Oleh: Rian, Semester IV, Mahasiswa STKIP Pamane Talino – Ngabang
MajalahDUTA.Com,Pontianak-Bulan Februari di tahun ini merupakan bulan yang bersejarah bagi Ikatan Mahasiswa Katolik (IMK) Santo Vinsensius A Paulo STKIP Pamane Talino Ngabang. Tepatnya pada tanggal 4 sampai tanggal 14 Februari tahun 2021 yang lalu, sebuah misi besar akhirnya bisa terwujud.
Misi besar tersebut adalah mengadakan Bakti Sosial dalam rangka membangun sebuah rumah ibadat umat katolik. Berawal dari kunjungan seorang Frater projo disalah satu kapel di dusun Selabih Atas, Paroki Santo Pius X Bengkayang, Keuskupan Agung Pontianak.
Bakti Sosial
Frater itu adalah Fr. Mikael Ardi, Pr. Ia melihat kondisi kapel di dusun itu hanya beratapkan langit dan beralaskan bumi (tanah). Kondisi kapel tersebut seolah tidak pernah mendapat perhatian dari pihak berwenang, khususnya paroki setempat.
Baca Juga: Menghayati Makna Hidup Untuk Saling Memanusiakan-Manusia
Atas dasar ketidakperihatinan pihak yang berwenang tersebut akhirnya Fr. Ardi mencari cara agar bisa membangun dan merenovasi kapel itu supaya lebih layak untuk digunakan.
Kamis, 4 Februari 2021 sekitar pukul 07. 30 WIB merupakan hari dimana kami memulai misi keberangkat dari Ngabang menuju dusun Selabih Atas, di Bengkayang.
Beratapkan Langit Beralaskan Bumi
Perjalanan yang begitu jauh dengan medan jalan menuju dusun Selabih Atas cukup ekstrim. Langkah kami sempat terhenti akibat adanya bencana banjir dan tanah longsor juga kondisi jalan menuju dusun tersebut sangat licin.
Kedatangan kami disambut baik oleh pihak desa, bahkan banyak warga yang bergotong royong membantu membawakan segala peralatan yang kami bawa untuk keperluan bakti sosial, termasuk perlengkapan pribadi.
Dari situ telah terlihat kerja sama dan kekompakan dari masyarakatnya. Kami tiba sore hari di dusun Selabih Atas sekitar pukul 17:00.
Baca Juga: Mgr. Agustinus Agus: Jadilah Imam yang Inovatif dan Memiliki Kemampuan Membaca Tanda Zaman
Hari demi hari kami lalui, membiasakan diri dengan situasi baru. Memulai segala aktivitas dan pekerjaan untuk menggapai misi dan tujuan. Menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya, karena saya dan teman-teman lainnya bersama warga di sana memiliki semangat kerja yang tinggi untuk bersama-sama membangun rumah Tuhan (Gereja).
Kekompakan dalam kebersamaan terus kami tunjukan dalam semangat kekeluargaan. Saling berbagi pengalaman dan bertukar pikiran menjadi hal yang penting dalam mencapai kesuksesan bersama.
Kekompakan dalam Kebersamaan
Banyak suka dan duka yang telah terjadi meninggalkan kenangan yang kian mendalam. Berkat doa dan campur tangan Tuhan, berkat usaha dan kerja keras kita bersama, segala sesuatu yang kita kerjakan akan indah pada waktunya.
Tuhan tidak akan pernah membiarkan umatnya berjuang sendirian dalam menjalani kehidupannya, Ia akan menyertai kita sampai raga kita tidak mampu bertahan lagi.




