MajalahDuta.com, Nyarumkop, Singkawang — Sebuah babak baru perjalanan Ikatan Keluarga Alumni Persekolahan Katolik Nyarumkop (IKAPKN) resmi dimulai.
Yayasan Perguruan Masyarakat Kalimantan Barat (YPMKB) menetapkan Pengurus IKAPKN Periode 2026–2030 melalui Surat Keputusan Nomor 69/YPMKB/SKep.a/IX/2026 yang ditandatangani Ketua Pengurus YPMKB, Br. Dionisius Bonevantura Frans, MTB., pada 6 September 2026.
Penetapan kepengurusan baru ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan organisasi alumni.
Lebih dari itu, IKAPKN diharapkan menjadi rumah bersama yang mempererat persaudaraan lintas angkatan, membangun jejaring pelayanan, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi keberlangsungan karya pendidikan Katolik yang telah tumbuh dan berkembang di Nyarumkop selama lebih dari satu abad.
Dalam surat keputusan tersebut ditegaskan bahwa IKAPKN menjadi wadah resmi persaudaraan dan komunikasi para alumni Persekolahan Katolik Nyarumkop.
Organisasi ini diberi mandat menghimpun potensi alumni, memperkuat solidaritas, mengembangkan program pendidikan, sosial, kemitraan, serta mendukung pengembangan Persekolahan Katolik Nyarumkop.
Ketua Pengurus YPMKB, Br Dionisius Bonevantura Frans MTB, berharap kepengurusan baru mampu menjadi mitra strategis Yayasan dalam merawat warisan pendidikan Katolik yang telah dibangun para misionaris dan pendahulu.
“Persekolahan Katolik Nyarumkop telah melahirkan banyak pribadi yang mengabdi di Gereja, masyarakat, dunia pendidikan, pemerintahan, maupun dunia usaha. Karena itu, alumni memiliki tanggung jawab moral untuk terus menjaga semangat persaudaraan dan ikut merawat karya pendidikan ini agar tetap hidup dan berkembang,” ujarnya.
Kepercayaan memimpin IKAPKN periode 2026–2030 diberikan kepada Yustianus SE MM.
Ia didampingi Anjar Wibowo sebagai Ketua I, Dr Sunarso sebagai Ketua II, Januarto Budiassa sebagai Sekretaris Umum, serta Arjudin sebagai Bendahara Umum.
Struktur organisasi juga diperkuat dengan enam bidang pelayanan serta koordinator wilayah yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia hingga Amerika Serikat.
Menurut Yustianus, kepengurusan baru ingin menghadirkan organisasi alumni yang semakin terbuka, aktif, dan mampu menjawab kebutuhan zaman.
“Kami ingin menjadikan IKAPKN sebagai ruang untuk saling menguatkan, saling melayani, dan saling berbagi. Alumni adalah kekuatan besar yang dimiliki Persekolahan Katolik Nyarumkop. Jika potensi ini disatukan, banyak hal baik yang dapat dilakukan bagi almamater, Gereja, maupun masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, program prioritas kepengurusan ke depan meliputi pendataan alumni secara menyeluruh, penguatan komunikasi melalui media digital, pembinaan generasi muda alumni, pengembangan jejaring profesional, hingga kegiatan sosial dan pelayanan kemanusiaan.
Salah satu bidang yang juga dibentuk adalah Bidang Komunikasi, Informasi, dan Publikasi yang akan mengembangkan media sosial, website, serta sistem informasi alumni.
Di bidang ini, Stefanus Akim, dipercaya untuk membantu memperkuat komunikasi dan diseminasi informasi organisasi.
Selain itu terdapat Bidang Kerohanian, Pendidikan dan Pengembangan Alumni, Sosial dan Solidaritas, Organisasi dan Keanggotaan, serta Kerja Sama dan Kemitraan yang akan menjadi motor berbagai program pelayanan IKAPKN.
Kepengurusan IKAPKN juga mendapat dukungan Dewan Penasehat yang terdiri atas para uskup, tokoh Gereja, dan alumni dari berbagai bidang profesi.
Dewan Penasehat IKAPKN diisi sejumlah tokoh Gereja dan alumni, antara lain Mgr Agustinus Agus, Mgr Samuel Oton Sidin OFMCap, Mgr Victorius Dwiardy OFMCap, Dr Drs Adrianus Asia Sidot, Brigjen TNI (Mar) Yustinus Rudiman, Gunawan, Masri Sareb Putra, hingga Prof Dr Yohanes Bahari.
Kehadiran mereka diharapkan menjadi sumber inspirasi sekaligus pendampingan agar organisasi alumni tetap berjalan sesuai nilai-nilai Kristiani dan semangat pelayanan yang menjadi identitas Persekolahan Katolik Nyarumkop.
Dengan masa bakti hingga 5 September 2030, kepengurusan baru membawa harapan agar IKAPKN semakin menjadi jembatan persaudaraan antaralumni, memperkuat sinergi dengan Yayasan Perguruan Masyarakat Kalimantan Barat, serta menghadirkan karya-karya yang memberi manfaat bagi Gereja, bangsa, dan masyarakat luas. ***




