MajalahDuta.Com, Jawa Timur- Satu bulan sebelum pelaksanaan kegiatan persaudaraan sekaligus rekreasi bersama para frater Keuskupan Agung Pontianak (KAP), kami mendapat informasi dari Pastor Alexius Alex bahwa dalam kegiatan tersebut akan dihadiri oleh beliau dan juga Mgr. Agustinus Agus.
Kegiatan persaudaraan tersebut dilaksanakan selama empat hari, yaitu 10-13 Juni 2021 di Villa Nyiur Mas, Trawas, Mojokerto, Jawa Timur. Kami yang akan mengikuti kegiatan tersebut awalnya berjumlah 29 peserta, yang terdiri dari 21 frater Seminari Tinggi, 5 frater Tahun Rohani, 1 Postulan, Pastor Alex, dan Mgr. Agustinus Agus.
Baca juga: Amal kepausan mengumpulkan $146 juta untuk orang-orang Kristen yang menderita dan teraniaya
Para frater Seminari Tinggi terbagi atas 4 tingkat, yaitu tingkat I berjumlah 3 frater, tingkat II berjumlah 9 frater, tingkat III berjumlah 6 frater, dan tingkat IV berjumlah 3 frater. Kami sangat antusias menerima kabar sukacita tersebut dan dengan senang hati mempersiapkan semuanya dengan dengan maksimal dari jauh hari sebelum hari pelaksanaannya.
Kami mempersiapkan banyak hal seperti menyusun jadwal dan bentuk kegiatan yang akan dilakukan. Sebelum kedatangan Pastor Alex di Seminari, kami mendapat informasi dari beliau bahwa tidak semua frater dapat mengikuti kegiatan yang sudah direncanakan, karena dari rektor Tahun Orientasi Rohani (TOR) tidak memberikan izin kepada lima frater KAP untuk mengikuti kegiatan dengan alasan utamanya karena masih masa Pandemi Covid-19, sehingga jumlah keseluruhan kami yang mengikuti kegiatan di Trawas tersebut menjadi 24 peserta.
Berbagai rangkaian kegiatan
Rabu 9 Juni 2021, kami para frater KAP yang ada di Seminari Tinggi Interdiosesan San Giovanni XXIII Malang dengan sukacita menyambut kedatangan Pastor Alexius Alex, Ketua UNIO Projo KAP. Beliau tiba di Seminari sekitar pukul 12.00 WIB.
Kemudian Pastor Alex ikut makan siang bersama beberapa formator yang ada di Seminari, di antaranya Romo Basilius Soedibjo, SJ., Romo Suhardiyanta, SJ., dan Pastor Donatus Dole, Pr. Ketika menjelang malam, Pastor Alex mengajak frater tingkat IV untuk menemani beliau ke luar Seminari untuk menikmati suasana malam di kota Malang.
Baca juga: Audiensi Mgr Agustinus Agus dalam Safari Kanvas dalam rangka hut 100 th Legio Maria
Kamis 10 Juni 2021, sebelum kami berangkat menuju Trawas, kami terlebih dahulu mengikuti tes Rapid Antigen yang dilakukan di Seminari. Tes tersebut menjadi salah satu syarat bagi kami untuk dapat mengikuti kegiatan bersama. Selain itu, syarat yang lainnya ialah mengikuti protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.
Tes Rapid Antigen tersebut menunjukkan hasil yang negatif semua, sehingga pelaksanaan kegiatan kami dapat berlangsung dengan baik dan lancar. Setelah makan siang di Seminari, kami berangkat menuju tempat yang telah direncanakan dengan menggunakan satu bus besar yang telah kami sewa bersama sopirnya. Kami yang berangkat siang itu berjumlah 20 peserta, karena 3 frater menyusul keberangkatannya.
Sepanjang perjalanan, kami mendengarkan beberapa jenis musik seperti Pop, Rock, dan Dangdut, sehingga perjalanan kami terasa sangat menyenangkan. Di tengah perjalanan hingga tiba di tempat tujuan, hujan turun begitu deras. Ketika tiba di Villa, kami disambut dengan sopan dan ramah oleh Bapak Alpian dan Ibu Tira yang bertugas menjaga Villa dan juga yang akan melayani kami selama tinggal di Villa tersebut. Kami tiba di Villa sekitar pukul 17.00 WIB. Kami beristirahat sejenak seraya menunggu datangnya malam.
Kemudian kami mandi dan makan malam bersama pada pukul 19.00 WIB. Acara selanjutnya kami melakukan ibadat penutup (Completorium) bersama. Setelah itu kami mendengarkan pengarahan dari Pastor Alex terkait persiapan dan pelaksanaan yang akan dilakukan dalam kegiatan selama 4 hari di Trawas. Kemudian acara kami dilanjutkan dengan rekreasi bersama.
Coretio Fraterna
Jumat 11 Juni 2021, kami mengawali pagi dengan senam bersama pada pukul 05.00 WIB. Dilanjutkan mandi, ibadat pagi, Perayaan Ekaristi, dan sarapan. Kegiatan kami selanjutnya yaitu mengadakan Coretio Fraterna yang dimulai pukul 08.00-12.30 WIB.
Dalam Coretio Fraterna, setiap frater mendapat kesempatan untuk mengoreksi dan dikoreksi oleh frater-frater yang lainnya. Tujuan dari Coretio Fraterna ini salah satunya ialah untuk mengenal diri sendiri dan orang lain yang mungkin selama ini belum atau bahkan tidak tahu kepribadian-kepribadian diri sendiri yang tersembunyi.
Baca juga: Mgr Agustinus Larang Orang Muda Katolik Ikuti Praktik Ilmu Kebal
Kegiatan ini diakhiri dengan pengarahan sekaligus peneguhan kembali dari Pastor Alex terkait pentingnya pengolahan diri secara berlanjut terutama sebagai calon imam bahkan sampai menjadi imam pun akan terus berproses mengolah diri. Yesus sendiri mengatakan bahwa hendaklah kamu sempurna seperti Bapa yang adalah sempurna. Kemudian kami melanjutkan kegiatan dengan makan siang dan istirahat.
Kegiatan sore hari yaitu mengadakan lomba-lomba yang bertujuan untuk mengakrabkan kebersamaan dalam komunitas atau kelompok kecil. Kemudian setelah ibadat sore dan makan malam, dilanjutkan dengan acara pelepasan dengan para frater tingkat IV yang akan kembali ke keuskupan untuk berpastoral.
Dalam kegiatan tersebut, para frater yang akan berpastoral menyampaikan kesan dan pesan selama berdinamika bersama para frater sekeuskupan di Seminari Tinggi kepada adik-adik tingkat. Selain tingkat IV, satu orang dalam setiap angkatan diminta perwakilan untuk menyampaikan kesan dan pesannya selama berdinamika bersama dengan para frater tingkat IV.
Baca juga: Mgr Agus: Saling Mendukung adalah Hal Paling Pokok dalam Menghadapi Pandemi Covid-19
Setelah itu, kesempatan diberikan kepada Pastor Alex untuk menyampaikan hal-hal penting yang bersifat wejangan atau nasehat-nasehat bagi kami sebagai calon imam. Kegiatan pada malam itu diakhiri dengan rekreasi bersama, misalnya nonton film bersama, main remi, main catur, karaoke dan sebagainya.
Sabtu 12 Juni 2021, kami mengawali hari dengan ibadat pagi dan Perayaan Ekaristi. Kemudian kami sarapan bersama, dan dilanjutkan dengan berkunjung ke tempat wisata Air Terjun Dlundung Trawas. Jarak air terjut tersebut cukup dekat dari kompleks Villa tempat kami menginap, yaitu sekitar 1 km. Kami berangkat ke sana dengan berjalan santai sambil menikmati suasana alam di lingkungan sekitar.
Di pertengahan jalan, kami dihadang hujan deras sehingga kami terpaksa singgah untuk berteduh di sebuah Pos satpam. Ketika sampai di tempat tujuan, bendahara kami mengurus biaya tiket masuk.
Adapun biaya tiketnya seharga Rp 12.500,- per orang. Kegiatan di tempat wisata Air Terjun tersebut berlangsung sekitar dua jam lebih. Di sana kami bisa menikmati pemandangan alam dan air terjun yang cukup menarik, dan tidak lupa kami mengabadikan momen langka tersebut. Kemudian kami kembali ke Villa sekitar pukul 11.30 WIB. Ketika tiba di Villa, ternyata kami sudah ditunggu oleh Mgr. Agus beserta Bapak Nardi dan Ibu Femmy (pemilik Villa).
Mereka datang dari Surabaya menuju Villa. Kami pun sangat senang ketika berjumpa dengan mereka, dan langsung memberi salam dan hormat. Mgr. Agus pun memperkenalkan pasutri tersebut kepada kami, dan juga memperkenalkan kami kepada mereka. Kemudian kami makan siang bersama. Pada sore jam 15.00 WIB, Monsinyur bersama beberapa frater mulai memasak daging menurut versinya Monsinyur, yaitu masak daging dengan bumbu-bumbu khas Dayak.
Baca juga: Mengapa ada Spider Man pada Audiensi Umum Paus Fransiskus?
Hal yang menarik dari kegiatan masak tersebut ialah Monsinyur sudah menyiapkan bumbu-bumbu khusus yang dibawa dari Pontianak, salah satu bumbu legendarisnya ialah asam kandis. Pada malam harinya kami makan malam bersama, dilanjutkan dengan rekreasi bersama. Monsinyur dan Pastor Alex masing-masing mempersembahkan suara untuk berkaraoke. Sementara para frater sembari menunggu giliran untuk berkaraoke, ada yang bermain catur, remi, nonton film, dan ngobrol. Keakraban persaudaraan sangat terasa di antara kami.
Ramah tamah dalam satu keluarga
Minggu 13 Juni 2021, setelah sarapan kami bersiap untuk berangkat menuju kapel Griya Samadhi Yohanes Trawas. Kami berangkat pada pukul 09.00 WIB. Di Kapel tersebut, kami Misa bersama umat di Trawas. Umat yang hadir berjumlah sekitar 80 orang, berdasarkan muatan kapel yang telah diatur di masa Pandemi Covid-19. Adapun Selebran utamanya Mgr. Agustinus Agus, sementara konselebrannya Romo RD. Alexsius Alex dan Romo RP. Dwijoko, CM. Seluruh petugas liturgi diambil alih oleh para frater KAP, seperti Koor, Lektor, Organis, Pemazmur, dan Koster.
Baca juga: Tujuh Pesan Fatima: Penjelasan Kardinal Ratzinger (Paus Benediktus XVI)
Setelah Misa, kami mengabadikan momen kebersamaan tersebut dengan beberapa umat yang juga ikut berfoto bersama. Di sana juga hadir Romo RP. Andreas Kurniawan, OP. Kemudian kami kembali menuju ke Villa bersama beberapa Romo dan beberapa umat. Setiba di Villa, telah tersedia beberapa jenis makanan yang dijaga oleh Mas-nya di halaman depan Villa. Makanan yang tersedia tersebut berupa Sate Ayam, Bakso, dan makanan-makanan lainnya yang juga disediakan oleh pemilik Villa.
Di sela kami menikmati makanan yang tersedia, Mgr. Agus menyumbangkan suara emasnya dengan berkaraoke lagu-lagu kesukaannya. Begitu pula denga Pastor Alex dan para frater yang juga ikut menyumbangkan suara untuk menyemarakkan suasana siang itu.
Setelah acara ramah-tamah berakhir, kami pun bersiap-siap untuk kembali ke Malang. Pada pukul 14.00 WIB kami berangkat menuju Malang. Sebelum berangkat, rombongan kami yang akan ke Malang pamit sekaligus mengucapkan terima kasih serta mohon doa restu agar selamat sampai ke tujuan kepada Mgr. Agus. Kami semua bersalaman dengan beliau. Selain kepada Monsinyur, kami juga pamit dan mengucapkan terima kasih serta permohonan maaf kepada pemilik Villla, jika ada kekurangan atau pun hal-hal yang kurang berkenan di hati mereka selama kami menginap di Villa mereka.
Kebersamaan kami berpisah di Villa tersebut, rombongan kami yang kembali ke Malang menggunakan dua Bus ukuran sedang. Pastor Alex masih bersama kami menuju ke Malang. Sementara Monsinyur dan Romo Andre beserta pasutri pemilik Villa juga akan kembali ke Surabaya melanjutkan perjalanan menuju tempat tujuan masing-masing.
Kami yang kembali ke Malang sudah merencanakan akan singgah ke Seminari TOR untuk mengunjungi lima frater di sana. Setiba di TOR, kami disambut oleh Romo RP. Broto, SJ. dan Romo RD. Louis (Romo Rektor) beserta lima frater KAP di halaman depan Seminari.
Ada beberapa frater dari kami dan juga Pastor Alex ikut masuk bersama Romo Broto untuk melihat situasi dan kondisi baru Seminari sekaligus bernostalgia ketika masih menjalani formatio sebagai calon imam di TOR. Sementara para frater yang lainnya masih menunggu di halaman sambil bercerita dengan para frater TOR lainnya. Setelah melepas rindu satu sama lain kami pun segera kembali menuju Malang. Kami tiba di Seminari pada pukul 18.25 WIB.
Baca juga: Ucapan terima kasih Paus kepada mereka yang melayani Kristus pada orang miskin dan terpinggirkan
Senin 14 Juni 2021 pagi, para frater tingkat II bersama dengan Pastor Alex melakukan tes Swab PCR di RS Panti Nirmala. Siangnya, Pastor Alex bersama para frater Tingkat IV berkunjung ke Kota Batu untuk menikmati suasana kota dingin tersebut. Pada malam hari, kami para frater KAP bersama Pastor Alex makan malam bersama di aula Seminari.
Selain makan bersama, kami juga ngobrol santai mengenai dinamika kehidupan di Seminari Tinggi. Setelah itu kami kembali ke kamar masing-masing untuk packing karena keesokan harinya kami akan berangkat ke tempat tujuan masing-masing dan meninggalkan Seminari dalam jangka waktu yang cukup lama.
Selasa 15 Juni 2021 subuh, para frater tingkat II dan Pastor Alex berangkat ke Bandara Juanda menggunakan Travel untuk kembali ke Keuskupan. Sementara para frater tingkat III dan tingkat I berangkat liburan atau live in ke tempat tujuan masing-masing pada sore hari.
Adapun para frater tingkat IV akan berangkat menyususl sesuai tanggal keberangkatan mereka. Demikianlah serangkaian kegiatan persaudaraan kami para frater Keuskupan Agung Pontianak bersama Yang Mulia Mgr. Agustinus Agus dan RD. Alexius Alex.




