Duta, San Agustin | Setiap hari adalah petualang baru, ternyata keseruan itu ada di setiap momen kecil yang kita lewatkan.
Aku sendiri mengalami hari pertama yang awalnya biasa saja, tetapi mendadak berubah menjadi sesuatu yang tidak ku lupakan.
Semester VI resmi dimulai, dan aku memulai pagi dengan rasa malas. Aku masih malas untuk bangun lebih pagi setelah liburan panjang.
Namun aku teringat satu hal yang langsung mengusir rasa malas ku di semester ini. Aku akan bertemu dengan dosen-dosen baru!
Pikiran ku dipenuhi rasa penasaran bagaimana gaya mengajar mereka? Apakah mereka menyenangkan atau justru malah malah membosankan? Pertanyaan yang muncul dibenak ku justru membuat ku semakin bersemangat.
Suasana Kampus
Tiba di kampus, perkuliahan pertama pun dimulai ternyata dosen yang mengajar bukan-lah sosok baru kami sudah mengenalnya sejak semester sebelumnya, jadi suasana kelas tidak asing dan cukup nyaman.
Perkuliahan berjalan lancar tanpa hambatan sampai akhirnya kelas selesai. Sesuai informasi yang kami dapat, pertemuan berikutnya akan dilangsungkan secara online, jadi aku dan dan teman-teman ku memutuskan untuk pulang ke rumah.
Namun, kejutan pun datang sebuah pesan dari group WhatsApp memberitahu bahwa perkuliahan selanjutnya diadakan secara tatap muka.
Tanpa banya berpikir banyak, segeralahh bersiap dan kembali kekampus dengan perasaan kesal rasanya sangat melelahkan harus bolak-balik seperti ini. Perjalanan kedua ke kampus ini sangat melelahkan.
Bayangkan aku sudah berada di rumah, siap bersantai malah kembali ke ruang kelas, huh.
Akan tetapi semua berubah saat perkuliahan dimulai. Suasana kelas begitu hidup, diskusi berjalan seru, dan materi yang disampaikan lebih menarik dari yang aku bayangkan, teman-teman di kelas juga terlihat sangat menikmati sesi ini.
Seketika rasa jengkel ku pun tergantikan oleh rasa antusias yang tak terduga. Dari kejadian hari ini aku menyadari satu hal perubahan mendadak tidak selalu buruk. Justru dari situ-lah pengalaman yang tidak terlupakan muncul. Kalau saja aku tetap kesal dan tidak ke kampus, aku pasti melewatkan kelas yang ternyata seru.
Semester ini
Hari pertama di semester VI yang awalnya terasa biasa pun menjadi cerita yang menarik.
Keluar dari kelas, aku dan beberapa teman ku mengobrol mengingat betapa paniknya kami ketika mengetahui jadwal berubah. Beberapa dari kami nyari tidak sempat makan karena buru-buru kembali kekampus. “ternyata gak seburuk yang kita bayangkan,ya, ” kata ku.
Mereka pun menganguk setuju.
Dalam perjalan pulang, aku merasa santai dan jalanan tidak terlalu ramai. Sesampai nya di rumah aku langsung merebahkan diri dikasur. Kali ini bukan karena lelah tapi karena lega dan puas bagaimana hari ini berjalan.
Aku menantap langit-langit kamar ku sambil tersenyum, menyadari satu hal penting perubahan mendadak tidak selalu buruk. Kadang dari sana pengalaman tak terlupakan muncul.
Setelah hari ini aku belajar untuk lebih fleksibel dalam menghadapi perubahan. Bahkan terkadang, rencana yang sudah disusun rapi bisa saja berubah dalam sekejap, dan salah satu cara menghadapinya adalah dengan menerimanya dan berfikiran terbuka bahwa tidak selamanya susuatu berjalalam sesuai kemauan kita ada saatnya kita yang harus mengikuti waktu.
Hari pertama disemester VI yang awalnya biasa saja berakhir dengan banyak cerita. (Celcellia Oktavia Shovi, PMAT).




