DUTA, Pontianak – Pertama, pemasaran masa kini lebih menekankan pada unsur kreativitas dibandingkan besarnya modal yang dimiliki. Kehadiran media sosial membuka peluang yang setara bagi UMKM maupun merek besar untuk menjangkau audiens yang sama, selama konten yang disajikan relevan dan dilakukan secara konsisten.
Sebagai contoh, pembuatan konten video singkat yang kreatif dan diunggah secara rutin mampu meningkatkan jangkauan pemasaran secara organik tanpa harus mengeluarkan biaya iklan yang besar.
Kedua, strategi pemasaran dengan biaya minimal umumnya lebih berorientasi pada pembangunan hubungan langsung dengan konsumen. Upaya seperti program rujukan, pemanfaatan testimoni pelanggan, kolaborasi dengan pelaku usaha lokal, hingga aktivitas berbasis komunitas dapat menumbuhkan kepercayaan dan loyalitas pelanggan. Pendekatan ini bahkan sering menghasilkan promosi dari mulut ke mulut yang lebih efektif dibandingkan iklan berbayar.
Ketiga, UMKM memiliki keunggulan kompetitif yang tidak dapat diperoleh hanya melalui investasi finansial, yaitu pemahaman yang mendalam terhadap kebutuhan dan karakteristik konsumen lokal.
Ketika strategi pemasaran didasarkan pada pemahaman tersebut misalnya dengan mengangkat cerita di balik produk, proses produksi, atau layanan yang bersifat personal UMKM tidak sekadar menawarkan produk, tetapi juga membangun narasi yang memiliki keterikatan emosional dengan konsumennya.

Berdasarkan data dan laporan terbaru, UMKM kini mulai mengandalkan pendekatan pemasaran yang lebih efisien, seperti pemanfaatan media sosial, pemasaran berbasis komunitas, serta penggunaan teknologi digital berbiaya rendah. Fenomena ini sejalan dengan kondisi sebagian besar UMKM Indonesia yang memiliki keterbatasan modal, namun dituntut tetap kompetitif di era digital.
Memasuki tahun 2026, sekitar 31 persen UMKM di Indonesia tercatat telah mengintegrasikan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan (AI), untuk mendukung kegiatan usaha dan pemasaran. Pemanfaatan teknologi tersebut dinilai mampu membantu pelaku UMKM memahami perilaku konsumen dan menyusun strategi promosi yang lebih tepat sasaran tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Strategi pemasaran UMKM
Usaha Menengah adalah usaha ekonomi yang tumbuh secara mandiri, yang dilaksanakan oleh orang prorangan atau badan usaha yang di dalamnya tidak termasuk anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsing termasuk dalam Usaha Kecil atau Usaha Besar dengan hasil kekayaan bersih atat hasil penjua Jan selama setahun
Usaha Menengah adalah usaha ekonomi yang tumbuh secara mandiri, yang dilaksanakan oleh orang prorangan atau badan usaha yang di dalamnya tidak termasuk anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsing termasuk dalam Usaha Kecil atau Usaha Besar dengan hasil kekayaan bersih atat hasil penjua Jan selama setahun
Strategi pemasaran
Strategi pemasaran akan melibatkan dua hal penting. Pertama adalah konsumen seperti apakah yang akan perusahaan layani, dalam hal ini rusahaan harus menentukan segmentasi pasar dan pasar sasaran yang akan dilayani, kemudian yang kedua adalah bagaimana cara perusahaan menciptakan nilai untuk sasaran pasar tersebut, dalam ini perusahaan harus dapat menentukan diferensasi dan positioning mereka bagi konsumen.
Perumusan strategi adalah proses didalam level organisasi dengan menggabungkan berbagai jenis aktivitas proses bisnis untuk dapat memformulasikan misi dan tujuan strategis perusahaan. Aktivitas proses bisnis tersebut juga termasuk proses analisis, perencanaan, dan pengambilagkeputusan, dan manajemen yang mana hal terse but akan sering dipengaruhi oleh budaya dan sistem nilai yang ada di dalam organisas tersebut

Dalam proses strategi pemasaran, pelaku UMKM harus dapat menentukan konsumen manakah yang dapat kita layani dan penuhi kebutuhannya dengan baik serta cara perusahaan untuk menginfor masikan nilai mereka ke konsumen tersebut Proses ini dapat dijelaskan dalam kastaniya dengan penentuan segmentasi pasar. penentuan para perusahaan
Tujuan strategi produk
Tujuan strategi produk adalah mengarahkan pengembangan produk dan bauran produk. Berapa banyak variasi produk yang akan ditawarkan dan dalam bentuk konfigurasi yang bagaimana. Tujuan produk juga dapat fokus pada pengembangan produk dengan harga tertentu, tingkat kualitas, atau menarik bagi ceruk pasar.
Meskipun keputusan dari sebuah manufaktur baik industri atau dalam kemasan biasanya tanggung jawab divisi produksi perusahaan, strategi untuk mencapai tujuan-tujuan ini biasanya mendorong biaya yang mungkin terjadi dan sering kali melibatkan perubahan spesifikasi atau bahan untuk mendapatkan produk lebih keras menyenangkan, lebih ringan, lebih cepat, lebih murah atau lebih estetis.
Dalam perencanaan pemasaran, perlu mempertimbangkan fitur produk dan manfaat dalam segmentasi dan targeting. Hal yang tak kala penting adalah mendefinisikan business perusahaan.
Meskipun keputusan dari sebuah manufaktur baik industri atau paket biasanya tanggung jawab devisi produksi perusahaan, departemen ini harus bekerja sama dengan marketing. Merupakan tanggung jawab pemasaran untuk mengidentifikasi apa yang pelanggan inginkan dan apa yang kompetitor lakukan
Strategi harga
Harga produk berdasarkan biaya. Mengantisipasi jumlah produk yang akan dibeli pada harga tertentu, perusahaan cenderung untuk mengadopsi formula penetapan harga berbasis biaya.
Meskipun ini adalah sederhana dan mudah digunakan, eksekutif harus fleksibel dalam menerapkannya setiap situasi. Pemasar memulai proses penetapan harga berbasis biaya dengan total semua biaya yang terkait dengan penawaran produk di pasar, termasuk produksi, transportasi, distribusi dan biaya pemasaran. Mereka kemudian menambahkan sejumlah tertentu untuk keuntungan dan pengeluaran yang sebelumnya tidak dipertimbangkan.
Total dari keseluruhan menjadi harga. Banyak perusahaan kecil menghitung mark-up sebagai persentase dari biaya total. Ada dua perhitungan harga berbasis biaya, mark-up dan marjin keuntungan. Harga markup didasarkan pada biaya item dan margin keuntungan didasarkan pada harga jual. Sebagai contoh: Sebuah UKM yang memproduksi produk berbahan rotan memproduksi 200 kursi rotan dengan biaya per unit Rp. 100.000
Kesimpulan
strategi pemasaran UMKM tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya anggaran yang dimiliki, melainkan oleh kemampuan pelaku usaha dalam memanfaatkan kreativitas, membangun hubungan dengan pelanggan, serta memahami kebutuhan konsumen secara mendalam.
Perkembangan media sosial memberikan peluang yang setara bagi UMKM untuk meningkatkan visibilitas produk melalui konten yang relevan dan konsisten tanpa harus mengandalkan biaya promosi yang besar. Selain itu, pendekatan pemasaran yang berfokus pada hubungan jangka panjang, kepercayaan, dan loyalitas pelanggan terbukti mampu menciptakan promosi dari mulut ke mulut yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Dengan memanfaatkan pemahaman autentik terhadap konsumen lokal dan membangun narasi yang kuat, UMKM tidak hanya menjual produk, tetapi juga menciptakan nilai dan keterikatan emosional, sehingga mampu bersaing dan bertahan di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.

DAFTAR REFERENSI:
Buku ajar strategi pemasaran akurani tadion Badak No.: 2.Sc
Sitio Arifin & Simamora Saur
Strategi Pemasaran UMKM
Oleh Prof. Dr. Arifin Sitio, M. Sc. & Saur Costanius Simamora, SP, MM
Edisi Kedua, Cet 1 Pandeglang Permata Banten, 2019
* Marselina Anjelina _ 3B mahasiswa AKUB_San Agustin Kampus II Pontianak
*Editor – Samuel, S.E., M.M. – Dosen Manajemen Pemasaran.




