Friday, May 1, 2026
More
    Home Blog Page 120

    Misa di Gua Maria Anjungan Oktober 2022

    MajalahDUTA.Com, Pontianak- I. Minggu, 2 Oktober 2022
    Misa Pkl 09:00 RD. Donatus

    II. Minggu, 9 Oktober 2022

    Misa I Pkl 07:00 RD. Fidelis Sajimin
    Misa II Pkl 09:30 RD. Serafikus Suarno

    III. Minggu, 16 Oktober 2022

    Misa I Pkl 07:00 RP. Gregorius Eddy CP
    Misa II Pkl 09:30 RD. Viktorius Reno

    IV. Minggu, 23 Oktober 2022

    Misa I Pkl 07:00 RP. Timotius Sinaga OFMCap
    Misa II Pkl 09:30 RD. Rufinus Kehi

    V. Minggu, 30 Oktober 2022

    Misa I Pkl 07:00 RD. Alexius Alex dan Para Frater STAV
    Misa II Pkl 09:30 RD. Ambros, dan Para Frater STAV

    Terima Kasih

    KRK Santo Rafael dengan Pengalaman Pelayanan Rohani yang Menyembuhkan

    Ketua KRK Santo Rafael - Pelayanan Kategorial Keuskupan Agung Pontianak, Timotius (54) - Lokasi Aming Coffee

    MajalahDUTA.Com, Pontianak- Kurang lebih empat jam, saya berbincang bersama Tiomtius (54) tentang KRK Santo Rafael pada Rabu 21 September 2022 di Aming Coffee Jl. H. Abbas 1 No.157. Timotius mengaku perjalanan Kebangunan Rohani Katolik (KRK) Santo Rafael bukanlah tanpa alasan, dia mengatakan justru kehadiran kategorial pelayanan ini baginya masih misteri Ilahi.

    Sejak 29 September 2018, KRK Santo Rafael resmi menjadi bagian kategorial pelayanan di bawah Keuskupan Agung Pontianak. Menurut Timotius awal mula kehadiran KRK Santo Rafael sebenarnya bermuara dari kerinduan batin untuk ‘berbagi berkat’ kepada orang-orang yang merindukan berkat Allah.

    Baca juga: Tiga Kapusin Muda Pontianak Ditahbis Diakon

    Rasa syukur yang telah diperoleh Timotius bersama dua rekannya, Sulaiman sebagai koordinator pelayanan dan Surianto Ahuat sebagai koordinator humas maka mereka beranikan diri untuk memulainya dengan cara yang sederhana yaitu melayani dari rumah ke rumah.

    Semangat untuk berbagi suka cita dan berusaha mengajak lebih banyak orang turut mendapat berkat yang sama dari pengalaman pahit hidup berkeluarga, membuat mereka semakin kuat bahwa Tuhan sungguh ada oleh karenanya, mereka mulai dari pelayanan doa kepada keluarga-keluarga yang membutuhkan agar mereka terlepas dari lingkaran kejahatan.

    Timotius sebagai penggagas utama mengungkapkan bahwa kehadir kelompok Kategorial Pelayanan KRK Santo Rafael di Keuskupan Agung Pontianak adalah sebuah anugerah besar yang boleh mereka rasakan.

    “Memang cara Tuhan itu misteri, saya tahu bahwa hal yang misteri itu tidak akan pernah bisa dipecahkan oleh akal budi manusia. Namun karena berkat Allah itu ‘sangat besar’ apapun tidak ada yang mustahil Allah lakukan, bagi anak-anak-Nya,” kata Timotius.

    Gerakan Kabangunan Rohani yang menyembuhkan

    Wawancara siang kemarin (21/09/2022) di Aming Coffee, Timotius sedikit memaparkan unit pelayanan yang dilakukan setiap harinya adalah pelayanan doa dari rumah ke rumah untuk mendoakan keluarga yang membutuhkan siraman rohani.

    Sering mereka menemui ‘pensiunan loya’ (loya: bahasa Tionghua Khek atau Tioucu artinya dukun) untuk dilepaskan bahkan pelayanan doa mendoakan orang sakit hingga yang kesurupan juga biasa mereka temui.

    Baca juga: Unik, Cara Hidup dan Pandangan Filosofis Teladan Fransiskan: Berbagi dalam Temu OFS Regio Kalimantan (Pontianak)

    Untuk pelayanan doa lainnya mereka KRK Santo Rafael juga melayani untuk mendoakan usaha, mendoakan rumah, mendoakan dan menghibur orang sakit, dan pelayanan doa penguatan bagi keluarga-keluarga yang memiliki pergumulan hidup sampai pelayanan doa bagi pengaruh-pengaruh kuasa kegelapan. Timotius menegaskan kehadiran kelompok kategorial pelayanan KRK Santo Rafael murni untuk melayani umat dengan cara pelayanan doa yaitu langsung terjun ke rumah-rumah.

    Selaras dengan itu Uskup Keuskupan Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus dalam temu pastores 2021 di Rumah Retret Santo Johanes Paulus II Anjongan, pernah mengungkapkan pentingnya kehadiran kategorial pelayanan semacam ini. Karena tangan imam tidak bisa menjangkau mereka (umat) yang dirumah-rumah secara personal oleh karena itu Uskup Agustinus mengaku bahwa kehadiran pelayanan doa semacam ini adalah hal bagian dari pelayanan Keuskupan kepada umat juga.

    Bagi Timotius selain pelayanan doa yang dibagikan bisa menyembuhkan dilain sisi tim pendoa juga turut merasakan suka cita dan disembuhkan melalui pelayanan doa yang dilakukan selama ini.

    Dia menggarisbawahi bahwa KRK Santo Rafael yang menggunakan nama Malaikat Rafael, harapannya tim pelayanan doa bisa menjadi penyembuh sebagaimana malaikat Rafael menyembuhkan dengan doa-doanya.

    Saat ini, keanggotaan KRK Santo Rafael sudah mencapai 40an anggota yang siap bekerja diladang Tuhan dengan pelayanan doa harian, pertemuan mingguan hingga kegiatan bulanan. Selama ini kategorial pelayanan KRK Santo Rafael sudah melayani jangkauan pelayanan dari paroki hingga ke stasi-stasi di wilayah Keuskupan Agung Pontianak.

    Baca juga: Ke-satu-an

    Timotius berharap, pelayanan KRK ini adalah salah satu cara pelayanan doa yang baginya sendiri unik, sebab setiap kali mengadakan pelayanan ini, mereka bisa merasakan dengan jelas pengalaman-pengalaman rohani dan spritual yang betul-betul menjadi dorongan untuk lebih mencintai Tuhan.

    “Pelayanan doa ini, selain kami hadir untuk mendoakan dilain sisi kami juga bertanggungjawab atas kebaikan Tuhan yang telah Tuhan berikan kepada hidup kami, oleh karenanya berkat yang kami peroleh harus kami bagikan juga. Agar semakin banyak orang yang diberkati dalam keluarga dan hidup mereka di masyarakat,” kata Timotius.

     

    Tiga Kapusin Muda Pontianak Ditahbis Diakon

    Tahbisan Diakon, Gereja Gembala Baik Seng Hie

    MajalahDUTA.Com, Pontianak– Bertempat di Gereja Gembala Baik Pontianak, Rabu 21 September 2022 pukul 17.00 Wib tiga Biarawan muda Kapusin Pontianak ditahbiskan menjadi Diakon oleh Uskup Keuskupan Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus.

    Dalam gereja tampak paduan suara yang mengenakan seragam hitam dengan corak keemasan yang siap mengumandangkan suara dalam perayaan misa tahbisan tiga diakon ditambah suasana sore dengan panorama matahari terbenam ke arah Barat hingga angin sepoi-sepoi apalagi dihadiri lebih dari 50-an imam Keuskupan Agung Pontianak, tentulah menjadi momentum tersendiri untuk ketiga Frater muda Kapusin Pontianak itu. Kini Frater Apollonius Jumbing OFMCap, Frater Imanuel Chandra OFMCap dan Frater Selpinus Ala OFMCap resmi menjadi Diakon Kapusin di Pontianak.

    Baca juga: Ke-satu-an

    Dalam sambutan pembukaan misa, Uskup Agustinus mengungkapkan syukur karena jajaran imam di Keuskupan akan bertambah dan meminta umat untuk mendoakan tiga diakon yang tertahbisa agar setia dalam panggilannya.

    Diaken (bahasa Belanda: diaken) atau Diakon (bahasa Yunani: διάκονος, diakonos; bahasa Latin: diaconus) adalah anggota diakonat, yakni jawatan pelayanan dalam Gereja. Uskup Agustinus menjelaskan bahwa jenjang diakon adalah jenjang pertama dalam jenjang imamat dalam menjadi pelayan di Gereja Katolik Roma.

    Tahbisan ke tiga Diakon Kapusin Pontianak itu, bertempat dengan hari raya Santo Matius yang merupakan pengarang Injil. Dalam homilinya Uskup Agustinus menjelaskan bahwa Santo Matius dahulu adalah pribadi yang berdosa namun mau dipakai Allah.

    Melihat orang buruk dan jahat seakan-akan tidak ada harapan lagi persis polemik semacam itu masih terjadi sampai saat ini. Uskup Agustinus menjelaskan bahwa teladan Matius menjadi contoh konkret bahwa Allah memanggil setiap orang yang hendak dipanggil-Nya.

    “Jika Tuhan memanggil saya artinya saya adalah orang istimewa dan kita mesti bangga jika kita dipanggil oleh Allah,” kata Uskup Agustinus.

    Panggilan adalah istimewa

    Pemerenungan yang dibawakan oleh Uskup Agustinus menggarisbawahi bahwa tugas Diakon adalah jenjang pertama dalam masuk jajaran imamat. Untuk itu seseorang harus menyadari bahwa dirinya istimewa. Berapa ribu orang muda, tetapi berapa banyak orang dipilih-Nya.

    Tugasnya meliputi tetang, sabda (membaca Injil dan berkotbah), altar (membantu imam di altar) dan Kurban (bersaksi dan berkorban). Dengan tegas Uskup Agustinus mengatakan bahwa untuk menjadi imam bukanlah sesuatu yang mudah di zaman sekarang, namun bagaimanapun hendaklah penghayatan rendah hati, lemah lembut dan sabar selalu dikedepankan sehingga cermin dari pelayan imam sungguh-sungguh bersandar pada teladan kasih Kristus itu sendiri.

    “Tantangan tetap ada, oleh karena itu semangat kasih harus menjadi keutamaan dalam pelayanan. Penghayatan imamat harus dicari, dan beberapa kata kunci untuk tetap fokus pada tujuan untuk menjadi imam,” ungkap Uskup Agustinus.

    Baca juga: Sudah saatnya umat manusia mengubah arah

    Uskup Agustinus juga mengisahkan bahwa Matius di zaman nya juga ditolak dimana-mana tetapi Yesus memanggilnya untuk menjadi pelayan Nya. Untuk itu Uskup Agustinus menengaskan bahwa persaudaraan dalam biara sangat penting, baginya mereka yang menjadi imam hal pertama sudah meninggalkan keluarga, untuk itu hidup dalam satu persaudaraan dalam biara adalah hal yang utama.

    “Ingat tiga Diakon, yang memanggil kalian bukanlah manusia, tetapi Tuhan yang memanggil. Untuk itu jika ada masalah janganlah langsung berpaling, tetapi harus ingat kembali keutamaan motto yang menjadi penguat dalam panggilan. Tuhan bisa menggunakan manusia sebagai alatnya, ” Uskup Agustinus.

    Semangat kemiskinan

    Sebagai Minister Propinsial Kapusin Pontianak, Pastor Faustus Bagara OFMCap berharap hendaklah tahbisan Diakon ini menjadi rahmat dan cinta kasih Allah senantiasa memberkati semua umat. Tahbisan Diakon adalah tahapan dalam jajaran pelayan suci yaitu imamat yang suci dan tertahbis menjadi pelayanannya. Pelayan sabda, dan amal kasih. Tahbisan adalah bukanlah sebuah capaian tetapi adalah pemberian dari Allah.

    “Maka dari itu menjadi pelayan imam bukanlah menjadi suka-suka karena sudah menjadi imam. Kasihan Bapa Uskup,” kata Pastor Bagara.

    Menurutnya, Imam adalah teladan bagi kawanan (umat), untuk itu tidaklah mudah menjadi seorang pelayan imam, mereka berkorban bagi kepentingan banyak orang. Sama halnya orang tua juga tidak mudah melepaskan anak-anaknya menjadi pelayan umat.

    “Dalam semangat kemiskinan kita menjadi kaya, tetapi janganlah karena kekayaan kita menjadi miskin, ” pungkas Pastor Bagara OFMCap.

    Orang pilihan

    Kesempatan sambutan itu juga, Uskup Agustinus mengingatkan bahwa menjadi imam artinya orang istimewa. Dia juga menggarisbawahi untuk tidak ragu-ragu dalam melayani.

    “Kedua, dunia ini tidak pernah habis nya masalah, hadapilah dengan sukacita. Ketiga, saya mendoakan kalian dan banggalah menjadi imam capailah cita-cita menjadi imam yang baik,” pesan Uskup Agustinus kepada tiga Diakon baru.

    Menutup sambutannya Uskup Keuskupan Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus mengajak seluruh umat untuk menyebarkan kabar sukacita dan mewartakan kabar gembira untuk orang banyak. Sebagaimana Yesus datang membawa sukacita dan bukan datang untuk menghakimi manusia.

    Baca juga: Paus berdoa untuk perdamaian antara Azerbaijan dan Armenia

    Semangat Kristus harus menjadi pembawa damai, artinya berusaha untuk melihat kebaikan dari setiap orang. Dalam sambutannya juga, Uskup Agustinus menegaskan dimana keberadaan dunia sekarang tetap masih membutuhkan kaum berjubah ditengah masyarakat.

    Baginya sederhana bahwa hal yang bisa dilakukan umat adalah mendukung imam itu untuk melakukan pelayanan nya.

    “Berusahalah untuk hidup bersaudara dalam komunitas, rendah hati, mau saling mendukung, dan saling menghargai, saya sedih kalau hal kecil dibesar-besarkan, jika Pastor berhasil maka pujilah mereka. Jika mereka salah doakanlah mereka,” kata Uskup Agustinus.

    PASTOLIK FK UNTAN adakan BATIK PASTOLIK Tahun 2022 di Mempawah

    PASTOLIK FK UNTAN adakan BATIK PASTOLIK Tahun 2022 di Mempawah

    MajalahDUTA.Com, MEMPAWAH– Bakti Sosial Persekutuan Mahasiswa Katolik Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura atau biasa disingkat dengan BATIK PASTOLIK, tahun ini dilaksanakan di Desa Bawing, Kecamatan Sadaniang, Kabupaten Mempawah pada hari Minggu, 11 September 2022.

    Persekutuan Mahasiswa Katolik Fakultas Kedokteran Universitas Tajungpura (PASTOLIK) merupakan lembaga organisasi kemahasiswaan yang beranggotaan sejumlah mahasiswa dari Fakultas Kedokteran yang beragama katolik.

    Sebagai organisasi yang menjunjung Tri Dharma Perguruan Tinggi, pada tahun 2022 ini PASTOLIK Kembali mengadakan BATIK PASTOLIK.

    BATIK PASTOLIK sendiri merupakan kegiatan program kerja dari bidang PELMAS (Pelayanan Masyarakat) yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan dan keimanan.

    Menurut Ketua Panitia BATIK PASTOLIK 2022, Mutiara Suryani Eduarna, agenda dalam kegiatan ini terdiri dari beberapa rangkaian, diantarnya kegiatan pemeriksaan dan pengobatan gratis. Selain kegiatan ini, disertai juga dengan kegiatan lain seperti Sekolah Minggu untuk anak-anak dan kegiatan Penyuluhan kesehatan bagi masyarakat.

    “Tujuan kegiatan Batik ini Sebagai perwujudan nyata keperdulian Mahasiswa/i Katolik Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” jelasnya.

    Sudah saatnya umat manusia mengubah arah

    Paus Fransiskus menyapa warga Neapolitan selama kunjungannya ke Napoli pada Juni 2019 (Vatican Media)

    MajalahDUTA.Com, Vatikan- Menarik untuk dibaca, tulisan yang diangkat oleh Christopher Wells dalam sebuah wawancara yang diterbitkan hari Minggu oleh “Il Mattino” untuk peringatan 130 tahun surat kabar Neapolitan.

    Paus Fransiskus membahas berbagai topik, mulai dari perang hingga kesulitan di selatan Italia hingga dunia; dari politik sebagai bentuk amal tertinggi hingga momok kejahatan terorganisir dan perusakan lingkungan, dengan referensi khusus ke Terra dei fuochi dan banjir di wilayah Marche di Italia.

    Baca juga: Paus berdoa untuk perdamaian antara Azerbaijan dan Armenia

    Dalam wawancara luas dengan surat kabar Neapolitan Il Mattino, Paus Fransiskus sekali lagi menekankan perlunya mengatasi masalah perang, pandemi dan kemiskinan yang sedang berlangsung dengan bekerja sama untuk kebaikan bersama.

    “Hanya dengan menemukan apa yang menyatukan kita, saudara dan saudari, kita akan menemukan jalan keluar dari krisis yang kita alami, yang tidak dimulai hari ini …”

    “Meskipun wawancara berfokus terutama pada masalah yang dihadapi Napoli dan Italia selatan, Paus Fransiskus menjelaskan bahwa masalah yang mereka hadapi “adalah masalah global,” pertanyaan yang “mengkhawatirkan masa depan seluruh dunia.”

    “Kami belum sadar akan perang dan ketidakadilan planet, kami belum mendengarkan tangisan orang miskin, dan planet kami yang sakit parah,” ujar Paus.

    Merubah arah

    Paus Fransiskus menegaskan tentang perlunya “mengubah arah,” dengan mengatakan bahwa kita semua ditantang untuk melakukannya.

    Baca juga: Unik, Cara Hidup dan Pandangan Filosofis Teladan Fransiskan: Berbagi dalam Temu OFS Regio Kalimantan (Pontianak)

    Hari ini, katanya, “adalah waktu percobaan, waktu untuk memilih… Ini adalah waktu untuk mengatur ulang jalannya.” Secara khusus, ia menunjukkan perlunya pembangunan berkelanjutan dan integral serta cara-cara baru untuk memahami ekonomi dan kemajuan; keringanan utang untuk negara-negara berkembang; dan kebutuhan untuk mengakhiri eksploitasi bumi, perlombaan senjata; dan, eksploitasi manusia, terutama anak-anak.

    Untuk menanggapi krisis ini, Paus mengatakan kreativitas yang diarahkan untuk kebaikan bersama diperlukan, sambil mengulangi sekali lagi bahwa jalan yang kita pilih adalah penting.

    Keadilan dan pengampunan adalah pilar perdamaian sejati

    Mengatasi masalah perang, Paus Fransiskus mengatakan bahwa hari ini kita diukur dengan perang di Ukraina, tetapi juga oleh banyak perang lainnya. Dia mengutip St Yohanes Paulus II, yang menulis setelah serangan teroris pada 9/11, mengatakan bahwa “tatanan yang hancur tidak dapat dipulihkan sepenuhnya sampai keadilan dan pengampunan digabungkan.”

    Baca juga: Ke-satu-an

    “Pilar perdamaian sejati adalah keadilan dan pengampunan yang merupakan bentuk cinta tertentu,” katanya, kemudian Paus Fransiskus menambahkan, “Ada waktu untuk segalanya. Sebelum pengampunan datang penghukuman kejahatan. Namun, sangat penting untuk tidak memupuk perang, tetapi untuk mempersiapkan perdamaian, untuk menabur perdamaian.

    Komitmen ekologis harus jadi prioritas

    Paus juga membahas masalah kepedulian terhadap lingkungan, terutama dalam konteks Terra dei Fuochi (“tanah api”) di dekat Napoli dan banjir dahsyat baru-baru ini di wilayah Marche Italia.

    Baca Juga: Pelatihan Jurnalistik Komisi Sosial Keuskupan Agung Pontianak (KOMSOS KAP)

    Dia mengulangi sekali lagi bahwa “semuanya terhubung,” mengatakan kita harus “mulai lagi” dari kesadaran ini.

    “Hari ini, sangat diperlukan, bahwa setiap orang dan seluruh komunitas internasional menganggap sebagai prioritas komitmen ekologis untuk tindakan kolegial, berbasis solidaritas, dan berpandangan jauh ke depan,” tegas Paus Fransiskus.

    Politik, bentuk amal tertinggi

    Wawancara dengan Bapa Suci menyentuh sejumlah topik lain termasuk peran Gereja dalam politik yang digambarkan oleh paus sebagai “seni perjumpaan” dan “bentuk amal tertinggi”; “momok” kejahatan terorganisir; dan apa yang dapat dipelajari dunia dari Global South dalam hal solidaritas dan hubungannya dengan waktu, dengan sejarah, dan dengan tanah.

    Sumber Utama ada di Teks ini: https://www.vaticannews.va/it/papa/news/2022-09/papa-francesco-intervista-scelzo-il-mattino-napoli.html

    Ke-satu-an

    Kesatuan- By. Samuel - Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.Com, Pontianak/Suara DUTA- Mungkin manusia merasa heran dan bertanya, apa yang ada di dunia saat ini hanya bersifat fana dan baka. Dalam tulisan tentang “Kristogenesis” yang ditulis oleh Adelbert Snijders OFMCap dikutib dari buku Antropologi Filsafat Manusia Paradoks dan Seruan (2004:202) dituliskan bahwa umat manusia berada dalam proses “amorisasi” menuju kesatuan baru.

    Dalam karangan-karangan ilmiah arah evolusi disebut oleh Teilhard yang dikatakan sebagai “menuju titik Omega”. Jika evolusi dilihat dari sudut imannya maka proses ini disebut “Kristogenesis”.

    Baca juga: Unik, Cara Hidup dan Pandangan Filosofis Teladan Fransiskan: Berbagi dalam Temu OFS Regio Kalimantan (Pontianak)

    Dalam uraian tersebut menjelaskan antara iman dan ilmu tidak bertentangan, justru sangat harmonis. Titik Omega yang secara kabur dapat digambarkan atas dasar hukum evolusi mendapat wajah konkretnya berkat Wahyu.

    Dalam Kristus, umat Allah membangun persaudaraan yang baru dan umat dipanggil untuk menjadi satu Tubuh yakni Tubuh Mistik Kristus.

    Dalam setiap penerbitan edisi buku Verbum Veritatis, tim penyusun mau mengajak pembaca dan pengguna buku untuk menyadari secara konsisten hidup kontemplasi dengan menumbuhkan buah ketulusan, menghargai dan rasa hormat di kenyataan hidup bermasyarakat.

    Baca juga: Percaya itu, tak sekedar Yakin – (dengan huruf besar P & Y)

    Sebagai umat Allah, doa saja tidaklah cukup untuk menjadi tolak ukur perubahan konkret di tengah masyarakat, maka dari itu dibutuhkan ketiga hal tadi yakni ketulusan, menghargai dan rasa hormat yang menjadi kesatuan yang tanpa batas.

    Dalam ajaran sosial Gereja Katolik adapula membahas tentang kebutuhan teologis-moral. Ajaran sosial Gereja terbingkai dalam suatu “kebutuhan teologis Gereja”, yang maksudnya dalam menanggapi persoalan sosial Gereja menyampaikan pandangan serta ajarannya yang bersumber pada wahyu dan tradisi. Meskipun, sebagai kegiatan magisterial, ajaran sosial Gereja adalah bagian dari pelayanan pastoral.

    Di lain sisi ajaran sosial Gereja adalah bentuk pelayanan pastoral Gereja kepada dunia, walaupun dalam struktur isinya terkandung pandangan teologis-moral.

    Dalam Ajaran sosial Gereja kita menemukan: (1). suatu refleksi teologis, yang merupakan paduan dari iman dan pengetahuan manusia. (2) Ajaran moral yang mengacu kepada nilai universal, (3) Sehingga ajaran sosial gereja termasuk ke dalam teologi moral, tepatnya moral sosial.

    Dari sana ada korelasi antara “ilmu mendukung agama dan agama mendukung ilmu,” sehingga mereka tidak lagi asing satu sama lain. Kristus adalah Pusat dan Sentrum seluruh alam semesta. Di dalam umat manusia ada satu dinamisme yang terarah kepada suatu kesatuan yang terus maju dan tanpa batas. Ini juga yang didoakan oleh Yesus, “Semoga mereka bersatu seperti Aku di dalam Engkau, ya Bapa dan Engkau di dalam Aku” (Yoh 17:21). Kemudian semangkin jelas pula bahwa dalam Kristus adalah pusat dari kesatuan tanpa batas.

    Sejalan dengan itu St. Thomas Aquinas menjelaskan bahwa pada dasarnya semua nafsu adalah baik. Yang manjadikan wujud kejahatan pada nafsu-nafsu tersebut adalah ketika nafsu-nafsu tersebut melanggar wilayah masing-masing dantidak mendukung akal serta kehendak.

    Baca juga: Paus berdoa untuk perdamaian antara Azerbaijan dan Armenia

    Menurut St. Thomas Aquinas kejahatan selalu ada selama kebaikan masih ada. Nafsu dapat dikendalikan melalui akal yang merupakan pencerminan dari akal Illahi, akal yang mendasari kehidupan yang berpijak dan beriman kepada Allah sehingga akal tersebut dapat menghasilkan kebajikan.

    Begitu pula ajaran Konfusianisme tentang ketulusan yang mengajarkan hal serupa. Ajaran tersebut menjelaskan bahwa  ketulusan yang merupakan salah satu keluhuran tertinggi dari para ksatria kuno dan sama halnya yang terjadi pada para ahli beladiri.

    Menurut Konfusianisme jalan menuju ketulusan dalam pikiran dan tindakan dapat ditemukan dengan melakukan segala hal dengan sepenuh hati, menyatu, tidak tanggung-tanggung. Kemudian dengan ini maka tertujulah pada kekuatan dahsyat dan fokus terhadap ketulusan yang menuju ketaatan dan keterlibatan sepenuh hati.

    Seperti wangi harum yang keluar dari bunga yang eksotik, hendaknya sikap Ketulusan, Menghargai dan Rasa Hormat yang merupakan Kesatuan Tanpa Batas dalam Kristus haruslah menjadi keutamaan hidup.- “Ketulusan, Menghargai dan Rasa Hormat adalah Kesatuan Tanpa Batas” – Semoga!!!

    Paus berdoa untuk perdamaian antara Azerbaijan dan Armenia

    Peace talks between Azerbaijan and Armenia in 2021

    MajalahDUTA.Com, Vatikan- Pada akhir Angelus tepatnya di hari Minggu 18 September 2022, Paus Fransiskus berdoa untuk para korban pertempuran baru-baru ini antara Azerbaijan dan Armenia dan menyerukan dialog untuk perdamaian. Berita ini dilaporkan oleh Staff Vatikan News pada 18 September 2022, 13:29 Waktu Vatikan.

    Paus juga meminta semua orang untuk terus berdoa bagi Ukraina dan seluruh bagian dunia yang berlumuran darah perang.

    Baca juga: Unik, Cara Hidup dan Pandangan Filosofis Teladan Fransiskan: Berbagi dalam Temu OFS Regio Kalimantan (Pontianak)

    Paus Fransiskus pada hari Minggu mengungkapkan kedekatan spiritualnya dengan keluarga para korban dalam pertempuran yang baru-baru ini yang meletus antara Azerbaijan dan Armenia.

    Paus Fransiskus mendesak kedua pihak untuk menghormati gencatan senjata mengingat kesepakatan damai. Saat Paus berbicara kepada para peziarah yang berkumpul di Saint Peter’s setelah pembacaan doa Angelus.

    Baca juga: Kemeriahan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) di Paroki Kristus Raja Sambas

    “Janganlah kita lupa bahwa perdamaian mungkin terjadi ketika senjata dibungkam dan dialog dimulai! Dan marilah kita terus berdoa untuk orang-orang Ukraina yang menderita dan untuk perdamaian di setiap negeri yang berlumuran darah perang,” ungkap Paus Fransiskus.

    Paus kemudian menyebutkan wilayah Marches di Italia yang dilanda hujan deras dan bencana banjir dalam beberapa hari terakhir kemudian mengingatkan umat untuk berdoa bagi mereka yang meninggal dan yang terluka untuk keluarga mereka.

    Termasuk berdoa untuk penderitaan yang disebabkan oleh kerusakan rumah, jalan, dan struktur. Paus berdoa agar Tuhan memberikan kekuatan kepada masyarakat di sana.

    Paus juga mengingat perjalanannya baru-baru ini ke Kazakhstan dalam Kongres VII Para Pemimpin Dunia dan Agama-Agama Tradisional. Dia menyebutkan bahwa Paus akan membicarakannya Rabu ini di Audiensi Umum.

    Kemeriahan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) di Paroki Kristus Raja Sambas

    BKSN Paroki Kristu Raja Sambas

    MajalahDUTA.Com, Sambas- Hari Sabtu, 17 September 2022 telah dilaksanakannya lomba dalam memeriahkan Bulan Kitab Suci Nasional tahun 2022 tingkat anak-anak di Paroki Kristus Raja Sambas.

    Lomba ini dilaksanakan oleh Komisi Kerasulan Kitab Suci DPP Kristus Raja Sambas bekerja sama dengan Bina Iman Anak. Koordinator kegiatan ini adalah Ibu Cornelia (tiga dari kiri), dibantu dengan timnya dari Komisi Kerasulan Kitab Suci dan Bina Iman Anak Paroki Kristus Raja Sambas.

    Kegiatan lomba tersebut dihadiri juga oleh Pastor Paroki Kristus Raja Sambas, yakni RP. Celestinus Joni, OFM.Cap dan Frater William.

    Adapun lomba yang diselenggarakan yakni, lomba mewarnai kitab suci untuk tingkat TK, kelas 1 dan kelas 2, lomba menyusun kalimat emas kitab suci untuk tingkat kelas 3 dan kelas 4, dan lomba cepat tepat untuk tingkat kelas 5 dan kelas 6.

    Para peserta sangat antusias mengikuti perlombaan yang ada, terlihat dari ketekunan mereka dalam kegiatan di masing-masing tingkat perlombaan.

    Baca juga: Unik, Cara Hidup dan Pandangan Filosofis Teladan Fransiskan: Berbagi dalam Temu OFS Regio Kalimantan (Pontianak)

    Semangat dari peserta yang mengikuti lomba, maka terpilihlah mereka yang menurut juri menjadi peserta yang lolos dalam kriteria menjadi pemenang dalam lomba. Pembagian hadiah dilaksanakan keesokan harinya, yakni Minggu 18 September 2022 di Gedung Serba Guna Paroki Kristus Raja Sambas.

    Semoga lewat kegiatan perlombaan untuk memeriahkan Bulan Kitab Suci Nasional 2022 di Paroki Kristus Raja Sambas yang diselenggarakan oleh Komisi Kerasulan Kitab Suci ini anak-anak kita menjadi lebih bersemangat untuk memaknai lebih dalam lagi tentang Kitab Suci dan menumbuhkan rasa cinta terhadap imannya sebagai iman Katolik.

     

    Unik, Cara Hidup dan Pandangan Filosofis Teladan Fransiskan: Berbagi dalam Temu OFS Regio Kalimantan (Pontianak)

    Unik, Cara Hidup dan Pandangan Filosofis Teladan Fransiskan: Berbagi dalam Temu OFS Regio Kalimantan (Pontianak)

    MajalahDUTA.Com, Pontianak- “Barang Siapa mau Mengikuti “Aku” Maka Harus Memikul Salib” setidaknya itulah yang disampaikan oleh Minister Regio Ordo Fransiskan Sekular (OFS) Kalimantan, Sdr. Herman Yosef Anem OFS pada 18 September 2022 di rumah Sdr Tuparman OFS dan Sdri Siswati OFS, Jalan Putri Candramidi Gang Sukajaya Nomor 30, Pontianak.

    Pertemuan kali OFS kali ini dihadiri sebanyak 31 anggota diantaranya ada OFS Persaudaraan Santo Kontradus, OFS Persaudaraan Santo Lodivikus dan Persaudaraan OFS Santo Padre Pio.

    Adapun topik perbincangan dalam pertemuan OFS kali itu yakni membahas rekoleksi penjenjangan yang telah ditetapkan pada tanggal 1 – 2 Oktober 2022 (sabtu sore dan Minggu pagi), di Tirta Ria, tidak menginap.

    Baca juga: Persaudaraan Kontradus OFS Pontianak: Fransiskan Ada Jalan Hidup

    Terkait undangan Transitus Keluarga Fransiskan-Fransiskanes Pontianak yang dimana undangan sudah disebar dalam grub OFS Regio Kalimantan dan pengumuman kepengurusan Lembaga Swadaya Masyarakat Justice, Peace, Integrity of Creation (LSM JPIC) yang dimana perwakilan dari OFS adalah Sdr Samuel OFS sebagai tim media di kepengurusan JPIC.

    Bahasan kemudian dilanjutkan dengan tema tentang persiapan Kapitel Nasional dilaksanakan Juli 2023. Maka dari itu OFS akan membuat kalender 2023, rencana pelaksanaan di Makassar, Sulawesi Selatan. Informasi lebih lanjut, akan diinformasikan.

    Tiga Hal Unik dari Teladan Santo Fransiskus

    Semangat persaudaraan bersama saudara OFS di Pontianak melahirkan sejumlah refleksi hidup yang sesuai dengan ketentuan cara hidup dan teladan dari Santo Fransiskus Asissi. Pemerenungan bersama siang itu memberikan harapan baru tentang keteguhan iman.

    Saudara Herman Yosef Anem OFS mengingatkan bahwa teladan hidup Fransiskan dalam mengikuti Kristus adalah refleksi diri (doa) dan tindakan. Sebagai seorang Fransiskan nilai hidup yang paling penting adalah berdoa dan bertindak dalam kasih.

    Sehingga penghayatan tentang iman akan Allah sungguh-sungguh menjadi bukti adanya keberadaan ‘realitas tertinggi’ di dunia dan tentunya semua adalah misteri ilahi.

    Setiap pertemuan Ordo Fransiskan Sekular di Pontianak, paling tidak ada tiga hal unik yang selalu dibahas dalam setiap pertemuan. Pandangan filosofis tentang semangat Fransiskan hari ini diingatkan kembali oleh Minister Regio Kalimantan yakni semangat kesederhanaan dalam mengikuti teladan Kristus dengan cara hidup Fransiskan.

    Diskusi Pandangan Filosofis Fransiskan

    Sebagaimana yang diteladankan oleh Santo Fransiskus Asissi bahwa ada tiga hal yang paling menonjol dari semangat uniknya.

    Poin pertama, cara pandang Fransiskan mesti mampu melihat ‘keindahan’ dari setiap peristiwa hidup. Apapun itu, misalnya kejadian yang memberikan kemalangan hingga peristiwa yang membawa luka, justru sebagai seorang Fransiskan hal yang paling utama yakni mindset untuk melihat segala sesuatu secara indah dan penuh berkat.

    Poin kedua semangat Fransiskan yaitu semangat untuk bersaudara dengan semua alam ciptaan. Tema kedua ini lebih menyoroti semangat persaudaraan (bersaudara) pada semua ciptaan yang hidup dimuka bumi ini, misalnya yang utama adalah sesama manusia, hewan, tumbuhan, termasuklah segala cuaca dan unsur-unsur alam lainnya.

    Baca juga: Kapitel Ordo Fransiskan Sekular Regio Kalimantan

    Yang menarik lagi yakni cara pandang Fransiskan dalam melihat ‘kematian’ sebagai ‘saudari’. Jika ditelaah secara awam, kematian tetaplah menjadi hal yang mengerikan bahkan kematian adalah ketakutan dari semua makhluk hidup setidaknya manusia yang menyadari bahwa itu adalah hal yang mengerikan.

    Tapi sebagai seorang Fransiskan kematian justru bukanlah sebuah peristiwa yang ditakutkan lagi. Santo Fransiskus Asissi menjelang kematiannya, justru melihat dan memanggil ‘saudari maut’ untuk ‘menggiring’-nya menuju kehidupan yang lebih kekal. Akhirnya Santo Fransiskus wafat tetap pergi dengan damai.

    Cara pandang Fransiskan melihat kematian sebagai ‘saudari maut’ boleh dibilang sebuah cara pandang yang melampaui cara pandang manusia biasa, oleh karenanya pengikut Santo Fransiskus Asissi diminta agar mampu melihat kesempatan hidup dan mati merupakan “nilai” yang “sama mulia”nya.

    Setelah membahas cara hidup dan pandangan unik dari teladan hidup Santo Fransiskus Assisi, pertemuan itu ditutup dengan Ibadat harian atau ofisi atau brevir siang pukul 12.00 wib sekaligus menandai waktu untuk menguduskan hari dengan doa.

    Usai ibadat bersama, semua saudara OFS diajak santap siang bersama sembari menunggu hujan reda, “ya meskipun saudara air sudah memenuhi setiap sudut lantai di rumah Saudara Tuparman” dan ternyata hujan yang deras rupanya mengundang saudara air untuk ‘nimbrung’ bersama dalam diskusi siang tentang persaudaraan dan cara hidup yang tak biasa. Sekian, Pace E Bene.

     

    Cegah Penyakit? Mari Gunakan Masker Wajah dan Cuci Tangan, Ini Alasannya…

    Konten Kesehatan

    MajalahDUTA.Com, KESEHATAN– Dijelaskan dalam beberapa penelitian bahwa masker dapat membantu mencegah penyebaran virus.

    Sebuah penelitian pada tahun 2008 yang diterbitkan dalam International Journal of Infectious Diseases, menyimpulkan masker sangat efektif dalam mencegah penyebaran infeksi virus apabila digunakan dengan benar.

    Studi lain yang diterbitkan dalam Annals of Internal Medicine melaporkan hasil yang sama dalam  mengamati 400 orang yang menderita flu.   Penelitian tersebut menemukan bahwa anggota keluarga yang sering mencuci tangan dan mengenakan masker dapat mengurangi risiko terkena flu hingga 70 persen.

    Sementara studi lain menemukan hasil menjanjikan dalam menggunakan masker di luar rumah. Misalnya, peneliti dari University of Michigan melakukan percobaan pada lebih dari 1.000 siswa yang tinggal di asrama.

    Penggunaan masker harus selalu disertai dengan mencuci tangan secara teratur

    Mereka membagi siswa ke dalam tiga kelompok, yakni siswa yang memakai masker, siswa yang memakai masker dan mempraktikkan kebersihan tangan, dan siswa yang tidak melakukan keduanya sama sekali.

    Hasilnya menunjukkan bahwa mereka yang menggunakan masker di aula tempat tinggal dan rutin cuci tangan dengan baik dapat mengurangi risiko penyakit pada saluran pernafasan hingga 75 persen.

    Namun, penelitian ini tidak menemukan pengurangan gejala untuk penggunaan masker saja. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan masker harus selalu disertai dengan mencuci tangan secara teratur.

    Pedoman penggunaan Masker

    Masker wajah dapat membantu mengurangi penyebaran penyakit pada saluran pernafasan jika dipakai dengan benar dan sering. Berikut adalah beberapa pedoman untuk menggunakan masker wajah yang tepat:

    1. Gunakan masker saat berada dalam jarak enam kaki atau 2 meter dari orang sakit

    2.Posisikan masker menutupi hidung, mulut, dan dagu dengan solid. Tidak ketinggalan,  disarankan tidak menyentuh masker dari awal dipakai hingga dilepas.

    1. Kenakan masker saat terserang flu. Jika tidak mengenakan masker wajah, sebaiknya kita tidak mendekati orang lain. Jika terserang flu dan perlu ke dokter, kenakan masker wajah untuk melindungi orang lain di ruang tunggu .
    2. Setelah selesai memakai masker, buang dan cuci tangan.
    3. Jangan menggunakan kembali masker wajah yang sudah dipakai dengan tujuan untuk mengurangi risiko terserang penyakit.
    4. Agar menggunakan masker saat keluar rumah dan saat berada di lingkungan ramai untuk melindungi diri dari polusi udara yang dapat menyebabkan penyakit terutama penyakit saluran pernafasan.

    Penggunaan masker wajah ini penting untuk mencegah penularan penyakit dengan tetap disertai melakukan upaya pencegahan lainnya seperti mencuci tangan dan tetap menjalankan pola hidup sehat.

    Mencuci tangan yang baik untuk mencegah penularan penyakit dilakukan dengan memakai sabun dan pada air yang mengalir. Waktu yang penting untuk mencuci tangan adalah:

    1. Sebelum makan ( sebelum menyiapkan makanan )
    2. Setelah menggunakan kamar kecil ( setelah BAB dan atau BAK )
    3. Setelah beraktifitas
    4. Setelah batuk atau bersin
    5. Setelah berada di tempat umum
    6. Setiap kali tangan kita kotor

    TERBARU

    TERPOPULER