MajalahDUTA.Com | Literasi keuangan dinilai menjadi salah satu kunci penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Hal itu disampaikan dosen Akademi Keuangan dan Perbankan (AKUB) Pontianak, Agusandi, S.E., M.E., saat memberikan materi edukasi keuangan kepada para finalis Bujang Dara Pekan Gawai Dayak ke-40 Tahun 2026.
Menurut Agusandi, peran finalis Bujang Dara tidak cukup hanya sebagai representasi budaya Dayak, tetapi juga harus mampu menjadi generasi muda yang memberi pengaruh positif di tengah masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial.

Dalam paparannya, ia menyinggung data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalimantan Barat yang masih menunjukkan ketimpangan antarwilayah. IPM Kalbar tercatat berada pada angka 72,09, sementara beberapa daerah seperti Kayong Utara, Sekadau, dan Kapuas Hulu masih berada di bawah rata-rata provinsi. Di sisi lain, Kota Pontianak mencatat angka tertinggi dengan IPM 82,80.
Agusandi menilai peningkatan kualitas kesehatan, pendidikan, dan pendapatan masyarakat menjadi faktor utama untuk memperkuat daya saing masyarakat Dayak di masa depan.

Ia juga menyoroti keterbatasan anggaran pemerintah daerah yang membuat masyarakat perlu membangun kemandirian ekonomi. Menurutnya, generasi muda harus mulai kreatif dan produktif agar mampu menciptakan peluang usaha sendiri tanpa selalu bergantung pada bantuan pemerintah.
Dalam sesi tersebut, Agusandi memperkenalkan konsep sederhana pengelolaan keuangan melalui rumus:
Y = I + S + C
Ia menjelaskan bahwa pendapatan sebaiknya tidak hanya digunakan untuk konsumsi, tetapi juga dialokasikan untuk tabungan dan investasi guna menciptakan ketahanan ekonomi jangka panjang.
Selain isu ekonomi, Agusandi turut menyoroti persoalan ketenagakerjaan. Ia menilai masih banyak pekerja menerima upah di bawah standar dan berstatus harian lepas dalam waktu lama, sehingga perlindungan tenaga kerja belum berjalan optimal.

Tak hanya itu, ia juga mengingatkan bahaya penyalahgunaan narkoba yang kini mulai menjangkau wilayah pedalaman dan mengancam masa depan generasi muda Dayak.
Agusandi berharap para finalis Bujang Dara dapat menjadi penyambung suara masyarakat sekaligus agen perubahan yang mampu mengedukasi dan memotivasi generasi Dayak agar semakin maju dalam bidang budaya, ekonomi, dan sosial.*Samuel, AKUB Pontianak.




