Thursday, May 21, 2026
More

    Di Balik Jeruji, Mereka Tetap Milik Tuhan

    MajalahDUTA.Com | Perayaan penerimaan anggota baru dan Profes Pertama Dominikan Awam di Kapel Rutan Klas IIA Pontianak, Minggu, 17 Mei 2026, menjadi momen penuh haru yang menegaskan bahwa kasih Tuhan tetap hadir bagi siapa saja, termasuk mereka yang sedang menjalani masa pembinaan di balik jeruji besi.

    Dalam Perayaan Ekaristi tersebut, Romo Andrei, OP menyampaikan homili bertema “Tetap Milik Tuhan” yang diambil dari Injil Yohanes 17:1–11a.

    Melalui refleksinya, dia mengajak para penghuni rutan dan anggota Dominikan Awam untuk menyadari bahwa manusia tetap berharga di mata Tuhan, meskipun pernah jatuh dalam kesalahan dan kegagalan hidup.

    Mengutip doa Yesus kepada Bapa, “Mereka adalah milik-Mu,” Rm. Andrei OP menegaskan bahwa Yesus menyampaikan kalimat tersebut bukan kepada orang-orang sempurna, melainkan kepada para murid yang masih memiliki ketakutan, kelemahan, bahkan nantinya meninggalkan-Nya.

    “Para murid bukan orang sempurna. Mereka pernah takut, bingung, bahkan gagal memahami Yesus. Namun Tuhan tetap menyebut mereka milik-Nya. Itu berarti kasih Tuhan tidak berhenti hanya karena manusia pernah jatuh,” kata Romo Andrei.

    Menurut dia pesan Injil itu menjadi sangat relevan bagi mereka yang hidup di lingkungan rutan, tempat yang sering dipenuhi stigma dan penilaian negatif dari masyarakat.

    “Mungkin dunia memberi label, orang gagal, mantan narapidana, atau orang berdosa. Tetapi bagi Tuhan, kalian tetap berharga dan tetap milik-Nya,” katanya di hadapan umat yang hadir di kapel rutan.

    Dia menegaskan bahwa profes pertama dalam Dominikan Awam bukan tanda bahwa seseorang telah sempurna, melainkan keberanian untuk memulai hidup baru bersama Tuhan.

    “Profes bukan tanda bahwa hidup kita sudah suci dan tanpa dosa. Profes adalah keberanian untuk bangkit, berjalan kembali bersama Tuhan, dan terus belajar menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.

    Dalam homilinya, Romo Andrei juga mengingatkan bahwa Tuhan dimuliakan bukan hanya melalui keberhasilan hidup manusia, tetapi juga melalui pertobatan dan perubahan hati.

    “Tuhan dimuliakan ketika seseorang yang pernah jatuh memilih berubah. Ketika hati yang putus asa mulai belajar berharap kembali. Di situlah rahmat Tuhan bekerja secara nyata,” katanya.

    Perayaan tersebut berlangsung dalam suasana sederhana namun penuh makna.

    Sebanyak empat orang diterima sebagai anggota baru Dominikan Awam, sementara sebelas orang lainnya mengucapkan Profes Pertama dalam komunitas baru St. Margaret Castello di lingkungan Rutan Klas IIA Pontianak.

    Komunitas itu mengambil nama St. Margaret of Castello, seorang santa Dominikan yang mengalami penolakan dan penderitaan sejak kecil karena keterbatasan fisiknya, namun tetap hidup dalam sukacita dan kasih kepada Tuhan.

    Baginya, kehadiran komunitas Dominikan Awam di rutan menjadi tanda bahwa Gereja tidak pernah meninggalkan siapa pun.

    “Di balik tembok dan jeruji, Tuhan tetap bekerja. Harapan masih hidup. Dan selama manusia mau membuka hati, selalu ada kesempatan untuk memulai kembali bersama Tuhan,” pungkasnya.*S – akuredop. 

    Related Articles

    spot_img
    spot_img

    Latest Articles