Tuesday, April 28, 2026
More
    Home Blog Page 109

    Pembentukan Dewan Pastoral Paroki St. Agustinus dari Hippo – Ledo

    Sumber: Foto Pribadi. Pembekalan Dewan Pastoral Paroki (DPP) Paroki St. Agustinus dari Hippo, Ledo yang dilaksanakan pada hari Jumat-Minggu, 15-17 Juli 2022.

    MajalahDUTA.Com, Bengkayang- Pelaksanaan pembekalan dewan pastoral paroki (DPP) St. Agustinus Ledo merupakan langkah awal untuk mengukatkan tugas pokok DPP. Hal ini tentu sesuai dengan  Pedoman DPP yang telah dirilis oleh Pusat Pastoral Keuskupan Agung Pontianak (KAP).

    Kegiatan ini dilaksanakan di ruang pertemuan pastoran Paroki Ledo yang berada di jalan raya sanggau ledo, Desa Lesabela, Kec. Ledo, Kab. Bengkayang dan kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat-Minggu, 15-17 Juli 2022 yang dihadiri 47 peserta dan calon pengurus DPP.

    Adapun pemateri utama dari pembekalan ini adalah sekretaris Keuskupan Agung Pontianak yaitu RP. Pius Barces, CP dan yang menjadi moderator dalam kegiatan ini adalah Bapak Alexander, calon pengurus DPP Paroki Ledo.

    Pembekalan

    Kegiatan ini pembekalan ini digelar menjelang peresmian Paroki St. Agustinus dari Hippo oleh Uskup Keuskupan Agung Pontianak, yaitu Mgr. Agustinus Agus, pada tanggal 28 Agustus 2022 sekaligus pelantikan DPP Paroki St. Agustinus dari Hippo, Ledo masa bakti 2022-2025. Para calon DPP dipilih dari perwakilan setiap stasi yang ada di Paroki Ledo dengan latar belakang yang berbeda-beda.

    Para calon pengurus harian DPP wajib dibekali terlebih dahulu sebelum menjalankan tugas dilapangan nantinya. Unsur kepengurusan DPP Paroki Agustinus dari Hippo, Ledo, meliputi Pengurus Harian, ketua-ketua bidang dan Seksi-Seksi.

    Adapun harapan dari pastor paroki Ledo kepada para pengurus dan anggota DPP, yaitu RP. Russell Lavides, OAR, mengharapkan agar semua pengurus dan anggota harus saling bekerjasama dan bertanggungjawab dalam menjalankan tugas di lapangan kelak dengan baik.

    Sebelum menjalankan tugas, para anggota dan pengurus DPP Paroki St. Agustinus dari Hippo, Ledo.

    Baca juga: Frater Andri Memberikan Materi Tentang Bullying dalam Latihan Pramuka SD Plus Gembala Baik Pontianak

    Terlebih dahulu akan dibacakan surut keputusan dari Keuskupan Agung Pontianak. Surat keputusan tersebut akan dibacakan di hadapan umat yang hadir pada misa peresmian Paroki St. Agustinus dari Hippo, Ledo dan Pelantikan secara resmi DPP pada tanggal 28 Agustus 2022 dengan masa bakti 2022-2025.

    Kegiatan pembelakan DPP Paroki St. Agustinus dari Hippo, Ledo ini ditutup dengan misa penutupan pada hari Minggu, 17 Juli 2022 oleh RP. Pius Barces, CP   di Gereja Paroki St. Agustinus dari Hippo, Ledo.

    Baca juga: Uskup Agustinus Harap Kafe Ulin Paroki Stella Maris Siantan Jadi Wadah Kebinekaan

    Adapun kegiatan pembekalan ini belum sepenuhnya selesai karena mengingat DPP Paroki St. Agustinus dari Hippo, Ledo ini adalah pengurus yang pertama di Paroki Ledo yang merupakan Paroki yang baru berdiri. Kegiatan pembekalan ini nantinya akan dilaksanakan kembali setelah peresmian Paroki Ledo dengan tema dan agenda yang baru.

    Harapannya, semoga dengan adanya DPP Paroki St. Agustinus dari Hippo, Ledo dapat memberikan warna dan harapan yang baru bagi Paroki yang baru dan mampu menjalankan fungsi tugas dengan penuh rasa tanggung jawab, saling bekerjasama, saling menjalin komunikasi yang baik dengan sesama pengurus, sehingga mampu membantu perkembangan iman umat Katolik yang ada di Paroki St. Agustinus dari Hippo, Ledo.

    In Memorriam Sr. Hedwig, KFS: Kemarin Bertemu Hari Ini Berpisah

    Sr. Hedwig, KFS – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.com, Sambas – Hari Senin, 21 November 2022 menjadi hari yang sangat mengejutkan sekaligus membuat hati umat Paroki Kristus Raja Sambas sangat sedih mendengar berita duka yang sangat tidak disangka.

    Suster Maria Hedwig, KFS yang dikenal sebagai ketua Yayasan AMKUR mengalami kecelakaan di depan susteran (Kantor Yayasan AMKUR) dan dinyatakan meninggal dunia, kecelakaan terjadi sekitar pukul 09.00 pagi. Menurut saksi mata, yakni suster Okta, KFS, ia mengetahui kecelakaan yang terjadi dan juga mengetahui bahwa ada korban di dalam kecelakaan tersebut, tapi tidak mengetahui bahwa yang menjadi korban adalah saudari sesama suster, yakni suster Hedwig, KFS.

    Baca Juga: KONGREGRASI FRANSISKANES SAMBAS: Perayaan Syukur 50 th, 25 th dan Kaul Kekal

    Kronologis kecelakaan, Sr. M. Hedwig, KFS ingin pergi ke rumah pastor dengan berjalan kaki dari rumah susteran. Di dekat rumah susteran tersebut dekat dengan tiang lampu merah.  Dilihat dari cctv, keadaan jalan raya sepi dan lancar, Sr. Hedwig berjalan di paling tepi jalan raya tersebut tapi dari kejauhan tampak ada mobil pick up mengangkut kelapa tua dengan kecepatan penuh kemungkinan ingin menghindari lampu merah, tapi keadaan mobil kemudian oleng dan kehilangan kendali dan menabrak Sr. M. Hedwig, KFS yang sedang berjalan mengakibatkan suster jatuh ke dalam parit bersamaan dengan mobil dan kelapa tua yang berjatuhan.

    Sr. Hedwig, KFS

    Proses evakuasi berlangsung 30 menit dengan kondisi korban penuh lumpur dan korban langsung dibawa ke Rumah Sakit St. Elisabet untuk mendapatkan pertolongan namun perawat dan para dokter sudah berusaha tapi suster tidak dapat ditolong dan dinyatakan meninggal dunia.

    Malam hari setelah kejadian pukul 19.00 dilaksanakan misa arwah di kapel suster.

    Berikut adalah jadwal misa dan ibadat untuk Almh. Sr. M. Hedwig, KFS :

    Selasa, 22 November 2022 : ibadat arwah di kapel suster pukul 19.00

    Rabu, 23 November 2022 : Misa tutup peti di kapel suster pukul 19.00

    Kamis, 24 November 2022 : ibadat singkat pemberangkatan jenazah di kapel suster  pukul 07.30 dilanjutkan misa Requem di gereja Kristus Raja Sambas pukul 08.00

    Jenazah Almh. Sr. M. Hedwig, KFS dimakamkan di pemakaman Katolik paroki Sambas, dan untuk pelaku yang menabrak sudah ditangani oleh pihak yang berwajib.

    Terima kasih untuk segala kebaikan, cinta kasih dan jasa mu selama ini suster, kini suster telah bersama Bapa di Surga, damai bersama para Kudus di surga, canda tawa dan segala peristiwa yang pernah dialami akan menjadi kenangan manis.

    Selamat jalan Sr. M. Hedwig, KFS

    Perayaan HUT PGRI Ke-77 Yayasan Pendidikan Gembala Baik Pontianak: Tulang Punggung Untuk Mencerdaskan Kehidupan Bangsa Adalah Guru

    Pengurus dan Karyawan Yayasan serta Bapa/Ibu Guru dan Staf Yayasan Pendidikan Gembala Baik – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.com, Pontianak – Selamat Hari Guru! “guru sepertimu adalah alasan mengapa siswa biasa seperti kami bermimpi melakukan hal-hal yang luar biasa!”. Adalah secarik ungkapan yang sangat luar biasa untuk mengungkapkan rasa terima kasih atas jasa para guru yang telah mendidik dan mencerdaskan anak bangsa.

    Yayasan Pendidikan Gembala Baik melaksanakan Perayaan Hari Guru Nasional yang dirayakan setiap 25 November, dan tahun ini bersamaan dengan HUT ke – 77 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) tepat pada hari Jumat (25/11/2022). Serentak Berinovasi, Wujudkan Merdeka Belajar adalah tema Hari Guru Nasional tahun 2022.

    Perayaan diikuti oleh seluruh unit yang ada di Yayasan Pendidikan Gembala Baik, bertempat di Aula St. Fransiskus Asisi. Adapun unit yang turut hadir yaitu unit TK, unit SD, unit SMP dan unit SMA. Seluruh guru dan staf dari setiap unit beserta pengurus dan karyawan yayasan turut hadir dalam perayaan ini. Untuk memeriahkan perayaan Hari Guru Nasional setiap unit diminta untuk mempersembahkan penampilan terbaiknya.

    Pendidikan

    Adapun rangkaian kegiatan diawali dengan misa bersama, sambutan ketua Yayasan, seminar bersama Yayasan, pemotongan kue HUT PGRI, penyerahan bibit tanaman dari Yayasan kepada semua kepala unit, pemberian penghargaan kepada guru berprestasi dari setiap unit, pelepasan balon HUT PGRI, makan bersama dan penampilan pentas seni sebagai selingan.

    Selaku sekretaris Yayasan pastor Plasida Palius, OFM CAP dalam sambutannya menyampaikan selamat Hari Guru Nasional kepada bapak/ibu guru Yayasan Pendidikan Gembala Baik dan mengucapkan terima kasih atas dedikasi serta pemberian diri untuk menjadi tenaga pendidik di Yayasan Pendidikan Gembala Baik Pontianak.

    “Kami dari pihak Yayasan mengucapkan selamat merayakan Hari Guru Nasional kepada bapak/ibu. Mulai dari unit TK, unit SD, unit SMP dan unit SMA. Dan kami juga menyampaikan terima kasih kepada bapak/ibu guru sekalian yang telah mendedikasikan diri serta pemberian diri untuk menjadi tenaga pendidik bagi anak-anak kita di Yayasan Pendidikan Gembala Baik Pontianak” ungkapnya.

    Baca Juga: Rekoleksi Sehari Karyawan Yayasan Pendidikan Gembala Baik Pontianak

    Dalam seminar bersama Yayasan, pastor William Chang, OFM CAP selaku pemateri. Pastor William adalah seorang imam ordo Kapusin yang menjabat sebagai Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Pontianak. Menyampaikan materi yang sangat luar biasa, adapun satu diantara materi yang disampaikan yaitu mengenai tujuh cara membangun budaya sekolah. Ketujuh cara itu antara lain bangun relasi yang sehat, keterampilan-keterampilan sosial, pemahaman yang sama, jadi role model, menerangkan aturan ruang kelas dan sekolah, mengajar anak didik pecahkan masalah, serta  perbuatan dan akibat-akibatnya.

    “Sebuah relasi yang sehat juga akan membangun kerja sama yang baik. Tidak boleh ada sekat-sekat yang membuat kita terpisah. Hal ini musti diperhatikan karena seringkali terjadi. Dari sekat-sekat ke kotak-kotak dan menjadi perpecahan. Kita mesti memiliki semangat yang sama. Tumbuhkan relasi yang sehat sehingga mampu menciptakan iklim pembelajaran yang menyenangkan dan menarik bagi peserta didik kita” ungkap pastor William.

    Peringatan Hari Guru Nasional adalah moment untuk mengenang jasa para guru dan menyampaikan terima kasih atas didikan yang telah ia berikan kepada anak didiknya. Banyak harapan yang terbesit dalam benak para guru, siswa maupun seluruh pihak yang berkecimpung dalam dunia Pendidikan.

    Pastor Paskalis Leonard Nojo, OFM CAP selaku bendahara II Yayasan Pendidikan Gembala Baik Pontianak dalam wawancara singkat menyampaikan harapannya dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional. Pastor Leonard menyampaikan dua harapannya yaitu secara umum dan secara khusus.

    “Ada dua hal harapan yang akan saya sampaikan yang pertama secara umum mengenai seorang guru.  Guru adalah salah satu pilar dan penentu kemajuan suatu bangsa sebab tugasnya mendidik generasi penerus bangsa. Salah satu tujuan yang dicetuskan oleh pendiri Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yg termaksud dalam Pembukaan UUD 1945 alinea ke-4 yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Tulang punggung untuk mencerdaskan kehidupan bangsa ini adalah guru. Tentu hal tersebut harus didukung juga oleh pemerintah dan lembaga pendidikan untuk meningkatkan kualitas dan kesejahteraan para guru”.

    Baca Juga: Peserta Didik SD Plus Gembala Baik Mewakili Kalbar dalam PESPARANI Katolik Nasional II, Meraih Medali Emas

    “Kemudian yang kedua, secara khusus untuk Yayasan Pendidikan Gembala Baik. Gereja dalam sejarah dan karyanya selalu menyertakan dua karya karitatif yakni kesehatan dan pendidikan. Yayasan Pendidikan Gembala Baik Pontianak yang  sekarang kita kenal telah dirintis oleh para misionaris Kapusin dari Eropa dengan memulai yang sangat sederhana, yakni dengan mendirikan PAUD. Seiring dengan perkembangan zaman, maka didirikannya gedung untuk TK, SD, SMP dan SMA. Telah banyak prestasi yang diraih oleh Persekolahan Gembala Baik, baik di tingkat Kota, Provinsi, Nasional maupun Internasional. Semuanya itu tidak terlepas dari kerja keras tenaga pendidikan dan kependidikan yang ada di Yayasan Pendidikan Gembala Baik. Selain itu dukungan dan kerjasama dari pihak Yayasan, peserta didik, orangtua peserta didik, komite sekolah dan pihak pemerintahan setempat. Kerjasama yang baik ini hendaknya dipertahankan terus, dan tentu kualitas tenaga pendidik dan kependidikan terus ditingkatkan seiring perkembangan zaman agar tidak ketinggalan dari sekolah-sekolah yang lain” lanjutnya.

    Hari Guru Nasional

    Dalam kesempatan ini pula Sr. Tanti Yosepha, C.P., M.Pd selaku kepala sekolah SD Plus Gembala Baik dan Sr. Hendia Ana Saragih, S. Ag selaku kepala sekolah SD Gembala Baik I mewakili bapak/ibu guru menyampaikan harapannya dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional tahun 2022.

    “Sebagai kepala sekolah saya menyampaikan harapan saya untuk guru-guru. Tetap konsisten dengan profesi sebagai seorang guru, tetap mewarisi visi dan misi dari Ki Hajar Dewantara. Kita sebagai seorang guru di depan sebagai pemimpin, ditengah kita sebagai teladan lalu dibelakang kita memberi dorongan, memberi support untuk anak-anak didik kita. Dimasa-masa sekarang kita sangat perlu untuk berada di tengah karena anak-anak adalah harapan dan masa depan bangsa” ungkap suster Tanti.

    “Guru bangkit, pulihkan Pendidikan. Indonesia kuat, Indonesia maju. Itu harapan kita bersama, harapan kami, harapan saya, supaya kami sebagai guru juga membangkitkan semangat kami untuk mendidik anak-anak bangsa yang telah dipercayakan Tuhan kepada kami untuk mendidik mereka. Dengan Pendidikan yang kami berikan kepada anak-anak setiap hari nya di sekolah kami berharap supaya mereka memperoleh keselamatan juga, sama dengan visi atau tujuan pendidikan yang disampaikan oleh bapak kita Ki Hajar Dewantara agar segenap anak bangsa memperoleh keselamatan dan bekal untuknya menjalani hidupnya kelak” lanjut Sr. Ana penuh harap.

    Winarno, S. Pd selaku ketua panitia penyelenggara kegiatan Perayaan HUT PGRI Ke – 77 Yayasan Pendidikan Gembala Baik dan juga sebagai seorang guru mengungkapkan harapannya dalam peringatan Hari Guru Nasional.

    “Saya juga mewakili teman-teman guru, teman-teman seperjuangan di Yayasan Pendidikan Gembala Baik Pontianak menyampaikan harapan-harapan kami sebagai seorang guru di Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke – 77. Harapan Kami selaku panitia sekaligus sebagai tenaga pendidik yang berada di naungan Yayasan Pendidikan Gembala Baik dengan semangat spritualitas dari ordo kapusin  guru-guru membawa perubahan besar bagi perkembangan pendidikan yang dapat mencetak siswa berprestasi dan memiliki karakter sesuai profil pelajar pancasila. Rasanya seluruh guru di penjuru tanah air pantas mendapatkan apresiasi mendalam atas pengorbanan, perjuangan, serta kerja keras mereka mencerdaskan generasi muda selama ini. Hal tersebut dapat diwujudkan dengan cara memberikan doa mulia. Jadikanlah Hari Guru Nasional tahun ini sebagai momentum untuk melakukan refleksi diri agar terus meningkatkan kompetensi serta kualitas pembelajaran semata-mata demi mendidik putra putri kami menjadi pelajar Pancasila yang unggul, maju, berbudi pekerti luhur, dan berdaya saing” ungkapnya.

    Baca Juga: Uskup Agustinus Harap Kafe Ulin Paroki Stella Maris Siantan Jadi Wadah Kebinekaan

    Kegiatan perayaan HUT PGRI Ke – 77 Yayasan Pendidikan Gembala Baik ditutup dengan pelepasan balon HUT PGRI yang diwakili oleh semua pastor pengurus Yayasan. Semua guru dan staf dari semua unit membentuk formasi baris melingkar dan saling bergandengan tangan untuk mengiringi pelepasan balon dan juga disertai dengan bersama-sama menyanyikan lagu Mars PGRI.

    Selamat Hari Guru Nasional untuk seluruh guru di Indonesia.

    Uskup Agustinus Harap Kafe Ulin Paroki Stella Maris Siantan Jadi Wadah Kebinekaan

    Peresmian dan Pemberkatan Kafe Ulin Paroki Stella Maris Siantan

    MajalahDUTA.Com, Pontianak- Rabu 23 November 2022 lalu Uskup Agustinus meresmikan dan memberkati Kafe Ulin Paroki Stella Maris Siantan. Dihadiri oleh ratusan umat paroki bersama Pastor Ho, MSC desain Kafe Ulin memang sedari awal sudah menjadi rencana pengembangan unit usaha untuk paroki.

    “Dari pada OMK nongkrong di luar, mending bikin cafe,” ujar Pastor Ho beberapa waktu lalu dalam obrolan santai dengan Uskup Agustinus di Paroki.

    Tak cukup dengan kegiatan Long March Rosario beberapa waktu lalu, kini Paroki Stella Maris Siantan bersama umat kembali menggenapi cafe yang menjadi rencana itu.

    Unit usaha tersebut diresmikan serta diberkati oleh Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus. Turut hadir pula ditengah umat, Ignasius asisten Gubernur bidang Perekonomian dan Pembangunan Kalbar

    “Saya senang dengan inovasi yang dilakukan umat Paroki Stella Maris Siantan. Tidak ada larangan bagi umat Katolik untuk membuka usaha, dan saya juga akan membangun kafe di rumah retret Anjungan,” ujar Uskup Agustinus sambil memberikan selamat kepada Pastor Aloysius Ho Tombokan, MSC Pastor Paroki Stella Maris Siantan atas capaian tersebut.

    Sebagai Pastor Paroki, tentu senang dan haru atas pencapaian obrolan yang menjadi kenyataan tersebut.

    Oleh karenanya Uskup Agustinus berharap bahwa Kafe yang diberi nama Kafe Ulin tersebut diharapkan dapat menjadi tempat bagi para umat untuk dapat berkumpul tanpa memandang suku dan jabatan.

    Seusai pemberkatan, acara pun dilanjutkan dengan ramah tamah serta perayaan ulang tahun Mgr. Agustinus Agus bersama umat Paroki Stella Maris Siantan.

    Rakyat Bakal Desak Negara Untuk Bubarkan BPOM

    Rakyat Bakal Desak Negara Untuk Bubarkan BPOM

    MajalahDUTA.Com, Jakarta- Sekitar Bulan April 2022 lalu, diperoleh informasi yang menyebutkan ribuan orang telah menandatangani petisi meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengingatkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) agar tidak membuat kebijakan yang diskriminatif.

    IFW sebagai penggagas petisi menyatakan bahwa petisi ini dibuat karena melihat adanya beberapa pihak yang berusaha mendesak BPOM untuk mengeluarkan kebijakan diskriminatif terhadap produk air minum dalam kemasan galon guna ulang yang telah aman dikonsumsi selama lebih dari 30 tahun terakhir, dan tercatat petisi yang dimuat di laman change.org terus mendapat dukungan publik. Tercatat, baru beberapa hari ditayangkan sudah mencapai 1.700 lebih dukungan.

    Baca juga: Penanganan Kasus Dugaan Pengadaan Tower BTS, Jangan Kulitnya Saja

    Rasanya bagi BPOM tidak ada kata jera, bahkan kebijakan yang memicu kegaduhan dan merugikan masyarakat yang dilakukan BPOM tersebut, nampaknya terulang lagi, justru lebih parah dari kebijakan tersebut, yakni dalam kasus gangguan ginjal akut, yang diduga adanya kelalaian BPOM mengakibatkan sekitar 300-an nyawa anak-anak Balita maupun remaja meninggal dunia sia-sia, demikian disampaikan Rudy Darmawanto, SH Ketua Umum Poros Rawamangun, Jumaat, 25/11/2022 di Jakarta.

    “Dari kasus tersebut, nampaknya tidak ada niat dari BPOM untuk memperbaiki kinerjanya, ingat BPOM itu badan publik, gaji Kepala BPOM sampai cleaning servicenya maupun operasional keseharian BPOM itu menggunakan uang rakyat, mestinya kinerja pelayanannya focus kepada masyarakat, tapi realitasnya, malahan mengesampingkan kepentingan rakyat”ungkap Rudy.

    Baca juga: PJ Gubernur Instruksikan Jakpro Segera Buat LP Keuangan Formula E, Demi Selamatkan Kredibilitas Pemprov DKI Jakarta

    Lebih lanjut, Rudy mengatakan kondisi kinerja BPOM yang semakin memburuk tersebut, dan tidak ada rasa tanggungjawab untuk memperbaiki kinerja, ini justru menunjukkan arogansi kekuasaan dari BPOM, karena itu, apabila ini dilanjutkan dan bahkan dipertahankan, maka bukan hanya negara yang dirugikan melainkan akan semakin banyak rakyat menjadi korban dari kinerja maupun kebijakan BPOM tersebut, hal ini sebenarnya harus menjadi perhatian Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin, sudah saatnya BPOM untuk dibekukan serta dibubarkan saja, selain itu terkait dengan kasus gangguan ginjal akut, diharapkan sebenarnya aparat hukum yakni pihak kepolisian, khususnya Bareskrim Mabes Polri, jangan hanya menetapkan tersangka dari pihak produsen obat-obatan saja, tapi juga memeriksa dan menjadikan BPOM sebagai tersangka, mengapa?

    Karena sangat tidak mungkin produsen obat-obatan itu memasukkan bahan yang tercemar dan menjadi penyebab munculnya penyakit gangguan ginjal akut, kalau tidak ada kelalaian pengawasan dari BPOM, sebelum obat-obatan itu tersebar, BPOM lah yang melakukan penelitian, pemeriksaan dan juga menetapkan layak atau tidaknya obat-obatan itu dikonsumsi masyarakat, nah, sehingga dengan demikian BPOMlah yang harus bertanggungjawab.

    “Kita sangat berharap jangan ada politisasi penetapan tersangka dalam kasus gangguan ginjal akut ini, jika ini terjadi, maka yang kami khawatirkan masyarakat yang akan mendesak negara agar BPOM di adili dan dibubarkan, nampaknya saat ini sudah ada petisi yang akan menggalang tandatangan dari masyarakat untuk mendesak negara agar BPOM di adili dan dibubarkan, serta jangan ada kepentingan politik apapun dalam penanganan kasus gangguan ginjal akut ini.”pungkas Rudy Darmawanto, SH.

    Penanganan Kasus Dugaan Pengadaan Tower BTS, Jangan Kulitnya Saja

    Penanganan Kasus Dugaan Pengadaan Tower BTS, Jangan Kulitnya Saja

    MajalahDUTA.Com, Jakarta- Dalam penanganan kasus dugaan korupsi pengadaan Tower BTS yang diselenggarakan oleh Kemenkomifo, sesungguhnya kinerja Jampidsus memang patut di apresiasi di karenakan berani membongkar kasus yang disinyalir berlangsung secara Terstruktur, Sistematis dan Massif, akan tetapi sepak terjang Jampidsus tersebut, nampaknya hanya sebatas kulit saja, tidak membongkar secara tuntas kasus tersebut yang merugikan negara trilyunan rupiah dan merugikan masyarakat yang sangat memerlukan teknologi internet untuk berkomunikasi maupun untuk mengakses informasi, terutama bagi masyarakat di daerah pedalaman, demikian disampaikan Ahmad Ritus Koordinator Jaringan Muda NTT kepada pers, Kamis, 24/11/2022 di Jakarta.

    “Ini sangat mengherankan kami, jampidsus dalam menangani kasus ini, kami mencermatinya hanya kulitnya saja di kupas, sedangkan isinya tidak dibongkar”ucap Ahmad Ritus.

    Baca juga: PJ Gubernur Instruksikan Jakpro Segera Buat LP Keuangan Formula E, Demi Selamatkan Kredibilitas Pemprov DKI Jakarta

    Menurut Ahmad Ritus, dirinya sudah menyampaikan pengaduan kepada pihak Jaksa Agung Muda bidang Pidana Khusus (Jampidsus) sertakan data informasi hasil penelusuran yang diduga adanya keterlibatan DIP politisi Partai Nasdem yang sekarang menjadi tenaga akhli di lingkungan Kemenkominfo yang juga kolega dari Menkominfo Jhonny G Plate, yang semestinya pihak Jampidsus mengundang dan memeriksa yang bersangkutan dan juga Jhonny G Plate Menkominfo sebagai penanggungjawab atas pelaksanaan proyek pengadaan tower BTS, namun sampai sekarang, tidak melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan, bahkan terkesan pengaduan tersebut diabaikan, padahal pengaduan tersebut mengarah pada membongkar isi, membongkar para pengambil kebijakan dilingkungan Kemenkominfo, yang diduga kebijakan tersebut menguntungkan pihak lain, kelompoknya, dan diduga juga menguntungkan secara pribadi, namun merugikan negara.

    “Nah, hal ini sebenarnya tidak boleh terjadi, karena itu kami mendesak Komisi III DPR RI untuk memanggil Jampidsus agar mengevaluasi kinerja mereka, ya, agar rakyat yang dirugikan oleh mereka itu terpenuhi rasa keadilannya, DPR RI jangan mendiamkan kasus ini donk, jangan ada politisasi dalam penanganan kasus ini, ya, semua harus dibongkar tuntas.”tukas Ahmad Ritus.

    Karena itu, lanjut Ahmad Ritus, demi terpenuhinya rasa keadilan masyarakat, dan demi tegaknya supremasi hukum, pihaknya sangat berharap Ketua Komisi III DPR RI segera memanggil Jaksa Agung Muda bidang Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, untuk meminta penjelasan kepadanya mengenai perkembangan kasus ini, yang saat ini masih nampak kurang memberikan dampak apapun bagi negara dan masyarakat yang terdampak dari kasus ini.

    “Karena sampai sekarang Menkominfo Jhonny G Plate dan juga koleganya itu sesama satu partai, seakan-akan tidak tersentuh apapun, dipanggil nggak, diperiksa nggak, untuk itulah Komisi III DPR RI sebagai mitra Jampidsus, jangan diam saja, dan jangan sampai rakyat menilai terjadi politisasi terhadap penanganan kasus tersebut”pungkas Ahmad Ritus.

    Inkulturasi Simbol-Simbol Dalam Upacara “Nyangahatn” Masyarakat Dayak Kanayatn Dalam Liturgi Gereja Katolik

    Frater Petrus Junisco Timorda Dim – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.com, Pontianak – Frater Petrus Junisco Timorda Dim dari persaudaraan Saudara Dina Kapusin Propinsi Pontianak yang sekarang sedang menempuh pendidikan di Fakultas Filsafat dan Teologi di Sinasak. Menulis artikel yang berjudul “Inkulturasi Simbol-Simbol Dalam Upacara “Nyangahatn” Masyarakat Dayak Kanayatn Dalam Liturgi Gereja Katolik”.

    Abstrak

    Manusia merupakan insan yang membudaya. Mereka hidup dalam kebudayaan sekaligus mencipta kebudayaan. Kebudayaan muncul karena hasil daya pikir manusia dan dimaterialisasi menjadi unsur-unsur yang merekat dalam kehidupan yang diwariskan secara turun temurun dan menjadi suatu kebudayaan yang bernilai. Dalam suatu kebudayaan tertentu terdapat banyak simbol-simbol yang mengungkapkan makna terdalam bukan hanya apa yang tampak saja. Simbol merupakan unsur terdalam dari suatu kebudayaan. Dalam Gereja Katolik pun terdapat banyak simbol yang menjadi terang untuk menjelaskan misteri keselamatan Allah dalam semua tindakan liturgis Gereja. Tindakan liturgis itu tampak dalam inkulturasi antara kebudayaan dengan liturgi dalam setiap ibadat maupun ritus tertentu. Dalam masyarakat Dayak Kanayatn, banyak inkulturasi yang tejadi dalam setiap upacara adat yang dilakukan oleh masyarakat setempat, salah satunya adalah upacara Nyangahatn.

    Kata kunci: budaya, simbol, liturgi, upacara Nyangahatn, inkulturasi.

    Pendahuluan

    Kebudayaan lahir disebabkan karena adanya subjek pendorong terciptanya kebudayaan tersebut. Manusia merupakan subjek fundamental yang memunculkan kebudayaan berkat hasil daya pikir yang diolah sedemikian rupa sehingga membentuk pola pikir dan tindakan yang disepakati bersama dalam suatu kolektif masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun. Kebudayaan tidak akan ada jikalau tidak ada manusia. Manusia harus mendapat posisi pertama sebagai pendorong terciptanya kebudayaan selain alam semesta. Manusia mampu merefleksikan makna terdalam dari pengalaman-pengalamannya. Hasil refleksi tersebut diberi nilai, sehingga berlaku untuk semua masyarakat yang mempercayai pengalaman tersebut menjadi suatu kebudayaan.

    Indonesia terbentang dari Sabang sampai Merauke. Indonesia memiliki kebudayaan yang beraneka ragam pula. Kebudayaan dibangun atas dasar simbol-simbol. Tidak ada kebudayaan yang tidak memiliki simbol. Dengan kata lain, simbol merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kebudayaan. Kebudayaan tersebut hanya dapat tampak karena adanya simbol-simbol yang diciptakan oleh masyarakat. Simbol-simbol itu lahir karena adanya masyarakat yang menamai sesuatu itu sebagai sebuah simbol dan kemudian digunakan oleh masyarakat untuk memaknai apa yang mereka percayai. Setiap masyarakat di Indonesia tentu memiliki simbol-simbol yang berbeda. Ketika sebuah simbol-simbol yang ada di seluruh Nusantara ini disatukan atas dasar keberagaman dan kesatuan, maka akan mengandung arti atau makna yang sangat kuat.

    Simbol mengandung arti bahwa sesuatu yang ada dan dipercayai oleh kelompok masyarakat maupun individu memiliki arti yang lain atau merujuk kepada suatu makna yang bersifat luas atau universal. Artinya, apa yang ada dalam masyarakat tentu memiliki makna tertentu dan itu sudah sangat melekat dalam kehidupan mereka. Simbol-simbol yang ada secara garis besar merupakan benda-benda fisik yang dapat dilihat langsung oleh indera manusia, sehingga segala sesuatu yang dipercayai itu akan dengan sendirinya diberi nilai atau makna kultural oleh masyarakat setempat. Benda-benda yang telah mendapat nilai atau makna kultural tersebut tidak lagi berfungsi sebagai sesuatu yang hanya digunakan untuk arti fungsional saja atau sebagai instrumental dan saran kebutuhan sehari-hari manusia yang menunjang kelangsungan hidupnya, tetapi digunakan untuk tujuan yang bersifat simbolik dengan harapan dan tujuan tertentu.

    Simbol tidak hanya terdapat dalam kebudayaan yang ada dalam masyarakat, tetapi simbol dapat ditemukan dalam Gereja Katolik. Pengungkapan dan pernyataan iman akan misteri keselamatan Allah yang begitu dalam dan tidak dapat dipikirkan oleh pikiran manusia, dinyatakan dalam simbol-simbol yang ada dalam Gereja Katolik. Simbol diyakini sebagai penghubung antara iman yang transendental menjadi iman yang sekaligus imanen. Simbol menjadi penting karena pemutus kerinduan umat dengan Allah. Inkulturasi menjadi sarana dan penghubung kebudayaan dengan ritus Gereja Katolik. Inkulturasi dapat kita lihat dalam masyarakat Dayak Kanayatn yang upacara-upacara adatnya banyak sekali menggunakan simbol. Salah satu upacara adat tersebut adalah upacara Nyangahant yang hampir setiap sub suku dayak melestarikan kebudayaan ini.

    Apa itu Simbol?

    Simbol adalah sesuatu yang dapat mengekspresikan atau memberikan makna. Banyak simbol berupa objek-objek fisik yang telah memperoleh makna kultural dan dipergunakan untuk tujuan-tujuan yang lebih bersifat simbolik ketimbang tujuan-tujuan instrumental. Objek yang sama, bahkan kalau dipakai untuk tujuan yang sama pun bisa berbeda sekali artinya dalam lingkungan kebudayaan yang berbeda.[1] Contohnya, bendera. Bendera secara fungsional hanyalah sepotong kain berwarna. Ketika bendera tersebut diberi makna simbolik, maka bendera itu akan dihormati dengan suatu upacara khusuk, dan bisa membangkitkan rasa kebanggaan, patriotisme, dan persaudaraan. Dalam konteks perang, bendera musuh bisa menimbulkan rasa benci dan amarah yang hebat. Dari penjelasan diatas, sangat tampak bahwa simbol sangat memberi makna yang kuat dan mendalam dalam mengisyaratkan sesuatu. Dengan demikian, tentunya ada ketentuan-ketentuan sesuatu dapat dikatakan sebagai sebuah simbol. Sebuah simbol dapat dipandang sebagai:[2]

    1. Sebuah kata, barang, objek, tindakan, peristiwa, pola, pribadi atau hal konkret.
    2. Suatu yang mewakili, menggambarkan, mengisyaratkan, menandakan, menyelubungi, menyampaikan, menggugah, mengungkapkan, mencorakkan, menunjukkan, berhubungan dengan, menerangi, mengacu kepada, mengambil bagian dalam, menggelar kembali, dan berkaitan dengan.
    3. Sesuatu yang lebih besar atau transenden atau tertinggi atau terakhir: sebuah makna, realitas, suatu cita-cita, nilai, prestasi, kepercayaan, masyarakat, konsep, lembaga, dan suatu keadaan.

    Dalam kehidupan manusia yang bermasyarakat, tentu muncul juga beberapa istilah yang hampir mirip arti atau makna yang terkandung dalam sebuah simbol. Istilah-istilah itu antara lain, gambaran, penunjuk, logo, lambang, tanda, kode, sandi, sinyal, dan lambang. Dari beberapa istilah ini, agaknya secara sekilas arti yang terkandung hampir sama dan berhubungan dengan arti dan makna simbol. Salah satu contohnya ialah antara tanda dan simbol. Dari kedua kata ini, antara tanda dan simbol tersirat pengertian yang tidak jauh berbeda. Tetapi, perlu ditekankan bahwa tanda adalah sesuatu yang berlaku hanya pada satu makna saja atau bersifat mengandung makna tunggal. Contohnya, rambu-rambu lalu lintas. Lampu berwarna merah berarti berhenti. Sedangkan simbol merupakan segala sesuatu yang mengandung arti tertentu yang dikenal oleh kebudayaan suatu masyarakat pengguna simbol. Artinya simbol itu menunjuk kepada sesuatu yang lain yang bersifat luas dan universal. Contohnya, bangsa Indonesia disatukan dalam hal simbol yaitu melalui bahasa, kewarganegaraan, dan lain-lain.

    Apa Pengertian Liturgi?

    Kata “liturgi” berarti “karya publik”, berasal dari bahasa Yunani leitourgia yang berupa pelayanan dari rakyat dan untuk rakyat atau karya pelayanan yang dibaktikan bagi kepentingan bangsa.[3] Dalam tradisi Kristen, kata itu berarti bahwa umat Allah mengambil bagian dalam karya Allah. Melalui liturgi, Kristus sang Imam Agung melanjutkan karya Penebusan-Nya di dalam Gereja (KGK no. 1069).[4] Perayaan liturgi sangat tampak dalam perayaan-perayaan sakramen dan sakramentali. Kata “sakramen” berasal dari bahasa Latin sacramentum untuk menerjemahkan kata Yunani mysterion dalam Kitab Suci yang berarti sumpah (setia) prajurit dalam dunia militer dan uang jaminan.[5] Sakramen-sakramen dimaksudkan untuk menguduskan manusia, membangun Tubuh Kristus, dan akhirnya mempersembahkan ibadat kepada Allah. Sakramen tidak hanya mengandaikan iman, melainkan juga memupuk, meneguhkan dan mengungkapkannya dengan kata-kata dan benda.[6] Sakramen-sakramen yang kita kenal terdiri dari 7 sakramen yaitu 3 sakramen inisiasi (Pembaptisan, Ekaristi dan Krisma) dan 4 sakramen lainnya ialah Pengakuan Dosa, Perkawinan, Pengurapan Orang Sakit dan Imamat

    Sakramentali merupakan tanda-tanda suci yang memiliki kemiripan dengan sakramen-sakramen. Disebut mirip karena sakramentali juga menggunakan aneka simbolisasi yang juga digunakan dalam sakramen-sakramen. Sakramentali menandakan karunia-karunia, terutama yang bersifat rohani. Banyak sekali bentuk-bentuk dari perayaan atau ibadat sakramentali seperti, pemberkatan rumah, pemberkatan ladang, pemberian nama, upacara syukur atas panen, dan lain sebagainya. Maksud dari perayaan sakramentali ini adalah bahwa seluruh karya dan kehidupan yang dilakukan oleh manusia dikuduskan oleh Allah. Dan bila manusia menggunakan benda-benda dengan pantas, boleh dikatakan tidak ada satu pun yang tak dapat dimanfaatkan untuk menguduskan manusia dan memuliakan Allah.

    Upacara Nyangahatn

    Masyarakat Dayak Kanayatn sangat menghargai dan memberi perhatian terhadap seluruh proses kehidupan di dunia. Kehidupan adat sangat merekat seluruh tindakan yang akan mereka laksanakan. Sering kali orang Dayak disebut sebagai suku yang menjunjung tinggi nilai adat. Semua lini dan tujuan perjalanan hidup mereka harus berpatokan pada peraturan adat yang mereka percayai. Perkawinan, ucapan syukur atas panen, pemberian nama, rumah, pengobatan orang sakit selalu di iringi dengan suatu upacara atau pembacaan doa yaitu upacara Nyangahatn.

    Nyangahatn berasal dari bahasa Dayak Kanayatn, yaitu “nyangah” yang berarti menyanggah dan “hant” yang berarti menyerahkan sesuatu untuk tujuan yang telah dibuat dan disepakati. Upacara nyangahatn merupakan kegiatan ritual dalam masyarakat Dayak Kanayatn yang dilakukan dengan pembacaan doa dan hanya dapat dilakukan oleh Imam Adat atau disebut Panyangahatn. Nyangahatn merupakan tatacara melantunkan atau menyampaikan ungkapan yang khas masyarakat Dayak khususnya masyarakat Dayak Kanayatn yang dimaksudkan untuk mengungkapkan rasa syukur, mohon rezeki, perlindungan dan keselamatan kepada Jubata. Upacara ini disertai dengan penyerahan kurban atau persembahan serta beberapa perangkat simbolik tertentu yang dipercayai oleh masyarakat setempat. Orang-orang yang terlibat dalam upacara adat Nyangahatn adalah kepala desa sebagai orang yang memiliki peranan penting dalam kehidupan sosial masyarakat, Panyagahatn yaitu orang yang membawakan doa atau mantera, dan pihak keluarga yang melaksanakan adat tersebut.

    Perangkat-perangkat yang digunakan atau diperlukan dalam kurban bakti upacara ini adalah tumpi’ sebagai lambang masakan adat dari kaum wanita, poe’ sebagai lambang masakan adat dari kaum laki-laki, bontonkng (beras yang dibungkus dengan daun layakng/layang) sebagai ungkapan janji yang telah disepakati bersama, sirih masak (terdiri dari dengan kapur, daun sirih dan pinang yang siap dikunyah, ditambah dengan gulungan rokok daun nipah) sebagai bentuk adat ramah tamah atau sebagai pembukaan di saat ingin bercerita, apar (seperti altar untuk menempatkan perangkat-perangkat yang digunakan), lonceng atau beliung dari besi, dan Gulita (pelita) sebagai lambang terangnya hidup dalam adat, duit (uang) sebagai lambang mata adat, dan beras sebagai lambang bekal pelengkap hidup atau sebagai persiapan hidup di kemudian hari.[7]

    Inkulturasi Simbol-simbol Upacara Nyagahatn dalam Gereja Katolik

    Istilah inkulturasi berasal dari lingkungan teologi misi. Istilah ini muncul dari konsep anthropologi yaitu enkulturasi, yang berarti penyesuaian diri seorang pribadi manusia ke dalam suatu budaya tertentu sehingga menjadi bagian dari budaya tertentu. setelah mengalami beberapa penyerapan dan perumusan pengertian, istilah inkulturasi merupakan suatu proses yang terus-menerus, dalam mana Injil diungkapkan ke dalam suatu situasi sosio politis dan religius-kultural dan sekaligus Injil itu menjadi daya dan kekuatan mengubah dan mentransformasikan situasi tersebut dan kehidupan suatu kelompok masyarakat setempat.[8]

    Inkulturasi simbol-simbol upacara Nyangahatn dalam Gereja Katolik tampak dalam penggunaan perangkat-perangkat yang digunakan dan susunan upacara yang dilakukan. Meskipun upacara adat ini tidak dilakukan sewaktu perayaan liturgi berlangsung, akan tetapi perlu dilihat sebagai sebuah kesatuan doa yang disampaikan kepada Tuhan sesuai dengan adat yang berlaku pada masyarakat suku Dayak Kanayatn sendiri. Upacara Nyangahatn ini dilakukan setelah ibadat sakramentali sesuai dengan buku pedoman upacara syukur tertentu. Akan lebih tampak misalnya dalam upacara adat seusai panen padi atau dalam masyarakat Dayak dikenal sebagai “Naik Dango”. Nyangahant dilakukan setelah pemimpin umat dalam Gereja Katolik tersebut melaksanakan ibadat syukur atas panen dan barulah setelah itu dilakukan upacara pembacaan doa khas Dayak Kanayant oleh ketua adat. Mengenai perangkat-perangkat simbolik yang digunakan dalam upacara tersebut, memiliki kemiripan dengan perayaan Ekaristi yang dilakukan dalam Gereja Katolik. Terdapat altar dan beberapa persembahan yang memiliki makna dan satu kesatuan dalam mengungkapkan rasa syukur kepada Jubata atau Tuhan.

    Kesimpulan

    Kebudayaan merupakan identitas suatu kelompok masyarakat yang harus dilestarikan. Kebudayaan dapat mengantar manusia untuk menemukan keamanan dan komunikasi dengan Sang Pencipta atau Tuhan. Simbol menjadi sarana yang paling efektif untuk dapat menghantar kita kepada Tuhan. Simbol merupakan pengungkapan makna yang terdalam dari suatu benda yang di dalamnya memiliki kekuatan sakral dan religius yang dapat menghantar manusia menjadi manusia yang ber-adat dan berbudaya. Selain berbudaya, manusia juga memiliki agamanya masing-masing. Kesatuan antara budaya dan agama hanya dapat terjalin dengan satu istilah Inkulturasi. Inkulturasi merupakan suatu proses di mana Injil atau hal yang berkaitan dengan agama dipadukan dengan kebudayaan setempat.

    Catatan-catatan

    [1] Rafael Raga Maran, Manusia dan Kebudayaan (Jakarta: Rineka Cipta, 2000), hlm. 43.

    [2] F. W. Dillistone, The Power of Symbol (Yogyakarta: Kanisius, 2006), hlm. 20.

    [3] Emanuel Martasudjita, Liturgi Pengantar untuk Studi dan Praksis Liturgi (Yogyakarta: Kanisius, 2011), hlm. 15.

    [4] Konstitusi Apostolik, Katekismus Gereja Katolik (Yogyakarta: Kanisius, 2009), hlm. 181.

    [5] Emanuel Martasudjita, Liturgi…, hlm. 199.

    [6] Bdk. “Sacrosanctum Concilium (Konstitusi tentang Liturgi Suci)”, No. 9, dalam R. Hardawiryana (terj.), Dokumen Konsili Vatikan II, (terj), (Jakarta: KWI, 1990), hlm. 32.

    [7] Nico Andasaputra dan Vincentius Julipin (ed)., Mencermati Dayak Kanayatn (Pontianak: Institut Dayakologi, 1997), hlm. 71.

    [8] Emanuel Martasudjita, Liturgi…, hlm. 265-266.

    Uskup Agustinus Kukuhkan Dewan Pastoral Paroki Pemangkat

    Uskup Agustinus kukuhkan 49 DPP Paroki Pemangkat

    MajalahDUTA.Com, Sambas- Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus kukuhkan 49 Dewan Pastoral Paroki (DPP) Paroki Santo Yoseph Pemangkat, Minggu 20 November 2022 pukul 18.00 Wib. Perayaan misa itu dihadiri lengkap oleh 11 stasi Paroki Pemangkat yang didalamnya sekaligus menjadi Anggota Dewan Pastoral Paroki Pemangkat.

    Guyuran hujan tak menyurutkan semangat ratusan umat Paroki Santo Yoseph Pemangkat untuk mengikuti misa minggu Hari Raya Tuhan Yesus Kristus Raja Semesta Alam.

    Misa dipimpin langsung oleh Uskup Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus didampingi Pastor Paroki, RD Bartolomeus, RD Rupinus Kehi, RD Hendra Tjen dan RD Saud Marulitua.

    Dalam perayaan misa syukur itu, Uskup Agustinus menegaskan bahwa kehadiran DPP merupakan bagian dan badan paling penting dari elemen kehidupan Paroki.

    Baca juga: Mgr. Agustinus Agus Pimpin Vesper Agung

    Baginya representasi Dewan Pastoral Paroki alias DPP itu ada untuk memperkokoh kedirian Paroki dan memperkuat kemandirian Paroki setempat. Maka dari itu adanya kehadiran DPP sangat mendukung kedirian dan kekokohan manajemen Paroki.

    Teladan Uskup yang Meneguhkan

    Dalam sambutan ketua DPP Paroki Pemangkat, Edy Kurniawan berharap dengan dikukuhkan anggota DPP Paroki Santo Yoseph Pemangkat semua anggota bisa belajar untuk melayani sesama dan berkorban untuk kegiatan-kegiatan kemanusiaan yang diusung oleh gereja kedepannya.

    “Dengan kehadiran Bapa Uskup Agustinus, bersama teladannya kami semakin dikukuhkan dalam pelayanan hidup menggereja,” Kata Edy Kurniawan.

    Sebagai Pastor Kepala Paroki RD. Barto Asai juga beryukur bahwa jelas kehadiran gembala Keuskupan Agung Pontianak menunjukkan kecintaannya kepada umat Paroki.

    Saya bangga dengan umat Pemangkat

    Memulai sambutannya lantunan pantun Uskup Agustinus sampaikan kepada umat sebagai penanda bahwa Uskup Agustinus juga rindu dengan umat Pemangkat.

    Bagi Uskup Agustinus, maju mundurnya sebuah gereja tergantung umat dan pembina. Bapa Uskup berterima kasih kepada umat yang membawa perubahan yang luar biasa selama beberapa kurang lebih 2 tahun ini.

    “Saya bangga dengan kalian, ” Tuturnya.

    Uskup Agustinus mengakui memang plaza Maria Tionghoa di Pemangkat belum jadi sepenuhnya, Ia berjanji untuk siap membantu hingga penyelesaian plaza Maria.

    Baca juga: Uskup Agustinus akan Bangun Patung Maria Gaya Tionghua di Pemangkat

    ” Saya janji untuk bantu dalam pembangunannya. Dengan adanya plaza ini saya akan memberikan kenangan cerita-cerita penampakan Bunda Maria seluruh daerah yang punya peristiwa. Sehingga pengunjung datang dapat memperoleh pengetahuan baru tentang penampakan Bunda Maria seluruh dunia, ” Kata Uskup Agustinus.

    Bapa Uskup juga menyinggung sekilas tentang pentingnya menjaga sejarah Misi Katolik pertama di Pelanjau, Sejarah misi di Paroki Menjalin hingga sejarah Tentang Gua Maria Ratu Pencinta Damai Anjungan.

    “Kita jangan lupa sejarah,” tegas Uskup Agustinus.

    Dalam momen usai pelantikan itu Uskup Agustinus menitikberatkan poin tentang kebutuhan Biduk (mengenai data umat) secara digital. Ia berharap semua anggota dapat bekerjasama untuk memasukkan data umat agar mempermudah pendataan umat secara digital dan menyeluruh.

    “Saya bangga dengan kalian mari kita jadikan Gereja yang mungil ini menjadi khas Tionghoa dan contoh yang baik,” tutup Uskup Agustinus sambil kembali menutup perayaan misa dengan berkat penutup.

    Acara pelantikan DPP itu ditutup dengan Foto bersama dan ramah tamah ditambah dendangan musik hiburan malam di Paroki Pemangkat. Kemudian acara kejutan dari Umat Pemangkat kepada Uskup Agustinus yang akan dirayakan oleh Bapa Uskup, tanggal 22 November 2022 genap umur 73 tahun. Ditutup dengan tiup lilin dan suapan kue pada umat dan untuk Pastor Paroki oleh Bapa Uskup.

     

    Poros Rawamangun Pertanyakan Bareskrim Mabes Polri Tidak Tetapkan BPOM sebagai Tersangka di Kasus Gangguan Ginjal Akut

    Poros Rawamangun Pertanyakan Bareskrim Mabes Polri Tidak Tetapkan BPOM sebagai Tersangka di Kasus Gangguan Ginjal Akut

    MajalahDUTA.Com, Jakarta- Diperoleh kabar yang menyebutkan bahwa pada akhir pekan lalu, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri telah menetapkan dua korporasi sebagai tersangka kasus gagal ginjal akut. Adapun Penetapan tersangka kedua korporasi setelah penyidik melakukan pemeriksaan terhadap 41 saksi, sedangkan 2 korporasi, yakni PT. AF dan CV. SC yang diduga melakukan tindak pidana memproduksi obat atau mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memenuhi standar atau persyaratan keamanan, khasiat/kemanfaatan dan mutu.

    Sontak saja penetapan tersangka tersebut, nampaknya mendapatkan reaksi dari masyarakat dari berbagai kalangan, salah satu diantaranya adalah Rudy Darmawanto, SH Ketua Umum Poros Rawamangun, saat dihubungi pers, ia mengatakan bahwa penetapan tersangka kasus gagal ginjal akut, yakni dua perusahaan tersebut, yakni PT. AF diduga mendapatkan bahan baku tambahan tersebut dari CV. SC, di mana setelah dilakukan kerja sama dengan BPOM.

    Di lokasi CV. SC ditemukan 42 drum propylene glycol yang setelah dilakukan uji lab oleh Puslabfor Polri mengandung ethylene glycol yang melebihi ambang batas, nampaknya belum memenuhi rasa keadilan masyarakat, terutama korban yang merasakan adanya keanehan dalam penetapan tersangka tersebut.

    Baca juga: Nunsius Mgr. Piero Pioppo Akan Kembali Berkati Gedung Keuskupan dan Kapel Kampus Katolik USA Ngabang 2023

    “Ya, mestinya, pihak Bareskrim juga memeriksa BPOM yang diduga tidak melakukan kewajiban hukumnya untuk mengawasi peredaran obat sirup dengan baik, bahkan sangat disayangkan pengawasan BPOM justru “dilimpahkan” kepada industri farmasi, Badan publik seperti BPOM itu seharusnya melakukan tugas dan wewenang untuk menguji sendiri bukan diaerahkan ke industri farmasi,

    Menurut Rudy, BPOM diduga melanggar asas kecermatan karena menyampaikan informasi publik yang dianggap berubah-ubah terkait daftar obat sirup yang tercemar etilen glikol dan dietilen glikol.

    Bagi masyarakat, pengumuman yang berubah-ubah ini merugikan serta membahayakan masyarakat, serta tentunya asas keterbukaan juga dilanggar dalam hal ini, selain itu jika merujuk Peraturan Presiden Nomor 80 Tahun 2017 tentang BPOM, dapat disimak pertanggungjawaban dan aturan pidana bagi BPOM yang memiliki kewenangan untuk pengawasan obat, pengawasan produksi, pengawasan serta menyelenggarakan fungsi pelaksanaan pengawasan sebelum beredar dan pengawasan selama beredar, Kalau ditemukan ada penyimpangan dalam tugas dan fungsi BPOM, maka berlaku pulalah pertanggungjawaban dan aturan pidana bagi unit BPOM yang membidangi pengawasan obat, pengawasan produksi, pengawasan distribusi, baik sebelum beredar maupun selama beredar.

    “BPOM RI jelas melakukan perbuatan melawan hukum penguasa karena dari awal tidak inisiatif dan dalam perkembangannya malah melimpahkan kesalahan ke Kementerian Kesehatan, Kementerian Perdagangan, dan perindustrian, nah mestinya Bareskrim Mabes Polri juga patut untuk menyelidiki, menyidik dan bahkan menetapkan BPOM sebagai tersangka, jangan hanya pihak perusahaan farmasi yang memproduksi obat-obatan sirup yang tercemar tersebut, ” tukas Rudy.

    Lebih lanjut Rudy mengatakan, apabila BPOM secara sengaja (dolus) atau lalai (culpa) dalam menjalankan kewenangannya, di sinilah sudah septutnya kewenangan penyidik dalam proses penyidikanoleh pihak Bareskrim atau JPU pada penuntutan untuk pengembangan kasus tersebut, dan juga terhadap pertanggungjawaban BPOM yang diduga lalai, dan akibat dugaan kelalaian tersebut menyebabkan jatuhnya sekitar tiga ratusan korban meninggal dunia.

    Baca juga: Vesper Agung Jelang Tahbisan Uskup Valentinus Saeng CP, Uskup Agustinus katakan Jadilah Gembala yang Baik

    Jika ditemukan adanya bukti dugaan kelalaian dan kesengajaan dari oknum tertentu yang membuat masalah ini seharusnya bisa dicegah sejak awal, maka hal ini harus dipertanggungjawabkan secara hukum.

    Tidak boleh ada korban nyawa manusia akibat kelalaian apalagi kesengajaan dari pihak mana pun.

    Dan penegak hukum, khususnya Polri, berkewajiban melindungi warga negara dari tindakan pelanggaran hukum, apa pun, dan siapa pun pelakunya, untuk itu sebaiknya Bareskrim juga mencermati adanya unsur kelalaian tersebut kepada BPOM.

    Bagi kami aneh dan ini patut kami pertanyakan keputusan Bareskrim tidak menyelidiki, tidak menyidik dan bahkan tidak menetapkan BPOM sebagai tersangka dugaan kelalaian dalam kasus gangguan ginjal akut, padahal jelas patut diduga BPOM dapat menjadi tersangka dalam kasus gangguan gagal ginjal akut ini, ” pungkas Rudy.

    Rispo FSAB Muda : Hasil Pertemuan KTT G20 di Bali Mendorong Terwujudnya Perdamaian Dunia

    Hasil Pertemuan KTT G20 di Bali Mendorong Terwujudnya Perdamaian Dunia

    MajalahDUTA.Com, Jakarta- Presiden RI Joko Widodo telah menyerahkan secara simbolis palu kepemimpinan Presidensi G20 kepada Perdana Menteri India Narendra Modi dalam sesi penutupan KTT G20 di Bali pada Rabu 16/11/2022 lalu.

    Penyerahan tongkat estafet Presidensi G20 tersebut juga sekaligus menandakan berakhirnya Presidensi G20 Indonesia untuk kemudian dilanjutkan di tahun depan oleh India.

    Kesuksesan penyelenggaraan Presidensi G20 Indonesia juga telah ditandai dengan keberhasilan untuk mengadopsi dan mengesahkan Deklarasi Pimpinan G20 atau G20 Bali Leaders’ Declaration, tentunya kesuksesan Kepemimpinan Presidensi G20 yang diemban oleh Presiden Jokowi dari tanggal 1 Desember 2021 s/d 16 November 2022, dan juga kesuksesan penyelenggaraan pertemuan KTT G20 di Bali.

    Baca juga: PJ Gubernur Instruksikan Jakpro Segera Buat LP Keuangan Formula E, Demi Selamatkan Kredibilitas Pemprov DKI Jakarta

    Ini merupakan tonggak bersejarah bagi Bangsa Indonesia dalam pergaulan dengan bangsa-bangsa lain di dunia, di tengah situasi dunia mengalami berbagai krisis yang mengancam persatuan & kesatuan antar bangsa, bahkan cenderung memicu munculnya ancaman terjadinya Perang Dunia III, demikian disampaikan Rizki Ananta Putra yang dikenal sebagai komika dengan nama Rispo, dan anggota Forum Silahturahmi Anak Bangsa ( FSAB) Muda, saat dihubungi wartawan, Minggu, 20/11/2022 di Jakarta.

    “Alhamdulilah, dari informasi yang saya dapat dari berbagai media massa, bahwa di penyelenggaraan KTT G20 telah menghadir pemimpin- pemimpin negara yang menghendaki perdamaian dunia, salah satunya ditunjukkan dengan bertemunya Presiden Amerika Joe Biden dengan Presiden Cina Xi Jinping, yang menghasilkan perbaikan harmonisasi hubungan bilateral dua negara raksasa itu yang selama ini terkesan tegang”ungkap Rispo.

    Baca juga: Gereja Katolik Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) Berkomitmen Menjaga Komunikasi

    Menurut Rispo, selain itu, pertemuan KTT G20, juga memberikan manfaat untuk membangkitkan kembali sector pariwisata, terutama di Bali, yang membuat turis jadi yakin untuk berkunjung karena memang sudah merasa aman dan nyaman untuk berwisata lagi.
    Bukan hanya itu, lanjut Rispo, dari pertemuan tersebut, banyak diantara pemimpin negara negara yang hadir, tadinya belum mengenal Indonesia, namun setelah hadir di pertemuan tersebut, mereka dapat lebih mengenal potensi keindahan alam, kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia, kemudian juga bisa menjadi ajang promosi indonesia kepada negara negara yang hadir di KTT G20 misal promosi untuk investasi dan lain lain.

    “Ya, tentunya, kami sangat berharap, dengan terselenggaranya KTT G20 tersebut, semoga kerjasama internasional dapat semakin kokoh dan lebih harmonis, sehingga masalah masalah global serta krisis dunia bisa menemukan solusinya secara bersama-sama sesuai tema KTT G20 tahun 2022 ‘Recover Together, Recover Stronger’ dan tentunya kami sangat mengapresiasi pertemuan KTT G20 yang juga menjadi ajang untuk mewujudkan Perdamaian Dunia,” pungkas Rispo.

    TERBARU

    TERPOPULER