Friday, April 24, 2026
More
    Home Blog Page 102

    Kematian Archimedes saat penangkapan Syracuse oleh Romawi

    The death of Archimedes at the capture of Syracuse by the Romans

    MajalahDUTA.Com, Pontianak- Archimedes (c287-212 SM) adalah salah satu ilmuwan paling terkenal di dunia kuno. Dia mungkin paling terkenal karena teriakannya ‘Eureka’ ketika dia menyadari bahwa ketinggian air di bak mandinya naik ketika dia masuk ke dalamnya.

    Kontribusi utama Archimedes untuk matematika adalah penemuan rumus untuk luas dan volume bola, silinder, parabola, dan bidang datar lainnya serta bangun padat.

    Metode yang dia gunakan mengantisipasi teori integrasi yang dikembangkan 1800 tahun kemudian.

    Dia juga memelopori ilmu hidrostatik, studi tentang tekanan dan kesetimbangan cairan. Sekrup Archimedean yang dikembangkan olehnya sebagai alat untuk menaikkan air masih digunakan untuk keperluan irigasi hingga saat ini.

    Archimedes terbunuh ketika Romawi merebut Syracuse pada 212 SM. Kota ini telah bertahan melawan Romawi yang mengepung selama 3 tahun, dibantu oleh berbagai mesin militer yang dibangun sesuai dengan desain Archimedes.

    Perayaan Natal Bersama SD Plus Gembala Baik Pontianak

    Natal Bersama SD Plus Gembala Baik - Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.com, Pontianak – Semarak natal menghadirkan kegembiraan, memberi kebahagiaan bagi bapak/ibu guru dan siswa/i SD Plus Gembala Baik yang pada hari ini merayakan natal bersama di sekolah. Jumat, 6 Januari 2023.

    Perayaan di awali dengan misa bersama yang di pimpin oleh pastor Plasida Palius, OFM. CAP, sekretaris Yayasan Pendidikan Gembala Baik. Hadir juga Ibu Wavina selaku ketua Komite Sekolah.

    Setelah misa anak – anak bersama wali kelas kembali ke kelas masing masing untuk istirahat selama 30 menit dan kemudian dilanjutkan dengan tukar kado.

    Baca Juga: Natal Bersama Anak Panti Asuhan Uskup Agustinus Janji Bantu Anak-anak Kuliah

    Moment tukar kado natal adalah moment yang paling di tunggu oleh anak – anak karena sebagai salah satu bentuk kecerian dan kebersamaan natal bagi mereka. Selain anak-anak, bapak/ibu guru dan staf  juga mengadakan tukar kado natal.

    Setelah itu acara dilanjutkan dengan penampilan anak-anak dalam bentuk pentas seni menunjukkan bakat mereka masing-masing.

    Baca Juga: Natal Bersama di RUTAN Pontianak, Uskup Agustinus Katakan Kesabaran adalah Kekuatan

    Penampilan yang mereka tampilkan adalah drama kelahiran Yesus, menyanyikan lagu Selamat Hari Natal, penampilan karate kata I, penampilan gitar Feliz Navidad, penampilan tari dancing club, penampilan paduan suara yang meraih juara 3 di Lomba Paduan Suara Gereja Katedral St. Yosef Pontianak, penampilan Wushu, penampilan keyboard We Wish You Marry Christman,  menyanyi solo White Christmas dan penampilan terakhir adalah permainan Lato-Lato oleh semua anak-anak yang bersedia.

    Setelah penampilan-penampilan selesai kemudian acara di tutup dengan doa penutup.

    Ulang Tahun RSU Santo Antonius ke 94, Uskup Agustinus katakan Jangan Cepat Puas

    Foto Bersama - (kiri) Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus, (tengah) Sutarmijdi, (Kanan) Dokter Gede Sanjaya- KOMSOS Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.Com, KUBU RAYA– Kamis 5 Januari 2023 Rumah Sakit Umum Santo Antonius Pontianak mengadakan perayaan Natal bersama 2022 sekaligus merayakan perayaan ulang tahun Rumah Sakit yang ke 94 di Hotel Qubu Resort Jl. Arteri Supadio No.16, Sungai Raya, Kec. Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Perayaan ekaristi kudus dipimpin oleh Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus didampingi Uskup Emeritus, Mgr. Hieronymus Herculanus Bumbun OFMCap diantaranya juga hadir Provinsial Kapusin Pontianak, Pastor Faustus Bagara OFMCap, Vikjen Keuskupan Agung Pontianak, Pastor William Chang OFMCap hadir pula Pastor Sabinus Lohin, CP, Pastor Cosmas Jang OFMCap, Pastor Hermanus Mayong OFMCap, Pastor Alexius Alex Pr, Pastor Amandus Ambot OFMCap dan Pastor Donatus Pr.

    Perayaan ekaristi kudus dihadiri oleh karyawan-karyawati dan keluarga RS Umum Santo Antonius Pontianak dan hadir pula Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji. Dalam perayaan natal bersama tersebut, Uskup Agustinus menitikberatkan pokok cinta untuk hidup bergandengan tangan satu dengan yang lain. Sebagaimana pesan natal tahun 2022, “dan pulanglah mereka lewat jalan lain”- (Matius 2:12) begitu juga Uskup Agustinus menerjemahkannya sebagai bentuk kebersamaan yang saling meneguhkan.

    Tiga raja dari Timur yang dikisahkan dalam peristiwa Natal itu seolah mau mewakili 3 tokoh penting dalam dunia. Ada yang mewakili penguasa, mewakili orang kaya dan mewakili kaum intelektual. Ketiga tokoh tersebut dimaknai adalah tanda bahwa setinggi dan sehebat apapun jabatan manusia mereka tetap membutuhkan perlindungan keselamatan dari sang sumber kebenaran itu yakni Yesus Kristus yang lahir di Betlehem dalam palungan nan sederhana.

    Jangan Cepat Puas

    Dalam sambutannya, Uskup Agustinus mengingatkan kepada semua karyawan Rumah Sakit untuk selalu ingat pada sikap kerendahan hati. Menurutnya tak ada cara lain untuk bekerja sama selain dengan jalan kerendahan hati. Poin utamanya bukan melihat saudara sebagai saingan, tetapi melihat rekan kerja sebagai saudaranya sehingga terciptalah suasana yang saling mendukung.

    Melayani juga butuh pengorbanan, pengorbanan seperti menolong mereka-mereka yang terpinggirkan dan memberikan perhatian kepada mereka yang membutuhkan. “Ada begitu banyak kelompok terpinggirkan dari masyarakat yang kita lihat, misalnya mereka yang berada di Lapas, Rutan, Panti Asuhan bahkan jangan abaikan juga pasien-pasien yang datang ke Rumah Sakit mau berobat tapi menangis mencari uang untuk bayar pengobatan,” tutur Uskup Agustinus.

    Uskup Agustinus juga menambahkan pentingnya peranan pelayan Rumah Sakit yang kemudian dapat menjadi contoh konkret tentang kasih Allah lewat tangan-tangan pekerja di Rumah Sakit.

    Menutup sambutannya, Uskup Agustinus berpesan bahwa apapun yang dilakukan dari dalam internal maupun pencapaian-pencapaian yang telah diraih, hendaknya jangan cepat puas dengan hal itu. Baginya, saat manusia sudah puas dengan apa yang mereka miliki maka disitulah titik kelemahan mereka untuk tidak mau belajar hal-hal yang baru.

    Sebagai Direktur Utama Rumah Sakit Umum Santo Antonius Pontianak dr. Gede Sandjaya, Sp. OT (K) optimis jika dalam pelayanan yang diberikan kinerja yang baik meskipun dalam masa sulit namun jika pelayanan baik yang disuguhkan pada masyarakat kedepan akan menjadi berkat baik bagi karyawan dan semua masyarkat.

    Dokter Gede Sandjaya juga berharap semoga dalam natal 2022 dan tahun baru 2023 dapat memperbaharui semangat dan menjadi contoh pelayanan kemanusiaan kepada banyak kalangan.

    “Saya percaya dengan selalu meningkatkan potensi, kompetensi dan kinerja yang baik, dapat akan membawa berkat bagi banyak orang terutama pasien yang kita layani,” kata dr. Gede Sandjaya.

    Saya setuju dengan Bapa Uskup

    Memulai sambutannya, Gubernur Kalimantan Barat – Sutarmidji mengungkapkan sekilas perjalanan politiknya dari menjadi Wali Kota Pontianak yang ke – 14 hingga sekarang kebetulan pula menjadi Gubernur Kalimantan Barat yang ke 14 pula, menurutnya itu adalah rahmat yang boleh ia terima selama perjalanan politiknya.

    Selaras dengan itu, Sutarmidji juga sepaham dengan pendapat Uskup Agustinus tentang ‘Tidak cepat puas’ dengan pencapaian yang diperoleh Rumah Sakit Umum Santo Antonius Pontianak.

    “Karena kalau kita puas maka kita berhenti dan setidaknya berkurang daya inovasi kita, padahal dalam kehidupan ini sampai akhir dunia, inovasi adalah bagian dari jalan hidup,” kata Sutarmidji.

    Gubernur Kalimantan Barat berharap Rumah Sakit Umum Santo Antonius Pontianak terus memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat dari semua golongan. Menutup sambutannya Sutarmidji kembali mengikatkan bahwa dalam mengoperasikan manajemen Rumah Sakit yang bermutu kuncinya terletak pada pelayanan.

    “Orang akan kerumah sakit, pada umumnya mencari pelayanan yang bagus, agar masyarakat kita tidak pergi jauh-jauh berobat di Negara tetangga,’ tutup Sutarmidji.

    Terkait Kasus Korupsi Tower BTS, GMBK Desak Komisi I DPR Panggil Jampidsus

    Terkait Kasus Korupsi Tower BTS, GMBK Desak Komisi I DPR Panggil Jampidsus

    MajalahDUTA.Com, Jakarta- Dugaan peristiwa pidana atau pelanggaran hukum dalam pengadaan tower Base Transceiver Station (BTS) oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo, yang juga diduga terjadi kerugian negara sebesar triliunan rupiah, kini ditangani oleh Jampidsus, setelah melalui proses penyelidikan dan juga penyidikan, kemudian sudah menetapkan tiga tersangka dugaan kasus korupsi BTS atau base transceiver station di Kementerian Komunikasi dan Informatika tahun 2020 hingga 2022, meskipun sudah menetapkan tiga tersangka, yakni Direktur Utama BAKTI Kominfo Anang Achmad Latif (AAL), GMS Direktur Utama PT Mora Telematika Indonesia. Tersangka terakhir berinisial YS selaku Tenaga Ahli Human Development (HUDEV) Universitas Indonesia Tahun 2020.

    Namun kinerja Jampidsus masih menjadi sorotan masyarakat, pasalnya hingga saat ini Jampidsus belum menyentuh Jhonny G Plate sebagai Menkominfo dan juga kolega sesama Partai Nasdem berinisial DIP yang menjabat sebagai tenaga ahli di lingkungan Kemenkominfo, demikian disampaikan Siti Zulikha Ketua Gerakan Mahasiswa Berantas Korupsi (GMBK) kepada wartawan, Kamis, 5/1/2023 di Jakarta.

    “Meskipun sudah ada penetapan tiga tersangka, akan tetapi rasa keadilan masyarakat belum seutuhnya terpenuhi dalam penanganan kasus dugaan korupsi proyek BTS, ya, karena sampai sekarang Jampidsus belum menyentuh dua kader Partai Nasdem, yakni Jhonny G Plate & koleganya”ungkap Siti Zulikha.

    Menurut Siti Zulikha, dari pengamatannya, sudah banyak pihak yang menengarai adanya dugaan keterlibatan dua pentolan Partai Nasdem yang terindikasi melakukn tindakan melawan hukum yang merugikan negara dengan modus korupsi kebijakan yang mengatur pihak perusahaan swasta untuk memenangkan proyek tersebut tanpa kompetensi, sehingga masyarakat pun sangat berharap yang bersangkutan itu segera diperiksa oleh pihak Jampidsus, namun harapan itu rupanya belum terpenuhi, pasalnya pihak Jampidsus belum memanggil kedua orang tersebut.

    “Ini sesuatu yang mengherankan, kenapa yang menjadi tersangka adalah para bawahan, sedangkan Jhonny G Plate sebagai Menkominfo tidak diperiksa sama sekali, padahal yang bersangkutan adalah penentu kebijakan, mana mungkin dia mengatakan tidak tau menahu masalah tersebut”tukas Siti.

    Oleh karena itu, lanjut Siti, dirinya bersama rekan-rekan di Gerakan Mahasiswa Berantas Korupsi mengadukan masalah ini ke Komisi I DPR RI, agar segera memanggil Febrie Adriansyah Jaksa Agung Muda bidang Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, meminta keterangan mengenai belum diperiksanya kader Nasdem berinisial DIP dan juga Johnny Gerard Plate sebagai Menkominfo yang diduga melakukan korupsi kebijakan yang berakibat pada lemahnya pengawasan terhadap proyek tersebut, sehingga merugikan pihak lain dan juga merugikan negara.

    “Ya, Kita desak komisi I DPR RI, untuk segera panggil Jampidsus, agar rakyat harus tau, kenapa sih Jampidsus nggak periksa mereka berdua tersebut?apakah ada backing politik yang melindungi mereka berdua sehingga takut untuk memeriksa mereka, Komisi I DPR jangan diam saja, bongkar donk siapa backing politik yang melindungi mereka, dan untuk Jampidsus, kapan mereka diperiksa, pak?”pungkas Siti.

    Natal Bersama Anak Panti Asuhan Uskup Agustinus Janji Bantu Anak-anak Kuliah

    Foto Bersama - Uskup Agustinus dan Anak-anak Panti Asuhan- Kompleks Rumah Retret Santo Johanes Paulus II Anjongan

    MajalahDUTA.Com,MEMPAWAH– Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus jamu 46 anak panti Asuhan Katolik untuk Natal Bersama di Rumat Retret Santo Johanes Paulus II Anjongan.

    Diawal Januari 2023 persisnya tanggal 2 Januari 2023, kali ini Uskup Agustinus menyuguhkan suasana baru kepada sejumlah anak-anak panti asuhan Katolik sekaligus mengenalkan seluruh kompleks Gua Maria Ratu Pencinta Damai Anjongan beserta rumah retretnya.

    Keberangkatan dari Pontianak dipandu oleh kakak-kakak panitia Radio Diah Rosanti dan KOMSOS Keuskupan Agung Pontianak, kemudian disambut langsung oleh Uskup Agustinus sesaat sesampainya mereka ke Anjongan.

    Temu Natal bersama yang diikuti oleh 4 Panti Asuhan tersebut dilaksanakan di Aula Rambai yang merupakan Duplikat Gereja Santo Yoseph Katedral Pontianak terdahulu, bersama seluruh peserta semua larut dalam keheningan kegiatan.

    Perjumpaan kasih itu, Uskup Agustinus mengungkapkan bahwa ia sangat mencintai mereka, oleh karenanya sebisa mungkin setiap tahunnya Uskup Agustinus memberikan waktunya untuk ikut bersama mereka dalam kegiatan Natal bersama setiap tahunnya.

    “Saya adalah kakek untuk kalian dan bapak untuk sebagian dari kalian,” kata Uskup Agustinus.

    Janji Bapa Uskup

    Sebagian besar anak-anak panti asuhan adalah anak remaja yang akan menginjak bangku kuliah. Di tengah cerita kasih itu, Uskup Agustinus sekilas mengambarkan bahwa sekarang Keuskupan Agung Pontianak sudah memiliki Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo. Momen itu sekaligus tawaran untuk berkuliah gratis yang diberikan Keuskupan bagi anak-anak yang akan melanjutkan pendidikannya.

    Bersama 60-an peserta termasuk didalamnya pembina, Uskup Agustinus berjanji akan membantu anak-anak yang akan melanjutkan pendidikannya di Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo.

    Perhatian ini bukan tanpa dasar, perhatian kepada anak-anak panti asuhan adalah salah satu agenda pokok dari Jadwal tahunan Uskup Agustinus selain kunjungannya ke Rutan dan Lapas.

    “Saya janji akan bantu kalian untuk kuliah, yang penting belajar dengan baik,” tutup Uskup Agustinus.

    MANGGA ARUMANIS UNTUK PAUS BENEDIKTUS XVI

    Pertemuan pertama kali antara Rm Markus Solo Kewuta SVD dan Paus Benedictus XVI tahun 2008 di Vatikan.

    MajalahDUTA.Com, JAKARTA- Senin (02/01/2023)- Paus Emeritus Benediktus XVI tutup usia, Vatikan dan seluruh umat Katolik dunia, berkabung. Paus yang bernama lengkap Joseph Aloisius Ratzinger asal Jerman itu meninggal di usia 95 tahun, di biara Mater Ecclesiae di dalam taman Vatikan, yang merupakan rumahnya selama satu dekade terakhir.

    Lalu bagaimana sosok Paus Emeritus Benediktus dimata Pejabat Vatikan asal Indonesia, Pater Markus Solo Kewuta ?

    Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan pada banyak sumber, Pater Markus Solo Kewuta mengatakan, dirinya mempunyai kenagan yang sangat dalam bersama Paus Benediktus dan perjumpaan Pater Markus Solo dengan Paus Benediktus XVI itu pertama kalinya pada saat dirinya berada di Kota Wina, Austria.

    “Kenangan saya sendiri dengan Paus Benediktus, sangat banyak dan sangat dalam sekali dan tidak akan saya lupakan. Jadi pada saat itu, beliau (Paus Benediktus) memanggil saya, waktu itu saya masih di Kota Wina, Austria, dan Paus Benediktus lah yang memanggil saya untuk bekerja di Vatikan.” kata Pater Markus Solo Kewuta, Senin (02/12) saat dikonfirmasi wartawan.

    Pater Markus menerangkan, pertemuan pertamanya dengan Paus Benediktus saat itu menggunakan bahasa Jerman. Saat itu, kata Pater Markus, Paus Benediktus sangat mengagumi kelancaran bahasa Jerman Pater Markus.

    “Sebagai orang yang berbahasa Jerman waktu itu, saya pertama kali bertemu beliau (Paus Benediktus) dengan bahasa Jerman dan beliau mengagumi bahasa Jerman saya dan sejak itu kita merasa dekat satu sama lain. Bahkan ketika ada kunjungan, kaka saya yang sulung dari Indonesia pun, seorang pastoor juga, Paus Benediktus juga menerima kami berdua di kediamannya.” terang Pater Markus.

    Selain itu, Ia juga menceritakan bahwa, sosok Paus Benediktus XVI juga selain menguasai doktrin dan ajaran Katolik, Paus Benediktus juga sangat baik dan dari segi kemanusiaan, sangatlah humbel (rendah hati) dan bermental sangat sederhana.

    “Beliau ini saya kagumi sebagai Paus, karena menguasai doktrin dan ajaran Katolik yang sangat baik dan dari segi kemanusiaan, beliau (Paus Benediktus) itu adalah seorang yang sangat humble (rendah hati) dan bermental sangat sederhana, dan sangat dekat dengan orang, itu yang sangat saya kagumi pada beliau.” katanya.

    Mengutus Kardinal Jean-Louis Tauran Ke Indonesia Untuk Dialog Antaragama

    Lebih jauh, Pater Markus mengatakan, pada tahun 2009, empat tahun setelah terpilih menjadi seorang Paus, Paus Benediktus XVI mengutus Dewan Dialog Antaragama, Kardinal Jean-Louis Tauran untuk datang ke Indonesia, dan kedatangannya disambut dengan baik dan bagus.

    Sepulangnya dari Indonesia, Pater Markus bercerita bahwa, dirinya dan Kardinal Jean-Louis Tauran dibekali buah aromanis, untuk diberikan kepada Paus Benediktus XVI di Vatikan.

    “Pada saat beliau (Benediktus XVI) tahun 2009, empat tahun setelah terpilih menjadi Paus, Paus Benediktus XVI mengutus Kardinal Jean-Louis Tauran, pembesar saya di Vatikan, untuk pergi ke Indonesia, dan pada saat itu, kunjungan kami diterima dengan baik dan bagus.” kata Pater Markus

    “Akhirnya, pada waktu kami kembali, Kardinal Jean-Louis Tauran, meminta saya untuk membawa mangga Aromanis, untuk Paus Benediktus dan mangga-mangga itu kami bawa ke Vatikan dan Kardinal sendiri yang mengantar mangga-mangga itu ke Paus Benediktus dan beliau (Paus Benediktus) sangat senang, menerima mangga Aromanis dari Indonesia.” tutur Pater Markus.

    Seperti ketahui, Paus Emeritus Benediktus XVI tutup usia pada Sabtu 31 Desember 2022 waktu setempat. Paus Benediktus XVI wafat di usianya yang ke-95 tahun.

    “Dengan kesedihan, saya menginformasikan kepada Anda bahwa Paus Emeritus, Benediktus XVI, meninggal dunia hari ini pukul 09.34 di Biara Mater Ecclesiae di Vatikan,” tutur Bruni dalam pernyataannya

    Informasi, selama hampir 25 tahun, sebagai Kardinal Joseph Ratzinger, Paus Benediktus XVI merupakan pimpinan kuat dari kantor doktrin Vatikan, yang pada saat itu dikenal sebagai Congregation for the Doctrine of the Faith (CDF).

    Dia terpilih sebagai paus pada 19 April 2005 untuk meneruskan posisi yang sebelumnya dipegang oleh Paus John Paul II, yang menjabat selama 27 tahun. Para kardinal memilihnya di antara sesamanya untuk keberlanjutan dari apa yang disebut sebagai sosok ‘yang dipercaya’.

    Kenang Kebaikan Paus Emeritus Benediktus XVI- Paus Fransiskus Sampaikan Kesaksian Iman

    31 Desember 2022 Vesper dan Te Deum Paus Fransiskus - Sorotan

    MajalahDUTA.Com, Vatikan- Paus Fransiskus mengenang “Paus Emeritus Benediktus XVI yang terkasih yang meninggalkan kita pagi ini,” mengenangnya sebagai orang beriman yang mulia dan baik hati, sambil mengungkapkan rasa terima kasih kepada Tuhan atas pemberiannya kepada Gereja. Kata-kata Paus disampaikan dalam homilinya pada perayaan akhir tahun Vesper dan Te Deum.

    Paus Fransiskus memimpin perayaan Vesper akhir tahun tradisional diikuti dengan pembacaan Te Deum, nyanyian Thanksgiving Gereja yang khusyuk selama setahun terakhir. Perayaan pada Malam Tahun Baru berlangsung di Basilika Santo Petrus.

    Dalam homilinya, Paus Fransiskus mengenang Paus Emeritus Benediktus XVI yang meninggal lebih awal di pagi hari, mengenang kebaikannya yang luar biasa, kesaksian iman dan doanya.

    “Dan berbicara tentang kebaikan, pada saat ini, pikiran saya secara alami tertuju kepada Paus emeritus Benediktus XVI yang terkasih yang meninggalkan kita pagi ini. Kami tergerak saat kami mengingatnya sebagai orang yang begitu mulia, begitu baik. Dan kami merasakan rasa syukur yang demikian dalam hati kami: rasa syukur kepada Tuhan karena telah memberikan dia kepada Gereja dan dunia; terima kasih kepadanya untuk semua kebaikan yang dia capai, dan terutama, untuk kesaksian iman dan doanya, terutama di tahun-tahun terakhir dari ingatannya. Hanya Tuhan yang mengetahui nilai dan kekuatan perantaraannya, tentang pengorbanan yang dia persembahkan demi kebaikan Gereja.”

    Kebaikan menandai kata kunci dalam homili Paus selama perayaan Doa Malam Hari Raya Maria Tersuci, Bunda Allah ini.

    Paus mengingatkan “ya” Maria kepada Tuhan dan bahwa kehendak-Nya digenapi dalam dirinya “memulai perjalanan lambat dari kehamilan manusia yang bebas dari dosa dan dipenuhi dengan rahmat dan kebenaran, penuh dengan cinta dan kesetiaan.” Paus menjelaskan bagaimana Tuhan memilih jalan ini untuk masuk ke dalam dunia dan sejarah.

    “Kemanusiaan yang indah, baik dan sejati, diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, tetapi pada saat yang sama, ditenun dengan daging kita yang dipersembahkan oleh Maria… tidak pernah tanpa dia… selalu dengan persetujuannya… dalam kebebasan, dengan cuma-cuma, dengan hormat, dalam cinta .”

    Cara yang Tuhan pilih untuk menyelamatkan kita ini juga merupakan cara kita diminta untuk mengikuti Dia, kata Paus, agar kita juga “terus menjalin kemanusiaan – baru, bebas, didamaikan – bersama-sama dengan Dia.” Ini adalah tentang berhubungan satu sama lain berdasarkan kebajikan hidup bersama yang baik dan bermartabat, dengan satu kebaikan yang memupuk persaudaraan dan persahabatan sosial. Kebaikan juga bisa menjadi “kebajikan sipil,” tegas Paus, dan dapat melakukan keajaiban dalam membantu memperbaiki masyarakat kita.

    Kebaikan hati adalah bahan utama untuk menciptakan “budaya dialog, dan dialog sangat diperlukan untuk hidup dalam damai,” tegas Paus, terutama karena kita tidak selalu setuju satu sama lain dalam semua hal, yang normal, tetapi kita harus berusaha untuk melakukannya. berbicara dan mendengarkan satu sama lain untuk menemukan pemahaman dan mendekatkan satu sama lain.

    Paus meminta kita untuk memikirkan seperti apa dunia kita tanpa “banyak orang dermawan yang menjaga kebersamaan keluarga dan komunitas,” menjaga kebersamaan keluarga dan komunitas melalui mendengarkan dan dialog dengan sabar. Kebaikan kemudian sangat penting untuk dialog ini, tambahnya, dan ini tidak berarti hanya menunjukkan “sopan santun” tetapi menjalaninya sebagai kebajikan hari demi hari, melawan arus untuk membuat masyarakat kita lebih penuh kasih dan manusiawi. .

    Bintang yang bersinar dalam kegelapan

    Bapa Paus Fransiskus menggambarkan orang-orang yang melawan gelombang “individualisme konsumeristik,” keegoisan dan agresivitas yang manusia temukan dalam masyarakat, sebagai “bintang yang bersinar di tengah kegelapan,” karena mereka menunjukkan betapa mungkin untuk “memupuk kebaikan” melalui setiap pribadi. kehidupan sehari-hari, bahkan dalam situasi yang paling sulit sekalipun.

    “Salah satu buah Roh Kudus adalah kebaikan ini, sikap murah hati yang menopang dan menghibur orang lain dan menghindari segala bentuk kekasaran dan kekerasan,” tambah Paus.

    “Ini adalah cara memperlakukan sesama dengan berhati-hati agar tidak menyakiti melalui kata-kata atau tindakan; mencoba meringankan beban orang lain, mendorong, menghibur, menghibur, tanpa pernah mempermalukan, mempermalukan, atau merendahkan.”

    Kebaikan yang menyembuhkan

    Menjelaskan bagaimana kebaikan dapat menjadi “penawar” terhadap penyakit masyarakat, terutama kekejaman dan keegoisan, Paus mengatakan gerakan sederhana seperti hanya meminta “izin” atau mengatakan “permisi” atau “terima kasih” tampaknya dapat mencapai keajaiban kecil. Karena mereka datang sebagai kejutan yang disambut baik dan tanda bahwa hubungan dan komunitas yang lebih baik dimungkinkan.

    “Alhamdulillah, masih ada orang-orang baik yang tahu bagaimana mengesampingkan kekhawatiran mereka sendiri untuk memperhatikan orang lain, untuk memberikan hadiah berupa senyuman, kata-kata yang membesarkan hati, untuk mendengarkan seseorang yang perlu curhat, untuk curhat. ”

    Sebuah kebajikan sipil

    Kebaikan dapat dipromosikan sebagai kebajikan pribadi dan sipil, lanjut Paus, menekankan bagaimana hal itu dapat membantu meningkatkan keluarga, komunitas, dan kota kita. Berbicara tentang kota Roma khususnya, dia mendorong sesama orang Roma untuk berjuang untuk tumbuh dalam kebajikan kebaikan ini.

    “Pengalaman mengajarkan bahwa kebaikan, jika menjadi gaya hidup, dapat menciptakan kehidupan bersama yang sehat, dapat memanusiakan hubungan sosial, menyebarkan agresi dan ketidakpedulian”

    Sebagai penutup, Paus mendorong semua orang untuk melihat ikon Bunda Perawan seperti hari ini dan pada Hari Tahun Baru kita menghormatinya, dan secara khusus di Basilika Santo Petrus melalui gambar Bunda Maria dari Carmine of Avigliano, dekat Potenza , Italia. Keibuan ilahinya perlu direnungkan, dia menekankan.

    “Janganlah kita menerima begitu saja keibuan ilahinya! Marilah kita membiarkan diri kita terkagum-kagum dengan pilihan Tuhan yang bisa datang ke dunia dalam seribu cara mewujudkan kuasa-Nya dan, sebaliknya, menghendaki untuk dikandung dalam kebebasan penuh dalam rahim Maria, ingin dibentuk selama sembilan bulan seperti setiap bayi dan , pada akhirnya, lahir darinya, lahir dari seorang wanita.”

    Kita perlu memikirkan tentang kenyataan yang menakjubkan ini, Paus Fransiskus menggarisbawahi, karena itu menandai “karakteristik penting dari misteri keselamatan,” yang menunjukkan kepada kita jalan hormat dan kebaikan Allah yang tak terbatas, “karena jalan menuju dunia yang lebih manusiawi ditemukan di dunia. keibuan ilahi Perawan.”

    Kalapas Kelas IIA Pontianak, Julianto Budhi Prasetyono Ucapkan Terima Kasih pada Uskup Agustinus

    Uskup Agustinus disambut oleh Kalapas Kelas II A Pontianak, (kiri) Julianto Budhi Prasetyono dan (kanan) Uskup Agustinus - KOMSOS KAP

    MajalahDUTA.Com, Pontianak- Jumat 30 Desember 2022, sekitar pukul 09.00 WIB di Lapas kelas II A Pontianak adalah hari ketiga Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus melakukan perayaan Misa Natal bersama wargabinaan di Lembaga Permasyarakatan tersebut. Sebagai Kalapas Kelas II A Pontianak yang baru, Julianto Budhi Prasetyono menjamu kedatangan Uskup Agustinus pagi itu dengan obrolan santai.

    Julianto Budhi Prasetyono mengaku memang selama ini ia telah mendengar bahwa Uskup Agung Pontianak selalu mengunjungi, menguatkan dan turut mengambil peran dalam pembinaan wargaabinaannya di Lapas Kelas II A Pontianak yang setiap tahunnya melakukan perayaan Natal bersama. Ia mengucapkan banyak terima kasih kepada Uskup Agustinus atas peran mulianya.

    “Terima kasih banyak Romo, memang selama ini saya dengar Romo selalu memberikan peneguhan kepada wargabinaan yang ada disini. Saya pribadi mengucapkan banyak terima kasih banyak untuk pelayanan selama ini,” kata Julianto Budhi Prasetyono dengan posisi duduk hormat menghadap Uskup Agustinus.

    Dalam obrolan singkat pagi itu, Uskup Agustinus menitikberatkan diskusinya tentang pentingnya perhatian kepada kaum-kaum yang dianggap sebagai ‘mantan narapindana’ dimana beban mental dan perasaan yang mereka alami selama ini.

    Menurut Uskup Agustinus memang tidak banyak yang bisa diberikan kepada wargabinaan, namun yang paling penting adalah kehadiran itulah yang sebenarnya memberikan nilai yang berbeda dalam perayaan misa Natal setiap tahunnya.

    “Saya tidak punya apa-apa yang bisa diberikan kepada mereka, hanya kehadiran saya yang bisa saya persembahkan untuk anak-anak saya sebagai wargabinaan di Lapas,” kata Uskup Agutinus.

    Dalam kesempatan itu pula untuk pertama kalinya setelah sekian kali pelayanan di Lapas dewasa itu Uskup Agustinus baru mendapat sambutan dan sapaan terima kasih dari Kalapas di Lapas Kelas II A Pontianak.

    Inti Natal Adalah Tuhan Mencintai Kita

    “Saya tidak punya apa-apa, tapi kehadiran saya lah yang bisa saya persembahankan untuk kalian disini,” kata Uskup dalam Pengantar awal perayaan misa Natal kepada 146 wargabinaan Lapas Dewasa Kristiani, diantaranya ada 86 orang yang beragama Katolik.

    Dalam perayaan itu, pesan Natal Uskup Agustinus ungkapkan sebagai tanda bahwa mulianya peran manusia dalam menghayati kerendahan hati dan mau berkorban. Menurut Uskup, peristiwa ini mengajak umat untuk merendahkan diri demi perdamaian dan untuk orang lain.

    Dalam Gereja Oikumene Lapas II A Pontianak itu juga – Uskup Agustinus menceritakan kecintaannya kepada anak-anak Natal dengan sedikit berbagi kisah pada Natal bersama anak-anak di Katedral pada 26 Desember 2022 lalu yang dihadiri sebanyak 500-an anak. Uskup Agustinus juga berbagi kisah tentang perhatian cintanya kepada orang-orang non kristiani dalam Open House Keuskupan yang dimulai tanggal 26-27 Desember 2022 hingga ceritanya Natal bersama untuk anak panti Asuhan pada tanggal 2 Januari 2023 mendatang.

    Terlepas dari itu semua, Uskup Agustinus menegaskan bahwa gereja harus bertindak demikian sebab gereja tidak bisa berdiri sendiri, oleh karenanya gereja dan semua orang harusnya berjalan bersama untuk perdamaian sejati.

    “Semua cerita ini adalah simbol dan saya mau memperhatikan semua kelompok ini. Dalam simbol 3 orang bijak itu, diungkapkan bahwa ada roh yang mendorong mereka untuk pulang lewat jalan lain karena ada keselamatan dalam Yesus. Mereka datang dan pulang bersama-sama untuk dan mencari jalan kebenaran secara bersama,” pungkasnya.

    Jangan sendiri-sendiri

    Petugas Lapas II A Pontianak, Natalis Kuwin (29) yang kurang lebih 5 tahun bertugas di Lapas Dewasa Kelas II A Pontianak, menyampaikan saat ini terdapat 1056 wargabinaan permasyarakatan dan 146 orang diantaranya adalah kristiani. Menurut Kuwin, pelayanan ini memang dirindukan oleh wargabinaan, sebab yang saat ini mereka butuhkan adalah sapaan dari orang-orang tak sekedar hadiah atau pemberian namun kehadiranlah yang menjadi kerinduan wargabinaan.

    Sekilas dalam homili Uskup Agustinus disampaikan bahwa semua manusia yang ada di dunia ini adalah “Camat” alias calon mati. Ia menuturkan waktu covid19 ada salah satu kampung di Mandor yang hilang penciuman, kemudian satu kampung itu tetap bekerja di ladang, kemudian sedikit minum arak dan dalam tempo 5 hari saja semua yang diduga covid sembuh total.

    Bapa Uskup juga mengambil pengalaman tentang kenalannya yang notabene adalah orang kaya. Segala-galanya ada tersedia, namun saat terkena covid19 nyawanya tak tertolong. “Ini tandanya apa? Sekalipun kondisi serba ada bahkan sebaliknya, jika Tuhan berkehendak lain maka kehendak-Nya lah yang terjadi,” ujarnya.

    Dalam natal 2022 ini, kembali lagi wargabinaan diajak untuk menyadari bahwa kebenaran hanya bisa didapatkan dan diperoleh dengan percaya bahwa Tuhan-lah yang berkuasa atas hidup manusia. Maka dalam mencapai kebenaran sejati itu – seperti yang diteladankan oleh 3 raja dari Timur- umat harus berjalan bersama.

    Uskup Agustinus mengakui bahwa secara hukum ia tidak bisa bebaskan anak-anaknya dalam Lapas Dewasa itu, tapi paling tidak kehadirannya itu adalah bentuk gereja dalam mewakili dan mendampingi anak-anaknya sebagai status ‘wargabinaan’.

    “Mari berjalan bersama mengatasi kesulitan. Jangan sendiri-sendiri,” tutup Uskup Agustinus.

     

     

    Paus Emeritus Benediktus XVI yang berusia 95 tahun meninggal dunia

    MajalahDUTA.Com, Vatikan- Kantor Pers Tahta Suci

    MajalahDUTA.Com, Vatikan– Kantor Pers Tahta Suci mengumumkan bahwa Paus Emeritus meninggal pada pukul 09:34 pada Sabtu pagi di kediamannya di Biara Mater Ecclesiae, yang telah dipilih oleh Paus emeritus berusia 95 tahun sebagai kediamannya setelah mengundurkan diri dari pelayanan Petrine pada tahun 2013 .

    Paus Emeritus Benediktus XVI yang berusia 95 tahun meninggal dunia pada hari Sabtu pukul 09.34 di kediamannya di Biara Mater Ecclesiae Vatikan.

    “Dengan kesedihan saya memberi tahu Anda bahwa Paus Emeritus, Benediktus XVI, meninggal dunia hari ini pukul 09.34 di Biara Mater Ecclesiae di Vatikan. Informasi lebih lanjut akan diberikan sesegera mungkin. Mulai Senin pagi, 2 Januari 2023, jenazah Paus Emeritus akan berada di Basilika Santo Petrus sehingga umat beriman dapat mengucapkan selamat tinggal.”

    Sudah selama beberapa hari, kondisi kesehatan Paus Emeritus semakin memburuk karena usia lanjut, seperti yang dilaporkan oleh Kantor Pers dalam pembaruannya tentang situasi yang berkembang.

    Paus Fransiskus sendiri secara terbuka membagikan berita tentang kesehatan pendahulunya yang memburuk pada akhir Audiensi Umum terakhir tahun ini, pada 28 Desember.

    Paus telah mengundang orang-orang untuk berdoa bagi Paus Emeritus, yang “sakit parah”, agar Tuhan dapat menghiburnya dan mendukungnya “dalam kesaksian cinta untuk Gereja sampai akhir.”

    Mengikuti ajakan ini, prakarsa doa bermunculan dan berlipat ganda di semua benua, bersamaan dengan curahan pesan solidaritas dan kedekatan dari para pemimpin sekuler.

    Dalam beberapa jam ke depan, Kantor Pers Tahta Suci akan menyampaikan rincian upacara pemakaman.

    Modal Untuk Beraksi di Tahun 2023, Kolaborasi Meraih Prestasi di Tahun 2022

    Modal Untuk Beraksi di Tahun 2023, Kolaborasi Meraih Prestasi di Tahun 2022

    MajalahDUTA.Com, Jakarta– Ancaman pandemi Covid-19 nampaknya sudah berakhir di akhir tahun 2022 ini, yang ditandai dengan secara resmi Pemerintah mencabut kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) terkait pandemi Covid-19 pada Jum’at, 30 Desember 2022, sehingga pergerakan sosial telah semakin longgar. Kegiatan perayaan Natal 2022 dan menyongsong tahun baru 2023 juga telah berlangsung sebagaimana dalam situasi normal.

    Selain kondisi tersebut, tentu yang paling berkesan di masyarakat, termasuk di dunia internasional pada tahun 2022 adalah penyelenggaraan G20 yang telah berlangsung dengan lancar dan sukses, serta memperoleh pujian dari seluruh Peserta G20. Keberhasilan penyelenggaraan event International itu membawa dampak luar biasa bagi bangsa Indonesia, dan capaian tersebut merupakan hasil kerjasama dari Lembaga Negara dan berbagai komponen masyarakat dibawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo, demikian disampaikan Suryo Susilo Ketua Forum Silaturahmi Anak Bangsa (FSAB) kepada wartawan, Jum’at, 30/12/2022 kemaren di Jakarta.

    “Apabila dicermati, di sepanjang tahun 2022 sudah nampak semangat kolaborasi dan sinergisitas antar Lembaga Negara yang semakin kuat dan berdampak positif bagi kemajuan Indonesia” ungkap Suryo Susilo.

    Menurut Suryo, sukses bangsa Indonesia melampaui masa kritis yang disebabkan oleh pandemi Covid-19, kemudian mampu bangkit melakukan pemulihan di berbagai sektor, terutama di sektor perekonomian, sehingga dapat menciptakan situasi keamanan dan ketahanan negara yang kondusif; Hal tersebut merupakan hasil kerja nyata dari suatu jalinan kolaborasi maupun sinergitas dari Lembaga Negara dan seluruh lapisan masyarakat; dan tentunya perkembangan positif yang telah dicapai di tahun 2022 ini dapat semakin ditingkatkan dan dimassifkan dalam semangat persatuan, dan kesatuan dalam menghadapi tahun 2023 yang juga merupakan momentum bagi persiapan terselenggaranya Pemilu 2024 mendatang.

    “Untuk menghadapi fenomena sosial politik yang bakal terjadi di tahun 2023 sebagai tahun politik, menyambut penyelenggaraan pesta demokrasi di tahun 2024, sudah tentu persatuan, kolaborasi maupun sinergisitas itu bukan hanya suatu keharusan, melainkan menjadi kebutuhan dalam menghadapi berbagai situasi di tahun 2023, agar permasalahan yang terjadi terutama di bidang politik dan hukum, serta ketidakadilan tidak berkembang menjadi penyebab terjadinya konflik, baik vertikal maupun horizontal” tukas Suryo Susilo.

    Hal senada juga disampaikan Faisal Saleh Sekretaris Forum Silahturahmi Anak Bangsa (FSAB), kepada wartawan yang menghubunginya, ia mengatakan intinya pada bidang ipoleksosbud dan hukum di tahun 2022 ini boleh dibilang relatif cukup baik, meskipun terjadi dinamika yang memicu fenomena yang bisa menjadi suatu konflik, sehingga seringkali terjadi perbedaan pendapat, persepsi maupun sikap dalam menyikapi suatu persoalan, dan itu wajar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
    “Di setiap tahun perjalanan suatu negara, pasti diwarnai konflik, nah tinggal bagaimana mengelola konflik itu menjadi sesuatu yang tidak memicu konflik yang lebih besar, kalau ada api yang harus segera dipadamkan, jangan biarkan api itu membesar sehingga menimbulkan bencana kebakaran”ucap Faisal Saleh kepada wartawan, Jum’at, 30/12/2022.kemaren di Jakarta

    Namun demikian, lanjut Faisal, terlepas semua itu, ada kebanggaan tersendiri yang muncul di masyarakat, bahwa Bangsa Indonesia telah melalui masa kritis saat diterpa pandemi Covid-19, sehingga Bangsa Indonesia dapat pulih bangkit kembali bahkan menjadi bangsa yang mampu tampil di dunia International. Nah, sekarang untuk menyambut tahun 2023 yang nampaknya akan lebih dinamis, meskipun sebenarnya boleh dikatakan banyaknya ketidakpastian, serta ditambah makin dekatnya Pemilu, maka sudah tentu suasana bermasyarakat akan makin dinamis seperti Pemilu-Pemilu yang sudah pernah diselenggarakan

    “ya, harapannya tentu kita tujukan kepada penyelenggara negara, para pembuat keputusan di pemerintahan dan para penegak hukum. Mereka harus benar benar menunjukkan kenegarawanan nya dalam situasi yang makin dinamis ini” tukas Faisal Saleh.

    Ia juga berharap walaupun kompetisi dalam suasana menjelang Pemilu itu wajar tapi kepentingan negara dan bangsa harus diutamakan bukan sekedar ‘lips service’ saja, bukan hanya itu, dalam bidang ekonomi yang relatif baik ini harus dijaga sambil terus ditingkatkan taraf hidup masyarakat secara luas, sehingga kesenjangan kemiskinan tidak boleh mencolok, Yang kedua rakyat secara umum harus lebih dewasa dan tidak mudah dipancing. Sudah pasti medsos adalah alat utama saat ini untuk dipakai mengadu domba, menyebar berita ‘hoax’ atau berita yang membuat suasana makin panas,
    Selain itu, dirinya, juga berharap di tahun 2023 nantinya dapat dilalui dengan baik dan dapat meningkatkan kesejahteraan maupun keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat sehingga pada tahun Pemilu 2024 nanti dapat dilalui dengan penuh kesejukan, kedamaian dan sukacita.

    Sementara itu, Anne Sarjono anggota FSAB Muda, ketika dihubungi pers, ia mengatakan bahwa bangsa Indonesia sudah semestinya mengumandangkan rasa syukur, karena pandemi Covid-19 yang melanda dunia, dan merupakan pukulan berat bagi ekonomi di dalam negeri Indonesia, dapat diatasi. Di balik wabah ada hikmah dan bahkan ada berkat. Indonesia saat ini dapat bertahan, dan bahkan dalam beberapa hal, dapat mengoptimalkan berbagai potensi untuk bangkit memperbaiki keadaan, serta dapat segera mewujudkan cita-cita berdirinya negara Kesatuan Republik Indonesia, yang tercantum dalam UUD’45.
    “Kita termasuk negara dengan tingkat inflasi yang terjaga, relatif rendah di 5,95%, dan perkembangan positif lainnya mudah-mudahan jadi bekal yang bagus menyongsong tahun 2023 dan 2045 tahun Indonesia emas.

    Perjuangan belum selesai karena masih banyak tujuan kemerdekaan yang belum tercapai, karena itu semua pihak harus berjuang bersama-sama, dan tentunya kehadiran penyelenggara negara sangat dibutuhkan” ucap Anne Sarjono saat dihubungi pers, Jum’at, 30/12/2022.kemaren di Jakarta

    Menurut Anne, selain kehadiran negara sangat diperlukan dalam dinamika kehidupan masyarakat, kehadiran generasi muda juga harus diberdayakan dan terus dipupuk agar dapat berdaya guna berdaya saing, dan tentunya memiliki sikap untuk tidak mewariskan konflik serta tidak membuat konflik baru. Selama tahun 2022 ini peran generasi muda telah banyak berkontribusi untuk kemajuan negeri ini, itu patut diapresiasi, kemudian dibina dan dikembangkan potensi yang dimilikinya sehingga dalam menyambut Tahun Politik di tahun 2023, keberadaan generasi muda diharapkan dapat berkarya, mandiri dan tidak di intervensi oleh siapapun, serta tidak mudah terbawa arus konflik, baik konflik lama maupun konflik yang diciptakan oleh pihak-pihak yang tidak ingin anak muda dapat berperan secara menyeluruh dan berkarya bagi bangsa ini.

    “Ya, Apapun yang terjadi di Tahun 2022, yang membanggakan perlu ditingkatkan, sedangkan sesuatu yang belum tuntas, belum beres menjadi bahan evaluasi agar dapat segera dituntaskan, sehingga di tahun 2023 hal-hal yang dapat memicu konflik dapat dicegah; dan dari semua itu, kata kuncinya adalah bagaimana anak muda dapat berkontribusi dalam memperkokoh persatuan sebagai modal bersama dalam menyongsong tahun 2023, tahun politik yang rawan terhadap konflik” pungkas Anne Sarjono.

    TERBARU

    TERPOPULER