Wednesday, April 29, 2026
More
    Home Blog Page 110

    Frater Andri Memberikan Materi Tentang Bullying dalam Latihan Pramuka SD Plus Gembala Baik Pontianak

    Frater Andri di SD Plus Gembala Baik Pontianak – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.com, Pontianak – Menurut Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemenppa) RI bullying atau penindasan atau perundungan merupakan segala bentuk penindasan atau kekerasan yang dilakukan dengan sengaja oleh satu atau sekelompok orang yang lebih kuat atau berkuasa terhadap orang lain, dengan tujuan untuk menyakiti dan dilakukan secara terus menerus.

    Frater Andri yang kini sedang menempuh Pendidikan Frater Tingkat 2 di Sekolah Tinggi Teologi Pastor Bonus dan Seminari Tinggi Interdeosesan Antonio Ventimiglia yang beralamat di jalan 28 Oktober No. 5 Siantan Hulu diundang untuk menyampaikan materi mengenai perundungan atau bullying kepada anak-anak kelas empat dan kelas lima SD Plus Gembala Baik yang mengikuti ekstrakurikuler Pramuka. Ekstrakurikuler pramuka merupakan satu diantara ekstrakurikuler wajib yang ada di SD Plus Gembala Baik.

    Baca Juga: Frater Diosesan Angkatan Dua Seminari Tinggi Malang Refreshing ke Kolam Renang Dieng

    Bullying seringkali terjadi disetiap lembaga, salah satunya dalam dunia Pendidikan. Maka sebagai bentuk perhatian dan tanggung jawab sekolah untuk mencegah terjadinya bullying Latihan Kepramukaan SD Plus Gembala Baik Pontianak memberikan materi pramuka mengenai perundungan atau bullying kepada anak-anak kelas empat dan kelas lima yang dikemas dalam bentuk seminar, Jumat (18/11/2022).

    Materi yang disampaikan mengenai perundungan atau bullying serta memaparkan bagaimana pandangan gereja katolik terhadap perundungan atau bullying.

    Sr. Tanti Yosepha selaku kepala sekolah SD Plus Gembala Baik menyambut baik diadakannya seminar mengenai perundungan atau bullying oleh tim pramuka diakhir kegiatan ekstrakurikuler sekolah. Diadakannya seminar ini sebagai materi terakhir dalam ektrakurikuler pramuka.

    “Kegiatan yang diadakan oleh tim pramuka pada hari ini sangat bagus. Saya berterima kasih kepada tim sudah membuat kegiatan seperti ini. Walaupun singkat tapi memberi warna yang berbeda kepada anak-anak dengan mendatangkan tenaga dari luar yang membuat suasana menjadi berbeda. Mungkin ini menjadi salah satu motivasi untuk anak-anak”

    Sr. Tanti juga menyampaikan bahwa semoga dengan diadakan kegiatan seperti ini dapat membentuk mental dan karakter yang baik serta menumbuhkan nilai spiritual dalam diri anak-anak. Selain itu juga Sr. Tanti berharap agar anak-anak dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik.

    Baca Juga: Kegiatan Persaudaraan Para Frater Keuskupan Agung Pontianak

    Pak Yus selaku koordinator bidang pramuka juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Frater Andri yang sudah bersedia memberikan materi kepada anak-anak di akhir kegiatan ekstrakurikuler pramuka pada semester ini.

    “Terima kasih Frater sudah berkenan dan bersedia hadir memenuhi undangan kami untuk menyampaikan materi mengenai perundungan atau bullying kepada anak-anak kami di SD Plus Gembala Baik Pontianak dalam pertemuan terakhir ekstrakurikuler pramuka”

    Pemaparan materi yang disampaikan oleh Frater Andri diharapkan dapat membuat anak-anak mengetahui tentang perundungan atau bullying. Materi yang disampaikan mulai dari pemutaran video dan penyampaian materi yaitu mengenai apa itu perundungan atau bullying, bahaya bullying, penyebab terjadinya, cara mengatasi terjadinya bullying hingga seruan “Stop Bullying! Hargai Martabat Sesama Manusia”.

    Kenang para korban Istanbul, Paus berdoa agar eskalasi dapat dihindari di Ukraina

    Attack overnight on Kiev and other areas of Ukraine (ANSA)

    MajalahDUTA.Com, Vatikan- Di akhir Audiensi Umum, Paus Fransiskus berdoa agar keinginan untuk perdamaian di Ukraina menang atas eskalasi apa pun. Dia mengenang para korban serangan teroris di Istanbul.

    Paus Fransiskus mengungkapkan kesedihan dan keprihatinannya setelah mendengar berita tentang serangan rudal terbaru yang kuat di Ukraina yang telah menyebabkan kematian dan banyak kerusakan infrastruktur sipil.

    Dia meminta semua orang untuk berdoa kepada Tuhan agar Dia dapat “mengubah hati” mereka yang masih bersikeras berperang.

    Baca juga: “Negara Dunia”: Diplomat Vatikan terlibat dalam isu-isu global dengan Paus

    Semoga “keinginan untuk perdamaian menang bagi Ukraina yang mati syahid untuk menghindari eskalasi apa pun dan membuka jalan bagi gencatan senjata dan dialog.”

    Paus mendorong “doa yang tak henti-hentinya” agar “Tuhan dapat memberikan penghiburan kepada orang Ukraina, ketabahan dalam pencobaan dan harapan akan perdamaian.” Semoga kita semua meminta Tuhan untuk “bergegas membantu kita,” tambahnya.

    Media internasional melaporkan serangkaian serangan rudal Rusia di kota-kota Ukraina dalam semalam menghantam pembangkit listrik dan infrastruktur di berbagai bagian negara. Dua rudal dilaporkan menghantam area Polandia dekat perbatasan dengan Ukraina.

    Paus juga memperbarui doanya bagi para korban tak berdosa dari serangan teroris di Istanbul yang terjadi Minggu lalu. Dia mengirim telegram belasungkawa kemarin untuk meyakinkan para korban, keluarga mereka dan orang-orang terdekat tentang kedekatan dan doanya.

     

    Frater Diosesan Angkatan Dua Seminari Tinggi Malang Refreshing ke Kolam Renang Dieng

    Frater Diosesan Angkatan Dua Seminari Tinggi Malang Refreshing ke Kolam Renang Dieng

    MajalahDUTA.Com, Malang – Suatu hal yang menggembirakan bahwa waktu rekreasi bagi para frater tingkat dua dapat dilaksanakan hari ini.

    Sudah beberapa kali direncanakan, kegiatan rekreasi sulit diwujudkan karena situasi yang kurang kondusif akibat pandemi. Pada Minggu, 13 November 2022, konsep rekreasi bersama dilaksanakan di lokasi kolam renang Dieng. Sebelum menuju lokasi, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan.

    Persiapan meliputi akomodasi seperti makan, pakaian ganti dan transportasi. Usai sarapan bersama, para frater tingkat dua berkumpul di kantin untuk menyiapkan nasi, lauk pauk dan sendok plastik. Semuanya bekerja bersama sehingga pada waktu pukul sembilan (keberangkatan) semua hal ini sudah siap untuk dibawa.

    Baca juga: Nunsius Mgr. Piero Pioppo Akan Kembali Berkati Gedung Keuskupan dan Kapel Kampus Katolik USA Ngabang 2023

    Tidak hanya frater Unity In Diversity, RD Donatus Dole, pendamping angkatan tingkat dua dalam acara kegembiraan ini juga hadir. Pada kesempatan ini, kami mewawancarai Romo Don tentang kegiatan yang dilakukan para frater.

    Pastor Don mengatakan kegiatan bersama ini sangat positif dan membantu menyegarkan jiwa, menyegarkan diri dan juga pikiran. Ada banyak kegiatan yang berbeda dalam kehidupan harian, terutama kegiatan belajar dan kegiatan rohani, kegiatan ini sangat beragam. ” Ini menjadi hal yang baru bagi otak, jiwa, supaya hidup ini lebih segar,” kata Pastor Don.

    Mengenai karakter komuniter yang menjadi pondasi atau tema tahunan Seminari Tinggi Interdiosesan San Giovanni XXIII Malang, Pastor Don menawarkan suatu ide bahwa komuniter berarti persatuan.

    Orang yang memiliki watak atau jiwa untuk hidup bersama orang lain. Baik dalam arti hidup ber-“seratus tiga puluh” dalam komunitas serta memiliki visi yang sama.

    Perpaduan fisik dan psikis dalam kehidupan bersama adalah kepribadian komuniter.

    Selanjutnya, kegiatan bersama ini dianggap penting karena terdapat komunitas besar (seminari), angkatan, keuskupan dan unit yang masing-masing bagian memiliki penekanan yang berbeda.

    Baca juga: Vesper Agung Jelang Tahbisan Uskup Valentinus Saeng CP, Uskup Agustinus katakan Jadilah Gembala yang Baik

    Keuskupan sebagai komunitas warga dalam keuskupan, angkaan sebagai komunitas perjuangan, unit berarti komunitas yang bersatu dalam satu kesatuan yang merupakan campuran keuskupan, tingkat dan latar belakang masing-masing individu. Setiap bagian memiliki unsur yang ingin ditonjolkan dalam kesatuan.

    Pastor Don menekankan bahwa segala sesuatu yang baik harus dilakukan, dikembangkan dan dipelihara untuk memperkuat persatuan.

    Selain itu, kami juga mewawancarai ketua tingkat, Frater Yoseph, yang menjadi salah satu penggagas acara tersebut. Kegiatan bersama ini merupakan salah satu sarana yang digunakan oleh Unity in Diversity untuk mempererat persaudaraan dalam tingkat. Semboyan Unity in Diversity (Persatuan dalam perbedaan) dipilih karena latar belakang dan pemikiran yang berbeda, namun keinginan untuk tetap dekat dalam persaudaraan itu. Selain itu, penyelenggaraan rekreasi di Kolam Renang Dieng ini dimaksudkan untuk refreshing diri oleh karena banyaknya tugas di kampus maupun di seminari.

    Dalam acara ini, Frater Yoseph merasa senang dan terharu karena semua anggota aktif berpartisipasi dan menyambut baik acara tersebut.  Semua merasa senang dan bahagia, semua anggota hadir walaupun ada yang terlambat karena harus menyelesaikan tugas penjualan kalender liturgi.

    Namun, setiap anggota berusaha untuk hadir. Kolam Renang Dieng dipilih sebagai tempat rekreasi karena jarak antara seminari dan lokasi rekreasi cukup dekat dan sesuai budget para Frater. Ini pertama kalinya bagi angkatan dua bisa jalan bersama setelah terkendala situasi pandemi covid.

    Frater Yoseph juga mengatakan bahwa memang ada agenda-agenda lainnya, namun kali ini lokasi yang dipilih tidak terlalu jauh.

    Baca juga: Pemberkatan Taman Doa Maria Bunda Segala Suku Oleh Uskup Malang

    Frater Yoseph juga menyampaikan pesan baik untuk angkatan dua agar selalu bersaudara dalam menjalankan panggilan, saling mendukung, saling membantu dalam segala kegiatan. Para frater didorong untuk bertekun dalam panggilan mereka sehingga di masa depan mereka dapat menjadi imam yang baik bagi umat.

    Melalui acara ini, semoga persaudaraan sebagai teman angkatan dan sahabat seperjalanan semakin erat. Lebih lanjut, Frater Yoseph juga mengajak jajaran angkatan lainnya yang memiliki kepentingan bersama untuk lebih mempererat persaudaraan satu angkatan sebagai rekan dalam menjalani panggilannya.

    Frater Yoseph percaya bahwa teman satu angkatan adalah orang-orang terdekat untuk dapat membantu kehidupan panggilan kita. Oleh karena itu perlu penguatan atau sarana untuk memperat melalui kegiatan bersama seperti ini.

     

    Peran Penting Mahasiswa Dalam Pemilu 2024

    Peran Penting Mahasiswa Dalam Pemilu 2024

    MajalahDUTA.Com, Landak- KPU Kabupaten Landak bekerjasama dengan GMNI Kabupaten Landak gelar Sosialisasi Pendidikan Pemilihan Pemula Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia

    Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Landak bekerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Landak mengelar Kegiatan Sosialisasi Pendidikan Pemilihan Pemula Kepada Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia, Sabtu (12/11/2022).

    Baca juga: MGR. Agustinus Agus Sambut Kedatangan Dubes Vatikan untuk Indonesia ke Kalimantan Barat

    Kegiatan dihadirkan Ketua KPU Kabupaten Landak Herkulanus Yacobus, Ketua DPC GMNI Kabupaten Landak Jerri Gotaru, Bawaslu Babupaten Landak Boni Fasius.

    Kegiatan digelar di Aula Hotel Hanura Landak yang bertema “Peran Penting Mahasiswa Dalam Pemilu 2024”.

    Ketua DPC GMNI Landak Jerri Gotaru dalam kata sambutan menyampaikan sosialisasi bukan sekedar kegiatan biasa, hal itu adalah langkah awal yang sinergis dalam mempererat jalinan kolaborasi GMNI Landak dengan pihak KPU Landak dalam mengsukseskan pemilu 2024.

    “Kami dari DPC GMNI Landak mengharapkan sinergi yang telah di bangun tetap terjaga. Kami dengan tegas siap membantu pengawalan pemilu 2024 dengan Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur dan Adil (Luber Jurdil),” katanya.

    Baca juga: Nunsius Mgr. Piero Pioppo Akan Kembali Berkati Gedung Keuskupan dan Kapel Kampus Katolik USA Ngabang 2023

    Sambutan kedua disampaikan oleh ketua KPU Landak Herkunalus Yacobus sekaligus membuka kegiatan Sosialisasi Pendidikan Pemilihan Pemula Kepada Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia dengan tema

    “Peran Mahasiswa dalam Pemilu 2024”.

    Dia menyampaikan bahwa mahasiswa adalah agen perubahan. Dalam pemilu nanti ada slot yang dapat diisi oleh mahasiswa yakni Pemilihan Panitia Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemongutan Suara (PPS).

     

    Nunsius Mgr. Piero Pioppo Akan Kembali Berkati Gedung Keuskupan dan Kapel Kampus Katolik USA Ngabang 2023

    Duta Besar Vatikan untuk Indonesia bersama Uskup Agustinus, Uskup Valentinus dan Kepolisian Kalbar

    MajalahDUTA.Com, Pontianak– Usai acara pentahbisan Uskup Sanggau yang baru, Mgr. Valentinus Saeng CP, Nunsius Mgr. Piero Pioppo didampingi Sekretarisnya Mgr. Michael Pawlowitz bersama Mgr. Valentinus Saeng Cp, Vikaris Jendral Keuskupan Agung Pontianak Pastor William Chang OFMCap dan kepolisian tiba di Keuskupan Agung Pontianak persis pukul 10.15 WIB, 12 November 2022.

    Nunsius singgah transit dari Keuskupan Agung Pontianak untuk makan siang bersama sebelum berangkat ke Bandara Supadio kembali ke Vatikan.

    Baca juga: Vesper Agung Jelang Tahbisan Uskup Valentinus Saeng CP, Uskup Agustinus katakan Jadilah Gembala yang Baik

    Kedatangan Nunsius Mgr. Piero Pioppo di Keuskupan Agung Pontianak pagi kemarin (12/11/22) sebelum makan siang Mgr. Valentinus Saeng CP dan Pastor William Chang OFMCap mendampinginya untuk berkeliling meninjau Gereja Santo Joseph Katedral.

    Nunsius sempat singgah di Plaza Maria, dalam Gereja dan ruang Adorasi untuk berdoa sejenak.

    Kinerja Uskup Agustinus

    Usai mengunjungi Katedral, Nunsius berbincang-bincang bersama Uskup Agustinus dan mengucapkan banyak terima kasih atas kinerja yang luar bisa dari Uskup Agustinus. Menurut Nunsius Uskup Agustinus memiliki kinerja yang terasa sekali dalam perubahan Keuskupan di Pontianak, selain cara dan sikap yang sederhana namun disayangi oleh umat.

    Setidaknya itulah poin pokok warna bahasa Nunsius Mgr. Piero Pioppo dalam obrolannya kepada Uskup Agustinus yang baru sampai dari Anjungan dengan mengenakan baju batiknya.

    Nunsius sepakati untuk datang kembali ke Pontianak pada tahun 2023

    Selain jamuan makan siang, Uskup Agustinus sempat berbincang secara personal kepada Nunsius dari mengucapkan terima kasih dan meminta maaf atas kekurangan dalam melayani penyambutannya di Keuskupan dari awal hingga selesai.

    “Saya hanya bicara dengan Dubes, terima kasih dan mohon maaf atas kekurangan dalam melayani kedatangan Duta Besar Vatikan,” kata Uskup Agustinus.

    Baca juga: MGR. Agustinus Agus Sambut Kedatangan Dubes Vatikan untuk Indonesia ke Kalimantan Barat

    Tahun depan Uskup Agustinus mengharapkan kehadiran Dubes untuk memberkati Gedung Keuskupan yang baru dan berkunjung ke Kampus Utama Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo serta memberkati Kapelnya.

    Dalam perbincangan itu juga Uskup Agustinus bicara kepada Nunsius agar kedatangannya lagi bisa mempersembahkan misa bagi umat Katolik di Ngabang.

    “Waktunya belum ditentukan, tetapi telah disepakati sesudah Paskah 2023 dan secara garis besar Nuntius Apostolik setuju,” kata Uskup Agustinus.

    Wujudkan Sehat Indonesiaku, Bubarkan BPOM Langkah Konkrit Benahi System Pengawasan Obat & Makanan

    Wujudkan Sehat Indonesiaku, Bubarkan BPOM Langkah Konkrit Benahi System Pengawasan Obat & Makanan"

    MajalahDUTA.Com, Jakarta- Hari Kesehatan Nasional (HKN) diperingati pada tanggal 12 November setiap tahunnya. Hari Kesehatan Nasional 2022 telah memasuki tahun ke-58, pemerintah mengusung tema ‘Bangkit Negeriku Sehat Indonesiaku’ untuk Hari Kesehatan Nasional 2022.

    Namun ironisnya, Tema tersebut, justru muncul di tengah adanya bencana Kesehatan dalam wujud Kasus gagal ginjal akut yang menyerang anak-anak usia 6 bulan-18 tahun yang merupakan tunas bangsa dan juga generasi penerus bangsa yang harusnya mendapatkan perlindungan serius dari Negara, namun justru menjadi korban dari kelalaian atau mungkin adanya kegagalan dari institusi pengawasan Obat-obatan & Makanan yakni BPOM dalam mengawasi peredaran obat-obatan dan makanan yang tercemar oleh bahan baku pelarut Propilen Glikol dan produk jadi mengandung Etilen Glikol (EG) yang melebihi ambang batas, EG diduga menjadi penyebab gagal ginjal yang menyebabkan ratusan anak Indonesia meninggal dunia belakangan ini, demikian disampaikan Rudy Darmawanto, SH Ketua Poros Rawamanagun, kepada awak media, Sabtu, 12 November 2022 kemaren di Jakarta.

    Baca juga: PJ Gubernur Instruksikan Jakpro Segera Buat LP Keuangan Formula E, Demi Selamatkan Kredibilitas Pemprov DKI Jakarta

    “Kondisi tersebut, sangat ironis dengan Tema Hari Kesehatan Nasional 2022, Bangkit Negeriku, Sehat Indonesiaku, bagaimana bisa mewujudkan Indonesia Sehat, kalau akibat di duga adanya kelalaian BPOM mengawasi peredaran obat-obatan, sehingga sebanyak 350-an Balita harus menjadi korban sia-sia”ucap Rudy Darmawanto.

    Menurut Rudy, peringatan Hari Kesehatan Nasional ke 58 ini, sesungguhnya adalah momentum untuk melakukan refleksi bagi seluruh komponen bangsa, terutama Pemerintah dalam hal ini adalah kementrian Kesehatan, dan juga instansi terkait dengan terbentuknya Kesehatan masyarakat, yang bukan hanya bicara tentang pelayanan Kesehatan di rumah sakit atau di puskesmas, ataupun bicara sarana prasarana penunjang Kesehatan, melainkan yang lebih dari itu adalah bicara mengenai Kesehatan makanan, minuman dan juga obat-obatannya, yang seringkali masalah tersebut dilupakan dan bahkan dilalaikan begitu saja, sehingga berakibat pada munculnya penyakit dari makanan atau obat-obatan yang tidak bisa diantipasi maupun dicegah.

    Mengapa demikian? Misalnya dalam kasus gangguan ginjal akut ini dikarenakan lemahnya system pengawasan Badan Pengawas Obat Makanan (BPOM) dan pemerintah dalam mendeteksi obat yang mengandung senyawa berbahaya.

    Baca juga: MGR. Agustinus Agus Sambut Kedatangan Dubes Vatikan untuk Indonesia ke Kalimantan Barat

    Seharusnya para pihak berwenang yang mengawasi ini lebih aware, tidak menunggu kasus seperti ini sampai memakan korban ratusan dikalangan balita dan anak-anak.

    “Nah, kalau ingin negeri ini bangkit dan sehat, maka harus ada reformasi total tentang berbagai segi yang terkait dengan bidang Kesehatan sebagai skala prioritas pembangunan non fisik, terutama pembenahan sistem pengawasan obat, makanan & Minuman di Indonesia, ini sangat urgent dan harus masuk skala prioritas dilakukan pemerintah, untuk pengawasan obat-obatan, makanan & minuman, sudah saatnya dilakukan secara transparan, dengan melibatkan komponen masyarakat, sehingga tidak bisa dimonopoli oleh satu pihak atau harus dilakukan secara kolektif dan pertanggungjawabannya juga kolektif”tukas Rudy Darmawanto, SH.

    Oleh karena itu, lanjut Rudy, dalam hal pertanggungjawaban dalam kasus gangguan gagal ginjal ini, BPOM tidak bisa lepas tanggungjawab, dan tidak bisa berlindung dibalik kekuasaan, Indonesia adalah negara hukum, untuk itu, dirinya sangat berharap agar siapapun termasuk diantaranya adalah wantimpres jangan melindungi orang yang salah, sebab isue nya kepala BPOM adalah kerabat dari salah satu anggota Wantimpres, sehingga sulitnya rasanya meminta pertanggungjawaban kepala BPOM dikarenakan adanya pihak-pihak yang diduga melindunginya.

    Atas indikasi tersebut, maka sebaiknya BPOM dibubarkan saja, diganti oleh sebuah Dewan Pengawasan Obat-Obatan & Makanan yang beranggotakan pihak-pihak yang berkompeten, yakni Ikatan Dokter Indonesia, Komunitas Ahli Gizi, Kepolisian dsb, kemudian bekerja dengan prinsip transparan, krebile, kolektif dan akuntabel, nah kalau berbentuk kolektif, tidak ada backing-backingan, kelihatan yang salah langsung bisa dihukum, tapi kalau tetap dalam bentuk BPOM alias bentuk Badan, yang kepala Badannya dipilih dan ditunjuk Presiden, maka celah untuk mendapatkan backing politik itu ada, akibatnya kalau ada masalah, terindikasi selalu ada intervensi politik dari penguasa atau orang-orang di sekitar kekuasaan, ya seperti yang terjadi pada Kepala BPOM sekarang ini.

    Baca juga: Vesper Agung Jelang Tahbisan Uskup Valentinus Saeng CP, Uskup Agustinus katakan Jadilah Gembala yang Baik

    “Ya, Kalau ingin bangkit, untuk menciptakan bangsa Indonesia sehat jasmani & Rohaninya, maka system pengawasan obat-obatan, makanan dan minuman harus di reformasi, bubarkan BPOM ganti dengan Dewan Dewan Pengawasan Obat-Obatan & Makanan, ya, kalau tidak, maka tema ‘Bangkit Negeriku Sehat Indonesia ku’ hanya slogan semata & hanya mimpi yang sulit diwujudkan, Karena itu Hari Kesehatan Nasional mari kita jadikan momentum Pembenahan Pengawasan Obat & Makanan dengan Bubarkan BPOM ”pungkas Rudy.

    Vesper Agung Jelang Tahbisan Uskup Valentinus Saeng CP, Uskup Agustinus katakan Jadilah Gembala yang Baik

    Vesper Agung Jelang Tahbisan Episkopal Uskup Sanggau

    MajalahDUTA.Com, Sanggau– Perjalanan dari Pontianak dimulai sekitar 10.00 WIB kemudian kedatangan Nuntius (Duta Besar Vatikan) di Keuskupan Sanggau disambut meriah oleh tarian khas Dayak Sanggau dan adat lokalnya.

    Tepat pada 14.00 WIB, rombongan Nuntius (Duta Besar Vatikan) untuk Indonesia, Mgr. Piero Pioppo bersama Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus dan para Uskup se-Indonesia diarak masuk menuju persinggahan biara di Katedral Sanggau untuk ramah tamah hingga mempersiapkan diri untuk ibadat Vesper Agung pada 18.00 WIB.

    Meskipun cuaca rintik namun semangat umat untuk menyambut Nuntius di Keuskupan Sanggau tetap berjalan meriah apalagi Nuntius yang umat ketahui merupakan perwakilan Paus Fransiskus sebagai gembala utama umat Katolik di seluruh dunia.

    Ibadat Vesper Agung

    Agenda ibadat sore meriah atau Vesper Agung dilaksanakan pada 10 November 2022 jelang tahbisan Episkopal Uskup Keuskupan Sanggau Mgr. Valentinus Saeng CP, di Gereja Katedral Hati Kudus Yesus Sanggau yang dipimpin oleh Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus.

    Peristiwa Penting dalam Perayaan ibadat sore meriah itu meliputi pengakuan iman oleh calon Uskup, sumpah setia calon Uskup kepada Tahta Suci dan pemberkatan Insignia misi kegembalaan Uskup Valentinus Saeng CP sebagai Uskup baru di Keuskupan Sanggau. Kemudian upacara tahbisan Episkopal akan dilanjutkan pada Jumat 11 November 2022 di gereja Katedral Hati Kudus Yesus Sanggau yang dimulai pada Pukul 09.00 WIB.

    Menjadi Gembala umat yang baik

    Uskup Agustinus menyampaikan kunci menjadi seorang gembala yang baik tidak ada cara lain selain rendah hati. Setinggi apapun sekolahnya, sehebat apapun dirinya jika tanpa dasar sikap rendah hati, semua akan sia-sia.

    Kemudian sikap kedua yang digarisbawahi oleh Uskup Agustinus adalah sikap untuk mampu ‘melebur’ bersama umat yang dinahkodai.

    Baginya, seorang Uskup Agustinus peranan gembala yang dekat dengan umat adalah kunci untuk membuka persaudaraan dan komunikasi agar hubungan gereja dan umat bahkan gereja dan pemerintahan menjadi tempat penyalur cinta kasih Kristus di wilayah Keuskupan Sanggau.

    Uskup Agustinus juga menitikberatkan bahwa dalam kegembalaan Uskup Valentinus Saeng CP, hendaknya menjadi rendah hati, memiliki iman tidak berarti memiliki jawaban atas segalanya oleh karena itu sikap rendah hati akan melahirkan pandangan kepada sesama imam untuk saling mendukung dan mendoakan.

    Oleh karena itu, Uskup Agustinus mendoakan Uskup Valentinus Saeng CP untuk selalu berjalan bersama dan menjadikan kehadiran umat di Keuskupan Sanggau sebagai kesempatan berharga untuk memperkaya dan memperbaharui iman dalam semangat seorang Gembala yang Baik.

    ” Jika melihat saudara rekan kerjanya sebagai saingan maka yang terjadi adalah perpecahan dan dari sana dimulainya bibit kesombongan. Maka lihatlah rekan kerja kita dalam Keuskupan sebagai saudara dan bukan sebagai saingan, saling mendukung, mendoakan dan duduk bersama untuk saling mendukung,” pesan Uskup Agustinus.

    Mgr. Agustinus Agus Sambut Kedatangan Dubes Vatican untuk Indonesia ke Kalimantan Barat

    Proses pengalungan sal kepada Duta Besar Vatikan, Mgr. Piero Pioppo oleh Mgr. Agustinus Agus
    Proses pengalungan sal kepada Duta Besar Vatikan, Mgr. Piero Pioppo oleh Mgr. Agustinus Agus

    Umat Katolik Kalimantan Barat, khususnya Keuskupan Sanggau boleh berbangga karena Nuntius (Duta Besar Vatikan) untuk Indonesia, Mgr. Piero Pioppo berkenan melakukan kunjungan pastoral dalam rangka Pentahbisan Uskup Sanggau, Mgr Valentinus Saeng CP yang berlangsung pada 11 November 2022.

    Kurang lebih pukul 10.05 WIB dengan menggunakan pesawat Garuda GA 502 Nuntius tiba bersama sekretarisnya, Pastor Michael Pawlowitz (asal Amerika) di Bandara Supadio. Kedatangan Nuntius disambut langsung oleh Uskup Agung Pontianak di tangga pesawat Garuda. Mgr. Agustinus Agus di dampingi Drs.Ignasius IK, SH, M.Si (Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar) mewakili Gubernur Kalbar.
    Sebelum transit ke dalam mobil yang akan membawany ke Sanggau, Nuntius dikalungkan sal dan topi manik-manik khas Dayak oleh Mgr. Agustinus Agus sebagai tanda selamat datang di bumi Kalimantan Barat.

    Perjalanan Nuntius menuju Sanggau akan juga bersama Uskup Agung Medan, Mgr. Kornelius Sipayung, OFMCap dengan pengawalan dari pihak Dit Pamobvit Polda Kalbar.

    Sebelum melanjutkan perjalanan menuju Sanggau, Nuntius masih sempat menyediakan waktu untuk berfoto bersama. Kesan yang tertangkap adalah tampak Nuntius begitu ramah dan murah senyum. Nuntius menyapa setiap orang yang berjumpa dengannya.

    “Terima kasih atas sambutan yang hangat ini,”ujarnya dalam bahasa Inggris.

    “Selamat siang, lanjut Nuntius dengan bahasa Indonesia.

    Ini adalah kunjungan pastoral ke-2 Nuntius ke Kalimantan Barat, setelah kunjungannya yang terakhir kali ke Keuskupan Agung Pontianak dalam rangka pemberkatan gereja Katolik Maria Ratu Pencinta Damai (MRPD) Pancasila Pontianak, pada 11 Maret 2018 lalu.

    Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus mengungkapkan kedatangan Duta Besar Vatican (Nuntius) ke Sanggau mewakili Paus Fransiskus sebagai gembala utama umat Katolik di seluruh dunia.

    “Kedatangan beliau, juga memberikan support dan kekuatan kepada umat Katolik untuk tetap bersatu,” ujar Agustinus Agus.

    Mgr. Agustinus Agus akan Pimpin Vesper Agung.
    Selaku Penahbis Utama, Duta Besar Vatican untuk Indonesia, Mgr. Piero Pioppo akan didampingi oleh penahbis pendamping pertama yakni Uskup Agung Jakarta, Ignatius Kardinal Suharyo. Dan Uskup Emeritus Sanggau, Mgr Guilio Mencuccini CP menjadi penahbis pendamping kedua.

    Sebelum perayaan Ekaristi pentahbisan, pada Jumat (11/11/2022), hari ini, Kamis (10/11/2022), pukul 18.00 WIB, Mgr. Agustinus Agus akan memimpin ibadat sore meriah atau Vesper Agung di Gereja Katedral Hati Kudus Sanggau.

    Dalam Vesper Agung, akan berlangsung tiga peristiwa penting, yakni pengakuan iman oleh calon uskup, sumpah setia calon uskup kepada Tahta Suci, dan pemberkatan insignia (atribut penanda uskup) dan katedra (Tahta Uskup) Mgr. Valentinus Saeng CP sebagai Uskup baru keuskupan Sanggau.

    Paul – Komsos KAP

     

     

     

     

     

    “FSAB : Peringatan Hari Pahlawan ke 77 Momentum Refleksi & Aktualisasi Pahlawanku Teladanku

    FSAB :Momentum Aktualisasi Pahlawanku Teladanku di Peringatan Hari Pahlawan 2022

    MajalahDUTA.Com, Jakarta– Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945 telah ditetapkan sebagai Hari Pahlawan melalui Keppres Nomor 316 tahun 1959 pada 16 Desember 1959. Kala itu Soekarno juga memutuskan bahwa Hari Pahlawan bukan hari libur, namun setiap tahun diperingati oleh bangsa Indonesia.

    Untuk tahun 2022 ditetapkan tema Hari Pahlawan: ”Pahlawanku Teladanku”, yang dapat dimaknai bahwa tema tersebut merupakan jawaban terhadap realita bangsa Indonesia, terutama generasi milinealnya, yang dihadapkan pada masalah krisis keteladanan, demikian disampaikan Suryo Susilo Ketua Forum Silaturahmi Anak Bangsa (FSAB) kepada awak media, Kamis, 10/11/2022 di Jakarta.

    “Faktanya, hari ini, banyak ditemukan generasi milineal yang kurang memahami jejak sejarah kepahlawanan dari generasi terdahulu, yang bisa menjadi inspirasi dan juga keteladanan bagi mereka” ungkap Suryo Susilo.

    Baca juga: Komisi I DPR RI Didesak Inisiasi Hak Angket Dugaan Korupsi Pengadaan Tower BTS

    Menurut Suryo Susilo, keteladanan sangat penting bagi generasi muda, sebagai panutan yang memicu semangat mereka untuk dapat menjadi seperti yang diteladani.

    Namun seiring berjalannya waktu, sosok teladan semakin menipis, hal ini menunjukan bahwa semakin kurangnya orang-orang yang dapat dijadikan sebagai teladan dan panutan, misalnya dari sekian banyak pahlawan nasional yang tercantum di buku sejarah, serta diajarkan di sekolah maupun di kampus, nampaknya hanya ditampilkan kisah perjuangan dalam merebut kemerdekaan bangsa Indonesia, dan juga hanya menyajikan peristiwa heroiknya saja, tanpa mengaktualisasikan kepribadian, moralitas, gagasan, sikap maupun pola hidup, serta kepeloporannya yang dapat menginspirasi, maupun dapat diteladani oleh generasi sekarang.

    “Jadi menurut saya, Tema Hari Pahlawan Tahun ini yakni “Pahlawanku Teladanku” sangat tepat, obyektif dan sesuai realitas, terutama bagi generasi milineal yang sedang dihadapkan pada krisis keteladanan” tukas Suryo Susilo.

    Hal senada juga disampaikan oleh Aji Baskoro seorang anggota FSAB Muda kepada awak media yang menghubunginya, ia mengatakan tema dari Hari Pahlawan tahun ini sangat realitis dengan kondisi saat ini, dimana para generasi milenial kurang mengenal para Pahlawannya sendiri. Karena tidak mengenal, mereka tidak bisa menghargai dan menghormati para Pahlawan.

    “Kejadian seorang oknum melakukan kegiatan vandalisme terhadap patung Jendral Soedirman adalah contoh terbarunya, karena mungkin si pelaku tidak memahami mengenai jejak sejarah yang dilakukan oleh seorang Jenderal Sudirman dalam memimpin perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajahan Belanda” ucap Aji Baskoro kepada awak media, Kamis, 10/11/2022 di Jakarta.

    Menurut Aji, sesungguhnya hal tersebut tidak perlu terjadi atau tidak perlu dilakukan oleh generasi milineal, kalau saja pemerintah bisa mendekatkan diri kepada para milenial dengan cara yang kekinian dalam mengenalkan sejarah, yakni tidak saja menjadikan mata pelajaran sejarah sebagai mata pelajaran wajib diajarkan di sekolah maupun di kampus dengan cara yang selama ini dilakukan, melainkan menjadikan mata pelajaran sejarah yang didalamnya juga mengaktualisasikan sosok Pahlawan, serta menjadikannya pelajaran yang asyik dan menarik bagi para milenial; Nah mengenai peran generasi muda, lanjut Aji, peran generasi muda sangat penting.

    Bisa dimulai dari diri sendiri melakukan hal-hal yang simple dan sederhana, dengan tidak merugikan orang banyak seperti merusak fasilitas umum, menjaga kebersihan dan juga tertib aturan, menjadi netizen yang positif dan berpikiran terbuka, serta mengambil contoh sosok Pahlawan yang dapat menginspirasi dan dapat diteladani kepahlawanannya, misalnya para pejuang yang gugur di medan pertempuran pada peristiwa 10 November 1945 di Surabaya.

    Baca juga: PJ Gubernur Instruksikan Jakpro Segera Buat LP Keuangan Formula E, Demi Selamatkan Kredibilitas Pemprov DKI Jakarta

    Mereka dengan keberaniannya, kegigihannya dan ketegarannya melawan tentara sekutu demi mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

    “Perjuangan mereka itu, harus bisa diteladani oleh generasi sekarang, dengan tetap menjaga kedaulatan NKRI, melalui upaya menjaga persatuan, kesatuan, menciptakan kemandirian, menguasai teknologi digital, inovatif, kreatif, serta menjaga kelestarian alam lingkungan hidup, ini semua dapat dilakukan sebagai upaya untuk mengimplementasikan tema hari Pahlawan tahun ini, yakni Pahlawanku teladanku” tegas Aji Baskoro.

    Sementara itu, ketika dihubungi oleh awak media, Anne Sarjono yang juga anggota FSAB Muda, mengatakan bahwa saat ini krisis keteladaan dan krisis sosok kepemimpinan telah melanda generasi milineal, sehingga keberadaan sosok figur yang dikenal dan bisa menjadi contoh atau idola bagi kalangan milenial yang bisa di copy paste, itu sangat tidak banyak, bahkan boleh dikatakan sangat sedikit jumlah dan minim kualitasnya; ya, karena media untuk menampilkan sosok Pahlawan yang menginspirasi dan patut diteladani itupun nampak sangat pragmatis, mungkin juga kadang dibumbuhi dengan kepentingan politis, sehingga yang terjadi adalah manipulasi, sangat subyektif dan tendesius. Akibatnya generasi milineal pun enggan meneladani kepahlawanan sosok yang manipulatif tersebut.
    “Menurut saya, dalam agama Islam, kita mengenal dengan istilah uswatun hasanah, yaitu konsep moralitas seorang pemimpin dalam pola interaksi dengan masyarakat, yang mengedepankan moralitas dan contoh teladan yang baik (uswatun hasanah), seharusnya sejarah juga mencantumkan sosok pahlawan dari sisi moralitas maupun juga uswatun hasanahnya, yang tidak bisa dimanipulasi, tidak subyektif, sehingga bisa diteladani oleh generasi milineal” ungkap Anne.

    Lebih lanjut, Anne mengatakan bahwa generasi milineal sekarang ini membutuhkan sosok pahlawan yang bisa menjadi panutan, yang berintegritas, jujur, berani, cerdas dan iklas, tanpa embel-embel kepentingan politik apapun, serta tanpa kompromi dalam mempertahankan kedaulatan NKRI.

    Tentunya keberadaan sosok pahlawan tersebut dapat diterapkan dalam peran generasi kekinian untuk menjaga keutuhan NKRI, yaitu dengan saling menghormati dan menghargai satu sama lain merupakan yang pertama yang harus dilakukan, begitu pula, lanjut Anne, para Pahlawan perjuangan dapat meraih kemenangan juga disebabkan karena mereka berjuang bersama dan menyampingkan perbedaan.

    Baca juga: Mgr. Agustinus Agus Pimpin Vesper Agung

    Itulah, mengapa menjunjung tinggi Bhinneka Tunggal Ika yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan juga penting untuk dilakukan, selain itu juga meneladani kepahlawanan melalui menjaga lingkungan hidup dengan baik, meningkatkan ketahanan pangan dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lahan yang ada agar lebih produktif dan lestari, baik secara kuantitas maupun kualitas.

    Perluasan areal pertanian, misalnya dengan mengoptimalkan ekstensifikasi pertanian pada lahan potensial, serta terlibat dalam menjaga ketahanan pangan dengan menjadi petani milineal melalui kegiatan bisnis pertanian, maupun perkebunan.

    “Dari semua yang saya sampaikan tersebut, yang terpenting adalah mengamalkan Pancasila atau memahami makna Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, yang merupakan cara untuk menghargai jasa para pahlawan, dan juga merupakan upaya meneladani nilai-nilai kepahlawanan. Jangan lupa juga menjalankan peraturan perundang-undangan yang berlaku, peraturan agama, maupun juga budaya yang ada dalam masyarakat secara baik dan benar, serta jangan ada lagi manipulasi sosok figur yang tidak patut menjadi Pahlawan dan tidak patut untuk diteladani. Mari kita jadikan peringatan Hari Pahlawan tahun ini menjadi momentum aktualisasi Pahlawanku Teladanku” pungkas Anne.

    Komisi I DPR RI Didesak Inisiasi Hak Angket Dugaan Korupsi Pengadaan Tower BTS

    Komisi I DPR RI Didesak Inisiasi Hak Angket Dugaan Korupsi Pengadaan Tower BTS

    MajalahDUTA.Com, Jakarta- Kasus dugaan korupsi pengadaan tower base transceiver station Kementerian Komunikasi dan Informatika atau Kominfo—Badan Aksesbilitas Telekomunikasi dan Informasi atau BAKTI, yang berdampak pada munculnya kerugian negara, dan juga kerugian pada masyarakat yang sangat membutuhkan jaringan internet untuk berkomunikasi, terutama di daerah pedesaan maupun Kawasan pedalaman yang ada di beberapa provinsi, terutama di daerah Provinsi Papua, karena itu sudah selayaknya DPR RI, terutama Komisi I DPR RI sebagai mitra Kemenkominfo, tidak mendiamkan kasus ini, demikian disampaikan Fatimah Shanza Barisan Muslimat Cegah Korupsi kepada awak media, Rabu, 9/11/2022 di Jakarta.

    “Kalau proyek ini merupakan salah satu proyek strategsi nasional dan merupakan kebijakan Pemerintah, maka sebaiknya DPR RI tidak hanya menjadi penonton saja, melainkan harus proaktif”ucap Fatimah Shanza.

    Menurut Fatimah Shanza, dirinya Bersama rekan-rekannya tergabung dalam Koalisi Gerakan Jihad Berantas Korupsi, telah banyak menerima adanya laporan, keluhan serta pengaduan dari masyarakat yang berdampak kerugian akibat tidak dapat mengakses jaringan internet di daerah pedesaan maupun pedalaman, disebabkan oleh kekacauan pelaksanaan proyek pengadaan Tower BTS tersebut serta mereka sangat menyayangkan terjadinya dugaan tindak pidana korupsi, yang diduga terjadi secara Terstruktur Sistematis dan Massif, terjadi terstruktur sebab terindikasi dugaan korupsi ini terjadi dari tingkat Pusat sampai daerah, baik yang ada di lingkungan Kemenkominfo maupun di luar lingkungan Kemenkominfo, dan tidak menutup kemungkinan juga di lingkungan dinas kominfo di daerah, sedangkan sistematis, terindikasi dugaan kasus korupsi proyek pengadaan Tower BTS ini juga terjadi secara sistematis, mungkin dimulai dari perencanaan, pengangggaran, proses lelang perusahaan pelaksana proyek yang tidak transparan (diduga KKN & tidak professional) dan tentunya diduga kasus korupsi ini terjadi massif yakni menyeluruh, karena itu, hari ini, Koalisi Gerakan Jihad Berantas Korupsi bersurat ke Komisi I DPR RI, memohon kepada Ibu Meutya Viada Hafid Ketua Komisi I DPR RI beserta jajaran anggota Komisi I DPR RI.

    “Agar sesuai kewenangannya dapat menginisiasi mempergunakan hak angket untuk melakukan penyelidikan terhadap kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan salah satu proyek strategis nasional yakni pengadaan pembangunan Tower BTS, berdampak luas pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang diduga bukan hanya bertentangan dengan peraturan perundang-undangan melainkan juga adanya dugaan pelanggaran hukum yang disinyalir juga adanya tindak pidana korupsi terhadap proyek pengadaan Tower BTS tersebut”pungkas Fatimah Shanza yang juga juru bicara Koalisi Gerakan Jihad Berantas Korupsi.

    TERBARU

    TERPOPULER