Sunday, May 31, 2026
More

    Untuk Tri dan Anjeli, Brand Diri Anda Dimulai Hari Ini

    MajalahDUTA.Com | Sebagai seorang dosen, ada kebahagiaan tersendiri ketika melihat mahasiswa tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga berani terjun langsung ke lapangan untuk mengasah kemampuan dan membuktikan kompetensinya.

    Bagi saya, pendidikan yang baik bukan hanya menghasilkan mahasiswa yang mampu menjawab soal ujian, tetapi juga membentuk pribadi yang siap menghadapi tantangan kehidupan nyata.

    Pada Perayaan Komunikasi Sosial Nasional (PKSN) XIII di Pontianak, saya mendapat kesempatan mengirim dua mahasiswi dari Akademi Keuangan dan Perbankan Grha Arta Khatulistiwa Pontianak, (AKUB GAK) Unika Santo Agustinus Kampus II Pontianak untuk terlibat dalam kegiatan tersebut.

    “Sam, nanti bantu saya kirimkan mahasiswa dari kampus mu ya. Kalau bisa agak ramai,” ujar Ketua KOMSOS KAP, Paulus Mashuri bulan lalu, (lupa tanggal berapa kami bertemu, hehe).

    Melihat padatnya kegiatan kampus, tampaknya sulit mengirimkan lebih banyak, namun syukurlah ada dua mahasiwi yang berpotensi (sekurang-kurangnya di mata saya), mereka adalah Enjelika Oktaviani Demitri dan Anjeli, mahasiswi Semester IV Kelas B.

    Selama pelaksanaan PKSN XIII, Enjelika menurut pengamatan saya sudah menunjukkan disiplin yang luar biasa.

    Selain menjadi peserta dan ikut kepadatan kegiatan, dia juga setia mengikuti berbagai kegiatan dan menulis rilis-rilis berita yang menjadi bagian penting dari dokumentasi acara.

    Di balik setiap tulisan yang terbit, terdapat proses belajar yang tidak sederhana, mulai dari kemampuan mengamati, mengolah informasi, berpikir kritis, bekerja tepat waktu, dan bertanggung jawab terhadap karya yang dihasilkan.

    Sementara itu, Anjeli tidak hanya aktif menulis rilis berita, tetapi juga berhasil mengukir prestasi yang membanggakan, (Nice…Anjeli).

    Kurang lebih 30an peserta yang merupakan perwakilan berbagai paroki di Keuskupan Agung Pontianak, dia bersama rekannya (pasangan dari paroki lain) berhasil meraih Juara I dalam Lomba Jurnalistik yang diselenggarakan selama PKSN XIII.

    Prestasi ini tentu bukan sekadar soal piala atau penghargaan, bagi saya lebih dari itu, prestasi tersebut menjadi bukti bahwa kerja keras, keberanian untuk mencoba, dan kemauan untuk terus belajar akan selalu menemukan jalannya menuju keberhasilan.

    Marketing

    Dalam perspektif manajemen pemasaran, pengalaman seperti ini sesungguhnya merupakan proses membangun nilai diri dan personal branding.

    Di era yang kompetitif, mahasiswa tidak cukup hanya memiliki nilai akademik yang baik.

    Mereka juga perlu memiliki portofolio pengalaman, kemampuan berkomunikasi, kreativitas, dan keberanian untuk menunjukkan kapasitasnya di ruang publik.

    Apa yang dilakukan Enjelika dan Anjeli selama PKSN XIII merupakan investasi penting bagi masa depan mereka.

    Dari sudut pandang manajemen perubahan, pengalaman ini menunjukkan bahwa pertumbuhan selalu terjadi ketika seseorang berani keluar dari zona nyaman. Tidak ada perubahan tanpa keberanian mengambil langkah baru.

    Ketika mahasiswa memilih terlibat dalam kegiatan di luar kampus, menghadapi tantangan, menerima kritik, dan berkompetisi dengan peserta lain, sesungguhnya mereka sedang membangun kapasitas diri untuk menghadapi dunia yang terus berubah.

    Lebih jauh lagi, pendidikan mengajarkan bahwa tujuan belajar bukan hanya memperoleh pengetahuan, melainkan membentuk manusia yang utuh.

    Pendidikan sejati bukan sekadar transfer ilmu, tetapi proses pembentukan karakter, kebijaksanaan, dan kemampuan untuk memberi makna bagi kehidupan.

    Pengalaman di PKSN XIII menjadi ruang pembelajaran yang hidup, tempat teori bertemu praktik, dan tempat mahasiswa belajar menjadi pribadi yang bertanggung jawab atas karya dan pilihannya.

    Sebagai dosen, saya merasa bangga melihat perkembangan kalian berdua. Apa yang kalian capai hari ini adalah hasil dari proses yang tidak instan.

    Kalian telah menunjukkan bahwa mahasiswa mampu hadir, berkontribusi, dan bersaing secara positif di ruang publik.

    Namun perjalanan masih panjang, ya..

    Setelah kegiatan ini berakhir, saatnya kembali ke rutinitas sebagai mahasiswa. Kembali ke ruang kelas, kembali membuka buku, kembali berdiskusi, dan kembali belajar dengan sungguh-sungguh.

    Pengalaman di lapangan adalah bekal yang berharga, tetapi pendidikan tetap menjadi fondasi utama untuk masa depan.

    Untuk Enjelika (Tri) dan Anjeli, teruslah berjuang. Jangan cepat puas dengan apa yang telah diraih.

    Jadikan pengalaman dan prestasi ini sebagai motivasi untuk melangkah lebih jauh lagi.

    Teruslah mengembangkan kemampuan menulis, berpikir kritis, berkomunikasi, dan bekerja sama dengan orang lain.

    Dunia kerja masa depan membutuhkan pribadi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga mampu beradaptasi, berinovasi, dan terus belajar.

    Belajarlah dengan tekun, manfaatkan setiap kesempatan yang ada, dan persiapkan diri sebaik mungkin agar ketika tiba di penghujung masa perkuliahan nanti, kalian dapat menyelesaikannya dengan hasil yang membanggakan.

    Saya percaya, masa depan yang baik sedang menanti mereka yang mau terus belajar, bekerja keras, berani menghadapi perubahan, dan menjaga semangat untuk berkembang.

    Prestasi hari ini bukanlah garis akhir, melainkan awal dari perjalanan yang lebih panjang.

    Sekali lagi, selamat atas pencapaian kalian, tetap rendah hati dalam keberhasilan, tetap tekun dalam proses, dan teruslah berkarya.

    Catatan penting untuk kita bersama bahwa pendidikan yang sejati adalah perjalanan tanpa akhir untuk menjadi manusia yang semakin berpengetahuan, berkarakter, dan bermanfaat bagi sesama. (*).

    Related Articles

    spot_img
    spot_img

    Latest Articles