Duta, Pontianak | “Bukan Sekadar Kegiatan, Inilah Wujud Fasilitasi Kampus dalam Memenuhi Kebutuhan Pengembangan Mahasiswa”.
Sebagai komponen yang cukup vital dalam struktur universitas, bagian kemahasiswaan memiliki mandat utama untuk memastikan bahwa segala kebutuhan mahasiswa dalam menjalani kehidupan kampus dapat terpenuhi secara optimal. Ini mencakup baik aspek akademis maupun non-akademis.
Lebih lanjut, kemahasiswaan berkewajiban untuk memastikan bahwa berbagai kegiatan mahasiswa dapat berjalan dengan baik, lancar, dan berdampak positif.
Keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini, meskipun hanya sekadar bersifat non-akademik, merupakan indikator penting bahwa Kampus berhasil dalam memfasilitasi kebutuhan pengembangan diri, minat, dan bakat mahasiswa di luar ruang kelas.
Kegiatan non-akademik ini berfungsi sebagai sarana esensial untuk melengkapi pengalaman belajar dan memenuhi kebutuhan sosial serta psikologis mahasiswa.
Sebagai contoh konkret dari peran fasilitasi ini, Kampus baru-baru ini Kampus AKUB secara aktif mendorong dan mendukung kegiatan mahasiswa pencinta alam (Mapala) yang merupakan salah satu unit kegiatan mahasiswa (UKM) di lingkungan kampus AKUB.

Dukungan ini diwujudkan dengan memfasilitasi kegiatan pendakian ke air terjun Terinting yang berlokasi di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.
Air Terjun Terinting yang berlokasi di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, dikenal karena keindahannya yang memukau namun medan tempuh yang sangat menantang (membutuhkan waktu trekking 6–7 jam melewati hutan lebat, menanjak, menuruni lembah, dan menyeberangi sungai).
Perjalanan panjang dan berat (trekking 6-7 jam) menuju Air Terjun Terinting menguji dan meningkatkan kapasitas aerobik serta daya tahan kardiovaskular.
Mendaki di medan yang tidak rata (hutan, tebing, menyeberangi sungai) adalah bentuk cardiovascular workout alami yang efektif, menguatkan otot kaki, paha, inti, dan punggung. Mahasiswa belajar mengenali dan mengatasi batas kemampuan fisik mereka sendiri, yang menumbuhkan ketahanan tubuh dan mental.
Pendakian yang menantang menuntut koordinasi, komunikasi yang efektif, dan saling bantu antar anggota tim untuk melewati rintangan alam yang sulit.

Anggota Mapala, terutama yang bertugas sebagai leader atau sweeper, melatih kemampuan manajerial perjalanan, pengambilan keputusan cepat di lapangan (terutama dalam situasi sulit/darurat), dan navigasi.
Perjuangan fisik yang melelahkan terbayarkan dengan keindahan alam di puncak/air terjun, mengajarkan nilai kesabaran, pantang menyerah, dan kepuasan batin setelah mencapai tujuan. Keberhasilan menaklukkan medan yang sulit di lingkungan yang liar memberikan kepuasan dan kepercayaan diri yang mendalam.
Berinteraksi langsung dengan hutan hujan Kalimantan, yang merupakan rumah bagi flora dan fauna yang mempesona, secara langsung menumbuhkan rasa kepedulian terhadap kelestarian alam.
Mahasiswa AKUB mempraktikkan prinsip-prinsip “Leave No Trace” (tidak meninggalkan jejak) dan konservasi, menjadikan pendakian sebagai wujud kecintaan (respek) terhadap alam. Kegiatan ini bisa menjadi sarana bagi Mapala untuk melakukan pendataan sederhana (eksplorasi) kondisi lingkungan, jalur, atau potensi masalah konservasi di sekitar Air Terjun Terinting.

Air Terjun Terinting dikenal dengan julukan “Negeri di Atas Awan” karena berada di ketinggian (400−600 mdpl). Mahasiswa dapat menikmati pemandangan hamparan awan, kabut, dan sunrise yang indah dari tebing air terjun, memberikan pengalaman estetika yang tak terlupakan.
Jauh dari polusi kota, kegiatan ini memberikan kesempatan untuk menyegarkan pikiran dan menghirup udara yang bersih dan sejuk khas hutan primer. Berada di alam terbuka yang damai, dengan suara gemuruh air terjun, membantu mengurangi stres akademik dan rutinitas digital.
Kesimpulannya adalah kegiatan ini bukan sekadar upaya untuk mengisi waktu luang atau menyediakan aktivitas fisik semata, melainkan memiliki makna yang lebih dalam. Pendakian ini merupakan wujud nyata dari pendidikan karakter dan kecintaan (respek) terhadap alam.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak untuk berinteraksi langsung dengan lingkungan, mempraktikkan konservasi, dan menumbuhkan rasa tanggung jawab kolektif terhadap kelestarian alam, yang sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan keberlanjutan.
*Paulinus Jang, S.E.,M.M, Dosen Akademi Keuangan dan Perbankan Grha Arta Khatulistiwa Pontianak, Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo, Kampus II.




