Thursday, May 28, 2026
More

    Misa Pembukaan PKSN XIII Ajak Umat Menghadirkan Wajah dan Suara Allah di Era Digital

    MajalahDUTA.Com | Perayaan Misa Kudus pembukaan berlangsung khidmat di Katedral St. Yosef Pontianak pada Rabu, 27 Mei 2026. Misa dipimpin oleh Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo dengan konselebran Mgr. Agustinus Agus serta para imam yang hadir dalam kegiatan PKSN XIII.

    Suasana penyambutan berlangsung meriah dan penuh nuansa budaya lokal. Para uskup dan imam disambut dengan tarian Ja’i, kemudian perarakan masuk diiringi tarian Dayak yang menambah kekhidmatan sekaligus memperlihatkan kekayaan budaya Kalimantan Barat.

    Dalam homilinya, Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo mengajak seluruh peserta untuk menghayati pesan Bapa Suci Paus Leo XIV mengenai martabat manusia di tengah perkembangan dunia digital dan internet yang kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari manusia.

    Menurut beliau, perkembangan teknologi tidak dapat dihindari.

    Manusia saat ini seolah sedang berada di dalam sebuah sampan yang mengikuti arus deras kemajuan teknologi media, komunikasi, internet, hingga kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

    “Dengan kecepatan yang sulit kita bayangkan beberapa tahun lalu, apa yang dahulu hanya menjadi imajinasi kini telah menjadi realitas keseharian,” ungkapnya.

    Mgr. Agustinus juga menggambarkan bahwa kemajuan teknologi manusia saat ini sangat luar biasa, namun kehidupan rohani tetap perlu dijaga.

    Dia mengajak umat untuk tetap memiliki keheningan batin dan hati nurani di tengah percepatan dunia digital dan kecanggihan AI.

    Dalam refleksinya, beliau menyinggung kisah para murid bersama Bunda Maria yang berkumpul di yerusalem, ke bukit atas menantikan Roh Kudus. Menurutnya, hal tersebut menjadi gambaran bagaimana umat beriman saat ini juga dipanggil untuk tetap menghadirkan Tuhan di tengah dunia modern.

    Tampak potret pemukulan gong oleh para imam (27/5/2026 – foto: Enjelika)

    Beliau menegaskan bahwa seluruh proses pembelajaran dan pergulatan selama PKSN XIII hendaknya membantu peserta menghadirkan wajah dan suara Allah, baik di paroki, keuskupan, maupun di tengah masyarakat hingga ke kampung-kampung.

    Mgr. Agustinus juga membagikan pengalamannya setelah menyusun pesan-pesan Hari Komunikasi Sosial Sedunia selama 60 tahun. Ia menilai bahwa perutusan Gereja di era digital perlu dimulai sejak usia dini, terutama melalui kehidupan menggereja dan perayaan Ekaristi.

    Menurutnya, para pembina sekolah minggu memiliki peran penting untuk membangun kebiasaan iman anak-anak sejak kecil. Ia memberikan contoh sederhana ketika anak-anak menerima berkat imam.

    “Ajarkan anak-anak memegang dada atau tangan mereka, lalu menatap wajah imam sambil mengatakan amin, sehingga ada perjumpaan tatap wajah. Seolah-olah Tuhan Yesus sendiri mencintai mereka,” pesannya.*Tri – Peserta PKSN 2026. 

    Related Articles

    spot_img
    spot_img

    Latest Articles