MAJALAHDUTA.COM, Media Center San Agustin, Ngabang, 1 Juli 2024 – Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo (UKSAH) menggelar Turnamen Futsal Mini untuk mahasiswa semester 4 Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR).
Turnamen ini diadakan di Gedung Kampus Utama Universitas Santo Agustinus Hippo, Jl. Ilong, Dusun Gasing Pal 4, Ngabang, Kalimantan Barat.
Kegiatan yang berlangsung sejak tanggal 21 hingga 30 Juni 2024 ini merupakan ajang yang dinanti-nantikan oleh seluruh kaprodi yang berada di kampus 1 dan 2, termasuk Program Studi Pendidikan Jasmani, Bahasa Inggris, Matematika, dan FST.
Pertandingan digelar setiap hari Jumat dan Sabtu, melibatkan seluruh kaprodi yang ikut serta dalam turnamen.
Aldo Wiranata (20 tahun), mahasiswa semester 4 Angkatan 22 dari Prodi PJKR, yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Turnamen, menyatakan kesan dan harapannya terhadap kegiatan tersebut.
Melihat antusiasme dari mahasiswa lainnya, dia mengaku bangga akan kesempatan yang dipercayakan kepadanya sebagai ketua panitia dalam kegiatan tersebut.
“Saya sangat terkesan dengan antusiasme dan semangat yang ditunjukkan dalam turnamen futsal mini ini. Ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga wadah untuk mempererat tali persaudaraan dan meningkatkan semangat sportivitas di kalangan mahasiswa, kata Alda, (28/06/24).
Hal serupa yang diungkapkan oleh Yuliana Evi Tamala (20 tahun), sebagai mahasiswa semester 4 Angkatan 22 dari Prodi yang sama, menurutnya kegiatan turnamen tersebut memberikan pengalaman yang tak terhingga bagi mereka.
Sebagai mahasisiwi yang turut menjadi panitia penyelenggara, dia berharap kegiatan ini dapat menghimpun banyak talenta dari mahasiswa di FIKIP San Agustin.
“Turnamen futsal mini ini sangat menyenangkan dan memberikan pengalaman berharga bagi kami. Kami berharap ke depannya turnamen ini dapat terus diadakan dengan skala yang lebih besar, untuk mengembangkan bakat dan semangat sportivitas kami, kata Evi, (28/06/24).
Sejalan dengan hal itu, Aprilia Veronika Seri (19 tahun), mahasiswa semester 2 Angkatan 23, yang turut serta sebagai peserta, menyampaikan kesan dan harapannya sebagai bagian dari kegiatan ini.
Dia mengungkapkan keseruan dan kesan menjadi salah satu peserta dalam turnamen ini.
“Saya merasa sangat terkesan dengan kebersamaan dan semangat dalam turnamen futsal mini ini. Semoga ke depannya, persiapan dan pengelolaan turnamen dapat lebih baik lagi, sehingga kami dapat bertanding dengan lebih baik dan bertanggung jawab,” tambah Aprilia, (28/06/24).
Bagi mereka, turnamen futsal mini tidak hanya menjadi ajang untuk mengasah kemampuan bermain futsal, tetapi juga memupuk semangat kompetitif dan kolaboratif di kalangan mahasiswa.
Tentunya langkah umum dan harapan besar Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo kegiatan serupa itu dapat terus memberikan dampak positif bagi pengembangan bakat dan karakter mahasiswa di masa mendatang.
By. Sam – Media Center San Agustin
Sumber: Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo
Since pembuka video kreatif "Betangas" - 2024. (Mahasiswi Kebidanan San Agustin).
MAJALAHDUTA.COM, Media Center San Agustin, Pontianak, 29 Juni 2024 – Dalam rangka merayakan Dies Natalis ke-22 pada 20 Juni 2024 STIKES Medistra Indonesia yang bertemakan ‘To Be The Best Building Humanist Development In The Modern Era’, telah diselenggarakan Lomba Video Kreatif nasional.
Acara ini menampilkan berbagai karya inovatif dari mahasiswa di bidang kesehatan, salah satunya diantaranya adalah video kreatif berjudul “Betangas”.
Tim video kreatif yang terdiri dari Gracea Villa Kurnia, Bernadeta Sutma Adevelamesti, dan Fransiska Alya Yola dari Fakultas Kesehatan, Program Studi D III Kebidanan Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo, berhasil memenangkan juara pertama dalam kompetisi ini.
Video mereka memperlihatkan praktik tradisional betangas, yang merupakan cara menggunakan rempah-rempah alami untuk perawatan ibu nifas.
Menurut mereka gambaran besar dari betangas adalah ibu nifas yang menggunakan cara tradisional untuk menghilangkan bau yang ada pada tubuhnya dengan menggunakan betangas.
Cara betangas menggunakan bahan rempah-rempah alami hasil dari kekayaan alam itu sendiri.
Mereka mengaku sangat senang dan bangga tentunya dengan kerjasama tim dan juga bersama dosen pembimbing mereka Youlenta Erneshonta, SST., M.Keb, dan Apriliana Pipin, S. Tr.Keb., M.Kes juga Marsela Renasari Presty, SST., M. Keb selaku dosen kebidanan yang sudah membantu dalam pengembangan cerita video kami dan juga kampus Universitas San Agustin.
Tim Video Kreatif “Betangas”- Juara 1 (2024)
Bagi kelompoknya, mulai dari tenaga, ide yang diberikan kepada mereka karena sudah memfasilitasi mahasiswanya dalam pengembangan bakat melalui kegiatan yang berbau positif seperti lomba video kreatif yang mereka ikuti.
Kelompok mereka berharap bagi Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo semoga kedepan tetap mendukung kegiatan dan karya mahasiswa dalam melakukan perlombaan ataupun kegiatan lainnya.
Harapan besar kelompok mereka, semoga karya-karya dari mahasiswa Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo bisa dikenal oleh banyak orang.
Gracea Villa Kurnia, sebagai ketua tim, menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian tersebut.
“Perasaan kami sangat senang dan bangga dengan kerjasama tim kami yang solid dalam menghasilkan karya ini. Kami juga berterima kasih kepada dosen pembimbing yang telah membimbing kami dengan baik,” katanya, (28/02/24).
Begitu juga yang dirasakan oleh Fransiska Alya Yola. Dia menambahkan banyak terima kasih kepada Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo yang telah memberikan dukungan mereka lewat Tim Media Center San Agustin.
“Kami juga berterima kasih kepada Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo yang telah memberikan dukungan penuh untuk mahasiswa dalam mengembangkan bakat melalui kegiatan-kegiatan positif seperti ini,” katanya, (29/06/24).
Sebagai pemeran ibu nifas, Bernadeta Sutma Adevelamesti menyampaikan harapan tim untuk universitas mereka. Dia berharap agar San Agustin tetap mendukung mahasiswa dalam kegiatan seperti ini.
“Semoga ke depannya Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo tetap mendukung mahasiswa dalam mengikuti berbagai perlombaan dan kegiatan lainnya, serta semoga karya-karya kami dapat dikenal lebih luas,” tuturnya (29/09/24).
Pada kesempatan yang sama, dosen pembimbing mereka, Youlenta Erneshonta, SST., M.Keb, mengungkapkan kebanggaannya.
“Kami ucapkan selamat dan terima kasih atas prestasi yang diraih oleh mahasiswa kami. Mereka telah menunjukkan antusiasme dan dedikasi yang tinggi meskipun sedang sibuk dengan jadwal praktik di rumah sakit,” kata Ernes, (29/06/24).
Menurut Ernes, tema video “Betangas” dipilih karena sesuai dengan tema Dies Natalis STIKES Medistra Indonesia yang menyoroti kekayaan alam.
Konsep betangas sendiri diambil dari pengalaman pribadi Gracea Villa Kurnia.
“Betangas merupakan mandi uap dengan rempah-rempah seperti daun sirih, serai wangi, dan kulit pohon wangi, yang telah jarang dilakukan generasi muda dewasa ini,” jelasnya, (29/06/24).
Ernes berharap dengan kemenangan ini, tim kreatif dari Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo berharap dapat terus berpartisipasi dalam kompetisi-kompetisi yang lebih besar untuk meningkatkan prestasi dan mencatatkan nama baik almamater mereka di tingkat nasional maupun internasional.
Baginya kesempatan ini juga menjadi momentum untuk mendorong mahasiswa lainnya agar lebih aktif dalam mengeksplorasi dan mempromosikan kekayaan budaya dan alam Indonesia melalui berbagai media, termasuk video kreatif seperti yang mereka ciptakan.
By. Samuel – Media Center San Agustin
Sumber: Universitar Katolik Santo Agustinus Hippo
Momen Foto Bersama seluruh Peserta | 2024. Ngabang - Landak.
DUTA, Media Center San Agustin, 28 Juni 2024- Belum lama ini, persisi pada 21 Juni 2024 Dinas Pendidikan Kabupaten Landak menggelar acara penutupan untuk program Kampus Mengajar angkatan ke-7 yang melibatkan seluruh mahasiswa Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo yang ditugaskan di berbagai sekolah di Kabupaten Landak.
Acara ini bertempat di aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat.
Acara tersebut dihadiri oleh seluruh 54 mahasiswa dan 4 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang terlibat dalam program ini.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan literasi dan numerasi di sekolah-sekolah dasar Kabupaten Landak, sebagai respons terhadap tantangan dalam dunia pendidikan terutama selama pandemi COVID-19.
Menurut Sekretaris Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo, Jayadi, S.Pd., M.Or,
Jayadi melihat dengan adanya program Kampus Mengajar itu, mereka berharap upaya-upaya peningkatan mutu pendidikan dapat terus berlanjut.
“Kehadiran mahasiswa dan Dosen Pembimbing Lapangan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, termasuk dari kampus kami, menunjukkan komitmen kami dalam mendukung pendidikan di tingkat dasar melalui literasi dan numerasi,” katanya, (28/06/24).
Salah satu mahasiswa yang terlibat dalam program ini, Santania Klara (20 tahun), menjelaskan bahwa kegiatan hari itu meliputi penyerahan Rencana Aksi Kolaborasi (RAK) serta laporan akhir dari mahasiswa kepada Dinas Pendidikan.
“Kami merasa bahwa kegiatan ini tidak hanya menandai berakhirnya tugas kami di sekolah-sekolah, tetapi juga meninggalkan kesan yang mendalam tentang semangat pengabdian dan harapan untuk masa depan pendidikan yang lebih baik,” ujarnya, (28/06/24).
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Landak, Hery Mulyadi, menyambut baik penutupan program ini sebagai wujud komitmen bersama untuk terus meningkatkan mutu pendidikan di daerahnya.
Penyerahan RAK ini dinilai oleh mahasiswa menunjukkan bahwa mereka berkomitmen untuk melanjutkan upaya-upaya positif yang telah dilakukan selama program Kampus Mengajar, demi masa depan pendidikan yang lebih baik untuk Kabupaten Landak.
Program Kampus Mengajar merupakan salah satu inisiatif yang memperkuat hubungan antara dunia akademik dengan kebutuhan masyarakat nyata, dengan tujuan memberikan kontribusi positif yang berkelanjutan bagi pendidikan di Indonesia.
Melalui kegiatan ini, diharapkan bahwa semangat kolaborasi dan sinergi akan terus memajukan pendidikan di Kabupaten Landak serta menghasilkan bibit-bibit unggul yang dapat membantu peningkatan literasi dan numerasi di sekolah-sekolah.
Dengan berakhirnya program angkatan ke-7 ini, Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo dan seluruh pihak terlibat berharap bahwa semangat untuk memberikan dampak positif bagi pendidikan akan terus diperjuangkan dalam setiap kegiatan Kampus Mengajar yang akan datang.
“Saya juga berharap semoga di kegiatan kampus mengajar selanjutnya kampus dapat menciptakan bibit-bibit unggul dalam membantu sekolah dalam peningkatan literasi dan numerasi di sekolah-sekolah melalui para mahasiswa/i yang memiliki jiwa pengabdian yang besar,” tambah Klara, (28/06/24).
By. Samuel – Media Center San Agustin
Sumber: Falkutas Keguruan Ilmu Pendidikan Kampus I San Agustin
Suasana Pembukaan HOMK-KAP III | Nyarumkop 27 Juni 2024.
DUTA- Media Center San Agustin, Pontianak, 28 Juni 2024 – Kemeriahan dan semangat kebersamaan memenuhi Kompleks Persekolahan Katolik Nyarumkop Singkawang pada 27 Juni 2024 sore, saat Bapa Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus, dan Mgr. Pius Riana Prapdi, Uskup Keuskupan Ketapang, bersatu dalam Misa Pembukaan Hari Orang Muda Katolik Keuskupan Agung Pontianak ke-3 (HOMK-KAP III).
Acara HOMK-KAP III dihadiri oleh lebih dari 1.200 peserta dari berbagai paroki di Keuskupan Agung Pontianak, serta dikepalai oleh sekitar 300 panitia dan volunteer yang gigih dalam persiapan acara ini.
Misa yang diadakan pada pukul 16.00 WIB ini juga turut dihadiri oleh sekitar 250 tamu undangan dan pengisi acara, serta 14 narasumber yang memberikan inspirasi kepada generasi muda Katolik.
Total keseluruhan partisipan mencapai 1.764 orang, menjadikan acara ini sebagai momentum penting bagi pertumbuhan spiritual dan kebersamaan komunitas Katolik di Kalimantan Barat.
Dalam wawancara 28 Juni 2024 pagi, Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus, menekankan pentingnya kebersamaan dalam menghadapi tantangan hidup saat ini.
“Saya sangat senang melihat begitu banyak orang muda berkumpul dengan penuh kebahagiaan. Mereka menunjukkan bahwa kebersamaan bukan hanya untuk sesama Katolik, tetapi untuk semua orang,” kata Uskup Agustinus, (28/06/24).
Menurut Uskup Agustinus, pada acara yang melibatkan 33 paroki di Keuskupan Agung Pontianak ini, lebih dari 50 pastor turut hadir untuk memberikan dukungan moral kepada para peserta.
“Ini bukan hanya acara rutin, tetapi sebuah ajang untuk memperkokoh tali persaudaraan dan membangun generasi muda yang tangguh dalam iman,” tambahnya, (28/06/24).
Uskup Agustinus, tengah nyanyikan lagu Doleng Donado. Nyarumkop | 2024.
Kreatifitas Panitia
Kegiatan HOMK-KAP III ini dimata Uskup Agustinus dinilai kreatif dengan ide briliant mereka dalam mengemas kegiatan yang tujuannya untuk meramu semangat orang-orang muda Katolik di se- Keuskupan Agung Pontianak.
Dia juga melihat bahwa acara Misa Pembukaan HOMK-KAP III ini juga menonjolkan kekompakan melalui kegiatan kelompok seperti Pondok Maria dan Pondok Elisabeth, yang dirancang untuk mempererat hubungan antarparoki.
“Hal ini sejalan dengan tema Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) tahun ini yang mengangkat nilai-nilai kebersamaan dalam pelayanan gerejawi,” kata Uskup Agustinus, (28/06/24).
Uskup Agustinus juga menambahkan bahwa foto-foto dari acara pembukaan kemarin akan segera dia dikirimkan untuk memberikan kesan visual tentang semangat dan antusiasme yang mengiringi kegiatan kali ini.
Menurutnya kesuksesan acara HOMK-KAP III menjadi bukti nyata bahwa kerjasama lintas paroki dapat menghasilkan dampak positif yang besar bagi komunitas Katolik di daerah ini.
Acara HOMK-KAP III akan berlanjut mulai tanggal 27 hingga 30 Juni 2024 mendatang dengan serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk memperdalam pemahaman akan iman Katolik dan memperkuat komunitas dan kerjasama antar keyakinan hingga masyarakat luas.
By. Samuel – Media Center San Agustin
Sumber: Wawancara Uskup Agustinus dan Panitia Dokumentasi HOMK-KAP III
Salah Satu Since Video Daun Sirih - Juara 2 - Falkutas Kesehatan Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo. (2024).
DUTA – Media Center San Agustin PONTIANAK, 28 Juni 2024 – Dalam rangka menyambut Dies Natalis ke-22 Case Medistra Indonesia dengan tema “To Be The Best Building Humanist Development In The Modern Era”, telah dilaksanakan kompetisi nasional lomba video kreatif yang diikuti oleh berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Salah satu video yang menarik perhatian adalah karya dari kelompok mahasiswa Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo, yang berjudul “Daun Sirih”.
Video yang dibuat oleh kelompok Gabrella Stephani Yosda Putri (17 tahun), Gita (20 tahun), dan Christianingsih Sri Paninggih (18 tahun) dari Fakultas Kesehatan, Program DIII Kebidanan, semester II ini, berhasil menampilkan kekayaan alam dan budaya dari Kalimantan Barat dengan bangga meraih juara 2 dalam kompetisi tersebut.
Melalui karya mereka, mereka menggambarkan keindahan hutan Kalimantan serta budaya suku Dayak dan Melayu yang kaya akan tradisi pengobatan tradisional menggunakan bahan alamiah seperti daun sirih untuk mengobati demam.
Dalam wawancara singkat setelah pengumuman pemenang, Gabrella menyampaikan perasaan bangga dan senang atas kesempatan untuk berbagi kekayaan budaya daerahnya kepada masyarakat luas.
“Kami berharap karya kami dapat menginspirasi orang banyak untuk lebih menghargai dan melestarikan kearifan lokal yang ada di Indonesia, serta membangkitkan kesadaran akan pentingnya menjaga kekayaan alam,” ungkap Gabrella, (27/06/24).
Ketua kelompok Gabriella menambahkan, “Kami juga sangat berterima kasih kepada dosen pembimbing kami, Ibu Asmaurina Pramulya, S.ST.,M.Keb., dan Ibu Anastasia Lina, S.ST.,M.Keb., yang telah memberikan arahan dan dukungan selama proses pembuatan video ini,” kata Gabriella dalam via WA (27/06/24).
Cuplikan dari Since Video “Daun Sirih” (2024).
Video “Daun Sirih” berhasil menarik perhatian juri dengan penggambaran yang kreatif dan informatif tentang potensi alam dan kearifan lokal Indonesia. Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo pun berharap untuk terus mendukung kegiatan mahasiswanya dalam mengembangkan kreativitas baik di dalam maupun di luar akademik.
Indonesia memiliki kekayaan alam hayati yang luar biasa. Terdapat 2.848 spesies tumbuhan obat dengan 32.014 ramuan obat tradisional yang dimanfaatkan oleh masyarakat.
Pada pembuka videonya dituliskanbahwa Kalimantan Barat, penggunaan obat tradisional telah meningkat hingga 44,3% dari tahun 2010 hingga 2018. Hal ini disebabkan masih terbatasnya akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan formal. Salah satu tanaman obat yang banyak digunakan adalah daun sirih.
Daun sirih merupakan salah satu tumbuhan obat yang paling banyak digunakan oleh suku Melayu dan suku Dayak di Kalimantan Barat. Masyarakat memanfaatkan daun sirih untuk mengobati mimisan, demam, dan panas.
Menutup bagian video akhir ditutup dengan sajak singkat berbunyi demikian: Bagai helai daun yang tumbuh subur di bumi pertiwi, Tanaman obat tradisional mengisi keragaman hayati.
Merajut harmoni di antara warga dan lingkungannya, Menginspirasi kita untuk menjaga anugerah Tuhan yang Maha Kuasa. Kalimantan Barat, surga tersembunyi yang masih menyimpan rahasia, Terbentang luas, menanti untuk dieksplorasi dan dilestarikan.
Dengan demikian, partisipasi dalam kompetisi ini tidak hanya memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa, tetapi juga memberikan inspirasi kepada masyarakat untuk lebih menghargai dan memahami keberagaman budaya dan alam Indonesia.
By. Sam – Media Center San Agustin
Sumber: Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo
Vikjen Keuskupan Sintang, Pastor Miau tengah memberikan sambutan mewakili Uskup Sintang. 2024.
MAJALAHDUTA.COM, Media Center San Agustin, Pontianak, 27 Juni 2024 – Keuskupan Sintang menggelar acara Tebar OMK dengan tema “OMK Militan dan Berdaya Ubah”. Acara yang berlangsung selama empat hari di Kabupaten Melawi, mulai dari tanggal 25 hingga 28 Juni 2024, berhasil menarik perhatian lebih dari 1200 anggota OMK dari 37 paroki yang berbeda.
Malam Opening Ceremony TEBAR OMK KEUSKUPAN SINTANG 2024 pada 25 Juni 2024, sebagai ketua panitia Pastor Vaskalis Ricky Aryan alias Pastor Ari mengaku awalnya bingung pada Tuhan, karena disana-sini terlalu jelaslah campur tangan-Nya.
Sehingga mereka para panitia yang tidak pandai itu dengan segala kelemahan dan keterbatasan mampu merencanakan dan mempersiapkan semuanya dengan begitu indah.
“Kami pikir Tuhan Yesus sungguh Hebat,” kata Pastor Ari (25/06/2024).
Kemudian dia juga melanjutkan bahwa kebingungan terus berlanjut karena dalam rancangan awal kegiatan dalam rancangan anggaran 1,4 Miliar, sedangkan pemasukan dari administrasi peserta 1200 OMK menghimpun dana 600 juta.
Buah dari doa dan kerja keras panitia berbuah dia yakin dan tahu bahwa mata orang baik melihat telinga mereka mendengar disana-sini sampai muncullah inisiatif dari Pemerintah Kabupaten Melawi dari Bupati dan Sekda Melawi.
“Kami dibantu habis-habisan dengan dana 800 juta rupiah. Perlengkapan kendaraan yang ada begitu juga bantuan dari semua kelompok lain dan para donatur yang tidak bisa disebutkan satu per satu. Kami percaya kebaikan akan dibalas satu per satu dari Tuhan,” ujarnya (23/06/2024).
Menurutnya, acara ini sangat besar dan ada sangat banyak membantu bahkan ada yang menangis dan hadir campur tangan Tuhan. Agar semua peserta menikmati dengan tanggung jawab.
Menutup sambutannya, Pastor Ari mengungkapkan rasa haru-nya kepada seluruh peserta yang turut hadir dalam acara tersebut.
“ Saya terharu pada semua orang yang melibatkan diri di kegiatan ini. Mohon maaf jika ada kata yang salah Tuhan Memberkati,” tambah Pastor Ari (25/06/2024).
Foto: Pastor Ari sebagai Ketua Panitia menyampaikan sambutannya. (2024).
Generasi yang memiliki peran penting
Masih dalam kegiatan yang sama sambutan selanjutnya, Bupati Melawi, H. Dadi Sunarya Usfa Yursa
Dia bersama jajaran Pemerintahan Melawi menyambut baik dan turut merasakan senang bisa turut hadir sama – sama hadir di Temu AKBAR Keuskupan Sintang, di malam hari itu.
Menurutnya kaum generasi muda merupakan generasi yang memiliki peran penting dalam kemajuan suatu daerah, dan seluruh bagian dalam kehidupan.
Pemuda juga senantiasa dituntut untuk mengalami perubahan yang terjadi saat ini dan pemuda pasti mampu bergerak secara positif, dalam berparsipatif, aktif dan kreatif untuk segala bidang, pembangunan dengan menggalang persatuan dan kesatuan dalam seluruh komponen masyarakat.
“Untuk itu saya sangat menyambut baik dan sangat menginisiasi, dengan terselenggaranya temu akbar ini di Kabupaten Melawi, karena kegiatan ini adalah kegiatan positif untuk berkumpul untuk merenungkan hidup karena memiliki kompleksitas persoalan orang muda diharapkan menemukan pencerahaan untuk mengingat dirinya masing-masing,” kata Bupati Melawi (25/06/2024).
Sebagai pejabat daerah dia berharap kegiatan Temu Akbar OMK Keuskupan Sintang dapat membina keimanan. Menurutnya pertemuan itu akan menjadi benteng generasi muda sehingga tidak terpengaruh dari hal-hal yang negatif, dengan begitu generasi muda akan menjadi generasi yang berguna, bagi bangsa, negara dan daerah.
“Kegiatan ini tentunya, juga akan semakin meningkatkan jalinan silahturahmi baik jaringan masyarakat, kaum muda maupun daerah,” katanya, (25/06/2024).
Sebagai kepala daerah, tentunya kegiatan itu dapat memperkuat persatuan dan kesatuan dalam bingkai khebinekaan dan kemajemukan untuk senantiasa bersama untuk mencapai cita-cita menjadikan Kabupaten Melawi damai dan sejahtera.
“Pada kesempatan yang baik juga, saya ingin mengajak seluruh orang muda katolik, untuk bersama-sama bersinergi, bergandengan tangan, dalam melanjutkan pembangunan Kabupaten Melawi yang kita cintai ini,” kata Bupati sembari menutup sambutannya.
Menjadi OMK artinya menjadi orang Katolik dengan mengemban nama dan perilaku yang seturut dengan khas katolik. Hal yang serupa disampaikan oleh Vikjen Keuskupan Sintang Pastor Leonardu Miau dalam sambutannya di Opening Ceremony malam 25 Juni 2024.
Dia menyampaikan bahwa Keuskupan Sintang berterima kasih kepada pemerintah Kabupaten Melawi, yang telah dengan ringan tangan memberikan bantuan sehingga pertemuan Orang muda katolik ini terlaksana dengan baik.
Menurut Pastor Miau, kecemasan, ketakutan dan kekhawatiran panitia terobati. Itulah tanda bagaimana orang Katolik hidup berbangsa dan bernegara untuk saling meyalani dan membantu satu sama lain.
“Yang kedua, Keuskupan berterima kasih kepada Pastor Paroki, yang masing-masing dengan caranya, menghadirkan orang-orang muda ini ke tempat ini,” kata Pastor Miau, (25/06/2024).
Pastor Miau juga menyebutkan bahwa ada yang datang dari Kapuas Hulu, Ambalau, Badau dan masih banyak lagi. Dia dengan tegas menyampaikan bahwa ada sebanyak 37 paroki yang terlibat dalam Temu Akbar OMK Sintang.
“Tanpa semangat yang tulus maka kita mungkin tidak bisa melaksanakan kegiatan ini dengan baik,” katanya, (25/06/2024).
Dia juga berterima kasih kepada panitia yang sudah bekerja sehingga acara terlaksana dengan baik.
Tak lupa juga Pastor Miau berterima kasih kepada semua anak-anak muda yang mau hadir pada pertemuan tahun 2024 di Kabupaten Melawi. Dia melihat bahwa orang muda bersedia meluangkan waktu, tenaga, biaya dan pikiran di tempat ini.
“Tentu saja kami berharap anda telah dipanggil untuk datang ke sini, anda telah dipercaya oleh Paroki dan umat. Maka tugas yang diharapkan kepada mereka,” tambahnya, (25/06/2024).
Sebagai Vikjen Keuskupan Sintang Pastor Miau juga mengatakan bahwa OMK Sintang telah turut ambil bagian tugas gereja dan mengambil bagian untuk menebarkan kabar sukacita kepada setiap orang yang dijumpai.
Dan pada akhirnya adalah kesempatan bagi orang muda untuk bersaksi tentang kebaikan, kejujuran, solidaritas yang dilandasi oleh Kasih Tuhan.
“Saya ucapkan selamat untuk melaksanakan kegiatan dengan waktu yang singkat ini. Dengan ini dapat menghasilkan buah-buah kebaikan, untuk berkembang maju terus dan berubah. Itulah yang kita harapkan,” kata Pastor Miau sembari menutup sambutannya, (25/06/2024).
Acara dibuka dengan pemukulan Gong oleh Bupati Kabupaten Melawi, Wakil Bupati Melawi, Sekretaris Daerah, Ketua komisi kepemudaan, Romo Paroki Nanga Pinoh dan ketua Panitia temu Akbar OMK Keuskupan Sintang.
FOTO: Momen Foto bersama dalam rangka Opening Ceremony TEBAR OMK Keuskupan Sintang. 2024.
By. Samuel- Media Center San Agustin
Sumber: Ketua Panitia Temu OMK Akbar Keuskupan Sintang, Pastor Ari.
Konferensi Waligereja Indonesia- SEKRETARIAT JENDERAL (2024)
MAJALAHDUTA.COM, Pontianak 27 Juni 2024 – Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dengan tegas menolak tawaran dari Pemerintah Indonesia yang mengizinkan organisasi kemasyarakatan keagamaan untuk mengelola tambang, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2024.
Dalam pernyataan resmi yang disampaikan di Jakarta 25 Juni 2024, KWI menyatakan bahwa keputusannya didasarkan pada pertimbangan moral dan prinsip etis yang mendasari ajaran Gereja Katolik.
Rm. PC. Siswantoko, Sekretaris Eksekutif KWI, menjelaskan bahwa tawaran tersebut tidaklah sesuai dengan mandat utama KWI untuk memperkuat iman umat dan melayani masyarakat melalui pendidikan, kesehatan, dan karya-karya kemanusiaan.
“KWI konsisten dalam melaksanakan tugasnya untuk membina umat dalam koridor nilai-nilai Gereja Katolik, yang menekankan penghormatan terhadap martabat manusia, solidaritas, dan kelestarian alam,” tulis Rm. PC. Siswantoko (25/06/2024).
Lebih lanjut, dalam konteks usaha pertambangan, KWI menyoroti pentingnya pengelolaan yang profesional dan beretika, serta memastikan bahwa kegiatan ekstraksi sumber daya alam tidak hanya mematuhi regulasi yang berlaku, tetapi juga memperhatikan keadilan sosial dan kelestarian lingkungan.
KWI juga menegaskan bahwa meskipun tawaran tersebut merupakan bentuk perhatian dari pemerintah, pengelolaan tambang oleh lembaga keagamaan dapat menimbulkan konsekuensi yang tidak diinginkan, seperti konflik sosial dan kerusakan lingkungan yang lebih lanjut.
“Kerusakan lingkungan yang sudah ada harus diatasi dengan bijak, dan tidak boleh ditambah dengan tindakan-tindakan yang dapat memperburuk kondisi,” lanjut keterangan Rm. PC. Siswantoko (25/06/2024).
Dalam akhir pernyataannya, KWI mengajak pemerintah untuk mengedepankan nilai-nilai Pancasila dalam menjalankan tugasnya, sehingga setiap agama dapat menjalankan ibadah dan kegiatan keagamaannya dengan aman dan nyaman.
KWI juga menyatakan keterbukaannya untuk berkolaborasi dengan pemerintah dan semua pihak demi mewujudkan kesejahteraan bersama bagi seluruh rakyat Indonesia.
Dengan demikian, sikap tegas KWI dalam menolak tawaran pengelolaan tambang menjadi suara yang menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya alam dengan pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Artikel selengkapnya dapat dibaca dibawah ini:
Para Bapak Uskup, Pastor, Biarawan dan Biarawati, Berkaitan dengan tawaran pemerintah yang memberi prioritas ijin usaha pertambangan pada organisasi kemasyarakatan keagamaan, saya menyampaikan beberapa informasi yang kiranya berguna menjadi acuan dalam menanggapi pertanyaan banyak pihak termasuk umat kita sendiri.
Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) adalah lembaga keagamaan yang memiliki tugas utama untuk membina iman umat lewat perayaan peribadatan, pendidikan, kesehatan dan karya-karya kemanusiaan lainnya.
Dalam rangka melaksanakan tugas-tugas tersebut, KWI dalam koordinasi dengan keuskupan-keuskupan di seluruh Indonesia memiliki panduan dan pedoman etis yang merujuk pada Ajaran Gereja Katolik dimana di dalamnya terdapat nilai-nilai seperti penghormatan terhadap martabat manusia, solidaritas, integritas, keadilan, kesejahteraan bersama, dan kelestarian keutuhan ciptaan.
Dalam konteks tawaran Pemerintah Indonesia yang tertuang dalam PP 25 tahun 2024 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2021 Tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara, pasal 83 A dimana organisasi kemasyarakatan keagamaan mendapatkan tawaran untuk mengelola tambang, maka KWI mengambil sikap untuk tidak menerima tawaran tersebut.
Pernyataan resmi ke publik sudah disampaikan oleh Rm. Marten Jenarut, Sekretaris Eksekutif Komisi Keadilan dan Perdamaian – Pastoral Migran dan Perantau pada tanggal 5 Juni 2024. Ada beberapa alasan mengapa KWI tidak menerima tawaran pengelolaan tambang dari pemerintah:
Usaha pertambangan bukan wilayah karya KWI sebagai lembaga keagamaan. KWI akan tetap konsisten untuk membina dan mengembangkan iman umat (kegiatan pewartaan dan pelayanan demi terwujudnya tata kehidupan bersama yang bermartabat) sesuai dengan koridor Ajaran Gereja Katolik.
Usaha pertambangan dapat dikelola oleh pihak-pihak dan badan usaha yang lain secara profesional berdasarkan aturan yang berlaku dan tetap memperhatikan nilai-nilai keadilan, kesejahteraan, dan kelestarian alam.
Tawaran konsesi tambang tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada lembaga-lembaga keagamaan tetapi perlu disikapi dengan cerdas, bijak, dan penuh kehati-hatian jangan sampai tawaran tersebut bertabrakan atau melanggar aturan yang ada, yang berpotensi menimbulkan masalah-masalah baru di kemudian hari.
Kerusakan alam di Indonesia saat ini masih sangat memprihatinkan seperti deforestasi, pencemaran tanah, udara, dan air serta pembangunan yang sering mengorbankan lingkungan hidup telah menimbulkan penderitaan hidup masyarakat yang berkepanjangan. Usaha pertambangan jika tidak dikelola secara benar dan baik juga sangat berpotensi menambahkan kerusakan alam dan penderitaan masyarakat sekitar. Dalam kerjasama dengan berbagai pihak, Gereja telah berusaha menanggapi jeritan bumi dan teriakan kaum miskin akibat kerusakan alam dengan mencegah kerusakan lebih lanjut dan mengusahakan kelesterian bumi sebagai rumah kita bersama.
KWI berharap bahwa pemerintah menjalankan fungsinya sesuai dengan amanat UUD 1945 dan nilai-nilai Pancasila sehingga setiap agama dapat menunaikan ibadat dan kegiatan keagamaannya dengan aman dan nyaman. KWI selalu terbuka untuk berkolaborasi dengan pemerintah dan pihak manapun dalam upaya turut mewujudkan kesejahteraan bersama bagi seluruh rakyat Indonesia
Jakarta, 25 Juni 2024 , Rm. PC. Siswantoko – Sekretaris Eksekutif
By. Samuel – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak
Informasi: Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus
Penampilan E'ries San Agustin di Panggung Utama TEBAR OMK KESI - 2024
MAJALAHDUTA.COM, Media Center San Agustin Sintang, 27 Juni 2024-Pengumuman tema acara ini, yaitu “OMK Militan dan Berdaya Ubah”, menjadi sorotan utama dalam setiap sesi dan penampilan.
Mencapai Kemenangan Iman dalam Yesus Kristus Orang-orang Muda Katolik se-Keuskupan Sintang yang terkasih dalam Tuhan, salam dan damai sejahtera dari Tuhan kiranya selalu menyertai kalian!
Setidaknya itulah pembukaan sambutan dalam buku Tebar OMK Sintang oleh Uskup Sintang, Mgr Samuel Oton Sidin OFMCap.
Keuskupan Sintang menggelar acara Tebar OMK dengan tema “OMK Militan dan Berdaya Ubah”. Acara yang berlangsung selama empat hari, mulai dari tanggal 25 hingga 28 Juni 2024, berhasil menarik perhatian lebih dari 1200 anggota OMK dari 37 paroki yang berbeda.
Menurut Ketua Panitia Pastor Ariyan Dioses Keuskupan Sintang , tema ini mencerminkan semangat untuk mendorong anggota OMK agar lebih aktif dalam mempertahankan iman Katolik serta mampu bertransformasi dalam pola pikir, rohani, mental, dan perilaku sehari-hari.
Semangat ‘Militan dan Berdaya Ubah’ Menguat di Tebar OMK Keuskupan Sintang 2024″
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan dari Kawan-kawan dari San Agustinus yang telah berkontribusi dalam kesuksesan acara ini,” ungkap Ketua Panitia Pastor Aryian alias Pastor Ari dalam wawancara via WA, (27/06/2024).
Menurutnya, Puncak acara ini terlihat dalam penampilan E’ries San Agustinus di panggung utama.
Pastor Ari melihat E’ries San Agustin berhasil mengguncang panggung dengan penampilan yang penuh semangat dan menginspirasi.
“Saya kagum melihat bagaimana mereka mampu menyampaikan pesan melalui musik dan gerakan yang memukau,” tambahnya, (26/06/2024).
Dia juga menggarisbawahi bahwa E’ries San Agustin tidak hanya membantu dalam persiapan logistik, tetapi juga aransemen lagu tema ‘Jingle Tebar OMK Kesi 2024: Majulah Beranilah!’ yang diciptakan oleh Pastor Ari sebagai ketua panitia tahun 2024 ini menjadi semangat bagi semua peserta.
Selain anggota OMK, acara ini juga dihadiri oleh lebih dari 300 pastor dan 200 relawan yang turut berperan dalam memastikan kelancaran setiap kegiatan.
Dengan semangat yang membara, Tebar OMK Keuskupan Sintang 2024 sukses menciptakan momentum bagi para OMK untuk tidak hanya berjuang dalam iman, tetapi juga menjadi agen perubahan positif dalam masyarakat.
Pastor Ari ke depannya, harapan besar terletak pada upaya kolaborasi antara San Agustinus dan kelompok-kelompok OMK di berbagai wilayah, untuk terus memperkuat semangat “militan dan berdaya ubah” di kalangan generasi muda Katolik.
Foto: Pastor Ari – Ketua Panitia TEBAR OMK KESI – 2024
By. Samuel – Media Center San Agustin
Sumber: Univeristas Katolik Santo Agustinus Hippo
Dorotea Maurany dan Nova Susanti, pendamping: Marsela Renasari Presty, S.ST., M.Keb (2024).
MAJALAHDUTA.COM, Media Center San Agustin, Pontianak, 27 Juni 2024 – Dalam essaynya yang berjudul “Junkfood, Sehat atau Membunuh?”, Dorotea menyoroti fenomena yang sedang terjadi saat ini di kalangan remaja terkait popularitas dan dampak negatif dari konsumsi junk food.
Dorotea Maurany, seorang mahasiswa semester 6 dari Fakultas Kesehatan Program Studi DIII Kebidanan Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo Kampus II Pontianak, meraih penghargaan sebagai juara 3 dalam lomba essay ilmiah yang diselenggarakan oleh Stikes Medistra Indonesia dalam rangka Dies Natalis ke-22 mereka.
Bersama Nova, Dorotea menekankan bahwa meskipun makanan cepat saji ini sangat diminati, konsumsi berlebihan dapat berpotensi menyebabkan masalah kesehatan serius seperti obesitas dan kanker.
“Dalam essay kami, kami mencoba untuk menggali permasalahan yang dihadapi oleh generasi Z terkait pola makan mereka yang cenderung mengandalkan junk food. Kami berharap essay ini dapat memberikan pemahaman lebih dalam kepada remaja untuk beralih ke pilihan makanan yang lebih sehat,” ujar Dorotea Maurany, (26/06/2024).
Dorotea juga menyatakan rasa bangganya atas prestasi ini, berharap dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain di universitasnya untuk lebih aktif berpartisipasi dalam kompetisi-kompetisi serupa baik di tingkat nasional maupun internasional.
Kesempatan kontribusi
Tanggapan dari Nova Susanti, teman sejawat Dorotea dalam lomba tersebut, juga menggambarkan kesenangannya atas kesempatan untuk berkontribusi dalam bidang kesehatan melalui essay tersebut.
Dia berharap agar karya mereka dapat memberikan dampak positif bagi generasi muda untuk lebih memilih gaya hidup sehat.
Sebagai dosen pendamping, Marsela Renasari Presty menyampaikan kebanggaannya atas pencapaian Dorotea dan Nova.
“Ini adalah hasil dari kerja keras mereka yang luar biasa. Saya berharap semangat untuk berprestasi ini dapat menular kepada mahasiswa lainnya, dan Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo semakin dikenal sebagai lembaga yang mendorong prestasi mahasiswa di tingkat nasional,” kata Sela, (26/06/2024).
Penghargaan ini menunjukkan dedikasi Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo dalam menghasilkan mahasiswa yang tidak hanya akademis tetapi juga peduli terhadap isu-isu kesehatan yang relevan dengan masyarakat saat ini.
By. Samuel – Media Center San Agustin
Sumber: Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo Kampus II Pontianak
MAJALAHDUTA.COM, Media Center San Agustin Pontianak, 26 Juni 2024 – Pekan Gawai Dayak 2024 baru-baru ini mencatat sejarah baru dengan penobatan Paulus Setyawan Jody (20 tahun), seorang mahasiswa semester II jurusan Keuangan dan Perbankan di AKUB Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo Kampus II alias UNIKA San Agustin, sebagai Bujang Dayak 2024.
Jody, yang berasal dari kecamatan Serawai, Kabupaten Sintang, berhasil menaklukkan kompetisi bergengsi ini dengan penuh semangat dan dedikasi yang luar biasa.
Dengan semangatnya yang menginspirasi dan tekad untuk terus berkembang, Paulus Setyawan Jody membawa harapan baru bagi pemuda Indonesia yang mencintai dan mempertahankan warisan budaya leluhurnya, pada malam 24 Mei 2024 berhasil meraih kemenangan Bujang dalam Pekan Gawai Dayak tahun ini.
“Perasaan pertama kali campur aduk antara senang dan masih tidak bisa percaya,” ungkap Jody saat diwawancarai mengenai reaksinya saat pertama kali mengetahui kemenangannya, (26/06/2024).
“Memang para finalis bujang dari setiap utusan sanggar maupun DAD menunjukkan kebolehan mereka dalam ajang ini. Namun, Puji Tuhan, saya bisa dipercaya dari total 20 finalis bujang saya terpilih sebagai bujang gawai Kalbar tahun 2024 ini,” kata Jody, (26/06/2024).
Sebagai seorang mahasiswa aktif, Jody menemukan keseimbangan antara tuntutan akademik dan persiapan untuk kompetisi ini.
Baginya, kuliah tentunya menjadi kewajiban utama, namun, selama mengikuti kegiatan Pekan Gawai Dayak, kampus memberi izin dan tidak mempersulit pengembangan bagi mahasiswa baik akademik maupun non-akademik.
Jody juga membagikan motivasinya untuk ikut serta dalam kompetisi ini. Dia awalnya karena ingin menantang diri sendiri untuk mencoba hal-hal baru.
“Saya juga ingin berkontribusi sebagai contoh bahwa anak muda generasi Z masih ada yang mencintai adat dan budaya khususnya Dayak,” ujar Jody, (26/06/2024).
Dibalik semangat Jody
Menilik lebih dalam tentang persiapan yang dilakukan, Jody mengungkapkan, mendaftarkan diri hanya dua hari sebelum penutupan pendaftaran.
Dia mengaku bahwa persiapan yang dilakukannya kurang dari satu minggu, namun dia mendapat banyak dukungan dari kampus dan sanggar Moreng yang mengutus saya.
Kemenangan Jody tidak hanya didukung oleh persiapan matang, tetapi juga oleh dukungan dari keluarga, teman, dan komunitas akademiknya.
“Selama kegiatan Pekan Gawai Dayak ke-38 ini, orang tua saya selalu mendukung dan memberikan masukan kepada saya. Teman-teman AKUB dan beberapa dosen juga turut hadir mendukung saya. Semua ini tidak terlepas dari campur tangan Tuhan, doa orang tua, dan dukungan teman-teman,” tambah Jody, (26/06/2026).
Dokumentasi: (Kanan: Paulus Setyawan Jody – Mahasiswa AKUB Pontianak/ Pemenang Bujang Dayak 2024) (kiri: Angelina Apriyanti Bulaan dari Kapuas Hulu/ Pemenang Dara Dayak 2024) – 24 Mei 2024.
Raih Kemenangan
Menanggapi pertanyaan tentang faktor kunci yang membawanya meraih gelar juara 1, Jody menggarisbawahi tentang rasa percaya diri dan dinilai memiliki sesuatu yang berbeda.
“Saya yakin pilihan dari dewan juri ini adalah yang terbaik menurut mereka,” katanya , (26/06/2024).
Dia juga berharap kemenangannya bisa menginspirasi mahasiswa lain di Akademi Keuangan dan Perbankan (AKUB).
“Saya berharap ada mahasiswa AKUB lainnya yang juga berani mengambil kesempatan dan bagian dalam ajang ini sebagai pengembangan,” ujarnya, (26/06/2024).
Setelah memenangkan gelar ini, Jody memiliki rencana untuk masa depannya. Dia ingin memiliki koneksi yang luas dan terus belajar.
“Ini hanyalah awal bagi saya, dan masih banyak yang harus dilalui terutama untuk pengembangan dan pengetahuan saya tentang adat istiadat dan kebudayaan Dayak,” kata Jody.
Terakhir, Jody juga berbagi pandangannya tentang peran tradisi dan budaya Dayak dalam kehidupannya. Baginya Tradisi dan budaya Dayak sangat luar biasa.
Mereka sangat menghargai adat dan tradisi mereka, dan saya merasa terhormat menjadi bagian dari acara seperti Pekan Gawai Dayak yang memperkuat nilai-nilai manusiawi.
Sebagai penutup, dia menyampaikan rasa syukurnya atas pengalaman yang diperolehnya selama acara Pekan Gawai Dayak 2024.
“Pengalaman ini tidak bisa dibeli dengan apapun dan akan selalu terus saya ingat,” tutupnya, (26/06/2024).
By. Sam- Media Center San Agustin
Sumber: Paulus Setyawan Jody – Mahasiswa AKUB Pontianak