Friday, April 17, 2026
More

    Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus Ungkapkan Kurangnya Tenaga Imam

    MajalahDUTA.Com, Landak- Pertobatan haruslah disampaikan ke seluruh dunia. Hal ini diungkapkan Imam muda Diosesan Keuskupan Agung Pontianak, RD Fransiskus Peran dalam homilinya pada misa perdananya di Paroki Serimbu.

    Landak, Minggu 18 April 2021, di Gereja Katolik Santo Yohanes Maria Vianney Serimbu telah berlansungnya misa perdana dua imam muda Diosesan Keuskupan Agung Pontianak.

    Misa dihadiri juga oleh Mgr Agustinus Agus sebagai Uskup Agung Pontianak dan 9 imam Keuskupan lainnya.

    Dalam  bacaan bacaan suci pada minggu paskah ke 3, berbicara tentang kedatangan Kristus berkaitan dengan seruan pertobaan.

    Baca Juga: Mgr. Agustinus Agus Tegaskan: Jadilah Imam Pembawa Perubahan

    Pada bagian akhir Injil,  diterangkan bagaimana dalam nama Yesus seruan pertobatan dan pengampunan harus disampaikan ke semua bangsa.

    “Sehubungan dengan masa paskah ini kita merayakan kebangkitan Kristus dimana ini juga sebagai puncak iman kita,” kata RD Fransiskus Peran.

    Misa dipimpin oleh RD Victorius Reno dan RD Fransiskus Peran yang diikuti oleh puluhan umat sesuai dengan protokol kesehatan masa pandemi covid19.

    Dalam homili yang dibawa oleh RD Peran, ia mengatakan bahwa kebangkitan Yesus dari alam maut menjadi tanda bagi manusia, bahwa Yesus sungguh Allah yang menyelamatkan.

    “Sebagai manusia, kita kerap jatuh dlm berbagai godaan godaan yg membuat kita berdosa dan membuat relasi kita dengan Allah menjadi rusak. Meskipun kita telah dibaptis dan membaharui janji tersebut saat kita merayakan paskah, namun pada kenyataannya kita tetap bisa jatuh dalam dosa,” katanya.

    Baca Juga: Mgr. Agustinus Agus: Jadilah Imam yang Inovatif dan Memiliki Kemampuan Membaca Tanda Zaman

    Ia mengungkapkan bahwa hal itu merupakan sebuah realitas yang terjadi dalam kehidupan manusia selama masih berziarah di dunia.

    Karena Allah yang maharahim maka membuat memiliki sarana untuk selalu menyadari keadaan diri insaninya. Kesadaran ini menjadi sangat penting sehingga manusia dapat memahami dan mengerti akan makna seruan pertobatan dan pengampunan.

    Ia mengajak bahwa sebagai umat Allah, manusia yang percaya harus bangkit dari kedosaan dan bertobat. Buah pertobatan itu akan menuntun manusia untuk mampu memberikan pengampunann kepada siapa saja yang membutuhkan pengampunan.

    Selain itu, RD Peran mengajak dan meneguhkan umat dengan mengatakan bahwa setiap insan harus memiliki semangat pelayanan dan kesediaan terlibat dalam setiap aktivitas gereja.

    Sebab dengan itulah salah satu rangka mewujudkan iman secara nyata dalam kehidupan rohani sehari-hari.

    RD Peran mengajak semua umat untuk berusaha untuk mewartakan tentang pertobatan dan pengampunan dalam nama Yesus melalui tingkah laku secara nyata dalam kehidupan bermasyarakat.

    Serah terima Pastor Paroki Serimbu

    Hari yang berbahagia itu pula, Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus menyampaikan kepada umat Gereja Katolik Santo Yohanes Maria Vienny Serimbu, bahwa RD Saut Maruli Tua yang merupakan pastor paroki yang ke empat setelah RD Silvinus Anton, Pastor Paroki Pertama Serimbu dari tahun 2007-2014, kemudian pastor paroki ke dua yakni RD John Rustam dari 2014-2016, pastor paroki ke tiga yakni RD Herbertus Hermes Abet dari 2016-2018 dan RD Saut Maruli Tua menjadi pastor paroki dari 2018-2021 kini digantikan oleh RD Apololinus.

    Baca Juga: Tahbisan Dua Diakon Kongregasi CSE (Carmelitae Sancti Eliae)

    Surat keputusan dari Keuskupan Agung Pontianak terkait perpindahan tugas pastor paroki Serimbu dari RD Saut ke RD Apololinus yang sebelumnya sebagai Pastor Rekan di Paroki Bengkayang mulai berlaku pada Senin 19 April 2021.

    Hal itu Mgr Agustinus Agus umumkan dalam misa perdana RD Fransiskus Peran dan RD Victorius Reno di Paroki Serimbu Minggu pagi (18/04/2021).

    Kurang tenaga imam diosesan

    Dalam kesempatan itu pula Mgr Agus menyampaikan peranan imam Keuskupan sampai saat ini sangat diperlukan.

    Karena jika seorang imam ditahbiskan menjadi imam diosesan, maka ia akan mengapdi dan bertugas di Keuskupan dimana ia ditahbiskan. Imam diosesan sendiri adalah imam yang dikepalai oleh Uskup itu sendiri.

    “Kita masih butuh imam diosesan. Dengan  wilayah Keuskupan Agung Pontianak masih banyak, bahkan ada paroki yang hanya memiliki 2 tenaga imam terpaksa melayani ratusan kampung dalam satu paroki. Bukankah hal ini adalah tugas yang berat? Apalagi faktanya tenaga imam projo/diosesan Keuskupan Agung Pontianak masih terbilang kurang,” kata Uskup.

    Baca Juga: 

    Mgr Agus menceritakan bahwa imam tarekat juga sangat diperlukan dalam misi gereja di wilayah Keuskupan Agung Pontianak. Ia mengambil contoh Keuskupan Agung Jakarta yang hampir semua tarekat ada.

    Sebagai Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus juga bermimpi bahwa semua tarekat bisa bekerja dan melayani di wilayah Keuskupan Agung Pontianak. “Karena semakin banyak warna, semakin baik,” katanya.

    Usai misa perdana dan sekaligus serah terima pastor paroki baru. Seluruh imam yang hadir diajak untuk foto bersama dan umat diundang santap siang bersama di Susteran SMFA samping gereja. (L).

    Related Articles

    spot_img
    spot_img

    Latest Articles