Duta, Pontianak | Kejahatan digital jaman sekarang, seperti phishing dan scamming kini semakin marak sekali ya terjadi di Tengah kemajuan teknologi yang semakin hari semakin banyak memudahkan masyarakat untuk melakukan aktivitas nya. Sebagai mahasiswa yang sering kali juga menggunakan teknologi digital.
Menyikapi fenomena ini, bahwa pemerintah kota Pontianak melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menegaskan pentingnya literasi dan kewaspadaan digital bagi seluruh lapisan masyarakat.
Pejabat fungsional pranata Humas Ahli Muda Diskominfo Kota Pontianak, M. Suryadin, menilai tema yang diskusi publik bertajuk ‘‘Kejahatan Digital untuk waspada jadi korban phishing dan Scamming’’ yang diiniasi oleh Aliansi Wartawan Kriminal (Awal) Pontianak sangat relevan dengan kondisi yang dialami masyarakat saat ini.
“Kemajuan teknologi memang membawa banyak kemudahan. Namun, di balik itu semua juga muncul tantangan dan ancaman baru yang harus kita hadapi Bersama, “ kata Suryadin dalam sambutannya pada kegiatan Diskusi publik kejahatan Digital di Aula Rumah Dinas Wakil Wali Kota Pontianak. Kamis, 13 November 2025.
Perspektif Keamanan Siber
Keamanan siber (Cybersecurity) merupakan topik yang sering dibahas oleh para ahli, mengingat pentingnya Upaya perlindungan terhadap sistem informasi, data, dan infrastruktur digital (Hanafi, 2002).
Berbagai pakar dalam bidang ini memberikan berbagai pandangan, namun secara umum mereka sepakat bahwa keamanan siber mencakup serangkaian Langkah dan strategi untuk melindungi sistem komputer, jaringan, data dari ancaman yang dapat merusak atau menganggu integritasnya. 
Perkembangan Keamanan Siber di Dunia Digital
Masalah kejahatan yang terkait dengan pencurian data sudah ada sejak lama, bahkan jauh sebelum munculnya computer moderm. Sebelum perang dunia II, telah terjadi kemajuan dalam bidang kriptanalisis Enigma. Pada tahun 1929, Biro Sandi Polandia mulai merekrut ahli matematika dengan mengundang mahasiswa dari Universitas Poznan untuk mengikuti kelas kriptologi.
Pada tahun 1932, para lulusan Universitas Poznan, yakni Marian Rejewski, Henryk Zygalski, dan Jerzy Rozycki, mulai bekerja secara penuh waktu di Biro Sandi Polandia. Secara bersamaan, seorang mata – mata prancis Bernama Hans – Thilo Schmidt berhasil menyusup ke kantor Cipher Jerman di Berlin (Ardiyasa, 2024).
Dalam sambutannya Ia menekankan bahwa kehidupan masyarakat saat ini tak bisa dipisahkan dari dunia digital, mulai dari berbelanja, berkomunikasi, hingga bertransaksi keuangan pun semuanya dilakukan melalui genggaman tangan saja. Namun, di balik kemudahan itu saya sebagai mahasiswa juga melihat bahwa masyarakat sering kali lenggah terhadap ancaman kejahatan siber.
“Banyak yang menjadi korban penipuan digital, kehilangan uang, bahkan data pribadi karena kurangnya kewaspadaan. Pelaku ini biasanya memanfaatkan kelengahan korban lewat pesan, tautan, atau situs palsu yang seolah berasal dari Lembaga resmi,” Jelasnya.
Dalam era digital yang semakin berkembang ini ada dua hal yang menjadi perhatian saya yaitu, ancaman siber dan serangan siber ini menjadi dua konsep penting untuk dipahami.
Yang di mana ancaman siber merujuk pada potensi bahaya yang dapat mengancam keamanan sistem informasi dan data di dunia maya, sedangkan serangan siber merupakan tindakan konkret yang dilakukan oleh pihak tertentu untuk mengeksploitasi kelemahan dalam sistem keamanan dengan tujuan merusak, mencuri, atau mengubah data. Ancaman siber sering kali berfungsi sebagai pemicu atau dasar dari terjadinya serangan (Adiyasa, 2024).
Menurut Suryadin, kegiatan diskusi publik seperti ini berperan penting untuk meningkatkan literasi dan kesadaran digital masyarakat. Dirinya juga menegaskan, pemerintah kota Pontianak mendukung penuh Upaya edukatif semacam ini sebagai bagian dari misi untuk menjadikan Pontianak sebagai kota yang aman, cerdas dan berdaya saing digital,”ungkapnya.
“Dari hal itu kita perlu menanamkan pada masyarakat, terutama generasi muda agar berinternet secara bijak, tidak mudah tergoda tawaran mencurigakan, dan selalu melindungi data pribadi dengan tanggung jawab. Ingat, dijaman sekarang era digital, yang dicuri bukan hanya uang, tetapi juga identitas dan kepercayaan diri,”ujarnya. Suryadin juga mengajak seluruh pihak pemerintah, akademisi, aparat penegak hukum, dan masyarakat untuk bersinergi dalam mencegah serta menaggulangi kejahatan digital.
Namun, bukan hanya ancaman siber saja yang terjadi, tapi ancaman Phishing. Dimana ancaman phishing ini adalah bentuk kejahatan dunia maya yang paling umum yang melibatkan pencurian informasi pribadi dan data sensitife orang lain dengan mengirimi mereka pesan, email, atau komunikasi digital lainnya.
Tujuan utama phishing ini adalah mencuri identitas target atau mendapatkan target illegal ke akun seseorang. Dengan informasi yang dimiliki pelaku phishing, pelaku dapat melakukan berbagai jenis penipuan, seperti pencurian identitas, pencurian uang, atau serangan terhadap computer dan sistem jaringan, Dimana hal itu merupakan dampak yang sangat serius bagi korban jika tidak benar – benar di perhatikan. Maka dari itu sebagai manusia yang pelupa kita harus saling mengingatkan.
Kejahatan phishing ini juga dapat dilakukan dengan modus sosial engineering. Dimana modus ini dilakukan dengan pelaku menghubungi korban melalui telepon, chat, sosial media, dan platform digital lain, dimana dia akan mengarahkan korban untuk membuka situs tertentu dengan tujuan pencurian data serupa.
Para pelaku memperhatikan perilaku atau kebiasaan calon korban untuk menemukan kelemahan mereka. Ada pula phishing yang bertujuan menanamkan malware atau virus ke perangkat digital korban, supaya pelaku bisa mencuri data korban secara otomatis (Chaudry, 2014). 
“Maka dari itu mari kita jadikan diskusi publik ini sebagai momentum untuk memperkuat kerja sama lintas sektor. Dengan pengetahuan dan kewaspadaan, kita bisa menciptakan ruang digital yang aman bagi seluruh warga Pontianak pungkasnya”.
Referensi Buku:
Internet, ( Kumparan). 22 November 2025. Kejahatan digital dan Literasi Masyarakat.
Sumber Buku:
- Waspada kejahatan phising attack-literasi Nusantara abadi grop, 2024
- Buku saku literasi digital-tangkap keamanan siber , sekolah staf & pimpinan tinggi polri (SSP Polri), 2025
- Keamanan siber dan Implementasinya di Indonesia, Yo Ceng Giap, M.Kom, Universitas Buddhi Dharma, 2025
Sumber internet:
Ade mirza, Kumparan, 13 November 2025, Marak kejahatan digital, pemkot pontinak dorong kewaspadaan lewat literasi (Marak Kejahatan Digital, Pemkot Pontianak Dorong Kewaspadaan Lewat Literasi | kumparan.com) sabtu, 22 November 2025
*Anjeli – Mahasiswa Akademi Keuangan dan Perbankan Pontianak (Sam).


