MajalahDUTA.Com, Pontianak- Tiba-tiba, aku mendapatkan diriku berada di tempat yang gelap, dalam dan bau, kamu dapat mendengar suara banteng, ringkik keledai, auman singa, desis ular, suara-suara membingungkan, dan halilintar yang membuat suasana bertambah ngeri dan menakutan.
Aku melihat kilatan api dan asap tebal. Aku berteriak minta tolong, tapi tidak terjadi apa-apa!
Sepertinya aku melihat sebuah gunung besar yang seluruhnya tertutup ular, ular dan reptil terjalin menjadi satu, satu sama lain tidak saling kenal, dan dalam jumlah tak terhitung banyaknya.
Di bawah mereka, aku mendengar kutukan dan suara mengerikan, aku menoleh ke malaikat-malaikatku, bertanya kepada mereka suara apa itu, dan mereka memberitahu bahwa ada banyak jiwa terkutuk, dan tempat ini adalah penjara mereka.
Baca Juga: Cerita Inspiratif dari Pertapa & Petani
Pada titik ini, gunung besar itu seketika terbuka, dan aku sepertinya melihat seluruhnya dipenuhi dengan iblis dan jiwa terkutuk!
Dalam jumlah besar! Jiwa terkutuk dan iblis terjebak bersama-sama seolah-olah mereka adalah satu kesatuan, iblis dan jiwa-jiwa terkutuk terhubung dengan rantai api meskipun setiap jiwa memiliki begitu banyak iblis yang tak terhitung jumlahnya.
Pemandangan yang aku lihat ini tak dapat digambarkan, tetapi aku dapat memahaminya, namun aku tidak bisa mengatakan seperti apakah itu.
Tiba-tiba aku diangkut ke gunung lain di mana banteng dan kuda secara terus menerus bersatu dalam kebuasan yang tidak terkendali.
Iblis-iblis ini mengeluarkan api dari mata, mulut dan hidung mereka, mereka memiliki pedang dan gigi yang tajam yang tampaknya melahap dan mengunyah benda-benda menjadi serpihan-serpihan.
Lalu tiba-tiba aku menyadari bahwa ini adalah jiwa-jiwa terkutuk lewat terjangan mereka yang menendang dan melahap jiwa-jiwa lain, betapa mengerikan. Tanpa pernah berhenti dan berlangsung selamanya. Kemudian aku melihat gunung-gunung lain dengan siksaan yang paling kejam, tetapi tidak mungkin untuk dijelaskan, dan pikiran manusia tidak akan pernah dapat memahaminya.
Di tengah-tengah tempat ini, ada tahta mengerikan, tinggi, lebar, dan tersusun dari iblis! Ada perjuangan mengerikan, di tengah-tengah ada setan-setan yang meringis ketika iblis-iblis yang membentuk tenggorokan mengerikan ini selalu bertikai satu sama lain.
Tahta ini terdiri dari sebagian besar iblis, kepalanya dan pemimpinnya. Disinilah duduk Lucifer, yang menakutkan, mengerikan. Ya Tuhan! Bagaimana menggambarkan kengerian seperti itu! Lebih mengerikan dan lebih buruk dari semua iblis lainnya.
Setan tampaknya memiliki kepala sebesar ratusan kepala, dan dipenuhi dengan paku yang sangat panjang di atas masing-masing kepala, ada yang seperti mata, besar seperti kepala ternak, yang mengirimkan panah api membakar seluruh neraka.
Baca Juga: Misa Syukur Imamat ke-16 Romo Robini, OP
Dan meskipun ini adalah tempat yang sangat besar yang terdiri dari jiwa-jiwa terkutuk dan iblis yang tak terhitung banyaknya, semua dapat melihat Lucifer tanpa terhalang, di mana pun mereka disiksa, Lucifer selalu terlihat oleh semuanya, dan semua yang di neraka menderita siksaan yang sama ketika melihat Lucifer. Lucifer melihat semuanya, dan semua melihat dia.
Di sini, malaikat-malaikatku, membuatku mengerti bahwa, sebagaimana di surga, pandangan atas Tuhan, berhadapan muka dengan muka, membuat semua orang bahagia dan terberkati.
Demikian juga mereka yang di neraka, selamanya akan memiliki wajah buruk Lucifer, monster kejam ini. Mereka melihat Lucifer, berhadapan muka dengan musuh Allah sepanjang waktu ini dalam kengerian abadi, dan kehilangan Tuhan untuk selama-lamanya, mereka hanya akan mengenal kengerian.
Lucifer begitu menonjol sehingga semua yang terkutuk itu selalu dapat melihatnya dalam kengerian. Lucifer mengutuk dan menghujat semuanya, semuanya dikutuk dan dikutuk, dan hal itu menghantui dan menyiksa mereka semua untuk selama-lamanya. Untuk berapa lama?
Aku bertanya kepada para malaikatku, dan mereka menjawab: selamanya, dalam keabadian. Ya Tuhan! Aku tak dapat berkata apa-apa atas apa yang telah aku pelajari dan membuatku mengerti, kita tidak memiliki kata-kata dalam bahasa manusia untuk memahami hal ini.
Di sini, sekarang, aku melihat sesuatu yang membuatku dipenuhi kengerian, yaitu bantal dari tahta Lucifer, dimana dia menduduki tahta itu. Bantal itu adalah jiwa Yudas! Dan di bawah kaki Lucifer ada bantal yang sangat besar, semua terkoyak dan mengerikan.
Aku dibuat untuk memahami bahwa ini adalah jiwa-jiwa dari para rohaniwan jahat yang melakukan tugas mereka dalam Gereja Tuhan kita, secara buruk dan suam-suam kuku; tiba-tiba tahta itu terbuka dan aku melihat di antara banyak iblis yang berada di bawah tahta, sejumlah besar makhluk yang tampaknya seperti binatang.
Lalu aku bertanya kepada para malaikatku: Siapakah ini? Dan mereka memberitahu bahwa mereka adalah para uskup, kepala Gereja, dan para pimpinan religius.
Ya Tuhan! Setiap jiwa menderita, semua jiwa terkutuk saling menyiksa satu sama lain, dan sepertinya aku dibuat untuk memahami bahwa keberadaanku di sana merupakan siksaan bagi semua iblis! Dan bagi semua jiwa di neraka.
Namun aku tidak hanya didampingi oleh para malaikatku, tetapi aku juga didampingi secara tersamar oleh Bundaku terkasih, Maria tersuci, karena tanpa dia, aku telah mati ketakutan.
Aku tidak akan mengatakan lebih banyak lagi, karena aku tidak bisa berkata apa-apa. Semua yang aku katakan tidak ada apa-apanya, dan semua yang aku dengar dari para pengkhotbah di Gereja tidak ada apa-apanya.
Pikiran dan jiwa manusia tidak memiliki kemampuan untuk menggambarkan kengerian, penderitaan dan siksaan neraka.
Baca Juga: Aksi Peduli Bencana Banjir Badang Longsor NTT- Keuskupan Agung Pontianak
Perjalanan ke tempat mengerikan ini sangatlah baik, membuat aku dapat memutuskan untuk meninggalkan segala-galanya dan melakukan tugas-tugasku sebagai orang Katolik dengan lebih sempurna karena aku sangat lalai saat ini.
Di neraka tersedia tempat bagi setiap orang, dan juga masih ada tempat bagiku, jika aku melakukan tugas-tugasku dengan buruk atau bahkan melakukan satu dosa berat tanpa Pengakuan Dosa. Semoga semuanya terjadi demi kemuliaan Allah, sesuai dengan kehendak Allah, bagi Allah, Tuhan!
Pada kesempatan lain aku dibawa kembali ke neraka dan kali ini iblislah yang memperlihatkan neraka bagiku.
“Sepertinya si penggoda menunjukkan kepada jiwaku neraka sedang dibuka, dan bahwa sebenarnya dia telah menempatkan jiwaku di dalamnya, dan hanya diperlukan satu dorongan kecil untuk menjebloskan aku ke dalamnya untuk selamanya. Tampaknya aku mendengar teriakan dan suara ratapan dari orang-orang terkutuk. Aku melihat monster neraka, banyak ular, banyak hewan buas, dan bau busuk serta api yang sangat panas, yang begitu besarnya sehingga tingginya tidak bisa diukur. Aku hanya bisa membandingkannya dengan jarak antara surga dan bumi. Sejauh ukuran tempat itu, orang tidak bisa melihat awal atau akhirnya, tempat itu sangat luas. Kamu dapat mendengar banyak hujatan dan kutukan terhadap Tuhan. Betapa menyedihkan. Betapa hal ini menyiksa jiwaku.”
Setelah itu aku diperlihatkan neraka sekali lagi: “Pada saat itu aku sekali lagi diperlihatkan neraka terbuka; dan tampaknya banyak jiwa turun ke sana, mereka begitu buruk dan hitam sehingga mereka membuatku ngeri. Mereka semua turun dengan tergesa-gesa, satu demi satu, dan begitu mereka memasuki jurang-jurang itu, tidak ada apapun yang bisa dilihat selain api dan api.”
Baca Juga: Dalam Waktu Dekat Keuskupan Agung Pontianak akan Memiliki Universitas Katolik
Hal ini membuat aku mempersembahan diriku sebagai silih demi Keadilan Ilahi: “Ya Tuhanku, aku persembahkan diriku untuk berdiri di sini sebagai sebuah pintu, sehingga tidak ada yang boleh masuk ke sana dan kehilangan Engkau.” Lalu aku mengulurkan tanganku dan berkata, “Selama aku berdiri di ambang pintu ini, tidak ada yang bisa masuk. Wahai jiwa-jiwa, kembalilah! Ya Tuhan, aku tidak meminta apapun dari-Mu kecuali keselamatan para pendosa. Kirimkan aku lebih banyak rasa sakit, lebih banyak siksaan, lebih banyak salib!”
Perawan Maria Yang Terberkati berbicara kepada Veronica tentang perjalanannya ke Neraka dengan berkata, “Ketika kamu berkeliling neraka, kamu menjumpai siksaan dan para penyiksa di setiap langkah; tapi saat itu ketika kamu menghampiri kursi Lucifer, kamu ketakutan melihat begitu banyak jiwa berada di kursi Lucifer. Inilah pusat neraka dan dilihat oleh semua orang terkutuk, oleh semua iblis, dan pemandangan ini menyebabkan mereka semua menderita. Aku juga memberitahu kamu bahwa dengan cara yang sama, pandangan atas Allah di surga merupakan surga itu sendiri; dibawah sana di neraka, pandangan atas Lucifer merupakan neraka itu sendiri.”
Perawan Maria Terberkati juga memberitahu Veronica, “Banyak yang tidak percaya neraka itu ada, dan aku katakan, bahkan dirimu sendiri, yang telah berada di sana, tidak memahami apa-apa tentang neraka.” (L) Sumber: FP SSPX




