MajalahDUTA.Com, Ngabang – Paroki Salib Suci Ngabang menggelar pembekalan bagi para calon Pengurus Dewan Pastoral Paroki (DPP) Periode 2022-2025 di aula Maniamas Ngabang. Pembekalan dilaksanakan selama 3 hari, dari hari Jumat, 11 Maret 2022 sampai Minggu 13 Maret 2022 dan diikuti oleh para calon Anggota DPP, Pastor Paroki dan Para Suster KFS Ngabang.
Hadir sebagai narasumber RP. Pius Barces, CP, Vikaris Yudisial Keuskupan Agung Pontianak.
Baca Juga: Pembekalan Dewan Pastoral Paroki Kristus Raja Sambas Periode Tahun 2022-2024
“Umat paroki menjadi dekat satu sama lain karena dipersatukan oleh cita-cita yang sama (mengikuti Yesus Kristus) pengutusan yang sama (menghadirkan kerajaan Allah) dan tujuan yang sama (keselamatan kekal). Dengan demikian umat paroki adalah umat terpilih yang dipanggil untuk membangun paguyuban alternatif (yang hidup atas dasar lain dibandingkan dengan masyarakat atau organisasi sosial pada umumnya).” demikian Pengantar yang disampaikan RP. Pius Berces, CP tentang sejarah pembentukan DPP pada sesi pertama pembekalan.
Dewan Pastoral Paroki
“Paroki adalah komunitas gerejawi yang pertama/dasar. Keluarga spiritual, sekolah iman, doa, yang pertama. Paroki adalah tempat pertama dalam berkarya cinta kasih; lembaga pertama dalam karya pastoral dan sosial, pusat kehidupan gerejawi. Paroki adalah sebuah komunitas umat beriman yang menghayati persekutuan dan partisipasi, mendengarkan Sabda Allah, bertumbuh dalam hidup Kristiani, beribadah dan berbagi dalam pelayanan berjangkauan luas (Gaudium Evangelii).”
Kegiatan Pembekalan yang dibuka langsung oleh Pastor Kepala Paroki Salib Suci Ngabang RP. Filipus. OFM CAP, diikuti dengan antusias oleh calon-calon anggota DPP yang sebagian besar di isi oleh orang-orang muda.
“Ide tentang DPP sudah ada sejak Paus Pius XI, melalui Surat Edaran Quamvis Nostra aetate 27 Oktober 1936 dari Pius XI: DPP untuk memajukan dan mengembangkan serta mengkoordinasikan karya kerasulan paroki”.
“Dasar teologis munculnya DPP itu dari prinsip communio dan partisipasi Umat Allah dalam hidup dan aktivitas gerejawi. Karena itu para anggota DPP adalah orang-orang beriman yang mau melibatkan diri secara aktif pada Gereja/paroki dan merasa menjadi bagian dari paroki. DPP lebih menjadi sebuah badan pelayanan dan rekomendatif terhadap Pastor Paroki (selaku Gembala umat dan penanggungjawab Paroki) dalam bidang pastoral (aktivitas dan pelayanan pastoral kepada umat paroki).” sambung Romo Barces saat menyampaikan materi tentang sejarah DPP.
Pada hari kedua dipaparkan materi tentang sejarah DPP, Pedoman DPP Keuskupan Agung Pontianak, dilanjutkan dengan panduan penyusunan Program Kerja. Pada sesi ini Romo Barces mengajak semua peserta membentuk kelompok sesuai dengan bidang, kemudian setiap seksi dibimbing untuk membuat Rancangan Program Kerja sesuai Pedoman DPP Keuskupan Agung Pontianak.
Pelayanan
Diakhir sesi hari ke dua, semua bidang mempresentasikan Rancangan Program Kerja yang telah disusun kepada seluruh anggota DPP untuk dibahas bersama.
Hari ketiga kegiatan Pembekalan calon anggota DPP, para peserta mengawali kegiatan dengan bersama-sama mengikuti misa pertama digereja di pimpin langsung oleh Romo Barces yang merupakan misa hari minggu Prapaskah ke 2.
“Belum lama ini, Paus Fransiskus menerbitkan Anjuran Apostolik terbaru, yang disebut Amoris Laetitia atau Sukacita Kasih. Dokumen itu menekankan pentingnya ikatan kasih sayang dalam membangun keluarga harmonis” ujar Romo Barces saat menyampaikan materi di hari ketiga tentang Hukum Perkawinan Kanonik. Tanya jawab tentang perkawinan diakhir sesi diikuti oleh peserta dengan antusias.
Rangkaian kegiatan pembekalan calon Anggota DPP, ditutup secara resmi oleh Pastor Kepala Paroki Salib Suci Ngabang RP. Filipus. OFM CAP dan diakhiri dengan ramah tamah.




