Thursday, January 15, 2026
More

    Menyerahkan diri kepada Dia yang menuntun Gereja

    Duta, Vatikan | Direktur Editorial kami merenungkan makna rohani dari menerima pelayanan kepausan sebagai tindakan kepercayaan kepada Kristus, yang membimbing Gereja.

    Keuskupan Roma memiliki Uskupnya sendiri, dan Gereja universal memiliki Gembalanya sendiri. Konklaf telah menunjuk Penerus Petrus. Terima kasih, Bapa Suci, karena telah menerima. Terima kasih karena telah mengatakan “ya” dan menyerahkan diri kepada Dia yang membimbing Gereja.

    Kata-kata yang diucapkan oleh Paus Paulus VI yang sangat berkesan muncul dalam pikiran saya—kata-kata yang ia sampaikan kepada para mahasiswa Kolese Lombard pada bulan Desember 1968, selama masa sulit pasca-pergolakan Konsili:

    “Banyak orang mengharapkan Paus untuk memberikan tindakan dramatis, intervensi yang kuat dan tegas. Namun, Paus percaya bahwa ia tidak boleh mengikuti jalan lain selain jalan kepercayaan kepada Yesus Kristus, yang lebih peduli kepada Gereja-Nya daripada siapa pun,” kata Paus.

    Bapa Paus juga mengatakan menurutnya, “Dialah yang akan menenangkan badai. Berapa kali Sang Guru berkata: ‘Percayalah kepada Tuhan. Kamu percaya kepada Tuhan, percayalah juga kepada-Ku!’ Paus akan menjadi orang pertama yang melaksanakan perintah Tuhan ini, dan menyerahkan dirinya—tanpa kecemasan atau kekhawatiran yang tidak pantas—kepada pekerjaan misterius dari bantuan Yesus yang tidak terlihat namun pasti bagi Gereja-Nya. Ini bukanlah penantian yang steril atau pasif; ini adalah penantian yang waspada dalam doa. Inilah kondisi yang Yesus sendiri pilih bagi kita, sehingga Ia dapat bertindak sepenuhnya. Bahkan Paus perlu dibantu oleh doa,” tambah Paus.

    Saat ini, dunia sedang dilanda badai—diguncang oleh perang dan kekerasan. Marilah kita berdoa memohon perdamaian. Marilah kita berdoa bersama Petrus dan untuk Petrus.

    Setelah diteguhkan olehnya dalam iman, marilah kita juga belajar untuk menyerahkan diri kita kepada Dia yang berkuasa dari kayu Salib, sambil menanggung luka-luka manusia. (Vatikan News, Andrea Tornielli | Sam ).

    Related Articles

    spot_img
    spot_img

    Latest Articles