Penulis: Heryanto, Peserta Lomba Menulis Liputan Bulan Rosario di masa Pandemi Covid-19
MajalahDUTA.Com, Pontianak- Bunda Maria merupakan sosok seorang ibu yang selalu hadir sebagai perantara doa agar tersampaikan kepada Allah Bapa, serta ibu segala bangsa dan teladan bagi banyak umat kristiani terkhusus umat katolik. Hal yang dilakukan untuk penghormatan khusus kepada Maria oleh Gereja bagi umat kristiani dilaksanakan selama dua kali dalam setahun.
Pada bulan Mei, kita menghormati Maria sebagai Bunda Allah sehingga disebut sebagai bulan Maria. Sedangkan bulan Oktober ditetapkan sebagai bulan Rosario untuk mengenang kekuatan berdoa kepada Allah melalui Maria dengan sarana Rosario di tangan.
Kemudian pada bulan Mei dan bulan Oktober biasanya bagi umat kristiani khususnya katolik mereka akan melakukan ziarah ke Gua Maria yang terdapat diberbagai daerah setempat yang dapat mereka kunjungi, serta pada saat melakukan ziarah ini umat biasanya juga mempersembahkan lilin, bunga segar, dan persembahan lainnya, tujuan dilakukan ziarah ini juga untuk berdoa dan berdevosi kepada Bunda Maria, yang dimana pada ziarah ini kita dapat mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas berkat, anugrah, rejeki, dan kasih karunia serta rasa syukur lainnya yang telah diperoleh dari Nya.
Kehidupan itu seperti ibarat roda yang berputar dan terus berputar demikian juga itu yang membuat lokomotif terus berjalan juga. Dalam setiap kehidupan kita pastilah memiliki rintangan dan tantangan yang berbeda-beda pula, maka tetap berjuang dan lakukanlah yang terbaik untuk dapat bangkit dan kuat dalam proses perjalanan kehidupan kita ini.
Karena dalam setiap hal-hal yang kita lakukan pasti Allah Bapa selalu beserta kita dan Putera NYA Tuhan Yesus Kristus juga akan selalu bersama kita didalam menghadapi pelbagai kesulitan/persoalan hidup yang akan kita lewati sesulit apapun itu. Serahkanlah segala sesuatu itu kepada NYA. Kita sebagai manusia hanya bisa merencakannya saja, tetapi DIA lah yang menjadikan semuanya indah pada waktunya. Sebab rancanganKu bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalanKu, demikianlah firman Tuhan (Yesaya 55 : 8).
Dalam kehidupan didunia ini kita hanya sebagai tempat persinggahan sementara. Bisa disebut kita sebagai manusia yang masih hidup itu adalah orang-orang yang masih melakukan perziarahan di dunia ini. Maka kita semua yang masih diberikan nafas kehidupan, serta diberikan kelimpahan rahmat, kasih karunia, anugrah, dan berkat serta rejeki dari NYA.
Kita harus selalu bersyukur atas apa yang dapat kita peroleh hingga saat ini. Karena diluar sana masih banyak orang-orang yang belum menerima dan memiliki kehidupan yang kita rasakan/nikmati pada saat sekarang ini, maka syukuri dan juga bagikanlah berkat sukacita ini kepada orang-orang yang sangat membutuhkannya. Jangan sesat! Allah tidak tidak membiarkan diriNya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya (Galatia 6:7).
Permandian bayi berkaitan erat dengan doktrin Doa Asal. Gereja katolik mengajarkan setiap manusia yang lahir ke dunia dalam keadaan berdosa oleh akibat dosa asal yang diturunkan oleh Adam yaitu manusia pertama, maka dengan demikian. Gereja juga memberikan jalan bagi pembaptisan bayi, yang dimana dimaksudkan untuk membersihkan sang bayi tersebut dari dosa asal, dan mempercayakan petumbuhan imannya ke tangan para orang tua dan orang tua baptis anak tersebut, karena Gereja mengenal pembaptisan sebagai jalan untuk membawa anak tersebut kepada Keselamatan.
Kristus berkata: “Biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku, dan jangan kamu menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah.” (Luk 18:16). Dan Kristus pula pernah berkata, “sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.” (Yoh 3:5).
Di sini Kristus menekankan perlunya kelahiran kembali dalam pembaptisan untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah, maka dari itu pembaptisan bayi adalah sesuatu hal yang penting untuk dilaksanakan.
Pembaptisan yang telah dilakukan untuk bayi kecil yang bernama Eugenia Gracelyn Elnathania Nakashima dengan didampingan oleh kedua orang tuanya. Acara ini dilakukan tepat pada hari Minggu, 28 Februari 2020 di Gereja Katedral Santo Yosef Pontianak, ini merupakan anak kedua dari Bapak Dominicus Savio Frans Nakashima dan ibu Laurensia Yenny.
Bersyukur atas anugerah serta kasih karunia yang telah Tuhan berikan yang menitipkan anak kedua ini kepada kami para orang tuanya, kemudian dengan dilakukan pembaptisan ini kami sangat bersyukur dan dibantu oleh saudara kami Heryanto yang sudah bersedia untuk meluangkan waktunya untuk mengurusi segala macama keperluan untuk pembaptisan bayi tersebut.
Setelah usai pembaptisan ini tidak lupa kami ucapkan syukur atas hadirat dan berkat Tuhan yang tak berkesudahan karena masih diberikan kesempatan dan dipercayakan untuk dapat merawat dan membesarkan anak ini, tampak senyum yang terpancar dari wajah dan raut muka yang diberikan oleh sang buah hati ini serta dari seorang ibu yang menggendongnya terpancar senyum menawan.
Seorang sosok ibu yang begitu anggun dan seorang anak bayi yang cantik jelita yang begitu senang dan bahagia pada saat dilakukan sesi foto yang diambil pada sudut bagian depan dari Plaza Maria di Gereja Katedral Santo Yosef Pontianak.
Oh mama Oh ibu Oh Bunda Oh Maria perawan yang murah hati dan baik hati terima kasih atas segala hal-hal kebaikan telah Engkau berikan kepada kami, hingga kami dapat dipertemukan menjadi sebuah keluarga layaknya seorang anak dan seorang ibu yang akan hidup hanya didalam nama Tuhan Kami Yesus Kritus dan pengantara kami. Amin.
Puji dan Syukur atas kehadirat Tuhan karena kami masih diberikan kesempatan dapat berkunjung ke negara asal tempat kami dilahirkan dan dibesarkan oleh kedua orang tua kami, pada akhirnya kami menjadi sebuah keluarga dan memiliki dua orang anak yang Engkau titipkan. Karena akan menjaga dan merawat anak-anak yang Engkau titipkan ini layaknya dididik hanya untuk memuji dan menyembah didalam nama Engkau ya Tuhan Yesus Kristus.




