Oleh: Dandi, Prodi Penjaskes, Semester 3, STKIP Pamane Talino Ngabang
MajalahDUTA.Com, Pontianak-Semenjak keberangkatan ke kampung Selabih Atas (tempat kami, mahasiswa STKIP Pamane Talino – Ngabang melakukan BAKSOS), sedari awal saya sudah menduga pasti akan banyak tantangan yang akan dialami. Kerja berat, bangun cepat, dan sebagainya sudah pasti akan terjadi.
Sehari sebelum keberangkatan, ternyata dugaan saya benar dan bahkan level kesulitannya bertambah menjadi dua kali lipat. Hal itu dikarenakan telah terjadi lonsor di salah satu titik yang kemudian menutup seluruh badan jalan yang menjadi akses satu-satunya ke tempat tujuan kami.
Baca Juga: Mgr Agustinus Agus Terima Plakat Professional Award 2021
Dari peristiwa itu, saya lalu membayangkan bahwa itu akan menjadi tantangan yang paling berat dari seluruh pengalaman hidup saya, oleh karena satu-satunya cara adalah berjalan kaki dengan jarak yang cukup jauh (8 km), ditambah lagi dengan kebiasaan saya yang sudah terbiasa dimanjakan dengan transportasi modern, seperti sepeda motor dan lain-lain.
Baksos Ikatan Mahasiswa Katolik
Apa yang dikatakan Romo dan Frater itu benar, bahwa setan itu tidak akan senang jika
melihat manusia berbuat baik. Banyak cara yang ia lakukan untuk menghalangi perbuatan-perbuatan baik, apalagi mewartakan kabar baik kepada sesama umat manusia.
Akan tetapi, Tuhan juga ternyata tidak diam, Ia bekerja dalam diri teman-teman, yang kemudian memberikan semangat dan optimisme untuk mampu menghadapi tantangan tersebut. Dari situlah saya kemudian menyadari bahwa Tuhan itu sungguh baik, Ia mempunyai rencana yang sangat baik bagi umatnya, bencana tanah longsor yang kita anggap sabagai penghalang, diubah-Nya menjadi hal yang sangat indah.
Dan tanpa disadari bahwa ternyata di balik kesulitan-kesulitan itu ada hal baik yang Tuhan tunjukkan. Jalan yang semulanya rusak dan berlubang, menjadi rapi dan bagus.
Kemudian, lokasi gereja yang awalnya memerlukan waktu lama untuk meratakan tanahnya, dengan sekejab diratakkan oleh alat berat yang tadinya digunakan untuk merapikan jalan
Rencana Tuhan
Dari seluruh pengalaman itu, saya kemudian semakin yakin bahwa Tuhan punya cara sendiri untuk mewujudkan keinginan-keinginan yang sebenarnya kita butuhkan tetapi tidak kita sadari.
Adapun pengalaman-pengalaman baru yang saya peroleh ketika melakukan BAKSOS di stasi St. Matius, dusun Selabih Atas, Desa Setia Budi (Sebalo), Kec. Bengkayang, Kab. Bengkayang, antara lain: Saya bisa mengetahuai bagaimana kita harus berkomunikasi dengan masyarakat.
Baca Juga: STKIP Pamane Talino – Ngabang Menjadi Sandaran dan Harapan Masyarakat Kalimantan Barat
Berbagi pengalaman, ide, bahasa, dan banyak lagi. Dan dengan adanya kegiatan ini, saya juga memperoleh banyak pengetahuan baru. Dari itu semua, saya sadar bahwa saya tidak dituntut untuk menjadi pintar saja, melainkan juga diajarkan tentang bagaimana saya bisa berbagi kebahagiaan dengan orang lain.
Akhir kata, saya bisa menyimpulkan ini semua bahwa segala kesusahan dan tantangan, suka dan duka, semuanya bisa kita lalui bersama asalkan kita mau berserah kepada Tuhan.




