Saturday, May 2, 2026
More
    Home Blog Page 64

    Mgr. Agustinus Agus Hadiri Pentahbisan Uskup Kupang

    MAJALAHDUTA.COM – Kupang, Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus menghadiri Pentahbisan Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni, Kamis (9/5/2024) di gereja Katedral Kristus Raja Kupang.

    Bertepatan dengan hari Kenaikan Tuhan Yesus Krsitus, Duta Besar Vatikan untuk Indonesia, Mgr. Piero Pioppo berkenan mentahbiskan Pastor Hironimus Pakaenoni menjadi Uskup Keuskupan Agung Kupang.

    Terkonfirmasi sebanyak 35 Uskup se-Indonesia hadir dalam pentahbisan ini, (32 uskup aktif dan 3 uskup emeritus) ditambah uskup dari Timor Leste dan Duta Besar Timor Leste untuk Indonesia.

    Bagian dari prosesi pentahbsian Uskup Kupang oleh Duta Besar Vatikan untuk Indonesia (9/5/2024 – foto tangkap layar youtube komsos KWI)

    “Proficiat atas pentahbisan Uskup Agung Keuskupan Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni,” demikian tertulis di media sosial Instagram Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) Keuskupan Agung Pontianak, Kamis (29/4/2024).

    Pentahbisan Uskup adalah momen sakral di mana seseorang diangkat menjadi Uskup dengan anugerah kegenapan sakramen Imamat, menjadikannya anggota penerus para rasul dan memberinya misi untuk mengajar, menguduskan, serta menuntun umat.

    Seorang Uskup harus mengembangkan kehidupan imam yang bermutu dan bermanfaat bagi umat dengan melayani Tuhan Yesus Kristus. Untuk itu, uskup terpilih penting menekankan kesaksian hidup yang menunjukkan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus.

    Uskup memiliki tanggung jawab untuk menjaga keseimbangan hidup dalam persekutuan umat serta memimpin mereka dalam perjalanan iman untuk menerapkan ajaran injil dalam kehidupan sehari-hari.

    Pastor Hironimus Pakaenoni yang terpilih menjadi Uskup Agung Kupang (9/5/2024 foto tangkap layar youtube Komsos KWI)

    Dengan pentahbisan Uskup Agung Kupang, umat Katolik di wilayah Keuskupan Agung Kupang akan semakin mendekat kepada kasih Allah dan memperkuat kesaksian cinta kasih dalam persekutuan iman.

    Pentingnya saling peduli dan melayani satu sama lain demi kesejahteraan banyak orang, tanpa membuat pelayanan sebagai pertunjukan diri sendiri. Berbagi bukanlah untuk diperlihatkan, melainkan sebagai wujud kesalehan.

    Uskup memiliki tugas utama seperti menyebarkan Injil, menggembalakan umat Tuhan, dan memimpin misi Klerus.

    PM – HK

    Uskup Agus Berkati Gereja St. Petrus Stasi Tapis Tembawang

    MAJALAHDUTA.COM – Ngabang, Sabtu (4/5/2024) Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus dan Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan Eknomi dan Keuangan Kab. Landak, Anem, SE.,M.Si berkenan memberkati dan meresmikan gereja Santo Petrus Tapis Tembawang Paroki Salib Suci Ngabang.

    Turut hadir dalam kegiatan ini, Pastor Kepala Paroki Salib Suci Ngabang, Ketua DPRD Kabupaten Landak, beberapa anggota DPRD Kabupaten Landak, para suster, Kades Engkadu,  umat stasi St.Petrus Tapis Tembawang serta para tamu undangan lainnya.

    Mgr. Agustinus Agus, bersama Staf Ahli Bupati, dan Ketua DPRD Kab. Landak (4/5/2024)

    Acara dimulai dengan tarian penyambutan, dilanjutkan dengan pemotongan bambu oleh Uskup Agustinus Agus serta pengalungan kain sal kepada tamu kehormatan. Selanjutnya dilakukan serangkaian prosesi peresmian (sambutan, pembukaan selubung papan nama gereja, pemotongan pita, membuka pintu utama gereja, dan penandatanganan prasasti).

    Usai persmian, Uskup Agustinus Agus didampingi Pastor Kepala Paroki Salib Suci Ngabang RP. Philipus, OFMCap memimpin upacara pemberkatan gereja Santo Petrus Stasi Tapis Tembawang.”

    Pembukaan selubung papan nama gereja oleh Uskup Agus didampingi Pastor Philipus, OFMCap, Staf Ahli Bupati, Anem, SE.,M.Si, Ketua DPRD Kab. Landak, Heri Saman, SH., MH (4/5/2024)

    “Selamat kepada umat Katolik di Stasi Tapis Tembawang atas pemberkatan dan peresmian gereja St. Petrus Stasi Tapis Tembawang,” ujar Uskup Agustinus Agus dalam sambutan singkatnya setelah selesai memberkati gereja.

    Uskup Agus mengatakan, selesainya pembangunan Gereja St.Petrus Stasi Tapis Tembawang pantas disyukuri, sebab proses pembangunan gereja ini tentunya membutuhkan pengorbanan yang sangat besar baik pikiran, waktu, tenaga, maupun biaya yang tidak sedikit.

    Karena itu, Uskup Agus berpesan kepada umat untuk senantiasa menjaga dan merawat gereja dengan baik. Selain itu yang tidak kalah penting adalah jangan sampai gereja yang sudah bagus, dan sangat representatif ini dibiarkan kosong.

    Berfoto bersama usai penandatanganan prasasti peresmian gereja (4/5/2024)

    Mewakili Pj. Bupati Kabupaten Landak, Anem mengingatkan bahwa membangun gereja ini jangan menjadi yang utama, karena yang lebih penting adalah membangun mental dan hati agar umat katolik di Stasi Tapis Tembawang semakin menghayati apa yang diajarkan Yesus dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam hidup bermasyarakat maupun hidup menggereja.

    Anem juga berharap adanya peran dan bantuan seluruh umat beragama dan para pemuka agama serta tokoh masyarakat untuk berpartisipasi dalam menjaga ketenangan dan kejernihan dalam bertindak dan berpikir agar tidak terpancing isu-isu negatif.

    PM – Aan OMK Salib Suci Ngabang

    Bicara Tuntas: Seminar JPIC KFS Ungkap Fakta Menarik tentang Pernikahan Dini

    Foto: Momen Foto bersama Narasumber dan peserta. 2024.

    MAJALAHDUTA.COM- Sambas, 04 Mei 2024 – Dalam rangka menyambut Pesta 100 tahun KFS, JPIC KFS Indonesia menggelar Seminar yang melibatkan kaum muda dengan tema “100 Tahun KFS Siap Berjalan Bersama Wadah JPIC dalam Memerangi Pernikahan Dini Di Era Milenial.” Acara ini berlangsung di aula SMA Bonaventura Sambas.

    Seminar dihadiri oleh para suster muda KFS, postulan KFS, anak-anak asrama putra/i, dan Orang Muda Katolik Paroki Kristus Raja Sambas. Tujuan utamanya adalah memberikan pendidikan dan pengetahuan kepada kaum muda agar lebih berhati-hati dalam bergaul, terutama di era digitalisasi ini. Dalam menyambut Perayaan Akbar 100 Tahun KFS, dijadwalkan pada tanggal 10 dan 11 Juni 2024 di Sambas, mari bersama-sama kita rayakan dengan penuh sukacita dan kegembiraan.

    Pembukaan seminar dilakukan oleh Ketua JPIC KFS, Sr. M. Eufrasia, KFS, yang menekankan pentingnya memberikan pemahaman dan kesadaran yang lebih mendalam kepada kaum muda mengenai masalah sosial seperti pernikahan dini, human trafficking, dan kurangnya kesadaran terhadap lingkungan hidup. Dalam acara tersebut, tiga narasumber menghadirkan pemahaman yang komprehensif terkait isu-isu tersebut.

    Pastor Pionius Hendi OFMCap: Mengungkap Ancaman Human Trafficking di Lingkungan Pelajar

    Pastor Pionius menyajikan bahaya kejahatan human trafficking dalam lingkungan pelajar, menyoroti rentannya kaum muda menjadi korban.

    Dalam pertemuan itu, dia menegaskan pentingnya pemahaman mendalam untuk melindungi generasi muda dan mengajak untuk menjadi agen pembela kemanusiaan dalam memerangi human trafficking.

    “Kita dipanggil bukan hanya untuk untuk megetahui tentang Human Trafficking, tetapi kita dipanggil untuk menjadi agen-agen pembela kemanusiaan  dalam memerangi Human Trafficking untuk baik gereja, masyarakat dan lingkungan sekitar,” kata Pastor Pionius Hendi OFMCap.

    Suster Maria Donata KFS: Dampak dan Bahaya Pernikahan Dini terhadap Kaum Muda

    Sejalan dengan itu Sr. Donata KFS juga membahas dampak sosial, psikologis, dan ekonomis dari pernikahan dini terhadap kaum muda.

    Dia menggarisbawahi pentingnya pemahaman tentang bahaya ini dalam menghambat perkembangan pribadi, pendidikan, dan karier para pemuda dan pemudi.

    “Pernikahan dini dapat menghambat perkembangan pribadi, pendidikan, dan karier para pemuda dan pemudi,” tambas Suster Donata.

    Bruder Gerardus MTB: Memahami Pentingnya Ekologi bagi Kehidupan Manusia

    Di sisi lain pula, Bruder Gerardus MTB juga menyoroti keterkaitan ekologi dengan perjuangan memerangi pernikahan dini.

    Dia menekankan bahwa pemeliharaan lingkungan adalah tanggung jawab bersama demi masa depan yang cerah dan kehidupan yang damai sejahtera.

    “Selain pribadi manusia yang perlu dipelihara, bumi juga perlu karena bumi merupakan tempat kita berdiam dan hidup bumi dan segala isinya tidak terlepas dengan hidup manusia,” tegas Bruder Gerardus MTB.

    Sebelum menutup sesinya Bruder Gerardus mengajak semua peserta untuk menjaga keutuhan bumi dan martabat hidup demi masa depan yang cerah dan kehidupan yang damai Sejahtera. Seminar hari itu paling tidak memberikan pemahaman yang komprehensif tentang tantangan pernikahan dini di era milenial, serta upaya yang dapat dilakukan melalui pendekatan yang holistik dan berbasis nilai-nilai keagamaan.

    By. Samuel- Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak.
    Sumber: Suster Maria Eufrasia KFS Sebagai Ketua JPIC KFS.

    Pastor Yoseph Juwono Ajak Bapakat Singbebas Wujudkan Spiritualitas Kerasulan Awam

    Foto: Suasana pertemuan BAPAKAT SINGBEBAS 1 MEI 2024.

    MAJALAHDUTA.COM, Nyarumkop- Sebagai rencana tindak lanjut pertemuan Bapak-Bapak Katolik se-Dekanat Singbebas pada tgl 12-14 April 2024 di Paroki Santa Pius X Bengkayang, Bapakat Paroki Santa Maria Nyarumkop menggelar pertemuan bersama perwakilan Bapakat stasi dan lingkungan.

    Pertemuan dengan mengangkat tema “Mewujudkan Keluarga Katolik yang Bermartabat” persis pada 1 Mei 2024 menghadirkan Pastor Ketua Dekanat Singbebas, Pastor Yoseph Juwono, OFM dengan materi 5 W + 1 H BAPAKAT.

    Pada pertemuan itu Pastor Yoseph Juwono mengingatkan kepada para Bapakat  untuk memaknai 6 rekomendasi hasil pertemuan pertama Bapakat Singbebas yang digelar pada tahun 2019 di Nyarumkop, secara khusus poin keenam, yakni Bapakat Dekanat Singbebas berkomitmen sebagai pilar Bapak Hari Minggu dan kegiatan hidup menggereja di masing-masing paroki.

    Foto: Peserta BAPAKAT Nyarumkop. Sumber: Andreas Oyent. 2024.

    6 Rekomendasi Pertemuan Pertama Bapakat Dekanat Singbebas di Nyarumkop 2019:

    Pertama, BAPAKAT SINGBEBAS berkomitmen menjunjung spiritualitas kerasulan awam.

    Kedua, BAPAKAT SINGBEBAS merupakan wadah keeasulan awam dalam kelompok kategorial bukan merupakan organisasi kemasyarakatan (ORMAS).

    Ketiga, BAPAKAT SINGBEBAS dalam menjalankan tugas kerasulan awam di bawah naungan Dewan Pastoral Paroki (DPP).

    Keempat, BAPAKAT SINGBEBAS dianggap perlu membentuk koordinator wilayah (KORWIL) sebagai sarana komunikasi, diskusi, dan solusi antar Dekanat SINGBEBAS.

    Kelima, BAPAKAT SINGBEBAS akan mengadakan pertemuan secara berkala, yakni setiap 2 tahun sekali di Paroki Dekanat SINGBEBAS.

    Keenam, BAPAKAT DEKANAT SINGBEBAS berkomitmen sebagai PILAR BAPAK HARI MINGGU dan kegiatan hidup menggereja di masing-masing paroki.

    Sementara itu, Pastor Kepala Paroki Santa Maria Nyarumkop, Robertus Bellarminus, OFMCap dalam sesinya meneguhkan kehadiran Bapakat sebagai mitra gereja. Dikatakannya, Bapakat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam struktur Dewan Pastoral Paroki dibawah Koordianator Kerasulan Awam.

    Kegiatan yang diikuti oleh perwakilan Bapakat Stasi dan Lingkungan tersebut disambut baik oleh para Bapak-bapak Katolik, satu diantaranya, Anton utusan dari Lingkungan St. Yosep berharap Bapakat dapat bergandeng-tangan membangun dan menumbuhkan semangat Pro Familia Ecclesia et Patria  dalam mewujudkan Keluarga Katolik yang Bermartabat. Hal senada juga diungkapkan oleh R. Jilin, Bapakat Lingkungan St.Bernadette, berbekal dari pertemuan Bapakat se-dekanat Singbebas di Paroki Santo Pius X Bengkayang menjadikan  dirinya semakin 100% BAPAKAT.

    Pertemuan sehari ini, kembali mengukuhkan Andreas Oyent sebagai pengurus terpilih masa bhakti 2024-2026. Sebagai pengurus terpilih Oyent mengajak para BPAKAT Paroki Santa Maria Nyarumkop untuk bersekutu membangun relasi kebaikan, menyokong program-program Dewan Pastoral Paroki (DPP) dan berkomitmen sebagai pilar Bapak-Bapak Hari Minggu, dengan harapan memupuskan istilah Gereja Janda. *

    By. Samuel- Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak.
    Sumber: Andreas Oyent Ketua pengurus terpilih 2024-2026.

    Workshop Radio Katolik Indonesia

    MAJALAHDUTA.COM – Denpasar, Rabu-Sabtu (24-27/4/2024) Komisi Komunikasi Sosial Konferensi Waligereja Indonesia (Komsos KWI) menggelar Workshop Radio Katolik Indonesia, bertempat di rumah retret Bethania, Kuta- Bali.

    Workshop radio Katolik Indonesia ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan para praktisi radio Katolik di Indonesia. Demikian ungkap Sekretaris Eksekutif Komsos KWI,  RD. Anthonius Steven Lalu saat membuka kegiatan workshop.

    Radio VOKS Bali – ON AIR Siaran (26/4)

    Kata RD. Steven, perkembangan radio Katolik di Indonesia hingga kini terus mengalami pasang surut. Kendati demikian, ekaistensinya tetap terjaga sampai saat ini. Berangkat dari situasi inilah Komsos KWI mengadakan workshop guna mendukung keberadaan dan pertumbuhan Radio Katolik Indonesia.

    “Workshop radio Katolik Indonesia ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan para praktisi radio Katolik di Indonesia,” ujarnya.

    Steven berharap, peserta berdiskusi tentang penyiaran berbasis nilai-nilai Katolik, produksi program-program yang relevan dengan komunitas Katolik, dan pemanfaatan teknologi dalam mengelola stasiun radio.

    Selain itu, workshop ini bertujuan untuk mempertemukan para pelaku karya radio katolik dari seluruh Indonesia, saling berbagi cerita dan refleksi serta menguatkan satu sama lain.

    Peserta Workshop interview ke penyiar Radio VOKS Bali – sharing pengalaman (26/4)

    Workshop ini juga bermaksud untuk membangun jejaring radio katolik demi pewartaan nilai-nilai kebaikan dan kebenaran lewat radio.

    Melalui workshop ini, RD. Steven berharap, radio Katolik dapat saling menghidupkan melalui jejaring sosial untuk saling membantu, melanjutkan pertemuan-pertemuan lainnya, hingga berkolaborasi memproduksi konten yang bermanfaat bagi semua kalangan.

    Sejumlah materi dibahas dalam kegiatan ini oleh  Jose Marwoto (digital storytelling specialist) dan  Rosarita Niken Widiastuti (Mantan Sekjen Kominfo RI). Materi tersebut antara lain: SWOT Industri Radio Pasca Pandemi, Digital Mindest dalam Manajemen Radio, dan New Business Model untuk Radio, dan ada sesi studi banding ke Radio VOKS Bali, dengan tujuan menambah wawasan dan pengetahuan peserta workshop seputar radio yang mungkin akan dapat diterapkan kedepannya di radio masing-masing.

    Praktek membuat konten Radio – Podcast (25/4)

    Sebanyak 20 peserta dari 13 radio hadir dalam workshop ini, antara lain :  Radio TIRILOLOK FM Kupang, Radio SPB FM Tobelo, Radio Montini FM Manado, Radio Diah Rosanti FM Pontianak, Radio Mandala FM Banyuwangi, Radio Maria Indonesia (Medan), Radio FU FM Agats, Radio Santo Yusup FM (Sayup) Jember, Radio Suara Wajar FM Lampung, Radio BOOS FM Padang, Radio JFM Semarang, Radio KARINA FM Pematang Siantar, dan Radio Ntala Gewang Ruteng.

    PM

    Ordo Fransiskan Sekular (OFS) yang Menghidupi Semangat Fransiskus dalam Kehidupan Sehari-hari

    Foto: Dokumentasi Ordo Fransiskan Sekular di Wilayah Pontianak. Sumber: Sdri Ana Randang OFS. 2024.

    MAJALAHDUTA.COM – Di mulai dari Kota Asisi, Italia Ordo Fransiskan Sekular (OFS) menjadi wadah bagi kaum awam, baik pria maupun wanita, untuk menghayati Injil Suci Yesus Kristus dan meneladani semangat Santo Fransiskus dari Asisi. Mereka, yang bukan imam, biarawan, atau biarawati, hidup di tengah masyarakat, mencari nafkah, dan bertekad mengikuti jejak spiritual Fransiskus.

    Sebagai organisasi yang diilhami oleh Fransiskus sendiri, OFS mengajak anggotanya untuk bertobat, meninggalkan dosa-dosa, dan kembali pada Allah. Mereka diteguhkan untuk menghargai Injil, menghormati sakramen-sakramen, taat pada otoritas Gereja, dan senantiasa memuliakan Allah serta mengasihi sesama.

    Dalam mencapai tujuan spiritualnya, OFS bertekad mengejar kesempurnaan Injil, melebihi cita-cita dasar setiap orang Kristen. Melalui proses penerimaan anggota, siapa pun, dari berbagai latar belakang dan profesi, dapat menjadi bagian dari komunitas ini, asalkan telah dibaptis secara Katolik dan bersedia menghayati semangat Fransiskus.

    Anggota OFS memiliki beragam profesi, mulai dari ibu rumah tangga, buruh, karyawan swasta, hingga pegawai negeri. Mereka juga memiliki beragam tingkat pendidikan, mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi.

    “Ordo Fransiskan Sekular adalah panggilan untuk hidup sesuai dengan semangat Fransiskus dalam segala aspek kehidupan kita sehari-hari,” ungkap Sdri. Ana Randang OFS, salah satu anggota OFS yang memberikan penjelasan.

    Dengan semangat yang kental, OFS membuka pintu bagi siapa pun yang ingin menghidupi ajaran Fransiskus dalam kehidupan sehari-hari mereka. Bagi mereka yang berminat, OFS siap menyambut dan membimbing melalui proses penerimaan anggota.

    By. Samuel- Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak.
    Sumber: Sdr Ana Randang OFS Persaudaraan Kontradus Pontianak, 25 April 2024. 

    Memahami Roti Surgawi; Pesan Mendalam Homili Romo Andre OP

    Foto: Diakon Aries OP tengah menerjemahkan perkenalan Romo Bien OP, Landak (2024).

    MAJALAHDUTA.COM, LANDAK– Bertempat di Kapelan Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo, Kabupaten Landak tepat pada 17 April 2024 dalam perayaan Paskah yang diselenggarakan di Kapelan Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo. Romo Andreas Kurniawan OP memberikan homilinya sebagai bentuk pengolahan hati banyak mahasiswa yang hadir kala itu.

    Dalam homili yang disampaikan di hadapan lebih dari seratus orang, Romo Andre OP memaparkan makna mendalam dari kutipan Alkitab, “Akulah roti yang hidup” (Yohanes 6:35).

    Dia juga mengisahkan bahwa panggilannya untuk menjadi seorang Imam Dominikan terinspirasi oleh kebiasaan seorang Imam Italia yang setiap hari memberikan roti kepada mereka ketika dia masih belajar dan menjadi seorang misdinar. Hal itulah yang membawa Romo Andre OP pada refleksi akan makna sejati dari roti yang hidup.

    Sentuhan kemanusiaan yang membawanya masuk dalam pelayanan hingga menjawab panggilannya untuk mengikuti jejak Imam Italia kala itu. Makna roti hidup yang Romo Andre OP tekankan lebih pada pemaknaan tentang mendalami penghayatan iman dalam refleksi yang dimulai dari apa yang dimiliki saat ini.

    “Roti yang biasa kita makan hanya memuaskan kelaparan sementara, namun roti yang Yesus berikan kepada kita adalah “roti yang hidup”, yang dapat memuaskan jiwa kita dan memberikan kita hidup yang kekal. Melalui sakramen Ekaristi, Yesus memberikan Tubuh dan Darah-Nya kepada umat-Nya, sehingga kita dapat hidup bersama-Nya dan memperoleh kehidupan yang kekal,” kata Romo Andre OP saat menyampaikan homili.

    Foto: Usai Misa Paskah Bersama, seluruh Mahasiswa diajak untuk masuk dalam kegiatan pencarian telur Paskah di Sekitar Kampus. (2024).

    Mencari telur Paskah

    Dalam tradisi Gereja Katolik, setiap perayaan Paskah memiliki momentumnya sendiri. Semua umat yang terlibat dalam perayaan Paskah tentunya tak asing tentang apa yang disebut telur Paskah. Dalam keberagaman perayaan itulah kemudian yang menjadi kebiasaan hampir semua Gereja Katolik melakukan kegiatan serupa, mulai dari kegiatan-kegiatan ringan hingga pencarian telur Paskah.

    Hal itu juga penanda bahwa setiap manusia akan dilahirkan menjadi jiwa baru. Bentuk transendenitas itulah yang disimbolisasikan sebagai bentuk pengungkapan keharmonian iman dalam kebersamaan.

    Perayaan Paskah ini turut dihadiri oleh para biarawan, biarawati, dosen, staf, serta mahasiswa dari Fakultas Studi Teologi (FST) dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo. Setelah perayaan Misa kudus hari itu, suasana kebersamaan terus terjalin melalui serangkaian kegiatan, termasuk permainan mencari telur Paskah yang diikuti dengan semangat oleh seluruh mahasiswa dan mahasiswi.

    Menurut Suster Charito OP, perayaan Paskah hari itu meninggalkan kesan yang mendalam bagi seluruh komunitas universitas, sebab menurutnya adanya perayaan paskah bersama itu pula mengarahkan mereka pada jalinan persaudaraan yang lebih mendalam.

    “Mengingatkan kita akan pentingnya mengisi jiwa kita dengan “roti yang hidup” dari Yesus Kristus, sumber kehidupan yang kekal,” tulis Suster Charito OP dalam Via Whatapps.

    Foto: Romo Andreas Kurniawan OP sebagai Selebran Utama, dalam misa Paskah Bersama Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo Kampus I Ngabang. 2024.

    Perkenalan Diakon Aries OP dan Romo Bien OP

    Dalam perayaan Paskah itu juga, Diakon Aries OP bersama Romo Bien OP juga diberikan kesempatan untuk memperkenalkan diri mereka yang mulai bermisi di Pontianak dan sekitarnya.

    Diakon Aris memperkenalkan dirinya sebagai seorang diakon Ordo Dominikan (OP) yang ditugaskan di Pontianak. Demikian juga Romo Bien OP memperkenalkan diri dan memberikan pesan pendek bahwa dia senang bisa ditugaskan di Kalimantan Barat.

    “ Saya senang ditugaskan di Kalimantan dan ingin bersahabat dengan semua,” kata Romo Bien OP.

    Sedikit informasi Romo Bien OP sampaikan dan menjadi ingatannya yaitu tentang pengalaman dia pertama kali datang di Kalimantan Barat persis tahun 2006 untuk menemani para Romo Dominikan lainnya untuk meninjau kemungkinan memulai misi di Indonesia.

    Dalam pengakuannya itu, setelah mengalami perjalanan yang Tuhan tunjukkan kepada Ordo Dominikan sekarang dia mau menemani perjalanan hidup para anggota keluarga besar Ordo Dominikan bersama Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo (San Agustin) di Kalimantan Barat.

    By. Samuel – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak
    Berdasarkan Laporan Suster Charito OP Dosen Bahasa Inggris San Agustin

    Proses Salve Berkumandang di Anjongan, Romo Nantes OP Ingatkan Pentingnya Persaudaraan

    Foto: Prosesi Salve, Romo Andreas Kurniawan OP (Kiri) dan Romo Edmund Nantes OP (Kanan) memandu Prosesi Salve, 2024. Anjongan.

    MAJALAHDUTA.COM- Mempawah, 24 April 2024. Keindahan cinta akan pengalaman yang Ilahi dibumbui dengan tradisi yang diwariskan melalui Ordo Dominikan kini dapat dilihat dan diikuti secara langsung oleh keluarga besar Dominikan Indonesia terutama untuk keluarga Dominikan di Pontianak. Tradisi prosesi Rosario atau yang akrab dengan sebutan Prosesi Salve diperkenalkan oleh Beato Jordan OP sebagai Penerus Santo Dominikus kini berkumandang di Anjongan, Mempawah.

    Keluarga Dominikan Indonesia wilayah Pontianak dan sekitarnya belum lama ini mengadakan prosesi rosario persis pada 11 April 2024. Prosesi itu dilaksanakan tepat pukul 18.00 WIB.

    Mulai dari depan patung Bunda Maria Pencinta Damai menuju Gua Maria. Semua peserta memegang lilin sembari mengucapkan doa rosario secara bersama-sama. Prosesi itu dibentuk menjadi dua barisan memanjang ke belakang. Perlahan-lahan sambil mendaraskan Salam Maria sambil merenungkan setiap sabda yang mereka lantunkan, semua peserta diajak untuk mendalami dan meresapi makna kasih dan keindahan cinta antar relasi.

    Setibanya mereka berada di depan Gua Maria, lilin yang mereka pegang kemuidan diletakkan di sekitar Bunda Maria Anjongan seraya membawa semua renungan hidup yang teriring dalam alunan doa.

    Dalam keterbatasan masih bisa memberi

    Teladan suci Santo Dominikus de Guzman diungkapkan secara jelas oleh Romo Edmund Nantes OP dalam perayaan misa Paskah bersama usai Prosesi Salve dilaksanakan.

    Perayaan misa kudus dilaksanakan  dalam kapel Rumah Retret Santo Johanes Paulus II Anjongan dimana Romo Edmund Nantes, OP dan Pastor Andreas Kurniawan, OP sebagai selebrannya.

    Romo Nantes alas Father Nantes menekankan tentang cinta kasih. Dia dengan tegas menggarisbawahi bahwa kasih berarti mau memberi, sebagaimana Yesus dan para orang kudus lakukan.

    “Semua teladan St. Dominikus untuk mewartakan injil, Thomas Aquinas semua teladannya untuk mengajar, Margaret dari Castello, dengan keterbatasannya ia tetap memberi,” kata Romo Nantes.

    Sebagai Dominikan, lanjut Romo Nantes; “berarti mau bersatu dengan Yesus, menjadi kurban demi keselamatan jiwa-jiwa, sesuai dengan perannya masing-masing.” Baginya, mau bersatu dengan Yesus berarti disitulah kebahagiaan dan kegenapan dapat ditemukan.

    Semua tentang kasih adalah cerminan cinta kasih Allah yang memberikan semua secara Total. Dalam Doa Romo Nantes tak terlepas dari mendoakan agar anggota Keluarga Dominikan dapat mencintai Allah dengan sepenuh hati.

    Sumber: Romanus OP - Seorang Dominikan Awam
    Foto: Prosesi Salve diikuti oleh Dominikan Awam Indonesia khususnya wilayah Pontianak diikuti oleh Dominikan Youth dan umat sekitar. 11 April 2024. Anjongan- Kalimantan Barat.

    Romo Nantes OP sudah 16 Tahun bermisi di Borneo

    Wajah yang tak pernah menunjukkan kesedihan dan semangat yang menjadi modal pewartaannya menjadi penguat dalam misinya di Indonesia (STT Pastor Bonus) selama 16 tahun berada dalam misi suci Ordo Dominikan. Romo Nantes OP tak hanya menjadi terang dalam pengajarannya soal teologi maupun memformasi imam-imam muda di Keuskupan Agung Pontianak, karena itulah tak sedikit Imam muda yang memuji kecerdasan intelektual bahkan teladan hidupnya selama berada di Indonesia.

    Misa paskah bersama dijadikan sebagai ‘momen perpisahan dengan Romo Nantes’ sebab dia akan segera mengakhiri misinya di Indonesia, khususnya di pulau Borneo.

    Dalam ceritanya, Romo Nantes sudah berkarya di Indonesia selama 16 tahun dan selama itu juga dirinya tidak pernah merasa sendirian karena sejak awal sudah berjalan bersama. Dalam hal ini dia meyakinkan kepada semua peserta bahwa jalan bersama dalam konteks ini merupakan jalan bersama dengan Allah yang diwujudkan sebagai esensi kehadiran Allah melalui orang-orang yang dia temui.

    “Saat kita berjalan sendirian maupun bersama, mungkin tidak akan membuat perbedaan nasib, tetapi ketika kita bersama-sama dengan orang yang beriman sama, tentu dengan mereka yang punya harapan, pasti ada pembeda,” tutur Romo Nantes OP dalam sambutannya pada 11 April 2024 di Rumah Retret Santo Johanes Paulus II Anjongan.

    Sumber: Romanus OP (Seorang Dominikan Awam Muda)
    Foto: Misa Paskah Bersama di Kapel Rumah Retret Santo Johanes Paulus II Anjongan, Kalimantan Barat. 2024. Sumber: Romanus OP.

    By. Samuel – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak.
    Sumber: Romo Andreas Kurniawan OP dan Romanus OP dalam laporannya.

    Silaturahmi Ekologis, WALHI Sambangi Keuskupan Agung Pontianak

    MAJALAHDUTA.COM, Pontianak – Selasa (23/4/2024) Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Kalimantan Barat melakukan kunjungan Silaturahmi Ekologis ke Keuskupan Agung Pontianak. Kunjungan dimomentum Hari Bumi ini dikoordinir oleh Hendrikus Adam (Direktur Eksekutif Walhi Kalimantan Barat) dan diterima langsung Mgr. Agustinus Agus (Uskup Keuskupan Agung Pontianak) didampingi  RD. Surip (Ketua Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi KAP).

    Uskup Agustinus Agus menyambut baik kehadiran rombongan Eksekutif  Daerah Walhi Kalimantan Barat. Setelah ngobrol bersama dan berbagi cerita mengenai persoalan dan tantangan lingkungan hidup serta membicarakan kemungkinan kolaborasi aktivitas ke depan, Bapak Uskup pun memperkenalkan lingkungan sekitar gedung baru keuskupan yang beralamat di Jalan Merdeka Kota Pontianak tersebut.

    “Ini kapel yang sebagian bahan/material di dalamnya ini terbuat dari kayu lokal” ungkap Uskup Agustinus Agus memberi penjelasan singkat sambil menunjuk pada bagian-bagian yang dimaksud.

    Mgr. Agustinus Agus berfoto bersama dengan rombongan Walhi Kalbar serta Ketua Komisi PSE KAP di dalam kapel dua belas rasul yang ada di gedung keuskupan ((23/4/2024)

    Selain diajak mengenali ruangan yang ada di gedung keuskupan, rombongan Walhi juga berkesempatan berfoto bersama di dalam kapel dan di depan gedung keuskupan.

    Kunjungan Walhi Kalimantan Barat ini bermula dari komunikasi awal yang dilakukan dengan menyampaikan pemberitahuan mengenai rencana kunjungan beberapa hari sebelumnya.

    “Melalui surat ini, Walhi Kalimantan Barat bermaksud melakukan kunjungan yang selanjutnya kami sebut sebagai “Silaturahmi Ekologis” untuk berjumpa bersama Mgr. Agustinus Agus selaku Uskup Keuskupan Agung Pontianak di momentum Hari Bumi” tulis Walhi Kalbar dalam suratnya.

    “Kegiatan ini kami maksudkan sebagai sarana untuk menjalin dan menguatkan silaturahmi bersama segenap komponen, khususnya dengan Hierarki Gereja Katolik di Kalimantan Barat. Sebagai organisasi lingkungan hidup, Walhi Kalimantan Barat menyambut baik dan mengapresiasi atas upaya yang selama ini dicurahkan pihak Gereia Katolik dalam mewuiudkan keseiahteraan .bersama (bonum commune) melalui penghormataan terhadap sesama, bumi dan segenap ciptaan” jelas Hendrikus Adam, Direktur Walhi Kalimantan Barat.

    Hal tersebut menurut Adam semakin dikuatkan dengan terbitnya dokumen gereja: Laudato Si yang menegaskan keberpihakan dan pentingnya perhatian terhadap alam semesta beserta segenap ciptaan.

    “Hal ini secara substansi sangat selaras dengan visi-misi dan nilai maupun prinsip yang ada di Walhi saat ini. Karenanya, kami sangat bersyukur pihak Gereja Katolik menaruh perhatian atas hal ini dan segenap pihak yang peduli pada masa depan bumi penting menjadikan Laudato Si’ sebagai rujukan,” ungkap Hendrikus Adam.

    Suasana dalam kapel dua belas rasul  di gedung Keuskupan Agung Pontianak (23/4/2024)

    Silaturahmi yang dilakukan menurut Adam, juga diharapkan dapat memperoleh masukan dan ‘petuah’ dari pihak gereja terutama atas kerja-kerja advokasi lingkungan hidup dan pembelaan hak asasi manusia selama ini menjadi mandat organisasi.

    “Terima kasih kepada Bapak Uskup Agung Pontianak dan Ketua Komisi PSE Keuskupan Agung Pontianak  yang berkenan menerima kunjungan kami dan terima kasih atas arahannya dengan membuka ruang berkolaborasi untuk kebaikan lingkungan hidup dan segenap ciptaan ke depan” tutup Adam.

    PM – Walhi Kalbar

                                                                                                                                              

     

    Konsistensi dan Ketekunan, Pesan dari Leo Sapek Kalbar

    Foto: Leo Sapek tengah produksi Sape Pesanan dari Kaltim (2024).

    MAJALAHDUTA.COM, Pontianak 23 April 2024 – Pinsensius Leo (33 tahun) atau yang akrab disapa Salam Sapek, bukanlah nama asing dalam dunia seni musik tradisional Indonesia, terlebih seniman alat musik khas Dayak yakni Sape’.

    Leo memiliki putra bernama El Pertapa (2 tahun). Dia lahir dari rahim Katolik, dan ketika ditanya saat wawancara dia mengungkapkan bahwa prinsip iman sejak lahir harus mengirinya sampai akhir hidupnya.

    “Aku bangga menjadi Domba Tuhan Yesus,” kata Leo.

    Dengan latar belakang pendidikan sebagai Sarjana Teknik dari UNTAN pada tahun 2015, Leo telah menemukan panggilannya dalam mengukir keindahan melalui alat musik khas Kalimantan, Sape.

    Dalam perjalanan seninya selama 5 tahun, Leo alias Salam Sapek telah berhasil memproduksi lebih dari 500 Sape, yang tak hanya menjangkau pelosok Indonesia, tetapi juga sampai ke berbagai negara seperti Jepang, Amerika, Inggris, dan Belgia. Melalui karya-karyanya, Leo mampu menyuarakan keindahan budaya Indonesia hingga ke kancah internasional.

    Aktif dan konsisten

    Tidak hanya sebagai seorang pengrajin seni, Leo juga aktif dalam berbagai forum diskusi dan penampilan seni. Jakarta dan Kalimantan Barat menjadi saksi bagaimana Leo berbagi pengetahuannya tentang pembuatan Sape, tidak hanya sebagai alat musik, tetapi juga sebagai bagian dari warisan budaya yang perlu dilestarikan.

    Menurutnya, konsistensi adalah kunci keberhasilan dalam meraih impian, terutama dalam bidang seni yang seringkali memerlukan kesabaran dan ketekunan.

    Ketika ditanya mengenai motivasinya dalam dunia seni, “Mulai dari rasa suka, hobi, kemudian bergelut di bidang ini,” katanya.

    Pesan yang ingin dia sampaikan kepada kaum muda, khususnya yang tertarik dengan seni, adalah tentang konsistensi.

    Namun, Leo tidak hanya berbicara kepada kaum muda. Bagi para pengiat seni lainnya, pesannya tetap sama: teruslah berjuang dan konsisten terhadap apa yang sedang dikerjakan saat ini. Menurutnya, hanya dengan ketekunan dan semangat yang terus berkobar, seseorang dapat meraih kesuksesan dalam dunia seni.

    Foto: Leo Sapek tenggelam dalam kesehariannya (2024).

    Pandangan tentang pendidikan

    Dengan dedikasi yang tulus terhadap seni dan pandangannya yang mendalam terhadap pendidikan, Pinsensius Leo, tidak hanya mengukir jejak dalam dunia seni musik tradisional Indonesia, tetapi juga memberikan inspirasi bagi generasi muda untuk terus berjuang dan konsisten mengejar impian mereka.

    Tidak hanya sebagai seorang seniman, Leo juga memiliki pandangan yang dalam mengenai pendidikan. Baginya, pendidikan bukanlah sekadar sarana untuk mencari pekerjaan, tetapi lebih dari itu, pendidikan memperluas peluang seseorang dalam berkarya. “Pendidikan berupaya memperbesar peluang seseorang dalam berkarya,” ujarnya.

    Bagi anda yang berminat dengan alat musik tradisional Dayak, dalam hal ini adalah Sape’ bisa menghubungi kontak WA (082157768607; atas nama Leo Sapek).

    By. Samuel – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak
    Sumber: Wawancara Pinsensius Leo

     

    TERBARU

    TERPOPULER