Sunday, May 31, 2026
More

    KOMSOS Ditantang Perluas Jejaring Media, Tak Cukup Hanya Kuasai Teknologi dan AI

    MajalahDUTA.Com | Kemampuan membuat konten menarik, menguasai teknologi informasi, hingga memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dinilai belum cukup bagi pengelola media Gereja Katolik.

    Tantangan berikutnya adalah membangun jejaring diseminasi yang luas agar karya-karya Gereja dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas, bahkan tingkat internasional.

    Persoalan itu menjadi salah satu fokus pembahasan para utusan Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) dari 18 keuskupan se-Indonesia dalam hari kelima Perayaan Komunikasi Sosial Nasional (PKSN) XIII di Pontianak, Sabtu (30/5/2026).

    Pada saat yang sama, peserta muda PKSN juga menjalani sesi evaluasi hasil praktik produksi konten berupa podcast, video pendek, konten kreatif, dan liputan jurnalistik.

    Sekretaris Komisi Komsos Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), RD Petrus Noegroho Agoeng, menegaskan bahwa pegiat komunikasi Gereja tidak boleh hanya berfokus pada media internal seperti media paroki atau keuskupan.

    Menurutnya, sinergi dengan media arus utama menjadi kebutuhan penting agar pesan dan karya Gereja dapat dikenal lebih luas.

    “Ada kalanya suatu eksposur konten cukup di kalangan internal media paroki atau keuskupan. Namun banyak juga konten bernilai universal yang memerlukan sinergi dengan media arus utama. Bahkan untuk kalangan manca negara. Banyak kekayaan Gereja di Indonesia layak diperkenalkan kepada semua bangsa. Maka Komsos perlu berpikir menyediakan konten berbahasa asing, minimal bahasa Inggris,” ujar Agoeng.

    Pandangan serupa disampaikan jurnalis Katolik Gabriel Abdi Susanto.

    Dia menilai banyak karya dan pelayanan Gereja yang memiliki nilai tinggi, tetapi belum dikenal secara luas karena kurangnya publikasi yang berkelanjutan.

    “Harus jaga konsistensi produksi konten. Aktif membagikan publikasi itu agar memperoleh penyebaran lebih luas. Dengan informasi rutin dan konsisten, mudah membangun loyalitas pembaca,” katanya.

    Menurut Abdi, media sosial menjadi sarana yang efektif untuk memperluas jangkauan publikasi.

    Dia juga mendorong penggunaan pendekatan story telling yang dinilai lebih dekat dengan masyarakat dan mudah dipahami oleh pembaca di berbagai daerah.

    Sementara itu, jurnalis senior The Jakarta Post, Kornelius Purba, mengingatkan bahwa jurnalisme Gereja tidak sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga menghadirkan harapan bagi masyarakat.

    “Wartakanlah nilai-nilai Kristiani kepada dunia melalui karya jurnalistik yang humanis dan berorientasi pada good news,” kata Kornelius.

    Dia mendorong para pegiat Komsos untuk lebih banyak mengangkat kisah-kisah dari perspektif masyarakat kecil karena dinilai mampu menghadirkan empati dan makna yang lebih mendalam bagi pembaca.

    “Saya harap para pastor, pegiat Komsos, dan umat lebih aktif membagikan kisah-kisah inspiratif dari lingkungan Gereja maupun masyarakat. Wartakan kepada dunia melalui cerita-cerita yang membawa pengharapan,” ujarnya.

    Bedah Karya Peserta

    Selain diskusi strategis, PKSN XIII juga menjadi ruang pembelajaran bagi para peserta muda yang mengikuti pelatihan produksi konten.

    Di kelas jurnalistik, hasil liputan peserta ditayangkan dan dibedah langsung oleh Gabriel Abdi Susanto.

    Dia menemukan sejumlah tantangan umum yang dihadapi para penulis pemula, mulai dari penyusunan kalimat, pemahaman struktur berita, pengolahan hasil wawancara dan reportase, hingga penulisan judul.

    “Menulis tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi belajar berkomunikasi yang baik dengan pembaca,” katanya.

    Di kelas podcast, seluruh karya peserta diputar secara bergantian untuk mendapat masukan dari para mentor.

    Jose Marwoto menekankan pentingnya kemampuan host membangun percakapan yang hidup dan mengalir.

    “Podcast yang baik tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menghadirkan cerita yang mampu membuat pendengar terlibat secara emosional,” ujar Jose.

    Sementara itu, mentor konten kreatif Ignasius Kristoper Adi Surya menyoroti pentingnya keselarasan antara narasi, visual, dan audio.

    Menurutnya, banyak ide peserta yang sudah menarik, namun masih perlu perbaikan dalam aspek teknis seperti format video, subtitle, kualitas suara, serta pemilihan gambar yang mendukung pesan utama.

    “Konten sederhana sekalipun dapat menjadi kuat apabila didukung naskah yang baik dan penyampaian pesan yang jelas,” katanya.

    Pada kategori video pendek, Samuel Krismanto mengajak peserta memahami karakter dokumenter yang tidak hanya menyajikan informasi, tetapi juga menggali konflik, nilai, dan makna di balik sebuah peristiwa.

    “Buatlah gambar yang bercerita, bukan cerita yang diberi gambar,” tegas Samuel.

    Belajar dari Tahap Pemula

    Sebagian besar peserta mengaku baru pertama kali memproduksi konten secara serius dan terstruktur.

    Selama ini mereka lebih terbiasa membuat konten mengikuti tren media sosial yang mengandalkan viralitas tanpa perencanaan yang matang.

    Peserta kelas podcast, Robert, mengaku mendapat pelajaran penting mengenai peran host dalam membangun percakapan yang natural.

    “Pelajaran paling berharga bagi saya adalah mengubah wawancara yang kaku menjadi percakapan yang natural. Kemampuan host dan kenyamanan narasumber sangat menentukan kualitas,” ujarnya.

    Pengalaman serupa dirasakan Brigita Alma, peserta kelas video pendek. Ia menyadari bahwa kreativitas saja tidak cukup tanpa kemampuan mengemas pesan secara jelas dan menarik perhatian audiens.

    “Harus ada keterkaitan antara alur cerita, visual, dan pesan yang ingin kami sampaikan. Review dari mentor membuat kami melihat bagian-bagian yang masih kurang nyambung dan berkesinambungan dalam video produksi kami,” tuturnya.

    Melalui rangkaian pelatihan dan evaluasi tersebut, PKSN XIII tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan teknis produksi konten, tetapi juga menegaskan pentingnya membangun jejaring komunikasi yang lebih luas agar karya dan pesan Gereja dapat menjangkau masyarakat secara nasional maupun global.(*)

    Related Articles

    spot_img
    spot_img

    Latest Articles