Thursday, June 18, 2026
More

    BCA KCU Kubu Raya Dorong Literasi Keuangan Mahasiswa AKUB

    MajalahDUTA.Com | Kesadaran mengelola keuangan sejak usia muda menjadi salah satu bekal penting dalam menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.

    Untuk mendukung hal tersebut, Bank Central Asia (BCA) Kantor Cabang Utama (KCU) Kubu Raya menggelar kegiatan Literasi Keuangan bertajuk “Mengelola Keuangan Masa Depan” di Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo, Kampus II – Akademi Keuangan dan Perbankan Grha Arta Khatulistiwa (AKUB) Pontianak, Jalan Merdeka, Senin (15/6/2026).

    Kegiatan yang diikuti mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan (tendik) AKUB tersebut menghadirkan Kepala Bagian Prioritas BCA Kubu Raya, Devy Junita, sebagai narasumber.

    Dalam pemaparannya, Devy mengajak peserta memahami pentingnya membangun kebiasaan keuangan yang sehat, menyusun tujuan finansial, memahami dampak inflasi, hingga mempersiapkan masa pensiun sejak dini.

    Menurut Devy, langkah pertama dalam pengelolaan keuangan adalah mampu membedakan kebutuhan dan keinginan. Dia menilai banyak persoalan keuangan muncul karena seseorang sering kali mengutamakan keinginan dibandingkan kebutuhan.

    “Kebutuhan adalah hal-hal yang memang harus dipenuhi. Kalau tidak makan seminggu tentu tidak bisa, tetapi kalau tidak minum kopi seminggu masih bisa. Artinya kopi bukan kebutuhan utama, melainkan keinginan,” ujarnya saat berinteraksi dengan peserta.

    Dia menjelaskan bahwa kebutuhan dasar manusia mencakup sandang, pangan, dan papan. Sementara berbagai pengeluaran lain perlu dipertimbangkan secara rasional agar tidak mengganggu kondisi keuangan jangka panjang.

    Selain memahami kebutuhan dan keinginan, Devy juga mengingatkan pentingnya menerapkan prinsip “sisihkan, bukan sisakan dalam mengelola pendapatan.

    Menurut dia, banyak orang gagal menabung karena menunggu adanya sisa uang setelah berbagai kebutuhan dan keinginan terpenuhi. Padahal, kebiasaan yang benar adalah menyisihkan dana tabungan terlebih dahulu sebelum menggunakan uang untuk kebutuhan lainnya.

    “Kalau punya penghasilan Rp3 juta dan ingin menabung Rp1 juta, maka Rp1 juta itu harus langsung dipindahkan ke tabungan. Setelah itu baru menggunakan sisa uang yang ada untuk kebutuhan sehari-hari. Jangan menunggu ada sisa baru menabung,” katanya.

    Dia menambahkan bahwa kebiasaan sederhana tersebut dapat membantu seseorang membangun disiplin keuangan sekaligus mempercepat pencapaian tujuan finansial.

    Dalam kesempatan itu, Devy juga mengajak peserta untuk menghindari perilaku konsumtif yang didorong oleh gengsi. Menurutnya, setiap pengeluaran harus didasarkan pada fungsi dan manfaat, bukan sekadar mengikuti tren atau gaya hidup.

    “Kita harus bijaksana dalam mengelola keuangan. Setiap pengeluaran perlu dipertimbangkan manfaat dan fungsinya, bukan sekadar untuk memenuhi gengsi atau keinginan sesaat,” tegasnya.

    Narasumber: Devy Junita – Kepala Bagian Prioritas BCA Kubu Raya Senin, 15 Juni 2026.
    Menyusun Tujuan Keuangan

    Pada sesi berikutnya, Devy menjelaskan bahwa setiap orang perlu memiliki tujuan keuangan yang jelas agar dapat menentukan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mencapainya.

    Menurut dia, tujuan keuangan harus disertai target waktu dan strategi yang terukur. Misalnya, seseorang yang bercita-cita memiliki aset senilai Rp1 miliar pada usia 30 tahun perlu mulai menyusun rencana dan kebiasaan finansial yang mendukung pencapaian target tersebut sejak usia muda.

    Dia menjelaskan bahwa perjalanan keuangan seseorang umumnya terbagi dalam beberapa tahapan.

    Pada usia produktif awal, seseorang mulai membangun fondasi keuangan dan karier. Memasuki usia 30 hingga 40 tahun, fokus mulai bergeser pada pengembangan aset dan peningkatan kesejahteraan keluarga.

    Selanjutnya, ketika mendekati usia pensiun, seseorang perlu mulai mempersiapkan sumber pendapatan yang dapat menopang kehidupan setelah tidak lagi aktif bekerja.

    “Tujuan akhir dari literasi keuangan adalah agar kita bisa menikmati masa pensiun dengan tenang dan nyaman. Ketika pensiun nanti, kita tetap memiliki pemasukan dan bisa menikmati hidup tanpa harus terus bekerja keras,” ujarnya.

    Devy menjelaskan bahwa perencanaan pensiun bukan hanya tentang menabung, tetapi juga membangun aset produktif dan investasi yang dapat menghasilkan pendapatan pasif di masa depan.

    Memahami Dampak Inflasi
    Dalam materinya, Devy juga membahas inflasi sebagai salah satu tantangan terbesar dalam mencapai tujuan keuangan.

    Menurut dia, inflasi menyebabkan daya beli masyarakat terus menurun dari waktu ke waktu. Uang yang saat ini bernilai besar belum tentu memiliki daya beli yang sama beberapa tahun mendatang.

    Untuk memudahkan pemahaman peserta, dia menggunakan contoh makanan ringan yang cukup dikenal oleh berbagai generasi.

    Devy mengingatkan bahwa ukuran produk yang dahulu lebih besar kini menjadi lebih kecil meskipun harga jualnya relatif sama. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa nilai uang mengalami penurunan daya beli akibat inflasi.

    Foto bersama peserta dan Narasumber: Devy Junita – Kepala Bagian Prioritas BCA Kubu Raya Senin, 15 Juni 2026.

    “Kalau dulu dengan uang yang sama kita mendapatkan barang lebih banyak, sekarang jumlah barang yang diperoleh menjadi lebih sedikit. Karena itu kita perlu memiliki pengelolaan dan manajemen keuangan yang baik agar tidak terlalu terdampak oleh inflasi,” jelasnya.

    Dia menekankan bahwa tabungan saja sering kali tidak cukup untuk melawan inflasi. Karena itu, masyarakat perlu mulai mempelajari berbagai instrumen investasi yang sesuai dengan tujuan dan profil risiko masing-masing.

    Membangun Keamanan dan Kenyamanan Keuangan

    Dalam paparannya, Devy juga memperkenalkan konsep piramida tujuan keuangan. Tahap pertama adalah keamanan keuangan, yaitu membangun dana darurat dan perlindungan melalui asuransi kesehatan maupun asuransi jiwa.

    Setelah fondasi tersebut terbentuk, seseorang dapat memasuki tahap kenyamanan keuangan dengan mulai berinvestasi, merencanakan dana pensiun, membeli rumah, atau mencapai tujuan keuangan lainnya.

    Tahap tertinggi adalah distribusi kekayaan, yaitu ketika seseorang mulai mempersiapkan pengelolaan dan pewarisan aset kepada generasi berikutnya.

    Menurut Devy, seluruh tahapan tersebut perlu direncanakan secara bertahap dan disiplin agar dapat berjalan sesuai tujuan.

    Perkenalkan Program Magang Bakti BCA

    Selain membahas literasi keuangan, BCA KCU Kubu Raya juga memperkenalkan Program Magang Bakti BCA kepada mahasiswa AKUB.

    Devy menjelaskan bahwa program tersebut terbuka bagi lulusan SMA/SMK hingga perguruan tinggi dari berbagai disiplin ilmu. BCA, kata dia, tidak membatasi pelamar berdasarkan jurusan maupun asal perguruan tinggi.

    “Kami tidak melihat peserta dari universitas mana atau jurusan apa. Yang terpenting adalah memiliki kemauan untuk belajar, berkembang, dan menyesuaikan diri dengan standar profesional yang ditetapkan perusahaan,” ujarnya.

    Dia mencontohkan bahwa peserta Program Magang Bakti BCA selama ini berasal dari berbagai latar belakang pendidikan, mulai dari pertanian, farmasi, kesehatan, hingga profesi lain yang tidak berkaitan langsung dengan dunia perbankan.

    Menurut dia, peserta program akan memperoleh pelatihan, uang saku, sertifikat, pengalaman kerja, dan jaminan kesehatan selama mengikuti program.

    Narasumber: Devy Junita – Kepala Bagian Prioritas BCA Kubu Raya dan Direktur AKUB, Stanislaus – Senin, 15 Juni 2026.

    Lebih lanjut, Devy menekankan bahwa dunia kerja saat ini membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan komunikasi yang baik, integritas, semangat belajar, dan kemampuan bekerja sama dalam tim.

    “Berpenampilan menarik bukan berarti harus cantik atau tampan. Yang penting adalah mampu menampilkan diri secara profesional, rapi, dan siap memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah,” katanya.

    Kegiatan literasi keuangan tersebut berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab dan diskusi yang melibatkan mahasiswa, dosen, serta tenaga kependidikan AKUB.

    Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan yang diajukan terkait pengelolaan keuangan pribadi, investasi, perencanaan masa depan, dan peluang berkarier di industri perbankan.

    BCA KCU Kubu Raya berharap literasi keuangan tidak hanya menjadi pengetahuan teoritis, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

    Menurut mereka pengelolaan keuangan yang baik, generasi muda diharapkan mampu membangun masa depan yang lebih mandiri, produktif, dan sejahtera.*Samuel- AKUB. 

    Related Articles

    spot_img
    spot_img

    Latest Articles