Friday, April 24, 2026
More
    Home Blog Page 103

    Natal Bersama di RUTAN Pontianak, Uskup Agustinus Katakan Kesabaran adalah Kekuatan

    Usai Misa Perayaan Natal Bersama di Rutan Kelas II A Pontianak- Uskup Agustinus Foto bersama dengan Narapidana - 29 Desember 2022

    MajalahDUTA.Com, Pontianak– Masih dalam suasana Natal 2022, pada Kamis 29 Desember 2022, kembali Uskup Agustinus merayakan Natal Bersama di Gereja Oikumene Rumah Tahanan Negara Kelas II A Pontianak, bersama Rombongan Keuskupan, Ketua PSE Keuskupan Agung Pontianak Pastor Surip Pr, tim Komsos, Suster Dominikan dan Dominikan Awam. Kemeriahan Natal Bersama itu didukung pula oleh cuaca yang membawa angin sepoi-sepoi memenuhi ruang Gereja yang mungil di Rutan.

    Dalam obrolan pagi di Keuskupan, Uskup Agustinus mengungkapkan pentingnya peranan Gereja dalam memperhatikan para narapidana. Perhatian semacam itu haruslah memiliki ruangnya sendiri untuk melayani dan mendoakan mereka yang tak berdaya dengan kesalahan masa lalu. “Kemarin saya terharu dengan nyanyian Natal yang dipersembahkan oleh narapidana di Lapas Perempuan, selayaknya hari ini saya juga mesti memberikan pelayanan yang terbaik untuk saudara kita di dalam Penjara, “kata Uskup Agustinus sekitar pukul 12.25 WIB.

    Perayaan Misa Natal Bersama itu dimulai sekitar pukul 14.00 WIB meskipun banyak pekerjaan yang membuat kepala penat dan aktivitas menguras fisik, tapi semangat Natal yang sama harus diwartakan kepada orang-orang kecil, kelompok-kelompok yang terasingkan seperti mereka yang menghabiskan masa tahanan mereka, setidaknya itulah pokok dari pelayanan yang dilangsungkan itu.

    Uskup Agustinus menitikberatkan bahwa pesan Natal yang dituangkan melalui Injil Matius 2:12 yang berbunyi; “Maka Pulanglah Mereka ke Negerinya melalui jalan lain”. Hal itu dimaknai agar setiap orang yang bersalah dan masuk dalam masa tahanan, dan suatu saat waktunya tiba harus pulang dengan ‘jalan lain’ artinya kembali menjadi masyarakat yang membawa damai bagi masyarakat yang lainnya.

    Gloria di Rutan

    Lengkap dengan seragam dan Properti Dayak, perayaan Natal bersama 2022 bersama Uskup Agung Pontianak dibuka dengan kemeriahan suasana dalam tahanan. Lokasi Gereja Oikumene yang tepat berdiri ditengah antara Kelenteng dan Surau itu mendendangkan pujian Natal.

    Informasi yang sampaikan oleh Petugas Rutan Kelas II A Pontianak, Kristanto ada 68 Kristiani yang 32 orang diantaranya adalah beragama Katolik. Sapaan Natal yang Uskup Agustinus berikan pada saudaranya di Rutan menggaungkan bahwa warna Natal sukacita.

    Sebagaimana dalam bacaan kedua dalam surat rasul Paulus ke Titus, dikatakan bahwa berkat pembaharuan yang dikerjakan Roh Kudus yang sudah dilimpahkan kepada manusia karena cinta Yesus Kristus kepada manusia, begitu juga rahmat pembaharuan itu menjadi semangat baru dalam Natal yang baru itu.

    “Saya bisa mengerti dengan kondisi yang kalian alami saat ini, namun apa boleh buat tapi jangan putus asa, tapi tetap tabah dalam menjalani masa pidana hingga saatnya tiba, “ujar Uskup Agustinus.

    Anggap saja ini Retret Panjang

    Usai Perayaan Misa Natal bersama Uskup Agustinus bersama rombongan membagikan kado natal sebagai bekal para narapidana di Rutan dan sembari mempersembahkan lagu natal. Dalam momen jelang acara penutup, bersama sejumlah bapak-bapak penghuni rutan Uskup Agustinus menguatkan mereka bahwa Tuhan sangat mencintai mereka.

    Siapapun, darimanapun dan bagaimanapun dosa manusia Tuhan sangat mencintai mereka. Untuk itu Uskup Agustinus mengingatkan bahwa baik dalam masyarakat maupun dalam keluarga baru di RUTAN Kelas II A Pontianak, karena jauh dari keluarga untuk itu mereka harus menjalin persaudaraan yang saling menguatkan.

    Baginya, saat ini yang bisa dilakukan adalah berdoa kepada Tuhan dan pasrah dengan keadaan kemudian tetap memohon kepada-Nya untuk memperhatikan keluarga yang ditinggalkan sembari tetap lambungkan doa agar ada keadilan untuk semua orang.

    Sebagai gembala, Uskup Agustinus mengaku bahwa sakit yang mereka alami bahkan tak terbayangkan, namun kekuatan yang masih bisa diandalkan saat ini adalah kesabaran dan ingat bahwa Tuhan mencintai umatnya. Ia juga menegaskan bahwa sekalipun mereka tidak dekat dengan keluarga saat ini, namun mohon-lah kepada Tuhan agar keluarga mereka diperhatikan dan diberkati.

    “Saudara ku, anggap ini sebagai retret panjang, dan selama retret itu kita diberikan kesempatan untuk menelaah lebih dalam dan mengolah diri menjadi lebih baik di kemudian hari,” kata Uskup Agustinus sembari melanjutkan dengan pembagian kado Natal.

    Wakili Orang Tua, Uskup Agustinus Rayakan Natal Bersama di Lapas Perempuan Kelas II A Pontianak

    Foto Bersama Uskup Agustinus, Kalapas Perempuan Kelas II A Pontianak dan Wargabinaan (28 Desember 2022)

    MajalahDUTA.Com, Pontianak- Selang satu tahun berlalu usai peresmian Kapel Santa Theresia Benedikta Lapas Perempuan Kelas II A Pontianak yang diberkati dan dibangun oleh Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus kemudian diresmikan kala itu oleh Direktur Jendral Pemasyarakatan, Reynhard Sitonga pada 27 Oktober 2020 kini pada 28 Desember 2022 Uskup Agustinus turut berbagi kasih bersama anak-anaknya di Lapas Perempuan yang diikuti oleh 31 wargabinaan kristiani, belum termasuk petugas dan tamu.

    Perayaan natal bersama itu dibumbui oleh ‘keelokan’ sambutan Kalapas Perempuan Kelas II A Pontianak, R. Tarbiati yang baru satu tahun bertugas dan dipercaya untuk membina warga binaan perempuan di Pontianak. Sambutan hangat itu dituangkan dengan kehadirannya selama perayaan misa natal berlangsung dan turut dalam acara ramah tamah bersama Uskup Agustinus.

    Dendang lagu natal persembahan dari warga binaan haru tak terbendung, setidaknya mereka membuat air mata Uskup Agustinus dan R. Tarbiati mengalir haru. Mereka bernyanyi mendendangkan lagu “Selamat Natal Mama dan Papa” seolah mengungkapkan perasaan rindu mereka selama berada di Lapas- begitu juga orang rumah yang mereka tinggalkan tak pernah mereka temui untuk merayakan perayaan Natal bersama setiap tahunnya.

    Bayangkan, seorang Ibu rumah tangga, gadis cantik muda dan ibu lansia mesti menghabiskan masa kurungan dan dibina dalam keluarga baru di Lapas Perempuan. Bukankah hal itu membuat mereka mengorbankan hari-hari bersama keluarga yang ditinggalkan di masyarakat. Pecahnya tangisan wanita-wanita itu sungguh menyentuh para tamu yang ikut dalam perayaan natal bersama di pagi 28 Desember 2022.

    Saya mewakili orang tua kalian

    Seperti biasanya, Kedatangan Uskup Agustinus adalah simbolisasi dari perhatian orang tua yang diwakilkan oleh sosok Uskup Agung Pontianak. Baik dalam homili maupun sambutannya, Uskup Agustinus menegaskan bahwa mereka tidak sendiri, disini adalah kesempatan mereka untuk mengkoreksi diri dan merubah diri untuk menjadi pembawa damai kelak mereka bebas dari masa binaan.

    Uskup Agustinus menitikberatkan pentingnya hidup bersaudara, saling mendukung dan saling mendoakan merupakan kunci yang paling ampuh dalam mengobati luka-luka lalu yang mereka alami. Gadis-gadis muda yang cantik, ibu rumah tangga bahkan ada yang sebelumnya bekerja di pemerintahan berkumpul dalam satu keluarga baru di Lapas Perempuan. Keberagaman di sana memberikan corak warna sekaligus menggambarkan betapa pentingnya hidup bersaudara dan saling mendukung.

    Sebagaimana Uskup Agustinus sampaikan dalam homilinya, dimana tiga raja dari timur datang mengunjungi Bayi Yesus dan pulang lewat jalan lain, dalam hal itu Uskup Agustinus memaknainya datang kepada Yesus untuk memulai cara hidup baru. Demikianlah simbolisasi yang Uskup Agus sampaikan agar menjadi semangat baru dan setidaknya menjadi pemerenungan untuk anak-anak nya di Lapas Perempuan.

    “Saya datang mewakili orang tua kalian, jangan takut dan jangan merasa sendiri, saya ada disini, sebab kalian semua anak ku juga, jika ada waktu pasti saya kunjungi dan beri penghiburan,” tutur Uskup Agustinus sembari mengusap air matanya.

    Pelayanan untuk Wargabinaan oleh Uskup Agustinus

    Untuk pertama kalinya, seorang kepala Lapas berjoget bersama dengan wargabinaan perempuan dan untuk pertama kalinya Uskup Agustinus menemui sosok keibuan seperti kepala Lapas Perempuan Pontianak R. Tarbiati seorang muslim dan berdarah Sambas itu turut bergoyang ria saat Uskup Agus menyanyikan lagu “Sakit Gigi- Meggy Z” diikuti oleh keriuhan warga binaan.

    Tak biasanya bukan? Ya itulah yang diakui oleh warga binaan, sejak kedatangan R. Tarbiati mereka merasa ada Bunda baru yang betul-betul peduli dengan mereka selama menjalani masa binaan di Lapas Perempuan. Dalam wawancara, R. Tarbiati mengungkapkan kekagumannya pada Uskup Agustinus – yang sering ia panggil Pak Agus Agung dalam sambutannya yang gokil itu-. Sebagai kepala Lapas Perempuan Kelas II A, R. Tarbiati mengucap syukur bahwa Pak Agung alias Uskup Agustinus betul-betul peduli dengan perkembangan mental dan kerohanian warga binaannya.

    Apalagi ia mengungkapkan rasa terima kasihnya yang mendalam karena Kapel Santa Theresia Benedikta Lapas Perempuan Kelas II A Pontianak merupakan sumbangan pembangunan dari Keuskupan Agung Pontianak. Tertera disana ada tanda tangan Uskup Agustinus sebagai orang yang memberkati kapel itu pada 2020 lalu.

    “Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada Uskup Agung Pontianak, untuk perhatian dan kasihnya kepada wargabinaan di sini. Semoga dengan peneguhan kedatangan Uskup Agustinus meneguhkan warga binaan hingga mampu melewatinya dan pulang dengan bahagia,” tuturnya.

    Doleng Donado

    Sudah lama tak bergaung lagi, selama ini lagu viral Dayak Ganteng menjadi Icon lagu khas joged dalam setiap pertemuan kini Uskup Agustinus membagikan kemeriahannya dalam closing acara yang manis itu dengan gaungan lagu Doleng Donado. Lagu itu diikuti oleh seluruh orang yang berada dikapel (kira-kira sekitar 50an orang termasuk tamu) turut bergoyang dengan hentakan gerakan yang sama.

    Dengan berkeliling memutar bolak-balik, Uskup Agustinus menjadi pusat dari goyangan itu membuat mereka lupa bahwa mereka sedang berada di Lapas.

    “Oi,oi ingat ya kita ini masih di Lapas,” tutur salah satu ibu warga binaan itu pada rekan-rekannya yang saking gembiranya sehingga lupa mereka sedang menjalani masa pidana. Hal itu terdengar oleh Ketua PSE Keuskupan Agung Pontianak, Pastor Surip pun ngakak mendengar detupan candaan sesama wargabinaan.

    Doleng Donado adalah sebagai persembahan Uskup Agustinus kepada mereka sekaligus menjadi penutup acara natal bersama di Lapas Perempuan Pontianak usai pembagian makan dan bingkisan pada semua wargabianaan nasarani.

    Setiap Orang Bisa Menciptakan Perdamaian

    Pope Francis (Vatican Media)

    MajalahDUTA.Com, Vatikan- Paus Fransiskus mengirim pesan video kepada anggota asosiasi “Mensjeros de la Paz” berterima kasih kepada mereka atas pekerjaan mereka untuk mempromosikan pembangunan manusia dan sosial dan mendorong mereka untuk mengejar pesan mereka dan bekerja untuk perdamaian.

    Paus Fransiskus telah mengulangi seruannya yang meminta kepada semua pria dan wanita yang memiliki niat baik untuk menjadi pembawa damai “karena itulah yang manusia butuhkan saat ini!”

    Dalam sebuah pesan video yang direkam bulan ini selama audiensi dengan Pastor Ángel Garcia Rodriguez, pendiri dan Presiden asosiasi “Mensjeros de la Paz”, Paus mendorong operator dan relawan asosiasi untuk “membantu mengakhiri konflik sehingga perdamaian dapat terjadi.”

    “Kepada kalian semua, saudara dan saudari dari keluarga Mensjeros de la Paz, yang membawa pesan baik, tidak hanya dalam kata-kata, tetapi dalam segala hal yang kalian lakukan, […] kalian menciptakan suasana cinta, kalian memecahkan masalah , dan Anda tahu bagaimana berbicara secara koheren dengan pekerjaan dan hati Anda. Saya mengucapkan selamat kepada Anda, teruskan!” katanya.

    Berterima kasih kepada mereka karena menjadi pembawa pesan perdamaian, Paus mencatat bahwa perdamaian adalah suatu keadaan, sesuatu yang ditegakkan ketika konflik berakhir. Dia mengatakan bahwa perdamaian dunia sedang dalam keadaan menyedihkan saat ini dan menyerukan perdamaian dalam segala situasi.

    “Juga kedamaian terkecil, kedamaian kota-kota kecil, kedamaian keluarga kecil yang membutuhkan kedamaian setiap orang.” Ia mengajak Utusan Damai untuk “terus ribut” karena inilah yang kita butuhkan saat ini.

    Pembawa Damai

    Mensjeros de la Paz adalah sebuah organisasi non-pemerintah, didirikan di Spanyol pada tahun 1962 oleh Pastor Ángel García Rodríguez dan Ángel Silva Sánchez. Ini bekerja di tingkat nasional dan internasional dan telah dianugerahi Penghargaan Pangeran Asturias untuk Concord, di antara penghargaan lainnya.

    Ini bertujuan untuk mempromosikan pembangunan manusia dan sosial dari populasi yang terpinggirkan dan rentan dan hadir di 75 negara di seluruh dunia.

    Bunda Maria menempatkan Yesus di tangan kita saat Natal

    The Third Advent Sermon was held in the Paul VI Hall- Dokumen Vatikan

    MajalahDUTA.Com, Vatikan- Kardinal Raniero Cantalamessa menyampaikan Khotbah Adven ketiganya kepada Paus Fransiskus dan Kuria Roma, dan mendorong umat untuk menyambut kasih Tuhan dalam Yesus ke dalam hidup kita selama Musim Natal ini.

    Pengkhotbah dari Rumah Tangga Kepausan mengakhiri rangkaian Khotbah Adventnya pada hari Jumat, menawarkan kepada Paus dan Kuria Roma refleksi tentang “Gerbang Amal”.

    Kardinal Raniero Cantalamessa, OFMCap., memulai khotbahnya dengan mencatat bahwa orang-orang kafir kuno—sebagaimana diungkapkan oleh Aristoteles—memahami Tuhan sebagai aktif dan efektif hanya sejauh dia (atau mereka, dalam pandangan mereka) menerima cinta manusia. .

    “Perjanjian Baru sepenuhnya membalikkan ini untuk membuat kemampuan kita untuk mencintai bergantung pada cinta Allah sendiri, seperti yang diungkapkan dalam Anak-Nya, Yesus Kristus,” kata Kardinal Cantalamessa.

    “Inilah kasih itu: bukan kita yang mengasihi Allah, tetapi Dia mengasihi kita dan mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita… Kita mengasihi karena Dia lebih dulu mengasihi kita” (1 Yoh 4:12.19).

    Menyambut hadiah cinta seperti anak-anak

    Oleh karena itu, kebajikan teologis dari amal adalah partisipasi dalam kasih Allah yang cuma-cuma, bukan hasil dari usaha kita sendiri. Dengan itu membuka pintu cinta kepada Kristus berarti hal yang sangat spesifik: menyambut cinta Tuhan, percaya pada cinta.

    Menurut Kardinal Cantalamessa Natal memberi kesempatan untuk menerima “karunia kasih Allah yang tak terbatas” dengan “takjub dan syukur”. Dia menambahkan bahwa kita harus menjadi seperti anak kecil untuk percaya pada cinta, karena kekecewaan hidup cenderung membuat kita berhati-hati dan bahkan sinis terhadap cinta.

    “Anak-anak percaya pada cinta, tapi tidak berdasarkan penalaran. Secara insting, secara alami. Mereka lahir dengan penuh keyakinan akan kasih sayang orang tua mereka,” ujarnya. “Mereka meminta orang tua untuk hal-hal yang mereka butuhkan, bahkan mungkin dengan menghentakkan kaki mereka, tetapi anggapan yang tak terucapkan bukanlah bahwa mereka telah mendapatkannya; melainkan bahwa mereka adalah anak-anak dan suatu hari mereka akan menjadi ahli waris dari segalanya.”

    Roh Kudus, kata Kardinal, memungkinkan kita untuk menyambut kasih Allah, karena Dia adalah kasih yang dibagi antara Bapa dan Putra.

    Kemampuan unik umat manusia untuk mencintai

    Kardinal Cantalamessa melanjutkan dengan mencatat bahwa amal merupakan bagian penting dari sifat Gereja, yang oleh St Agustinus disebut sebagai “persekutuan orang-orang kudus”. Setelah semuanya lenyap, dalam penuturan St. Paul, “amal tetap ada”, seolah-olah perancah diturunkan dan bangunan itu “muncul dengan segala kemegahannya”. Amal, tambah Pengkhotbah Rumah Tangga Kepausan, membangun Gereja dan masyarakat sipil, mengingat bahwa “sentimen sosial lahir di tanah yang diairi oleh Injil”.

    Saat kita berinteraksi dengan orang lain, cinta kepada Tuhan dan sesama tetap menjadi kemampuan unik manusia, sesuatu yang tidak dapat digantikan oleh Kecerdasan Buatan atau kemajuan teknologi apa pun. “Kita bisa membayangkan kecerdasan buatan: tetapi bisakah kita membayangkan cinta buatan? Mungkin justru di sinilah kita harus menempatkan kekhususan manusia dan atribut yang tidak dapat dicabut darinya.”

    Sebagai penutup, Kardinal Cantalamessa mengenang bahwa Kanak-kanak Yesus datang ke pintu hati kita pada Natal ini untuk mengetuk, mempersembahkan diri-Nya dan kasih Allah sebagai pemberian-Nya. Dia menyimpulkan dengan sebuah cerita untuk mengilustrasikan bagaimana Bunda Perawan berusaha menawarkan Yesus kepada dunia dan bagaimana kita perlu menjadi anak-anak untuk menerima Dia.

    Sebuah legenda mengatakan bahwa di antara para gembala yang pergi menemui Anak itu pada Malam Natal, ada seorang anak laki-laki gembala yang sangat miskin sehingga dia tidak memiliki apa-apa untuk dipersembahkan kepada ibunya, dan dia berdiri di pinggir karena malu. Semua orang berlomba untuk memberikan Maria hadiah mereka.

    Sang Ibu tidak bisa menahan mereka semua, harus menggendong Kanak-kanak Yesus dalam pelukannya. Melihat gembala kecil di sampingnya dengan tangan kosong, dia kemudian mengambil Anak itu dan meletakkannya di pelukannya. Tidak memiliki apa-apa adalah keberuntungannya.

    “Mari jadikan keberuntungan ini menjadi milik kita juga!” Kata Kardinal.

    Kiprah ORDA Laksanakan Amanah Organisasi di Penghujung Tahun 2022

    Kiprah ORDA Laksanakan Amanah Organisasi di Penghujung Tahun 2022

    MajalahDUTA.Com, Jakarta- Di penghujung Tahun 2022 ini, tentunya ada beberapa catatan kegiatan yang sudah terlaksana oleh beberapa ORARI Daerah, diantaranya adalah ORARI Daerah Provinsi Sumatera Utara, yang sudah melaksanakan berbagai kegiatan yang sudah digelar sepanjang tahun 2022 ini, utamanya yang dilaksanakan di bulan Desember 2022, yang dilaksanakan melalui sinergisitas dengan berbagai pihak-pihak terkait baik Pemprov Sumut, TNI/POLRI maupun BPBD terjalin dengan baik dan bukan saat ini saja, tetapi sudah sejak lama komunikasi yang baik terjalin, demikian disampaikan Agus Suherman YB6NA Ketua ORARI Daerah Provinsi Sumatera Utara, saat dihubungi pers, Jumaat, 23/12/2022 di Medan, Sumatera Utara.

    “Adapun, kegiatan yang terbaru adalah dilibatkannya ORDA Sumatera Utara dalam kegiatan Latihan Bencana yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara bersama dengan TNI/POLRI pada tanggal 20 s.d 22 Desember 2022 di Lapangan Alamta Jaya Glugur Rimbun Deli Serdang, diacara ini kami mengirimkan 2 orang sebagai peserta” ungkap Agus Suherman YB6NA Ketua ORARI Daerah Provinsi Sumatera Utara,

    Menurut Agus Suherman YB6NA, selain kegiatan itu, ORDA Sumut juga terlibat pada acara yang diselenggarakan oleh Kepolisian Daerah Sumatera Utara dalam Kegiatan Apel Gelar Pasukan Operasi “Lilin Toba 2022” di Wilayah Sumatera Utara, pada tanggal 22 Desember 2022 bertempat di Lapangan Apron Bravo Lanud Soewondo Medan dimana Pimpinan Apel Adalah Gubernur Sumatera Utara dan Orari mengirimkan 5 Orang Peserta Apel, dalam dinamika terjalinnya sinergisitas dengan berbagai pihak tersebut, tentunya terjadi kendala yang terkait dengan komunikasi, karena itulah sebagai langkah solusinya, kepada pihak-pihak terkait baik Pemprov Sumut, TNI/POLRI maupun BPBD, dirinya bersama jajaran ORDA Sumut senantiasa berupaya menjalin komunikasi maupun silahturahmi secara massif, sehingga membangun relasi yang saling memahami, saling bekerjasama serta saling mendukung, hal ini kemudian diwujudkan dengan keterlibatan aktif ORDA Sumut pada setiap kegiatan yang digelar baik secara bersamaan ataupun kegiatan yang mengundang ORDA Sumut.

    “Ya, kami tentunya sangat berharap ORARI tetap solid, Kuat dan Tangguh dalam menghadapi berbagai permasalahan maupun kendala pada setiap langkah pengabdian serta pelayanan untuk masyarakat, bangsa dan negara dalam bidang dukungan komunikasi pada setiap peristiwa ”tukas Agus Suherman YB6NA.

    Sementara itu, dihubungi terpisah, kepada wartawan, Edo Chairany – YB7USS Ketua ORDA Kaltim mengatakan bahwa komunikasi ORDA Kaltim dengan TNI/Polri maupun instansi pemerintah lainnya terjalin dengan baik.

    “Ya, mengenai jalinan komunikasi, koordinasi dan silahturahmi dengan pihak TNI/Polri, BPBD, Pemprov Kaltim maupun instansi lain dan komponen masyarakat di Provinsi Kaltim, tetap terjalin solid, tidak terkendala apapun, ”ungkap Edo Chairany – YB7USS Ketua ORDA Kaltim kepada pers, Jumaat, 23/12/2022 di Samarinda, Kalimantan Timur.

    Menurut Edo Chairany – YB7USS, ORDA Kaltim tetap mengupayakan untuk berkonstribusi, berperan dan bahkan terlibat dalam kegiatan rutin biasanya pada aktivitas dukungan komunikasi akhir tahun dalam rangka Natal dan Tahun baru bersama TNI, Polri dan BPBD.

    “ Ya, kami sangat berharap, insyaallah, Badai Cepat Berlalu, ORARI Tetap Bersatu, Solid dan Tangguh, tapi bagi ORDA Kaltim, tekad kami sudah bulat Sekali Layar Terkembang, Surut Kami Berpantang, ORDA Kaltim tetap eksis laksanakan Amanah Organisasi di berbagai medan pengabdian baik di tahun 2022 ini maupun di tahun-tahun mendatang.”pungkas Edo Chairany – YB7USS Ketua ORDA Kaltim (*dit)

    Akses jalan Kecil dan Becek, itu adalah Pengalaman Tak Terlupakan

    Timotius Bersama Tim KRK tengah mendoakan umat- Dokumen Santo Rafael

    MajalahDUTA.Com, Kategorial- Sebanyak 20 anggota Kebangunan Rohani Katolik alias KRK berangkat dari Pontianak menuju ke Gereja Stasi Gunung Loncek Paroki Sungai Ambawang, persis pada 13 November 2022 lalu. Menurut Timotius kali ini perjalanan menuju ke Stasi tersebut menjadi pengalaman tak terlupakan dan penuh suka cita.

    “Melalui jalan tanah yang berlumpur dan berlubang menjadi tantangan yang suka cita buat pelayanan,” kata Timotius (24/12/2022).

    Dilain sisi selain pelayanan yang penuh suka cita itu tampaknya ada kegembiraan lain yang mereka miliki dan itu menegaskan bahwa pelayanan tersebut memiliki nilai rohani yang tak biasa yakni akses perjalanan menuju ke Gunung Loncek.

    Tanah merah ‘becek’, akses jalan yang tak begitu besar dan masih sepi dengan panorama hutan yang mulai menggundul. Perjalanan dan pelayanan yang memakan hampir 3 jam itu dipuaskan dengan sambutan kuranglebih 200 umat di Gunung Loncek dan semangat menyambut kedatangan mereka.

    Pengalaman kepuasan sukacita itulah yang Timotius bersama kelompok mereka rasakan, dengan antusias mengikuti acara KRK dan tak biasanya gereja itu penuh dengan umat. Bersama Pastor Timotius Sinaga OFMCap mereka melayani, menguatkan dan mendoakan umat yang datang untuk ikut merasakan curahan doa dan penguatan dari pelayanan kudus itu.

    FSAB : HKSN 2022 Momentum Bulatkan Tekad Bangkit Bersama untuk Membangun negara

    FSAB : HKSN 2022 Momentum Bulatkan Tekad Bangkit Bersama untuk Membangun negara

    MajalahDUTA.Com, Jakarta– Peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional yang diselenggarakan setiap tanggal 20 Desember sebagai upaya melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai serta mengamalkan semangat Kesetiakawanan sosial sebagai tanggung jawab bersama untuk menciptakan kesejahteraan umum dan mewujudkan keadilan sosial, demikian disampaikan Anne Sarjono salah seorang anggota Forum Silahturahmi Anak Bangsa (FSAB) Muda kepada awak media, Selasa, 20/12/2022 di Jakarta.

    “Arti dari logo kesetiakawanan Tema Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional 2022 yang melengkapi logo utama KSN memanifestasikan semangat pembaruan, bangkit bersama untuk membangun negara”ungkap Anne Sarjono kepada Wartawan.
    Menurut Anne, filosofi logo pada Tema Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional 2022, yaitu yaitu:

    Orang Bersorak: Melambangkan masyarakat Indonesia menyemarakkan hari Kesetiakawanan Sosial Nasional dengan sukacita, Empat Orang Berkumpul Bersama: Sebagai makna solidaritas dan kebersamaan masyarakat Indonesia yang saling berkumpul satu sama lain untuk #BangkitBersamaMembangunBangsa, Ceklis dan Bulat: Menandakan peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional yang dilaksanakan bersama-sama dengan tujuan kebenaran dan kebaikan.

    “Momentum hari kesetiakawanan dapat menjadi permenungan bersama dalam mencermati perkembangan peradaban manusia indonesia yang sudah cenderung terpengaruh budaya luar, yaitu indivudual, hedonisme dan kapitalistik,” tukas Anne.

    Lebih lanjut Anne mengatakan bahwa kondisi saat ini, apabila dicermati, hedonisme telah banyak dianut oleh setiap individu terutama anak muda, faktor lingkungan dan perkembangan teknologi menuntut anak muda untuk mengikuti trend. Hal ini jika tidak segera diantisipasi dapat berdampak negatif, misalnya menimbulkan sebagian dari mereka menjadi kurang kritis dalam menghadapi permasalahan, cenderung menjadi follower untuk semua gaya kekinian.

    “Oleh karena itu, saat ini sikap Kesetiakawanan sangat tepat ditumbuhkembangkan melalui cara-cara edukatif, inovatif dan fun, sehingga menjadi sesuatu menyenangkan dalam kehidupan masyarakat”ucap Anne.

    Hal senada juga disampaikan Faisal Saleh Sekretaris FSAB, kepada wartawan yang menghubunginya, ia mengatakan jika sikap setiakawan itu kuat dlm berbangsa dan bernegara maka hal-hal yang bersifat koruptif dan mengambil hak pihak lain itu tidak ada lagi atau sangat minimal, coba bayangkan bagaimana korupsi itu mengambil hak pihak lain, mengambil anggaran utk pihak lain dan sebagainya.

    “Jika ada sikap setia kawan pastinya gak tega ambil hak orang lain, ambil duit bansos, ambil jatah bangun jalan, bangun Gedung, rumah sakit dll, setiakawan itu harus yg positif, tapi bersama sama korupsi itu bukan setiakawan tapi itu gerombolan perampok”ungkap Faisal Saleh kepada pers, Selasa, 20/12/2022 di Jakarta.

    Menurutnya, setiakawan itu sikap dasar gotong royong yang semestinya dapat diterapkan pada pola hidup dari berbagai kalangan, juga dikalangan swasta, wiraswasta maupun pengusaha boleh cari untung tapi juga keuntungan diminta untuk berbagi untung nya kepada pihak-pihak yang ditimpa kesusahan karena PHK, bencana alam, dsb, Kalau, dilihat pada negara maju seperti Amerika Serikat maka sikap tolong menolongnya masih kuat dan peduli sosialnya juga ada, dan itu terus dikembangkan dari masa ke masa, dari generasi ke generasi.

    “Masalah sifat setia kawan harus ditanamkan sejak usia dini di sekolah dan di rumah, di USA di sekolah usia dini hal peduli lingkungan sosial dan alam sdh diajarkan, saya sangat berharap Peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Tahun ini sebagai momentum Bulatkan tekad bangkit bersama untuk membangun negara”pungkas Faisal Saleh.

    Dies Natalis Cafatifa Untan 29 Tahun: Menabur Warta Sukacita, Menuai Harapan Baru

    Semarak Perayaan Dies Natalis Cafatifa UNTAN – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.com, Pontianak – Catholic Family of Technic Faculty Universitas Tanjungpura (CAFATIFA UNTAN) merupakan suatu organisasi kerohanian yang ada di Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura, sebagai wadah untuk Mahasiswa/I yang beragama Katolik. Salah satu program kerja dari CAFATIFA UNTAN ialah kegiatan Dies Natalis.

    Dies Natalis CAFATIFA UNTAN 29th merupakan kegiatan yang dibuat sebagai perayaan dan bentuk ungkapan rasa syukur atas hari jadi CAFATIFA UNTAN Ke – 29 tahun yang mengangkat tema “Menabur Warta Sukacita, Menuai Harapan Baru” dan mengambil sub tema dari Kitab Mazmur 126:5 “ Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai”. Dies Natalis CAFATIFA UNTAN 29th diawali dengan ibadat yang dipimpin oleh Bruder Valentinus Vally Dagar, OFMCap.

    Baca Juga: KMK UNTAN Adakan Misa Penyambutan Mahasiswa Baru Tahun 2022

    Setelah ibadat dilaksanakan, acara dilanjutkan dengan acara formal, yakni berupa doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta kata sambutan oleh Reza Charlos Imanuel selaku Ketua CAFATIFA UNTAN Periode 2022, Silvanus Calvin selaku Perwakilan dari Keluarga Mahasiswa Katolik Universitas Tanjungpura (KMK UNTAN), dan Ibu Wivina Diah Ivontianti, S.SI., M.ENG. selaku Dosen Pembina CAFATIFA UNTAN sekaligus membuka acara Dies Natalis CAFATIFA UNTAN 29th.

    Acara kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi Website CAFATIFA UNTAN oleh Tim IT CAFATIFA UNTAN dan video persembahan Mars CAFATIFA UNTAN oleh CAFATIFA CHOIRS. Selanjutnya ada penayangan video ucapan Dies Natalis oleh Alumni CAFATIFA, Ketua dan Wakil Ketua CAFATIFA periode 2022, Anggota Muda CAFATIFA, Anggota Biasa CAFATIFA, Pengurus CAFATIFA, Ketua UKMF Katolik UNTAN, dan Ketua KMK UNTAN.

    Dies Natalis 

    Acara formal diakhiri dengan pemotongan tumpeng oleh Reza Charlos Imanuel selaku Ketua CAFATIFA UNTAN, Daniel Hutabarat selaku Wakil Ketua CAFATIFA UNTAN, dan Ibu Wivina Diah Ivontianti, S.SI., M.ENG. selaku Dosen Pembina CAFATIFA UNTAN.

    Acara hiburan diawali dengan tari-tarian oleh Anggota Muda CAFATIFA, makan bersama yang diiringi dengan penampilan band-band, stand up comedy, dan ditutup penampilan dari Guest Star dari The Good Johny.

    Melalui rangkaian acara Dies Natalis ke-29 CAFATIFA UNTAN, diharapkan dapat memupuk rasa solidaritas dan cinta kasih serta menjadi pemantik semangat mahasiswa-mahasiswa katolik khususnya di Fakultas Teknik dalam mewartakan sukacita dalam  lingkungan masyarakat luas. CAFATIFA 100% KATOLIK 100% TEKNIK.

    Allah adalah Kasih yang Menyelamatkan dan menyembuhkan

    Meister Eckhart Christian mystic original handmade block print art via negativa

    MajalahDUTA.Com, Suara DUTA- Tuhan itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya. Tuhan itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya, begitulah yang dituliskan dalam Mazmur 145:8-9. Pemahaman tentang belas kasih Allah, kita memiliki pewahyuan yang sempurna tentang kesediaan  Allah untuk menyembuhkan. Selama pelayanan-Nya di dunia, dimanapun Dia berada, hati-Nya tergerak oleh belas kasihan dan menyembuhkan mereka semua ‘yang memerlukan kesembuhan’.

    Dalam Alkitab, belas kasihan dan rahmat berarti sama. Kata benda Ibrani rachamin diterjemahkan ‘rahmat’ dan ‘belas kasihan’. Kata Yunani eleeo diterjemahkan “memiliki rahmat” dan “memiliki belas kasihan”; dan sama halnya, kata sifat Yunani eleemon diartikan “belas kasihan yang penuh rahmat”.  Memiliki belas kasih berarti mengasihi dengan lembut, mengasihani, menunjukkan kasih sayang, memiliki kerinduan yang besar.

    Dalam tulisan ini, penulis bersama dengan seluruh pembaca untuk saling menguatkan dan saling mengingatkan akan warisan sifat Allah yang Maha Pengasih itu sebagaimana yang Yesus Kristus ajarkan untuk bertindak kasih, begitu pula kita sebagai pengikut-Nya. Karena kasih Allah dan murah hati-Nya maka semua orang mendapatkan kasih dan pengampunan.

    Tentunya mewarisi sifat khas dari Tuhan bisa dimulai dari hal yang kecil, yakni  mulai dengan sikap belarasa. Maister Ekhart salah seorang pengikut Santo Dominikus berkata bahwa ketika pusat perhatian kita tersentuh oleh apa saja maka sesungguhnya kebekuan hati kita  mulai mencair, luluh.

    Hati kita mengalir masuk ke dalam semua segi kehidupan dan mempengaruhi setiap bagiannya dengan realitas yang kita jumpai pada dimensi yang paling dalam dari jiwa manusia.

    Kata belarasa merupakan terjemahan dari kata compassion, yang diturunkan dari kata Latin: com-passio, yang berarti “menderita dengan”, kurang lebih sama dengan empati yang mendatangkan sejumlah tanggapan yang baik. Yesus Kristus merupakan gambaran penjelmaan batin Allah. Segala sesuatu diciptakan Allah dan dihargai seseorang, baginya berarti menghormati Kristus sendiri dengan pribadi orang itu.

    Karena Allah adalah Kasih yang menyelamatkan dan menyembuhkan. Karena itu kita semua diajak untuk memulai tahun yang baru 2023 dengan semangat yang berbelarasa sekaligus menyonsong hari-hari bersama Kristus dan setia memikul salib.

    Salam dan doa, Selamat Natal 2022 dan Tahun Baru 2023. 

    Banyak yang bisa dilakukan untuk menghentikan Perang Dunia Ketiga sedikit demi sedikit

    Pope Francis speaks to journalist Fabio Marchese Ragona - Vatikan

    MajalahDUTA.Com, Vatikan– Paus Fransiskus berbicara kepada reporter Italia Fabio Marchese Ragona dalam sebuah wawancara di Canale 5, menawarkan pemikirannya tentang penyebaran perang di dunia kita dan mendorong kita untuk memandang kepada Kanak-kanak Yesus menjelang Natal.

    Paus Fransiskus berbicara pada hari Minggu di televisi Italia tentang beberapa topik yang tepat waktu dalam sebuah wawancara dengan reporter Vatikan Fabio Marchese Ragona, dalam program “Il Natale che vorrei” (Natal yang saya inginkan). Bapa Suci berbicara tentang berbagai topik penting, mulai dari perang hingga orang miskin dan Piala Dunia.

    Berbicara awalnya tentang Ukraina, Paus Fransiskus mencatat bahwa kita hidup dalam perang dunia ketiga yang diperjuangkan sedikit demi sedikit, dengan mengatakan bahwa meskipun Ukraina terasa lebih dekat, telah terjadi perang yang mengerikan di Suriah selama 13 tahun, serta di Myanmar dan “di mana pun di Afrika”. “Dunia sedang berperang,” katanya.

    Paus Fransiskus kemudian menunjuk pada sesuatu yang membuatnya sangat khawatir: “sikap acuh tak acuh”. Di hadapan begitu banyak orang miskin, pengungsi, dan orang-orang yang menderita Natal ini, ada sikap acuh tak acuh yang mengerikan, kata Paus.

    Dia teringat bayangan seorang wanita dengan mantel bulu dan sarung tangan yang mengabaikan teriakan minta tolong seorang wanita di jalan saat dia keluar dari restoran. “Hal terburuk yang bisa terjadi pada kita adalah memalingkan muka,” kata Paus.

    Natal yang menyedihkan

    “Tolong ukur pengeluaran Natal, batasi,” katanya. “Ini adalah Natal yang menyedihkan, Natal perang. Ada orang yang kelaparan. Harap berbesar hati dan jangan menghabiskan waktu seolah-olah tidak terjadi apa-apa.” Dia mencatat bahwa ada anak-anak bermain dengan potongan rudal Rusia, karena mereka kelaparan sementara orang lain kelaparan.

    Paus Francis melanjutkan dengan berbicara tentang skandal korupsi seputar Uni Eropa. Dia menunjukkan bahwa kita semua adalah orang berdosa, dan kita semua harus meminta pengampunan, tetapi menambahkan bahwa meskipun kita semua adalah orang berdosa, kita tidak semuanya rusak.

    “Pendosa ya; korup tidak pernah,” katanya, seraya menambahkan bahwa sikap ini membuatnya takut.

    Kerendahan hati dalam kemenangan

    Sebelum mengetahui bahwa Argentina akan menjadi juara Piala Dunia FIFA, Paus meminta agar para pemenang “hidup dengan kerendahan hati” dan mereka yang tidak menang “menjalaninya dengan gembira karena nilai terbesar bukanlah menang atau kalah, tetapi bermain bersih. , untuk bermain dengan baik.”

    Memperhatikan bahwa Bapa Suci akan segera merayakan sepuluh tahun kepausannya, Fabio Marchese Ragona bertanya apakah ada sesuatu yang belum dia capai yang dia inginkan.

    Selalu ada hal yang harus dilakukan, jawab Paus. Dia mengakui bahwa Dewan Kardinal dan Sekretariat Ekonomi sedang “bergerak maju”, tetapi mengatakan masih banyak yang bisa dilakukan.

    “Ini penting: kita dapat memiliki Kuria yang sangat terorganisir, paroki yang sangat terorganisir, keuskupan yang sangat terorganisir, tetapi jika tidak ada semangat misionaris, jika Anda tidak berdoa di sana, tidak ada yang bergerak maju. Doa itu penting.”

    Lihatlah Anak harapan

    Terakhir, Paus Fransiskus menyampaikan pesan Natal untuk semua orang yang telah mendengarkan.

    “Lihat Anak itu; lihat bintangnya. Satu anak lagi adalah harapan.” Meski terlahir miskin dan teraniaya, Yesus tetap membawa pengharapan.

    “Kepada Anda masing-masing yang mendengarkan,” Paus mengakhiri, “Saya ingin meminta agar Tuhan memberi Anda kelembutan seorang anak, agar kami tidak kehilangan kelembutan manusia, agar Dia dapat membantu kami, dan agar Dia dapat memberi Anda cahaya bintang.”

    Dan akhirnya, dia memberkati semua orang dan mengucapkan “Natal yang baik dan suci” kepada kita. “Semoga Tuhan memberkati Anda dan semoga Bunda Maria menjaga Anda.”

    TERBARU

    TERPOPULER