Saturday, January 10, 2026
More

    Tarian Kreasi Mangkok Merah oleh UKM Seni Tari Catur Merak di Wisuda STKIP Pamane Talino 2019

    Oleh: Selli, Mahasiswa STKIP Pamane Talino Ngabang

    MajalahDUTA.Com,Pontianak – Tari Mangkuk Merah merupakan salah satu tari tradisional Dayak Kanayatn. Tarian ini dipentaskan dengan Ritual Sakral adat Dayak yang berfungsi untuk memanggil roh suci leluhur atau yang juga disebut Jubata.

    Baca Juga: Lourdes melayani orang sakit selama pandemi COVID

    Menurut kerusuhan Dayak-Madura yang pernah terjadi di Singkawang pada tahun 1999, Mangkuk Merah digunakan dalam keadaan genting saja. Inilah salah satu cara masyarakat Dayak untuk berkomunikasi dan mengumpulkan massa kala itu.

    Mangkok Merah

    Dengan adanya legenda ini, diangkatlah tarian yang menggambarkan kisah serupa sesuai peristiwa tersebut. Kemudian ditampilkan dalam acara Wisuda Ke-IV  STKIP Pamane Talino  yang diwakili oleh Avila Perenanda, Ayu Sentia, Anas, Elisabet Nanda Ayu, Selli Klara, Sisilia Putri Nita, dan Philipinchia Vinny M.D.V. (14/09/2019).

    Baca Juga: Komisi Covid19 Vatikan Menyelenggarakan Acara Kehatan dan Ekologi di Minggu Laudato Si’

    Menurut Elisabet, Tari Mangkuk merah merupakan tanda komunikasi dalam keadaan darurat. “Kita mementaskan karena menyadari perlu adanya komunikasi dan kolaborasi dalam hidup ini. Sebab makhluk sosial perlu bantuan dan dukungan org lain” Ujarnya.

    Sedangkan menurut Sisil, Tari Mangkok Merah itu sendiri menceritakan tentang ritual adat istiadat yang merupakan tradisi asli masyarakat Dayak Kanayatn.

    “Semoga tarian ini terus dilestarikan, agar dapat  mengingatkan masyarakat kembali tentang pentingnya tradisi dalam adat Dayak Kanayatn,”  harap Sisil dan Elisabet.

    Related Articles

    spot_img
    spot_img

    Latest Articles