Friday, April 17, 2026
More

    Kongregasi SFIC Provinsi Indonesia Terima 18 Postulan, 15 Novis, 3 Suster Kaul Perdana

    Oleh: Sr. Maria Seba SFIC – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.Com, Pontianak – Di tengah situasi mencekam akibat wabah pandemi Covid-19 yang semakin masif, lonjakan panggilan dengan penambahan anggota baru bagi Kongregasi yang baru saja merayakan HUT ke-177 tahun berdirinya (24 Juni 1844-2021) di Veghel-Belanda ini justru meningkat.

    Kabar bungah ini terjadi bertepatan dengan perayaan Pesta St. Thomas Rasul dalam Kalender Liturgi Gereja, pada Sabtu, 3 Juli 2021 yang lalu.

    Prosesi penerimaan 18 Postulan, 15 Novis dan 3 suster novis berkaul perdana ini dibawa dalam perayaan Ekaristi di aula Rumah Retret Wisma Immaculata Pontianak yang dipimpin oleh Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus, didampingi oleh Pastor Ambrosius Pr, Pastor Elenterius SVD dan Pastor Yosef Astono Aji OFMCap.

    Baca Juga: Komunitas PSM STKIP Pamane Talino: “Stand For Humanity”

    Namun perayaan syukur pesta kebiaraan Kongregasi SFIC tahun ini masih berlangsung dalam suasana berbeda- ketat protokol kesehatan.

    Tidak ada undangan yang disebarkan. Misa pun disiarkan secara live streaming melalui kanal youtube; SFIC INDONESIA.

    Perayaan Syukur

    Langkah ini merupakan alternatif terbaik sehingga para suster SFIC yang berada di luar kota Pontianak, bahkan di luar negeri bisa mengikuti misa dan acara kebiaraan ini melalui nirkabel (online).

    Berikut nama-nama 18 aspiran yang diterima masuk sebagai postulan SFIC:

    • Monika Anni asal paroki Malaikat Agung St. Mikael Simpang Dua, Keuskupan Ketapang
    • Prisila Pebi Melenia asal paroki St. Yohanes Pemandi Pahauman, Keuskupan Agung Pontianak
    • Meliyanti Sari asal paroki St. Mikael Monterado, Keuskupan Agung Pontianak
    • Marsiana Anjeli asal paroki St. Alfonsus Maria De Liguori Bonti, Keuskupan Sanggau
    • Afra Diktari / Lara asal paroki St. Fidelis Sungai Ambawang, Keuskupan Agung Pontianak
    • Teodora / Ecin asal paroki St. Yusuf Mempawah Hulu Karangan, Keuskupan Agung Pontianak
    • Benadikta Angela / Lina asal paroki Salib Suci Ngabang, Keuskupan Agung Pontianak
    • Krisna Teresia Tampubolon asal paroki St. Petrus dan Paulus Keuskupan Agung Medan
    • Anastasia Tasia asal paroki Gembala Yang Baik Kuala Dua / Kembayan, Keuskupan Sanggau
    • Maria Aliana asal paroki St. Theresia dari Kanak-kanak Yesus Lintang Kapuas, Keuskupan Sanggau
    • Rosalia Agata asal paroki St. Agustinus dan Mattias Darit, Keuskupan Agung Pontianak
    • Zaneta Nicola Inez asal paroki Santo Petrus dan Paulus Menjalin, Keuskupan Agung Pontianak
    • Putri Tarigas asal paroki St. Paulus dari Salib Mandor, Keuskupan Agung Pontianak
    • Yanti Sinarti Dina asal paroki St. Nikolaus dan Roh Kudus-Pacar, Keuskupan Ruteng
    • Anastasia Lisa asal paroki St. Fransiskus Asisi Pakumbang, Keuskupan Agung Pontianak
    • Hertina Yesi asal paroki St. Alfonsus Maria de Liguori Bonti, Keuskupan Sanggau
    • Brigita Yolanda asal paroki St. Christophorus Sui Pinyuh, Keuskupan Agung Pontianak
    • Natalia Lilit asal paroki St. Petrus dan Paulus Menjalin, Keuskupan Agung Pontianak

    Baca Juga: Pengen Kuliah Kampus Terbaik, Kami Solusinya

    Pada saat yang sama juga berlangsung pula upacara penerimaan 15 novis, dan tiga Suster berkaul perdana.

    Berikut 15 postulan yang diterima sebgai novis adalah:

    • Anastasia Trisnawati dengan nama biara Sr. Giovani Trisnawati
    • Yulita Rosdiati dengan nama biara Sr. Aurelia Rosdiati
    • Maria Francisca Dwi Hartiningtyas dengan nama biara Sr. Louis Marie
    • Anastasia Anjeli dengan nama biara Sr. Ignatia Anjeli
    • Yulita Pa’ong dengan nama biara Sr. Yosephio Pa’ong
    • Florentina Ola Griana dengan nama biara Sr. Florentina Ola
    • Cinda Farida dengan nama biara Sr. Claudia Cinda
    • Paula Adevita Dede dengan nama biara Sr. Paula Adevita
    • Tarsisia Ranata Tiara dengan nama biara Sr. Tarsisia Ranata Tiara
    • Elisabet Elita dengan nama biara Sr. Regina Elita
    • Emilia Maya Anggela dengan nama biara Sr. Elfrida Anggela
    • Resi Agricolatera dengan nama biara Sr. Agricola Resi
    • Aprianti Sari Apra dengan nama biara Sr. Zitalia Sari
    • Nerdawati dengan nama biara Sr. Hildegardis Nerdawati
    • Te’ek dengan nama biara Sr. Rafaella Te’ek

    Baca Juga: Mgr Agustinus Agus: Kongregasi Suster SFIC Panen Calon Suster

    Tiga suster novis mengikrarkan kaul pertama dan tugas perutusan sebagai berikut:

    • Geselle Indrisari di tempatkan di komunitas St. Anna Pahauman untuk tugas di keuangan Sekolah
    • Giacinta Marsedes di tempatkan di komunitas St. Wilibrordus Pontianak untuk tugas membantu di dapur komunitas
    • Gemma Batu Salu di tempatkan di komunitas St. Fransiskus Asisi Singkawang untuk tugas   membantu di Panti Lepra Alverno

    Dalam sambutan Suster Provinsial SFIC Indonesia, Sr. Yulita Imelda mengatakan sungguh bersyukur kepada Tuhan yang masih menghendaki kelangsungan karya kongregasi SFIC dengan menambah jumlah anggota baru dan terus   mengirim orang – orang yang oleh karena rahmat Allah tergerak hati untuk mengabdikan diri dan mempersembahkan seluruh hidupnya hanya untuk Tuhan.

    “Semoga Tuhan meneguhkan apa yang telah Dia mulai dalam diri para calon dan suster muda kita, sebagai penerus masa depan kongregasi.”

    Baca Juga: Uskup Menjelaskan Tujuan Dokumen Ekaristi

    Berkat doa dan dukungan kita, mereka dimampukan untuk tetap setia pada cita – cita mulia dan mampu terbuka pada bimbingan Roh Kudus dalam pembinaan diri agar dapat semakin mencintai panggilan hidup membiara sebagai SFIC,”ungkap suster yang pernah diutus oleh Dewan Pimpinan General untuk belajar mendalami Spiritualitas Fransiskan di FISC (Franciscan International Study Centre ) di Canterbury, UK ( United Kingdom – London),

    Sedangkan Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus dalam homilinya menegaskan bahwa setiap keputusan panggilan itu mengandung kepercayaan iman.

    Mengutip dari Injil Yohanes (20:24-29) mengisahkan keraguan dan ketidakpercayaan St. Tomas.

    kepercayaan iman

    Uskup yang baru merayakan tahbisan episkopal ke-21 pada 6 Februari 2021 yang lalu ini mengatakan bahwa karakter St. Tomas juga ada dalam setiap pribadi manusia.

    Baca Juga: Kardinal Parolin menandai peringatan kematian 1.300 tahun St. Odile

    “Para aspiran yang akan memasuki masa postulan, novis dan juga yang akan berkaul ini pasti merasa ragu ketika memutuskan. Namun belajar dari pribadi St. Tomas yang pada awalnya juga ragu, namun akhirnya menjadi rasul yang unggul dalam iman kepercayaan,”ungkap Monsinyur.

    Mgr. Agus juga menegaskan bahwa dipanggil berarti menjadi orang spesial/istimewa. Namun menjadi istimewa membutuhkan pengorbanan yang disertai iman kepercayaan kepada Tuhan.

    “Kepercayaan itu bagi saya bahwa jika Tuhan mau pasti jadi, jika langkah ini benar Tuhan pasti membantu. Yakinlah bahwa kamu adalah orang istimewa dan jadilah diri sendiri,”ungkap Monsinyur menutup homilinya.  Proficiat untuk para suster SFIC.

    Related Articles

    spot_img
    spot_img

    Latest Articles