Duta, Pontianak – Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo (Unika San Agustin) menerima kunjungan silaturahmi dari jajaran pengurus Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Pontianak dalam rangka mempererat hubungan kelembagaan dan menjajaki kerja sama strategis di bidang pendidikan, profesi, dan pelayanan kesehatan masyarakat.
Pertemuan yang berlangsung di Aula Lantai 1 Fakultas Kesehatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Umum Unika San Agustin, Brigjen Pol. (Purn.) Drs. Sumirat Dwiyanto, M.Si., dan, Agnes Dwiana Widu Astuti, S.Si.T.,M.Kes dan Kaprodi Kebidanan, Intanwati, MTr.KEB yang menyambut hangat tamu dari IBI dikomandani oleh ketua IBI Kota Sri Mulyati, A.Md.Keb, SKM, Senin 14 Juli 2025.
Bersama dengan beberapa pengurus harian IBI, Sri Mulyati, A.Md.Keb, SKM dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan dan organisasi profesi dalam menjaga mutu dan kompetensi tenaga kesehatan, khususnya bidan.

Pengurus IBI Kota Pontianak menyampaikan sejumlah isu penting, antara lain:
- Rendahnya tingkat keaktifan administratif anggota, meskipun secara data ada 770 anggota tercatat, namun hanya 6 yang aktif secara formal.
- Masih lemahnya pemahaman prosedur keanggotaan, terutama bagi profesional yang berpindah wilayah kerja.
- Pentingnya sistem pendataan digital agar status keanggotaan tetap terpantau meskipun terjadi perpindahan tempat tugas.
- Harapan agar Unika dapat menjadi mitra dalam penyediaan narasumber akademik, pelatihan keprofesian, dan sosialisasi keanggotaan melalui kelas-kelas kuliah.
IBI juga menyoroti penanganan stunting sebagai program prioritas, mengingat prevalensinya di Kalimantan Barat masih cukup tinggi.
Diharapkan, melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi, program pendampingan dan edukasi kepada orang tua bisa diperkuat.
Dalam waktu dekat, IBI juga berencana mengadakan donor darah dalam rangka Hari Kemerdekaan RI pada 17 Agustus, sebagai bagian dari kampanye sosial dan kesehatan.
Menanggapi hal itu, Sumirat menekankan pentingnya latihan rutin bagi profesional, bahkan untuk hal-hal dasar seperti cara memberikan pelayanan prima atau berinteraksi dengan pasien.

“Tanpa latihan, profesional bisa menjadi kaku, tidak fleksibel,” ujarnya sambil mencontohkan betapa pentingnya pembiasaan dan penyegaran kompetensi.
Dalam suasana penuh kekeluargaan, beliau juga menyampaikan dukungan Unika terhadap penggunaan fasilitas kampus bagi kegiatan organisasi profesi, selama tetap dikoordinasikan dengan Bagian Umum dan tidak mengganggu jadwal kuliah reguler.
Di akhir pertemuan, beliau mengajak seluruh pihak untuk bersatu membangun visi bersama: menjadikan IBI Kota Pontianak sebagai organisasi profesi unggul di Kalimantan, bahkan pelopor inovasi di tingkat nasional.
“Mari bersatu dalam satu hati, satu kata, dan satu perbuatan,” seru Sumirat menutup pertemuan, disambut tepuk tangan dari seluruh peserta.
Oleh: RD. Rupinus Kehi Sekretaris Jenderal_Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo (Dari Dokumen Notulen Pertemuan)




