Saturday, September 5, 2026
More

    Pendidikan Harus Menjadi Fondasi Kemajuan Dayak

    MajalahDUTA.Com | Saya meyakini bahwa jika masyarakat Dayak ingin semakin kuat secara ekonomi, sosial, dan politik, maka pendidikan harus menjadi salah satu fondasi utama.

    Bagi saya, menjaga budaya dan identitas Dayak merupakan hal yang sangat penting. Namun, mempertahankan budaya tidak berarti kita harus tertinggal dalam perkembangan zaman. Justru, budaya harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi, kompetensi, dan penguasaan teknologi.

    Pandangan ini saya bangun dari berbagai kondisi yang masih dihadapi masyarakat Dayak, khususnya dalam bidang pendidikan. Penelitian Sada, Alas, dan Anshari (2019) tentang masyarakat adat Dayak di Borneo juga menunjukkan adanya berbagai tantangan dalam pembangunan dan kehidupan sosial budaya masyarakat Dayak.

    Dalam materi yang saya sampaikan, saya menyoroti bahwa akses generasi muda Dayak terhadap pendidikan tinggi masih menjadi persoalan yang perlu mendapatkan perhatian.

    Berdasarkan data yang saya cantumkan dari penelitian tersebut, dari sekitar 3.000–4.000 siswa Dayak yang mengikuti ujian tingkat SMA di Kalimantan Barat pada 2017, sekitar 20 persen melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

    Menurut saya, angka tersebut harus menjadi bahan refleksi bersama. Kita tidak boleh hanya berbicara tentang pelestarian budaya, tetapi juga harus berbicara tentang bagaimana menyiapkan generasi Dayak yang berpendidikan, kompeten, menguasai teknologi, dan mampu bersaing.

    Jangan Tinggalkan Akar Budaya

    Saya tidak ingin kemajuan pendidikan dan teknologi membuat generasi muda Dayak kehilangan identitasnya. Sebaliknya, saya ingin melihat generasi Dayak yang berpendidikan tinggi tetapi tetap memahami akar budaya dan identitasnya.

    Bagi saya, budaya adalah akar, sedangkan ilmu pengetahuan merupakan salah satu cara untuk menumbuhkan pohon kehidupan agar semakin tinggi dan kuat.

    “Jangan tinggalkan akar budaya, tetapi tumbuhkan setinggi ilmu.”

    Saya percaya, ketika pendidikan berkualitas, kompetensi unggul, penguasaan teknologi, serta identitas budaya dapat berjalan bersama, maka masyarakat Dayak akan memiliki kekuatan yang lebih besar untuk mengambil bagian dalam pembangunan Kalimantan Barat dan Indonesia.

    Saya ingin generasi muda Dayak tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan, tetapi menjadi pelaku, pemimpin, profesional, pengusaha, akademisi, dan pengambil keputusan di berbagai bidang.

    Karena itu, bagi saya, membangun SDM unggul adalah bagian dari perjuangan membangun Dayak yang maju, tanpa harus kehilangan jati diri dan budaya. *Agusandi, S.E., M.E. – Pemuda Dayak – Sub Suku Kanayant, Sadok, Kabupaten Landak

    “SDM Unggul, Dayak Maju, Kalimantan Barat Sejahtera!”

    Related Articles

    spot_img
    spot_img

    Latest Articles