DUTA – Bengkayang, ISB | Rabu, 18 September 2024 – Tim Pengabdian Masyarakat yang terdiri dari para Dosen dan Mahasiswa dari Institut Shanti Bhuana Bengkayang, melakukan pendampingan kepada siswa dan Guru di SDN 01 Bengkayang Kalimantan Barat.
Pelaksanaan pendampingan ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pelaksanan program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila(P5) yang saat ini sangat gencar dilakukan oleh pemerintah untuk diimplementasikan di sekolah, karena merupakan bagian integral dari pelaksanaan kurikulum merdeka.
Ketua tim pengabdian masyarakat, Siprianus Jewarut S.S., M.Pd pada kesempatan tersebut mengungkapkan bahwa pelaksanaan pendampingan ini bertujuan agar para siswa dan Guru memiliki pengalaman dan pengetahuan baru dalam menerapkan program P5.
“Kita lakukan pendampingan agar mitra memiliki pengalaman dan pengetahuan baru tentang pelaksanaan P5 di sekolah. Karena semakin banyak pengalaman dan pengetahuan tentu saya pelaksanaan program akan semakin kreatif dan penuh inovasi,”demikian kata Sipri.
Ia menjelalskan bahwa dalam pelaksanaan pendampingan tersebut tim berupaya menggali potensi pangan lokal berupa komoditas jagung.
“Kenapa jagung? Karena jagung, merupakan komoditas unggulan di Kabupaten Bengkayang. Setiap tahunnya hasil panen jagung di Bengkayang cukup melimpah. Maka kreasi olahan jagung dan pemanfaatan limbah jagung menjadi agenda pendampingan,” jelasnya.
Efektifkan Penerapan Program P5 di Sekolah, Tim Dosen ISB Lakukan Pendampingan (2024)
Lebih lanjut, dia berharap agar tahapan pendampingan yang dilakukan oleh tim saat ini memberikan kontribusi yang baik bagi mitra dalam hal ini SDN 01 Bengkayang agar bisa lebih berkreasi dalam melaksanakan program P5 di sekolah.
Dalam pelaksanaan pendampingan para siswa dan tim Guru SDN 01 Bengkayang sangat antusias mengikuti pendampingan tersebut. Sementara tim pendamping yang hadir pada saat itu diantaranya Bapak Siprianus Jewarut, S.S., M.Pd, Usman, S.E., M.M., Margaretha Lidya Sumarni, S.Pd., M.Pd, Felisitas Viktoria Melati, S.S., M.Pd dan Mahasiswa. [S]
Konselor General Ordo Saudara Dina Kapusin untuk Wilayah Asia Pasifik (2024)
DUTA | Pontianak, Selasa 10 September 2024— Pastor William Chang OFMCap, yang juga menjabat sebagai Vikjen Keuskupan Agung Pontianak, telah resmi terpilih menjadi Konselor General Ordo Saudara Dina Kapusin untuk Wilayah Asia-Pasifik (PACC).
Pemilihan ini diumumkan oleh Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus, pada Jumat, 6 September 2024.
Pastor William Chang menggantikan Mgr Victorius OFMCap, yang kini menjabat sebagai Uskup Keuskupan Banjarmasin.
Mgr Agustinus Agus mengungkapkan rasa syukurnya atas terpilihnya Pastor William Chang, dan menyebutnya sebagai sosok yang tepat untuk posisi ini.
Ucapan dari Uskup Agustinus (2024)
“Pengalamannya selama bertahun-tahun sebagai Rektor STT Pastor Bonus Pontianak tentunya memperkaya dan menjadi modal besar dalam menjalankan tugas sebagai Konselor General,” ujar Uskup Agustinus dalam pernyataannya.
Pastor William Chang, yang telah lama berkiprah dalam pendidikan teologi dan pelayanan gerejawi, dipandang memiliki pengalaman dan kepemimpinan yang sangat berharga untuk menghadapi tantangan di wilayah Asia-Pasifik.
Mgr Agustinus Agus juga menyampaikan dukungannya kepada Pastor William Chang. “Saya mendukungnya dengan doa-doa saya, dan berharap dia dapat membawa semangat pelayanan yang lebih besar dalam tugas barunya,” tutup Uskup Agustinus.
Pastor William Chang tentunya diharapkan dapat melanjutkan tradisi pelayanan Kapusin dengan bijaksana, sambil terus mempererat kerjasama dengan komunitas-komunitas Fransiskan di Asia-Pasifik. (S).
(Sumber: Wawancara Mgr Agustinus Agus – Keuskupan Agung Pontianak)
MAJALAHDUTA.COM, Jakarta | 3 September 2024 – Setelah tiba di Indonesia, Paus Fransiskus langsung menuju Kedutaan Besar Vatikan di Jakarta Pusat.
Di sana, beliau disambut oleh sejumlah pengungsi, anak-anak, dan biarawan biarawati.
Salah satu momen paling berkesan adalah pertemuan Paus dengan lima anak dari Panti Asuhan Pondok Si Boncel, Lenteng Agung, yang sangat bersemangat dan bahagia menerima cendera mata berupa Rosario langsung dari Paus.
Dirilis dari akun ‘X’ Father Fedric Fornos SJ dituliskan ” Sang Paus disambut “oleh Layanan Jesuit untuk Pengungsi, serta oleh anak-anak yatim piatu yang diasuh oleh para suster Dominikan, dan oleh orang-orang tua, pengungsi, dan tunawisma yang didukung oleh Komunitas Sant’Egidio.”
Dalam wawancara eksklusif dengan tim Metro TV, Suster Maria Lusia Kusrini OP dan Suster Maria Elisabeth Yahya Budiarti OP berbagi pengalaman mereka dan momen-momen spesial dari pertemuan tersebut.
Suster Maria Lusia Kusrini OP menjelaskan, bahwa mereka merasa terharu bahagia. Menurutnya, Paus Fransiskus sungguh menunjukkan perhatiannya yang mendalam kepada anak-anak.
“Kami merasa sangat terharu dan bahagia. Paus Fransiskus menunjukkan perhatian yang mendalam kepada anak-anak. Mereka diberi kesempatan untuk diberkati dan salaman, bahkan ada yang dipeluk. Momen ini sangat berarti bagi kami, terutama karena sudah lama direncanakan namun tertunda beberapa kali karena kondisi kesehatan Paus,” kata Suster Lusia OP.
Paus Fransiskus Bertemu Anak Yatim asuhan Suster Dominikan (2024)
Felix, salah seorang anak dari Panti Asuhan Pondok Siboncel, dengan ceria menceritakan pengalamannya. “Saya sangat senang! Kami bernyanyi bersama Paus dan beliau memberkati kami. Rasanya luar biasa bisa dipeluk dan diberi Rosario langsung oleh Paus,” ujarnya.
Suster Maria Elisabeth Yahya Budiarti OP menambahkan, bahwa mereka mendapat undangan itu adalah berkat hubungan baik dengan Kedutaan Vatikan.
“Kami mendapatkan undangan ini berkat hubungan baik dengan Kedutaan Vatikan. Paus Fransiskus memang dikenal sangat menyukai anak-anak. Meskipun kami memiliki banyak anak-anak, hanya beberapa yang terpilih untuk kesempatan ini melalui undian.”
Suster Elisabeth juga menjelaskan suasana pertemuan yang sangat emosional.
“Saya merasa sangat terharu hingga meneteskan air mata. Pertemuan ini adalah momen yang sangat spesial setelah penundaan lama karena sakitnya Paus. Beliau menyempatkan diri untuk berbicara dengan para pengungsi dan anak-anak meskipun waktu yang tersedia sangat singkat,” kata Suster Elisabeth.
Selama pertemuan, Paus Fransiskus juga berinteraksi dengan sejumlah pengungsi dari berbagai negara yang diampu oleh para Romo Jesuit.
Beliau memberikan Rosario kepada semua yang hadir sebagai simbol berkat dan kasih sayangnya.
Saat ini, Paus Fransiskus akan beristirahat di Kedutaan Besar Vatikan sebelum melanjutkan serangkaian agenda pada hari Rabu dan Kamis. Setelah itu, beliau dijadwalkan untuk melanjutkan kunjungan apostoliknya ke Papua Nugini dari Jakarta.
Laporan eksklusif ini diambil dari bahan liputan Metro TV mengenai pertemuan Sri Paus Fransiskus dengan anak-anak dan pengungsi yang berada di Jakarta. [S].
MAJALAHDUTA.COM, Jakarta | 3 September 2024 — Menteri Agama Republik Indonesia, Yaqut Cholil Quomas, menyambut kedatangan Paus Fransiskus ke Indonesia dengan sukacita dan bangga.
Dalam pernyataannya di Jakarta pada Selasa (03/09/2024), Yaqut menyampaikan rasa syukur atas kunjungan apostolik Paus Fransiskus yang merupakan kunjungan pertama setelah 35 tahun.
“Selamat datang di bumi Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika. Kita semua berbahagia dan berbangga hati karena Indonesia diberkati dengan kehadiran Paus Fransiskus.
Ini adalah kunjungan apostolik setelah 35 tahun,” ujar Yaqut kepada wartawan.
Dalam pertemuan singkat di Bandara Soekarno-Hatta, Paus Fransiskus menyampaikan pesan penting mengenai dialog antariman.
Menteri Agama Republik Indonesia Yaqut Cholil Quomas di hadapan wartawan usai sambut Paus Fransiskus, Selasa (03/09/2024). Foto : Screenshot Youtube (2024)
Menurut Yaqut, Paus menekankan bahwa dialog antariman merupakan langkah penting dan kunci bagi toleransi serta perdamaian dunia.
“Dialog antariman adalah kunci sukses perdamaian bukan hanya bagi dunia tetapi juga antarumat manusia. Ini adalah pesan penting beliau,” tambah Yaqut.
Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia adalah bagian dari perjalanan apostolik yang dijadwalkan berlangsung selama 12 hari, dari 3 hingga 13 September 2024.
Selain Indonesia, Paus Fransiskus akan mengunjungi Papua Nugini, Timor Leste, dan Singapura.
Kunjungan ke Indonesia dimulai dari 3 hingga 6 September, diikuti dengan kunjungan ke Port Moresby dan Vanimo di Papua Nugini pada 6-9 September, Dili di Timor Leste pada 9-11 September, dan diakhiri dengan kunjungan ke Singapura pada 11-13 September.
Indonesia merupakan negara pertama dalam rangkaian kunjungan Paus Fransiskus. Kunjungan ini menjadi yang ketiga kalinya bagi seorang Paus ke Indonesia.
Paus Santo Paulus VI adalah paus pertama yang mengunjungi Indonesia pada 3-4 Desember 1970, diikuti oleh Paus Santo Yohanes Paulus II pada 9-14 Oktober 1989.
Kini, setelah 35 tahun, Paus Fransiskus menyambung tradisi kunjungan apostolik ke Indonesia.
Esok hari, Paus Fransiskus dijadwalkan untuk melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo dan mengikuti dialog antaragama di Masjid Istiqlal sebagai manifestasi dari pesan yang disampaikan tentang pentingnya dialog antariman. [S].
Selamat Datang Bapa Suci: Paus Fransiskus Tiba di Jakarta untuk Kunjungan Bersejarah ke Asia dan Oseania (2024) - KOMSOS KWI
MAJALAHDUTA.COM| Jakarta 3 September 2024 – Paus Fransiskus akhirnya tiba di Jakarta setelah lebih dari 13 jam perjalanan dengan pesawat kepausan.
Kunjungan ini menandai Perjalanan Apostoliknya yang ke-45 ke luar negeri dan merupakan perjalanan terpanjang selama masa kepausannya, mencakup Indonesia, Papua Nugini, Timor Leste, dan Singapura.
Pesawat kepausan ITA-Airways, yang membawa Bapa Suci dan rombongan pers, mendarat beberapa menit lebih awal di Bandara Internasional Jakarta Soekarno-Hatta sekitar pukul 11:19 WIB.
Penerbangan dari Bandara Internasional Fiumicino di Roma dimulai pada pukul 17:32 waktu setempat pada hari Senin sore.
Sesampainya di Jakarta, Paus Fransiskus disambut dengan hangat oleh para pejabat dan umat Katolik setempat.
Meskipun hari Selasa akan digunakan untuk istirahat tanpa acara publik, pada hari Rabu, Bapa Suci akan memulai agenda kunjungan intensif selama 12 hari di ibu kota dan beberapa lokasi lainnya.
Selama tiga malam di Jakarta, Paus Fransiskus akan terlibat dalam berbagai kegiatan.
Di antaranya adalah pertemuan antaragama di Masjid Istiqlal, sebuah simbol penting dalam dialog antaragama di Indonesia, serta perayaan Misa bagi umat Katolik di negara tersebut.
Kunjungan ini mencerminkan komitmen Paus untuk mempromosikan persaudaraan manusia dan dialog antaragama, sesuai dengan ajaran dalam ensikliknya, FratelliTutti.
Indonesia, dengan populasi mayoritas Muslim terbesar di dunia, memiliki sekitar 8 juta umat Katolik dari total 280 juta penduduk.
Selamat Datang Bapa Suci: Paus Fransiskus Tiba di Jakarta untuk Kunjungan Bersejarah ke Asia dan Oseania (Sumber KOMSOS KWI – 2024)
Negara ini dikenal sebagai model toleransi dan koeksistensi antaragama, dan kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat nilai-nilai tersebut.
Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo dari Jakarta, dalam wawancara dengan Vatican News, menyatakan bahwa Indonesia memiliki tradisi koeksistensi yang unik, di mana pernikahan antaragama dan latar belakang keagamaan campuran sering terjadi.
Hal ini menjadikan kunjungan Paus Fransiskus sangat relevan dengan motto kunjungannya: ‘Iman, Persaudaraan, Kasih Sayang.’
Setelah Jakarta, Paus Fransiskus akan melanjutkan perjalanannya ke Papua Nugini, Timor Leste, dan Singapura, di mana dia akan disambut oleh para Kardinal, termasuk tiga Kardinal yang diangkat oleh Paus Fransiskus sendiri.
Kunjungan ini merupakan bagian dari cinta Bapa Suci untuk memperkuat hubungan internasional dan mendukung dialog antaragama di kawasan Asia dan Oseania. (S).
MAJALAHDUTA.COM|Singkawang, 3 September 2024 – Dengan penuh rasa duka, kami menginformasikan bahwa Suster Serafin Daros OSCCap telah meninggal dunia pada pagi hari ini sekitar pukul 05.00 WIB di Singkawang.
Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam bagi seluruh komunitas.
Suster Serafin, yang lahir di Ambawang pada 1 November 1932, telah mengabdikan hidupnya dalam pelayanan dan pengabdian kepada Tuhan.
Motto panggilannya, “Jiwaku Haus akan Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh memandang wajah Allah.” (Mazmur 42:3), mencerminkan komitmen dan iman yang kuat sepanjang hidupnya.
Sumber: KOMSOS Singkawang
Misa Requiem untuk Suster Serafin akan dilaksanakan pada hari Rabu, 4 September 2024, pukul 10.00 WIB di Gereja St. Fransiskus Assisi Singkawang.
Diundang pula seluruh umat untuk hadir dalam misa tersebut sebagai bentuk penghormatan terakhir dan doa bagi beliau.
Para Suster OSCCAP juga mengajak semua pihak untuk memberikan dukungan kepada para Suster Kapusines dalam doa dan menghantar suster termasuk dalamnya pelaksanaan pemakaman Suster Serafin.
Dukungan umat akan sangat berarti dalam menghadapi peristiwa duka ini.
“Kami semua mendoakan agar Suster Serafin beristirahat dalam kebahagiaan abadi di surga. Selamat jalan, Suster Serafin Daros OSCCap,” KOMSOSKAP. *S.
Foto saat ia berada di Kapel makam Santo Fransiskus Assisi, Italia (2024)
MAJALAHDUTA.COM | Padang Bulan, Medan pada tanggal 23 Agustus 2024, Pater Fictorium Natanael Ginting, OFMConv, yang juga menjabat sebagai Vikaris Paroki di Paroki St. Fransiskus Assisi Padang Bulan, Medan, serta Pendamping Rohani OFS Nasional dan anggota JPIC OFMConv, menyampaikan renungan hari Jumat 23 Agustus 2024 mengenai kasih Allah dalam momen reflektif di Kapel makam Santo Fransiskus Assisi, Italia.
Dalam renungannya, Pater Natanael menekankan betapa Allah selalu berbelas kasih dan mengasihi manusia dengan kemurahan hati yang tiada batas.
Dia mengingatkan umat Katolik untuk terus menerus hidup dalam kasih—baik kepada Allah maupun sesama, sesuai dengan hukum utama yang diutarakan oleh Kristus.
“Kita diundang untuk terus datang kepada Yesus, menerima kasih-Nya, dan belajar dari kasih-Nya yang tanpa batas. Dengan demikian, kita juga akan mampu mengasihi sesama kita, bahkan mereka yang membenci dan menyakiti kita,” tulis Pater Natanael (23/08).
Mengutip St. Agustinus, Pater Natanael menegaskan bahwa ukuran kasih adalah mengasihi tanpa batas, dan ukuran tersebut adalah kasih Yesus sendiri yang tak terhingga.
“Mari kita mulai dan terus-menerus mengasihi tanpa batas,” ajaknya. “Pax et bonum.”
Renungan ini diabadikan dalam sebuah foto yang menampilkan Pater Natanael di Kapel makam Santo Fransiskus Assisi, sekaligus sebagai semiotika tentang teladan Santo Fransiskus Assisi yang melebur dengan cinta Allah.
By. Samuel – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak.
Lomba Koor di STT (Sanitas Choir) FKES San Agustin (2024)
MAJALAHDUTA.COM, Media Center San Agustin|Pontianak, Jumat 23 Agustus 2024 – Kampus San Agustin, lahir sebuah melodi baru yang terdengar, apa itu?
Kenalkan ini adalah UKM Sanitas Choir.
“Saya benar-benar dididik juga merasa berubah lebih baik dari segi karakter dan mental,” kata Wahyu Septa Christianto sebagai ketua dari UKM Sanitas Choir dalam wawancara kamis 22 Agustus 2024 di Media Center San Agustin.
Berjalan beriringan dengan teman sejawat, mereka tetap semangat dan memiliki dedikasi membara, untuk berjuang agar UKM paduan suara yang telah mengukir namanya di panggung akademik dan spiritual dalam waktu singkat tidak hilang memudar.
Setidaknya itulah pengakuan dari Wahyu bersama dua rekannya Elvia Esti Normayanti sebagai wakil, juga Arisa Bibiana sebagai bendahara.
Dalam wawancara siang, Arisa mengisahkan meskipun baru berusia beberapa bulan, Sanitas Choir telah membuktikan bahwa mereka adalah lebih dari sekadar kelompok paduan suara; mereka adalah komunitas yang harmonis, berkomitmen untuk menyebarluaskan pesan kebersamaan dan pelayanan.
“Ditengah kesibukan dan kepadatan FKES San Agustin ini, justru dengan mengikuti kegiatan ini saya merasa dikuatkan bahkan kalaupun ada masalah, karena bertemu dengan rekan tim kami bisa mengalihkannya dengan lebih positif. Itulah alasan saya mengatakan bahwa justru dalam kepadatan ada kelegaan,” urai Arisa, (22/08).
Ketua: Wahyu Septa Christianto, Wakil: Elvia Esti Normayanti, Bendahara: Arisa Bibiana (2024) Ruang Media Center San Agustin
Perjalanan Sanitas Choir
Sanitas Choir memulai perjalanan resminya pada 2 November 2023, mengisi celah yang ada dalam kehidupan kampus dengan nada-nada penuh semangat.
Wahyu bersama Arisa dan Esti, mengatakan bahwa nama “Sanitas”, yang diambil dari kata Latin untuk kesehatan, tidak hanya mencerminkan latar belakang kesehatan dari anggotanya tetapi juga mencerminkan tujuan mereka untuk menjaga kesehatan melalui seni vokal.
Melodi mereka adalah simbol harmoni antara tubuh dan jiwa, sesuai dengan ajaran St. Yohanes Paulus II tentang Theology Of The Body.
Di belakang layar kesuksesan Sanitas Choir, terdapat tim kepengurusan yang memimpin dengan semangat dan visi yang tajam.
Wahyu Septa Christianto, ketua berusia 20 tahun dari Sekadau, mengemban tanggung jawab pada UKM Sanitas Choir untuk pertama kalinya. Dia dalam perannya, tidak hanya memimpin tim untuk menggerakkan latihan tetapi juga berupaya agar anggotanya dengan komitmen kuat terhadap menikmati proses dalam UKM tersebut.
Sedangkan Elvia Esti Normayanti, wakil ketua berusia 21 tahun dari Bengkayang, dan Arisa Bibiana, bendahara berusia 19 tahun dari Sekadau, turut serta menyumbangkan kesediaan waktu dan pikirannya dalam mengelola kegiatan dan memastikan bahwa setiap sesi latihan berjalan lancar.
Pengakuan menarik dari Esti bahwa menurutnya kepadatan waktu kuliah dan praktik menuntutnya untuk berlatih dan mengembangkan manajemen waktu saat membagi konsistensi latihan yang beriringan dengan perjuangan akademik.
Namun yang pasti dilain sisi Esti mengaku senang untuk melayani, Tuhan.
“Kebersamaan, melatih vokal, belajar not, dan bekal untuk keterampilan dalam masyarakat tanpa kami sadari bahwa kami sudah melatih itu semua, misalnya dengan tampil diberbagai gereja besar di Pontianak,” kata Esti, (22/08).
Dia berharap agar UKM tetap terus berkembang dan ke depan lebih baik dari sebelumnya, sehingaa apa yang dimulai dapat diteruskan.
Lanjut dari itu, Esti juga mengungkapkan bahwa justru selama mengikuti kegiatan koor itu, dia mengalami kelancaran dari segi akademik, tugas praktik dan mendapat kelegaan batin dalam pelayanannya.
“Kemarin, dalam masa kuliah dan latihan koor saya mengalami kelancaran dalam pelayanan Tuhan. Apa saja dalam Tuhan selalu lancar dan baik,” kata Esti, (22/08).
Wawancara di Media Center San Agustin (2024)
Keterampilan yang dibentuk dengan Cermat
Latihan Sanitas Choir berlangsung pada Selasa, Kamis, dan Jumat dari pukul 16.30 hingga 18.00, sebuah jadwal yang dirancang untuk memaksimalkan produktivitas sambil tetap menjaga keseimbangan dengan tuntutan akademis.
Salah satu diantaranya adalah Yustinus Trio Nandito, pelatih yang berpengalaman dari STAKATN, membantu anggota dengan teknik vokal dan mendidik tim dalam seni paduan suara.
Menurut Wahyu, dalam setiap sesi latihan, anggota tidak hanya belajar cara bernyanyi dengan baik tetapi juga bagaimana bekerja sama dalam harmoni, membentuk sebuah kesatuan suara yang memikat.
Berdasarkan paparan kisah yang mereka bertiga sampaikan, bahwa dalam waktu singkat, Sanitas Choir telah meraih prestasi yang membanggakan.
Mereka berhasil meraih juara II dalam lomba paduan suara di STT Pastor Bonus, bersaing dengan lima fakultas terkemuka di Kota Pontianak.
Prestasi ini tidak hanya mencerminkan kemampuan vokal yang luar biasa tetapi juga berkat latihan mental dan kerja sama yang telah ditanamkan dalam setiap latihan.
Wahyu menyatakan harapannya agar Sanitas Choir terus berkembang dan tidak terhenti di sini.
Dia menggarisbawahi pentingnya konsistensi dan semangat dalam menghadapi tantangan.
“Kami ingin memastikan bahwa Sanitas Choir akan bertahan dan berkembang ke generasi berikutnya. Jangan biarkan UKM ini bubar sebelum waktunya,” ujarnya, (22/08).
Sementara itu, Arisa menyoroti keunikan Sanitas Choir dalam membagi waktu antara latihan dan kuliah.
“Latihan yang konsisten membantu kami tidak hanya dalam keterampilan vokal tetapi juga dalam belajar bekerja sama. Kami berharap UKM ini terus berkembang dan menjadi lebih baik di masa depan,” kata Arisa, (22/08).
Pelayanan Koor di Katedral Pontianak (2024)
Sanitas Choir salah satu pintu promosi San Agustin
Pada 22 Oktober 2023, Sanitas Choir mengambil kesempatan untuk mempromosikan kampus dan diri mereka dengan tampil dalam misa.
Menurut pengakuan mereka, hal itu bukan hanya sekadar penampilan, tetapi juga bentuk pelayanan sekaligus memperkenalkan diri di hadapan komunitas gereja dan umat untuk menunjukkan bahwa ‘ini lho dari FKES San Agustin’.
Sanitas Choir berupaya pula untuk menjadi suara San Agustin, dengan komunitas yang memadukan seni, dedikasi, dan pelayanan dengan cara yang unik dan memikat.
Melodi dan alunannya terbukti bahwa mereka adalah sebuah kekuatan yang harmonis bersama ‘suara’ San Agustin untuk mewarnai hiruk-pikuk kaum muda bagi yang mau melanjutkan ke Universitas.
Langkah Strategis Meningkatkan Pendapatan Petani Sayur: Temuan Penelitian di Kecamatan Ngabang (2024)
MAJALAHDUTA.COM, Media Center San Agustin| Kamis, 22 Agustus 2024- Kecamatan Ngabang, sebuah daerah agraris yang dikenal dengan kesuburan tanahnya, memiliki potensi besar dalam pengembangan tanaman sayuran.
Sebagian besar penduduk setempat bergantung pada pertanian sayur-sayuran sebagai mata pencaharian utama.
Mereka memilih bertani sayur karena masa tanam yang relatif pendek—sekitar 30 hari—serta biaya produksi yang rendah.
Namun, sektor pertanian di wilayah ini menghadapi beberapa tantangan yang perlu diatasi untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
Identifikasi masalah dalam penelitian yang disusun oleh Pianus Tutuk Mahasiswa Agribisnis San Agustin menunjukkan beberapa kendala utama, termasuk keterbatasan lahan, modal, dan masalah cuaca serta serangan hama yang berdampak pada produksi sayuran.
Penelitian ini berfokus pada tiga aspek utama yang diyakini mempengaruhi pendapatan petani sayur di Kecamatan Ngabang: luas lahan, modal, dan jumlah produksi.
Langkah Strategis Meningkatkan Pendapatan Petani Sayur: Temuan Penelitian di Kecamatan Ngabang (2024)
Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh ketiga faktor tersebut, baik secara parsial maupun simultan, terhadap pendapatan usaha tani sayur.
Diharapkan bahwa hasil penelitian ini dapat memberikan wawasan teoretis dan praktis.
Secara teoretis, hasil penelitian akan memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu manajemen keuangan dalam konteks pertanian, sedangkan secara praktis, diharapkan penelitian ini memberikan informasi berharga bagi petani untuk mengelola usaha tani mereka dengan lebih efektif dan efisien.
Dengan demikian, diharapkan pendapatan petani sayur dapat meningkat, membantu mereka mengatasi tantangan yang ada, dan berkontribusi pada ketahanan pangan nasional.
Editor. S | Media Center San Agustin Disusun: Pianus Tutuk berdasarkan buku Muatan Lokal Kelas 6 SD.
MAJALAHDUTA.COM, Media Center San Agustin| Kamis, 22 Agustus 2024- Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo, yang lebih dikenal dengan nama San Agustin, baru saja meluncurkan jingle resmi terbaru mereka yang berjudul “KITA SAN AGUSTIN” melalui kanal YouTube resminya, San Agustin TV.
Lagu ini dirilis pada hari Rabu, 21 Agustus 2024.
Galdiyo dari Media Center San Agustin mengungkapkan bahwa lagu ini awalnya diciptakan sebagai jingle untuk acara Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) dalam program San Agustin Connect.
Namun, seiring berjalannya proses, lagu ini diputuskan untuk digunakan sebagai jingle resmi San Agustin. “Kami berharap lagu ini dapat digunakan dalam berbagai momen penting di kampus,” kata Galdiyo, (22/08).
Jingle PKKMB (Kita San Agustin) – 2024
Detail Lagu “KITA SAN AGUSTIN”
Ciptaan dan Komposer Musik: Gladiyo dengan artis yang dinyanyikan oleh sejumlah tokoh dari Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo, termasuk Wakil Rektor Umum Kunto Nurcahyoko, M.A., Wakil Rektor I Dr. Monika Widyastuti Surtikanti, M. Pd., Wakil Rektor III Sepriani Liliana, M. Pd.
Turut ikut pula sejumlah mahasiswa dan dosen dari berbagai fakultas, Paulinus Jang, M.M. (Wadir III AKUB GAK), Marsela Renasari Presty, M. Keb. (Kepala LPPM – Dosen Kebidanan), Yenni Letta (Mahasiswi AKUB GAK), Paulus Jody Setyawan (Mahasiswa AKUB GAK), Reinando (Mahasiswa FKIP), Krispina Eka (Mahasiswi FKIP), Naverdo Igay (Mahasiswa FST), Dewi Candra (Mahasiswi FKES), Arisa Bibiana (Mahasiswi FKES), Raimunda Anita Nage (Mahasiswi FKES).
Adapun yang menjadi komposer musik yakni, Gladiyo untuk videografer dan editor dipercayakan pada Ade Prastowo, untuk fotografer ditangani oleh Muso Untung dan Mikel.
Figuran: Termasuk Rektor Dr. J. Robini Marianto, S. Fil., M.A. OP, Sekjen Rupinus Kehi, S. Fil., Pr, Dekan FKIP Pradipta Annurwanda, M. Pd., dan Dosen Agribisnis Dr. Endang Solichin.
‘Kita San Agustin’ (2024)
Lirik Lagu
Lagu “KITA SAN AGUSTIN” menggugah semangat dengan lirik yang penuh energi:
San Agustin: bersiaplah! Berikan tawa singkirkan resah. Lantangkan dan jangan ragu! Teriakkan suara di hatimu.
Bridge:
Bersama temukan diri Dan raih semua mimpi Percaya satu dan lain Menyala San Agustin!
Reff:
Kita San Agustin! Nyalakan s’mangat yang tak akan padam. Kita San Agustin! Aku dan Kamu: Kita San Agustin!
‘Kita San Agustin’ – (2024)
Pesan Utama
Lagu ini mengajak seluruh civitas akademika San Agustin untuk bersama-sama menyalakan semangat dan meraih mimpi, dengan keyakinan bahwa semangat tersebut tidak akan padam.
Diproduksi oleh YPA Media Center dan San Agustin Creative, harapan besar Trio Kurniawan sebagai ketua tim tersebut bahwa lagu ‘Menyala San Agustin’ diharapkan dapat menyatukan seluruh anggota komunitas universitas dalam semangat kebersamaan dan optimisme untuk menyambung ‘asa’ depan cerah.
Kunto Nurcahyoko, M.A. (Wakil Rektor Umum) & Dr. Monika Widyastuti Surtikanti, M. Pd. (Wakil Rektor I) (2024)