Duta, Pontianak | Setiap kali musim berganti, setiap orang merasakan sensasi yang tidak nyaman seperti hal nya hidung tersumbat, sesak nafas, bersin tanpa henti, mata berair, tenggorokan merasa gatal, dan tubuh terasa lemas. Jika sudah pernah mengalami hal tersebut bisa jadi anda mengalami alergi musiman.
Alergi jenis ini sering muncul di saat-saat tertentu, seperti musim hujan atau pun disaat panas terik. Walau tampak sepele, alergi musiman sangat mengganggu aktivitas sehari hari bahkan menurunkan kualitas hidup seseorang.
Artikel ini akan membahas lengkap tentang apa itu alergi musiman, apa saja gejalanya, faktor penyebabnya, serta cara mengatasinya agar anda tetap sehat dan produktif sepanjang hidup.
Apa itu alergi musiman?
Alergi musiman adalah reaksi berlebihan dari sistem kekebalan tubuh terhadap zat-zat yang sebenarnya tidak berbahaya, seperti jamur udara, atau debu. Tubuh salah mengenal zat tersebut sebagai ancaman, lalu melepaskan histamin-zat kimia yang memicu gejala seperti bersin, hidung tersumbat, dan mata gatal.
Kondisi ini dikenal juga dengan istilah hay fever atau rhinitis alergi musiman. Alergi musiman bisa terjadi di berbagai waktu tergantung pada lingkungan dan jenis alergi di sekitar kita.
Contohnya:
- Musim kemarau: serbuk sari tanaman dan debu udara meningkat.
- Musim hujan: jamur, udara lembab, dan tungau berkembang biak lebih cepat.
- Musim peralihan: perubahan suhu dan dingin membawa partikel memicu alergi.
Gejala Alergi Musiman
Setiap orang bisa mengalami gejala yang berbedaa tergantung tingkat kepekaannya. Namun, tanda-tanda umum alergi musiman meliputi:
- Bersin berulang kali, terutama di pagi hari
- Hidung tersumbat atau berair
- Mata gatal, merah, dan berair
- Tenggorokan atau telinga terasa gatal
- Batuk kering, terutama di malam hari
- Lelah dan sulit tudur akibat sesak nafas
Pada beberapa orng, alergi bisa juga memicu asma, menyebabkan sesak napas atau dada terasa berat.
Penyebab dan Faktor Pemicu
Beberapa faktor yang dapat memicu alergi musiman antara lain:
- Debu dan tungau
Hidup di karpet, kasur, dan perabot rumah. Tungau berkembang pesat saat kelembapan tinggi.
- Jamur udara
Spora jamur mudah menyebar di tempat lembab seperti kamar mandi, dapur, atau dinding yang berjamur.
- Bulu hewan peliharaan
Protein dalam air liur dan serpihan kulit hewan (dander) dapat menjadi alergen bagi sebagian orang.
- Perubahan cuaca
Fulktuasi suhu yang buruk memperparah reaksi pada saluran napas.
Cara Mengatasi dan Mencegah Alergi Musiman
Ada beberapa langkah efektif dalam mengendalikan alergi musiman:
- Hindari dan Kendalikan Pemicu
– Gunakan masker saat beraktifitas di luar ruangan.
– Setelah berpergian, segera ganti pakaian dan mandi untuk menghilangkan partikelalergen.
- Jaga Kebersihan Lingkungan
– Rutin bersihkan rumah terutama karpet, sofa, dan gorden.
– Cuci sprai dan sarungbantal minimal seminggu sekalidengan air panas.
- Gunakan Obat Antilergi
Jika gejala tak kunjung reda, obat antihistamini dapat membantu mengurangi bersin’ hidung meler, dan mata gatal.
- Perkuat Daya Tahan Tubuh
Langkah yang bida dilakikan:
– Konsumsi makanan tinggi vitamin C seperti jeruk, kiwi, dan paprika.
– Perbanyak sayur dan buah kaya antioksidan.
– Minum air putih cukup setiap hari.
– Tidyr minimal 7-8 jam per hari.
– Rutin berolahraga.
- Coba Terapi Imun (imunoterapi)
Untuk alergi yang sering kambuh, dokter dapat merekomendasikan imunnoterapi, yaitu pemberian dosis kecil alergen secara bertahap agar tubuh terbiasa dan tidak bereksi berlebih. Terapi ini dapat dilakukan dalam bentuk suntikan atau tablet sublingual (diletakan di bawah lidah).
Kesimpulan
Tubuh yang sehat dimulai dari lingkungan yang bersih dan pola hidup seimbang. Jangan biarkan alergi musiman menghambat produktivitasmu hadapi dengan bijak, dan nikmati setiap pergantian musimdengan penuh energi.
*Penulis: Novelia Napara – UKM Club Study Night, Falkutas Kesehatan Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo.


