Sunday, April 19, 2026
More

    Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus Resmikan Berdirinya Paroki Santo Montfort Kec. Monterado, Kab. Bengkayang Keuskupan Agung Pontianak

    Oleh: Samuel-Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.Com, Monterado – Pada selasa, 20 Juli 2021, bertempat di Monterado. Mgr. Agustinus Agus, Uskup Agung Pontianak, telah mendirikan Paroki Santo Montfort Monterado, yang reksa pastoralnya mencakup seluruh wilayah Monterado.

    Adapun jangkauan wilayah stasi yang dilayani diantaranya ada stasi Kopung (Puaje), stasi Sibaju (Rantau), stasi Nyempen (Siaga), stasi Serindu, calon stasi Bonglitung, stasi Marga Mulia, stasi Paniban, stasi Jembatan 25 (rantau), stasi Sendoreng, stasi Rantau, stasi Pakucing, stasi Puaje, stasi Goa Boma, stasi Kelampai (siaga), stasi Masmining (siaga), stasi Benawa Bakti, stasi Raso (siaga), dan stasi Singkong (goa boma).

    Perayaan ekaristi peresmian Paroki St. Montfort Monterado dimulai dengan perarakan dari depan gereja yang disambut oleh tarian dari Sekami dan OMK Paroki Monterado. Misa syukur tersebut dihadiri juga oleh Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis, SE., MM bersama istri, Ketua DPRD Bengkayang Fransiskus, M. Pd dan jajaran pemerintahan Kabupaten Bengkayang.

    Baca Juga: Uskup Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus Melantik 71 DPP Paroki St. Pius X Bengkayang: Manajemen Paroki Harus Transparan

    Bersama Mgr. Agustinus Agus, Uskup Agung Pontianak, Darwis selaku Bupati diminta untuk memotong bambu yang sudah disediakan panitia sebagai tamu kehormatan.

    Penandatangan prasasti oleh Mgr. Agustinus Agus disaksikan Sebastianus Darwis sebagai Bupati Bengkayang ada pula Fransiskus ketua DPRD Bengkayang. RP Anton Tensi SMM selaku Propinsial Kongregasi Serikat Maria Montfortan (SMM) Indonesia, ada juga RD Yoseph Maswardi sebagai Pastor Paroki Samalantan sekaligus menjadi saksi. Disaksikan pula oleh RD Alexius Alex selaku Pastor Paroki Katedral Pontianak yang selama ini sering koordinasi dan menjadi penasehat panitia serta disaksikan oleh RP Stefanus, SMM selaku Pastor Paroki St. Montfort Monterado.

    Misa dimulai pukul 09.00 WIB usai tarian penyambutan dan dihadiri sebanyak 17 imam dan 1 diakon dari SMM yang mendampingi Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus dalam perayaan syukur peresmian Paroki di Monterado.

    Keinginan yang dirindukan umat Monterado

    Dalam sambutan diawal misa, Mgr. Agustinus Agus mengungkapkan bahwa mimpi Monterado yang dirindukan sejak lama untuk menjadi Paroki, kini telah terrealisasi.

    “Berbahagia karena hari ini kita boleh merayakan perayaan ekaristi di gereja ini. Dalam rangka bersyukur kepada Tuhan, karena keinginan sudah lama yang dinantikan dan dirindukan oleh umat yang berada di wilayah Kecamatan Monterado.  Kini telah terrealisir peresmian paroki Santo Montfort Monterado, pada selasa pagi, 20 Juli 2021,” kata Mgr. Agus.

    Baca Juga: Mgr. Agus: Covid-19 Ini Mengajarkan Kita, untuk Tidak Menggantungkan Diri dari Orang Lain

    Pihak keuskupan melakukan pemekaran ini dengan maksud, agar pembinaan iman umat lebih intensif serta agar para imam lebih dekat dengan umatnya.

    “Covid-19 memiliki tantangan tersendiri, bukan hanya berdampak pada bidang ekonomi, tetapi berdampak pula pada struktural,” lanjut Uskup Agus. “Keimanan kita bisa goyah ketika kita menghadapi situasi yang sulit. Bahkan sekarang dipertentangkan, Tuhan lebih dulu? Atau makan lebih dulu?”

    Bagi Mgr. Agus, manusia tidak bisa mempertentangkan itu, karena manusia adalah ciptaan Tuhan. Maka dalam gereja katolik harus dalam iman ada sikap percaya. “Kalau kita tidak mati maka tidak mungkin masuk surga. Maka Yesus pun mati, tetapi bunuh diri juga dosa,” kata Mgr Agus.

    Lanjut Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus mengungkapkan bahwa kedua hal itu bisa dilaksanakan secara bersama-sama, karena justru itulah tantangan hidup umat katolik sehari-hari. Sebab pada dasarnya, manusia perlu makan dan perlu Tuhan.

    Dalam homilinya, Mgr. Agustinus Agus berharap dengan berdirinya paroki Monterado, dapat didukung oleh seluruh umat dan pihak pemerintah.

    Baca Juga: Peresmian Paroki dan Pelantikan Dewan Pastoral Paroki St Paulus dari Salib Mandor

    Mgr. Agustinus Agus juga menyampaikan niat baik dalam hal ini Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis, SE., MM, dan DPRD pasti akan mendukung program-progam yang membuat umat dan masyarakat lebih baik dan maju tanpa memandang agama apapun.

    Uskup mengajak umat untuk mendoakan para Pastor yang berkarya di Paroki dan mendoakan pemerintah agar tujuan untuk memajukan masyarakat tercapai.

    Menurut Mgr. Agustinus Agus, sampai kapan pun manusia membutuhkan sesuatu yang bersifat rohani, namun di sisi lain harus ada juga yang memperhatikan segi jasmani. Maka dari itu kedua-duanya haruslah bekerjasama, dalam hal ini gereja dan pemerintah harus berjalan bersama demi tujuan yang luhur.

    Karya dan Rencana Tuhan

    Propinsial Kongregasi Serikat Maria Montfortan (SMM) Indonesia, RP Anton Tensi SMM menyampaikan bahwa baginya peristiwa hari peresmian di Paroki Monterado adalah sebuah peristiwa rahmat.

    “Peristiwa iman, saya melihatnya sebagai karya dan rencana Tuhan sendiri bagi kita dan umat di Monterado. Sebuah kepercayaan yang diberikan oleh Tuhan bagi kita, untuk membentuk persekutuan umat beriman dalam satu paroki,” kata RP Anton.

    Baca Juga: Rahasia Indah Umur Panjang Oleh Pria Tertua Di Dunia

    Ia mengajak seluruh umat untuk mensyukuri rahmat Tuhan dan ia juga menyampaikan bahwa peristiwa itu adalah peristiwa Allah yang sungguh-sungguh mengasihi semua umatnya.

    “Allah, mau lebih dekat dengan umatnya. Mari kita bersyukur atas cinta ini, dan berdoa agar paroki ini bisa berkembang dengan daya Roh Kudus yang menyertai dari siapa saja yang mengambil bagian dari paroki ini,” ujar RP Anton Tensi SMM.

    Sebagai propinsial SMM, RP Anton mengucapkan terima kasih kepada Mgr. Agustinus Agus dan penghargaan setinggi-tingginya, karena Mgr. Agustinus Agus menyetujui bahwa paroki Monterado diberi nama Santo Montfort yang merupakan pendiri dari kongregasi SMM, Pastor yang bertugas di Paroki Monterado.

    Sedikit Info Tentang SMM

    “Santo Montfort merupakan imam diosesan di Perancis Barat, dan oleh Paus dipercaya menjadi Missionaris Apostolik lokal di Perancis Barat saat itu, dimana gereja saat itu berada pada tahap yang sangat lesu, dan Paus berpesan kepadanya, “pulanglah ke daerah mu dan bangunlah kembali semangat iman disana,” kata RP Anton.

    Ia juga mengisahkan semangat pendiri SMM dalam memulai misi dengan kembali dan berkeliling dari paroki-paroki dimana saat itu mengelilingi tujuh (7) keuskupan disana dan karyanya nyata sehingga diangkat menjadi seorang kudus.

    Baca Juga: Kompetensi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) STKIP Pamane Talino Tingkat Wilayah LLDIKTI XI

    “Saya berharap dengan dijadikannya Santo Montfort sebagai pelindung paroki ini, pastor paroki maupun siapapun yang berkarya disini maupun umat, dapat berguru padanya dan bertumbuh menjadi umat yang kudus dan umat Allah yang suci,” lanjut RP Anton.

    “Hari ini, sabda Tuhan berpesan kepada kita, siapa yang melakukan kehendak Allah, itu adalah umatnya dan miliknya.”

    Dampak Pandemi Covid-19 pada Gereja sebagai Institusi

    “Yang pokok, terima kasih kepada Tuhan,” ungkap Mgr. Agus. Dalam sesi sambutan, Mgr. Agustinus Agus sebagai Uskup Agung Pontianak mengaku bahwa yang mempercepat pembentukan paroki Monterado adalah umat Monterado sendiri.

    “Kekuatan ada pada umat sendiri, saya lihat umat Monterado apalagi sudah bertengkar dengan saya di Lembah Bawang, maka saya tantang jika jadi paroki apakah mampu memberi makan pastor?” kata Mgr. Agus.

    Mgr. Agus menambahkan “Jadi ini yang saya tuntut, namun saya yakin dalam semangat kebersamaan dalam tugas kita sebagai pengikut Yesus saya yakin Paroki Montfort ini adalah paroki yang mandiri.”

    “Salah satu dampak dari Covid-19, adalah dampak ekonomi dan yang punya dampak ekonomi yang paling hebat adalah gereja sebagai institusi,” lanjut Uskup. “Gereja sebagai umat Allah, pergi ke gereja atau tidak bukanlah menjadi persoalan. Karena sifat iman adalah sesuai penghayatan.”

    Baca Juga: Disporapar Mengelar Pemilihan Pemuda Pelopor Tahun 2021 untuk Tingkat Kabupaten Landak

    Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus juga menggaris bawahi “tetapi gereja sebagai institusi yang memiliki wujud, bentuk, punya badan, punya rumah, tenaga pastoran dan sebagainya, perlu dana untuk berjalan. Dan ini dipihak lain memacu kita bahwa gereja jangan hanya hidup di derma hari minggu saja.”

    “Jangan lagi hidup hanya dari donatur, maka sekarang ini saya minta Paroki Montfortan yang didirikan pada masa pandemi, menunjukkan bahwa pandemi tidak akan menggoyahkan dan mampu mandiri sebagai ekonomi, karena itulah gereja yang sesungguhnya,” ujarnya.

    Menjadi Paroki Mandiri

    Uskup juga mengajak untuk Vaksinasi, dalam mendukung program pemerintah agar para imam bisa melayani umat ditengah pandemi.

    “Karena saya takut, kalau ibadah tanpa umat, maka ketakutan gereja kalau umat merasa sudah nyaman ibadat dirumah dan tidak ada kontak sosial maupun kepekaan kemanusiaan,” kata Uskup.

    Bagi Mgr. Agus, hal-hal konkret seperti itu sangat pantas untuk diperhatikan.

    Mgr. Agustinus Agus menggarisbawahi walaupun paroki Monterado adalah paroki dengan nama Santo Montfort, namun paroki itu bukan milik tarekat. Tetapi paroki itu adalah milik umat dan Keuskupan yang mewakili umat.

    Baca Juga: Ikan pun mendengarkan khotbah St. Antonius

    “Sama halnya dengan Paroki Mandor yang diberi nama Santo Yohanes dari Salib yakni pendiri dari Kongregasi Passionis tujuannya adalah untuk menghargai tarekat pertama yang berkarya di paroki,” tambah Uskup.  “Paroki ini tetap milik keuskupan dan pihak keuskupan memiliki hak untuk menempatkan siapapun yang ada di paroki ini.”

    Progres Pemekaran

    Paroki Monterado adalah paroki ke-6 yang sudah dimekarkan setelah kedatangan Mgr. Agustinus Agus di Keuskupan Agung Pontianak.

    Ketika Mgr. Agus datang ke Pontianak, tidak ada jalan lain bagaimana umat bisa dibina secara intensif dengan memperkecil wilayah pelayanan.

    Adapun pemekaran paroki yang sudah dibuat oleh Mgr. Agustinus Agus antara lain yakni paroki Karangan, paroki Jelimpo, paroki Jagoi Babang, paroki Mempawah, Paroki Mandor dan paroki Monterado.

    “Saya sudah komitmen, tahun ini juga Ledo akan menjadi Paroki,” harapnya.

    Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agus berterima kasih kepada Bupati  Bengkayang karena sudah mendukung.

    Tanggal 10 lalu, Mgr. Agus dan Bupati melihat persiapan Ledo menjadi paroki. “Mudah-mudahan tidak ada halangan bahwa ada empat hektar tanah yang akan diserahkan oleh Bupati Bengkayang untuk Keuskupan Agung Pontianak daerah Ledo untuk didirikan sebagai paroki baru,” kata Mgr. Agustinus Agus.

    Dukungan yang Luar Biasa

    Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus juga menyampaikan bahwa rencana pemekaran paroki Ledo akan diserahkan tugas parokial pada Ordo Augustinian Recollects (OAR) yang kemudian Paroki akan dinamai dengan Paroki Santo Agustinus dari Hippo, sesuai semangat dari Santo Agustinus.

    “Terima kasih banyak untuk pemerintah Bengkayang yang sangat mendukung gereja dalam memajukan masyarkat dan dalam pembinaan secara luas,” kata Uskup Agus.

    Sebagai Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agus melihat hal itulah sikap saling menghargai antara peran-peran baik dari pemerintah maupun peran sebagai gereja.

    Baca Juga: Tahta Suci menyerukan tanggung jawab bersama untuk melindungi pengungsi dan migran

    Dalam hal ini saling menghargai peran adalah hal yang paling utama, dengan tujuan untuk memajukan dan membuat taraf hidup masyarakat lebih baik dan mapan dari segi finansial, maupun kualitas berpikir karena pendidikan.

    “Dalam kebersamaan kalau kita bisa berbuat lebih banyak kebaikan dan kemajuan, kenapa tidak,” ujar Uskup Agus.

    Sebagai Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agus juga mengharapkan tarekat Montfortn bisa terus menerus bekerja di Paroki Monterado dan ia menghimbau agar orang muda tertarik menjadi imam dari SMM.

    Bupati Bengkayang Apresiasi Resmi Berdirinya Paroki di Monterado

    Dalam sambutan Bupati Bengkayang, Darwis mengaku bahagia karena pada selasa 20 Juli 2021 mendapat kesempatan untuk hadir pada acara peresmian paroki Montfort Monterado.

    “Saya juga mengapresiasi karena paroki ini telah diresmikan oleh Mgr. Agustinus Agus Uskup Agung Pontianak. Saya pribadi dan pemerintahan Bengkayang mengucapkan selamat atas berdirinya paroki Monterado, serta terima kasih kepada Mgr. Agustinus Agus, Uskup Agung Pontianak,” kata Darwis.

    Bupati Bengkayang menyebutkan berdirinya paroki di Monterado yang selama ini sudah didamba-dambakan, kini gereja Katolik  sudah menjadi paroki dan menambah paroki yang ada di Kabupaten Bengkayang yakni lima paroki.

    Baca Juga: Paus Fransiskus pulang dari rumah sakit dan kembali ke Vatikan

    Dengan adanya paroki tersebut, Bupati Bengkayang mau mengingatkan agar paroki dapat meningkatkan pelayanan kepada umat diseluruh stasi-stasi yang ada di Kecamatan Monterado. “Oleh karena itu saya berharap telah diresmikannya paroki Monterado akan semakin meningkatkan semangat umat untuk beribadah di gereja,” kata Darwis, Bupati Bengkayang.

    Bergandengan Tangan Untuk Bengkayang Maju

    Pada kesempatan itu juga, Bupati Bengkayang, Darwis menyampaikan bahwa tentunya tidak menginginkan wilayah Bengkayang menjadi tidak tentram, tidak damai dan tidak aman seperti yang terjadi di beberapa wilayah negara kita yang sedang bergejolak dan terjadilah konflik bahkan adanya ancaman terorisme, “untuk itu betapapun sulitnya hidup kita kepada seluruh umat beragama di seluruh Bengkayang saya harapkan untuk menjaga ketenangan jangan sampai bertindak diluar batas.”

    Menurutnya, bila sampai hal itu terjadi maka masyarakat sendiri yang akan rugi dan akan menderita selain itu setahap demi setahap pemerintah harus bahu-membahu dalam upaya mensejahterakan masyarakat dan mewujudkan sikap senasib dan sepenanggungan.

    “Oleh karena itu saya mengajak seluruh komponen masyarakat Bengkayang, terlebih khusus umat kita katolik, untuk menyatukan tekad dan bergandengan tangan untuk membangun Bengkayang dan memajukan Bengkayang, demi masa depan yang lebih baik lagi,” ujar Bupati Bengkayang, Darwis.

    Selaras dengan itu, karena hanya dengan seperasaan dan senasib, tekad dan kerjasama diantara kita semua Bengkayang akan sejahtera, tentram dan damai dan cita-cita akan terwujud.

    Baca Juga: Mgr. Agus dalam Kunjungan Di Ledo: Kehadiran Gereja Adalah Sahabat Pemerintah

    Selanjutnya, selaku perwakilan masyarakat Kabupaten Bengkayang, Darwis mengatakan bahwa pemerintah Kabupaten Bengkayang akan selalu menjadi mitra gereja Katolik yang ada di Kabupaten Bengkayang.

    Darwis mengaku lewat gereja lah, umat dan masyarakat bisa mengubah karakter untuk membangun sebuah karakter baru agar bisa menjadi orang yang memiliki keimanan dan keyakinan yang kuat.

    “Maka dengan itu, lewat gereja, bersama pemerintah kita bisa menuntaskan kemiskinan, menuntaskan kebodohan yang selama ini ada diantara kita, di desa-desa maupun di seluruh Kabupaten Bengkayang,” lanjut Bupati. “Untuk itu, lewat gereja dan bersama pemerintah saya yakin dan percaya padu mempadu, akan membangun Bengkayang lebih baik kedepan.”

    Bupati Bengkayang menyadari bahwa kemajuan dan keberhasilan dalam segenap aspek pembangunan ini, tidak lepas dari peran positif yang telah ditunjukkan oleh warga masyarakat, termasuk di dalamnya warga gereja, khusus gereja Katolik.

    Meningkatkan kualitas iman

    Masih dalam sambutan, Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis, SE., MM menyampaikan bahwa dengan momentum tersebut, ia mengajak pada segenap masyarakat, terlebih khusus umat Katolik, untuk terus meningkatkan kualitas iman dan sambil terus bergandengan tangan dan memberikan kontribusi yang positif sesuai dengan profesi, tugas dan tanggungjawab masing-masing, demi kemajuan pembangunan di dareah ini termasuk di dalamnya yakni pembangunan iman.

    Sesuai dengan visi dan misi pemerintah Kabupaten Bengkayang yakni Kabupaten Bengkayang Maju, Mandiri, Sejahtera dan Berdayasaing yang ditopang oleh pemerintahan yang bersih dan terbuka untuk mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, cerdas dan religius.

    “Bahwa untuk mewujudkan visi misi tersebut,” lanjut Darwis, “harus kita pahami bahwa untuk tanggungjawab dan kewajiban kita bersama untuk semakin kritis dan mencermati lebih jauh setiap hambatan dan tantangan.”

    Baca Juga: Kongregasi SFIC Provinsi Indonesia Terima 18 Postulan, 15 Novis, 3 Suster Kaul Perdana

    Peluang dan kesempatan guna lebih menyatukan persepktif dan kiprah mambangun Kabupaten Bengkayang, sekaligus meningkatkan derajat dan sumber daya manusia dan kesejahteraan rakyat melalui gereja.

    Sebastianus Darwis menyampaikan, di masa pandemi covid-19 ini, meminta kepada semua umat dan masyarakat, bersama gereja, termasuk sampai ke stasi-stasi untuk mensosialisasikan pentingnya protokol kesehatan dengan slogan lima M yakni, Mencuci Tangan, Memakai Masker, Menjaga Jarak, Menjauhi Kerumunan dan Mengurangi Mobilitas.

    Bupati juga menghimbau umat untuk mengikuti vaksinasi dalam rangka membantu pencegahan penyebaran virus Covid-19.

    “Saya mohon kepada umat, kalau ada vaksin, segeralah ikuti,” tambah Bupati Bengkayang. “Selamat atas peresmian Paroki St. Montfrot Monterado Bengkayang.”

    Menutup sambutannya, Darwis selaku Bupati Bengkayang juga menyampaikan niatnya bersama dengan Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus untuk menjadikan Bengkayang sebagai ‘icon’ parawisata rohani baik tingkat lokal maupun secara nasional.

    Niat tersebut adalah rencana pembangunan Patung Yesus Raksasa di perbatasan, Jagoi Babang.

    Darwis berharap ini semoga terrealisasi karena sejauh diskusi bersama Uskup Agung Pontianak, ia melihat potensi unik bahkan berpotensi memajukan Kabupaten Bengkayang.

    Related Articles

    spot_img
    spot_img

    Latest Articles