MajalahDUTA.Com, – Sabtu 22 Maret 2023, merupakan hari yang baik bagi SMA Pangudi Luhur Santo Yohanes di mana para guru bersama para peserta didik membuka awal tahun ajaran baru dengan mengadakan misa syukur sekaligus pemberkatan panggung di tengah-tengah halaman sekolah. Misa tersebut dipimpin oleh Mgr. Pius Riana Prapdi bersama sejumlah para imam (RD Fransiscus Suandi, RD Yosef Kaju, RP Sepo, CP beserta para Frater Keuskupan Ketapang yang telah melaksakan masa TOP, yang akan memulai masa TOP dan Frater yang sedang berlibur di Ketapang.
Suasana misa yang dihadiri seluruh guru dan siswa SMA PL St. Yohanes tersebut sangat khidmat dan berjalan lancar. Cuaca yang sangat cerah membuat perayaan misa berjalan dengan kondusif. Rangkaian kegiatan tersebut diawali dengan misa kemudian ramah tamah kepada para tamu undangan.
Memiliki Cinta Tuhan
Dalam homili, Mgr. Pius Riana Prapdi melemparkan pertanyaan yang cukup menarik,”Dalam bacaan Injil, Maria Magdalena pagi-pagi benar mengunjungi kuburan, kalau kita? Setelah bangun tidur pagi-pagi apakah yang kita lihat?” Serentak semua menjawab,”HP (Handphone)”.
Cinta akan Yesus menggugah Maria Magdalena untuk menemui Yesus yang telah wafat. Sehingga pada akhirnya Maria Magdalena menjadi orang pertama yang melihat penampakan Yesus.
“Sesungguhnya, bukan Maria Magdalena yang menemukan Yesus, tetapi Yesuslah yang menemukan Maria Magdalena,” ungkap Mgr. Pius. Demikian juga setiap orang Katolik harus meneladani Maria Magdalena yang memiliki cinta akan Tuhan Yesus, sehingga Yesus menemukan kita semua di dalam kasih-Nya.
Uskup Ketapang juga mengatakan bahwa sekalipun; sembari memohon maaf agar hal ini tidak terjadi, Mgr Pius melanjutkan, sekalipun seorang Katolik meninggalkan Tuhan Yesus, suatu hari kelak ia akan kembali kepada-Nya. Mgr. Pius menjelaskan bahwa Pembabtisan merupakan hal yang takkan pernah hilang sekalipun orang tersebut meninggalkan Yesus karena rahmat pembabtisan adalah kekal.
Berkaitan dengan bacaan pertama, pelantun syair Kidung Agung bertanya-tanya di manakah jantung hatinya? Mgr. Pius kemudian mengatakan bahwa jantung hati kita semua adalah Yesus Kristus.
Di akhir berkat penutup, Mgr. Pius mengatakan bahwa jadwal pesawat dimajukan untuk menghadiri persiapan kegiatan Orang Muda Katolik Sedunia (World Youth Day) di Lisbon, Portugal dengan dua utusan OMK Keuskupan Ketapang. Setelah melaksanakan Misa, para pelayan altar turun dan menuju ke ruangan yang telah disediakan untuk bersantap snack bersama.
Penulis: Fr. Fransesco Agnes Ranubaya




