MajalahDUTA.Com, Landak | Pembelajaran matematika memiliki peran strategis dalam membangun kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, serta kemampuan peserta didik dalam memecahkan berbagai persoalan.
Dalam perkembangan pendidikan saat ini, pembelajaran matematika tidak lagi hanya diarahkan pada penguasaan konsep dan kemampuan berhitung, tetapi juga perlu memperkuat kemampuan literasi dan numerasi sebagai kompetensi dasar dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam peningkatan kualitas pendidikan, Dr. Siti Suprihatiningsih, S.Pd.Si., M.Pd. bersama anggota Muhammad Fieman Annur, S.Si, M.Pd dan Rudy Hartono, M.Kom melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melalui program “Desain Pembelajaran Mendalam Berorientasi pada Kemampuan Literasi dan Numerasi Sebagai Pengembangan TPACK Guru Matematika di Kabupaten Landak.”
Kegiatan ini merupakan bagian dari hibah Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (KEMENDIKTISAINTEK) tahun 2026 melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dengan skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM).

Program hibah ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat kapasitas guru matematika melalui pengembangan pembelajaran mendalam (deep learning), peningkatan kemampuan literasi dan numerasi, serta pemanfaatan teknologi melalui pendekatan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK).
Kegiatan PKM dilaksanakan pada periode April hingga November 2026 dengan melibatkan guru matematika sebagai mitra utama dalam pengembangan kompetensi profesional.
Salah satu rangkaian kegiatan pendampingan dilaksanakan pada 12 Juni 2026 di SDN 34 Ayo Gundaleng, Kabupaten Landak, sebagai bagian dari proses penguatan kemampuan guru dalam merancang pembelajaran matematika yang lebih bermakna, kontekstual, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Program ini berangkat dari kondisi pembelajaran matematika di Kabupaten Landak yang masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam penerapan pembelajaran yang mampu menghubungkan konsep matematika dengan situasi nyata.

Pembelajaran matematika masih sering berfokus pada penyampaian materi dan penyelesaian soal rutin sehingga kemampuan peserta didik dalam memahami konsep, mengolah informasi, melakukan analisis, serta menerapkan matematika dalam kehidupan sehari-hari perlu terus diperkuat.
Melalui program San Agustin Berdampak, guru matematika memperoleh pendampingan untuk mengembangkan pembelajaran mendalam yang berorientasi pada literasi dan numerasi.
Pendekatan ini mendorong peserta didik tidak hanya berorientasi pada hasil akhir penyelesaian soal, tetapi juga memahami proses berpikir, membangun keterkaitan antarkonsep, serta menggunakan kemampuan matematika untuk menyelesaikan permasalahan kontekstual.
Dalam rangkaian kegiatan di SDN 34 Ayo Gundaleng, guru mendapatkan penguatan mengenai strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan literasi numerasi peserta didik.
Literasi numerasi diarahkan pada kemampuan menggunakan konsep matematika untuk membaca informasi, memahami data, melakukan interpretasi, menganalisis permasalahan, serta mengambil keputusan berdasarkan pemahaman matematis.
Selain aspek pedagogis, kegiatan PKM ini juga memberikan penguatan kompetensi guru melalui pendekatan TPACK.
Pendekatan tersebut membantu guru memahami hubungan antara teknologi, strategi pembelajaran, dan materi matematika sehingga teknologi dapat dimanfaatkan secara tepat sesuai tujuan pembelajaran.
Integrasi teknologi dalam pembelajaran matematika tidak hanya digunakan sebagai media penyampaian materi, tetapi juga sebagai sarana untuk membantu visualisasi konsep, meningkatkan interaksi pembelajaran, mendukung eksplorasi materi, serta menciptakan pengalaman belajar yang lebih aktif dan menarik bagi peserta didik.
Dr. Siti Suprihatiningsih, S.Pd.Si., M.Pd. bersama tim PKM San Agustin melakukan pendampingan melalui berbagai tahapan kegiatan, mulai dari pelatihan, diskusi kolaboratif, praktik penyusunan perangkat pembelajaran, hingga refleksi terhadap penerapan pembelajaran di kelas.
Pendekatan kolaboratif ini memberikan ruang bagi guru untuk berperan aktif dalam mengembangkan desain pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik dan kondisi sekolah.
Salah satu luaran dari kegiatan ini adalah pengembangan desain pembelajaran matematika berbasis literasi, numerasi, dan TPACK.

Produk yang dikembangkan mencakup modul ajar matematika kontekstual, panduan integrasi teknologi dalam pembelajaran, serta contoh praktik baik yang dapat diterapkan dan dikembangkan oleh guru.
Keberlanjutan program menjadi bagian penting dalam pelaksanaan PKM ini. Melalui komunitas guru matematika dan forum MGMP Matematika Kabupaten Landak, hasil pengembangan pembelajaran dapat terus disebarluaskan dan dimanfaatkan oleh guru lainnya.
Dengan demikian, dampak program tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi dapat mendukung pengembangan profesional guru secara berkelanjutan.
Program San Agustin Berdampak menjadi bentuk nyata sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Melalui pemberdayaan guru, penguatan literasi numerasi, serta pengembangan kompetensi TPACK, program ini mendukung terciptanya pembelajaran matematika yang lebih relevan dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21.
Kolaborasi melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Kemendiktisaintek DRTPM tahun 2026 ini menjadi langkah strategis dalam membuka ruang perubahan pembelajaran matematika di Kabupaten Landak.
Guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai perancang pengalaman belajar yang mampu membangun kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan kemandirian peserta didik.*Dr. Siti Suprihatiningsih, S.Pd.Si., M.Pd. | Dosen Pendidikan Matematika dan Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo.




