Wednesday, April 29, 2026
More
    Home Blog Page 111

    Mgr. Agustinus Agus Pimpin Vesper Agung

    Mgr. Agustinus Agus Pimpin Vesper Agung di Gereja Katedral Hati Kudus Sanggau - KOmisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.com, Sanggau – Selaku Penahbis Utama, Duta Besar Vatikan untuk Indonesia, Mgr. Piero Pioppo akan didampingi oleh penahbis pendamping pertama yakni Uskup Agung Jakarta, Ignatius Kardinal Suharyo. Dan Uskup Emeritus Sanggau, Mgr. Guilio Mencuccini CP menjadi penahbis pendamping kedua.

    Sebelum perayaan Ekaristi pentahbisan, pada Jumat (11/11/2022), hari ini, Kamis (10/11/2022), pukul 18.00 WIB, Mgr. Agustinus Agus memimpin ibadat sore meriah atau Vesper Agung di Gereja Katedral Hati Kudus Sanggau.

    Vesper Agung 

    Dalam Vesper Agung, berlangsung tiga peristiwa penting, yakni pengakuan iman oleh calon uskup, sumpah setia calon uskup kepada Tahta Suci, dan pemberkatan insignia (atribut penanda Uskup) dan katedral (Tahta Uskup) Mgr. Valentinus Saeng CP sebagai Uskup baru Keuskupan Sanggau.

    MGR. Agustinus Agus Sambut Kedatangan Dubes Vatikan untuk Indonesia ke Kalimantan Barat

    Foto Bersama Duta Besar Vatikan Untuk Indonesia - Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.com, Pontianak – Umat Katolik Kalimantan Barat, khususnya Keuskupan Sanggau boleh berbangga karena Nuntius (Duta Besar Vatikan) untuk Indonesia, Mgr. Piero Pioppo berkenan melakukan kunjungan pastoral dalam rangka Pentahbisan Uskup Sanggau, Mgr Valentinus Saeng CP yang berlangsung pada 11 November 2022.

    Kurang lebih pukul 10.05 WIB dengan menggunakan pesawat Garuda GA 502 Nuntius tiba bersama sekretarisnya, Pastor Michael Pawlowitz (asal Amerika) di Bandara Supadio. Kedatangan Nuntius disambut langsung oleh Uskup Agung Pontianak di tangga pesawat Garuda. Mgr. Agustinus Agus di dampingi Drs.Ignasius IK, SH, M.Si (Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar) mewakili Gubernur Kalbar.

    Baca Juga: 75 Tahun Kongregasi Pasionis Berada di Indonesia

    Sebelum transit ke dalam mobil yang akan membawanya ke Sanggau, Nuntius dikalungkan syal dan topi manik-manik khas Dayak oleh Mgr. Agustinus Agus sebagai tanda selamat datang di bumi Kalimantan Barat.

    Pentahbisan

    Perjalanan Nuntius menuju Sanggau akan juga bersama Uskup Agung Medan, Mgr. Kornelius Sipayung, OFMCap dengan pengawalan dari pihak Dit Pamobvit Polda Kalbar.

    Sebelum melanjutkan perjalanan menuju Sanggau, Nuntius masih sempat menyediakan waktu untuk berfoto bersama. Kesan yang tertangkap adalah tampak Nuntius begitu ramah dan murah senyum. Nuntius menyapa setiap orang yang berjumpa dengannya.

    “Terima kasih atas sambutan yang hangat ini,”ujarnya dalam bahasa Inggris.

    “Selamat siang, lanjut Nuntius dengan bahasa Indonesia.

    Baca Juga: Perayaan Syukur Pesta Hidup Membiara dan Kaul Kekal Kongregasi SFIC Provinsi Indonesia

    Ini adalah kunjungan pastoral ke-2 Nuntius ke Kalimantan Barat, setelah kunjungannya yang terakhir kali ke Keuskupan Agung Pontianak dalam rangka pemberkatan gereja Katolik Maria Ratu Pencinta Damai (MRPD) Pancasila Pontianak, pada 11 Maret 2018 lalu.

    Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus mengungkapkan kedatangan Duta Besar Vatican (Nuntius) ke Sanggau mewakili Paus Fransiskus sebagai gembala utama umat Katolik di seluruh dunia.

    “Kedatangan beliau, juga memberikan support dan kekuatan kepada umat Katolik untuk tetap bersatu,” ujar Agustinus Agus

    Soal Sengkarut Proyek Tower BTS Kemenkominfo, BPK RI Di desak Untuk Segera Lakukan PDTT

    Soal Sengkarut Proyek Tower BTS Kemenkominfo, BPK RI Di desak Untuk Segera Lakukan PDTT

    MajalahDUTA.Com, Jakarta– Untuk kesekian kalinya, Kemenkominfo dibawah pimpinan Jhonny G Plate membuat kegaduhan, pasalnya Proyek base transceiver station atau BTS yang digarap Kementerian Komunikasi dan Informatika atau Kominfo sedang dilakukan penyidikan oleh Kejaksaan Agung.

    Kejaksaan Agung mengendus dugaan korupsi kasus BTS Kominfo yang bernilai Rp 28,3 triliun itu, bahkan diperoleh informasi Pada Juni 2022, Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK telah berencana mengaudit proyek pembangunan BTS. Proyek yang tengah digarap Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) itu molor dari target.

    Audit akan dilaksanakan lantaran pembangunan BTS menggunakan skema kontrak tahun jamak atau multiyears. Proyek tersebut sudah berjalan selama tiga tahun dan telah memasuki masa audit, tapi nyatanya sampai sekarang BPK belum melakukan audit terhadap proyek tersebut, Demikian disampaikan Patria Kosim Komando Jihad Berantas Korupsi kepada pers, Jumaat, 4 November 2022 di Jakarta.

    Baca juga: President University Update Teknologi untuk Pelajar SMK

    “Sangat mengherankan bagi kami, BPK RI tidak melakukan audit terhadap proyek pembangunan Tower BTS tersebut, yang dalam pelaksanaan pekerjaannya amburadul dan tidak memenuhi target waktu penyelesaian,”ungkap patria Kosim yang juru bicara Koalisi Gerakan Jihad Berantas Korupsi.

    Menurut Patria Kosim, berdasarkan Pasal 23 E UUD 1945, BPK RI memiliki kewenangan untuk melakukan Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu (PDTT) dalam pemeriksaan investigatif, terhadap adanya dugaan kerugian negara dalam perencanaan, penganggaran serta pelaksanaan proyek yang menggunakan uang negara dan di kerjakan oleh instansi pemerintahan, begitu pula pada proyek pengadaan tower Base Transceiver Station (BTS) oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo), semestinya BPK RI segera melakukan Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu (PDTT) agar dapat mengungkap adanya indikasi dugaan tindak pidana korupsi maupun dugaan Korupsi Kebijakan oleh Menkominfo Jhonny G Plate yang menguntungkan pihak perusahaan bernama Fiberhome, melainkan juga merugikan negara.

    “Karena kondisi itulah, kami yang juga mendapatkan keluhan dari masyarakat terdampak oleh adanya kekacauan proyek tersebut, mengadukan hal tersebut ke BPK RI, agar BPK RI segera melakukan Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu (PDTT) secara transparan, akuntabel dan kredibel terhadap proyek tersebut, ya, kami bersurat ke BPK RI kemaren”tukas Patria Kosim.

    Baca juga: Uskup Agustinus Resmikan Jalan Salib Kayu Gua Maria Anjungan

    Hal senada juga di sampaikan Dawud Fahim Gerakan Pemuda Muslim Anti Rasuah, kepada pers, ia mengatakan bahwa sudah sepatutnya, semua Lembaga anti rasuah, yakni KPK, Kejaksaan Agung, Mabes Polri dan juga BPK RI, tidak mendiamkan dugaan korupsi kasus BTS Kominfo yang bernilai Rp 28,3 triliun, yang berdampak pada munculnya bencana komunikasi dan informasi, pada rakyat yang memerlukan jaringan internet, terutama yang tinggal di daerah terluar, dirinya menilai kasus ini adalah juga merupakan kejahatan kemanusiaan, ya pasalnya gara-gara adanya dugaan korupsi, dan tidak selesainya proyek tersebut, masyarakat tidak dapat terlayani oleh jaringan internet yang mereka butuhkan untuk kegiatan belajar mengajar, berkomunikasi dan berinformasi.

    “Ya, kami dan juga rakyat Indonesia, sangat berharap sekali kasus ini terungkap dan terbongkar, siapa actor intelektual, maupun pelaku yang bersembunyi di balik kekuasaan harus segera diperiksa dan dihukum seberat-beratnya, kami juga mendesak agar BPK Juga memeriksa dugaan keterlibatan Menkominfo Jhonny G Plate, ya, donk, dia kan pucuk pimpinan Kemenkominfo, jangan pura-pura nggak tahu lah”pungkas Dawud Fahim.

    President University Update Teknologi untuk Pelajar SMK

    President University Update Teknologi untuk Pelajar SMK

    MajalahDUTA.Com, Cikarang- Fakultas Teknik President University melibatkan SMK Hijau Daun untuk memperkenalkan mesin baru yaitu mesin computer numerical control (CNC) di President University yang terletak di kawasan industri Jababeka di Cikarang.

    “Mesin CNC itu secara sederhananya penjelasannya adalah jika kita membuat desain gambar, khususnya gambar tiga dimensi itu menggunakan bantuan komputer. Kemudian untuk membuat benda dari gambar tersebut diubah menjadi program untuk bisa dikirim ke mesin sehingga mesin ini akan menampilkan program yang dikerjakan dengan aplikasi CAM (computer aided manufacturing),” kata Nanang Ali Sutisna, M.Eng, Kepala Lab Teknik Mesin Fakultas Teknik President University, Rabu (2/11/2022) di President University.

    Baca juga: PJ Gubernur Instruksikan Jakpro Segera Buat LP Keuangan Formula E, Demi Selamatkan Kredibilitas Pemprov DKI Jakarta

    Nanang mengatakan, belum banyak SMK, seperti SMK Hijau Muda yang memiliki mesin CNC ini sehingga President University pun memperkenalkan mesin ini kepada SMK.

    Ia menjelaskan, lokasi SMK Hijau Muda yang ada di Cikarang yang identik dengan kawasan industri kedepannya diharapkan bisa memiliki mesin CNC karya anak bangsa buatan D Tech Engineering dari Salatiga, Jawa Tengah.

    “Kedepan, jika SMK Hijau Muda sudah punya mesin ini maka desain dari President University maka bisa menggunakan mesin CNC milik SMK Hijau Muda dan President University membantu pemasarannya,” ucapnya.

    Ia menjelaskan bahwa kedepannya kegiatan yang digelar di President University supaya anak SMK termasuk SMK Hijau Muda untuk bisa update teknologi terbaru.

    Dan, lanjutnya tidak menutup kemungkinan SMK Hijau Muda juga bisa meneruskan kuliah di Fakultas Teknik President University.

    “Karena apa yang dilakukan President University untuk SMK bisa dilakukan di seluruh Indonesia. Jadi tidak hanya terbatas di Cikarang tapi bisa di mana saja, terutama yang dekat dengan kawasan industri,” urainya.

    Ia menambahkan, SMK di Cikarang bisa memiliki mesin CNC dengan menerima hibah dari perusahaan yang ada di Cikarang.

    Peserta Didik SD Plus Gembala Baik Mewakili Kalbar dalam PESPARANI Katolik Nasional II, Meraih Medali Emas

    Ucapan Selamat Kepada Peserta Didik Peraih Medali Emas – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.com, Pontianak – SD plus Gembala Baik merupakan satu diantara sekolah katolik yang ada di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Sebagai lembaga Pendidikan berbasis keagamaan, yang bernaung di Yayasan Pendidikan Gembala Baik Pontianak. SD Plus Gembala Baik mendukung secara penuh peserta didik untuk turut berpartisipasi dalam berbagai perlombaan, khususnya perlombaan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Nasional II tahun 2022. Tentunya dukungan sekolah terhadap peserta didik sebagai usaha untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan menggereja kepada peserta didik sejak dini.

    Sebanyak 18 orang peserta didik SD Plus Gembala Baik terpilih untuk bergabung dalam Paduan Suara Anak mewakili Provinsi Kalimantan Barat untuk mengikuti lomba Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Nasional II 2022.

    Berikut adalah nama peserta didik SD Plus Gembala Baik yang tergabung dalam Paduan Suara Anak kontingen Kalimantan Barat:

    1. Giselle Evangeline Stilo
    2. Serafina Olivia Genoveva
    3. Marienne Michella Phua
    4. Mercylia Zukri
    5. Jocelyn Lizzie Carmelite
    6. Marvela Jennifer Wijaya
    7. Flavia Donata
    8. Audylia Zukry
    9. Wilonna Gildha Putri Utoyo
    10. Joann Peng
    11. Josephine Clarina B. Sadeko
    12. Flaviana Elka Alena
    13. Christabelle Danniella Xia
    14. Christovelt Michael Bonis
    15. Devin Jefferson Lim
    16. Khalfani Stevefaiz Sagienzo
    17. Dominiko Gane Arya Widyatama
    18. Christofer Carlo Minoru Butar Butar

    Baca Juga: PESPARANI Katolik Nasional II tahun 2022 di Nusa Tenggara Timur, Maluku Memperoleh Juara Umum

    Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Nasional II tahun 2022 diadakan di Keuskupan Agung Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur, bertempat di Stadion Oepoi Kupang yang berlangsung pada 28 Oktober hingga 1 November 2022.

    Pihak sekolah turut berbangga dan berbahagia serta mengucapkan syukur atas prestasi peserta didik yang mampu meraih Medali Emas di ajang perlombaan tingkat Nasional, Pesparani Katolik Nasional II di Kupang, Nusa Tenggara Timur.

    “Saya secara pribadi dan mewakili sekolah mengucapkan proficiat kepada anak-anak kita yang sudah berhasil meraih Medali Emas dalam ajang perlombaan Pesparani Katolik Nasional II di Kupang. Kami merasa sangat bangga anak-anak berhasil, dengan begitu usaha yang telah mereka lakukan selama ini membuahkan hasil yang baik” ungkap Sr. Tanti, CP selaku Kepala Sekolah SD Plus Gembala Baik.

    Sr. Tanti, CP menyampaikan bahwa dari awal sekolah mendukung dan mengapresiasi Ketika anak-anak terpilih saat diadakan audisi 1 dan 2 di sekolah. Pihak sekolah juga tidak menyangka bahwa anak-anak bisa meraih prestasi ini. Saat mereka akan melakukan rekaman memang sudah kelihatan, suara anak-anak sangat halus. Bisa berpadu dengan suara yang satu dengan yang lain. Untuk anak-anak seusia mereka memang dirasa tidak mudah mereka bisa menyanyi seperti ini. Tetapi dengan semangat mereka dan para pelatih serta pembina semuanya menjadi baik dan berkat bagi mereka.

    Keberhasilan para peserta didik bukan hanya dari pihak sekolah, melainkan karena campur tangan, dukungan dan semangat dari para orang tua. Orang tua sangat mendukung anak-anak untuk mengikuti perlombaan. Ketika sekolah menginformasi kepada orang tua bahwa anak-anaknya terpilih saat audisi dan tergabung dalam Paduan Suara Anak mewakili Kalimantan Barat, mereka menyambut sangat baik dan bekerja sama dengan baik pula dengan pihak sekolah.

    Baca Juga: Perayaan Syukur Pesta Hidup Membiara dan Kaul Kekal Kongregasi SFIC Provinsi Indonesia

    Selama anak-anak berproses untuk ikut latihan orang tua berperan penting. Karena orang tua harus mengantar dan menjemput anak-anaknya, selain dari kesibukkan utama mereka yang bekerja. Begitu juga dengan anak-anak, mereka harus ke sekolah dan beberapa dari mereka ada yang ikut les dan kegiatan lainnya. Tapi karena mereka begitu bersemangat semua itu bisa dilewati hingga akhirnya mereka meraih prestasi, Medali Emas.

    Orang tua dari peserta didik sangat mendukung anak-anak nya untuk berpartisipasi dalam setiap perlombaan yang diikutkan dari sekolah.

    “Kami selaku orang tua sangat mendukung, berusaha memberikan alokasi waktu untuk mereka sepanjang tidak terlalu mengganggu akademik nya. Dan jika kegiatan itu dari sekolah kami akan sangat terbuka dan mendukung anak-anak kami apalagi ini merupakan bagian dari pengembangan iman mereka” ungkap bapak Ignasius selaku orang tua dari Josephine Clarina B. Sadeko.

    “Anak-anak tidak serta merta dipilih, melainkan melalui audisi dan seleksi yang merupakan bagian dari pelayanan kita untuk gereja dan mewakili provinsi. Kami sangat mendukung dan mengutamakan kegiatan ini selain dari tugas pokok mereka di sekolah. Kami juga selaku orang tua meminta mereka supaya menyiapkan fisik dan tenaga mereka, supaya mereka mulai belajar dan pandai membagi waktu. Mereka sangat luar biasa, mereka bersemangat untuk mengikuti latihan. Sehingga mungkin capek nya terkalahkan oleh semangatnya” sambung bapak Pieter Bonis selaku orang tua dari Christovelt Michael Bonis.

    Atas prestasi yang diperoleh anak-anak orang tua merasa bangga kepada anak-anaknya. Mereka berhasil melewati proses dan berproses bersama hingga akhirnya mereka mengukir prestasi yang kini mereka peroleh.

    “Walaupun ketika kami mendapat info bahwa mereka terpilih, kami juga tidak menyangka, ini sungguh berkat Tuhan untuk mereka. Kami selaku orang tua merasa bangga dan sangat mengapresiasi hasil yang sudah mereka peroleh” lanjut bapak Ignasius.

    Baca Juga: Uskup Agustinus Resmikan Jalan Salib Kayu Gua Maria Anjungan

    Peserta didik yang mengikuti lomba juga sangat bahagia bisa mendapat Medali Emas di lomba Paduan Suara Anak dalam Pesparani Katolik Nasional II di Kupang, NTT.

    “kami sangat bahagia berhasil meraih Medali Emas” ungkap Christabelle Danniella Xia, Marienne Michella Phua dan Serafina Olivia Genoveva.

    Ketika ditanya mereka sangat kompak menjawab bahwa mereka sangat bahagia atas keberhasilan dirinya sendiri Bersama teman-temannya.

    “Saya merasa senang, bangga, dan bahagia karena sudah berlatih berbulan-bulan akhirnya bisa menang dan mendapat Medali Emas” lanjut Olive.

    Kemudian Giselle Evangeline Stilo juga mengatakan bahwa selama latihan rasanya capek, tapi setelah mendengar pengumuman dan menang rasanya bangga sama diri sendiri dan teman-teman. Akhirnya capeknya berubah menjadi bahagia, bisa mendapat Medali Emas.

    “Kami bersyukur dan senang serta bangga sama diri masing-masing. Rasanya nggak percaya kami bisa menang dan tidak bisa berkata-kata dikabarin kalau kami menang”

    PESPARANI Katolik Nasional II tahun 2022 di Nusa Tenggara Timur, Maluku Memperoleh Juara Umum

    PESPARANI Katolik Nasional II di NTT – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.Com, Kupang – PESPARANI merupakan momen pertemuan terbesar umat Katolik se-Indonesia secara nasional. Pada tahun ini, tahun 2022 Pesparani Katolik Nasional II diselenggarakan di Provinsi Nusa Tenggara Timur bertempat di Stadion Oepoi Kupang. Peserta yang hadir diperkirakan sebanyak 3.000 peserta dan official dari 34 provinsi.

    Keuskupan Agung Kupang digembalakan oleh seorang uskup yang lahir di Tataaran, Manado Sulawesi Utara pada 13 Februari 1974, Mgr. Petrus Turang Pr.

    Dilansir dari website resmi Pesparani, https://pesparani.or.id/pesparani2022/ . Pesparani Katolik Nasional II tahun 2022 mengusung tema “Membangun Persaudaraan Sejati untuk Indonesia Maju.” Ketua umum pelaksana, Jamaludin Ahmad, adalah Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

    Baca Juga: Perayaan Syukur Pesta Hidup Membiara dan Kaul Kekal Kongregasi SFIC Provinsi Indonesia

    Nusa Tenggara Timur dijuluki sebagai Bumi Nusa Terindah Toleransi nya kini sukses menjadi tuan rumah penyelenggara Pesparani Katolik Nasional II tahun 2022.

    Dilansir dari portal berita Rakyat NTT.com yang dirilis pada Selasa (1/11/2022) https://rakyatntt.com/ Berikut adalah daftar perolehan juara Pesparani Katolik Nasional II di Nusa Tenggara Timur:

    1. Paduan Suara Anak: Provinsi Kalimatan Timur
    2. Paduan Suara Gregorian Remaja: Provinsi Jawa Tengah
    3. Paduan Suara Dewasa Pria Gregorian: Provinsi Maluku
    4. Paduan Suara OMK Campuran: Provinsi Jawa Tengah
    5. Paduan Suara Nyanyian Liturgi Etnik OMK Campuran: Provinsi Kalimantan Barat
    6. Paduan Suara Dewasa Wanita: Provinsi DKI Jakarta
    7. Cerdas Cermat Rohani Anak: Provinsi Maluku
    8. Cerdas Cermat Rohani Remaja: Provinsi Maluku
    9. Mazmur Anak: Provinsi Jambi
    10. Mazmur Remaja: Provinsi Nusa Tenggara Timur
    11. Mazmur OMK: Provinsi Maluku
    12. Mazmur Dewasa: Provinsi Jawa Tengah
    13. Bertutur Kitab Suci Anak: Provinsi Maluku
    14. Paduan Suara Dewasa Campuran: Provinsi Jawa Barat

    Tuan rumah NTT berhasil memenangkan satu mata lomba yakni lomba Mazmur Remaja dengan nilai tertinggi. Selain itu, walaupun tidak berhasil menjadi juara, namun dalam beberapa mata lomba lainnya, NTT berhasil mencatat predikat gold, yakni kategori non tatap muka paduan suara anak, Paduan Suara OMK Campuran Nyanyian Liturgi ending, mazmur anak, Mata Lomba Mazmur OMK, amazmur Dewasa, Bertutur Kitab Suci dan Paduan Suara utama dewasa campuran.

    Perayaan Syukur Pesta Hidup Membiara dan Kaul Kekal Kongregasi SFIC Provinsi Indonesia

    Para Suster yang Merayakan Pesta Syukur Hidup Membiara dan Kaul Kekal bersama Bapa Uskup, Uskup Emeritus dan Para Imam Konselebran – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.com, Pontianak – Kongregasi SFIC Provinsi Indonesia kembali mengadakan perayaan syukur kebiaraan. Sabtu, 29 Oktober 2022 di Gereja Katedral  Santo Yosef Pontianak. Misa syukur dipimpin oleh Yang Mulia Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus. Hadir juga Uskup Emeritus , Mgr. Hieronymus Herculanus Bumbun, OFM. CAP serta para imam konselebran.

    “Orang yang konsekuen dalam panggilannya akan beriman 100 kali lipat tanpa batas. Bahwa pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup kekal. Tantangan pasti ada, tetapi tanamkan keyakinan bahwa Tuhan memilih saya bertugas khusus dan Tuhan juga akan menyelamatkan saya. Itulah yang menjadi kekuatan ketika kita menghadapi konflik-konflik batin yang berkaitan dengan tugas perutusan dan keluarga ” ungkap Uskup Agus dalam Homilinya.

    Sungguh menjadi momentum yang sangat membahagiakan dan penuh syukur, kebahagiaan terpancar nyata di wajah mereka yang merayakan pesta hidup membiara dan mengucapkan kaul kekal. Tidak hanya mereka yang merasakan kebahagiaan itu, tetapi seluruh keluarga besar kongregasi SFIC dan seluruh keluarga dari para suster turut bersukacita

    Beriman Tanpa Batas

    Misa syukur dihadiri oleh seluruh keluarga dari para suster yang merayakan perayaan syukur hidup membiara dan yang berkaul kekal serta seluruh tamu undangan yang sangat luar biasa.

    Berikut adalah nama-nama suster yang merayakan pesta hidup membiara dan mengucapkan kaul kekal:

    1. 70 tahun hidup membiara: Sr. Aloysia L, SFIC dan Sr. Anastasia P, SFIC
    2. 60 tahun hidup membiara: Sr. Jeanne Marie P, SFIC
    3. 40 tahun hidup membiara: Sr. Cornelia S, SFIC dan Sr. Yohanila N, SFIC
    4. 25 tahun hidup membiara: Sr. Valentina S, SFIC dan Sr. Marselina, SFIC
    5. Suster yang mengucapkan kaul kekal: Sr. Filomena, SFIC dari paroki Salib Suci Noyan, Sr. Asteria Suati, SFIC dari paroki Salib Suci Ngabang, Sr. Patricia F, SFIC dari paroki St. Agustinus dan Mattias Darit, Sr. Pelagia Agnes, SFIC dari paroki Santo Fransiskus Asisi Singkawang  dan Sr. Flora Y, SFIC dari paroki Salib Suci Ngabang

    Tidak semua orang dapat mengalami dan merasakan hal yang sama dengan apa yang dirasakan oleh para suster pada hari ini. Menjadi pengantin Kristus adalah sebuah kebahagiaan nyata dalam hidup mereka, khususnya para suster yang merayakan pesta yang sungguh luar biasa yaitu pesta hidup membiara 70 tahun, 60 tahun, 40 tahun dan 25 tahun. Hal ini merupakan suatu prestasi yang jarang dialami oleh banyak orang.

    Baca Juga: Uskup Agustinus Resmikan Jalan Salib Kayu Gua Maria Anjungan

    Sr. Marselina, SFIC yang mewakili para suster, dalam sambutannya menyampaikan limpah terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelanggaraan perayaan pesta syukur hidup membiara dan mengucapkan kaul kekal. Begitu besar harapan yang mereka panjatkan, bahwa dengan kekuatan Tuhan apa yang sudah diperoleh tidak akan dilepaskan hanya karena hal-hal sepele dan terus berjalan untuk langkah yang semakin jauh.

    “Semoga dengan kekuatan Tuhan mutiara yang sudah kami raih tidak kami lepaskan hanya karena hal-hal yang sepele dan tidak berarti”.

    “Bersama Bapa Fransiskus dari Asisi dan suster Teresia Van Miert kami juga dalam kesempatan ini berkata mari kita bangkit dan memulai lagi karena sampai saat ini kita belum berbuat apa-apa” lanjutnya dalam harap.

    Pihak keluarga dari para suster dalam sambutannya menyampaikan terima kasih yang terdalam kepada seluruh pihak yang berpartisipasi dalam penyelenggaraan perayaan syukur ini, secara khusus kepada keluarga besar Kongregasi SFIC. Pihak keluarga memiliki harapan yang sangat besar bahwa para suster menjunjung tinggi kesetiaan dalam panggilannya.

    “Semoga mereka semua setia dalam perjalanan hidup yang sudah mereka pilih. Doa dan dukungan akan selalu ada untuk kalian. Tetap maju dan melangkah menjadi pelayan Tuhan yang setia”.

    Perayaan Syukur

    Sambutan dilanjutkan oleh Provinsial SFIC Provinsi Indonesia, Sr. Yulita Imelda, SFIC. Dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada para suster yang merayakan pesta hidup membiara dan yang mengucapkan kaul kekal.

    “Kami atas nama persaudaraan SFIC Provinsi Indonesia mengucapkan proficiat, selamat dan bahagia bagi para suster jubilaris dan suster yang baru saja mengikrarkan janji setia seumur hidup. Banyak salam, doa dan kasih serta perhatian dari dewan general, dewan pimpinan dan semua anggota kongregasi dari berbagai provinsi”.

    Sr. Imelda juga menyampaikan ucapan  terima kasih dan rasas yukur kepada para suster yang mengucapkan kaul kekal, atas kesetiaan dan penyerahan diri secara total kepada Allah melalui kongregasi dan kehadiran para suster merupakan hadiah bagi kongregasi. Ia juga berharap bahwa para suster senantiasa bertekun dan bersedia menjalani tugas perutusan dimanapun para suster diutus.

    Baca Juga: Perdana di Keuskupan Agung Pontianak: Paroki Stella Maris Siantan Rayakan Devosi Rosario Meriah

    “Sudah sepantasnya kita bersyukur karena kehadiran para suster yang mengucapkan janji setia seumur hidup menjadi hadiah kongregasi dan sekaligus menjadi aset berharga bagi Provinsi Indonesia”

    Sr. Imelda mengungkapkan bahwa hidup membiara yang sudah memasuki usia 70 tahun, 60 tahun, 40 tahun dan 25 tahun bukanlah hal yang mudah. Pesta hidup kebiaraan yang sangat menakjubkan, tentunya begitu banyak proses yang sudah dilalui hingga sampai di titik ini.

    “Memasuki usia 70 tahun, 60 tahun, 40 tahun dan 25 tahun bukanlah hal yang mudah. Namun berkat penyertaan dan penyelenggaraan kasih Allah kepada para pengantin Kristus yang berbahagia ini. Sehingga setiap peristiwa hidup bagaimanpun situasinya dapat dilewati dengan baik dan pasti”

    Kongregasi SFIC Indonesia

    Menutup sambutannya Sr. Imelda dan mewakili para suster SFIC menyampaikan limpah terima kasih kepada Yang Mulia Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus yang telah berkenan memimpin ekaristi Perayaan Syukur para suster yang Merayakan Pesta Hidup Membiara dan Kaul Kekal. Dan suatu kehormatan atas kehadiran Uskup Emeritus, Mgr. Hieronymus Bumbun serta para imam konselebran yang turut hadir.

    Mgr. Agustinus Agus dalam sambutannya mengungkapkan kekagumannya kepada para suster SFIC. “Setiap tahun ada yang masuk aspiran, novis dan setiap tahun ada perayaan pesta kebiaraan. Dan tahun ini rekor karena ada yang 70 tahun hidup membiara. Tentu ini bukan begitu saja terjadi, bahwa  keluarga besar suster SFIC sudah menunjukkan dalam hidupnya, dalam kesaksiannya bagaiman hidup seorang biarawati sehingga menarik minat banyak orang. Jadi bukan sesuatu yang tiba-tiba tetapi pastilah melalui proses yang panjang. Dan menurut saya kesaksian hidup baik sebagai guru, perawat, katekis, dan tenaga pastoran itu juga sangat menentukan orang tertarik untuk menjadi suster. Lanjutkan itu suster” Ungkap Mgr. Agus.

    Mgr. Agus mengatakan bahwa hidup berkomunitas dalam persaudaraan, dalam biara khususnya para suster SFIC tentunya seorang pimpinan memiliki peran yang sangat penting. Sebagai pimpinan diharapkan mampu mengambil peran sebagai orang tua, sebagai bapak, sebagai ibu keluarga besar suster SFIC yang mampu menggantikan keluarga asal suster itu sendiri. Terdapat banyak kemungkinan yang akan terjadi baik itu suka maupun duka.

    Baca Juga: Uskup Agustinus Dukung Peresmian dan Dedikasi Gereja Mendalam

    “Dimana ada persaudaraan, kebersamaan, dan hidup sebagai keluarga besar harus saling menghormati dan rendah hati memaparkan keseharian hidup baik itu kenyamanan maupun kesusahan dalam komunitas. Kekuatan sebagai seorang biarawan/biarawati antara lain adalah hidup sebagai saudara satu dengan yang lain dan dalam melaksanakan tugas perutusan  harus kita tunjukkan bahwa kita ini dipanggil oleh Tuhan untuk melanjutkan karya Tuhan menyampaikan kabar sukacita kepada orang lain dengan penuh keceriaan dan kegembiraan karena kita dipakai sebagai garda Tuhan”

    “Selamat suster, saya doakan semoga suster SFIC tetap berkembang terus dan pengabdian kepada masyarakat dilanjutkan serta bisa menjadi kesaksian hidup bagi umat dan masyarakat bahwa hidup ini akhirnya tujuan kita masuk surga. Sekali lagi selamat para suster yang merayakan pesta hidup membiara dan yang mengucapkan kaul kekal. Saya doakan, pimpinan dan anggota dewan pimpinan mampu menjadi ibu yang baik bagi keluarga besar suster SFIC” ungkap Bapa Uskup.

    Setelah perayaan ekaristi selesai dan beberapa sambutan yang sudah disampaikan. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan ramah tamah di aula kompleks persekolahan suster.

    Uskup Agustinus Resmikan Jalan Salib Kayu Gua Maria Anjungan

    Pemberkatan Stasi Jalan Salib di Kompleks Gua Maria Anjungan Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.Com, Mempawah– Pada Minggu 30 Oktober 2022 bertempat di Gua Maria Ratu Pencinta Damai Anjungan Keuskupan Agung Pontianak, Uskup Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus meresmikan pembangunan yang merupakan buah dari pemerenungan dalam tentang peran Bunda Maria kepada Yesus Kristus.

    Hal itu Uskup Agustinus tuangkan dalam setiap stasi jalan salib dengan ornamen yang tak biasa. Setiap Stasi dibangun dengan bentuk batang kayu raksasa dan dalam batang kayu tersebut ada patung-patung setiap peristiwa jalan salib.

    Letak jalan salib tersebut persis di samping Gua Maria tempat berdoa dengan mengelilingi rimbunnya hutan Anjungan. Kompleks yang dingin itu kini ditata lebih elok oleh Uskup Agustinus. Bertepat dengan Bulan Oktober yang didedikasikan sebagai bulan Rosario, Uskup Agustinus menegaskan bahwa peranan doa Rosario merupakan sebuah aktivitas doa suci yang dilantunkan umat Allah kepada Bunda Maria dengan memohon pertolongan doa Bunda.

    Baca juga: Perdana di Keuskupan Agung Pontianak: Paroki Stella Maris Siantan Rayakan Devosi Rosario Meriah

    Dalam Homilinya Uskup Agustinus menggarisbawahi bahwa alasan utama didirikan stasi jalan salib di Kompleks Gua Maria Anjungan adalah peranan Bunda Maria yang tak terlepas dari sosok Tuhan Yesus Kristus, dimana Bunda Maria setia mendampingi peristiwa ke peristiwa hingga bangkitnya Tuhan Yesus dari makam.

    “Hal yang paling utama dari penghayatan pembangunan Stasi Jalan Salib di Kompleks Gua Maria ini karena peranan Bunda Maria yang setia mendampingi putranya hingga wafat dan sampai peristiwa kebangkitannya-pun Bunda Maria terlibat didalamnya,” kata Uskup Agustinus.

    Ibu, inilah anak mu

    Misa pada penutupan Bulan Maria pada 30 Oktober 2022 di Gua Maria yang dimulai pada Pukul 10.00 WIB dihadiri antara lima ribu (5000) hingga enam ribu (6000) orang.  Perjalanan mulai parkiran hingga ke Gua Maria dipadati penziarah. Adapula berbagai stand makanan dan penjual peralatan rohani berderet dari awal gerbang hingga ujung mendekati tanjakan jalan ke Gua Maria.

    Menurut Uskup Agustinus ingatan hangat tentang impresi peristiwa yang pernah terjadi sejak awal berdirinya Gua Maria Ratu Pencinta Damai Anjungan adalah ‘memo’ dan sombol perdamaian penting yang mesti menjadi ukiran damai yang bisa ‘terwariskan’ sampai saat ini.

    Baca juga: Wajah Baru Gua Maria Ratu Pencinta Damai Anjongan

    Gerakan G30S PKI tahun 1965 yang berdampak dalam situasi dan keamanan di Kalimantan Barat. Saat itu, pada 17 Oktober 1967 terjadi peristiwa yang dikenal dengan ‘demonstrasi’ orang Dayak dan orang Tionghua yang berakibatkan banyak korban dan nyawa. Dengan kata lain terjadi pertumpahan darah dan tragedi ‘merah’ yang menyat hati.

    Ukiran prasasti sejarah yang diletakan depan Gua Maria tentang peristiwa itu sengaja dibuat oleh Uskup Agustinus sebagai ‘warisan semangat damai’ yang tidak boleh terlupakan oleh umat Katolik Keuskupan Agung Pontianak.

    Tepat pada 29 April 1973, Pastor Hieronymus Bumbun OFMCap pada saat itu sebagai Vikjen Keuskupan Agung Pontianak, meresmikan dan memberkati Gua Maria Anjongan yang kemudian diberi nama Gua Maria Ratu Pencinta Damai.

    Pemerenungan yang sama itu Uskup Agustinus tuangkan dalam penghayatan pentingnya mendirikan stasi jalan Salib.

    “Saat Yesus disalibkan, Yesus berkata kepada Ibu nya, Ibu inilah anak-anak mu (murid-muridnya), dari sana tersirat bahwa Bunda Maria mewakili warisan suci tentang ke-ilahi-an Allah dalam dunia untuk membantu anak-anaknya yang berdevosi kepada Bunda mohon pertolongan doanya,” kata Uskup Agustinus dalam homilinya.

    PJ Gubernur Instruksikan Jakpro Segera Buat LP Keuangan Formula E, Demi Selamatkan Kredibilitas Pemprov DKI Jakarta

    PJ Gubernur Instruksikan Jakpro Segera Buat LP Keuangan Formula E, Demi Selamatkan Kredibilitas Pemprov DKI Jakarta

    MajalahDUTA.Com, Jakarta-Diperoleh informasi yang menyebutkan bahwa Pj Gubernur Jakarta Heru Budi Hartono menginstruksikan kepada PT Jakarta Propertindo (Jakpro), segera siapkan laporan keuangan penyelenggaraan Formula E, untuk lengkapi laporan keuangan sebagai pertanggungjawaban APBD, beredar di lingkungan Pemprov DKI sejak (24/10) kemarin.

    Tak ayal, santernya berita tersebut mendapat tanggapan dari berbagai pihak baik dari anggota DPRD DKI Jakarta maupun dari kalangan masyarakat, salah seorang diantaranya adalah Drs Primus Wawo, MSi, pengamat sosial dan perkotaan, kepada wartawan yang menghubunginya, ia mengatakan bahwa laporan keuangan penyelenggaraan Formula E itukan seharusnya sudah disampaikan pada masa kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan, nah persoalannya sampai sekarang laporan tersebut belum disampaikan, ini yang menjadi pertanyaan warga Jakarta soal laporan keuangan penyelenggaraan Formula E tersebut, mengapa sampai sekarang Jakpro belum menyampaikan laporan keuangan penyelenggaraan kegiatan tersebut.

    Baca juga: KPK Didesak Periksa Segera Menkominfo & Audit Investigasi Proyek Pengadaan Tower BTS

    “ Ada apa sesungguhnya yang terjadi pada laporan keuangan kegiatan Formula E tersebut? Pertanyaan tersebut, yang kemudian mendorong lahirnya instruksi Pj Gubernur DKI Jakarta kepada Jakpro itu, yang juga seiring dengan komitmen beliau untuk membangun tata pemerintahan yang melayani sekaligus transparan dan akuntabel ”ungkap Drs Primus Wawo, MSi kepada pers, Senin, 31/10/2022 di Jakarta.

    Menurut Primus, dalam setiap penyelenggaraan suatu kegiatan pembangunan, setelah usai dilaksanakan, sudah sepatutnya si penanggungjawab kegiatan itu segera membuat dan menyampaikan laporan keuangan, begitu pula, pada penyelenggaraan Formula E, yang sudah semestinya begitu selesai penyelenggaraan kegiatannya maka laporan keuangannya sudah semestinya segera disampaikan ke Gubernur, kemudian disampaikan ke DPRD DKI Jakarta sebagai representasi warga Jakarta, karena uangnya digunakan kegiatan tersebut adalah dana APBD yang notabene adalah uang warga Jakarta.

    “Karena itu warga Jakarta wajib mengetahui setiap penggunaan dana APBD untuk Formula E itu dan digunakan apa saja, serta keuntungan ekonomis untuk Pemprov DKI Jakarta , apakah bisa menambah neraca penghasilan daerah atau tidak, ” ucap Primus kepada pers, Senin, 31/10/2022.

    Nah, lanjut Primus, sebenarnya masalah laporan keuangan penyelenggaraan formula E tidak perlu ditunda pembuatan maupun penyampaian nya, semakin ditunda akan berdampak munculnya sikap warga Jakarta mempertanyakan akuntabilitas penyelenggaraan formula E tersebut dan juga mempertanyakan kredibilitas Pemprov DKI Jakarta, oleh karena untuk menyelamatkan kredibilitas Pemprov DKI Jakarta dihadapan warganya, maka Pj Gubernur DKI Jakarta mengeluarkan instruksi ke Jakpro agar segera membuat dan menyampaikan laporan keuangan Formula E tersebut.

    Baca juga: Gereja Katolik Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) Berkomitmen Menjaga Komunikasi

    “ya, kita juga sangat berharap lnstruksi Pj Gubernur DKI Jakarta tersebut bisa segera dilaksanakan oleh Jakpro, kalau tidak segera dilaksanakan instruksi tersebut, saya khawatir bisa berdampak menurunnya kepercayaan publik terhadap Pemprov DKI Jakarta, situasi ini berbahaya bagi kelangsungan Pembangunan di Jakarta, jika rakyat tak percaya dengan pemerintahnya, bisa memicu terjadinya gejolak sosial dan terhambatnya pelaksanaan program pembangunan di DKI Jakarta “pungkas Primus.

    Perdana di Keuskupan Agung Pontianak: Paroki Stella Maris Siantan Rayakan Devosi Rosario Meriah

    Perdana di Keuskupan Agung Pontianak: Paroki Stella Maris Siantan Rayakan Devosi Rosario Meriah - Foto: KOMSOSKAP

    MajalahDUTA.Com, Siantan- Setiap tahun Gereja Katolik menetapkan bulan Mei dan Oktober sebagai bulan penghormatan khusus kepada Bunda Maria. Tahun ini di Gereja Paroki Stella Maris Siantan, yang terletak di Pontianak Utara ini mengadakan kegiatan Long March Rosario (29/10) dan Devosi Rosario Meriah (30/10).

    Kegiatan ini merupakan yang pertama kali di adakan di Keuskupan Agung Pontianak.

    Kegiatan Long March Rosario telah sukses dilaksanakan dengan jumlah peserta sebanyak 370 umat. Dalam kegiatan ini diketahui sebagian umat paroki Keluarga Kudus Kota Baru Pontianak juga turut menghadiri kegiatan ini.

    Baca juga: “Negara Dunia”: Diplomat Vatikan terlibat dalam isu-isu global dengan Paus

    Antusias umat sangat luar biasa, hal ini terlihat dari rentang usia peserta yang mengikuti kegiatan mulai dari usia 7 – 70 tahun dengan rute perjalanan 14 km dari Kapel St. Yosep Batu Layang yang dimulai pukul 21.00  dan selesai pada pukul 04.00 di Gereja Stella Maris Siantan.

    Setelah Long March Rosario (LMR) terlaksana dengan baik, Paroki Stella Maris mengadakan Devosi Rosario Meriah (30/10) pukul 18.00 WIB dalam rangka penutupan Bulan Rosario. Kegiatan ini dihadiri oleh Uskup Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus, serta di hadiri juga anggota DPRD Kalbar Andi Mursalin.

    Cuaca dan langit nan cerah tampak mendukung kegiatan sore itu. Ratusan umat datang memenuhi tempat duduk yg disediakan di halaman gereja dengan tertib. Tak hanya umat dari Paroki Stella Maris, Legio Maria Paroki Katedral St. Yoseph Pontianak juga turut berpartisipasi dalam kegiatan Devosi Rosario Meriah di Gereja Stella Maris.

    Kegiatan dimulai dengan perarakan patung Bunda Maria di halaman Gereja Stella Maris, kemudian ratusan umat menyalakan lilin sambil berdoa Rosario bersama. Usai Rosario bersama, Pastor Paroki Stella Maris Siantan, Aloysius Tombokan, MSC atau yang akrab disapa Pastor Ho menyampaikan pidato pembuka.

    Baca juga: Vatikan data ada 22 misionaris Katolik yang terbunuh pada tahun 2021

    “Tahun depan mudah-mudahan kegiatan ini lebih meriah agar menjadi ikon bagi Stella Maris dan akan selalu dilaksanakan setiap tahun” Tutur Pastor Ho

    Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus juga berpesan dalam pidatonya

    “Mari kita lanjutkan tradisi Rosario setiap tahun. Pengalaman pribadi saya, ketika kita memperhatikan ibu kita (Bunda Maria), ibu kita akan memperhatikan kita.” Tutur Mgr. Agus.

    Kemudian Devosi meriah ini ditutup dengan berkat oleh Bapa Uskup, Mgr. Agus. Acara semakin meriah saat kembang api meluncur menghiasi langit malam, acara berlanjut pada pembagian tropi kepada peserta Long March Rosario, pengumuman dorprise dan makan bersama.

    TERBARU

    TERPOPULER