MajalahDUTA.Com |Semangat olahraga menyelimuti Lapangan Futsal Pal 3 Ngabang selama dua hari berturut-turut dalam turnamen futsal bergengsi antar program studi yang melibatkan mahasiswa semester lima.
Dalam kompetisi yang penuh persaingan sehat tersebut, tim putri Nana Lawar berhasil menegaskan dominasinya dengan meraih juara pertama.
Kemenangan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo, Kampus I Landak.
Keberhasilan tim Nana Lawar tidak terlepas dari kerja sama yang solid antaranggota tim, yakni Yopita Selly, Lovelia Wiwit, Rina Sulistiawati, Lilis, Aprilia Veronika Seri, dan Selviana Gunda dari angkatan 2023.
Kekompakan, disiplin dalam berlatih, serta semangat kebersamaan menjadi kunci utama yang mengantarkan mereka menuju podium tertinggi.
Turnamen futsal antar program studi yang berlangsung pada 31 Januari hingga 1 Februari 2026 tersebut bukan sekadar ajang olahraga biasa. Lebih dari itu, kegiatan ini mencerminkan semangat jurnalisme warga dan partisipasi publik di lingkungan kampus.
Menurut saya, turnamen seperti ini sangat penting karena menunjukkan bahwa kampus tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu menghasilkan informasi secara mandiri.
Dokumentasi kegiatan, unggahan di media sosial, foto-foto pertandingan, hingga cerita kemenangan yang dibagikan mahasiswa merupakan bentuk sederhana dari jurnalisme warga. Aktivitas ini memperluas cara pandang masyarakat terhadap suatu peristiwa.
Jika dahulu berita kampus hanya menunggu peliputan media formal, kini mahasiswa dapat berperan sebagai pelapor, pengarsip, sekaligus penyebar informasi mengenai pengalaman yang mereka alami secara langsung. Akibatnya, informasi menjadi lebih dekat, autentik, dan hidup.
Keterlibatan mahasiswa dalam turnamen ini juga patut diapresiasi. Kegiatan antar program studi mampu mendorong interaksi antar kelas dan kelompok sehingga hubungan sosial di lingkungan kampus menjadi lebih dinamis dan terbuka.
Mahasiswa belajar bahwa kompetisi tidak harus melahirkan perpecahan, tetapi justru dapat mempererat rasa persaudaraan. Walaupun setiap tim tentu ingin meraih kemenangan, suasana persaingan yang sehat membuat semua pihak tetap merasa menjadi bagian dari pengalaman bersama.
Dalam konteks ini, partisipasi publik memiliki nilai yang penting. Mahasiswa tidak hanya hadir sebagai penonton, tetapi juga turut memeriahkan, mendukung, dan memberikan makna terhadap jalannya kegiatan.
Kebersamaan yang tercipta di dalam arena pertandingan memperlihatkan bahwa olahraga mampu menjadi media pemersatu di tengah berbagai perbedaan.
Kemenangan tim putri Nana Lawar juga memiliki makna simbolis yang kuat, khususnya bagi mahasiswa PJKR angkatan 2023.
Prestasi tersebut membuktikan bahwa mahasiswa pendidikan jasmani tidak hanya memahami teori olahraga di ruang kelas, tetapi juga mampu menunjukkan kemampuan mereka dalam praktik nyata di lapangan.
Keberhasilan ini menjadi cerminan bahwa proses pembelajaran akademik dan pengalaman praktik dapat berjalan saling melengkapi.
Selain itu, turnamen futsal ini menunjukkan karakter kampus yang dinamis dan terbuka terhadap perkembangan positif mahasiswa.
Sebuah universitas akan tampak hidup ketika mahasiswanya aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan, baik akademik maupun nonakademik.
Di sisi lain, turnamen ini juga membawa pesan penting mengenai sportivitas. Dalam setiap pertandingan selalu ada pemenang dan yang belum berhasil menang, tetapi hal terpenting bukan sekadar hasil akhir, melainkan bagaimana setiap peserta mampu saling menghormati selama pertandingan berlangsung.
Kompetisi yang sehat memberikan pengalaman yang mendidik. Mahasiswa belajar menerima hasil dengan lapang dada, menghargai lawan, dan menjaga etika selama bermain.
Nilai-nilai tersebut sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari, karena di dunia nyata setiap orang dituntut mampu bersaing tanpa kehilangan rasa hormat terhadap sesama.
Dari perspektif sosial, kegiatan ini memperlihatkan bahwa olahraga merupakan bahasa persatuan. Di lapangan futsal, perbedaan latar belakang, jurusan, dan kemampuan individu dapat disatukan melalui tujuan yang sama, yaitu bertanding dengan semangat dan meraih prestasi. Karena itu, turnamen seperti ini sangat penting untuk terus diadakan setiap tahun.
Selain menjadi ajang mencari juara, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antar mahasiswa, membangun solidaritas, serta menciptakan kenangan berharga selama masa studi.
Pada akhirnya, turnamen futsal antar program studi di Lapangan Futsal Pal 3 Ngabang bukan hanya sebuah kegiatan olahraga, tetapi juga ruang ekspresi mahasiswa, media pembelajaran sosial, serta bukti nyata semangat jurnalisme warga dan partisipasi publik di lingkungan kampus.
Kemenangan tim putri Nana Lawar menjadi bukti bahwa kerja keras dan kebersamaan mampu menghasilkan pencapaian yang membanggakan.
Lebih dari itu, kegiatan ini menunjukkan bahwa mahasiswa dapat berperan aktif dalam mendokumentasikan berbagai peristiwa penting di lingkungan mereka.
Oleh sebab itu, turnamen semacam ini layak didukung, didokumentasikan, dan dijadikan inspirasi bagi kegiatan serupa di masa mendatang.*Seli, PJKR Landak.




