumi, dan kelompok-kelompok tertentu lainnya,” katanya, (04/07/24).

    Bernadeta juga mengamati antusiasme mahasiswa terlihat dari berbagai pertanyaan yang mereka ajukan kepada Prof. Mega, yang bahkan beberapa di antaranya berhasil dijawab dengan tepat sehingga mereka berhak mendapatkan buku karangan Prof. Mega sebagai penghargaan.

    Tidak hanya dari prodi Matematika, mahasiswa dan dosen dari Pendidikan Bahasa Inggris juga turut aktif dalam sesi tanya jawab tentang etnomatematika dan etnomodeling.

    “Menurut saya apa yang disampaikan oleh Prof. Mega sangat sesuai dengan kontek budaya khususnya kab. Landak. Sebagai contoh rumah Betang Saham, misalnya didalam Rumah Betang Saham kita harus mengetahui filosofinya dimana dalam Rumah Betang Saham sudah termuat unsur matematisnya,” kata Bernadeta dalam wawancara Via WA, (04/07/24).

    Harapan besar Kaprodi Matematika San Agustin ke depannya, seminar ini dapat memotivasi mahasiswa prodi Pendidikan Matematika untuk lebih giat belajar matematika melalui budaya serta lebih kreatif dalam memanfaatkan budaya sebagai media pembelajaran.

    “Semoga kolaborasi ini terus berlanjut dan dapat menghasilkan penelitian yang bermanfaat dalam bidang etnomatematika,” tambah Bernadeta, (04/07/24).

    Seminar ini menunjukkan komitmen Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo dalam menghadirkan wawasan baru yang relevan dengan konteks budaya lokal, khususnya di Kabupaten Landak.

    Banyak mahasiswa diantaranya mengharapkan, kegiatan serupa dapat terus dilakukan untuk mengembangkan pemahaman dan aplikasi matematika yang lebih luas dan beragam di kalangan mahasiswa.

    By. Samuel – Media Center San Agustin
    Sumber: Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo

    Tak Ada Berita yang Baik atau Buruk!

    Cuplikan Film fiksi Kung Fu Panda 1. (2024)

    MAJALAHDUTA.COM, Media Center San Agustin, Kamis 04/07/2024- “Kau terlalu memikirkan yang lalu dan yang akan terjadi” Pepatah mengatakan: kemarin adalah sejarah, esok adalah misteri, tapi hari ini adalah anugerah, maka itu disebut hadiah.

    Kalimat itu diucapkan oleh Master Oogway, seorang yang bijaksana dalam kisah film fiksi Kung Fu Panda yang gemuk namun memiliki obsesi besar terhadap kung fu, dimana ia pada suatu hari terpilih secara tidak sengaja menjadi seorang “Dragon Warrior” yang bertugas menjaga kampung dari amukan salah satu murid dari Master Sifu yang gagal menjadi Dragon Warrior yaitu Tai Long.

    Film animasi ini sebenarnya cukup enak dinikmati dan menghibur, namun ia tetap memiliki nilai-nilai dan pelajaran di dalamnya.

    Sebagai mahasiswa, penting kiranya kita menyoroti keutamaan fokus pada apa yang ada di depan kita, tanpa terbebani oleh masa lalu atau terlalu cemas terhadap masa depan.

    Ini adalah pengingat bahwa kehidupan sejati terjadi di saat ini, dan kita harus menghargai setiap momen yang diberikan kepada kita.

    “Yang terbaik adalah apa yang anda miliki saat ini”.

    Ya, itulah makna umumnya. Misalnya orang terdekat kita, istri, suami, pekerjaan, bahkan dimana kita berada.

    Karena yang terbaik dan anugrah saat ini yaitu apa yang dimiliki saat ini, ‘bukan yang telah lalu atau yang akan datang’.

    Seperti yang dikatakan ayah angkat Poo (Panda yang menjadi karakter Utama dalam film animasi ini) yaitu Mr Ping “We all have our place in this word” kita punya tempat sendiri-sendiri di dunia ini.

    “Kita punya peran masing-masing di dunia ini, jadi tidak ada yang sia-sia dalam dunia ini,”kata Mr Ping pada Poo yang khawatir akan dirinya sendiri.

    Ketakutan dan kecemasan merupakan representasi dari isi hati dan pikiran. Mudah saja seseorang kalang-kabut karena tekanan ataupun pengabaian.

    Gundah gulana menyerang bagaikan ‘kabut asap’ atau ‘air keruh’. Semakin kita ikut campur untuk membereskan ‘kabut asap’ atau ‘air keruh’ semakin pula ia menyebar.

    Padahal, tidak semua hal butuh campur tangan kita untuk menyelesaikannya.

    Biarkan ritme-nya sendiri yang menyelesaikan diri mereka sendiri.

    “Your Mind is like this water, my friend when it’s agitated, it becomes difficult to see, but if you allow it to settle, the answer becomes clear,” Master Oogway.

    Kata Master Oogway jelas bahwa “Pikiranmu seperti permukaan air ini, teman. Ketika diaduk menjadi keruh, tetapi jika dibiarkan tenang maka jawabannya akan jelas.”

    Hal itu disampaikannya saat Master Sifu sedang ‘ruwet’ memikirkan pemilihan Dragon Warrior oleh Master Oogway.

    Seorang mahasiswa atau mungkin kita sendiri pernah mudah percaya tentang “kebutaan’ hati saat menemui informasi yang belum tentu memiliki faktor integral dalam diri kita.

    Sekali lagi Master Oogway mengatakan “Itu hanya berita, Tidak ada berita buruk atau baik, hanya ada berita saja.”

    Tepat sekali, yang membuatnya buruk atau baik, hanya dalam pikiran kita, semua tergantung bagaimana kita memandangnya.

    “There is just news, there is no good or bad”

    Tak ada rahasia untuk spesial

    Sini mendekatlah baca dengan serius ya, mau tau hal hal yang rahasia dan membuat anda spesial?

    “Mendekatlah, resep rahasianya adalah ‘tak ada’ – tidak ada rahasia yang spesial, tak perlu untuk menjadikannya spesial, kau hanya butuh keyakinan bahwa itu spesial.

    Itu yang disampaikan ayah angkat Poo saat dirinya ingin mengetahui resep sesungguhnya dari masakan enak.

    To make something Special You just have to believe it’s Special. Mr Ping.

    Disiplin

    Jika anda dihadapkan dengan dua pertanyaan ini, pertama apakah anda mau disiplin sendiri?

    Kedua, apakah anda memilih untuk di disiplinkan orang lain?

    Saya yakin 100%, pasti kebanyakan diantara kita memilih pertanyaan yang pertama. Namun celakanya kesulitan dalam mendisiplinkan diri penuh dengan perjuangan.

    Disiplin memerlukan pengorbanan, melawan diri, penuh tangisan bahkan tak jarang terjatuh dalam relung perasaan gundah.

    Akibatnya, sedari awal memutuskan untuk memilih pertanyaan pertama pelan-pelan tergeser jadi pilihan kedua. Akhirnya seseorang akan diperintah (orang atau sistem) yang membuatnya mungkin saja bisa diikuti namun hati berwarna ‘keterpaksaan”

    Dalam tulisan Prof Rhenald Kasali, dia ada menuliskan tentang Self Driver dengan meminjam cerita tentang semangat seorang Samurai.

    Tak ada yang mampu mengalahkan manusia-manusia yang disiplin. “Bahkan senjata yang lebih moderen dan pasukan yang lebih banyak sekalipun tak akan bisa mengalahkan Samurai.”

    Kalimat itu diucapkan Nathan, komandan pelatih yang didatangkan investor pembangunan jalan rel kereta api di Jepang dalam era restorasi Meiji.

    Nathan yang diperankan oleh Tom Cruise dalam film “The Last Samurai” berupaya keras meyakinkan atasannya (Kolonel Bagley) dan pengusaha infrasturktur  pembangunan rel kereta api (Omura)  bahwa pasukan yang dilatihnya tak akan mudah menaklukkan pemberontak (Samurai)  yang dipimpin oleh Katsumoto.

    Atasannya berpikir, disiplin bisa dikalahkan oleh tentara – tentara muda yang khusus direkrut untuk menghadapi Samurai.

    “Mereka hanya bersenjatakan pedang dan anak panah, sedangkan pasukan ini bersenjata api,” ujar  Kolonel yang diperintahkan investor untuk berperang.

    “Ya, tetapi mereka sudah melakukannya selama beratus-ratus tahun dengan disiplin tinggi,” lanjut Nathan.

    Komandan tak menggubrisnya. Kendati pasukan belum siap, mereka tetap dikirim ke medan pertempuran.

    Akibatnya jelas, pasukan bersenjata api itu kocar-kacir, satu per satu mereka tewas di tangan Samurai.

    Tak terkecuali Nathan, ia pun menjadi tahanan Samurai. Ketika menjadi tahanan, Nathan diperlakukan secara manusiawi dan menyaksikan sendiri apa yang menjadi kekuatan mereka.

    “Saya tidak pernah menyaksikan disipilin yang lebih kuat dari apa yang dimiliki oleh para Samurai,” katanya. Para Samurai bangun di pagi hari secara otomatis tanpa dibangunkan. Mereka masing-masing sudah otomatis mengetahui apa yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya.

    Berlatih setiap pagi dengan penuh ketekunan dan bekerja dengan nilai-nilai yang menjunjung tinggi kehormatan dan kejujuran.

    Sekarang, bagaimana pilihan anda tentang ini? Semua punya perspektif masing-masing. Ingat, tak ada berita yang baik atau buruk, yang ada hanya….? Silahkan jawab sendiri.

    By. Samuel – Media Center San Agustin

    Seminar Etnomatematika dan Etnomodeling di Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo Berlangsung Sukses

    Suasana Usai Sesi Kuliah Umum, di Kampus I San Agustin - Landak (2024)

    MAJALAHDUTA.COM, Media Center San Agustin,- Hari ini, Rabu, 3 Juli 2024, Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo menyelenggarakan seminar bertema “Etnomatematika dan Etnomodeling” yang dihadiri oleh lebih dari 40 mahasiswa dari berbagai program studi, termasuk Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (PJKR), Pendidikan Bahasa Inggris, dan Pendidikan Matematika.

    Seminar yang berlangsung dimulai dengan tarian khas Dayak untuk menyambut kedatangan pemateri dari pukul 08.00 hingga 10.00 ini diselenggarakan di Gedung C1, Kampus Utama San Agustin.

    Prof. Dr. Mega Teguh Budiarto, M.Pd, dari Universitas Negeri Surabaya menjadi pembicara utama dalam seminar ini.

    Prof Mega menyampaikan materi tentang bagaimana budaya Dayak menginspirasi pembelajaran matematika melalui konsep etnomatematika dan etnomodelling.

    “Etnomatematika sendiri adalah cabang matematika yang tumbuh dan berkembang dalam budaya Dayak secara turun-temurun,” katanya dalam wawancara tim Media Center San Agustin, (03/07/24).

    Prof. Mega juga menekankan pentingnya pengembangan penelitian di bidang ini agar dapat dipublikasikan baik di jurnal nasional maupun internasional, dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman global tentang budaya Dayak dan wilayah Kalimantan Barat secara luas.

    Wakil Rektor Umum Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo, Kunto Nurcahyoko, M.A., M.Pd, mengungkapkan kebanggaannya atas kehadiran Prof. Mega dan kontribusinya dalam memperkaya wawasan akademik mahasiswa dan dosen.

    Mahasiswa mendapat hadiah buku dari Prof Mega| Kampus I San Agustin (2024)

    “Semoga kegiatan ini dapat menjadi pijakan untuk penelitian yang lebih mendalam di masa depan, tidak hanya memperkaya kajian matematika tetapi juga melestarikan tradisi dan budaya lokal,” ujar Kunto, (03/07/24).

    Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Kependidikan dan Keguruan Universitas Santo Agustinus Hippo, Pradipta Annurwanda, M.Pd, menambahkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan mereka tentang etnomatematika dan etnomodeling.

    “Kami berharap semangat untuk meneliti dalam bidang ini akan terus tumbuh di antara mahasiswa,” tambahnya, (03/07/24).

    Seminar hari ini diakhiri dengan antusiasme tinggi dari peserta, ada yang mendapat buku dari Prof Mega ditambah mereka yang turut dalam seminar tersebut mendapatkan sertifikat serta pengetahuan mendalam tentang bagaimana matematika dapat diaplikasikan dan dipelajari melalui berbagai aspek budaya, seperti yang telah diinspirasikan oleh budaya Dayak.

    By. Samuel – Media Center San Agustin
    Sumber: Reporter Media San Agustin, Tania & Hendri

    TERBARU

    TERPOPULER