MajalahDUTA.Com, Kubu Raya– Sungai Ambawang, Minggu 23 Mei 2021 telah diadakannya misa Krisma oleh Mgr Agustinus Agus didampingi Pastor Paroki Pastor Lukas Ahon, CP dan Pastor Petrus, CP yang diikuti oleh 242 peserta krismawan dan krismawati di Gereja Katolik Stasi Santa Clara Korek Paroki Sungai Ambawang.
Misa dimulai tepat pada pukul, 09.00 WIB dan dalam awal misa, Mgr Agustinus Agus mengatakan bahwa misa Krisma bertujuan untuk mendewasakan iman. Sebab sejak seseorang sudah dibabtis artinya mereka menjadi bagian dalam gereja.
“Namun tak hanya sampai disitu, jadi mereka yang sudah menjadi Katolik harus menerima sakramen krisma agar orang yang sudah Katolik menjadi dewasa,” kata Mgr Agustinus Agus.
Baca Juga: Mgr Agustinus Agus Ungkapkan Gereja harus menjadi sarana pemersatu
Pesta Minggu Pentakosta mengingatkan umat untuk meneladani para Rasul. Karena para Rasul juga telah dikuatkan dan diberanikan dengan karunia Roh Kudus.
Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus mengisahkan bahwa minggu itu merupakan pesta Pentakosta, ketika Roh Kudus turun ke atas para Rasul di ruang atas dan memberanikan mereka untuk dengan berani membagikan kabar baik tentang Kristus. Kisah ini terdengar luar biasa dalam Alkitab, dengan “angin kencang” dan “lidah api” yang luar biasa.
“Tetapi yang paling luar biasa adalah bahwa kita masing-masing telah berpartisipasi dalam Pentakosta, dan itu mengubah jiwa kita selamanya,” kata Mgr Agus.
Selaras dengan itu, pengalaman para Rasul tentang Pentakosta adalah asal mula Sakramen Penguatan. Sama seperti pada hari Pentakosta, sakramen ini adalah pencurahan Roh Kudus.
Baca Juga: Uskup Agung Pontianak Berkati Pastoran St. Paulus dari Salib Paroki Mandor
Semua orang Kristen adalah anggota keluarga Allah berdasarkan Pembaptisan, tetapi menerima Penguatan memperkuat dan melengkapi rahmat yang pertama kali diterima saat Pembaptisan:
Sejak peristiwa itu, baru muncul gereja dan para murid Yesus mulai menyebarkan Firman.
“Itulah kisah yang bisa kita petik yakni manusia menjadi kuat jika Tuhan Campur tangan dalam dirinya,” kata Mgr Agus.
Sakramen adalah tanda yang tak terhapuskan
Dalam homilinya, Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus menyampaikan bahwa setiap Baptisan dan Tahbisan Suci, Sakramen Penguatan meninggalkan tanda yang tak terhapuskan pada jiwa. Begitu juga krisma yang baru diterima oleh 242 krismawan-krismawati.
Sebagai Pastor Paroki, Pastor Lukas Ahon CP mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang telah menerima sakramen Krisma. Dia berharap, semua krismawan-krismawati dapat menghayati hidup berdasarkan injil dan selalu mengandalkan Tuhan disetiap saat.
Baca Juga: Kami Rindu Melayani Umat; Ungkap Denny
Pastor Lukas mengucapkan terima kasih kepada Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus karena sudah memberikan sakramen Krisma di Paroki Santo Fidelis Sungai Ambawang. Sebagai bentuk ucapan syukur kepada Allah, usai misa dia mengajak seluruh umat untuk santap siang.- (Samuel- Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak/ Video: Jhordy).




