Wednesday, February 11, 2026
More

    Judi Online Pembunuh Akal Sehat Remaja

    Duta, Pontianak | Seiring berkembangnya zaman, kita menyadari bahwa teknologi juga mengalami peningkatan yang pesat. Peningkatkan ini merambat sampai ke sektor hiburan yang dapat di akses oleh siapa saja dan kapan saja. Sayangnya, perkembangan ini tidak melulu tentang konten positif namun juga termuat didalamnya konten negative dan salah satunya adalah judi online.

    Judi online merupakan salah satu permainan judi yang digemari oleh berbagai kalangan baik dewasa maupun remaja dengan berbagai model yang dikemas semenarik mungkin. Judi online atau yang biasa dikenal dengan judol adalah aktivitas taruhan atau permainan yang dilakukan melalui internet di mana pemain mempertaruhkan uang atau nilai lainnya untuk kesempatan memperoleh keuntungan.

    Menurut survei yang dilakukan oleh BNN dan Kementerian Sosial, hasil survei menunjukkan bahwa 2,6% remaja di Indonesia pernah mencicip judi online. Walaupun angkanya terlihat kecil, dampak yang ditimbulkan cukup besar.

    Tapi mengapa remaja lebih terdampak judi online? Kristiana Siste, Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia mengatakan bahwa perilaku kecanduan bisa tumbuh sejak usia dini.

    Bagian emosi otak pada remaja itu berkembang dengan pesat namun bagian otak yang mengendlikan diri lambat, mudahnya adalah remaja itu mudah terbawa emosi dan kombinasi dari kurangnya pengawasan serta perhatian dari orang tua, pengaruh teman sebaya juga akses internet yang tidak dibatasi.

    Ada banyak faktor sebenarnya yang menjadi penyebab berkembangnya judi online dikalangan remaja. Beberapa faktor yang ditemukan oleh penulis antara lain: lingkungan, ekonomi, kesempatan dan kesadaran.

    Selain adanya legalisasi kegiatan judi dari negara di luar Indonesia yang kemudian masuk ke Indonesia lewat situs-situs, aplikasi media sosial seperti Instagram, Facebook, Youtube, X, Tiktok dan File Sharing menjadikan hal ini semakin mudah untuk diakses dan disebarkan (Data Penanganan Konten Perjudian periode 2018-2023).

    Apabila hal ini terus dibiarkan, remaja akan semakin terjebak dalam lingkaran kecanduan yang sulit di hentikan. Oleh karena itu peran orang tua sangat penting dalam membentuk kebiasan anak terutama dalam hal bermain gadget.

    Tidak hanya memberikan akses ke anak dalam menggunakan teknologi namun juga orangtua diharapkan mampu memahami dunia digital.  Ketika orang tua kehilangan pengawasan atas remaja, hal ini bisa menyebabkan berbagai dampak yang sangat berpengaruh terhadap perilaku dan pertumbuhan remaja.

    Remaja yang tidak diawasi dalam menggunakan ponsel atau gadget berisiko besar terpapar situs judi online dan kecanduan digital. Dampak pertama yang dapat muncul adalah gangguan pada kesehatan mental, seperti merasa stres, cemas, dan bersalah karena kehilangan uang atau waktu.

    Selain itu, prestasi belajar remaja juga bisa menurun karena waktu yang seharusnya digunakan untuk belajar malah dihabiskan untuk bermain judi online.

    Dampak secara sosial, remaja cenderung menjauhi lingkungan yang positif dan mulai berbohong kepada orang tua atau teman untuk menutupi kebiasaan buruknya. Sedangkan dari segi ekonomi, remaja bisa menghabiskan uang saku, bahkan sampai mencuri untuk terus bermain.

    Upaya untuk mencegah remaja terjebak dalam perjudian daring sebaiknya dimulai dari lingkungan terdekatnya, yaitu keluarga terutama orangtua.

    Peran orang tua sangat penting dalam mengawasi dan membimbing penggunaan perangkat elektronik oleh anak-anak. Anak-anak yang diberikan keleluasaan dalam menggunakan gadget tanpa pengawasan dari orang tua kemungkinan besar lebih mudah terpapar situs judi serta konten berbahaya lainnya.

    Oleh karena itu, orang tua perlu secara aktif mengambil peran sebagai pengawas dan pendamping digital bagi anak-anak mereka dengan cara mengawasi penggunaan gadget, edukasi anak, konsultasi ke psikolog dan laporkan ke pihak berwajib apabila menemukan situs atau aplikasi judi online dalam gadget mereka.

    *Cempaka, Radelis Sanjani, Theresia Oktaviana Lita Safira, Stevani Sena, Agnes Safitri, Maria Gabriella. Fakultas Kesehatan Prodi DIII Kebidanan.

    *Editor: Marsela Renasari Presty, S.ST., M.Keb

    Related Articles

    spot_img
    spot_img

    Latest Articles