Oleh: Stepanus Saulus, Prodi Penjaskesrek 2019, Semester IV, Mahasiswa STKIP Pamane Talino Ngabang
MajalahDUTA.Com,Pontianak-Sedari awal menjalani tugas ini, pembentukan panitia hingga pada keberangkatan, saya menyadari bahwa ada panggilan untuk tanggung jawab terhadap tugas yang saya emban.
Awalnya ada keraguan di saat keberangkatan, pada Kamis, 4 Februari 2021, waktu menunjukan pukul 07.00 WIB dari Ngabang, rintik hujan yang tak henti-hentinya menguyur jalanan bagaikan panorama yang menemani keberangkatan kami.
Dalam kegelisahaanku, aku selalu berdoa kepada Tuhan agar memperlancar perjalanan kami hingga sampai ke tempat tujuan. Kegelisahaan itu semakin menjadi-jadi ketika mendengar kabar bahwa telah terjadi longsor pada jalan yang menjadi akses bagi kami untuk bisa sampai ke tempat tujuan.
Baca Juga: Mgr Agustinus Agus Terima Plakat Professional Award 2021
Akan tetapi, meskipun situasinya demikian, aku dan teman-teman tetap tegar meskipun harus menyusuri jalanan yang berlumpur sejauh 5 Km. Dan syukur kepada Allah, akhirnya berkat bimbingan-Nya kami pun sampai ke tempat tujuan dengan keadaan sehat dan selamat.
Setibannya kami di sana, hatiku pun semakin bertambah semangat oleh karena melihat antusiasme umat yang begitu semangat dalam menyambut kehadiran kami.
Antusiasme
Selama kurang lebih dari 10 hari di Stasi St. Matius dusun Selabih Atas Kec. Bengkayang Kab. Bengkayang. Banyak suka duka yang telah kami jalani bersama teman-teman IMK (Ikatan Mahasiswa Katolik), yang beranggota 21 Orang, dengan 9 orang kaum hawa, 11 orang kaum adam dan Pemdamping IMK yaitu Fr. Mikael Ardi, Pr (Motor utama kami dalam menjalankan tugas BAKSOS).
Dimana kami selama disana harus benar-benar memperhatikan sikap, sopan santun, dan tingkah laku, juga harus bisa berelasi dengan masyarakat disana.
Baca Juga: STKIP Pamane Talino – Ngabang Menjadi Sandaran dan Harapan Masyarakat Kalimantan Barat
Yang saya banggakan disana ialah dengan anak-anak, dimana selama pandemi ini mereka dipaksa untuk belajar dirumah, dengan kerinduan semangat belajar mereka menandakan betapa menyenangkan belajar bersama-sama disekolah.
Mereka sangat senang untuk belajar, setiap pagi mereka datang ketempat kami tinggal, yang cukup jauh dari pemukiman warga, dari situ sudah terlihat semangat belajar mereka sangatlah tinggi.
Saya merasa bangga dan senang bisa ambil bagian disana bersama teman-teman IMK (Ikatan Mahasiswa Katolik), dari mencari kayu bersama warga, mencaricari pasir, mencangkul tanah untuk diratakan, dan ngopi bersama warga.
Motor Penggerak dan Semangat Belajar
Dari hal itu saya berada dizona paling nyaman dan menyenangkan. Walaupun berbagai tantangan yang harus kami lewati dari berbagai masalah yang selalu saja jadi titik fokus kami untuk selalu tetap semangat agar tidak mudah putus asa dalam menjalankan misi dan tanggung jawab kami disana.
Dari sini saya banyak belajar, bahwa Tuhan selalu senantiasa menjaga dan menopang kita walau dalam keadaan sesulit apapun.
Baca Juga: Kenangan Ini Bisa Menjadi Sejarah dalam Hidupku
Romo Sabinus dan Fr. Ardi pernah berkata “Iblis tidak akan senang dengan perbuatan baik”. Tapi Tuhan juga tidak akan diam dan tidur melihat berbuatan baik yang selalu dihadang dan Tuhan pasti selalu punya rencana baik untuk perbuatan baik kita.
Banyak cara yang Tuhan lakukan untuk menghadirkan kasih sayang kepada kita. Bukan tentang siapa yang dulu hadir, melainkan siapa yang senantiasa menghadirkan.




