Wednesday, July 22, 2026
More

    Penarikan MBKM PTPN IV Regional V Pabrik Kelapa Sawit Ngabang, Menjalin Kolaborasi Kampus dan Industri untuk Masa Depan Agribisnis Kelapa Sawit

    MajalahDUTA.Com| Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) kembali membuktikan perannya sebagai jembatan yang menghubungkan dunia akademik dengan dunia industri.

    Setelah menjalani program MBKM selama tiga bulan, terhitung sejak 10 Maret hingga 10 Juni 2026, mahasiswa Program Studi Agribisnis Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo resmi mengakhiri masa magang dan pembelajaran lapangan di PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) Regional V PKS Ngabang.

    Kegiatan penarikan mahasiswa MBKM dilakukan oleh Ketua MBKM yang menjabat dosen Program Studi Agribisnis dan diikuti oleh Kaprodi Agribisnis  Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo.

    Momentum tersebut tidak hanya menjadi penutup kegiatan magang, tetapi juga menjadi ruang diskusi yang hangat antara pihak kampus dan manajemen perusahaan mengenai peluang kerja sama yang lebih luas di masa mendatang.

    Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa dan pihak kampus berdiskusi bersama Bapak Nikodemus selaku Masinis Kepala (Maskep) PKS Ngabang.

    Sinergi dan Upaya

    Diskusi berfokus pada upaya membangun sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan industri perkebunan kelapa sawit, khususnya dalam bidang penelitian, pengembangan, dan peningkatan kompetensi mahasiswa.

    Menurut Bapak Nikodemus, keberadaan mahasiswa di lingkungan industri merupakan investasi penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan siap menghadapi tantangan sektor perkebunan modern.

    “BUMN, khususnya PTPN IV Regional V PKS Ngabang, akan mendukung kegiatan mahasiswa Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo untuk melakukan riset dan pengembangan di bidang kelapa sawit,” tutur Nikodemus.

    Pernyataan tersebut menjadi angin segar bagi Program Studi Agribisnis yang saat ini terus berupaya memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri.

    Dukungan dari perusahaan negara seperti PTPN IV Regional V membuka peluang besar bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam penelitian terapan yang dapat memberikan manfaat bagi perkembangan sektor perkebunan Indonesia.

    Program B50

    Selain membahas peluang kerja sama antara kampus dan industri, diskusi yang berlangsung juga menyinggung isu strategis nasional yang saat ini menjadi perhatian pemerintah, yaitu program Biodiesel B50 yang terus didorong oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

    Program B50 merupakan langkah besar pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan minyak sawit sebagai bahan baku energi terbarukan.

    Kebijakan ini menunjukkan bahwa kelapa sawit tidak hanya berperan sebagai komoditas ekspor unggulan Indonesia, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung kemandirian energi bangsa.

    Bagi mahasiswa Agribisnis Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo, isu B50 menjadi wawasan yang sangat berharga.

    Selama mengikuti MBKM di PKS Ngabang, mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana proses pengolahan tandan buah segar menjadi Crude Palm Oil (CPO) dan Palm Kernel Oil (PKO) yang memiliki nilai strategis bagi berbagai sektor industri.

    Dengan meningkatnya kebutuhan minyak sawit untuk mendukung program B50, peran generasi muda yang memahami agribisnis dan industri kelapa sawit menjadi semakin penting di masa depan.

    Bagi mahasiswa peserta MBKM, pengalaman selama tiga bulan di PKS Ngabang menjadi pembelajaran yang sangat berharga.

    Selama berada di lingkungan pabrik kelapa sawit, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga menyaksikan secara langsung proses pengolahan tandan buah segar menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

    Berbagai pengetahuan teknis berhasil diperoleh, mulai dari analisis kadar asam lemak bebas, kadar air, kadar kotoran, hingga perhitungan rendemen buah kelapa sawit.

    Selain itu, mahasiswa juga diperkenalkan dengan standar operasional perusahaan, sistem pengendalian mutu, budaya kerja profesional, serta pentingnya ketelitian dalam setiap proses produksi.

    Dampak program

    Lebih dari sekadar belajar mengenai kelapa sawit, program MBKM memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenali dunia kerja secara nyata.

    Pengalaman berinteraksi dengan para profesional, memahami tanggung jawab di lingkungan industri, serta menyaksikan secara langsung dinamika operasional perusahaan menjadi bekal penting sebelum memasuki dunia kerja setelah lulus nanti.

    Dari sudut pandang akademik, keberhasilan pelaksanaan MBKM di PTPN IV Regional V PKS Ngabang menunjukkan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri harus terus diperkuat.

    Kampus membutuhkan industri sebagai laboratorium nyata bagi mahasiswa, sementara industri membutuhkan dukungan akademik melalui penelitian dan inovasi yang dihasilkan oleh perguruan tinggi.

    Harapannya, kerja sama yang mulai terjalin ini tidak berhenti pada program MBKM semata, tetapi dapat berkembang menjadi kolaborasi jangka panjang dalam bidang penelitian, pengembangan teknologi perkebunan, pengabdian kepada masyarakat, hingga penyusunan program peningkatan kompetensi mahasiswa dan tenaga kerja.

    Kerja sama tersebut diharapkan mampu melahirkan berbagai penelitian yang dapat menjawab tantangan sektor perkebunan modern, termasuk mendukung pengembangan hilirisasi dan energi terbarukan berbasis kelapa sawit yang saat ini menjadi agenda strategis nasional.

    Bagi Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo, pengalaman ini menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu beradaptasi dan berkontribusi di lingkungan industri strategis nasional.

    Sementara bagi PTPN IV Regional V PKS Ngabang, kehadiran mahasiswa menjadi wujud nyata dukungan perusahaan terhadap pengembangan pendidikan tinggi dan penciptaan generasi agribisnis yang kompeten.

    Program MBKM mungkin telah berakhir, tetapi semangat belajar, berkolaborasi, dan membangun masa depan perkebunan Indonesia yang lebih maju baru saja dimulai.

    Selama tiga bulan, mahasiswa tidak hanya memperoleh ilmu tentang proses pengolahan kelapa sawit, tetapi juga memahami bagaimana sektor ini berperan penting dalam perekonomian nasional, ketahanan energi, dan pembangunan berkelanjutan.

    Melalui sinergi kampus dan industri yang terus diperkuat, Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo dan PTPN IV Regional V PKS Ngabang diharapkan dapat menjadi mitra strategis dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang siap berkontribusi bagi kemajuan industri kelapa sawit Indonesia di masa mendatang.*Pianus Tutuk: Mahasiswa aktif Agribisnis semester 6 di Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo Kampus 3 Plasma 2, Fakultas Sains dan Teknologi (Ngabang, Kabupaten Landak).

    Related Articles

    spot_img
    spot_img

    Latest Articles