Sunday, May 3, 2026
More
    Home Blog Page 140

    Uskup Agustinus akan Bangun Patung Maria Gaya Tionghua di Pemangkat

    Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.Com, Pemangkat- Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus akan bangun patung Bunda Maria gaya Tionghua di Paroki Pemangkat.

    Hal itu sudah dua kalinya Uskup Agustinus sampaikan kepada umat Paroki Santo Yosep Pemangkat.

    Informasi pertama disampaikan pada 2 November 2021 saat kunjungan misa arwah di Paroki Pemangkat. Kemudian untuk kedua kalinya pada 12 Desember 2021 saat kunjungan Uskup Agustinus ke satu-satunya gereja Stasi yang bernuansa Tiongkok yakni di Stasi Jawai Paroki Pemangkat.

    Gereja menghargai kebudayaan

    Menurut Uskup Agustinus pembangunan Patung Bunda Maria di kompleks pastoran paroki adalah tanda bahwa gereja Katolik juga memperhatikan umat paroki Pemangkat yang mayoritasnya adalah orang keturunan Tiongkok.

    Dengan dibuatnya simbol patung Bunda Maria gaya Tionghua Uskup Agustinus menegaskan bahwa gereja juga memperhatikan orang Tionghua yang selama ini dianggap “pendatang” dan termasuk suku yang minoritas.

    Sejalan dengan itulah alasan Gereja Stasi Jawai alias “Kasi’ dalam bahasa Hakka yang notabene umatnya keturunan Tiongkok mendirikan gereja dengan nuansa kental Tiongkok merupakan tanda gereja Katolik menerima kebudayaan setempat.

    “Karena paroki Pemangkat adalah mayoritas umat yang keturunan Tionghua dan dalam masyarakat Tionghua sendiri memiliki kebudayaan serta khas mereka, kenapa tidak kita angkat,” kata Uskup Agustinus.

    Our Lady of China oleh Lu Hung Nien (1924)

    Adapun rencana patung Bunda Maria yang akan di bangun oleh Uskup Agustinus adalah Our Lady of China yang dilukis oleh Lu Hung Nien (1924).

    Latar historis dari dari Penampakan Bunda Maria di China yakni bermula pada tahun 1900, Dong Lu merupakan sebuah desa kecil miskin di bagian utara China.

    Di daerah tersebut berdiam sekitar seribu umat kristiani. Saat pemberontakan boxer, Dong Lu jadi satu sasaran serangan karena para prajurit mau menghapus jejak-jejak kebudayaan barat termasuk para pengikut Kristus.

    Perempuan cantik berjubah putih

    Peristiwa yang bertepat pada April tahun 1900, para prajurit datang untuk menyerang Dong Lu.

    Dengan sekonyong-konyong tampak sesosok perempuan cantik berjubah putih muncul di langit. Cahaya terang mengelilingi perempuan itu.
    Sontak para prajurit mencoba menembakinya, tapi tak satu peluru pun yang mengenainya. Tak lama berselang, seorang penunggang kuda berlelubungkan lidah api turun mengusir mereka dari Dong Lu.

    Syukur kepada Bunda Maria

    Dari peristiwa itu, penduduk desa yang luput dari serangan itu beramai-ramai mengucap syukur dengan membangun sebuah gereja sederhana di tempat Bunda Maria menampakkan diri.

    Di situ ada Wu yang merupakan seorang imam. Ia meminta seorang pelukis untuk melukis Bunda Maria dan bayi Yesus. Gambar tersebut disimpan di gereja yang baru dibangun itu.

    Pada tahun 1924, Santa Perawan Maria dari Dong Lu secara resmi diakui sebagai Santa Perawan Maria dari China, dan tanggal 6 Mei dipilih sebagai hari peringatannya.

    Tahun 1951 gereja itu dihancurkan bersama dengan lukisan Bunda Maria dari China oleh pemerintah komunis China. Hingga sekarang Gereja Katolik di China melakukan aktivitasnya dengan sangat terbatas bahkan bersembunyi.

    Pada bulan Mei 1995, umat katolik dari seluruh China datang ke Dong Lu untuk merayakan pesta Bunda Maria Penolong Umat Kristiani.

    Dalam peristiwa tersebut tercatat sekitar 30.000 peziarah berkumpul di “Bukit Bunda Terbekati”. Misa itu dirayakan secara konselbrasi, dihadiri 4 uskup dan 100 imam.

    Kemudian setelah peringatan itu, pemerintah China menghancurkan tempat ziarah tersebut. Namun setiap tahun tetap ada umat yang datang ke sana untuk ziarah dan berdoa.

    Kapitel General di Filipina: Terpilih Periode Dewan Pimpinan General SFIC 2021-2025

    Jajaran Dewan Pimpinan General SFIC terpilih periode 2021-2025 - Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.Com, Pontianak- “Demi Cinta Allah: Panggilan Menjadi Saksi Kenabian dari Pengharapan, Persatuan dan Perdamaian”

    Demikian tema utama Kapitel General “Sororum Franciscalium ab Immaculata Conceptione a Beata Matre Dei” (SFIC) tahun 2021.

    Tema ini diinspirasikan dari kutipan Anggaran Dasar dan Cara Hidup Saudara-saudari Ordo Ketiga Regular Santo Fransiskus (ADHF) dan Konstitusi SFIC Dasar Spiritual.

    “Saudara-saudari hendaklah baik hati, suka damai dan sederhana, lembut dan rendah hati, sopan-santun dalam berbicara dengan semua orang sebagaimana diharapkan dari mereka. Dan di mana pun mereka berada atau bepergian di dunia, janganlah mereka berselisih dan bertengkar mulut dan menghakimi orang lain; tetapi hendaklah mereka nampak bersukacita dalam Tuhan dan Riang-gembira serta penuh rasa terima kasih sebagaimana seharusnya. Dan hendaklah mereka menyalami orang dengan salam ini: Semoga Tuhan memberikan damai kepadamu” (ADHF Pasal V:20)

    “Semua Suster dipanggil untuk pengabdian dalam Kerajaan Allah. Karena itu tugas mereka yang pertama adalah memberi kesaksian tentang harapan yang hidup dalam diri mereka, bahwa ciptaan Allah akan mencapai kepenuhannya. Dalam mengikuti Yesus Kristus, Suster Teresia dan Suster-Suster sesudahnya mengutamakan orang miskin dan orang kecil dalam masyarakat. Tradisi Kongregasi ini akan dicintai oelh setiap komunitas dan setiap suster” (Konstitusi SFIC Dasar Spiritual, Bab 7:1-5;18-23)

    Kapitel General SFIC ke-10  ini dilaksanakan  Quezon City/Manila, Filipina dari tanggal 2-14 Desember 2021.

    Sebanyak 16 total anggota kapitularis yang terdiri dari para Anggota ex-officio dan Anggota terpilih utusan Kapitel General dari Provinsi Indonesia, Provinsi Utara Filipina dan Provinsi Selatan Filipina.

    Hadir juga satu Suster pengamat Kapitel General dari Pemimpin Misi dari Misi Kenya SFIC.

    Terpilih Kembali

    Dalam Kapitel tersebut, Suster Adriana Tony SFIC yang sebelumnya telah menjabat sebagai Pemimpin General periode 2017-2021, terpilih kembali sebagai Pemimpin General SFIC.

    Suster Adriana Tony SFIC berasal dari Indonesia.

    Bersama Dewan Pimpinan General terpilih akan mengemban tugas kepemimpinan dalam kurun waktu lima tahun ke depan.

    Pengumuman resmi berlangsung dalam perayaan ekaristi penutupan Kapitel General pada 14 Desember 2021 pukul 11.00 waktu Filipina.

    Berikut Jajaran Dewan Pimpinan General SFIC terpilih periode 2021-2025:

    Pemimpin General SFIC: Suster Adriana Tony SFIC

    Para Dewan Penasehat:

    1. Suster Julie Saguibo SFIC
    2. Suster Jane Concepcion SFIC
    3. Suster Daria Tumin SFIC

    Proficiat atas terpilihnya Dewan Pimpinan General SFIC Periode 2021-2025.

    Program Bara Muda Tahap 2: Kolaborasi Antara Mahasiswa STKIP Pamane Talino, Mahasiswi Akbid St. Benedicta Pontianak & Warga Dusun Adong 1

    Dokumentasi Kegiatan BARA MUDA Tahap 2 di Dusun Adong 1 – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.Com, Landak – Program BARA MUDA tahap 2 kembali dilakukan. Untuk tahap 2 sendiri dilakukan dari bulan Desember 2021 – Januari 2022, dimana dalam program ini, terjadi sebuah kolaborasi antara mahasiswa STKIP Pamane Talino, Mahasiswi AKBID St. Benedicta Pontianak & warga dusun Adong 1, Desa Tubang Raeng, Kecamatan Jelimpo, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.

    Kegiatan BARA MUDA dilaksanakan untuk mengatasi berbagai masalah yang ada di Dusun Adong 1, antara lain masalah sanitasi yang masih kurang baik, lingkungan perumahan warga yang kurang bersih, pola hidup masyarakat yang masih belum bisa dikatakan bersih serta pendidikan warga dusun Adong 1 yang bisa dikatakan masih perlu ditingkatkan mengingat hal ini berpengaruh terhadap mindset masyarakat disana.

    Membersihkan Lingkungan Warga

    Divisi ini dikoordinir langsung oleh Nikolas Anelka, mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris angkatan 2020. Fokus tim pembersihan lingkungan warga adalah memungut, merapikan dan membuang sampah  yang turut dibantu oleh masyarakat Dusun Adong 1.

    Nikolas mengatakan bahwa melalui program ini, kita bisa menumbuhkan rasa kerja sama yang baik, baik dengan teman sebaya maupun masyarakat.

    “Melalui program ini, kita sebagai mahasiswa bisa menumbuhkan rasa kerja sama yang baik antara mahasiswa & masyarakat,” kata Nikolas.

    Bakti Pendidikan Prodi Matematika STKIP Pamane Talino

    Bakti Pendidikan sendiri diambil alih oleh perwakilan mahasiswa dari 3 prodi yang ada di STKIP Pamane Talino, yaitu Matematika, Bahasa Inggris dan Olahraga. Materi yang diberikan kepada anak-anak disesuaikan dengan kurikulum yang sedang pemerintah terapkan sekarang.

    Mahasiswa Matematika memberikan materi tentang operasi hitung kepada anak-anak agar bisa menghitung dengan rumus serta bisa mendapatkan hasil yang pasti dalam bidang menghitung.

    Baca Juga: Yuletide Season Festival 2021, “Blue Christmas” STKIP Pamane Talino Landak

    Dalam wawancara, Prisila Parida, tim bakti pendidikan Prodi Matematika mengatakan bahwa dengan mengikuti program ini, dia bisa mendapatkan pengalaman menjadi seorang guru dimana bisa mengajar didepan anak-anak secara langsung.

    “Saya senang bisa menjadi bagian dari program BARA MUDA karena saya mendapatkan pengalaman bagaimana menjadi guru kedepannya, yang bukan hanya teori tetapi praktek langsung didepan anak-anak,” kata Parida.

    Bakti Pendidikan Prodi Bahasa Inggris

    Prodi Bahasa Inggris juga mengambil peran dalam program BARA MUDA, khususnya dibagian pendidikan. Anak-anak di Dusun Adong 1 diberikan materi dasar Bahasa Inggris tentang angka, huruf, nama hewan dan materi-materi dasar lainnya.

    Dalam wawancara, Asteria Ella selaku perwakilan mahasiswa Prodi Bahasa Inggris mengatakan sangat senang karena bisa berbagi ilmu dengan anak-anak di Dusun Adong 1. Dia melihat bahwa di dusun Adong 1 sangat butuh dorongan pendidikan ataupun motivasi dalam dunia pendidikan, khususnya dalam ranah Bahasa Inggris.

    “Kesan saya pertama kali ketika mengikuti program ini, khususnya dibagian pendidikan, sangat senang karena saya bisa membantu serta sharing ilmu yang saya punya kepada anak-anak di dusun Adong 1. Saya melihat bahwa anak-anak disana membutuhkan dorongan serta motivasi didunia pendidikan, khususnya di bidang Bahasa Inggris,” kata Asteria.

    Cerita Prodi Pendidikan Jasmani, Olahraga & Rekreasi

    Prodi Olahraga sendiri tidak hanya memberikan materi kepada anak-anak didusun Adong 1, tetapi mereka juga memberikan praktek kepada anak-anak. Dalam hal ini, prodi PJKR memberikan teori kemudian disusul dengan praktek sehingga materi yang mereka berikan bukan hanya menjadi teori belaka.

    Baca Juga: Selamat Ulang Tahun Ke 85 Paus Fransiskus: “Ad Multos Annos!”

    Adrianus Alvindo, perwakilan Prodi Olahraga sekaligus ketua Himpunan Mahasiswa Olahraga mengatakan bahwa melalui program ini, kami tidak hanya bisa mengasah softskill, tetapi hardskill dan kemampuan public speaking serta percaya diri bisa diasah.

    “Saya sangat senang sekali karena melalui program ini, kami bisa mengasah softskill & hardskill kami, mengingat kami adalah calon guru, maka hal tersebut pasti akan berguna dimasa depan,” kata Alvindo.

    Cerita Tim Pelayanan Sekolah Minggu

    Hari Minggu adalah hari dimana anak-anak berkesempatan untuk bersekolah minggu. Pelayanan sekolah minggu dilakukan oleh mahasiswa Katolik & Protestan STKIP Pamane Talino. Anak-anak disana diberikan contoh bagaimana cara berdoa yang baik, diberikan cerita isi kitab suci, menyanyikan lagu-lagu rohani, bermain bersama serta diberikan teori serta praktek bagaimana cara berbuat baik terhadap orang lain.

    Salti, mahasiswi STKIP Pamane Talino yang turut andil dalam pelayanan sekolah Minggu mengatakan bahwa dia bersuka cita karena bisa belajar dari hal kecil untuk bisa melayani sesama, karena sejatinya melayani sesama sama dengan melayani Tuhan.

    “Saya bersuka cita bisa ikut tergabung dalam pelayanan sekolah minggu karena dengan cara ini saya bisa melayani sesama, mengajarkan anak-anak berdoa yang baik & benar, serta mengajarkan anak-anak menyanyikan lagu-lagu rohani,” kata Salti.

    Cerita mahasiswi AKBID St. Benedicta Pontianak

    Selain kegiatan BARA MUDA, mahasiswi AKBID St. Benedicta Pontianak juga melakukan program di dusun Adong 1, yaitu Pembangungan Kesehatan Masyarakat Desa (PKMD). Program ini sendiri dilakukan selama 14 hari.

    Selama PKMD, mahasiswi melakukan pendataan ke rumah-rumah warga, musyawarah masyarakat desa (MMD), Memberikan penyuluhan kepada masyarakat cara hidup bersih, dan olahraga bersama msyarakat Dusun Adong 1.

    Baca Juga: BAREMAH: Acara Adat Pembukaan Program BARA MUDA di Dusun Adong 1

    Sherin, salah satu mahasiswi AKBID St. Benedicta Pontianak yang melakukan PKMD di dusun Adong 1 mengatakan bahwa dia sangat senang dan bersyukur bisa melakukan PKMD disana dimana mereka disambut baik oleh masyarakat dan bisa ikut andil dalam meningkatkan kesehatan warga menjadi lebih baik lagi.

    “Kesan selama mengikuti PKMD di dusun Adong 1, saya bersyukur dan berterima kasih kepada masyarakat yang telah menerima kedatangan kami dengan baik. Semoga dengan kedatangan kami dalam kegiatan PKMD ini, bisa menyadarkan masyarakat agar lebih memperhatikan pola hidup sehat,” Kata Sherin.

    Yuletide Season Festival 2021, “Blue Christmas” STKIP Pamane Talino Landak

    Semarak Yuletide Season Festival 2021 - Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.Com, Landak – Kegiatan Yuletide Season Festival 2021, STKIP Pamane Talino Landak pada, Kamis (9/12) secara resmi dibuka. Seluruh rangkaian acara, berpusat di lokasi gedung kampus STKIP Pamane Talino. Sempat diguyur hujan yang cukup deras sejak siang hari, namun mendekati momen acara pembukaan dilangsungkan, cuaca kembali bersahabat, sehingga seluruh kegiatan dapat berjalan dengan baik. Acara Yuletide Season Festival merupakan suatu event tahunan yang diselenggarakan oleh STKIP Pamane Talino dalam rangka menyambut perayaan Natal, bersama seluruh masyarakat Kabupaten Landak.

    Pada tahun ini Yuletide Season Festival mengusung tema“Blue Christmas”, yang diisi dengan perayaan pembukaan, bazaar, dan panorama keindahan lampu serta berbagai hiasan bernuansa Natal yang unik. Persiapan kegiatan secara keseluruhan serta dekorasi, dilaksanakan dengan menjunjung tinggi semangat persaudaraan serta kerja sama oleh seluruh warga kampus dalam keberagaman budaya, suku dan agama.

    Blue Christmas

    Acara pembukaan ini turut dihadiri oleh Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus, Sekretaris Daerah Kabupaten Landak, Vinsensius, S.Sos, MMA., Dewan Pembina Yayasan Landak Bersatu Pastor Mingdry Hanafi Tjipto, OP, Ketua Yayasan Landak Bersatu, Pastor Johanes Robini Marianto, OP, perwakilan DPP dari Paroki Salib Suci Ngabang dan Paroki Mater Dolorosa Jelimpo Ketua STKIP Pamane Talino, Dr. Albert Rufinus, M.A, para pastor, suster, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta tamu undangan dari beberapa instansi.

    Baca Juga: Relawan Lindungihutan Landak dalam Agenda Kegiatan Harapan Hutan Sebangki 2021

    Penyalaan lampu Natal secara simbolis sebagai tanda dibukanya Yuletide Season Festival oleh Mgr. Agustinus Agus, diawali dengan penyalaan lilin dan dilanjutkan dengan doa pembuka oleh Pastor Paskalis Nores, CP.

    Ketua STKIP Pamane Talino, Dr. Albert Rufinus, M.A, dalam kata sambutannya, mengucapkan terima kasih atas kehadiran seluruh tamu undangan, serta menyampaikan pesan khusus pada malam pembukaan Yuletide Season Festival 2021, untuk senantiasa berbahagia melihat akhir tahun yang penuh dengan harapan dan cinta kasih.

    Sekretaris Daerah Kabupaten Landak Vinsensius, S.Sos, MMA, mengungkapkan turut bergembira karena STKIP Pamane Talino menghadirkan sebuah momen baru yang mewarnai kota Landak sendiri, melalui acara Yuletide Season Festival ini. Beliau berharap, pesta Natal ini menjadi tradisi, dimana seluruh masyarakat Landak bersama-sama merasakan dan merayakan Natal. Sebagai bagian dari Kabupaten Landak, event ini bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi pariwisata. Di akhir sambutannya, beliau mengungkapkan sebuah harapan,“Semoga STKIP Pamane Talino, kedepannya bisa menjadi institusi kepercayaan masyarakat dan membentuk insan-insan akademis yang kreatif, inovatif, dan berdaya saing tinggi di dunia modern ini. Kepercayaan sulit didapat, karena kepercayaan akan muncul dari pribadi yang baik, jujur, tekun dan berpikir positif. Hilangkan pikiran iri dengki, penuh curiga, dendam, sakit hati, marah dan benci”.

    Pastor Johanes Robini Marianto OP, Ketua Yayasan Landak Bersatu, mengucapkan terima kasih kepada para donatur dan pemerintah daerah yang telah mendukung berlangsungnya acara ini. Di dalam sambutannya, Pastor Robini bercerita secara singkat mengenai pengalaman serta kekagumannya terhadap perayaan Natal di Filipina merupakan perayaan yang sakral dan semarak. Hal ini terlihat dari dekorasi, berbagai hiasan atau ornamen yang unik, lagu-lagu, serta kue spesial Natal. Pastor Robini begitu terinspirasi dengan hal-hal ini, sehingga pada akhir sambutannya, beliau mengungkapkan impiannya mengenai Ngabang dikenal sebagai Christmas City, seperti Cap Go Meh di Singkawang, dan Semana Santa di Flores.“Saya tegas, saya akan mempromosikan Ngabang untuk menjadi Christmas City, ini saatnya,” tuturnya.

    Yuletide Season Festival

    Mgr. Agustinus Agus, menyampaikan ucapan terima kasih kepada STKIP Pamane Talino yang sudah menjadi sponsor dalam kegiatan ini. Di dalam kata sambutannya, Mgr. Agustinus Agus juga mengupas secara singkat mengenai Tema Natal PGI KWI 2021 yang dikutip dari 1 Petrus 1:22 yaitu, “Cinta Kasih Kristus yang Menggerakkan Persaudaraan”. Beliau mengatakan bahwa, persaudaraan merupakan suatu hal yang pantas direnungkan. Karena persaudaraan sesuatu yang mudah diucapkan, mungkin sulit untuk dilakukan. Tema natal tahun ini membawa pesan yang amat penting bagi masing-masing pribadi, bahwa kekuatan yang mendorong supaya kita mau bersahabat dan menjadikan orang lain sebagai saudara adalah kasih Tuhan yang tanpa batas kepada kita sebagai umat manusia. Mgr. Agustinus Agus juga mengatakan, untuk menciptakan persaudaraan, kuncinya adalah rendah hati dan berani berkorban. Karena kita beriman kepada Yesus yang mencintai kita, maka seharusnya kita juga sama seperti Yesus, dan kita ungkapkan dengan menganggap orang lain sebagai saudara tanpa membeda-bedakan suku, ras, dan agama.

    Baca Juga: Jelang Natal 2021: Kongregasi Suster SFIC Berbagi Kasih di Stasi Aris Paroki Singkawang

    Pemaknaan Yuletide Season oleh Mgr. Agustinus Agus, rasanya sangat menarik untuk dijadikan permenungan dan tidak dapat dilewatkan.

    “Yuletide adalah ungkapan kegembiraan atas cinta kasih Tuhan kepada kita yang mau turun ke dunia, mengampuni dosa kita agar kita selamat. Maka pantaslah kita menyambut hari raya Natal dengan ungkapan adanya Yuletide Festival. Tuhan menyelamatkan umat manusia melalui sengsara dan kematian-Nya. Yesus menjadi saudara manusia, turun ke dunia, menghambakan diri, berani berkorban bahkan sampai menyerahkan nyawa-Nya untuk keselamatan kita.” Papar Mgr. Agus

    Prosesi pelepasan lampion, menjadi tanda berakhirnya acara pembukaan Yuletide Season Festival, dan dilanjutkan dengan ramah-tamah. Dekorasi lampu bernuansa biru, pohon natal, serta berbagai hiasannya yang ditata dengan anggun, semakin menambah kesan sukacita dan kegembiraan menyambut perayaan Natal.

    Relawan Lindungihutan Landak dalam Agenda Kegiatan Harapan Hutan Sebangki 2021

    Relawan Lindungihutan Landak dalam aksi penanaman 1.500 pohon di Dusun Senunuk, Desa Agak, Kecamatan Sebangki bertema “Harapan Hutan Sebangki 2021 – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.Com, Landak – Relawan Lindungihutan Landak telah melaksanakan kegiatan Harapan Hutan. Kegiatan yang diagendakan setiap akhir tahun ini dilaksaakan pada, Selasa (14/12/2021). Aksi penanaman 1.500 pohon di Dusun Senunuk, Desa Agak, Kecamatan Sebangki bertema “Harapan Hutan Sebangki 2021”.

    Kegiatan dihadiri, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banda Kolaga, Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan Wilayah Landak, Kepala Desa Agak, Kepala Dusun, Anggota BPD, Kapolsek, Koramil, Tokoh Adat, Agama, Masyarakat, Pemuda Desa Agak, MAPALA Udas Borneo, Komunitas Pencinta Alam IPDKR, Forum Pemuda Dayak Landak, OMK Paroki Pahuman, KPA Oyoh Adventure, Bala Adat Dayak Borneo Kab. Landak.

    Kegiatan Harapan Hutan Sebangki 2021 Relawan Lindungihutan Landak dibuka langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banda Kolaga.

    Harapan Hutan

    Dalam perwakilan kata sambutan Bupati Landak, Banda Kolaga menyampaikan bahwa pemerintah Tak henti-hentinya mengapresiasi pengurus Relawan Lindungihutan Landak yang telah mempersiapkan kegiatan ini dengan baik dan atas komitmennya terhadap kegiatan-kegiatan rehabilitasi di Kabupaten Landak. Ia juga mengatakan bahwa upaya rehabilitasi terhadap hutan dan lahan di Indonesia secara mendasar diatur dalam UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, kemudian dipertegas dalam peraturan pemerintah  Nomor 22 tahun 2021 tentang Penyelengaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

    “Kepedihan yang dapat kita rasakan saat ini setiap tahunnya. Luas hutan semakin berkurang, sementara luas lahan kritis semakin bertambah, entah disebabkan oleh bencana alam ataupun akibat pembangunan berbagai sektor. Bersamaan dengan kondisi yang memprihatinkan tersebut, berkurang pula ekosistem yang ada didalamnya. Termasuk beberapa sepesies tumbuhan dan hewan,” tegasnya.

    Baca Juga: Kemanunggalan TNI dan Masyarakat Katolik: Uskup Agustinus Sampaikan Terima Kasih

    “Hutan dan pohon memiliki peranan  penting  didalam menjaga keseimbangan  kehidupan yang berlangsung dibumi ini. Setiap tahun satu pohon dapat menghasilkan kisaran 130 Kilo oksigen  dan menyerap gas  carbon dioksida sebanyak 1 Ton untuk menurunkan emisi rumah kaca sehingga sangat membantu menurunkan pengaruh Global Warming. Selain itu pohon juga bisa menjadi solusi dalam mencegah bencana alam, seperti longsor, banjir dan kekeringan. Menanam pohon menjadi kontribusi kita yang nyata terhadap perbaikan lingkungan,” lanjutnya.

    Ketua Panitia Jerri Gotaru dalam kata sambutannya mengucapkan terima kasih, khususnya kepada Dinas Lingkungan Hidup dan MAPALA Udas Borneo karena telah bersedia menjadi Team Suport dalam kegiatan Harapan Hutan Sebangki 2021, ucapan terima kasih-Nya juga kepada kepala Desa Agak dan masyarakat yang bersedia untuk mereka berkegiatan di Desa Agak, Kec. Sebangki. Tidak lupa dia ucapkan terima kasih juga kepada Organisasi baik itu ormas maupun komunitas yang bersedia menjadi team partner dalam kegiatan dan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang hadir.

    Global Warming

    “Melalui sambutan ini, saya mewakili Panitia Pelaksana Kegiatan Harapan Hutan Sebangki 2021 Relawan Lindungihutan Landak memiiki harapan, semoga melalui kegiatan kali ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua khususnya bagi masyarakat di Desa Agak, Kec. Sebangki. Sesuai dengan nama kegiatan “Harapan Hutan” kiranya Kec. Sebangki menjadi lokasi yang dipenuhi harapan pusatnya O2 dan pulihnya kembali alam hutan yang rimba yang dipenuhi flora dan fauna didalamnya,” sambungnya.

    Baca Juga: 5 Alasan Para Pencinta Lingkungan Harus Menyerukan Prinsip-Prinsip Katolik

    Sebagai perwakilan Ketua Koordinator Relawan Lindungihutan Landak Oktavianus Yanto,S.Pd, Sekretaris Relawan Lindungihutan Landak Markus Suntoro menyampaikan Harapan Hutan adalah program kerja Lindungi Hutan Pusat yang dilakukan serentak seluruh Indonesia. Relawan Lindungihutan Landak ambil bagian dalam kegiatan Harapan Hutan 2021 ini, katanya. “Pada kesempatan ini, kami Relawan Lindungihutan Landak yang berpusat di Kota Semarang memperingati hari jadi ke-5 tahun. Misi yang dibawa adalah “Bersama Menghijaukan Indonesia”. Kegiatan Harapan Hutan ini sudah mulai dilakukan sejak tahun 2019 silam, tahun ini merupakan kali ketiga dilaksanakannya kegiatan Harapan Hutan. Karena masih maraknya permasalahan seperti banjir, peningkatan pencemaran udara, minimnya kualitas ruang terbuka hijau dan tingkat kesadaran masyarakat yang masih rendah terhadap lingkungan sekitar. Maka melalui kegiatan Harapan Hutan, Panitia Relawan Lindungihutan Landak mengadakan penanaman 1.500 pohon dengan tema “Harapan Hutan Sebangki 2021.”

    Jerri berharap, semoga kegiatan ini dapat membangkitkan semangat masyarakat khususnya pemuda di berbagai daerah dalam mewujudkan kondisi alam yang lestari. “Mulai dari langkah kecil, dalam kegiatan Harapan Hutan Sebangki 2021 ini sudah menjadi pandangan bahwa sesungguhnya hutan rusak karena kita dan harus pulih pula karena kita sehingga menjadi harapan hutan kedepannya.”

    Selamat Ulang Tahun Ke 85 Paus Fransiskus: “Ad Multos Annos!”

    Paus Fransiskus merayakan ulang tahunnya yang ke 85 – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.Com, Internasional – Pesan-pesan selamat datang ketika Bapa Suci berusia 85 tahun pada hari Jumat. Kardinal Michael Czerny merefleksikan bagaimana beberapa isu yang dia perjuangkan memberi kita wawasan tentang kepribadiannya dan khususnya tentang undangannya untuk terlibat dengan penuh semangat dalam proses sinode. Berita ini dilansir dari portal berita Vatican News yang dipublikasikan pada 17 Desember 2021 oleh Benedict Mayaki, SJ.

    Paus Fransiskus genap berusia 85 tahun pada hari Jumat. Baru Senin lalu, 13 Desember, ia merayakan ulang tahun ke-52 penahbisannya sebagai imam.

    Orang-orang di seluruh dunia, dan tentu saja tidak hanya umat Katolik, merayakan dengan Paus pada kesempatan ulang tahunnya, dengan pesan harapan baik mengalir dari semua penjuru yang berbeda.

    Baca Juga: Paus Puji Martabat Para Uskup Prancis dalam Tangani Krisis Pelecehan

    Juga menyambut Paus pada hari ulang tahunnya adalah Kardinal Michael Czerny, sesama Jesuit dan wakil sekretaris Bagian Migran dan Pengungsi Dikasteri untuk Mempromosikan Pembangunan Manusia Integral. Dia menyoroti hadiah ulang tahun.

    “Tanggal 17 Desember adalah hari yang layak untuk direnungkan,” kata Kardinal, menambahkan bahwa Bapa Suci pasti sudah memiliki rencana pensiun ketika dia pergi ke konklaf yang memilihnya sebagai Paus pada 2013, tetapi “Roh Kudus memutuskan secara berbeda.”

    “Tahun-tahun yang berlalu adalah hadiah gratis atau cuma-cuma,” kata Kardinal Czerny, “Saya pikir itu menyoroti perasaan kami, yaitu bahwa kami hanya bisa sangat bersyukur.”

    “Ad multos annos!” (bertahun-tahun!). Kardinal Czerny mengatakan, berharap Paus lebih lama lagi.

    Paus Fransiskus dan Pemberiannya Kepada Gereja

    Kardinal juga merenungkan kepausan Paus Fransiskus, tema-tema penting yang ia perjuangkan dan bagaimana tema-tema itu memberi kita wawasan tentang kepribadiannya.

    Kardinal Czerny menunjukkan bahwa Sinode- Sinode yang baru-baru ini diluncurkan merangkum banyak perhatian dan keprihatinan Bapa Suci, karena itu adalah “gagasan paling penuh harapan yang dapat Anda miliki tentang Gereja.”

    Baca Juga: Paus Menerima Kepala Pemerintahan Andorra Dalam Audiensi

    “Saya pikir ini adalah pemberian [Paus] kepada Gereja,” kata Kardinal, “Sebuah cara menjadi Gereja yang membawa kita bersama menuju harapan dalam iman dan cinta satu sama lain.”

    Michael Czerny juga memikirkan pengalaman pribadinya bertemu dengan Paus, mengatakan bahwa dia paling dikejutkan oleh “keseimbangan, keseimbangan, dan ketenangan” Paus Fransiskus, yang memungkinkan dia untuk menangani masalah besar dan kecil dengan tenang.

    Dengan Paus, dia menjelaskan, “masalah besar tidak mengganggunya dan masalah kecil tidak diabaikan. Keseimbangan seperti itu – keseimbangan yang dinamis – sangat membangun dan membuat saya sangat bahagia setiap kali kami memiliki kesempatan untuk bertemu.”

    Paus Fransiskus lahir pada 17 Desember 1936 di Buenos Aires, Argentina. Tahun ini, dia merayakan hari jadinya yang ke-8 sebagai kepala Gereja.

    Paus Menerima Kepala Pemerintahan Andorra Dalam Audiensi

    Paus Fransiskus bertemu dengan Xavier Espot Zamora, Kepala Pemerintahan Kerajaan Andorra (Vatican Media) - Komisi Komunikai Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.Com, Internasional Paus Fransiskus bertemu dengan Xavier Espot Zamora, Kepala Pemerintahan Kerajaan Andorra. Berita ini dilansir dari portal berita Vatican News yang dipublikasikan pada 13 Desember 2021 oleh penulis staf Berita Vatikan.

    Paus Fransiskus pada Senin pagi menerima Kepala Pemerintahan Kerajaan Andorra, Bapak Xavier Espot Zamora, dalam audiensi di Istana Apostolik Vatikan.

    Pengertian dan Dukungan

    Pemimpin Andorra kemudian bertemu dengan Sekretaris Negara Vatikan, Kardinal Pietro Parolin, didampingi oleh Sekretaris Hubungan dengan Negara, Uskup Agung Richard Paul Gallagher.

    Baca Juga: Umat Katolik China Memperluas Karya Amal Menjelang Natal

    Sebuah pernyataan dari Kantor Pers Tahta Suci mengatakan bahwa selama pembicaraan ramah di Sekretariat Negara, kedua belah pihak menyoroti hubungan yang sangat baik antara Kerajaan dan Tahta Suci, yang merupakan bagian dari tradisi sejarah panjang saling pengertian dan dukungan.

    Pembicaraan juga berfokus pada beberapa masalah penting yang mempengaruhi masyarakat Andorra, termasuk masalah migrasi.

    Umat Katolik China Memperluas Karya Amal Menjelang Natal

    File foto umat Katolik Tionghoa di Shanghai pada Maret 2018 – Komisi Komunikai Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.Com, Internasional – Saat perayaan kelahiran Kristus semakin dekat, umat Katolik di ibu kota China menjangkau mereka yang membutuhkan sebagai tanda cinta dan harapan Kristen. Berita ini dilansir dari portal berita Vatican News yang dipublikasikan pada 14 Desember 2021 oleh staf reporter Berita Vatikan.

    Umat ​​Katolik di Beijing merayakan Minggu Ketiga Adven dengan festival cahaya di paroki mereka, akhirnya bisa berkumpul bersama setelah lockdown Covid-19 terbaru.

    Mereka menyalakan api harapan mereka dengan sukacita besar saat pesta Natal semakin dekat.

    Di antara berbagai komunitas paroki ini adalah Our Lady of Mount Carmel, yang melihat umat paroki memenuhi halaman luarnya pada sore hari sambil memegang lilin sebagai tanda datangnya cahaya Kristus.

    Baca Juga: Jelang Natal 2021: Kongregasi Suster SFIC Berbagi Kasih di Stasi Aris Paroki Singkawang

    Paduan suara paroki “Teodorico Pedrini” mengisi acara dengan lagu. Paduan suara mengambil namanya dari misionaris Italia terkenal dan penulis himne suci (1671-1746) yang mendirikan gereja paroki dan tinggal di sana saat ia melayani selama dinasti kekaisaran Qing.

    Menurut kantor berita Fides, upacara penyalaan lilin itu memberikan tanda yang kuat dari sukacita pesan Kristen kepada semua orang yang tinggal di dekat paroki.

    Mengunjungi orang tua

    Umat ​​Katolik di China, seperti di tempat lain, telah meningkatkan karya amal mereka kepada mereka yang membutuhkan selama masa Adven ini.

    Pada pesta Santo Fransiskus Xaverius, pelindung misi di Cina, anggota kelompok Caritas di paroki Aozhen, di Kota Ordos, Mongolia Dalam, mengunjungi panti jompo setempat.

    Rombongan dipimpin oleh Frater Qiqigeli dan beberapa saudari seagama, dan membawa hadiah untuk para lansia yang tinggal di sana. Mereka juga membawa perlengkapan medis dan telinga untuk bantuan mendengarkan.

    Di penghujung hari Frater Qiqigeli memberkati warga dan staf yang mendampingi.

    Menawarkan dukungan keuangan

    Kelompok paroki lain yang membantu mengisi tetangga mereka dengan keceriaan Natal adalah Komunitas Basis Gerejawi Paroki Yong Nian, di Keuskupan Shanghai.

    Baca Juga: Paus Membersihkan Biarawati Prancis Untuk Menjadi Orang Suci

    Selama 16 tahun, kelompok tersebut telah berusaha untuk mempraktikkan ajaran sosial Gereja dengan menggabungkan iman dan karya amal.

    Pada tanggal 4 Desember, Komunitas Basis merayakan liturgi dengan tema: “Sepanjang Jalan Sabda Bahagia”.

    Kelompok ini juga meningkatkan upaya amal mereka dengan menyumbangkan darah dan mengunjungi orang tua dan orang sakit.

    Mereka menggabungkan karya-karya amal tunggal ini dengan upaya jangka panjang untuk mendukung secara finansial pembangunan Rumah Uskup, pusat pembinaan keuskupan, panti asuhan, dan restorasi gereja-gereja di keuskupan di seluruh China. (Sumber: Kantor Berita Fides)

    Paus Membersihkan Biarawati Prancis Untuk Menjadi Orang Suci

    Gambar orang-orang kudus di atas barisan tiang Lapangan Santo Petrus – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.Com, Internasional – Paus Fransiskus membawa 6 kandidat selangkah lebih dekat ke kesucian, termasuk seorang biarawati Prancis, yang kanonisasinya akan diumumkan di kemudian hari. Berita ini dilansir dari portal berita Vatican News yang dipublikasikan pada 13 Desember 2021 oleh staf reporter Berita Vatikan.

    Paus Fransiskus pada hari Senin menerima audiensi Kardinal Marcello Semeraro, Prefek Kongregasi Vatikan untuk Pekerjaan Para Kudus, dan memberinya wewenang untuk mengumumkan 6 dekrit mengenai 2 mukjizat dan 4 kebajikan heroik.

    Santo Masa Depan Marie Rivier

    Salah satu mukjizat adalah melalui perantaraan Beato Marie Rivier dari Prancis, yang akan dinyatakan sebagai Santo.

    Rivier lahir pada 19 Desember 1768 di Montpezat-Sous-Bauzon (Prancis). Ketika dia berusia 16 bulan, dia jatuh dari tempat tidurnya dan pinggulnya patah, yang menyebabkan kalvari hampir 10 tahun, di mana dia menggunakan tangannya untuk menyeret dirinya sendiri. Cobaan itu membangkitkan keinginan dalam dirinya untuk mendedikasikan dirinya kepada Tuhan. Pada tahun 1774, ketika dia bisa bergerak dengan kruk, dia terjatuh lagi. Tetapi tekad dan kepercayaannya kepada Tuhan membawanya ke pemulihan penuh pada tahun 1777.

    Baca Juga: Paus Puji Martabat Para Uskup Prancis dalam Tangani Krisis Pelecehan

    Ketika dia meminta untuk diterima di Kongregasi Suster-suster Notre Dame de Pradelles, dia ditolak karena kondisi kesehatannya. Tanpa gentar, Rivier, yang saat itu berusia 18 tahun, memperoleh izin untuk membuka sekolah pada tahun 1786. Ia menjadi Tersier Dominikan dan Fransiskan, dan membuka ruang bagi para wanita muda yang menganggur di paroki untuk melatih mereka bekerja. Dia mengunjungi orang sakit dan merawat yang membutuhkan.

    Ketika Revolusi Prancis pecah pada tahun 1789, semuanya berhenti. Dia pindah ke Thueyts di mana dia mengumpulkan beberapa anak muda. Meskipun kaum revolusioner menutup ordo keagamaan, Rivier memulai komunitas kecil pada tanggal 1 November 1796. Lima tahun kemudian, pada tahun 1801, Uskup Wina menyetujui Suster-susternya dari Kongregasi Presentasi Maria. Dalam beberapa tahun, dibuka 46 rumah. Rivier meninggal pada 3 Februari 1838 di Bourg-Saint-Andéol. Santo Yohanes Paulus II membeatifikasinya pada 23 Mei 1982, dan sekarang Gereja menunggu kanonisasinya.

    Keajaiban yang dikaitkan dengan syafaatnya adalah kesembuhan seorang bayi perempuan yang baru lahir pada tahun 2015 di Filipina. Dia menderita apa yang dokter gambarkan sebagai “hidrops embrio-janin non-imunologi umum awal”.

    Beatifikasi

    Mukjizat lain yang diakui oleh Vatikan dikaitkan dengan perantaraan Pelayan Tuhan Yang Mulia Maria Carola Cecchin (lahir Fiorina), seorang yang mengaku religius dari Kongregasi Suster-suster St. Joseph Benedict Cottolengo.

    Baca Juga: Kami Adalah Bagian dari Gereja

    Ia lahir pada 3 April 1877 di Cittadella (Italia) dan meninggal di kapal saat kembali dari Kenya ke Italia pada 13 November 1925. Ia telah diizinkan untuk Beatifikasi, setelah itu ia akan dikenal sebagai Beata.

    Kebajikan Pahlawan

    4 kandidat yang kebajikan heroiknya telah diakui sekarang akan dianggap sebagai Hamba Tuhan Yang Mulia, atau hanya Yang Mulia. Mereka adalah:

    – Hamba Tuhan Spanyol Andrea Garrido Perales, seorang imam Ordo Santa Perawan Maria yang Berbelas Kasih. Ia lahir pada 29 November 1663 di Vallada (Spanyol) dan meninggal pada 23 Februari 1728 di Xátiva (Spanyol);

    – Hamba Tuhan Italia Carlo Maria da Abbiategrasso (lahir Gaetano Antonio Vigevano), seorang imam Ordo Saudara Dina Kapusin. Ia lahir pada tanggal 30 Agustus 1825 di Abbiategrasso (Italia) dan meninggal pada tanggal 21 Februari 1859 di Casalpusterlengo (Italia);

    – Hamba Tuhan Italia Bernardo Sartori, seorang imam Comboni Missionaries of the Heart of Jesus. Ia lahir pada 20 Mei 1897 di Falzé di Trevignano (Italia) dan meninggal pada 3 April 1983 di Ombaci (Uganda);

    – Hamba Allah Polandia Mary Margaret dari Hati Yesus yang Menderita di Taman Getsemani (di dunia: Ludovica Banaś), seorang biarawati dari Kongregasi Suster-suster Keluarga Kudus Nazareth. Lahir pada 10 April 1896 di Klecza Dolna (Polandia), ia meninggal pada 26 April 1966 di Nowogródek (sekarang Belarusia).

    Kompendium Katekismus Gereja Katolik: Kemampuan Manusia Untuk Mengenal Allah

    Sumber foto: Dokumentasi tim KOMSOS KAP - Gereja Katolik Paroki Santo Yosep Pemangkat

    MajalahDUTA.Com, Pontianak – Santo Agustinus mengatakan “betapa besar dan sungguh agunglah Engkau, ya Allah. Engkau telah menciptakan kami untuk Diri-Mu, dan tidak tenanglah hati kami sampai kami beristirahat dalam Engkau.”

    Manusia mempunyai kerinduan akan Allah. Hal itu karena Allah sendiri, dalam menciptakan mansusia menurut citra-Nya, telah mengukirkan dalam hati manusia kerinduan untuk melihat Dia. Bahkan walaupun kerinduan ini diabaikan, Allah tidak pernah berhenti menarik manusia kepada Diri-Nya karena hanya dalam Dia lah manusia dapat menemukan kepenuhan akan kebenaran yang tidak pernah berhenti dicarinya dan hidup dalam kebahagiaan. Karena itu, menurut kodrat dan panggilannya, manusia adalah makhluk religius yang memapu masuk ke dalam persekutuan dengan Allah. Hubungan akrab dan mesra dengan Allah mengaruniakan martabat kepada manusia.

    Baca Juga: Kompendium Katekismus Gereja Katolik

    Melalui kerinduan akan Allah menjadi suatu hal yang mungkin bagi manusia untuk mengenal Allah hanya melalui terang akal budi yang dimiliki. Dengan bertolak dari ciptaan, yaitu dari dunia dan pribadi manusia, hanya melalui akal budinya manusia dapat mengenal Allah secara pasti sebagai asal dan tujuan alam semesta, sebagai kebaikan tertinggi, dan sebagai kebenaran dan keindahan yang tak terbatas.

    Kerinduan akan Allah

    Dalam hal ini mungkin akan ada yang mempertanyakan “apakah terang akal budi saja sudah memadai untuk mengenal misteri Allah?”

    Jika hanya melalui terang akal budi saja, manusia mengalami banyak kesulitan untuk mengenal Allah. Dengan kekuatannya sendiri manusia sungguh-sungguh tidak mampu masuk ke dalam kehidupan intim misteri ilahi. Karena itu manusia membutuhkan pencerahan melalui wahyu; tidak hanya untuk hal-hal yang melampaui pemahamannya, tetapi juga untuk kebenaran religius dan moral, yang sebenarnya tidak melampaui daya tangkap akal budi manusia. Bahkan dalam kondisi saat ini, kebenaran-kebenaran tadi dapat dipahami dengan mudah oleh semua manusia, secara pasti dan tanpa kesalahan.

    Sebuah pertanyaan lain muncul “bagaimana manusia dapat bicara tentang Allah?”

    Baca Juga: Kompendium Katekismus Gereja Katolik: Rencana Allah untuk Manusia

    Nah, sebagai titik tolak, manusia berbicara tentang kesempurnaan manusia itu sendiri dan ciptaan lainnya, yang meskipun terbatas merupakan cerminan kesempurnaan Allah yang tak berkesudahan. Namun kita perlu terus-menerus memurnikan bahasa kita sejauh itu mungkin walaupun harus kita sadari bahwa kita tidak akan pernah dapat mengungkapkan misteri Allah yang tak terbatas.

     

    TERBARU

    TERPOPULER