Sunday, January 11, 2026
More

    Sejenak Melupakan “Handphone”

    Duta, Kalbar– Kita telah melihat banyak sekali aplikasi untuk berbagai jenis dan fitur ponsel, yang ditawarkan dengan berbagai harga. Hal ini terutama terlihat dikalangan pengguna dengan selera rata-rata bawah dan menengah maupun yang memiliki selera gaya hidup tinggi era modern. Ponsel tidak memilih siapa yang memegangnya, baik anak-anak maupun orang dewasa.

    Dunia kini ada di ujung jari, membuat apa pun yang diinginkan menjadi lebih mudah, selama terhubung keinternet. Pengguna paket data, IndiHome, dan Starlink kemungkinan akan lebih banyak lagi. Tak heran jika pengguna melupakan segalanya, dari masakan gosong, lupa mandi, lupa makan, lupa waktu hingga subuh hari dan banyak lagi hal-hal terjadi pada saat menatap layar penuh warna platform media sosial seperti Facebook, Instagram, TikTok, Google, YouTube, dan lainnya.

    Bagaimana kotak persegi panjang ini dapat membuat kita nyaman hingga berhayal menyendiri, tersenyum sendiri, menangis, tertawa tersipu ini semua karena segala keinginan dapat disajikan dengan lengkap sehingga membuat seseorang merasa nyaman ada disampingnya. Mau tidur ditemani, mau jalan ditemani, mau makan ditemani dari semua aktivitas apapun selalu ada. Mungkin pengguna yang sudah cukup umur dapat dikontrol atau diminimalisir tetapi tidak pada anak-anak.

    Apa penyebab yang akan terjadi, banyak kita jumpai diusia anak-anak dan remaja sudah tidak mampu untuk membaca tanpa adanya kaca mata, terganggunya psikologis anak selalu lebih cepat emosi, anak semakin malas untuk belajar, malas untuk mendengarkan nasehat kedua orang tua hingga meniru apa yang sudah ditonton secara positif atau negatif. Hal ini cukup menjadi perhatian serius dari kedua orang tua dalam mengatasi masalah, kemajuan teknologi tidak harus ditentang sangat dibutuhkan edukasi yang tinggi bagaimaan menjelaskan secara baik dan benar dalam setiap penggunaan handphone.

    Disaat sekarang kita selalu merindukan permainan kotok umpet, bermain kelereng, bermai layangan, mengejar layangan putus, bermain sepeda, bermain diparit untuk mendapatkan anak ikan, hingga dimarahin kedua orang tua karena pulang kerumah penuh dengan pakaian yang berlumpur, begitu indah kenangan itu diingat.

    Bagaimana kita bisa mengulang masa lalu, mungkin ini hanya tersimpan dalam ingatan masa kecil. Namun, sedikit demi sedikit, perlahan, melalui kegiatan bermain, setiap anak seharusnya memiliki rasa bermain yang lebih besar, termasuk orang dewasa. Untuk menumbuhkan anak-anak yang lebih aktif, cukup dengan menyediakan ruang ramah anak pada lingkungan melalui sarana dan prasarana bermain.

    Kita telah melihat banyak daerah memiliki tempat bermain yang ramah lingkungan bagi anak. Dengan membangun lapangan sederhana, yang tidak sulit untuk didanai, olahraga seperti bulu tangkis dan lain sebagainya.

    Menyiapkan dua tiang dan jaring net, mungkin terbuat dari batang pohon pinang dengan garis dari pohon yang dibelah, membuat anak-anak senang bermain. Beberapa anak terlihat menunggu giliran. Kegiatan olahraga ini dapat melatih anak sejak dini, membiasakan mereka dengan gerakan dan teknik bermain. Solusi yang diberikan, apakah hal ini dapat menjadi permanen, mungkin dengan jawaban secara langsung hanya melupakan handphone sejenak. *Jay

    *Penulis adalah Dosen dan Kaprodi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi di Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo Kampus I Ngabang, Fakultas Keguruan dan ilmu Pendidikan (Ngabang Kabupaten Landak).

     

    Related Articles

    spot_img
    spot_img

    Latest Articles